Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 158-162 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Hasmi Ermi Yani MTsN 1 Kota Prabumulih Corresponding author e-mail: Ermiyanihasmi5@gmail. Abstrak Kegiatan supervisi akademik sangat penting untuk dilaksanakan guna membantu meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan baik demi tercapainya tujuan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi kepala Madrasah di MTsN 1 Prabumulih dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan supervisi akademik. Jenis penelitian ini adalah expost facto. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala Madrasah harus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan prinsip objektivitas dan peningkatkan yang berkelanjutan. Melalui hal tersebut, profesionalisme guru di sekolah akan mudah dicapai dan akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kepala Madrasah. Profesionalisme Guru. Supervisi Akademik. Abstract Academic supervision activities are very important to be carried out in order to help improve teacher competence in managing learning activities well in order to achieve learning objectives. This article aims to examine the strategy of the head of Madrasah at MTsN 1 Prabumulih in improving teacher professionalism through academic supervision activities. This type of research is ex post facto. The results of the study indicate that academic supervision activities carried out by the Madrasah head must start from planning, implementing, and evaluating with the principles of objectivity and continuous improvement. Through this, the professionalism of teachers in schools will be easily achieved and will be able to improve the quality of learning and the quality of educational institutions. Keywords: Principal. Teacher Professionalism. Academic Supervision Pendahuluan Guru senantiasa mendapat perhatian besar dari pemerintah maupun masyarakat karena guru merupakan pengemban tugas dari masyarakat yang berfungsi mempersiapkan generasi muda agar menjadi genersi yang menjadi harapan semua pihak dan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia (Hamalik, 1. Oleh karena itu, guru merupakan komponen yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu pendidikan. Dengan kata lain, guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar (Barinto. Masyarakat berharap besar kepada guru guna melahirkan generasi emas pada yang akan datang. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya dan mampu membimbingnya ke arah yang baik dan menjunjung tinggi nilai moral dan etika (Nasution. Guru telah diposisikan sebagai faktor terpenting dalam proses belajar mengajar, sehingga kompetensi harus selalu diasah dan di update (Khoirunnisa, 2. Kerja yang profesional mewajibkan seseorang untuk mengetahui terlebih dahulu makna profesi sebagai bentukan kata profesional. Profesi dipahami sebagai spesialisasi dari Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 158-162 Hasmi Ermi Yani jabatan keilmuan, intelektual yang diperoleh melalui studi dan latihan, yang bertujuan untuk mensuplay keterampilan melalui pelayanan yang prima Untuk meningkatkan profesionalisme guru di Madrasah, supervisi akademik merupakan langkah penting dalam mengurai problematika profesionalisme guru. Supervisi ditujukan pada kegiatan pembinaan dan pengembangan orang yang disupervisi. Asumsi masyarakat yang menempatkan kegiatan supervisi sebagai kegiatan pengawas yang melakukan pembinaan di Madrasah, sudah seharusnya diganti menjadi fungsi problem solver yang lebih mengedepankan terhadap peningkatan proses belajar mengajar. Supervisi berfungsi melihat dengan jelas terhadap problematika yang muncul dalam mempengaruhi situasi belajar dan menstimulir guru ke arah usaha perbaikan. Supervisi merupakan layanan yang diberikan kepada para guru, dengan tujuan untuk menghasilkan perbaikan instruksional, belajar dan kurikulum. kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala Madrasah harus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan prinsip obyektivitas dan continous Melalui hal tersebut, profesionalisme guru di Madrasah akan mudah dicapai dan akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu lembaga pendidikan. Profesionalisme merupakan proses usaha menuju ke arah terpenuhinya persyaratan suatu jenis model pekerjaan ideal yang memiliki skill dan keahlian, memiliki kode etik profesionalisasi, mendapat perlindungan. Sedangkan profesi pada hakekatnya adalah informend responsiveness . ikap bijaksan. , yaitu suatu pelayanan dan pengabdian yang dilakukan oleh individu d dilandasi oleh kemampuan, keahlian, teknik dan prosedur yang diiringi sikap kepribadian (Sagala : 2. Seorang professional akan menjalankan pekerjaannya sesuai dengan tuntunan profesi yang dimilikinya, atau dengan kata lain memiliki kemampuan, keahlian dan skill yang sesuai dengan tuntunan profesinya. Seorang profesional akan terus meningkatkan kualitas karyanya secara sadar dan continue, melalui kegitan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan (Tilaar. Ada tiga kreteria suatu pekerjaan dikatakan professional. Pengabdian, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan beberapa pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, . Idealisme, yaitu tercakup pengetian pengabdian pada suatu yang luhur dan idealis, . Pengembangan, yaitu, menyempurnakan prosedur kerja yang mendasari pengabdiannya yang dilakuakn secara terus-menerus. Supervisi dari kata AusuperAy dan AuvisiAy yang bermakna AumelihatAy. AumeninjauAy dari atas atau AumenilikAy. AumenilaiAy dari atas, yang dilakukan oleh pihak atasan terhadap kinerja, aktivitas, kreativitas bawahan (Mulyasa, 2. Supervisi dimaknai sebagai aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala Madrasah yang berkedudukan lebih tinggi dari guru guna melihat, mengamati dan mengawasi pekerjaan guru. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi merupakan penilaian yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya dengan kriteria yang telah ditentukan (Arikunto, 2. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat tergantung pada sistem Kepala sekolah merupakan tenaga fungsional guru yang memiliki tugas untuk memimpin sekolah, di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik (Wahdosumidjo, 2. Kepala Madrasah sebagai seorang supervisor harus menunjukkan kemampuannya dalam menyusun dan melaksanakan program supervisi serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan kepala Madrasah tersebut dalam menyusun program supervisi, harus diwujudkan dalam penyusunan program kegiatan supervisi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, terhadap segala akitivitas pendidikan yang ada. Kepala Madrasah sebagai supervisor hendaknya bersikap demokratis terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dalam artian bahwa, kepala sekolah harus menghargai pendapat dan usulan guru, memberikan Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 158-162 Hasmi Ermi Yani kesempatan kepada guru untuk mengemukakan pendapat dan gagasan, pengambilan setiap keputusan dilaksanakan dengan musyawarah, dan lain sebagainya. Dari uraian latar belakang maka ada keterkaitan antara supervisi seorang kepala sekolah atau madrasah terhadap peningkatan profesional guru berkaitan erat dengan penyiapan peserta didik menjadi manusia yang berilmu, berkarakter, terampil dan berakhlakul karimah, sehingga mampu mengangkat citra lembaga pendidikannya. Oleh karena itu, artikel ini menguraikan peran kepala madrasanah dalam meningkatkan kompetensi professional guru di MTsN 1 Prabumulih. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Prabumulih, jenis penelitian mengunakan expost facto, arikunto . adalah penelitian yang kejadiaannya sudah terjadi sebelum penelitian di laksanakan sedangkan Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sampel dan populasi dalam penelitiaan ini berjumlah 20 orang dengan pengumpulan data melalui Quesioner, observasi dan dokumentasi serta tehnis analisisdata statistik diskriptif, analisa statistik inferensial diantaranya analisis linier sederhana, analisis regresif berganda. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian menunjukkan Supervisi kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Prabumulih berpengaruh terhadap peningkatan profesi guru. Selanjutnya, profesionalisme guru sudah baik, hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner atau angket yang diisi oleh 22 responden penelitian dari 18 orang sudah memiliki kategori cukup baik, dan sangat baik, sedangkan 4 orang memiliki kategori kurang dan sangat kurang. Hal ini disebabkan karena responden tidak memenuhi indikator pencapaian kompetensi profesional yang ditentukan dalam penelitian. Tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah dalam pembinaan kompetensi profesional di MTs Negeri 1 Prabumulih melalui diskusi antara kepala sekolah dengan guru sebagai pertemuan balikan yang membicarakan tentang hasil catatan kepala sekolah ketika melaksanakan observasi kelas. Diskusi yang dilakukan merupakan pembinaan sebagai tindak lanjut supervisi, pembinaan yang diberikan antara lain: . Kepala sekolah memberikan masukan-masukan pada guru jika terdapat kekurangan dalam proses pembelajaran, . Memotivasi guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan mempelajari buku-buku pembelajaran, . Memotivasi guru memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan mengikuti KKG . elompok kerja gur. atau berdiskusi dengan guru-guru yang lainnya. kepala sekolah menyampaikan motivasi yang diberikan dalam pembinaan supervisi akademik yaitu: Motivasi yang diberikan berupa nasehat kepada guru untuk menambah pengetahuan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan mempelajari buku-buku pembelajaran. KKG sebulan sekali yang dilakukan pada minggu terakhir, satu gugus disini namanya gugus Abimanyu. Jadi tindak lanjut supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MTs Negeri 1 Prabumulih sudah dilakukan dengan cara pembinaan oleh kepala Madrasah dan umpan balik dari guru untuk berusaha memperbaiki Pekerjaan guru merupakan profesi atau jabatan yang memerlukan keahlian khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan. Tugas dari profesi guru meliputi: mendidik, mengajar dan melatih (Usman, 1. Dalam proses pembelajaran, untuk menjadi guru profesional, setidaknya harus memiliki dua kompetensi, yaitu capability dan loyality, dalam artian bahwa guru harus memiliki kompetensi dan kecakapan, memiliki strategi, kemampuan teoritik tentang belajar mengajar yang baik, mulai Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 158-162 Hasmi Ermi Yani dari perencanaan, implementasi sampai pada evaluasi, serta memiliki loyalitas keguruan yang tinggi, yaitu loyal kepada tugas keguruan di dalam kelas dan sebelum dan sesudah di kelas (Rosyada, 2. Pertama, perencanaan supervisi akademik. Merencanakan kegiatan supervisi akademik niscaya melewati suatu kerangka yang lazim disebut desain supervisi. Desain supervisi merupakan proses dari planning dan senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan supervisi akademik. Desain adalah rancangan, pola atau model. Oleh karena itu, diperlukan supervisi akademik guna mengurai problematika profesionalisme guru tersebut. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan supervisi akademik ini meliputi. Pertama, perencanaan supervisi akademik. Merencanakan kegiatan supervisi akademik niscaya melewati suatu kerangka yang lazim disebut desain supervisi. Desain supervisi merupakan proses dari planning dan senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan supervisi akademik. Desain adalah rancangan, pola atau model. Desain supervisi akademik berarti pola . atau kerangka . atau organisasi structural yang dipakai dalam kegiatan Dalam hal ini, kepala sekolah membuat rencana untuk melakukan kegiatan supervisi akademik, mulai dari sosialisasi kegiatan supervisi kepada guru di sekolah, menentukan supervisor, waktu pelaksanaan supervisi, bentuknya, instrumen yang akan disupervisi, dan prinsip supervisi yang akan dilakuakn. Melalui kegiatan perencanaan ini, kegiatan supervisi akan memberikan hasil yang optimal bagi pengembangan profesionalisme Kedua, perencanaan tanpa adanya pelaksanaan tidak akan berarti apa-apa. Pelaksanaan merupakan kegiatan atau aktifitas yang dilaksanakan untuk melaksanakan rencana dan kebijakan yang telah ditentukan dan dirumuskan sebelumnya. Pelaksanaan terhadap program yang telah ditetapkan oleh kepala Madrasah harus sejalan dengan kondisi sekolah yang ada, baik dalam aspek sosiologis, psikologis dan aspek-aspek lainnya. Aspek pelaksanan supervisi ini melibatkan beberapa unsur disertai dengan usaha-usaha dan didukung oleh alat-alat penunjang. Ketiga, tindak lanjut kegiatan supervisi akademik. Kegiatan tindak lanjut ini merupakan aktivitas yang dilakukan oleh supervisor dalam memberikan masukan terhadap guru, baik secara personal maupun kelompok. Tidak lanjut ini merupakan feed back terhadap apa yang telah menjadi temuan selama kegiatan supervisi, guna dijadikan perbaikan untuk Kesimpulan Seorang kepala Madrasah memiliki kewajiban untuk membina guru di lembaganya agar menjadi pendidik dan pengajar yang baik, profesional sesuai dengan harapan semua pihak. Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala Madrasah harus dilaksanakan dengan penuh komitment dan tanggungjawab untuk melakukan perbaikan dan peningkatan profesionalisme mutu guru dengan memperhatikan prinsip objektivitas dan continous improvement. Daftar Pustaka