INDOGENIUS Vol. 01 No. 01 Hal. Pengetahuan Dan Sikap Tentang Hipertensi Dengan Pengendalian Tekanan Darah Edriyani Yonlafado Simanjuntak1. Henny Situmorang1 1Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Indonesia Korespondensi: Edriyani Yonlafado Simanjuntak Email: edriyani260481@gmail. Alamat : Jl. Kapten Muslim No. 79 Medan Helvetia. Kota Medan. Sumatera Utara ABSTRAK Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap tentang hipertensi dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian merupakan deskriptif kolerasi dengan menggunakan pendekatan Crosectional dengan populasi seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Deli dengan teknik pengambilan sampel asidental sampling berjumlah 54 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi Square Test. Hasil: Menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi diperoleh hasil p value = 0,004 dan hubungan sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi diperoleh hasil p value = 0,002. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan penderita hipertensi dapat menambah pengetahuan dan mampu bersikap dalam mengendalikan tekanan darah sehingga penyakit hipertensi yang dialami dapat dikontrol ataupun diminimalisir. Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. Pengendalian tekanan darah Pendahuluan Hipertensi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah meningkat yang dapat menyerang siapa saja, baik muda maupun tua, serta orang kaya dan miskin. Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Namun, hipertensi tidak dapat secara langsung membunuh penderitanya, melainkan sebagai memicu terjadinya penyakit lain memberikan dampak Angka kejadian hipertensi dapat berimbas juga terhadap tingginya penyakit kronis lain sebagai komplikasi hipertensi seperti stroke ulang, gagal jantung, gagal ginjal dan penyakit serius lainnya menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian (Asfihan, 2. 10 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi WHO menunjukkan di seluruh dunia sekitar 972 juta orang . ,4%) penduduk dunia menderita penyakit hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Dari 972 juta menderita hipertensi, 333 berada di negara maju dan 639 sisanya berda di negara berkembang termasuk Indonesia. Data statistik menunjukkan terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2015 (World Health Organization, 2. Penderita hipertensi sedini mungkin menyadari akan kondisinya sehingga komplikasi dapat dihindarkan dengan cara managemen hipertansi yang baik (Setiawan, 2. Kenyataannya bahwa 30-50% penderita hipertensi tidak menyadari akan penyakitnya sehingga diperlukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan pemberitahuan informasi agar penderita hipertansi mematuhi pedoman terapi untuk menghindari berbagai macam komplikasi yang akan muncul (Asfihan, 2. Masyarakat masih banyak belum mengerti tentang penyakit hipertensi terutama dikalangan sudah lanjut usia, diakibatkan minimnya informasi dan juga dikarenakan ketidakpahaman tentang penyakit hipertensi yang dialaminya. Bagi masyarakat yang perduli dengan penyakit hipertensi akan lebih banyak mengetahui tentang hipertensi, sehingga sikap yang ditunjukkan masyarakat untuk dapat mengendalikan tekanan darah. Selain itu juga, faktor usia, latar belakang pendidikan mempengaruhi pengetahuan seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka tingkat pengetahuan juga semakin tinggi. Pengetahuan penderita hipertensi akan sangat berpengaruh pada sikap untuk patuh berobat karena semakin tinggi pengetahuan maka keinginan untuk patuh berobat juga semakin meningkat (Annisa, 2. Pengendalian tekanan darah merupakan kunci keberhasilan dari manajemen penyakit hipertensi. Penyakit ini dikenal dengan pembunuh diam-diam . ilent kille. Cara pengendalian tekanan darah meliputi modifikasi gaya hidup seperti kontrol berat badan, tingkatkan aktifitas fisik serta kurangi intake sodium dan potassium. Pengendalian tekanan darah perlu dilakukan oleh semua penderita hipertensi agar tidak terjadi peningkatan tekanan darah yang lebih parah. Akan tetapi, tidak semua penderita hipertensi dapat melakukan pengendalian terhadap penyakitnya. Hal ini disebabkan karena tingkat pengetahuan dan sikap penderita hipertensi tentang pengendalian penyakitnya tidaklah sama (Uguy, dkk, 2. Berdasarkan Patimah . menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan kategori cukup . ,5 %), sesuai dengan teori bahwa semakin banyak orang mendapatkan informasi baik dari lingkungan keluarga, tetangga, media cetak maupun petugas kesehatan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang hipertensi dengan pengendalian tekanan darah. Penelitian ini menggambarkan penderita yang menderita hipertensi kebanyakan memiliki sikap yang positif, dikarenakan penderita memiliki pemahaman yang cukup tentang hipertensi sehingga upaya pengendalian tekanan darah yang dilaksanakan juga baik. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di puskesmas Medan Deli terjadi peningkatan penderita hipertensi dari tahun ke tahun. Jumlah penderita hipertensi sebanyak 515 kasus tahun 2019 dengan rata-rata perbulan 42 kasus, meningkat di tahun 2020 sebanyak 632 kasus hipertensi dengan rata-rata perbulan 53 kasus, sedangkan pada tahun 2021 hingga pertengahan tahun mencatat ada 271 kasus hipertensi dengan rata-rata perbulan 54 kasus. Dari hasil wawancara singkat itu penderita hipertensi mengatakan bahwa mereka kurang paham dengan 11 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi hipertensi, dan mengatakan hipertensi timbul hanya karena faktor emosional, sedangkan sikap mereka selama ini hanya sebatas meminum obat ketika mereka merasa tekanan darahnya naik bila dirasakan pusing dan kepala terasa berat. Bila tidak merasakan gejala maka mereka tidak adanya pengontrolan tekanan darah ke puskesmas ataupun mengkonsumsi obat secaara rutin. Tujuan Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang hipertensi dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kolerasi dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional yaitu dengan populasi seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Medan Deli. Teknik pengambilan sampel adalah asidental sampling sehingga diperoleh responden berjumlah 54 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat dalam bentuk distribusi frekwensi dan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi Square Test. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Dan Persentase Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Pendidikan Dan Pekerjaan Pada Pasien Hipertensi . Karakteristik Responden Frekuensi . Persentase (%) Usia : 40-46 Tahun 47-53 Tahun 54-60 Tahun Ou 61 Tahun Jenis Kelamin : Laki - laki Perempuan Pendidikan : Tidak Sekolah SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan : Tidak Bekerja Petani/Nelayan/Buruh Wiraswasta PNS Lainnya 12 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi Tabel 2. Distribusi Frekwensi Dan Persentase Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Pasien Hipertensi . Pengetahuan Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Tabel 3. Distribusi Frekwensi Dan Persentase Responden Berdasarkan Sikap Tentang Hipertensi Pada Pasien Hipertensi . Sikap Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Tabel 4. Distribusi Frekwensi Dan Persentase Responden Berdasarkan Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi . Pengendalian Tekanan Darah Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Kurang Total Analisis Bivariat Tabel 5. Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Dengan Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi . Pengendalian Tekanan Darah Total Pengetahuan Value Baik Cukup Kurang % n % Baik 12 22,2 18 33,3 5 9,3 35 64,8 Cukup 10 18,5 3 5,6 0 0,0 13 24,1 0,004 Kurang Jumlah 25 46,3 21 38,9 8 14,8 54 13 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi Tabel 6. Tabulasi Silang Hubungan Sikap Dengan Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi . Pengendalian Tekanan Darah Sikap Baik Cukup Kurang Total Baik Cukup Kurang Value 0,002 Pembahasan Pengetahuan Pasien Hipertensi Tentang Hipertensi Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 35 orang . ,8%), cukup sebanyak 13 orang . ,1%), dan kurang sebanyak 6 orang . ,1%). Tingkat pendidikan responden dengan rata rata paling banyak adalah lulusan SMA sebanyak 18 responden . ,3%). Menurut Notoatmodjo . makin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin tinggi juga tingkat pengetahuannya. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi akan dapat memahami dengan baik dibandingkan seseorang yang pendidikan lebih rendah. Berdasarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan . menyatakan bahwa penyakit hipertensi . ekanan darah tingg. cenderung tinggi pada pendidikan rendah dan menurun sesuai dengan peningkatan pendidikan. Tingginya risiko terkena hipertensi pada pendidikan yang rendah, kemungkinan disebabkan karena kurangnya pengetahuan pada seseorang yang berpendidikan rendah terhadap kesehatan dan sulit atau lambat menerima informasi . yang diberikan oleh petugas sehingga berdampak pada perilaku/pola hidup sehat. Selain pendidikan, usia juga sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Dalam penelitian ini mayoritas umur 54-60 tahun sebanyak 20 orang . %). Sejalan dengan penelitian Wulansari . bahwa tingkat pengetahuan sebesar 73,7% dan mayoritas umur 51-60 tahun. Seiring bertambahnya usia, tekanan darah akan cenderung meningkat. Penyakit hipertensi umumnya berkembang pada saat umur seseorang mencapai paruh baya yakni cenderung meningkat khususnya yang berusia lebih dari 40 tahun bahkan pada usia lebih dari 60 tahun ke Berdasarkan jenis kelamin mayoritas perempuan sebanyak 30 orang . ,6%). Berdasarkan penelitian Patimah . bahwa perempuan cenderung menderita hipertensi dibanding laki-laki. Pada penelitian tersebut sebanyak 56,1% perempuan mengalami hipertensi, sedangkan untuk laki-laki sebesar 43,9%. Perempuan akan mengalami peningkatan resiko tekanan darah tinggi . setelah menopouse pada usia diatas 50 tahun. Perempuan yang belum menopouse dilindungi oleh hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). 14 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi Sikap Pada Pasien Hipertensi Tentang Hipertensi Hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 54 orang memiliki sikap mayoritas dengan kategori cukup sebanyak 27 responden . %). Hal ini dikarenakan responden cukup antusias dalam menyikapi hipertensi yang dialaminya. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Setiarini . bahwa 70% responden bersikap positif tentang hipertensi. Hasil penelitian Daeli . juga sejalan bahwa memiliki sikap dengan kategori cukup . ,6%). sikap adalah kesiapan individu untuk bertindak, dan bukan merupakan pelaksana motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan atau perilaku (Putri, 2. Sikap menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap nilai kesehatan individu serta dapat menentukan bagaimana cara mengendalikan yang tepat untuk penderita hipertensi. Sikap yang dimiliki individu akan sangat memberikan dampak pada kesehatan individu itu sendiri. Pengalaman pribadi yang pernah dialaminya menjadi dasar dari sikap seseorang untuk memberi pengaruh terhadap kesehatannya. Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa 54 orang dalam pengendalian tekanan darah yang mayoritas jawaban dengan kategori baik sebanyak 25 orang . ,3%). Hal ini dapat diartikan semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka semakin tinggi juga tindakan untuk mengendalikan tekanan darah. Menurut Sunaryo . mengungkapkan bahwa pengetahuan dan kesadaran pasien mengenai hipertensi merupakan faktor penting dalam mencapai pengendalian tekanan darah serta memainkan peranan penting dalam kemampuan mengontrol Pekerjaan juga sangat berpengaruh terhadap pengendalian tekanan darah, dimana ketika bekerja stress dan akan hilang, makan yang teratur dan banyaknya aktifitas fisik. ada penelitian ini pekerjaan informal yang paling banyak adalah Petani/nelayan/buruh terdapat 27 responden . %). Menurut Wulansari . mengatakan bahwa dapat menghilangkan stress yang tinggi sehingga tekanan darah akan tetap normal, akan tetapi tidak semua pekerjaan dapat menghilangkan stress, tergantung pekerjaan seseorang. Hal ini dapat diartikan bahwa pekerjaan dapat berdampak pada tekanan darah seseorang. Hubungan Pengetahuan Dengan Pengendalian Tekanan Darah Dari hasil penelitian diketahui bahwa uji chi square test diperoleh nilai p value = 0,004, atau . < 0,. yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan hipertensi dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Mengacu pada hasil penelitian ini, pengetahuan tentang hipertensi pada responden secara nyata menunjukkan pengaruhnya dengan pengendalian tekanan darah. Pendapat Maryono . bahwa pengetahuan yang baik akan mampu merubah gaya hidup dengan cara berhenti merokok sedini mungkin, berolahraga secara teratur, perbaikan diet, hindari stres serta hindari. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Septianingsih . bahwa hubungan pengetahuan dengan upaya pengendalian hipertensi didapatkan tingkat pengetahuan serta pengendalian hipertensi mayoritas kategori baik sebanyak 30 orang . %). Sementara untuk tingkat pengetahuan yang kurang dengan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 7 orang . ,9%) dan untuk tingkat pengetahuan kurang dengan pengendalian hipertensi yang juga kurang sebanyak 29 orang . ,7%) dari uji analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil dengan nilai p=0,000 dengan hasil uji menggunakan 15 | Pengetahuan dan Sikap Tentang Hipertensi uji Chi-Square Test yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan upaya Hubungan Sikap Dengan Pengendalian Tekanan Darah Hasil penelitian berdasarkan uji chi square diperoleh nilai p = 0,002, atau berada dibawah p<0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian Septianingsih . menunjukkan hasil bahwa Uji Chi Square didapatakan nilai p value 0,000 . <0,. yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara sikap responden dengan upaya pengendalian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Samata. Menurut Supriyono . menjalani pola hidup sehat sangat terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Adapun pola hidup sehat yang dianjurkan untuk mengendalikan hipertensi adalah makan makanan yang bergizi, tidak merokok, melakukan olahraga secara teratur, mengendalikan stress, tidak mengkonsumsi alkohol dan rutin memeriksakan tekanan Seseorang perlu melaksanakan pola hidup sehat sebagai antisipasi perubahan tekanan darah agar tidak mengalami komplikasi. Sikap yang penting dipahami seseorang yang mengalami hipertensi adalah mereka mampu bersikap dalam mengendalikan tekanan darah dengan mentaati pola hidup sehat serta rajin kontrol ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang hipertensi mayoritas dengan kategori pengetahuan bai sebanyak 35 orang . ,8%). Sikap pasien tentang hipertensi mayoritas kategori cukup sebanyak 27 orang . %) dan pengendalian tekanan darah dengan kategori baik sebanyak 25 orang . ,3%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,004, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,002. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kami ucapkan kepada Universitas Sari Mutiara Indonesia yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini, demikian juga pihak Puskesmas Kecamatan Medan Deli yang telah memberikan ijin untuk terlaksananya kegiatan penelitian ini sehingga berjalan dengan baik. Daftar Pustaka