Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 JAKA Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 http://publikasi. id/index. php/jaka PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR Anindyafebi Tanara1. Zaky Machmuddah2. St. Dwiarso Utomo3 1,2,3Progdi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang. Indonesia *Corresponding Author: tanara. anindya9b03@gmail. Diterima: April 2023. Direvisi: Mei 2023. Dipublikasikan: Mei 2023 ABSTRACT This research was conducted at the intention of observing and measuring the result of profitability, liquidity and leverage on CSR and company size as a moderating variable. The population taken was 29 manufacturing corporation in the food and beverage area recorded on the IDX in 2018-2021. The sample selection category applied purposive sampling, with a total of 116 samples tested using WarpPLS 7. 0 as a research tool. Independent variables include profitability, liquidity, and leverage whereas the dependent variable include CSR and company size as moderating variables. The research results show that ROA and DER have a notable impact on the corporate social explanations. Meanwhile. CR has no impact on the explanation of CSR. Company size could strengthen ROA. CR, and DER in CSR disclosure. Keywords: Profitability. Liquidity. Leverage. Company Size. CSR ABSTRAK Riset dilakukan dengan maksud mengamati serta mengukur dampak profitabilitas, likuiditas serta leverage pada CSR dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi yang diambil sebanyak 29 perusahaan manufaktur di sub sektor makanan dan minuman tercatat pada BEI pada tahun 2018-2021. Kategori pemilihan sampel yaitu purposive sampling, dengan total 116 sampel yang diuji menggunakan WarpPLS 7. 0 sebagai alat penelitian. Variabel independen mencakup profitabilitas, likuiditas dan leverage sementara variabel dependen mencakup CSR serta ukuran perusahaan selaku variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan DER berdampak signifikan pada pengungkapan CSR. Sementara itu. CR tidak berdampak pada pengungkapan CSR. Ukuran perusahaan dapat memperkuat ROA. CR serta DER pada pengungkapan CSR. Kata Kunci: Profitabilitas. Likuiditas. Leverage. Ukuran perusahaan. CSR Anindyafebi Tanara. Zaky Machmuddah. St. Dwiarso Utomo: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR PENDAHULUAN Corporate social responsibility (CSR) adalah kegiatan yang diselenggarakan guna mengevaluasi bagaimana operasional perusahaan berdampak terhadap lingkungan. Bersumber pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 perihal Perseroan Terbatas, mendiskripsikan CSR sebagai keterikatan industri guna bertanggung jawab pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk mengembangkan lingkungan dan kapasitas hidup bagi perusahaan, lingkungan sekitar dan masyarakat pada umumnya. PT Mayora Indah Tbk termasuk salah satu perusahaan yang menjalankan kegiatan CSR. Pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial pada akhir tahun 2020 PT Mayora Indah Tbk berhasil mendapatkan kategori Priority Integration Sector (Agri based Product. karena dianggap mampu meningkatkan laba bersih dan pertumbuhan pendapatan bersama dengan inovasi produk, tanggung jawab sosial dan lapangan kerja (PT. Mayora Indah Tbk, 2. Namun pelaksanaan program CSR di Indonesia selama ini masih tidak transparan dan belum terkoordinasi dengan baik (Dipasti & Sulistyowati, 2. Peristiwa rendahnya pengungkapan CSR ditemukan pada PT Mayora Indah Tbk tersandung pencemaran limbah di Desa Gembong, sekitar Sungai Kunir yang mengakibatkan air sungai mengeluarkan bau tidak sedap, menyengat dan bewarna hitam (Monitor Tangerang, 2. Perusahaan yang baik tidak hanya diminta untuk dapat menghasilkan profit, melainkan juga harus peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan kesejahteraan masyarakat. Selaras dengan konsep triple bottom line (Elkington, 1. dimana CSR meliputi 3 aspek utama ialah mencari laba . , memberdayakan masyarakat . serta menjaga alam/bumi . Selain itu terdapat faktor lain yang memiliki peran dalam mencapai hal tersebut salah satunya adalah leverage. Adanya pemakaian hutang yang besar dilakukan oleh perusahaan dalam kegiatan operasionalnya dapat menggambarkan risiko investasi semakin besar. Namun dengan adanya likuiditas, perusahaan mampu mengeluarkan biaya untuk membayar kewajibannya. Atas kesinambungan ini maka perusahaan dapat mengembangkan kegiatan CSR secara Berbagai penelitian telah dilakukan dan hasil yang ditemukan cukup bervariasi sehingga menimbulkan adanya research gap. Menurut Kemalasari & Sapariyah . Sekarwigati & Effendi . berpendapat bahwa pengungkapan CSR dipengaruhi oleh profitabilitas sementara itu Sularsih & AsAoadi . Subara & Saragih . menyatakan bahwa tidak Menurut Sijum & Rustia . Kurniawan et al. mengungkapkan bahwa likuiditas berdampak pada pengungkapan CSR sementara Christiawan . Andara & Kurnia . menyatakan bahwa tidak berpengaruh. Menurut Ramadhani & Maresti . Atmojo & Yuliandhari, . menerangkan bahwa pengungkapan CSR dipengaruhi dengan leverage sementara Tua . Lisa & Octaviani . menyatakan bahwa tidak Selanjutnya Kusumadewi . Pranadhani & Saryadi . menyatakan ukuran perusahaan sanggup memoderasi profitabilitas pada pengungkapan CSR sementara Putra et al. Hutabarat et al. mengungkapkan tidak mampu memoderasi. Menurut Rahma Amelia et al. ukuran perusahaan sanggup memoderasi dampak likuiditas terhadap pengungkapan CSR sedangkan Purnama & Bestari . menyatakan bahwa tidak mampu Dan menurut Darmawan et al. Pramana & Darmayanti . leverage pada pengungkapan CSR dapat dimoderasi oleh ukuran perusahaan sementara Setiawati & Veronica . Andriansyah & Suharto . menyatakan bahwa tidak mampu Berdasarkan research gap yang telah dijelaskan menunjukkan dampak profitabilitas, likuiditas dan leverage pada pengungkapan CSR dan ukuran perusahaan selaku variabel pemoderasi mengindikasikan kurang konsisten dalam hasil pengujian. Maka dari itu, dilakukan kembali penelitian ROA. CR, dan DER pada pengungkapan CSR dan ukuran perusahaan Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 sebagai pemoderasi. TINJAUAN PUSTAKA Teori Legitimasi Awal mula teori legitimasi dikemukakan Dowling dan Pfeffer . yang mengungkapkan organisasi bekerja untuk membangun keseimbangan antara nilai-nilai sosial yang terhubung dengan operasi perusahaan dan standar integritas yang dapat diterima oleh lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar merupakan salah satu elemen penting dalam teori legitimasi yang diperhitungkan dalam pengembangan bisnis jangka panjang (Dowling & Pfeffer, 1. Hubungan antara perusahaan dan masyarakat merupakan komponen kunci dari teori legitimasi salah satunya dengan mempraktekkan dan mencapai keselarasan dengan standar perilaku dan nilai-nilai sosial yang terkait dengan aktivitas yang telah ada sebelumnya serta mengungkapkan aktivitas CSRnya, sehingga masyarakat dapat memiliki kepercayaan terhadap perusahaan yang sesuai dengan harapan masyarakat (Mudjiyanti & Maulani, 2. Teori Stakeholder Istilah stakeholder dikemukakan pertama kali pada tahun 1963 di Stanford Research Institute (RSI) sehingga Freeman mengembangkan teoritis mengenai stakeholder di tahun 1984 dalam karyanya dengan judul Strategic Management: A Stakeholder Approach. Freeman . juga menafsirkan bahwa stakeholder merupakan sekelompok orang yang dapat memberikan dampak pada proses pencapaian tujuan suatu organisasi. Perusahaan mempertimbangkan seluruh pemangku kepentingannya termasuk pemegang saham, kreditur, pelanggan, pemasok, pemerintah dan anggota masyarakat, selain kepentingannya sendiri (Freeman & Reed, 1. Jika perusahaan tidak melibatkan pemangku kepentingannya dapat menimbulkan masalah seperti mendapatkan hukuman, maka dari itu penting bagi perusahaan untuk memenuhi keinginan dari pemangku kepentingannya agar dapat terus bekerja dengan baik (Maharani & Pertiwi, 2. Teori stakeholder juga menjelaskan bahwa perusahaan secara sukarela mengungkapkan informasi tentang kegiatannya untuk menunjukkan kepada publik. Kegiatan tersebut mengenai kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena perusahaan memiliki hubungan dengan stakeholder berdasarkan gagasan utilitas yaitu membentuk aliansi yang dapat mendukung kelangsungan bisnisnya (Salim et al. , 2. HIPOTESIS Perusahaan menghasilkan keuntungan yang signifikan, tetapi operasinya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, akibatnya perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakannya dengan mengkontribusikan keuntungan operasinya untuk program tanggung jawab sosial perusahaanya, yang bertujuan untuk memitigasi kerugian yang telah dilakukan. Berdasarkan teori stakeholder apabila perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi membuktikkan bahwa perusahaan mempunyai kecakapan untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi, dimana perusahaan memungkinkan untuk mempresentasikan tanggungjawab sosial secara lebih menyeluruh pada laporan keuangan (Mudjiyanti & Maulani, 2. Dengan demikian, mampu dikatakan bahwa CSR dipengaruhi oleh profitabilitas (Wulandari & Zulhaimi, 2. Penelitian Saefatu & Noegroho . Andira et al. Utamie et al. menjelaskan bagaimana pengungkapan CSR dipengaruhi oleh profitabilitas. HCA : Profitabilitas mempengaruhi pengungkapan CSR Perusahaan apabila mempunyai rasio likuiditas yang tinggi diharuskan untuk mempublikasikan laporan yang rinci untuk menunjukkan kepada stakeholder bahwa perusahaan telah berjalan dengan baik karena stakeholder menganggap likuiditas sebagai Anindyafebi Tanara. Zaky Machmuddah. St. Dwiarso Utomo: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR indikator keberhasilan (Firdausi & Prihandana, 2. Sedangkan menurut teori legitimasi menetapkan persepsi sebagai pendorong utama pengungkapan informasi dalam laporan Apabila perusahaan dengan kondisi keuangan yang kuat dibandingkan dengan kondisi keuangan yang lemah, perusahaan dengan likuiditas tinggi didasarkan pada kekuatan keuangan perusahaan untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif (Ayem & Nuwa. Penelitian Irawan . Mujiyati & Afianto . Hantono & Hwee . menjelaskan bagaimana pengungkapan CSR dipengaruhi oleh likuiditas. HCC : Likuiditas mempengaruhi pengungkapan CSR Leverage merupakan rasio yang menggambarkan bagaimana hutang dan modal atau aset perusahaan terkait. Leverage berfungsi sebagai tolok ukur bagi perusahaan untuk menilai proporsi pembiayaan hutang yang perusahaan miliki. Tingkat rasio perusahaan mampu berpengaruh terhadap pengungkapan CSR secara luas (Aminah & Udhma, 2. Semakin besar rasio leverage yang dimiliki perusahaan, semakin jelas upaya perusahaan menarik perhatian kreditur dan investor dengan memberikan informasi yang lebih spesifik, sehingga mampu mengurangi kesenjangan informasi antara stakeholder dan manajemen. Menurut teori stakeholder, pengungkapan CSR dapat meningkat seiring dengan meningkatnya leverage (Samosir & Panjaitan, 2. Menurut Hakim & Hidayat . Khanifah et al. Oktaviani et al. menjelaskan bagaimana pengungkapan CSR dipengaruhi oleh leverage. HCE : Leverage mempengaruhi pengungkapan CSR Teori legitimasi menjelaskan bahwasanya perusahaan dengan ukuran besar akan menggambarkan kegiatan sosial supaya memperoleh kredibilitas dari para stakeholder, sebab perusahaan dengan ruang lingkup yang luas cenderung lebih menarik perhatian publik, dengan mengadakan kegiatan usaha sehingga akan berpengaruh signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Penganalisisan yang diteliti oleh Nainggolan et al. , . menyatakan besar kecilnya suatu ukuran perusahaan dapat berdampak pada profitabilitas, bilamana perusahaan semakin besar maka semakin meningkat keuntungan yang mampu didapatkan perusahaan, hal tersebut dapat memberikan dampak pada peningkatan profitabilitas Perusahaan dengan ukuran besar akan terpengaruh untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pihak manajemen akan memantau dan menilai implementasi serta pengungkapan CSR. Menurut Kusumadewi . Pranadhani & Saryadi . menyatakan profitabilitas pada pengungkapan CSR mampu dimoderasi dengan ukuran perusahaan. HCE : Profitabilitas mempengaruhi pengungkapan CSR dengan dimoderasi ukuran Likuiditas ialah rasio yang berperan untuk menaksir kecakapan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya. Tingkat likuiditas perusahaan mampu dipengaruhi ukuran perusahaan yang dimana apabila perusahaan lebih besar akan mempunyai sumber permodalan yang lebih terdiversifikasi, sehingga peluang untuk bangkrut semakin kecil. Perusahaan juga mempunyai peluang lebih besar dan luas untuk memperoleh sumber permodalan dari luar serta mempunyai probabilitas lebih besar untuk memenangkan kompetisi atau bertahan dalam industri (Fauziah & Asyik, 2. Berlandaskan teori stakeholder mengatakan bilamana tingkat likuiditas perusahaan tinggi maka perusahaan dapat membuktikan kondisi keuangan sanggup mengoptimalkan perusahaan untuk menjalankan pengungkapan keterangan yang lebih rinci terhadap stakeholder-nya dengan pengungkapan CSR yang mampu bermanfaat untuk memperoleh kesan positif perusahaan (Herleni et al. , 2. Menurut Rahma Amelia et . menyatakan likuiditas pada pengungkapan CSR mampu dimoderasi dengan ukuran Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 HCI : Likuiditas mempengaruhi pengungkapan CSR dengan dimoderasi ukuran perusahaan Tingginya rasio leverage akan memotivasi perusahaan untuk melaksanakan kegiatan CSR guna memberikan keyakinan terhadap para stakeholder-nya. Perusahaan dengan ukuran besar lebih mudah dalam mendapatkan pinjaman ataupun mencari investor yang akan menanamkan modalnya sehingga tingkat leverage-nya akan lebih besar bilamana dipadankan dengan perusahaan ukuran kecil. Hal tersebut menggambarkan bahwa ukuran perusahaan berdampak terhadap hutang, dikarenakan bilamana perusahaan semakin besar maka semakin memerlukan dana yang besar pula (Hidayati & Septiana, 2. Berdasarkan teori stakeholder, pengungkapan informasi yang lebih rinci akan dilakukan perusahaan apabila mengalami peningkatan leverage karena memiliki kewajiban yang lebih tinggi kepada stakeholder dan sebagai hasilnya dapat menarik lebih banyak investor (Irmayanti & Mimba, 2. Menurut Darmawan et al. Pramana & Darmayanti . menyatakan leverage pada pengungkapan CSR mampu dimoderasi dengan ukuran perusahaan. HCI : Leverage mempengaruhi pengungkapan CSR dengan dimoderasi ukuran perusahaan METODE PENELITIAN Penggunaan data sekunder didapatkan melalui laporan keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman diperoleh melalui portal resmi BEI tahun 2018-2021. Dengan penerapan Teknik purposive sampling, sebanyak 29 perusahaan yang dijadikan sampel serta selama 4 tahun penelitian. Kategori dalam penentuan sampel yang dipakai adalah perusahaan subsektor makanan dan minuman menyajikan laporan keberlanjutan tahun 2018-2021, perusahaan subsektor makanan dan minuman memberikan informasi lengkap tentang seluruh variabel yang terkait dengan penelitian, perusahaan subsektor makanan dan minuman mengungkapkan laporan keuangan secara berkala yang tercatat di BEI tahun 2018-2021. Tabel 1. Hasil Purposive Sampling Kategori Sampel Jumlah Perusahaan yang termasuk dalam salah satu jenis subsektor makanan dan minuman tercantum di BEI tahun 2018-2021 Perusahaan tidak mempublikasikan laporan keuangan tahun 2018-2021 Perusahaan mengalami rugi bersih tahun 2018-2021 Perusahaan tidak menerangkan informasi secara komplit mengenai seluruh variabel yang dipakai dalam penelitian . Jumlah Sampel Total Sampel Penelitian . x 4 tahu. Sumber: diteliti penelaah . Data yang termasuk pada pengkajian ini adalah perusahaan yang menyajikan laporan keuangan secara berkala tahun 2018-2021 tanpa mengalami rugi bersih dan memberikan semua informasi yang diperlukan. Terdapat 116 sampel data yang dikumpulkan untuk penelitian ini serta pengolahan data menggunakan WarpPLS 7. untuk penelitian structural equation modeling-partial least squares (SEM-PLS). Definisi operasional meliputi variabel independen, variabel dependen serta variabel moderasi yang dipakai untuk pengkajian ini ditunjukkan pada tabel 2. Anindyafebi Tanara. Zaky Machmuddah. St. Dwiarso Utomo: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Penelitian Jenis Variabel Pengukuran Keterangan Variabel Variabel Profitabilitas Laba Bersih / Menggunakan rasio ROA Independen Total Aktiva yang berfungsi mengukur *100% untuk mendapatkan profit melalui pemanfaatan aset Likuiditas Aktiva Lancar Rasio yang berfungsi sebagai Hutang pengukur Lancar *100% perusahaan dalam melunasi kewajiban yang sudah jatuh Leverage Total Hutang / Rasio yang berfungsi untuk Modal *100% mengambarkan tolok ukur antara seluruh liabilitas dengan modal yang dimiliki oleh perusahaan Variabel CSR CSR index Suatu tindakan perusahaan Dependen (CSRI) dalam meningkatkan kualitas pengungkapan bisnis secara transparan sesuai dengan norma yang berlaku dalam Variabel Ukuran LnTotal Rasio untuk menaksir besar Moderasi Perusahaan Aktiva kecilnya total aset yang dimiliki perusahaan Sumber Yubiharto & Hastuti . (Indriyani & Yuliandhari . Amilia Andayani . Fajrianto & Mulawarman . Aritonang ANALISA DAN PEMBAHASAN Koefisien Determinan (RA) Seberapa besar dampak variabel independen pada variabel dependen mampu ditetapkan oleh koefisien determinan. Ada tiga kriteria nilai R-Square menurut (Chin, 1. yaitu kategori kuat apabila nilainya lebih besar dari 0,67, serta moderat apabila nilainya lebih besar dari 0,33 namun lebih rendah dari 0,67 serta lemah apabila nilainya lebih besar dari 0,19 namun lebih rendah dari 0,33. Berikut adalah tabel yang memperlihatkan nilai koefisien determinan (RSquar. Tabel 3. Nilai R-Square R-Square R-Square Adjusted 0,441 0,289 CSR (Y) Sumber: diteliti penelaah . Berlandaskan tabel 3 dimana nilai koefisien determinan (R-Squar. berjumlah 0,441, maka model penelitian dikategorikan moderat sebab berada diatas 0,33. Hal tersebut memperlihatkan bahwasanya seluruh variabel independen secara simultan memiliki dampak Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 sebesar 44,1% pada CSR . aribel dependen/terika. Sedangkan untuk faktor lain yang tidak tercantum dalam penelitian berdampak pada sisanya sebesar 55,9%. Predictive Relevance (QA) Tabel 4. Nilai Q-Square QA CSR (Y) 0,597 Sumber: diteliti penelaah . Nilai Q-Square menunjukkan nilai sebesar 0,597 sebagaimana dapat dilihat dari tabel Karena nilai Q-Square dalam penelitian ini lebih dari nol . yaitu 0,597 maka dapat dikatakan mempunyai nilai relevansi yang baik/kuat (Chin, 1. Uji Fit Model Tabel 5. Nilai Model Fit dan Quality Indices Indikator Fit Model Indeks Average path coefficient (APC) Average R-squared (ARS) P-Value Hasil Memenuhi 0,007 model fit 0,356 0,441 Memenuhi 0,002 model fit Memenuhi Average block VIF (AVIF) 1,534 - model fit Sumber: diteliti penelaah . Berlandaskan tabel 5 yang memperlihatkan bahwasanya p-value APC dan ARS masingmasing 0,007 dan 0,002 yang dimana lebih rendah dari 5% serta AVIF kurang dari 5, sehingga model pengujian tersebut sudah mampu melengkapi persyaratan fit model. Pengujian Hipotesis Gambar 1. Diagram Path Anindyafebi Tanara. Zaky Machmuddah. St. Dwiarso Utomo: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR Berdasarkan pengujian ini mengaplikasikan software WarpPLS 7. 0 untuk menguji Bilamana nilai probabilitas atau p-value 0,05, maka dinyatakan hasil pengujian hipotesis diterima (Rajab & Nora, 2. Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Path Coefficients P-Value Keterangan Profitabilitas -> CSR Disclosure -0,439 0,003 Diterima Likuiditas -> CSR Disclosure 0,256 0,064 Ditolak Leverage -> CSR Disclosure Ukuran Perusahaan Memoderasi Profitabilitas > CSR Disclosure Ukuran Perusahaan Memoderasi Likuiditas -> CSR Disclosure Ukuran Perusahaan Memoderasi Leverage -> CSR Dsiclosure Sumber: diteliti penelaah . 0,420 0,005 Diterima -0,279 0,047 Diterima -0,352 0,016 Diterima -0,387 0,009 Diterima Dampak Profitabilitas pada Pengungkapan CSR Menurut hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya nilai signifikansi pada variabel profitabilitas adalah 0,003 < 0,05 serta nilai path coefficients yaitu -0,439, sehingga HCA berhasil dalam mempengaruhi pengungkapan CSR. Penelitian ini memperlihatkan bahwasanya pengungkapan CSR secara negatif dan signifikan dipengaruhi oleh profitabilitas. Hasil penelitian tersebut mendukung teori legitimasi, yang dimana apabila profitabilitas cukup rendah maka perusahaan yang menguntungkan belum tentu dapat mengungkapkan lebih banyak informasi pengungkapan CSR pada laporan tahunan perusahaannya, sementara itu banyak perusahaan yang masih belum menjalankan CSR secara optimal, dan setiap perusahaan mempunyai prioritas program CSR yang berbeda-beda. Perusahaan juga memiliki hambatan yang dapat mempengaruhi dalam mengimplementasikan CSR seperti kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta kegiatan CSR yang tidak menyeluruh dan terorganisasi ditambah dengan adanya pembatasan sosial di era pandemi, maka dari itu memberikan dampak negatif terhadap profitabilitas pada pengungkapan CSR. Temuan penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya Dewanti & Afif . dan Anto . Namun demikian, temuan ini tidak sesuai dengan Sularsih & AsAoadi . dan Subara & Saragih . Dampak Likuiditas pada Pengungkapan CSR Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya nilai signifikansi pada variabel likuiditas adalah 0,064 > 0,05 serta nilai path coefficients sebesar 0,256, sehingga HCC tidak berhasil dalam mempengaruhi pengungkapan CSR. Hal tersebut dapat didefinisikan bahwa tinggi rendahnya likuiditas tidak berdampak pada pengungkapan CSR dikarenakan perusahaan lebih mempertimbangkan jumlah keuntungan dan meningkatkan kemampuan dalam memaksimalkan aset. Perusahaan dengan likuiditas tinggi lebih cenderung untuk tidak menerbitkan pengungkapan CSR dan hanya mengungkapkan informasi seperlunya saja, dikarenakan perusahaan dalam keadaan yang baik sehingga perusahaan hanya akan melakukan pengungkapan sebatas untuk memperlihatkan bahwa perusahaan sudah melakukan kinerja yang baik (Krisyadi & Elleen, 2. Berdasarkan teori stakeholder, likuiditas perusahaan memperlihatkan kemampuan entitas dalam pelunasan kewajiban lancar dengan tepat waktu dan perusahaan akan dikatakan sukses oleh investor apabila mampu mengoptimalkan nilai Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 perusahaan yang diikuti dengan investor memercayai untuk memfasilitasi dana ke perusahaan (Adiputra & Hermawan, 2. Temuan penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya Setiawan et al. dan Putri et al. Namun demikian, temuan tersebut tidak sesuai dengan Herleni et al. dan Purba & Candradewi . Dampak Leverage pada Pengungkapan CSR Hasil penelitian Debt Equity Ratio (DER) membuktikan nilai signifikansi pada variabel leverage adalah 0,005 < 0,05 serta path coefficients yaitu 0,420, sehingga HCE berhasil mempengaruhi pengungkapan CSR. Artinya leverage berdampak pada pengungkapan CSR. Rasio leverage diaplikasikan untuk mengambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan dengan demikian terlihat taraf resiko tak tertagih suatu hutang. Sehingga tingginya suatu leverage perusahaan akan menjelaskan lebih detail tentang kegiatan sosial apabila dibandingkan dengan rasio leverage yang rendah (S. Lisa et al. , 2. Berdasarkan teori stakeholder, semakin perusahaan mengungkapkan kegiatan sosial maka semakin banyak informasi yang diterima investor, hal tersebut dilaksanakan agar investor mendapatkan kepercayaan atas terjaminnya hak selaku kreditor (H. Putra et al. , 2. Penelitian searah dengan Firdausi & Prihandana . Yanti et al. Purba & Candradewi . yang mengungkapkan leverage berdampak pada pengungkapan CSR. Namun demikian, temuan ini tidak sesuai dengan A. Lisa & Octaviani . dan Yurika & Viriany . Dampak Profitabilitas pada Pengungkapan CSR dengan Dimoderasi Ukuran Perusahaan Berdasarkan penelitian diatas membuktikan bahwa ukuran perusahaan memperkuat ROA pada pengungkapan CSR dinyatakan oleh nilai signifikansi 0,047 < 0,05 serta path coefficients sebesar -0,279, sehingga HCE dinyatakan berhasil karena profitabilitas pada pengungkapan CSR mampu dimoderasi ukuran perusahaan. Hasil penelitian mengacu pada teori stakeholder, memberikan makna bahwa suatu perusahaan apabila memiliki ukuran perusahaan besar digolongkan dapat memberikan tingkat perolehan profitabilitas perusahaan yang baik, maka dari itu mampu memperoleh pandangan yang efisien dari para kreditur serta investor serta dapat meningkatkan pengungkapan CSR perusahaan. Perusahaan dengan ukuran yang besar dianggap dapat memaksimalkan kualitas labanya dengan cara meningkatkan kemampuan manajemen akibatnya investor akan percaya pada perusahaan besar. Ukuran perusahaan dapat meningkatkan dampak profitabilitas terhadap pengungkapan CSR karena pihak manajemen di perusahaan dengan laba tinggi percaya bahwa dengan adanya pelaporan dapat menjelaskan keefektifan keuangan perusahaan apabila diperlukan. Ukuran perusahaan baik besar atau kecil pasti mengharapkan dukungan dari para stakeholder-nya guna melindungi kelangsungan operasional perusahaannya (Dewi & Budiasih, 2. Temuan ini senada dengan yang diungkapkan Kusumadewi . dan Pranadhani & Saryadi . Namun temuan ini tidak sesuai dengan A. Putra et al. dan Hutabarat et al. Dampak Likuiditas pada Pengungkapan CSR dengan Dimoderasi Ukuran Perusahaan Berdasarkan penelitian diatas membuktikan ukuran perusahaan memperkuat likuiditas pada pengungkapan CSR dinyatakan oleh nilai signifikansi 0,016 < 0,05 serta path coefficients yaitu -0,352, sehingga HCI dinyatakan berhasil karena likuiditas memberikan pengaruh pada pengungkapan CSR yang dimoderasi ukuran perusahaan. Apabila ukuran perusahaan kian besar maka semakin banyak pula informasi dipublikasikan di dalam perusahaan, sehingga pihak manajemen perusahaan sadar akan pentingnya informasi dalam mempertahankan eksistensi perusahaan. Berdasarkan teori legitimasi, keberhasilan suatu perusahaan dalam mengelola bisnisnya seperti mampu memenuhi kewajiban dengan tepat waktu akan semakin mendorong untuk melakukan CSR karena akan menjadi pusat perhatian bagi investor maupun Anindyafebi Tanara. Zaky Machmuddah. St. Dwiarso Utomo: PERAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA HUBUNGAN PROFITABILITAS. LIKUIDITAS. LEVERAGE DAN PENGUNGKAPAN CSR masyarakat luas (Herleni et al. , 2. Temuan ini sependapat dengan Rahma Amelia et al. yang menjelaskan bahwa pengaruh likuiditas pada pengungkapan CSR dapat dimoderasi oleh perusahaan. Namun temuan ini tidak sesuai dengan Purnama & Bestari . Dampak Leverage pada Pengungkapan CSR dengan Dimoderasi Ukuran Perusahaan Bersumber hasil penelitian diatas mengungkapkan ukuran perusahaan memperkuat leverage pada pengungkapan CSR dinyatakan oleh nilai signifikansi 0,009 < 0,05 serta nilai path coefficients sebesar -0,387, sehingga HCI dinyatakan berhasil karena hubungan leverage pada pengungkapan CSR mampu dimoderasi ukuran perusahaan. Hasil pengujian ini membuktikan semakin tinggi tingkat leverage, maka semakin efektif pemakaian modal kerja dan semakin besar pula laba yang didapatkan untuk mengoptimalkan pengungkapan CSR Pernyataan tersebut mampu dikaitkan dengan teori stakeholder, dimana ukuran perusahaan berperan dalam meyakinkan kepercayaan para investor. Apabila suatu perusahaan semakin besar, semakin mudah pula memperoleh informasi mengenai perusahaan dan banyak yang mengenal perusahaan tersebut (Korniasari & Adi 2021 dan Irmayanti & Mimba 2. Temuan ini sependapat dengan Darmawan et al. dan Pramana & Darmayanti . Namun temuan ini tidak sesuai dengan Setiawati & Veronica . dan Andriansyah & Suharto . SIMPULAN Menurut penelitian yang telah dilakukan, ditemukan dua variabel independen dengan pengaruh berbeda pada pengungkapan CSR yaitu ROA. DER berdampak namun CR tidak berdampak pada pengungkapan CSR. Sedangkan untuk ukuran perusahaan sanggup memoderasi pengaruh ROA. CR serta DER terhadap pengungkapan CSR. Pada penganalisisan ini, terdapat keterbatasan yaitu nilai dari adjusted RA dalam penelitian sebesar 0,289 atau sebesar 28,9% sisanya sebesar 71,1% dipengaruhi oleh variabel lain, sehingga disarankan untuk memperbanyak variabel lain khususnya faktor yang mampu mempengaruhi pengungkapan CSR, seperti regulasi, kesadaran dan lain sebagainya. Jurnal Akuntansi. Keuangan dan Auditing. Vol. 4 (No. , 2023. Hal: 128-141 DAFTAR PUSTAKA