AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 Edukasi PHBS Untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Ibu PKK RT 004. Labuhan Ratu. Bandar Lampung Emantis Rosa1*. Yulianti2. Enur Azizah3. Linda Septiani4 1,2,3Fakultas MIPA. Program Studi Biologi. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indonesia 4Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indonesia Email: 1*emantisrosa@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Perkembangan kasus DBD yang cendrung meningkat dari tahun ke tahun, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian terhadap vektor untuk menurunkan populasi vektor . Salah satunya melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. PHBS merupakan gerakan kesadaran untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari -hari, yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar, mau dan mampu melakukan tindakan hidup bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya pada pengendalian vector. PHBS untuk pencegahan DBD lebih di fokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti melalui program 3M Plus yaitu : menjaga kebersihan lingkungan, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Hasil kegiatan penyuluhan PHBS untuk pencegahan Demam Bedarah Dengue ( DBD) pada Ibu Ae Ibu PKK RT 004. Labuhan Ratu. Bandar Lampung dari hasil evaluasi adanya peningkatan pemahaman dari peserta untuk skor nilai 80 8,33% . , pada waktu pre-test peningkat jadi 62,5 % . Oran. setelah post-test, dengan peningkatan sebesar 54,2% artinya jumlah peserta dengan skor nilai rendah menurun setelah penyampaian materi. Secara umum kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif terhadap pemahanan ibu-ibu peserta dalam pengendalian DBD melalui PHBS. Kata Kunci: DBD. PHBS, 3M Plus. Aedes aegypti Abstract Oe. The development of dengue cases that tend to increase from year to year requires efforts to prevent and control the vector to reduce the vector population. One of them is through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the community. PHBS is an awareness movement to get used to clean and healthy living behavior in everyday life, which aims to change people's behavior so that they are more aware, willing and able to perform clean and healthy living actions so that they can improve the quality of public health, especially in vector control. PHBS for the prevention of dengue is more focused on the eradication of Aedes aegypti mosquito nests through the 3M Plus program, namely: keeping the environment clean, and protecting oneself from mosquito bites. The results of the PHBS counseling activities for the prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in mothers of PKK RT 004. Labuhan Ratu. Bandar Lampung from the evaluation results of an increase in understanding from the participants for a score of 80 8. 33% . , during the pre-test it increased to 62. 5% . after the post-test an increase of 54,2 %, meaning that the number of participants with low scores decreased after the presentation of the material. In general, this devotional activity has a positive impact on the retention of mothers of participants in the handling of dengue fever through PHBS. Keywords: DBD. PHBS, 3M Plus. Aedes aegypti PENDAHULUAN Penyakit Tular Vektor adalah penyakit yang dtularkan melalui hewan perantara, seperti nyamuk, lalat, pinjal dan lain sebagainya. (Permenkes. No374 , 2. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tular vector yang penularannya dilakukan oleh nyamuk. Contoh lain dari penyakit tular vector selain DBD adalah malaria, cikungunya, filariasis dan beberapa penyakit lainnya. DBD (Demam Berdarah Dengu. pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, di mana sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia dengan angka kematian 41,3% dan sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia (Buletin Jendela Epidemiologi DBD, 2. Penyakit DBD termasuk penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus betina. Perkembangan kasus DBD yang cendrung meningkat dari tahun ke tahun, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian terhadap vektor yang bertujuan untuk menurunkan populasi vektor Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 91 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 sehingga keberadaannya vector tersebut tidak lagi berisiko untuk terjadinya penularan penyakit di suatu wilayah atau menurunkan terjadinya kontak antara manusia dengna vector sehingga penularan penyakit yang dibawa oleh vektor dapat di cegah (Kemenkes,2. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan adalah dengan melakukan pengendalian terhadap vektor DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vector potensial, salah satunya dengan memutus rantai penularan ,melalui Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. PHBS merupakan gerakan kesadaran untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari -hari, yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar, mau dan mampu melakukan tindakan hidup bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya pada pengendalian vector. (Kementerian Kesehatan RI, 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga di definisikan sebagai sekumpulan perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran akan hasil belajar yang memungkinkan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat secara mandiri membantu diri sendiri dan berperan aktif dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Muhani,dkk, 2. PHBS untuk pencegahan DBD lebih di fokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti melalui program 3M Plus yaitu : menjaga kebersihan lingkungan, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Program 3MPlus yang sudah sering disosialisasikan di masyarakat perlu di gaungkan lagi, agar pola hidup PHBS terbiasa dilakukan di masyarakat khusunya untuk pencegahan DBD. Banyak perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan pada masyarakat antara lain mencuci tangan, memberikan asi ekslusif, mengkonsumsi makan sehat dan pengendalian jentik/ larva nyamuk. Menurut data dari Riskesdas ( 2. , masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menerapkan PHBS secara konsisten di tingkat rumah tangga. hanya sekitar 45% rumah tangga yang diketahui memiliki praktik PHBS yang baik, termasuk dalam hal cuci tangan pakai sabun, penggunaan jamban sehat, serta pengelolaan sampah yang benar (Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 2. Kegiatan pengendalian jentik/ larva nyamuk berhubungan langsung dengan upaya pengendalian vektor, yang pada kegiatan ini lebih di fokuskan pada pengendalian vector DBD yaitu terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Untuk itu pada pengabdian ini perlu diingatkan dan di tingkatkan lagi kesadaran masyarakat agar perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) menjadi perilaku kseharian khususnya terhadap pengendalian vektor DBD. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian edukasi Perilaku Hidup Bersiht dan Sehat (PHBS) untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue (BDB) ini berupa penyuluhan atraktif dengan pendekatan partisipatif dan Dalam kegiatan akan dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:. Pembukan Kegiatan oleh Ketua RT Acara pembukan oleh ibu ketua PKK RT 004 Labuhan Ratu, dilanjutkan kata sambutan oleh ketua tim Pengabdian. Evaluasi awal . re-tes. Evaluasi awal . re-tes. dilakukan secara tertulis untuk mengetahui kesiapan peserta sebelum kegiatan dilaksanakan dan untuk mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan peserta tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari Ae hari. dalam pengendalian vector DBD sebelum materi di sampaikan. Penyampaian materi kegiatan Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif dari pembicara dengan Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 92 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 Materi yang akan disampaikan anatar lain meliputi, apa itu perilaku bersih dan sehat, apa saja jenis dari PHBS dalam upaya pengendalian vector, apa manfaatnya PHBS khususnya terhadap pengendalian vector DBD. Materi di susun secara sistematis, dan dibuat print outnya yang dibagikan kepada seluruh peserta. Praktek Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) dalam mengendalian DBD Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktek PHBS dalam upaya pengendalian DBD, seperti pengendalian jentik dirumah, menguras bak mandi, mengubur barang yang dapat menampung air, menata tanaman yang organ /bagain tubuhnya nya dapat menmpung genangan air, menutup tempat penampungan air Evaluasi akhir . es akhi. Evaluasi akhir . ost-tes. dilakukan secara tertuli , evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi ynag sudah disampaikan tentang konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam upaya pengendalian vektor DBD yang sudah disampaikan tim pengabdian. Penutup Penutupan dilakukan setelah semua rangkaian acara tahap demi tahap selesai dilaksanakan, kegiatan di tutup ibu RT 004 Labuhan Ratu dan ketua tim Pengabdian diakhiri dengan pesan dan kesan dari peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembukan, evaluasi awal, penyampaian materi, praktek PHBS untuk pengendalian DBD dalam kehidupan sehari- hari,evaluasi akhir sampai penutupan sudah berjalan sesuai yang sudah direncanakan. Adapun rangkaian acara sebagai berikut berikut dapat dilihat pada gambar 1,2,3dan 4 dibawah ini. Gambar 1. Sambutan Oleh Ibu Ketua PKK Gambar 2. Penyampaian Materi Oleh Narasumber Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 93 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 Gambar 3. Peserta Sedang Mengerjakan Gambar4. Antusias Peserta Mendengarkan Tes Evaluasi Materi Yang Disampaikan Beberapa contoh tindakan yang harus dilakukan untuk perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya pencegahan dan mengendalian DBD antar alain adalah melakukan tindakan seperti anjuran pemerintah untuk pencehagan DBD melalui program 3M Plus yaitu Menutup tempat penampungan air (TPA). Menguras tempat penampunga air seperti ember, bak kamar mandi, vas bunga hidup dalam rumah, atau tempat Ae tempat lain yang digunakan menampung air untuk kebutuhan rumah tangga yang dilakukan 1kali dalam seminggu. Mengubur barang Ae barang bekas yang dapat penampung genangan air seperti kaleng bekas, bekas tempat minuman seperti contohkan dalam gambar Gambar 5a,5b 5c berikut. Gambar5a. Tampungan Air Terbuka Gambar 5b. Mengubur Barang Bekas Gambar 5c. Menutup Tampungan Air Selain menyampaikan edukasi tindakan pencegahan 3M ini, juga disampaikann tindakan pencegahan tambahan Plus yang dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau tempat penampungan air yang besar. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender atau serai di sekitar rumah. Menggunakan lotion atau obat nyamuk untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk. Menggunakan kelambu atau kasa nyamuk di ventilasi dan jendela untuk mencegah masuknya Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menghindarkan kebiasaan menggantung pakaian yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 94 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 (Sang Ayu Putu Rahayu dkk ,2. Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini dapat dipahami oleh peserta dapat dilihat dari hasil evaluasi yang sudah diberikan yang ditunjukkan dari pada Tabel 1. dan Tebel 2. Tabel l. Hasil evaluasi Post- test Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada ibu- ibu PKK RT 004 Labuhan Ratu. Kota Bandar Lampung Skor nilai post - test Pesrta Peningkatan pemahaman ( 2,40 Tabel 2. Hasil evaluasi Post- test Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada ibu - ibu PKK RT 004 Labuhan Ratu. Kota Bandar Lampung Skor nilai post - test Pesrta Peningkatan pemahaman ( 2,40 Hasil pre-test pada Tabel 1. Sebelum penyuluhan edukasi PHBS dari 24 peserta . 2 peserta mendapatkan skor . , 12 peserta dengan skor . , 5 peserta skor . , 3 peserta nilai . dan 2 peserta skor . Hasil ini menunjukkan sebagian peserta sudah memahami tentang perilaku hidup bersih dan sehat PHBS. Sedangkan pada Tabel 2. Setelah penyuluhan hasil post -test menunjukkan dari 24 peserta 15 diantaranya mendapat skor . , diikuti 3 peserta dengan dengan skor . , 5 peserta skor . , 1peserta skor . dan skor ( . sudah tidak ada. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dari peserta dengan skor nilai 80 dari 2 peserta ( pre- test ) menjadi 15 peserta (Post -tes. , dari 8,3% menjadi 62,5 % dengan peningkatan sebesar 54,2% ,untuk skor nilai 40 pada waktu post sudah tidak ada, artinya jumlah peserta dengan skor nilai rendah menurun setelah penyampaian materi. Untuk peserta dengan skor nilai 40 setelah saat pretest tidak ada lagi yang mendapat nilai 40 setelah post test. Hasil ini mengindikasikan bahwa penyuluhan berupa edukasi PHBS kepada peserta berhasil merubah pemahaman peserta dalam mengendalian DBD. Dari kedua hasil evaluasi . re-tes. ost -tes. ini menggambarkan bahwa kegiatan penyuluhan PHBS untuk pengendalian DBD kepada ibu- ibu PKK RT 004 Labuhan Ratu, kota Bandar Lampung memberikan dampak yang positif yaitu meningkatkan pemahanan ibu-ibu peserta terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dalam upaya pengendalian DBD, dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyampaian materi yang diberikan dapat diterima, dimengerti dan dipahami oleh peserta denga baik. Menurut Notoatmodjo, . edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi utama untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam konteks pencegahan penyakit dan Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 95 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. No. 03 April . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 91-96 promosi kesehatan. Edukasi ini harus dilakukan secara komunikatif dan partisipatif agar masyarakat tidak hanya memahami informasi kesehatan tetapi juga termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Achmad Hilal dkk ( 2. melaporkan bahwa edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku PHBS di lingkungan padat penduduk selain itu edukasi yang disampaikan secara partisipatif dan kontekstual dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat. KESIMPULAN Hasil pengabdian masyarakat metode penyuluhan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) Untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue ( DBD) pada ibu Ae Ibu PKK RT 004. Labuhan Ratu. Bandar Lampung dengan pendekatan partisipatif dan edukatif dapat di simpulkan sebagi Secara umum kegiatan pengabdian ini berjalan lancar sesuai yang diharapkan, yang ditujukkan dari antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini, penyuluhan edukasi kepada peserta berhasil merubah pemahaman peserta tentang PHBS dalam upaya mengendalian DBD yang ditunjukkan dari hasil evaluasi yang meningkat dari jumlah peserta dengan skor nilai 80 hanya 2orang saat pretest setelah post test menjadi 15 orang dengan peningkat sebesar 54,2 %, jumlah peserta dengan skor nilai terendah menurun setelah penyampaian materi. Hasil kegiatan penyuluhan PHBS untuk pengendalian DBD memberikan dampak yang positif terhadap pemahanan ibu-ibu peserta dalam pengendalian DBD, dapat di artikan bahwa penyampaian materi yang diberikan dapat diterima, dimengerti dan dipahami oleh peserta denga baik REFERENCES