ANALISIS PENGARUH CURRENT RATIO. RETURN ON EQUITY DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA Siti Hajar Febrianti Sitihajarfebrianti4@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, return on equity, dan debt to equity ratio terhadap return saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah studi Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling yang berjumlah 20 perusahaan yang diambil dari tahun 2016 sampai dengan 2020. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari statistik deskriptif, pengujian asumsi klasik, uji korelasi dan uji determinasi, analisis linear berganda, uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio berpegaruh positif terhadap return saham, return on equity berpengaruh positif terhadap return saham dan debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap return saham. Kata Kunci: Current Ratio. Return On Equity. Debt To Equity Ratio PENDAHULUAN Pada saat ini ada banyak sekali alternatif untuk menginvestasikan sejumlah dana yang dimiliki mulai dari reksadana, obligasi, saham, dan lainnya dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Saham adalah salah satu dari beberapa instrumen pengembangan modal atau investasi yang sangat banyak diminati investor, baik investor perorangan maupun investor institusional. Dalam berinvestasi saham umumnya investor ingin mengetahui tingkat keuntungan yang didapatkan berupa return saham. Return saham adalah tingkat pengembalian dari modal yang diinvestasikan pada saham perusahaan. Dalam melakukan analisis terhadap return saham, investor perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi return saham yang diharapkan bisa terealisasi atau kembali sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Ada banyak sekali indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian saham atau return saham, dalam penelitian ini menggunakan current ratio, return on equity, dan debt to equity ratio. Current Ratio merupakan rasio untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan asset lancar yang dimiliki perusahaan. Jika Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 tingkat Current Ratio pada perusahaan semakin tinggi, dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajibanya. Dari hal itu dapat membuat investor yakin terhadap perusahaan tersebut karena kinerja perusahaan yang baik dan akan memberikan return yang sangat diharapkan oleh investor. Return on equity merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba besih bagi para para investor atau pemilik dari investasi pemengang saham perusahaan dengan menggunakan modal sendiri. Jika ROE pada suatu perusahaan tinggi, maka akan semakin baik karena akan dapat membuat investor tertarik terhadap perusahaan dan dapat menyebabkan harga saham Ketika harga saham naik maka akan memberi pengaruh terhadap return saham yang akan didapatkan oleh investor. Debt To Equity Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Dari hasil pengukuran rasio tinggi, artinya pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utangutangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Perkembangan perekonomian yang mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, khususnya sektor makanan dan minuman di Indonesia sangat menarik untuk diteliti. Industri makanan dan minuman ini merupakan salah satu faktor yang diminanti oleh Industri makanan dan minuman adalah saham yang paling tahan terhadap krisis dibandingkan dengan sektor lainnya sebab dalam krisis ataupun tidak produk industri makanan dan minuman setiap tahun cukup menjanjikan. Perusahaan sektor makanan dan minuman merupakan industri yag pertumbuhanya cukup pesat dan ada prospek dimasa Industri ini memproduksikan berbagai macam makanan dan minuman yang dikemas dan dipasarkan ke seluruh indonesia. KAJIAN TEORITIS Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori dasar dalam penelitian ini yaitu menggunakan signalling theory (Teori Sinya. Signalling Theory merupakan teori yang menyatakan adanya dorongan yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 dimiliki oleh para manajer perusahaan yang memiliki informasi yang baik mengenai perusahaan, sehingga para manajer akan terdorong untuk dapat menyampaikan informasi mengenai perusahaan tersebut kepada para calon investor, yang bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan tersebut melalui sinyal dalam pelaporan pada laporan tahunan perusahaan. Brigham. Eugene F dan Houston. Joes F . 3: . Jika dikaitkan dalam implikasi pada penelitian ini bahwa teori sinyal akan menyatakan bahwa peran dorongan yang dimiliki para manajer khususnya pada saat manajer kredit memberikan pengaruh pada variabel independen terhadap return saham. Dorongan yang dimiliki oleh para manajer dalam memberikan informasi ditujukan agar dapat memberikan berbagai macam informasi antara perusahaan dengan pihak investor yang dapat mempengaruhi perusahaan agar dapat mengetahui banyak informasi mengenai perusahaan dengan prospek yang akan datang jika dibandingkan dengan pihak luar . nvestor, kredito. Sinyal yang diberikan kepada pihak debitur akan dapat mengindikasi bahwa pihak dalam memberikan atau menyalurkan kredit dengan melihat terlebih dahulu kondisi perusahaan sehingga nantinya dalam menyalurkan kredit akan tepat sasaran. Signalling Theory juga mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal tersebut berupa informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik ataupun pihak yang Sinyal yang diberikan dapat juga dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan, laporan apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik atau bahkan dapat berupa promosi serta informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari pada perusahaan lain. Informasi tersebut dijadikan sebagai sinyal yang diumumkan pihak manajemen kepada publik bahwa perusahaan memilik prospek yang baik dimasa depan. Return Saham Return Saham merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Sedangkan saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan, setelah dikurangi dengan pembayaran semua kewajiban perusahaan (Fahmi, 2015: . Menurut Jogiyanto . 3: . return dibagi menjadi dua macam: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Return Realisasi (Realized Retur. Return realisasi merupakan hasil perolehan dari investasi yang telah terjadi. Macam ini dianggap sebagai salah satu yang penting dalam pengukuran kinerja dari perusahaan. Return realisasi juga mempunyai fungsi sebagai penentuan return ekspetasi. Return Ekspetasi (Expected Retur. Return ekspetasi merupakan hasil perolehan dari investasi yang diharapkan investor untuk diperoleh lagi pada masa Dengan kata lain return ekspetasi ini sifatnya belum terjadi. Return saham adalah hasil keuntungan yang diperoleh oleh investor dari suatu investasi saham yang dilakukan. Return saham dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapakan akan terjadi dimasa datang (Jogiyanto, 2013: . Current Ratio Current ratio (CR) merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aset Menurut Kasmir . 6: . Current Ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dan kewajiban lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka Menurut Kasmir . 6: . Current Ratio adalah rasio yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo dari semua tagihan keseluruhan. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Purnamasari. Nur & Satriawan, 2. yang menyatakan bahwa Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham Menurut Fahmi . 5: . Current Ratio merupakan ukuran yang umum digunakan dalam sebuah perusahaan atas solvensi jangka pendek, kemampuan pada perusahaan untuk melunasi hutang jatuh tempo. Rasio ini menunjukkan seberapa jauh hak dari kreditor jangka pendek dipenuhi oleh aset yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo. Menurut (Harjito & Martono, 2012: . jika perusahaan memiliki tingkat current ratio yang tinggi, mengakibatkan perusahaan mampu melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, namun current ratio yang tinggi akan berpengaruh pada kemampuan untuk memperoleh laba, karena modal tidak berputar. Menurut Ferawati . jika current ratio rendah biasanya dianggap menunjukkan terjadinya masalah dalam likuiditas perusahaan dan akan berakibat terjadinya penurunan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 harga pasar dari perusahaan yang bersangkutan. Menurut Pratama & Erawati . menyatakan bahwa current ratio berpengaruh terhadap return saham Current Ratio terlalu tinggi juga belum tentu baik, karena pada situasi tertentu hal tersebut menunjukkan adanya dana perusahaan yang tinggi belum dimanfaatkan dengan semaksimal untuk menghasilkan pendapatan. Return On Equity Ratio Return On Equity merupakan rasio untuk mengetahui serta mengukur seberapa besar tingkat pengembalian modal sendiri dari saham yang diinvestasikan keperusahaan melalui besarnya pendapatan atau laba yang dihasilkan perusahaan. Return On Equity mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang Menurut Kasmir . 6: . Return On Equity perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri perusahaan. Rasio ini menunjukkan tingkat presentase yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah ekuitas yang digunakan Return on equity sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor, karena return on equity yang tinggi mencerminkan informasi bahwa ekuitas mudah digunakan dengan efisien. Menurut Fahmi . 5: . rasio laba bersih seteleh pajak terhadap modal sendiri digunakan untuk mengukur tingkat hasil pengembalian dari investasi pemegang saham. Menurut Hery . 5: . merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba bersih perusahaan dalam menghasilkan laba bagi para pemegang saham. Return on equity dianggap sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan. Menurut Mahmud . 6: . mengukur kemampuan perubahan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham. Semakin tinggi tingkat pengambilan atas modal maka semakin baik kedudukan pemilik perusahaan dan semakin tinggi pula kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan atau laba bagi pemegang saham sehingga akan meningakibatkan tingginya harga saham jadi return on equity berpengaruh positif terhadap return saham. Menurut Sepriana & Saryadi . menyatakan bahwa Return On Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Menurut Aisha & Mandala . menyatakan bahwa Return On Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Retun Saham. Menurut Antara et al. Return On Equity Ratio berpengaruh signifikan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 terhadap Retun Saham. Menurut Susilawati & Turyanto . menyatakan bahwa Return On Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Retun Saham. Menurut Sudana . 5: . menyatakan bahwa return on equity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh return on equity yang positif berbanding lurus dengan harga saham, hal ini mengidikasikan bahwa return on equity mengalami peningkatan dan sebaliknya, selain itu ada pengaruh yang tidak signifikan mengidikasikan bahwa besar kecilnya nilai return on equity tidak dapat menjelaskan dan memprediksikan tingkat return saham. Menurut Tandelilin . Return On Equity adalah rasio profitabilitas yang menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemengang saham. Menurut Kasmir . 6: . return on equity merupakan ukuran perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri. Rasio ini diperoleh dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan ekuitas. Return on Equity (ROE) yaitu sebagai rasio untuk mengukur kemampuan laba perusahaan berdasarkan modal sendiri tertentu (Hanafi. Mamduh & Abdul, 2. Return on Equity (ROE) mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan (Agus, 2. Debt To Equity Ratio Debt To Equity Ratio merupakan salah satu rasio leverage atau solvabilitas. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Rasio ini juga disebut dengan rasio leverage yaitu menilai batasan perusahaan dalam meminjam uang. Menurut Kasmi . menyatakan bahwa debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjaman . dengan pemilik Dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jumlah hutang. Menurut (Agus, 2. Debt To Equity Ratio merupakan imbangan antara utang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini berarti modal Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 sendiri semakin sedikit dengan utangnya. Menurut Larastomo. Perdana. Triatmoko, & Sudaryono . Debt To Equity Ratio merupakan rasio yang dapat menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh hubungan antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik peruusahaan. Menurut Mamduh . secara persial debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap retun saham. Debt to equity ratio yang tinggi menunjukkan besarnya hutang yang digunakan untuk operasi pembiayaan dibandingkan pembiayaan dengan modal sendiri. Dengan debt to equity ratio yang tinggi mengidikasikan perusahaan memiliki risiko yang tinggi sehingga permintaan akan saham menurun dan memicu penurunan harga saham. Menurut Kasmir . 6: . investor menghindari saham yang memiliki debt to equity ratio yang tinggi karena mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi. Menurut Nuraidawati . menunjukkan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap return saham. Penelitian mengenai debt to equity ratio sudah banyak dilakukan diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Yulia . yang menunjukkan ada tidak pengaruh dari debt to equity ratio terhadap return saham. Menurut Hermawan . yang menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return saham. Menurut Asmirantho. Mulya & Firmasyah . yang menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Menurut Purwaningrat & Suaryana . yang menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Menurut Hery . 6: . debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya proporsi utang terhadap ekuitas. Menurut Tandelilin . 0: . debt to equity ratio mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibanya yang ditunjukkan oleh beberapa bagian dari modal sendiri atau ekuitas yang digunakan untuk membayar METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan bentuk penelitian deskriptif metode Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi yaitu Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data keuangan perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai dengan 2020 di website. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 32 perusahaan. Sampel berjumlah 20 perusahaan terpilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan kriteria yaitu, sektor makanan dan minuman yang listing di Bursa Efek Indonesia sebelum tahun 2016 sampai dengan 2020. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji korelasi dan determinasi, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t. Variabel Bebas Current Ratio (CR) Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo, rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan. (Kasmir, 2016: . Untuk mengukur Current Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Current Ratio= Current Asset Current Liabilities Return On Equity (ROE) Return on equity merupakan hasil pengambilan ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini maka semakin naik artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat demikia pula sebaliknya. Kasmir, . 6: . Rumus untuk mencari return on equity (ROE) dapat digunakan sebagai berikut: Return on equity (ROE)= Earning After Interest and Tax Equity Debt to Equity Ratio (DER) Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan pemilik . dengan pemilik perusahaan dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang Debt To Equity Ratio untuks etiap perusahaan tentu berbeda-beda, tergantung karakteristik bisnis dan keberagaman arus kasnya, perusahaan dengan arus kas yang stabil biasanya memiliki rasio yang lebih tinggi dari rasio kas yang stabil Kasmir, . 6: . Rumus untuk mencari Debt To Equity Ratio dapat digunakan perbandingan antara total utang dengan total ekuitas sebagai berikut: Debt to Equity Ratio = Total Utang Ekuitas Variabel Dependen Return Saham Return saham adalah untuk mendapatkan pengembalian retrn atas dana yang telah diinvestasikan di perusahaan. Imbalan tersebut bisa berupa dividen dan capital gain yang disebut return saham. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi, return dapat berupa return realisasi yang terjadi atau return historis yang berguna sebagai dasar penentuan return ekspetasi dan risiko dimasa yang akan datang (Jogiyanto, 2013: . Sedangkan return ekspetasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh investor dimasa yang akan datang dan sifatnya belum terjadi. Dalam penelitian ini return saham digunakan sebagai perhitungan adalah return realisasi yang dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : P -P Return Saham = 1P t-1 PEMBAHASAN Analisis Statistika Deskriptif Berdasarkan Tabel 1, dapat dilihat bahwa 100 data yang telah terproses dari 20 perusahaan mulai dari periode 2016 sampai dengan 2020. N Valid sebesar 100 data, yang menunjukkan bahwa semua data telah berhasil diproses. Variabel current ratio memiliki nilai minimum sebesar 0,15 kali, sedangkan nilai maksimum nya sebesar 98,6 kali, dan niai rata-ratanya sebesar 3,40 kali, dengan standar deviasi 4,82 kali. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Variable return on equity memiliki nilai minimum sebesar -0,68 persen sedangkan nilai maksimum nya sebesar 1,60 persen, dan nilai rata-rata nya sebesar 1,68 persen, dengan standar deviasi 34,09 persen. Tabel 1 Statistika Deskriptif Descriptive Statistics RETURN SAHAM Current Ratio Return On Equity Debt To Equity Ratio Valid N . N Minimum Makimum -0,95167 2,571429 0,152375 98,67216 -0,68449 1,600281 5,44497 -2,12734 Mean Std. Deviation Sumber: data diolah . Variabel debt to equity ratio memiliki nilai minimum sebesar -2,12 persen, sedangkan nilai maksimum nya sebesar 5,44 persen, dan rata-rata nya sebesar 8,73 persen, dan nilai standar deviasi nya sebesar 87,39 persen. Hasil Uji Determinasi Tabel 2 Hasil Uji Determinasi (R. Model R Square Sumber: Output SPSS 25, 2021 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai R Square sebagai koefisien determinasi sebesar 0,289. koefisien determinasi (R. tersebut mengambarkan bahwa current ratio, return on equity dan debt to equity ratio mampu menjelaskan pertumbuhan laba 28,9 persen dan sisanya 71,1 persen dijelaskan oleh variabel-variabel lain. Uji Kelayakan Model (Uji F) Berdasarkan Tabel 3, dari hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikan current ratio, return on equity, dan debt to equity ratio terhadap return saham adalah sebesar 0,000, dan nilai F hitung sebesar 2,083. Dengan kriteria F hitung > Ftabel dan sig, 0,05, maka model penelitian dinyatakan layak. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 3 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression Residual Total Sumber: Output SPSS, 25, 2021 Hasil Uji t Uji t atau uji regresi secara persial adalah uji yang berfungsi untuk melihat seberapa besar pengaruh dari variabel independent terhadap variabel dependen secara persial, dan untuk melihat apakah terdapat pengaruh signifikan. Tabel 4 Hasil Uji t Model 1 (Constan. Current Ratio Return on Equity Debt to Equity Ratio Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF - . Dari hasil pengujian output uji t dapat dilihat pada Tabel 4. 2, di atas. Didapat nilai thitung current ratio sebesar 0,002 dengan nilai signifikan sebesar 0,712. thitung return on equity sebesar 0,017 dengan nilai signifikan sebesar 0,679. thitung debt to equity ratio sebesar 0,006 dengan nilai signifikan sebesar 0,768. Current Ratio memiliki nilai signifikan 0,002 dengan koefisien sebesar 0,031. Nilai signifikan lebih kecil dari taraf signifikan yang ditentukan yaitu 0,05 . ,002<0,. Dari hasil tersebut, maka dapat diketahui bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap return saham. Return on equity memiliki nilai signifikan yaitu sebesar 0,017 dengan koefisien 0,478 yang menunjukkan nilai ini lebih kecil dari taraf signifikan yang ditentukkan yaitu Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 sebesar 0,05 . ,0,17>0,. Dari hasil tersebut, maka dapat diketahui bahwa return on equity berpengaruh positif terhadap return saham Debt to equity ratio memiliki nilai signifikan yaitu sebesar 0,006 dengan koefisien 0,033 yang menunjukkan nilai ini lebih kecil dari taraf signifikan yang ditentukkan yaitu sebesar 0,05 . ,006>0,. Dari hasil tersebut, maka dapat diketahui bahwa Debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap return saham PENUTUP Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis yang telah dilakukan mengenai pengaruh Current ratio, return on equity, dan debt to equity ratio terhadap return saham pada peruahaan sector makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai dengan 2020 maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Current ratio berpengaruh terhadap return saham. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikan dari current ratio sebesar 0,002, yang dimana nilai signifikan nya lebih kecil dari 0,05. Return On Equity berpengaruh terhadap return saham. Hal ini dapat dilihat dari uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikan dari return on equity sebesar 0,017, yang dimana nilai signifikan nya lebih kecil dari 0,05. Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap return saham. Hal ini dapat dilihat dari uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikan dari Debt To Equity Ratio sebesar 0,006, yang dimana nilai signifikan nya lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan keterbatasan penelitian diatas maka terdapat beberapa saran yang dapat penulis rekomendasikan diantaranya: Kepada para pengguna hasil penelitian ini agar dapat berhati-hati menginterpretasikan hasil penelitian ini, karena penelitian ini hanya berfokus pada satu subsektor perusahaan dan 3 variabel independen saja yaitu Current Ratio. Return On Equity dan Debt To Equity Ratio. Sehingga perbedaan hasil penelitian mungkin saja terjadi karena perbedaan objek dan subjek penelitian. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian sejenis agar memperluas sampel penelitian misalnya seluruh perusahaan manufaktur atau seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta menambah variabel lain yang mungkin mempengaruhi return saham perusahaan seperti faktor makro ekonomi Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 dan lain sebagainya. Sehingga dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih general dan relevan. DAFTAR PUSTAKA