DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2024, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. PROGRAM PENYULUHAN DAN PELATIHAN AuSENI KARAWITAN HAYUNING JAGADAy Wahyo Cahyadi1. Wirawan Sukarwo2. Edo Galasro Limbong3* Universitas Indraprasta PGRI1,2,3 edogalasro_limbong@yahoo. Kata Kunci: Penyuluhan. Pelatihan. Karawitan. Hayuning Jagad Abstrak: Indonesia memiliki banyak warisan budaya tradisional, salah satunya dalam bentuk seni musik tradisional. Terdapat satu seni musik tradisional yang disebut dengan Seni karawitan ini sendiri mulai tumbuh dan berkembang di wilayah pulau Jawa. Seni karawitan ini sendiri merupakan perpaduan beberapa alat musik dan terdengar lembut di penontonnya. Karawitan pun punya mengandung nilai-nilai dan makna yang berkaitan dengan kehidupan sehari. Salah satunya. Karawitan Hayuning Jagad. Oleh sebab itu, karena dapat menyampaikan pesan-pesan penting terkait kehidupan sehari-hari, maka sangat perlu untuk melestarikan seni karawitan ini sendiri. Selain itu, dalam melestarikannya pun perlu melibatkan berbagai pihak, salah satunya para prajurit TNI di Mabes TNI Cilangkap. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tim berkoordinasi dengan pihak yang terdapat di Mabes TNI Cilangkap. Terlebih lagi Karawitan Hayuning Jagad ditampilkan pada HUT TNI. Tim melakukan penyuluhan yang kemudian diikuti dengan pelatihan langsung seni Karawitan Hayuning Jagad. Sehingga dalam kegiatan ini para peserta yang terlibat dalam kegiatan kepada masyarakat penampilan Karawitan Hayuning Jagad secara utuh. Keyword: Counseling. Training. Karawitan. Hayuning Jagad Abstract: Indonesia has many traditional cultural heritages, one of which is in the form of traditional musical arts. There is one traditional musical art called karawitan. This karawitan art itself began to grow and develop in the Java region. This karawitan art itself is a combination of several musical instruments and sounds soft to the audience. Karawitan also contains values and meanings related to everyday life. One of them is Karawitan Hayuning Jagad. Therefore, because it can convey important messages related to everyday life, it is very necessary to preserve this karawitan art itself. In addition, in preserving it, it is necessary to involve various parties, one of which is the TNI soldiers at the Mabes TNI in Cilangkap. carrying out community service activities, the team coordinated with the parties at the Mabes TNI in Cilangkap. Moreover. Karawitan Hayuning Jagad was performed on the TNI Anniversary. The team conducted counseling which was then followed by direct training in the Karawitan Hayuning Jagad art. So, that in this activity the participants involved in community Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" service activities in giving a complete performance of Karawitan Hayuning Jagad. Diserahkan: 28-11-2024 Direvisi: 30-12-2024 Diterima: 30-12-2024 PENDAHULUAN Kehidupan manusia tidak bisa terpisahkan dari budaya yang membentuk identitas, nilainilai, dan cara hidup suatu masyarakat. Budaya tradisional merupakan warisan berharga yang telah turun temurun dari generasi ke generasi, mencerminkan kekayaan intelektual dan spiritual manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, zaman modern dengan segala dinamikanya seringkali menghadirkan tantangan serius bagi kelangsungan budaya tradisional (Setyaningrum, 2. Di tengah arus globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial yang pesat, banyak aspek budaya tradisional terancam punah atau diabaikan. Salah satu dampak globalisasi dapat dilihat dari banyaknya program acara hiburan televisi tanah air yang menampilkan acara-acara dari negara-negara maju terlebih lagu didukung meluasnya penyedia tv cable (Suneki, 2. Hingga pada akshirnya fenomena ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat kehilangan budaya tradisional tidak hanya merugikan dari segi historis, tetapi juga memiliki implikasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas. Perluasan pengaruh budaya pop dan homogenisasi global telah menggeser peran budaya tradisional dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada hal-hal modern dan global, meninggalkan tradisi dan kearifan lokal yang telah menjadi ciri khas identitas mereka. Hal ini mengakibatkan terputusnya transmisi pengetahuan dan nilai- nilai budaya dari generasi tua ke generasi muda (Soeroso, 1. Budaya tradisional sejatinya adalah identitas dan sekaligus kekuatan sebuah Jika hal ini dipahami secara lebih mendalam, budaya bisa diartikan sebagai aset bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan sebagaisebuah soft power yang dimiliki secara turun temurun ( N y e , 2 0 0 4 ) . Dengan kata lain, menjaga kelestarian budaya sama artinya dengan menjaga keutuhan NKRI seperti yang lazim didoktrinkan pada seluruh warga negara di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, para prajurit TNI yang berada di markas besar TNI Cilangkap merupakan alat negara yang berada pada garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara dan bangsa. Oleh sebab itu, sangat relevan jika para personel TNI harus ikut mengenal dan memahami satu artefak kebudayaan sebagai bentuk penjagaan mereka pada ketahanan bangsa dan negara. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu unsur kebudayaan yang bisa dipelajari adalah seni karawitan. Keterampilan seni karawitan mungkin tidak sepenuhnya terlihat relevan dengan profesi militer. Namun, dalam konteks TNI, kebutuhan akan keterampilan seni karawitan dapat memainkan peran yang penting dalam memperkuat kesatuan, membangun hubungan dengan masyarakat, serta memperkaya dan memperdalam pemahaman terhadap warisan budaya bangsa. Seni karawitan juga memiliki manfaat psikologis dan emosional yang signifikan. Dalam lingkungan yang seringkali penuh dengan tekanan dan stres, berpartisipasi dalam aktivitas seni dapat menjadi bentuk relaksasi dan pemulihan bagi prajurit TNI. Musisi militer sering mengatakan bahwa bermain musik memberikan mereka kesempatan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" untuk merasa lebih tenang, termotivasi, dan berhubungan dengan sisi emosional mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan keseimbangan pribadi mereka. Seni karawitan bukanlah hanya kegiatan tambahan atau hiburan semata dalam konteks TNI. Sebaliknya, itu adalah bagian penting dari pembentukan prajurit yang unggul secara psikologis, emosional, dan sosial. Dengan memperhatikan keterampilan seni karawitan. TNI tidak hanya memperkuat kesatuan internal dan hubungan dengan masyarakat, tetapi juga membantu memelihara dan mempromosikan warisan budaya Oleh karena itu, integrasi seni karawitan dalam pelatihan dan kegiatan TNI merupakan langkah yang bijak dan berdaya guna untuk mencapai tujuan-tujuan strategis mereka dalam menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa Indonesia. Pada sisi lain dalam perayaan HUT TNI ke-78, para prajurit diberikan kesempatan tampil untuk mempersembahkan pertunjukkan seni budaya. Namun, dalam kesibukannya para prajurit belum memiliki waktu untuk mengusai dan mempelajari sebuah pertunjukkan seni budaya nasional. Oleh sebab itu, pada kesempatan tersebut tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Universitas Indraprasta PGRI melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat . dengan mengadakan penyuluhan serta pelatihan seni Karawitan Hayuning Jagad di Markas Besar TNI yang berlokasi di Cilangkap. METODE Pada proses pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan komunikasi terkait perwakilan dari Markas Besar TNI di Cilangkap untuk mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan persiapan beberapa prajurit dalam menampilkan pertunjukkan seni budaya nasional dalam rangka memperingati HUT TNI ke-78. Pada tahap selanjutnya, setelah pihak mitra memaparkan segala yang dibutuhkan kepada tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat, lalu tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mulai memikirkan ide hingga materi yang harus disampaikan guna persiapan penampilan para prajurit. Sehingga dalam proses persiapan hingga penampilan semuanya sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak mitra. Oleh sebab itu, diputuskan tim akan melakukan dua hal, yakni penyuluhan secara daring melalui zoom dan pelatihan langsung seni karawitan. Tahapan selanjutnya yang dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah melaksanakan penyuluhan secara daring melalui zoom kepada para prajurit TNI yang akan tampil. Adapun penyuluhan secara daring menggunakan zoom telah disediakan dan difasilitasi oleh pihak mitra. Pada penyuluhan ini memperkenalkan Karawitan Hayuning Jagad yang diawali dengan sejarah hingga asal-usul karawitan, nilai dan makna filosofis hinga arti Karawitan Hayuning Jagad. Setelah melakukan penyuluhan, selanjutnya tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat melakukan pelatihan langsung Karawitan Hayuning Jagad kepada para prajurit TNI yang akan terlibat dalam pertunjukkannya. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" Analisis Situasi seni Mabes TNI Cilangkap Perencanaan Penyuluhan Karawitan Hayuning Jagad Penampilan Karawitan Hayuning Jagad oleh prajurit TNI Cilangkap Diagram 1 Diagram Alir Pelaksanaan Abdimas HASIL Penyuluhan Makna Karawitan Hayuning Jagad Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pelaksana kegiatan mengawalinya dengan kegiatan penyuluhan. Adapun kegiatan penyuluhan dilakkan secara daring mengguanak zoom. Kegiatan ini diikuti oleh para prajurit yang ikut serta dalam program pertunjukan Karawitan Hayuning Jagad. Adapun tujuan penyuluhan ini perlu dilakukan sebagai bentuk pengenalan awal terkait seni Karawitan Hayuning Jagad. Pada proses penyuluhan melalui daring, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat menyiapkan materi presentasi dalam bentuk power point. Berikut adalah tampilan materi yang dipresentasikan dalam kegiatan penyuluhan daring: Gambar 1 Slide Pembuka Pada slide pertama di gambar 1 menampilkan judul materi penyuluhan yang disampaikan pada para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun judul materi yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan yakni Karawitan Hayuning Jagad. Adanya judul ini membuat para peserta mengetahui informasi-informasi yang akan diterima selama kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara daring melalui zoom. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" Gambar 2 Penjelasan Sejarah dan Asal-usul Karawitan Bagian berikutnya yang dapat dilihat pada gambar 2, tim pengabdian kepada masyarakat memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dan asal-usul seni karawitan hingga perkembangan seni karawitan di pulau Jawa. Melalui pemaparan tersebut para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengetahui awal mula adanya seni karawitan hingga perkembangannya saat ini di pulau Jawa. Gambar 3 Nilai dan Makna Filosofis Setelah memberikan pemaparan terkait sejarah hingga asal-usul seni Karawitan, selanjutnya tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan penjelasan yang berkaitan dengan nilai dan makna hingga filosofis dari seni karawitan. Hal ini perlu disampaikan kepada para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa karawitan bukan hanya sebagai suatu seni biasa saja, namun dalam setiap penampilan karawitan memiliki nilai dan makna filosofis di dalamnya. Bahkan seni karawitan pun dapat dikaitkan suatu hal dalam kehidupan sehari-hari. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" Gambar 4 Penjelasan Karawitan Hayuning Jagad Setelah menyampaikan hal-hal umum pengenalan terkait seni karawitan, selanjutnya tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menyampaikan penjelasan khusus sekaligus pengenalan dari seni Karawitan Hayuning Jagad. Pada bagian ini, para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapat edukasi mulai dari arti kata Hayuning Jagad hingga dikaitkan dengan nilai budaya Jawa. Bagian ini harus dijelaskan dengan seksama kepada peserta karena menjadi poin utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Gambar 5 Penutup Pada gambar kelima menampilkan slide penutup yang mengartikan bahwa pemaparan pengetahun secara umum tentang seni karawitan dan secara khusus terkait seni Karawitan Hayung Jagad telah disampaikan secara maksimal oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan Karawitan Hayuning Jagad Penyuluhan sebagai tahap awal dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan kepada para peserta kegiatan, selanjutnya tim pelaksana melakukan pelatihan yang berkaitan dengan seni Karawitan Ayuning Jagad. Dalam pelatihan ini diikuti oleh peserta yang telah mengikuti penyuluhan sebelumnya. Oleh sebab itu, berikut ditampilan salinan naskah tembang yang digunakan Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" dalam pertunjukan Karawitan Hayuning Jagad. Selain itu bagian ini juga menampilkan beberapa foto kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan, yaitu: Gambar 6 Naskah Karawitan Hayuning Jagad Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" Gambar 7 Kegiatan pelatihan karawitan Gambar 8 Kegiatan pelatihan karawitan Gambar 9 Beberapa Pelatihan Karawitan PEMBAHASAN Seni Karawitan Karawitan merupakan suatu seni yang termasuk dalam jenis musik tradisional yang berasala dari Jawa. Seni Karawitan sendiri banyak tumbuh di masyarakat yang yang Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" tinggal di Jawa Tengah. Yogyakarta hingga Jawa Timur (Rizky, 2. Ada tiga bentuk ekspresi estetis seni karawitan, yakni (Sudirga, 2. karawitan tradisi, merupakan karawitan yang masih kental dengan hukum-hukum formal yang mengikat. Sehingga dalam proses penciptaannya cenderung dari hasil intuisi atau perasaan. karawitan kreasi, merupakan karya dari hasil pemikiran modern di mana dilakukan atas kombinasi antara rasa dan kemampuan berpikir ilmiah. karawitan kontemporer, merupakan karya pemikiran yang berasal dari lompatanlompatan ide yang terkadang melampaui zamannya itu sendiri. Sehingga umumnya hendak membebaskan diri dari hukum-hukum yang mengikatnya. Pada umumnya pertunjukkan karawitan ditampilkan pada acara-acara, seperti perpisahan di sekolah, pernikahan, acara keagamaan dan sebagainya (Sitoresmi, 2. Seni karawitan tidak hanya merupakan bentuk hiburan semata, tetapi juga memiliki peran yang penting dalam konteks sosial dan keagamaan masyarakat Jawa. Seni karawitan sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan, membawa pesan-pesan moral dan spiritual kepada masyarakat (Mutiah, 2. Nilainilai seperti kesederhanaan, harmoni, dan kebersamaan tercermin dalam praktik seni Salah satu hal yang jadi suatu keunikan dalam seni karawitan adalah adanya konsep garap. Konsep garap merupakan proses menciptakan suatu komposisi atau gending secara bersamaan dengan mengacu pada balungan (Pradana, 2. Selain itu garap merupakan suatu bentuk kreativitas setiap pemain yang terlibat dalam menciptakan satu komposisi gending secara menyeluruh (Sugimin, 2. Karawitan Hayuning Jagad Karawitan Hayuning Jagad adalah konsep dalam seni musik tradisional Jawa yang memiliki makna mendalam dalam konteks budaya Jawa. Istilah "Hayuning Jagad" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "keharmonisan dunia". Konsep ini menekankan pentingnya harmoni dan keseimbangan antara manusia, alam, dan semesta. Dalam konteks seni karawitan, konsep Hayuning Jagad mencerminkan filosofi dan nilai-nilai yang terkandung dalam musik dan praktik seni Jawa secara umum. Sebagai bagian integral dari kebudayaan Jawa, seni karawitan tidak hanya dipandang sebagai bentuk hiburan atau ekspresi artistik semata, tetapi juga sebagai sarana untuk mencapai keharmonisan dalam kehidupan manusia. Ada beberapa aspek penting yang terkait dengan konsep karawitan Hayuning Jagad: Keseimbangan dan Keselarasan: Karawitan Hayuning Jagad mengajarkan pentingnya menciptakan keseimbangan dan keselarasan antara berbagai elemen dalam musik, seperti melodi, ritme, dan harmoni. Hal ini mencerminkan filosofi Jawa yang meyakini bahwa kehidupan yang seimbang dan harmonis akan membawa kedamaian dan kebahagiaan. Keterhubungan dengan Alam: Konsep Hayuning Jagad juga menekankan pentingnya menjaga keterhubungan antara manusia dengan alam dan lingkungannya. Dalam seni karawitan, alam seringkali dianggap sebagai sumber inspirasi yang memberikan warna dan emosi pada musik. Penghormatan terhadap alam dan lingkungan sekitar menjadi bagian integral dari praktik seni Jawa. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Wahyo Cahyadi. Wirawan Sukarwo. Edo Galasro Limbong Program Penyuluhan dan Pelatihan "Seni Karawitan Hayuning Jagad" Makna Spiritual: Selain itu, karawitan Hayuning Jagad juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Musik dalam konteks ini dipandang sebagai sarana untuk mencapai kesadaran spiritual dan koneksi dengan kekuatan yang lebih besar. Dalam praktiknya, seni karawitan sering dihubungkan dengan upacara keagamaan dan ritual spiritual yang bertujuan untuk mencapai keselarasan dengan alam semesta. Pendidikan Moral dan Etika: Konsep Hayuning Jagad juga membawa nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Melalui praktik seni karawitan, generasi muda diajarkan untuk menghormati tradisi, menghargai keberagaman, dan menjaga keseimbangan dalam hidup mereka. Dengan demikian, karawitan Hayuning Jagad bukan hanya sekadar istilah dalam seni musik tradisional Jawa, tetapi juga mencerminkan filosofi dan nilai-nilai yang mendasari kehidupan dan budaya Jawa secara keseluruhan. Konsep ini mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dan keseimbangan dalam hubungan manusia dengan alam, sertamempromosikan kesadaran spiritual dan nilai-nilai moral yang tinggi. SIMPULAN Setelah tim melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maka simpulan yang dapat diambil, yakni karawitan merupakan suatu seni musik tradisional yang awal mulanya tumbuh dan berkembang di wilayah pulau Jawa khususnya Jawa Tengah. Yogyakarta, dan Jawa Timur. Seni karawitan dikenal karena iringan berbagai alunan lembut dari alat musik yang dimainkan oleh para pemusik yang memainkan beberapa alat musik, salah satunya gamelan. Pada setiap pertunjukkan seni karawitan memiliki berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu, karawitan juga memiliki jenis hingga penamaan yang berbeda-beda, salah satunya Hayuning Jagad. Seni karawitan sangat perlu untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada berbagai masyarakat yang tidak hanya masyarakat keturunan Jawa. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses pelestariannya juga sangat penting untuk diperhatikan. Salah satunya dengan melibat prajurit-prajurit Mabes TNI di Cilangkap. Dengan demikian, para prajurit yang terlibat dalam pertunjukkan karawitan Hayuning Jagad semakin tahu dan ikut serta dalam pelestarian seni tradisional Indonesia UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mengucapkan terima kasih kepada pihak Mabes TNI di Cilangkap selaku mitra dalam pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri. REFERENSI