Submit : 27 September 2024 Review : 02 Oktober 2024 Accepted : 04 November 2024 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS UBI KAYU DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SIKKA PROFINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria Alfonsa Ngaku1,Agnes Yunita Dea1. Marten Umbu Kaleka1 Program Stdi Agribisnis. Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa Email Korespondensi: mariangaku07@gmail. DOI : https://doi. org/10. 36841/agribios. Abstrak Di dunia di mana sumber daya semakin menipis, memastikan tersedianya makanan yang cukup untuk semua orang merupakan tugas yang monumental dalam bidang pembangunan pangan dan pertanian. Belakangan ini penggunaan lahan serta air bersih cukup tinggi hal ini berrsamaan dengan meningkatnya populasi penduduk yang meningkat serta perkembangan industry dan urbanisasi. Dalam hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah sehingga melakukan upaya pangan lokal pengganti beras yaitu ubi kayu. Singkong merupakan tanaman pangan yang penting, menempati urutan teratas setelah beras dan jagung sebagai sumber karbohidrat yang penting untuk sektor makanan, kimia, dan pakan ternak. Sikka merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai keunggulan serta keindahan alam serta memiliki potensi ubi kayu yang cukup banyak di pulau flores. Kabupaten sikka tersebut terletak di profinsi nusa tenggara timur dengan ibu kotanya adalah maumere. Maumere merupakan ibu kota Kabupaten yang jumlah produksi ubi kayu terbanyak di Dataran Flores. Menurut Statistik Angka produksi ubi kayu terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir yaitu 54540 ton, 107. 902 ton, 67. 922 ton. Meningkatnya produksi ubi kayu di Kabupaten Sikka tentunya dapat menanggulangi pasokan beras yang diimpor dari kabupaten luar. Kata Kunci: Pangan lokal. Ubi Kayu. Ketahanan Pangan. Kabupaten Sikka Abstract In a world of dwindling resources, ensuring there is enough food for everyone is a monumental task in the field of food and agricultural development. Competition for land and water use is increasing along with population growth, industrial development and In this case, it is a serious concern for the government to make efforts to substitute local food for rice, namely cassava. Cassava is an important food crop, topping rice and corn as an important source of carbohydrates for the food, chemical and animal feed Sikka district is a beautiful district rich in natural resources and located in East Nusa Tenggara province. Indonesia. The capital of Sikka regency is Maumere. Sikka district is the district with the highest amount of cassava production in the Flores Plain. According to Statistical Figures, cassava production has continued to increase over the last three years, namely 54540 tons, 107,902 tons, 67,922 tons. The increase in cassava production in Sikka Regency can certainly overcome the supply of rice imported from outside districts. Keywords: Local food. Cassava. Food Security. Sikka Regency PENDAHULUAN Tantangan pembangunan pangan dan pertanian cukup besar karena mereka berusaha agar pemasok bahan makanan yang cukup untuk populasi global sambil menghadapi langkah persediaan bahan makanan serta sumber daya alam semakin Persaingan dalam menggunakan lahan serta kebutuhan air bertambah ISSN Cetak : 0215 - 0638 ISSN Online : 2723 - 7044 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 searah dengan pertambahan penduduk, peningkatan industry dan urbanisasi. Perkembangan hasil pertanian telah terjadi penurunan secara signifikan mencapai titik terendah (Food and Agriculture Organization [FAO], 2. Data International (Census Bureau, 2. penduduk secara global diperkirakan akan meningkat menjadi 8 M pada oktober 2023 serta akan mengalami peningkatan yaitu 9,73 M di Estimasi dan proyeksi untuk 227 negara (FAO, 2. Sekitar seperempat dari area pertanian menghadapi masalah serius (Oliver, 2. Indonesia merupakan populasi penduduk yang selau bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2020, populasi mencapai 270,2 juta orang, naik 32,56 juta orang dari penghitungan di tahun 2010. Sawah-sawah yang sudah lama yang menyusut karena target pertumbuhan ekonomi tanpa henti, yang mengarah pada perubahan Pada tingkat konversi yang sama seperti yang diamati dari tahun 2000 hingga 2015, luas lahan sawah mencapai 8,1 juta hektar pada tahun 2016. Diproyeksikan bahwa pada tahun 2045, area ini akan berkurang secara signifikan menjadi sekitar 5,1 juta hektar. Dalam hal ini tanah pertanian mengalami krisis cukup buruk dan mengawatirkan (Mulyani et al. , 2. Perubahan musim sangat dinamis dan tidak pernah berhenti berkembang, menunjukkan dampaknya baik langsung dan tidak langsung pada area pertanian. Pada sub sektor pertanian, terlebih pada bidang pangan lahan pertanian rentan terhadap perubahan musim yang disebabkan oleh ketiga faktor yakni faktor genetic, biofisik dan manajemen (Mulyani et al. , 2. Padi merupakan tanaman pangan bisa sangat rentan terhadap pergantian musim sehingga mengakibatkan peningkatan gangguan hama yang dapat berdampak pada tanaman secara signifikan. Tanaman dapat mengalami kehilangan hasil panen dan gagal panen. Dalam hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah sehingga melakukan upaya pangan lokal pengganti padi yaitu ubi kayu. Ubi Kayu sangat penting karena perannya dalam persediaan karbohidrat dan sumber utama untuk produksi bahan pangan, kimiawi dan untuk makanan ternak, berada pada posisi ketiga, dimana padi dan jagung yang menempati posisi pertama. Ubi kayu yang juga dikenal sebagai Manihot esculenta Crantz, dikategorikan di antara tanaman pangan sebagai komoditas pertanian penghasil ubi basah yang utama. Dalam hal ini Subagio . berpendapat Singkong tahan terhadap berbagai kondisi lahan kekeringan karena kebutuhan air yang sangat rendah per biomassa dari badai vermin dan patologi yang rendah, agar keperluan pemakaian racun hama juga menurun. Berikut contoh keuntungan sejak pemanfaatan singkong sebagai komoditas tanaman budidaya. Kandungan utama dari singkong adalah karbohidratnya, mengandung sumber kalori utama. Karbohidrat memiliki kombinasi aci/pati yang membentuk 64-75%, dengan pati yang membentuk amilosa manis 17-20%. Pada wilayah yang mempunyai iklim kersang, mengandung kapur serta tidak subur, beberapa penduduk setempat secara tradisional menikmati singkong rebus atau hidangan seperti gatot dan tiwul, yang sering kali dipadukan dengan nasi atau Ubi kayu dikenal oleh para penanam/petani sering digunakan sebagai penyimpan makanan yang disimpan di bawah tanah. Maumere adalah kota kabupaten Sikka. Menurut BPS Kabupaten Sikka pada tahun 2021, total penduduknya mencapai 321. 953 jiwa . serta massa penduduk Submit : 27 September 2024 Review : 02 Oktober 2024 Accepted : 04 November 2024 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 mencapai 186 jiwa/km. Pemakaian tanah di Maumere Kabupaten Sikka meliputi lahan basah dan lahan kering, masih jauh dari ideal. Wetland seluas 4. 227 hektar serta Wetland berfungsi melikili luas 2. 504 hektar dan wetland kosong dan belum diusahakan seluas 1. 723 hektar. Lahan kering meliki potensi seluas 95. 637 hektar, lahan kering fungsionel 7. 321 hektar dan belum digunakan seluas 28. 316 hektar. Penurunan area panen tidak secara otomatis mengakibatkan penurunan produksi. Produktivitas adalah salah satu faktor lain yang mempengaruhinya. Hal ini juga disebabkan oleh fakta bahwa angka-angka yang ditampilkan masih bersifat Hal ini dikarenakan angka yang ditampilkan masih bersifat sementara. Luas panen jagung pada tahun 2021 mencapai sekitar 12. 958 hektar, dengan total 170 ton. Dibandingkan dengan tahun lalu, luas panen meningkat. Data statistik produksi ubi kayu tahun 2021 yaitu produksi sebesar 107. 902 ton di area 136 hektar di Kabupaten Sikka. Jika dilihat dari gambaran diatas, maka dapat dilakukan penelitian oleh peneliti serta dinanarasikan dan disajikan hasil penelitian dan temuan yang diperoleh dari media cetak, jurnal dan temuan lainnya. Judul penelitian ini adalah AuPengembangan Pangan Lokal Berbasis Ubi Kayu dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Sikka Profinsi Nusa Tenggara TimurAy. METODE PENELITIAN Penelitian kajian literatur adalah hasil dari analisis berbagai informasi konseptual serta data kualitatif dan kuantitatif dari artikel ilmiah yang telah dipublikasikan Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan studi literatur untuk memberikan panduan dalam mengeksplorasi masalah penelitian tertentu . injauan penelitia. (Mulyadi, 2. Dalam tinjauan pustaka penelitian ini, digunakan jurnal internasional dan jurnal nasional. Jurnal-jurnal tersebut telah dirangkum dan dianalisis. Desain Penelitian Penelitian kajian literatur dimulai dengan menentukan masalah, selanjutnya mengumpulkan literatur, dan menyaring materi diperoleh. Selanjutnya, ditabulasi dan menganalisis data. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Ubi Kayu Sebagai Sumber Pangan Lokal ISSN Cetak : 0215 - 0638 ISSN Online : 2723 - 7044 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 Ketergantungan terhadap beras sangat besar dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Dalam data Kementrian Pertanian yang telah dipublikasikan . data produksi beras telah berkembang pesat selama kurun waktu tiga tahun, namun secara mengejutkan Indonesia berhasil menghindari impor beras selama periode ini. Diketahui bahwa persediaan beras nasional di tahun 2019 sebnyak 31,31 juta ton. Angka persediaan tersebut naik di tahun 2020 menjadi 31,33 juta ton dan kembali meningkat pada tahun 2021 mencapai 31,36 juta ton. Pendapat Subagio . sesuai perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2045 diperkirakan jumlah masyarakat Indonesia akan naik menjadi 311,6 juta orang sehingga berdampak pada kebutuhan beras per kapita yaitu 105 kg/tahun, sehingga kebutuhan tambahan menjadi 1,2 juta ha lahan padi. Alih fungsi tanah pertanian tidak mudah untuk dibiarkan, karena industrialisasi yang sangat cepat dan pemukiman bermunculan di kiri dan kanan, terutama di daerah-daerah lumbung pangan. Sementara itu, konversi lahan adalah hal yang sulit untuk dihindari dengan adanya industrialisasi dan pemukiman yang sangat cepat, terutama di daerah-daerah lumbung pangan dunia. Beras yang diproduksi di Kabupaten Sikka masih jauh dari kebutuhan. Pada bulan Mei 2011, beras yang diimpor dari Vietnam yaitu sebanyak 2000 ton oleh badan Urusan Logistik (Bulo. sub divre Maumere. Kabupaten Sikka. Ini adalah kali kedua beras dipasok ke Sikka. Pada bulan april 2021 Bulog di Kabupaten Sikka mengimpor beras sebanyak 1000 ton beras dari Kota Kupang. Oleh karena itu, harga beras di Maumere Kabupaten Sikka tetap berada di bawah kendali beras Hal ini terjadi karena produksi beras di Maumere Kabupaten Sikka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan oleh masyarakat Sikka tiap tahunnya. Produktifitas jagung mengalami erkembangan kurang lebih dua tahun terakhir ini sehingga menunjukan angka posistif. Di tahun 2011, produksi jagung di Kabupaten Sikka sebanyak 36. 237 ton dan pada tahun 2013 produksi jagung naik menjadi 656 ton. Mempertimbangkan situasi yang menantang, pemerintah menjalankan tugas serta rencana pembanguna jangka menengah daerah (RPJMD) pada tahun 2013-2018 di Kabupaten Sikka. Kegiatan tersebut telah ditetapkan dengan visi, misi dan tujuan utama dari program pembangunan daerah. Ada 7 program pembangunan daerah yang paling utama yaitu tentang ketahanan pangan dan kebutuhan dasar. Salah satu program pembangunan pemerintah Kabupaten Sikka adalah meningkatkatkan ketahanan pangan berbasis ubi kayu. Produksi Singkong di Kabupaten Sikka terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunya. Data produksi ubi kayu dalam tiga tahun dapat dilihat dalam tabel dibawah. Submit : 27 September 2024 Review : 02 Oktober 2024 Accepted : 04 November 2024 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 Tabel 1. Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Sikka tahun 2020-2022/ton Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Sumber : Data Sekunder (BPS. Kab. Sikk. Dari data diatas dapat dijabarkan bahwa produksi ubi kayu di kabupaten Sikka selam tiga tahun terakhir terus mengalami peningatan. Dengan meningkatnya produksi ubi kayu sebagai pangan local, tentunya dapat menggati suplai beras yang di impor dari luar kabupaten. Singkong, selain perannya bahan pangan telah diakui sebagai bahan baku produk indutri. Ada tiga turunan ubikayu yang sering dikethui adalah tapioca, geplek, dan bahan MOCAF . odified cassava flou. Subagio . , dar tiga perenan utama tersebut dapat berfungsi sebagai bahan pembuatan makanan, minum dan makanan hewan. Disisi lain dari segi industry juga memanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan mie, makanan manis, kripik dan saus. Alasan memilih bahan baku dari ubikayu karena rendah kalori. Permintaan Ubi Kayu Ubi Kayu sebagai kunci produksi makanan yang berfungsi sebagai pengganti karbohidrat beras. Hal ini berkontribusi pada diversifikasi konsumsi karbohidrat non-beras dan mendukung ketersediaan pangan lokal. Selain itu, ubi kayu memiliki peluang bisnis yang menjanjikan dan memberikan keuntungan bagi dunia usaha. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap komoditas ubi kayu, baik untuk bahan pakan, bahan baku industri seperti gaplek dan tapioka, maupun berbagai bentuk olahan lainnya. Produksi ubikayu kebanyakan diperuntukan untuk persediaan bahan makanan dalam negeri dan sisanya diekspor dalam bentuk geplek dan pellets serta tapioka. Hingga saat ini, ubi kayu digunakan sebagai sumber makanan pokok oleh komunitas tertentu. Sementara kalangan menengah ke atas biasanya menikmati ubi kayu dalam berbagai bentuk olahan, seperti makanan ringan dan hidangan lainya seperti ubi rebus. Menurut Tjahyadi, . Ada 55% dari produksi ubikayu Indonesia diperi=untukan sebagai bahan makanan/pangan, 1. 8% untuk pakan, 8,6% untuk bahan industry non pakan, 19,8% untuk produksi tapioka dan 14,8% untuk tujuan ekspor. Menurut Rusastra . 8 dalam Hudaya, 1. Pada tahun 1985 di Indonesia ubi kayu terutama digunakan untuk konsumsi . %), ekspor . %), dan bahan baku industri . %) , dan sisanya disebabkan oleh kehilangan hasil panen dan limbah (Sumber: Dr. Muhammad jafar Hafsah,2. Permintaan ubikayu dalam negeri di Indonesia diperuntukkan untuk konsumsi. ISSN Cetak : 0215 - 0638 ISSN Online : 2723 - 7044 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 bahan baku industri dan pakan di mana selama kurun waktu 1993-2002 menunjukkan adanya peningkatan. Permintaan ubi kayu untuk konsumsi manusia terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan meningkatnya populasi yang mencari makanan kaya karbohidrat baik sebagai makanan pokok atau camilan cepat saji seperti keripik, semur, gorengan, kue, dan lainnya. Ubi kayu sumber makanan pokok, memiliki kalori yang tinggi dan kandungan karbohidrat per satuan luas yang besar daripada beras, jagung, dan ubi jalar. Pada tahun 1979, ubikayu dikonsumsi sekitar 200 juta orang di dunia (Wargiono. Di Kabupaten Sikka ubi kayu merupakan salah satu makanan pokok, sehingga para petani singkong juga banyak yang mananam ubi Disisi lain permintaan terhadap ubi kayu di Kabupaten Sikka terus Dari data BPS, konsumsi singkong/kapita/tahun bervaruiasi dalam waktu tiga tahun, dikatakan pergeseran namun cenderung meningkat. Produksi umbi-umbian di Kabupaten Sikka khususnya ubi kayu mengalami peningkatan tahun 2019-2021. Konsumsi perkapita sebagai bahan makanan selain makanan yang dimasak disiapkan rumah tangga termasuk juga yang dikonsumsi sebagai makanan jadi/jajanan berupa olahan. Kebutuhan akan makanan kaya karbohidrat meluas lebih dari hanya nasi. pilihan lain yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat adalah ubi jalar. Ubi Jalar adallah tanaman pangan sebagai sumber protein nabati yang di tanami di area persawahan atau diperkebunan, menurut (Ngaku,et al, 2. Pengembangan pangan lokal berbasis ubi kayu Peningkatan tanaman pangan/makanan modern yang berdasarkan pada makanan tradisional menjadi keharusan bagi pemerintah. Cara ini diimplementasikan dalam pendekatan strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan, sekaligus secara proaktif mempersiapkan diri menghadapi dampak perubahan Untuk itu, tanggung jawab pemerintah dan legislatif di tingkat pusat dan derah sangat diperlukan dalam memastikan pengembangan makanan tradisional yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka , mulai dari hulu hingga hilir. Pengembangan produk pangan lokal berbasis singkong tidak mengkonsumsi singkong rebus, nasi yang dicampur jagung atau sego. Melainkan bertujuan untuk meningkatkan keberadaan pangan lokal dalam pola makan Penciptaan produk pangan lokal harus menyelaraskan denganpola konsumsi masyarakat, terutama generasi milenial. Pengembangan produk pangan lokal melibatkan serangkaian strategi yang dapat meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan meningkatkan daya saing produk tersebut. Beberapa cara yang dapat Submit : 27 September 2024 Review : 02 Oktober 2024 Accepted : 04 November 2024 AGRIBIOS : Jurnal Ilmiah Vol 22 No 02 Bulan November Tahun 2024 dipertimbangkan dalam mengembangkan makanan tradisional berbasis ubi kayu adalah sebagai berikut: Kajian serta gagasan sangat penting dalam menangkap perkembangan pasar dan pilihan pembeli. Pemrosesan barang berkualitas baik dan kebersihan. Perluasan barang dengan desain produk yang menarik dengan berbagai macam jenis makanan sehingga menarik perhatian pembeli. BPOM bersama dengan Sertifikat organik yang tepat, sehingga memperluas anggapan pembeli dalam membeli produk dan meningkatkan visibilitasnya di Pemanfaatan kemasan yang menarik perhatian menambah daya tarik untuk Pemasaran digital memainkan peran penting dalam menjual barang, membangun komunikasi dengan pembeli, serta membangun kerja sama dengan petani lokal. Kerja sama dengan petani tradisional adalah kunci dalam mewujudkan kualitas dan persediaan bahan baku yang terus berlanjut. Mengajarkan dan menginformasikan kepada pembeli terhadap keunggulan makanan tradisional dan langkah memasukkannya sebagai makanan sehari-hari. Berpartisipasi disetiap kegiatan dan event pameran memungkinkan untuk menampilkan barang ke masyarakat yang luas dan menerimaumpan secara Perluasan produksi dalam kaitannya dengn faktor operasional dan pembangunan yang dibutuhkan untuk memperluas produksi barang selama periode permintaan yang tinggi. Kualitas yang konsisten adalah penting untuk menumbuhkan kepercayaan Lingkungan yang mendukung dan berkelanjutan KESIMPULAN Pengembangan pangan lokal berbasis ubi kayu di Kabupaten Sikka tentunya perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan. Peningkatan bahan makanan tradisional berabsis ubikayu adalah upaya untuk memotivasi masyarakat untuk kembali mencintai pangan lokal seperti ubi kukus, nasi jagung dan tiwul. Peningkatan bahan pangan tradisional tentunnya perlu melibatkan berbagai cara untuk membantu pengembangkan nilai tambah serta persaingan produk. REFERENSI