Indonesian Journal for Social Responsibility (IJSR) Vol. No. 01, . , pp. https://doi. org/10. 36782/ijsr. Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Pelaku UMKM Jurica Lucyanda1*. Holila Hatta2. Muhammad Arvi Gelar Julian2. Iqbal Fathulloh1. Raka Muhammad Hasbie1. Sarah Novita Asa1 Program Studi Akuntansi, 2Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial. Universitas Bakrie. Jl. Rasuna Said No. 2 Kav C-22. Karet. Setiabudi. Kuningan. Jakarta Selatan. DKI Jakarta, 12940. Indonesia E-mail: jurica. lucyanda@bakrie. id*, holila. hatta@bakrie. id, m. arvijulian83@gmail. fathullohiqbal@gmail. com, rakahasbie@gmail. com, sarah. novita2511@gmail. Received: August 15, 2024 | Revised: November 11, 2024 | Accepted: January 30, 2025 Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) tentang pentingnya akuntansi dan laporan keuangan dalam menjalankan usaha. Saat ini pemerintah berfokus mengembangkan UMKM sebagai fondasi utama sektor perekonomian masyarakat untuk mendorong kemampuan kemandirian dalam mengembangkan usaha di sektor ekonomi. Permasalahan yang dihadapi UMKM saat ini adalah UMKM masih banyak yang belum menyusun laporan keuangan dengan benar, khususnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan dan pemahaman dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu adanya kegiatan pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan berbasis digital untuk pelaku UMKM berdasarkan SAK EMKM. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini dalam bentuk pelatihan akuntansi dan laporan keuangan untuk UMKM menggunakan SAK EMKM. Selain itu diperkenalkan pula laporan keuangan berbasis digital yaitu aplikasi laporan keuangan CrediBook yang merupakan aplikasi bertujuan untuk mempermudah pelaku UMKM mencatat setiap transaksi bisnis. Mitra kegiatan PkM ini adalah kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 02. Pancoran. Jakarta Selatan yang memproduksi stik keju dengan merek AuMy CheeseAy. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan memperoleh peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Peningkatan tersebut dilihat dari hasil pre-test dan posttest yang dilakukan kepada peserta pelatihan. Kenaikan pemahaman pengelolaan dan laporan keuangan sebesar 75% . ari 25% menjadi 100%), dan kenaikan pengetahuan tentang SAK EMKM sebesar di atas 87,5% . ari 12,5% menjadi 100%). Kata kunci: Akuntansi. Aplikasi Laporan Keuangan Digital. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah Abstract Community service (PkM) aims to increase the knowledge and understanding of micro, small, and medium enterprises (MSME. and the importance of accounting and financial statements Jurica Lucyanda. Holila Hatta. Muhammad Arvi Gelar Julian. Iqbal Fathulloh. A in a business. Currently, the Government of Indonesia is focusing on developing MSMEs as a main foundation of the economic sector to encourage the ability to be independent in developing their businesses. However, the problem faced by MSMEs is that many have not prepared financial statements, especially based on the Financial Accounting Standards for Micro. Small, and Medium Entities (SAK EMKM). This is due to the lack of knowledge and understanding of financial management and financial statements. Based on these problems, it is necessary to give training in digital-based financial reports for MSMEs based on SAK EMKM. The community service method is training in accounting and financial reporting using SAK EMKM. In addition, digital-based financial reports use the CrediBook application, making it easier for MSMEs to record business transactions. The partner of this PkM is a group of women (PKK) RW 02. Pancoran. South Jakarta, who produce cheese sticks under the brand "My Cheese". The results of this community service show that the participants gained increased knowledge and understanding of financial management and financial statements based on SAK EMKM. The increase can be seen from the pre-test and post-test results conducted on the training participants. The training resulted in a 75% increase in understanding of management and financial statements . rom 25% to 100%) and an 87. 5% increase in knowledge about SAK EMKM . 5% to 100%). Keywords: Accounting. Digital Financial Statement Application. Financial Accounting Standards for Micro. Small, and Medium Entities. Micro. Small, and Medium Enterprises Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai fondasi utama sektor perekonomian masyarakat (Republik Indonesia, 2. Pengembangan UMKM dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirian masyarakat khususnya di sektor ekonomi. Perkembangan UMKM di Indonesia terus meningkat dari segi kualitasnya, hal ini dikarenakan dukungan kuat dari pemerintah dalam pengembangan yang dilakukan kepada para pelaku usaha UMKM. Hal ini sangat penting dalam mengantisipasi kondisi perekonomian ke depan serta menjaga dan memperkuat struktur perekonomian nasional. UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. UMKM didefinisikan sesuai dengan jenis usahanya, yaitu: usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Usaha mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) tersebut. Kriteria usaha mikro bila memiliki keuntungan dari usahanya sebesar Rp300. 000 dan memiliki aset atau kekayaan bersih minimal sebanyak Rp50. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan A oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Kriteria usaha kecil adalah usaha yang memiliki pendapatan atau keuntungan dengan jumlah yang lebih kecil. Hasil keuntungan dari penjualan yang masuk kategori usaha kecil ini berkisar dari angka Rp300. 000 sampai dengan Rp2. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU. Usaha menengah memiliki kriteria dengan keuntungan dari usahanya sebesar Rp2. 000 sampai dengan Rp50. 000 dalam satu tahun, sedangkan kekayaan bersih yang dimiliki oleh usaha menengah adalah sebesar Rp500. 000 dalam satu tahun. Pengelolaan keuangan bagi UMKM merupakan hal yang penting agar usaha yang dilakukan dapat berkelanjutan dan bertahan. Pengelolaan keuangan yang baik akan menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi aktivitas keuangan perusahaan kepada pihak yang berkepentingan berdasarkan data atau aktivitas tersebut (Lucyanda, dkk. , 2. Laporan keuangan dapat digunakan untuk pengembangan usaha dengan cara mengajukan pendanaan ke bank, bank memutuskan untuk memberikan dana melalui laporan keuangan yang dibuat oleh entitas. Pengelolaan keuangan yang baik maka pelaku UMKM dapat membuat laporan keuangan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia . , khususnya Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. SAK EMKM merupakan standar akuntansi yang paling sederhana khusus untuk EMKM dalam menyiapkan laporan keuangan sederhana (Djuitaningsih & Lucyanda, 2022. Lucyanda & Rudianto, 2021. Mihardja, dkk. , 2. Selain itu penting bagi pelaku UMKM dapat mengelola keuangan usahanya dengan membuat catatan keuangan baik manual ataupun menggunakan aplikasi tertentu . erbasis Saat ini sudah banyak aplikasi keuangan yang dapat digunakan UMKM untuk mencatat transaksi akuntansi, salah satu yang banyak digunakan adalah MOKA POS (Nurcholisha & Jurica Lucyanda. Holila Hatta. Muhammad Arvi Gelar Julian. Iqbal Fathulloh. A Lucyanda, 2. Dengan adanya sistem pencatatan akuntansi maka akan mempermudah pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan dapat dibuat dengan laporan keuangan sederhana atau berdasarkan SAK EMKM. Untuk mempermudah membuat laporan keuangan sederhana maka pelaku UMKM bisa menggunakan aplikasi pengelolaan keuangan yang sudah ada seperti CrediBook, yang mana dapat digunakan secara gratis dan berbayar sesuai kebutuhan dari masing-masing pelaku UMKM. CrediBook adalah aplikasi pencatatan keuangan usaha yang khusus dibuat untuk membantu UMKM bertransisi dari pencatatan keuangan konvensional ke digital. Selain mencatat keluar masuknya uang usaha, masih banyak lagi yang dapat lakukan dengan CrediBook. Mulai dari mencatat utang piutang, membuat invoice penagihan hingga membuat kartu nama bisnis. Pengumpulan data awal sebagai dasar untuk menentukan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah diskusi dan wawancara dengan mitra kegiatan. Hasil diskusi dan survei . yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa pelaku UMKM belum mencatat setiap transaksi bisnis dan membuat laporan keuangan dengan benar. Hal ini merupakan salah satu kelemahan pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Kelemahan pelaku UMKM tersebut disebabkan karena terbatasnya pengetahuan dan pemahaman dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Hal ini karena minimnya pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap pencatatan serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku saat ini yaitu SAK EMKM (Tambariki, dkk. , 2. Minimnya pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap pencatatan serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku saat ini akan berdampak pada kelangsungan usaha pelaku UMKM. Tanpa adanya catatan akuntansi maka pelaku UMKM akan kesulitan memantau aset, kewajiban, dan modal yang dimiliki. Selain itu ketika pelaku UMKM ingin mengembangkan usaha yang disertai kesulitan dalam permodalan maka akan menjadi permasalahan bagi pelaku UMKM untuk mengajukan pendanaan atau pinjaman ke bank karena tidak memiliki laporan keuangan. Berlandaskan hal tersebut, perlu adanya pelatihan untuk pelaku UMKM agar mengetahui dan memahami pentingnya akuntansi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Studi-studi sebelumnya telah banyak membahas pentingnya implementasi SAK EMKM bagi pelaku UMKM (Andriani, dkk. , 2022. Ayudhi, 2020. Harahap, dkk. , 2023. Iswandir, 2021. Kirowati & Amir, 2019. Kurni & Wardayani, 2023. Maak, , 2023. Murniyati, dkk. , 2023. Natasha & Epi, 2022. Nurazizah & Zulkarnain, 2022. Octrina. Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan A , 2023. Pradita, dkk. , 2024. Prayogi, 2022. Saputra & Putrayasa, 2020. Seftiany & Wijayana. Siswanti & Suryati, 2020. Tambariki, dkk. , 2023. Tjandrakirana, dkk. , 2022. Viarma, dkk. Widakso, dkk. , 2. Hasil studi sebelumnya menyimpulkan bahwa umumnya pelaku UMKM masih belum banyak menggunakan atau menerapkan SAK EMKM dalam membuat laporan keuangan. Hal ini menjadi tugas perguruan tinggi untuk melakukan suatu tindakan dalam bentuk kegiatankegiatan yang dapat membantu pelaku UMKM memahami pentingnya laporan keuangan dan mampu menyusun laporan keuangan. Selain itu hasil studi sebelumnya menyimpulkan perlunya sosialisasi yang agresif ke pelaku UMKM terkait dengan SAK EMKM (Octrina, dkk. Tjandrakirana, dkk. , 2. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi serta sosialisasi SAK EMKM kepada pelaku UMKM dalam bentuk kegiatan Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra kegiatan terkait pentingnya laporan keuangan dan membuat laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Secara khusus tujuan kegiatan ini adalah: . meningkatkan pemahaman pelaku UMKM pentingnya laporan keuangan. meningkatkan kemampuan membuat laporan keuangan menggunakan aplikasi laporan keuangan berbasis digital. meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Kegiatan PkM mempertimbangkan masalah yang dihadapi oleh Kelompok PKK RW 02. Kelurahan Pancoran. Jakarta Selatan. Kelompok PKK ini memproduksi makanan ringan yang merupakan produksi UMKM. Kegiatan PkM dalam bentuk pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan berbasis digital untuk pelaku UMKM dan sosialisasi SAK EMKM. Kegiatan ini diyakini mampu memberikan manfaat yang signifikan kepada mitra kegiatan yaitu Kelompok PKK RW 02. Kelurahan Pancoran yang memiliki usaha membuat stik keju. Kegiatan ini berfokus kepada pelatihan mengelola keuangan dan membuat laporan keuangan serta sosialisasi SAK EMKM. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra dalam mengelola dan membuat laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Dengan menggunakan standar akuntansi laporan keuangan EMKM ini maka pelaku UMKM dapat menyiapkan laporan keuangan untuk mempermudah ekspansi usaha melalui pinjaman ke bank. Jurica Lucyanda. Holila Hatta. Muhammad Arvi Gelar Julian. Iqbal Fathulloh. A Selain itu kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi laporan keuangan yang berbasis digital . plikasi laporan keuangan berbasis digita. khusus UMKM yaitu CrediBook. Metodologi Metode kegiatan ini terdiri dari empat tahap: . pengumpulan data awal, . persiapan materi . odul pelatihan dan aplikasi laporan keuanga. , . pelatihan berupa pembekalan keterampilan dan praktik, serta . pendampingan melalui monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan agar tujuan kegiatan ini dapat dicapai dengan maksimal untuk memecahkan atau memberikan solusi bagi mitra kegiatan. Tahap pertama adalah pengumpulan data awal . reliminary data gatherin. Tahap ini tim PkM melakukan diskusi dengan mitra kegiatan. Hasil diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra binaan untuk mengisi atau mengatasi kebutuhan tersebut. Hasil diskusi tersebut menyimpulkan bahwa adanya keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mitra dalam menyiapkan dan membuat laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan UMKM. Selain itu mitra kegiatan masih belum mencatat laporan keuangan secara rutin dan masih dibuat secara manual sehingga tim merasa perlu dibantu untuk memberikan pelatihan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM dan mencatat keuangan menggunakan aplikasi berbasis digital. Hal ini untuk mempermudah mitra kegiatan dalam membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Tahap kedua adalah mempersiapkan materi pelatihan. Materi pelatihan disiapkan oleh tim dengan membuat modul pelatihan yang berisi materi terkait laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Selain mempersiapkan materi pelatihan, tim bekerja sama dengan CrediBook yang mengembangkan aplikasi laporan keuangan berbasis digital khusus UMKM. Aplikasi ini dikenalkan ke mitra binaan agar mitra dapat menggunakan aplikasi tersebut dalam mencatat keuangan dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah. Tahap ketiga adalah melaksanakan pelatihan untuk memberikan pemahaman dan menerapkan bagaimana pembuatan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Pelatihan dilaksanakan dengan pemaparan materi terkait dengan laporan keuangan dan praktik langsung menggunakan aplikasi CrediBook. Tahap keempat yaitu monitoring dan evaluasi melalui pemberian pendampingan kepada Kelompok PKK RW 02. Kelurahan Pancoran. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan mitra benar-benar mampu dan terampil melaksanakan Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan A kegiatan akuntansi dan mengaplikasikan aplikasi keuangan CrediBook untuk menghasilkan catatan keuangan dan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Hasil dan Pembahasan Mitra kegiatan pengabdian ini adalah kelompok PKK yang beralamat di Komplek Liga Mas RT 009/RW 002. Kelurahan Pancoran. Kecamatan Pancoran. Jakarta Selatan. PKK Kelurahan Pancoran yang beranggotakan sekitar 30 orang ini merupakan mitra binaan di bawah Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPKM) Universitas Bakrie. Beberapa kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya melalui pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Bakrie. Kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu berupa pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan berbasis digital untuk pelaku UMKM dan sosialisasi SAK EMKM. Tabel 1. Deskripsi Statistik Demografi Peserta Pelatihan Karakteristik Responden Persentase Jenis Kelamin Pria Wanita Total Usia < 20 Tahun 21 Ae 30 Tahun 31 Ae 40 Tahun 41 Ae 50 Tahun 51 Ae 60 Tahun Total Pendidikan SMP SMA Diploma Sarjana (S. Total Jenis Usaha Makanan Minuman Tidak Ada Total Lama Usaha 0 Tahun < 1 Tahun Ou 1 - 2 Tahun > 2 Tahun Total Jurica Lucyanda. Holila Hatta. Muhammad Arvi Gelar Julian. Iqbal Fathulloh. A Peserta yang hadir sebanyak delapan orang terdiri dari ibu-ibu PKK yang membuat makanan ringan stik keju. Tabel 1 menjelaskan deskripsi statistik demografi peserta pelatihan. Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa semua peserta pelatihan adalah wanita, dengan rentang usia 18 - 60 tahun. Peserta pelatihan termuda merupakan kaderisasi PKK agar terlibatnya generasi muda dalam kegiatan PKK. Mayoritas peserta pelatihan berusia di atas 41 tahun karena peserta pelatihan adalah kelompok ibu PKK yang sudah aktif dari masa mudanya untuk menggiatkan kegiatan PKK di RT. Mayoritas pendidikan peserta pelatihan adalah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak enam . orang, sisanya satu . orang lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu . orang berpendidikan sarjana Strata satu (S. Pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dengan mudah dapat dipahami oleh peserta pelatihan karena mayoritas latar belakang pendidikan peserta pelatihan adalah SMA. Pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan berbasis digital untuk pelaku UMKM dan sosialisasi SAK EMKM dibagi dalam empat sesi. Sesi pertama adalah pemaparan materi pertama terkait dengan akuntansi dan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM dan tes awal untuk memastikan pemahaman awal peserta pelatihan terkait dengan laporan keuangan SAK EMKM. Hasil tes awal menyimpulkan bahwa 87,5% peserta pelatihan belum pernah mengikuti pelatihan laporan keuangan dan 100% belum mengetahui laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Materi pertama diberikan pembahasan mengenai siklus akuntansi dan pentingnya laporan keuangan dalam transaksi bisnis. Selain itu juga mensosialisasikan SAK EMKM kepada peserta pelatihan. Sesi dua adalah pemaparan materi kedua terkait dengan pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi berbasis digital CrediBook. Peserta diminta untuk mengunduh aplikasi CrediBook. Selanjutnya peserta dipandu untuk latihan membuat dan mencatat transaksi usaha Sesi ketiga adalah diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya terkait dengan materi yang diberikan. Diskusi berjalan dengan antusias karena semua peserta aktif dalam diskusi. Setelah diskusi peserta diminta kembali untuk mengisi kuesioner untuk mengukur apakah ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait dengan materi yang telah diberikan oleh narasumber. Hasil kuesioner menyimpulkan setelah mengikuti pelatihan peserta 100% memahami pentingnya mencatat transaksi usaha, pentingnya laporan keuangan bagi usaha mereka, dan mengerti pentingnya menerapkan SAK EMKM untuk mengajukan pinjaman ke bank dalam rangka meningkatkan usaha mereka. Selain Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan A itu peserta merasakan perlu adanya kegiatan pelatihan lagi untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait dengan akuntansi. Masukan dari peserta adalah kegiatan pelatihan untuk menentukan harga jual produk dan costing. Sesi terakhir adalah mengisi presensi, foto bersama dengan peserta dan pemateri, dan dilanjutkan dengan diskusi santai. Untuk memastikan pelatihan yang diberikan kepada peserta memberikan dampak kepada peserta pelatihan yaitu sesuai dengan tujuan kegiatan ini adalah adanya kenaikan pengetahuan dan pemahaman peserta terkait dengan pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM maka dilakukan survei sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil survei menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan terkait dengan penting pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Memahami Kesulitan dalam Membuat laporan Sudah mengetahui Membuat laporan mencatat transaksi keuangan adalah hal SAK EMKM keuangan sesuai keuangan dan yang rumit SAK EMKM adalah penyusunan laporan Sebelum Pelatihan Setelah Pelatihan Gambar 1. Hasil Survei Sebelum dan Setelah Pelatihan Peningkatan pemahaman dapat dilihat dari sebelum pelatihan sebanyak 25% peserta yang memahami pengelolaan keuangan, namun setelah pelatihan naik menjadi 62,5%. Survei untuk peserta yang mengetahui SAK EMKM sebelum pelatihan sebanyak 12,5%, namun setelah pelatihan naik menjadi 100%. Survei yang dilakukan sebelum pelatihan terkait pentingnya membuat laporan keuangan sebanyak 25%, namun setelah pelatihan, peserta merasakan bahwa pentingnya membuat laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM menjadi 100%. Ratarata peserta merasakan kesulitan dalam mencatat transaksi bisnis . ,5%), namun setelah peserta mengikuti pelatihan merasakan kesulitan menjadi turun . %). Gambar 1 menunjukkan hasil survei yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Jurica Lucyanda. Holila Hatta. Muhammad Arvi Gelar Julian. Iqbal Fathulloh. A Selain itu untuk memastikan peserta pelatihan merasakan kebermanfaatan dan puas dari pelatihan ini maka dilakukan juga survei kepuasan peserta. Survei ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang hadir pada kegiatan ini merasakan manfaat dan puas dengan kegiatan pelatihan ini. Hasil survei kepada peserta terkait dengan kebermanfaatan dan kepuasan kegiatan pelatihan yang diberikan menyimpulkan bahwa peserta merasakan puas sekali atas kegiatan yang dilaksanakan . %). Peserta merasakan bahwa perlu adanya pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan pelatihan ini. Selain itu peserta merasa perlu adanya kegiatan-kegiatan pelatihan lanjutan kepada peserta. Kesimpulan Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang pentingnya akuntansi dan laporan keuangan bagi UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan karena adanya keterbatasan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku yaitu SAK EMKM. Keterbatasan ini menyebabkan masih banyak pelaku UMKM yang belum membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Laporan keuangan menjadi suatu hal yang penting karena pelaku usaha perlu mengetahui aset, kewajiban, dan modal yang dimiliki, selain itu laporan keuangan dapat digunakan untuk mengajukan pendanaan . ke bank jika pelaku UMKM ingin mengembangkan usahanya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM tersebut maka dilakukan pelatihan untuk membantu pelaku UMKM memahami pentingnya akuntansi dan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan antusias dalam mengikuti pelatihan ini, hal ini ditunjukkan dari banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta pelatihan saat sesi diskusi. Selain itu peserta merasakan adanya manfaat dari kegiatan ini yang ditunjukkan dari hasil survei yang dilakukan tim PkM ke peserta. Hasil survei awal menyimpulkan bahwa 87,5% peserta pelatihan belum pernah mengikuti pelatihan laporan keuangan dan 100% belum mengetahui laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Hasil survei akhir menyimpulkan setelah mengikuti peserta 100% memahami pentingnya mencatat transaksi usaha, pentingnya laporan keuangan bagi usaha mereka, mengerti pentingnya menerapkan SAK EMKM untuk mengajukan pinjaman ke Bank dalam rangka meningkatkan usaha mereka. Pelatihan Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan A Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kelompok PKK RW 02. Kelurahan Pancoran dalam membuat laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pendampingan atau monitoring dan evaluasi . mitra kegiatan dalam melaksanakan pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Selain itu rencana selanjutnya adalah kegiatan lanjutan PkM mitra binaan yaitu pelatihan penentuan harga pokok produk dan penentuan harga jual produk sesuai dengan kebutuhan mitra kegiatan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan. Ucapan Terima Kasih Kegiatan PkM ini terlaksana berkat dukungan dan kerja sama dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie. Kegiatan PkM ini merupakan hibah internal dari LPkM Universitas Bakrie untuk mendukung dosen dan mahasiswa untuk menjalankan kegiatan kepada masyarakat secara rutin setiap semester. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dalam bentuk dana dan fasilitas yang disediakan oleh LPkM Universitas Bakrie untuk kelancaran kegiatan pengabdian ini. Daftar Pustaka