Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Analisis Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Karyawan di LPD Desa Adat Munggu Rosalina Nyoman Ayu Rosita Dewi1. Rai Gina Artaningrum2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia *Corresponding Author: 21111501052@undhirabali. ABSTRAK Laporan ini membahas tentang Analisis Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Karyawan di LPD Desa Adat Munggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Karyawan di LPD Desa Adat Munggu. Metode penelitian yang digunakan ialah dokumentasi pada LPD Desa Adat Munggu. Hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang telah dilakukan didapat kinerja karyawan LPD Desa Adat Munggu kurang mengimplementasikan prinsip-prinsip sistem informasi akuntansi seperti transparansi, keamanan dan kerahasiaan, pengendalian internal yang kuat, kepatuhan pada standar akuntansi, keterpaduan data, kemudahan dalam pelaporan dan analisis, efisensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek rincian tugas dan tanggung jawab, masih adanya rangkap jabatan dari pengurus LPD. Dalam pengelolaan keuangan di LPD, prinsip kehati-hatian tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Kinerja Karyawan. Lembaga Keuangan. LPD Pendahuluan Perusahaan dan lembaga keuangan pada zaman sekarang sudah menggunakan teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan atau bisnis. Perkembangan teknologi informasi yang memberikan pengaruh bagi seluruh warga masyarakat, organisasi dan perusahaan yang dulunya menggunakan sistem informasi yang manual, sekarang sudah beralih ke sistem informasi yang terkomputerisasi. Kemajuan dari teknologi informasi sudah banyak memberikan peluang besar bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi sistem informasi akuntansi (SIA) mereka (Yonasia Osinta Wanggur, dkk 2. Kemajuan dalam bidang sistem informasi akan membantu organisasi atau perusahaan dalam melakukan secara lebih efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat menggunakan sistem terkomputerisasi dalam melacak dan merekam data transaksi Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mentransformasikan data akuntansi menjadi informasi, pengertian secara lebih luas yaitu mencangkup juga siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi, dan pengembangan sistem informasi (Ni Luh Putu Trisnayanti, dkk 2. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu lembaga keuangan pedesaan yang saat ini sedang berkembang terutama di Bali (Gusti Ayu Sri Puspa Dewi & I Wayan Sudiana, 2. LPD bertujuan memberi pelayanan kepada nasabah serta lingkungan yang terkait. Dalam meningkatkan pelayanan LPD, salah satu caranya yaitu Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 dengan meningkatkan kinerja SIA LPD tersebut. Penilaian kinerja suatu LPD salah satunya membutuhkan data laporan keuangan yang lengkap, maka dari itu pentingnya adanya dukungan SIA dengan teknologi informasi yang terkomputerisasi, artinya apabila menginginkan kinerja suatu LPD meningkat, harus didukung oleh kinerja sistem informasi yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja yaitu dengan meningkatkan faktor Ae faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasi (Ni Luh Putu Trisnayanti, dkk 2. Dalam praktik nyata, lembaga keuangan seperti LPD berkolaborasi dengan lembaga lain seperti Bank Perkreditan Desa (BPD), koperasi dan lembaga keuangan lainya. Atas dasar fakta tersebut. LPD harus terus meningkatkan taraf pelayanannya. Jika ingin meningkatkan efisiensi LPD, maka bekerja dengan sistem informasi yang efisien. Sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab atas informasi keuangan dan informasi yang didapat dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal yang digunakan manajer dalam Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem dimana mampu mengolah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan untuk keperluan para Sistem informasi akuntansi akan membantu perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan kedalam bentuk informasi yang akurat dan terpecaya, sehingga banyak pihak yang memanfaatkan sistem informasi akuntansi untuk mencapai keunggulan bagi Perusahaan (Evi Sundari dkk, 2. Sistem informasi akuntansi lembaga perkreditan desa yang tidak berfungsi dengan baik dapat meningkatkan kemungkinan penipuan, tidak kelengkapan data seperti adanya kehilangan data nasabah saat penginputan yang dilakukan staf atau karyawan LPD. Maraknya kasus hilangnya data akhir-akhir ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang baiknya sistem yang digunakan. Laporan keuangan yang akurat dan menyeluruh diperlukan untuk menilai kinerja LPD. Partisipasi pengguna sistem informasi merupakan aktivitas pribadi dalam tahap pengembangan sistem informasi akuntansi, yang menunjukkan seberapa besar partisipasi pengguna dalam proses pengembangan sistem informasi akuntansi. Partisipasi dapat meningkatkan kepuasan pengguna dengan menciptakan informasi dengan sistem informasi yang memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian Yonasia dkk . menyatakan bahwa partisipasi pengguna sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja kinerja Sistem yang baik dianggap sebagai faktor penting dalam pencapaian kinerja yang lebih besar terutama dalam proses pengambilan keputusan. Semakin baik kualitas sistem informasi akuntansi yang meliputi: mudah digunakan, akses yang cepat, handal, fleksibel, dan aman melindungi data pengguna maka pengguna sistem akan merasa puas (Marten Ngogo Nguji dkk, 2. Sistem yang baik dianggap sebagai faktor penting dalam pencapaian kinerja yang lebih besar terutama dalam proses pengambilan keputusan. Semakin baik kualitas sistem informasi akuntansi yang meliputi: mudah digunakan, akses yang cepat, handal, fleksibel, dan aman melindungi data pengguna maka pengguna sistem akan merasa puas (Friska Septriyanda Patraini dkk, 2. Sistem informasi berkaitan erat dengan perilaku individu dalam menilai sistem informasi dengan melakukan evaluasi, pemakai sendiri dapat dikaitkan dengan sikap dan kepercayaan pemakai terhadap suatu barang maupun jasa (Maria Kulwiala dkk, 2. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Metode Lokasi penelitian diadakan di LPD Desa Adat Munggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari hasil dokumentasi yang melakukan Pengumpulan Data dengan cara meminta data Ae data atas laporan keuangan. Hasil Dan Pembahasan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan suatu instrument organisasional yang tergabung ke dalam bagian Sistem Informasi dan Teknologi (SIT) dirancang untuk membantu pengelolaan dan pengendalian bidang ekonomi-keuangan suatu perusahaan. Fungsi utama Sistem Informasi Akuntansi adalah memproses transaksi keuangan dan non keuangan yang berpengaruh langsung terhadap proses transaksi keuangan (Fathul Hilal Perdanakusuma, 2. Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan/group dari sub / sistem / bagian / komponen / apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem Informasi Akuntansi juga didefinisikan sebagai rangkaian dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan (Perdanakusuma & Simanjorang, 2. SIA mengumpulkan data transaksi dari berbagai sumber dalam perusahaan, seperti penjualan, pembelian, pembayaran, dan penerimaan kas. Informasi yang dihasilkan SIA digunakan oleh berbagai pihak, seperti manajemen perusahaan, pemegang saham, kreditur, dan regulator untuk mengevaluasi kesehatan keuangan, kinerja dan potensi Dari definisi diatas. Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kumpulan struktur dan prosedur berbasis teknologi informasi, yang bekerja bersama, dengan tujuan untuk mengubah data-data keuangan menjadi informasi keuangan yang berguna bagi Kinerja karyawan adalah tolak ukur dari keberhasilan di LPD. Dengan adanya teknologi sistem informasi akuntansi diharapkan karyawan dapat menyelesaikan tugas tepat waktu dan informasi yang dihasilkan dapat dipercaya dan dapat diandalkan, semakin baik sistem informasi akuntansi, maka pengguna sistem informasi akuntansi akan merasa puas diikuti dengan kinerja karyawan yang meningkat (Fathul Hilal Perdanakusuma. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi di dalam suatu LPD dapat memudahkan perusahaan dalam mengelola informasi di sektor keuangan maupun non keuangan sebagai dasar untuk mengambil keputusan demi mencapai tujuan perusahaan tersebut. Pernyataan ini diperkuat berdasarkan hasil penelitian (Sopian & Suwartika, 2. yang menjelaskan bahwa sistem informasi akuntansi memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja karyawan di LPD. Prinsip Ae prinsip sistem informasi akuntansi yang ditetapkan di LPD Desa Adat Munggu yaitu dijelaskan sebagai berikut: Transparansi Sistem Informasi Akuntansi harus mampu menyediakan data yang akurat dan terpercaya untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Setiap transaksi dicatat Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 secara teliti agar informasi keuangan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi keuangan LPD. Menyediakan informasi secara tepat dan akurat Menurut data yang didapat bahwa LPD Desa Adat Munggu di akhir tahun diadakan RAT (Rapat Akhir Tahu. yang dimana dihadiri oleh seluruh kepala keluarga dan karyawan LPD Desa Adat Munggu. Yang dimana informasi yang diberikan saat rapat tersebut berupa Laporan Keuangan. Informasi keuangan LPD diutarakan pada saat rapat bersama seluruh warga desa adat munggu, selain itu diadakan rapat bersama sabha desa dan klian desa. Hal ini menandakan bahwa LPD Desa Adat Samuan menyediakan informasi secara tepat waktu dan akurat. Keterbukaan informasi Keterbukaan informasi dalam sebuah lembaga seperti LPD, sangat diperlukan karena akan mempengaruhi kepercayaan dari nasabah maupun calon nasabah yang akan melakukan transaksi di LPD. Namun lain halnya yang terjadi di LPD Desa Adat Munggu, menurut informasi bahwa bunga dan deposito perbulan dan pertahunnya. Jangka Waktu 1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan Tabel 2 Keterbukaan Informasi Bunga Deposito Bunga Deposito Perbulan Pertahun 0,40 % 4,8% 0,45% 5,5% 0,50 % 6,0% 0,55 % 6,6% Menurut data yang diperoleh, perhitungan bunga deposito pada tanggal yang sama pada bulan berikutnya. Bunga dibukukan langsung pada rekening tabungan nasabah bersangkutan. Apabila deposito sudah jatuh tempo maka bunga akan mengikuti bunga pada saat itu. Keamanan dan Kerahasiaan Keamanan dan kerahasiaan informasi di LPD sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat desa dan melindungi data sensitif terkait nasabah serta tarnsaksi keuangan. Sistem Otorisasi Akses Akses ke sistem informasi dan data keuangan hanya diberikan kepada staf di LPD. Setiap penggunaan memiliki hak akses sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan, dan akses tersebut diawasi secara ketat untuk mencegah Misalnya, bagian administrasi mungkin memiliki akses untuk mencatat transaksi, sementara bagian manajemen memiliki hak untuk mengakses laporan keuangan secara menyeluruh. Pembagian peran ini mencegah akses yang tidak perlu atau tidak sesuai fungsi kerja. Penggunaan Kata Sandi (Passwor. yang aman Setiap staf LPD memiliki username dan password pribadi yang harus dirahasiakan dan diperbaharui secara berkala. Password yang kuat dan otentikasi dua faktor . FA) jika memungkinkan akan menambah tingkat keamanan. Setiap Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 karyawan juga memiliki ID pengguna dan kata sandi yang unik untuk masuk ke Penggunaan ID pribadi memungkinkan pelacakan aktivitas setiap pengguna, sehingga memudahkan dalam audit atau pengawasan jika terjadi aktivitas yang mencurigakan. Sistem Cadangan (Backu. Data keuangan dicadangkan secara berkala ke media yang aman untuk mencegah hilangnya data penting akibat kegagalan sistem, cadangan ini disimpan di lokasi yang aman oleh staf yang berwenang. Misalnya setiap hari atau mingguan sesuai kebutuhan operasional LPD, dengan cadangan yang konsisten, risiko kehilangan data akibat kegagalan sistem atau human error dapat diminimalkan. LPD biasanya menggunakan beberapa jenis cadangan seperti full backup . encadangkan data secara lengka. , incremental backup . anya mencadangkan perubahan yang terjadi sejak cadangan terakhi. , differential backup . encadangkan perubahan sejak pencadangan penuh terakhir, memudahkan pemulihan data dengan lebih cepat dibandingkan incrementak backu. Pengendalian internal yang kuat SIA di LPD harus dirancang agar bisa meminimalkan risiko penyelewengan atau kesalahan dalam transaksi. Pengendalian internal yang baik juga mencakup pemisahan tugas sehingga tidak ada satu pihak yang menguasai proses transaksi. Pemisahan tugas Di LPD tugas Ae tugas kritis seperti pencatatan transaksi, pengesahan, dan penyimpanan kas dipisahkan dan dilakukan oleh staf yang berbeda. Contohnya, staf yang mencatat transaksi tidak boleh terlibat dalam proses verifikasi atau penyimpanan kas. Ini dapat mengurangi risiko satu orang menguasai seluruh proses transaksi yang dapat membuka peluang kecurangan. Sistem pengendalian kas LPD menerapkan pengawasan jetat terhadap penerimaan dan pengeluaran kas, pengendalian kas meliputi penggunaan brankas yang aman, pembatasan akses fisik hanya bagi staf yang berwenang, serta pencatatan semua transaksi kas secara rinci dan teratur. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan kas harian dan rekonsiliasi dengan laporan bank secara berkala. Proses pencatatan yang tepat dan rinci Semua transaksi di LPD harus dicatat dengan tepat dan detail untuk memastikan keakuratan laporan keuangan. Setiap transaksi dicatat sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, termasuk memasukkan tanggal, nilai transaksi, dan deskripsi yang jelas. Pencatatan rinci ini memudahkan dalam pelacakan transaksi dan audit keuangan. Kepatuhan pada standar akuntansi Di LPD sangat penting untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Standar akuntansi menyediakan panduan yang terstruktur dalam penyusunan dan pelaporan keuangan, sehingga memudahkan LPD dalam mengelola keuangan secara profesional dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 . Pelaporan keuangan berkala dan tepat waktu LPD diharuskan untuk menyusun laporan keuangan secara berkala seperti laporan keuangan bulanan, twiwulanan, dan tahunan. Penyusunan laporan keuangan yang tepat waktu ini memastikan bahwa informasi keuangan selalu tersedia dan relevan bagi pemangku kepentingan. Keterlambatan dalam pelaporan keuangan bisa menimbulkan keraguan mengenai transparansi dan pengelolaan keuangan di LPD. Peningkatan kompetensi staf di bidang akuntansi LPD perlu melakukan pelatihan dan pendidikan bagi stafnya, terutama yang bertanggungjawab di bidang keuangan, agar para karyawan memahami dan menerapkan standar akuntansi dengan benar. Kompetensi ini juga membantu karyawan dalam memahami perubahan terbaru pada standar akuntansi yang mungkin relevan. Pelaporan yang transparan kepada pemangku kepentingan Laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi memungkinkan LPD untuk melaporkan keuangan secara transparan kepada para pemangku kepentingan termasuk masyarakat desa, pemerintah daerah, dan Transparansi ini membantu menjaga kepercayaan masyarakat dan pihak berwenang tehadap integritas operasional LPD. Pengakuan dan pengukuran yang tepat LPD wajib mengakui dan mengukur setiap transaksi keuangan dengan tepat sesuai dengan standar akuntansi berlaku. Misalnya, aset tetap seperti bangunan atau peralatan harus di catat sesuai nilai perolehannya dan disusutkan setiap tahun. Pengukuran yang tepat menghindari manipulasi angka dalam laporan keuangan dan memberikan gambaran yang benar mengena posisi keuangan LPD. Keterpaduan Data Data yang ada di dalam SIA harus terintegritas dengan baik, sehingga berbagai fungsi di dalam LPD seperti akuntansi, pelaporan, dan audit bisa menggunakan data yang sama. Hal ini mencegah terjadinya duplikasi dan inkonsistensi data. Sistem pencatatan dan pengelolaan kas yang terpadu Kas merupakan salah satu aset paling penting di LPD, dan pencatatan kas harus terintegritas dengan seluruh sistem transaksi lainnya. Sistem pengelolaan kas yang terpadu memungkinkan pencatatan otomatis setiap kali terjadi transaksi yang melibatkan kas, baik dalam bentuk penerimaan maupun pengeluaran. Hal ini membantu LPD untuk mengontrol dan memantau saldo kas secara real-time, mengurangi risiko kesalahan pencatatan atau kekurangan kas. Pengelolaan data nasabah yang tepadu LPD memiliki berbagai informasi nasabah, seperti data pribadi, data pekerjaan, data pendapatan, dan riwayat pinjaman. Data nasabah ini harus dikelola dalam sistem yang terintegrasi agar mudah diakses dan diperbaharui oleh petugas yang berwenang. Dengan keterpaduan data nasabah. LPD dapat lebih mudah dalam menilai kelayakan pinjaman, mengelola risiko kredit, dan memberikan pelayanan yang lebih personal kepada setiap nasabah. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 . Sistem informasi akuntansi yang terintegritas LPD membutuhkan sistem informasi akuntansi yang terintegritas untuk mencatat dan mengelola seluruh aktivitas keuangan, termasuk pendapatan, pengeluaran, pengelolaan aset, dan kewajiban. Sistem akuntansi yang terintegritas memastikan bahwa seluruh data keuangan tercatat secara otomatis dan konsisten pada berbagai laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas. Dengan begitu LPD dapat menyusun laporan keuangan yang akurat dan sesuai standar akuntansi tanpa perlu menggabungkan data dari berbagai sumber. Kemudahan dalam pelaporan dan analisis SIA harus mampu menyediakan laporan keuangan yang mudah diakses, dipahami, dan diinterpretasikan oleh pengelola LPD maupun pihak terkait lainnya, seperti auditor. Ini termasuk kemampuan untuk menghasilkan laporan keuangan periodik dan laporan lain yang mendukung evaluasi kinerja keuangan. Sistem pelaporan yang efisien membantu LPD dalam memberikan informasi yang relevan kepada manajemen, regulator, dan masyarakat desa. Dengan sistem yang memungkinkan analisis data secara menyeluruh. LPD dapat mengidentifikasi trend, meminimalkan risiko, serta merencanakan strategi yang lebih baik. Efisiensi operasional Efisiensi dalam operasional LD memastikan bahwa setiap sumber daya digunakan secara optimal untuk menghasilkan nilai terbaik bagi masyarakat desa. Penggunaan sistem informasi yang terintegritas Sistem informasi yang terintegritas memungkinkan LPD mengelola data transaksi, kas, dan nasabah dalam satu platform. Dengan adanya sistem ini, pengolahan data dapat dilakukan secara otomatis dan akurat, sehingga mengurangi kesalahan dan mempercepat proses kerja. Sistem ini juga membantu petugas LPD dalam mengakses informasi dengan cepat, yang sangat penting untuk mempercepat pelayanan nasabah dan menyusun laporan keuangan. Simpulan Berdasarkan pembahasan diatas maka simpulan yang dapat penulis lakukan adalah praktek kerja lapangan pada LPD Desa Adat Munggu dengan mengambil topik menganalisis sistem informasi akuntansi terhadap kinerja karyawan sebagai berikut. Dari praktek kerja lapangan yang telah dilakukan penulis mampu mendapatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan lebih luas, menjadi lebih siap untuk menjadi pekerja yang aktif dan produktif, dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki melalui berbagai pekerjaan yang telah diberikan, mampu beradaptasi dalam lingkungan kerja, dapat menumbuhkan sikap dan perilaku gigih, kreatif, berkompetensi, profesiona serta bertanggung jawab. Hasil analisis yang telah dilakukan didapat kinerja karyawan LPD Desa Adat Munggu kurang mengimplementasikan prinsip-prinsip sistem informasi akuntansi seperti transparansi, keamanan dan kerahasiaan, pengendalian internal yang kuat, kepatuhan pada standar akuntansi, keterpaduan data, kemudahan dalam pelaporan dan analisis, efisensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek rincian tugas dan tanggung jawab, masih adanya rangkap jabatan dari pengurus LPD. Dalam pengelolaan keuangan di LPD, prinsip kehati-hatian tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Daftar Pustaka