Pembuatan Sistem Informasi Perencanaan Stok Barang Berbasis Website Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Studi Kasus : Toko Jaya Sembako Bagas Syafiq Aero Pradana1. I Gde Agung Sri Sidhimantra2 Manajemen Informatika. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang Gang II. Kec. Wonokromo. Kota Surabaya. Jawa Timur 60231 21064@mhs. 2igdesidhimantra@unesa. AbstrakAi Perkembangan teknologi informasi mendorong pembuatan sistem Informasi manajemen stok berbasis web untuk Toko Jaya Sembako guna meningkatkan efisiensi pengelolaan Sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko stok berlebih atau kurang, sekaligus memastikan ketersediaan produk. Selama ini, pencatatan stok dilakukan manual sehingga rawan kesalahan, sehingga diperlukan solusi otomatis berbasis teknologi. Penelitian ini mengadopsi metode Rapid Application Development (RAD) untuk mempercepat proses pengembangan melalui iterasi dan masukan pengguna, serta menerapkan Material Requirement Planning (MRP) guna mengoptimalkan perencanaan stok berdasarkan data permintaan dan inventaris. Sistem dibangun menggunakan PHP dan MySQL, memungkinkan pelacakan stok real-time, pencatatan akurat, dan pembuatan laporan pendukung Implementasi ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi UMKM dalam mengelola persediaan dengan lebih efektif. Kata kunciAi Sistem Infromasi. Meteodologi RAD. Metode MRP. Implementasi. Persediaan Stok AbstrakAi Advances in information technology have driven the development of a web-based inventory management system for Toko Jaya Sembako to improve stock management efficiency. The system is designed to minimize the risks of overstocking or shortages while ensuring product availability. Currently, inventory records are maintained manually, making them prone to errors, necessitating an automated technology-based solution. This study adopts the Rapid Application Development (RAD) methodology to accelerate system development through iterations and direct user feedback, alongside Material Requirement Planning (MRP) to optimize stock planning based on demand and inventory data. The system is built using PHP and MySQL, enabling real-time stock tracking, accurate record-keeping, and decision-supportive This implementation is expected to provide a practical solution for MSMEs (Micro. Small, and Medium Enterprise. to manage inventory more effectively. KeywordAi Information System. RAD Methodology. Implementation. Inventory Stock PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang pesat, tentunya membawa dampak dan manfaat yang telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor salah satunya perkembangan sistem informasi. Dalam era digital saat ini, sudah banyak perusahaan besar maupun toko kecil yang telah memanfaatkan dan menggunakan sistem informasi untuk alat bantu dalam mencapai tujuan promosi ataupun mencari keuntungan guna meningkatkan efisiensi dan daya Salah satu aspek yang sangat penting adalah penerapan sistem informasi dalam proses bisnis, terutama merencanakan jumlah persediaan stok barang dalam mengembangkan kebutuhan toko untuk menentukan persediaan stok barang yang akan dipesan kembali pada pemilik took . Toko Jaya Sembako merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang perdagangan kebutuhan pokok. Seperti halnya UKM lainnya. Toko Jaya Sembako masih menggunakan sistem manual dalam melakukan pengelolaan stok barang ditokonya. Dalam proses ini seringkali menimbulkan berbagai permasalahan seperti pencatatan yang kurang akurat, resiko kehilangan data, serta kesulitan dalam memantau persediaan barang. Hal ini dapat berdampak pada keefisienan operasional toko dan potensi kerugian akibat tidak terpantau dengan baik alur perencanaan stok barang. Maka dari itu, pembuatan sistem informasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dan operasional sistem manajemen stok barang di Toko Jaya Sembako . Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu sistem informasi yang dapat mempermudah proses pengelolaan barang menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) secara efektif yang bertujuan untuk mempermudah proses perencanaan dan pengendalian stok barang sesuai dengan kebutuhan toko. Dengan adanya sistem berbasis website, diharapkan Toko Jaya Sembako dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data stok barang, persediaan stok barang, planning dalam pemantauan stok barang, dan penyediaan laporan stok barang secara real-time. Selain itu, sistem ini juga memiliki fitur untuk mencatat keuntungan dan kerugian stok barang sehingga ketika terjadi kerugian yang tidak diinginkan akan segera diketahui dan memperbaikinya. Sistem informasi ini bisa membantu dan meningkatkan perkembangan mencatat secara otomatis yang ada pada toko jaya sembako, sehingga mempermudah untuk akses mempergunakan website yang akan dibuat pada toko jaya sembako . Dalam penelitian ini, menggunakan metodologi RAD (Rapid Application Developmen. digunakan sebagai metodollogi penelitian dan pengembangan sistem. Metode ini dipilih karena alur kerja yang sistematis dan terstruktur, sehingga cocok untuk proyek perancangan sistem yang memiliki kebutuhan dan spesifikasi yang jelas sejak awal. Dengan menggunakan metodologi RAD (Rapid Application Developmen. , proses perancangan sistem dapat dibagi ke dalam tahapan yang jelas mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi persediaan planning stok barang berbasis website di Toko Jaya Sembako menggunakan metodologi RAD (Rapid Application Developmen. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional toko jaya sembako . II. TINJAUAN PUSTAKA Stok Barang Stok barang adalah barang yang disimpan oleh toko untuk dijual kembali pada waktu tertentu. Stok harus selalu tersedia dan mencukupi agar tidak terjadi kehabisan, serta jumlahnya harus selalu diperbarui. Pemilik toko perlu mengelola stok dengan pencatatan yang baik agar proses pemasaran tidak Pada pencatatan toko pun harus berbeda- beda kategori untuk jumlah stok barang semisal tanggal barang masuk harga barang, harga jual dan kuantitas. Tentunya, hasil dari stok barang ini harus membutuhkan kejelian yang tinggi agar tidak salah saat mengatur pencatatan pada toko dikemudian harinya Website Website merupakan halaman yang menampilkan suatu project yang dapat terhubung antara halaman dengan isinya. Website juga mempunyai tampilan yang berupa isi teks, tampilan gambar yang bergerak maupun yang tidak bergerak, suara, video dan internet untuk mengakses pada suatu tampilan website tersebut . jumlah, serta waktu kebutuhan bahan dan barang tertentu. Dalam kasus Toko Jaya Sembako, penerapan metode MRP sangat penting untuk memastikan barang-barang yang dibutuhkan selalu tersedia dan mengurangi risiko kerugian dengan menganalisis barang yang sering maupun jarang dibeli oleh pelanggan. Blackbox Testing Blackbox Testing merupakan teknik pengujian perangkat lunak di mana pengetahuan detail tentang struktur aplikasi tidak diperlukan. Fokusnya hanya pada aspek-aspek mendasar dari sistem yang berjalan. Pengujian menggunakan black box testing umumnya lebih cepat dalam pelaksanaannya. Pengujian perangkat lunak dengan metode ini memerlukan perangkat lunak dan alat pendukung untuk menjalankan proses otomatisasi. SUS (System Usability Scal. Merupakan metode yang cepat untuk dikelola dan murah untuk digunakan, terlebih jika dilakukan secara online. Metode SUS merupakan salah satu cara yang paling efisien untuk mengumpulkan data yang valid secara statistik dan memberikan hasil skor yang jelas dan cukup tepat. Para responden akan memberi penilaian untuk setiap pertanyaan berdasarkan skala 1 sampai 5 berdasarkan seberapa setuju mereka dengan pernyataan yang ada di dalam kuesioner SUS. Skala 5 berarti sangat setuju, sedangkan skala 1 berarti sangat tidak setuju . METODOLOGI PENELITIAN Pada tahap ini menjelaskan tentang bagaimana alur mengembangkan sistem informasi website stok barang, serta mendapatkan tujuan awal dari pencapain peneliti . Rapid Application Development (RAD) Metode Rapid Application Development (RAD) adalah sebuah metode untuk menekan mengecilkan waktu yang dibutuhkan atau diperlukan untuk mendesain serta mengimplementasikan sistem informasi sehingga dihasilkan siklus pembuatan sistem yang sangat pendek, tidak memerlukan banyak waktu yang terlalu panjang dan terbuang sia-sia. Adapun tahap-tahap dalam Metodologi Rapid Application Development (RAD) . Metode MRP (Material Requirement Plannin. MRP (Material Requirement Plannin. merupakan suatu metode pendekatan yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan dan komponen dalam usaha kecil menengah. Metode ini membantu memastikan ketersediaan bahan yang diperlukan dengan tepat sehingga toko dapat mengetahui jenis. Gambar 1. Alur Penelitian A. Identifikasi Masalah Pada bagian ini peneliti harus melakukan identifikasi masalah apa saja yang dialami pada sistem informasi stok barang toko jaya sembako. Analisis dan identifikasi masalah ini dilakukan peneliti untuk mengetahui apa saja kebutuhan toko jaya sembako untuk mencari solusi pada toko jaya sembako sebagai akses untuk pencatatan data persediaan barang dan perencanaan barang. Identifikasi masalah ini bertujuan untuk mengetahui sebuah permasalah yang dialami pada toko jaya sembako, sehingga dapat berjalan dengan efisien dan menghindari tidak kesesuain dalam melakukan penelitian. Pengumpulan Data Pada bagian ini peneliti melakukan pengumpulan data, pencarian data dan informasi sebagai penunjang dalam pembuatan sistem yang akan dikembangkan berkaitan dengan masalah yang telah diangkat. Peneliti melakukan pencarian data ini melalui artikel atau jurnal terdahulu agar dapat menunjang kebutuhan sistem serta dapat menghasilkan sebuah produk yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Pengumpulan data ini dilakukan dengan tujuan memperkuat teori penelitian yang sedang dilaksanakan untuk melandasi proses pengujian serta analisis yang akan dikerjakan dan juga dapat membantu dalam melakukan analisis sistem serta mengatur strategi yang lebih baik dalam penelitian. adapun teori yang dilakukan penulis untuk melakukan pengumpulan data sebagai berikut. Observasi Melakukan observasi untuk membuat informasi data atau penelitian yang berkaitan dengan subjek peneliti yang akan dikembankan sebagai sumber data yang objektif . peneliti melakukan observasi pada toko jaya sembako untuk dijadikan pengembangan terhadap sistem yang akan dibuat, selain itu bertujuan untuk menganalisa dan mengobservasi tempat yang akan diterapkan pada toko jaya sembako ini untuk dijadikan wawasan sehari-hari toko saat aktivitas toko dan yang tantangan yang akan dihadapi oleh toko . Wawancara Peneliti melakukan wawancara kepada pemilik toko jaya sembako untuk mencari permasalahan yang dihadapi toko, selain itu bertujuan untuk mendapatkan informasi perkembangan seputar toko jaya sembako. membuat pertanyaan yang berkaitan dengan poin yang diteliti, selain itu juga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang toko jaya sembako untuk mendukung kebutuhan pada sistem dan data . Studi Literatur Melakukan pencarian sumber informasi dan pengumpulan data sebagai informasi yang berkaitan dengan tujuan dari masalah yang akan diangkat. peneliti mencari informasi dan kebutuhan melalui artikel maupun jurnal sebagai penunjan jalan nya sistem pada toko jaya sembako untuk dijadikan penelitian yang relevan terhadap sistem informasi berbasis website, sehingga dapat bermanfaat bagi pengguna dan masyarakat yang membutuhkan . studi literatur ini bertujuan untuk penguatan dalam teori penelitian yang akan dilaksanakan pada peneliti, pada dasarnya hal ini melalui proses pengujian dan analisis artikel, jurnal dan karya ilmiah sebagai acuan untuk penunjang penelitian yang berhubungan pada metodologi RAD (Rapid Application Developmen. studi literatur ini juga dijadikan metode MRP (Material Requirement Plannin. untuk barang keluar dan barang kadaluarsa berbasis website, sehingga dapat menjadi penelitian yang bermanfaat bagi peneliti serta dalam analisis dan teknik yang dilakukan. Perancangan Sistem Pada tahap penelitian ini penulis membuat perancangan sistem informasi perencanaan stok barang pada toko jaya sembako yang memiliki tahap proses sebagai berikut ini. Peneliti menganalisis kebutuhan Toko Jaya Sembako untuk merancang sistem informasi perencanaan stok Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kebutuhan fungsional maupun non-fungsional yang akan diterapkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan operasional Toko Jaya Sembako secara efektif. Pada perancangan system dibagi menjadi 2 proses yaitu proses bisnis took dan proses sistem bisnis toko : Proses Bisnis Toko Gambar 2. Proses Bisnis Toko b. Proses Sistem Bisnis Toko Gambar 5. Class Diagram Activity Diagram Diagram yang digunakan untuk menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dalam suatu sistem atau proses awal hingga akhir. Login Admin Gambar 3. Proses Sistem Bisnis Toko Usecase Diagram Gambar 6. Activity Login Admin Tambah Kode dan Satuan Barang Gambar 4. Use Case Diagram Class Diagram Gambar 7. Activity Tambah Kode dan Satuan Barang Input Barang Masuk Gambar 10. Activity Planning Stock Barang Gambar 8. Activity Barang Masuk Barang Tersedia Input Barang Terjual Gambar 11. Activity Barang Terjual Laporan Barang Gambar 9. Activity Barang Tersedia Planning Stock Barang Gambar 12. Activity Laporan Barang Implementasi Sistem Proses ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan jenis barang dengan jumlah yang tepat dan pada waktu yang sesuai, sehingga operasional bisnis dapat berjalan lancar tanpa kekurangan atau kelebihan stok. Laptop MSI Thin GF63 12UCX Figma Visual Studio Code XAMPP Draw. MySQL Google Chrome Microsoft Word Microsoft Edge Hardware Software Software Software Software Software Software Software Software Gambar 13. Proses MRP Menjelaskan dalam perencanaan adalah menentukan pertama jenis barang yang dibutuhkan Ini bisa berdasarkan data penjualan sebelumnya, tren pasar, atau kebutuhan spesifik dari toko. Jenis barang yang diprioritaskan biasanya adalah barang yang memiliki tingkat penjualan tinggi atau yang sedang mengalami permintaan meningkat. Kedua menentukan jumlah barang yang harus dipesan atau disediakan . Keputusan ini biasanya didasarkan pada analisis data stok sebelumnya dan perkiraan kebutuhan dalam periode tertentu. Ketiga menentukan waktu pemesanan dan pengadaan barang. Waktu pemesanan harus mempertimbangkan faktor seperti waktu pengiriman dari pemasok, kecepatan perputaran stok, dan stok yang laku banyak pada saat dijual atau barang terjual. Kebutuhan Pengguna Kebutuhan Pengguna ini merupakan kebutuhan yang digunakan untuk pengguna sebagai ujicoba sistem. Berikut kebutuhan pengguna dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini. Tabel 3. Kebutuhan Pengguna No. Perangkat Laptop Microsoft Edge/Google Chrome Kebutuhan Hardware Software Desain Sistem Tampilan Halaman Login IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Sistem Perencanaan Sistem Kebutuhan Fungsional Kebutuhan Fungsional ini merupakan kebutuhan yang digunakan untuk proses pengembangan website. Berikut kebutuhan fungsional dapat dilihat pada table dibawah ini. Gambar 14. Halaman Login Tampilan Side Bar Tabel 1. Kebutuhan Fungsional No. Hak Akses Admin Skenario Melakukan Login Mengelola kode dan satuan Menambah data barang Mengedit data barang Menghapus data barang Mencetak laporan Melihat data barang tersedia dan planning barang Gambar 15. Halaman Side Bar Tampilan Halaman Dasboard Kebutuhan Non-Fungsional Kebutuhan non-fungsional ini merupakan kebutuhan untuk mengetahui komponen apa saja yang akan digunakan untuk membangun sistem infromasi. Berikut kebutuhan non-fungsional dapat dilihat pada tabel 4 2. dibawah ini. Tabel 2. Kebutuhan Non-Fungsional No. Perangkat Kebutuhan h. Tampilan Halaman Input Barang Terjual Gambar 16. Halaman Dasboard Tampilan Halaman Tambah Kode dan Satuan Barang Gambar 17. Halaman Kode dan Satuan Barang Tampilan Halaman Input Barang Masuk Gambar 21. Halaman Barang Terjual Tampilan Halaman Laporan Barang Gambar 22. Halaman Laporan Barang Implementasi MRP Implementasi MRP ini untuk menjalankan alurnya system informasi website, sebagai perumusan proses yang dimulai dengan pengumpulan data relevan, seperti penjualan historis, tingkat permintaan, dan stok barang yang tersedia, yang menjadi acuan untuk menghitung kebutuhan material. MRP ini menghitung kebutuhan barang dengan mempertimbangkan nama barang, jenis barang dan juga waktu pemesanan barang. Seperti Gambar 23 Implementasi Metode MRP dibawah ini. Gambar 18. Halaman Barang Masuk Tampilan Halaman Barang Tersedia Gambar 23. Implementasi Metode MRP Gambar 19. Halaman Barang Tersedia Tampilan Halaman Planning Stock barang Gambar 24. Codingan Waktu Pengadaan Blm Diatur Gambar 20. Halaman Planning Stock Barang Gambar 24 diatas Menjelaskan untuk pengadaan barang ini terhitung dari 3 hari saat barang yang terjual dan barang yang kurang dari 10 jadi pengadaan barang otomatis diatur seperti gambar 23 diatas Bernama Beras berjumlah 5 Kg, seperti contoh barang terjual beras tanggal 24/5/2025 akan mengadakan barang atau membeli barang lagi pada tanggal yang sudah ditentukan oleh server 3 hari kemudian pada pengadaan barang seperti tanggal 27/5/2025. Gambar 25. Codingan Tanggalan Diatur Gambar 25 diatas Menjelaskan untuk pengadaan barang ini kalau barang lebih dari 10 maka tidak bisa untuk mengatur waktu seperti pengadaan barang pada gambar 23. Bernama gula berjumlah 30 Kg Jadi akan muncul notif AuWaktu Pengadaan Belum DiaturAy. Skenario Pengujian Memasukkan username dan password lalu klik masuk Tidak Username dan password lalu klik masuk Memasukkan password lalu klik masuk Memasukkan dengan benar Hasil Yang Diharapkan Sistem Hasil Pengujian Valid Sistem Valid Sistem Valid Menu barangmasuk,bara ngtersedia,plannin stockbarang,baran bisa diakses dan Bisa Kembali kehalaman masuk Valid Valid Skenario Pengujian Bisa nama, kode, gambar dan satuan barang Bisa mengedit masingmasing barang Bisa masingmasing barang Hasil Yang Diharapkan Data bisa muncul di tabel tambah barang Data berhasil diedit dan tampilan tabel akan berubah Data berhasil dihapus dan tampilan tabel akan berubah secara realtime Hasil Pengujian Valid Valid Valid Sistem masuk ke halaman utama/dashboard Tabel 7. Halaman Barang Masuk Valid No. Valid Tabel 5. Pengujian Halaman Dasboard Skenario Pengujian Apakah bisa semua menu Menu bisa diakses Pengujian Halaman Input Barang Masuk Pengujian Halaman Dasboard No. Valid Tabel 6. Pengujian Kode dan Satuan Barang Tabel 4. Pengujian Halaman Login No. Klik dipojok kanan Menu bisa diakses Pengujian Halaman Tambah Kode dan Satuan Barang No. Pengujian Sistem Pengujian Blackbox Testing Pengujian Halaman Login pada halaman Klik Klik Klik ,planning dan laporan Hasil Yang Diharapkan Semua menu pada bisa diakses Hasil Pengujian Valid Skenario Pengujian Masuk Membuka nama, tanggal, harga jual lalu Klik halaman Hasil Yang Diharapkan Menampilkan barang yang ada Dapat menampilkan barangmasuk dan menyimpan data Hasil Pengujian Valid Dapat menampilkan halaman edit dan Valid Valid dan mengubah Menghapus Klik PDF barang halaman PDF Dapat menghapus data barangmasuk dan terupdate secara real-time Dapat mendownload dan barangmasuk secara PDF Valid Valid Pengujian Halaman Barang Tersedia Menghapus data Klik download PDF halaman PDF Tabel 8. Pengujian Halaman Barang Tersedia No. Skenario Pengujian Membuka Klik PDF barang halaman PDF Hasil Yang Diharapkan Dapat menampilkan Dapat mendownload dan secara PDF Hasil Pengujian Valid Valid Pengujian Halaman Planning Stock Barang Tabel 9. Pengujian Halaman Plannign Stock Barang No. Skenario Pengujian Membuka Menghapus Klik download PDF halaman PDF Hasil Yang Diharapkan Dapat Dapat menghapus ng dan terupdate secara real-time Dapat mendownload dan ng secara PDF Hasil Pengujian Valid Valid Valid Pengujian Halaman Input Barang Terjual Tabel 10. Pengujian Halaman Barang Terjual No. Skenario Pengujian Masuk halaman Hasil Yang Diharapkan Menampilkan barang yang ada Hasil Pengujian Valid Membuka nama, tanggal, harga jual lalu klik simpan Membuka dan mengubah Menampilkan halaman tambah dan menyimpan Dapat dan mengubah Dapat menghapus data Dapat secara PDF Valid Valid Valid Valid Pengujian Sistem Usability Scale (SUS) System Usability Testing Scale ini digunakan untuk percobaan pada pengguna untuk memahami dan mengetahui beberapa fitur yang sudah dibuat oleh developer dan akan diuji cobakan kepada pengguna. Usability testing ini didemokan pada pengguna untuk uji coba sistem dan akan diberi kuesioner dengan pertanyaan yang sudah ditentukan . Untuk mengukur penggunaan SUS in mengacu pada skala likert, tiap jawaban akan dibuat skala 1-5 dengan beberapa pertanyaan. Dengan jawaban dibawah ini : Sangat Setuju nilai 5 Setuju nilai 4 Cukup Setuju nilai 3 Tidak Setuju nilai 2 Sangat Tidak Setuju nilai 1 Berdasarkan nilai dari pengguna dan pemilik toko hasil kuesioner akan diberikan tabel untuk menjumlah keseluruhan nilai yang sudah ditulis oleh responden dan pemilik toko. Maka dari itu semua hasil direkap sesuai dengan jawab responden dan pemilik toko seperti tabel 4 dibawah ini. Pada Hasil pengujian kuesioner diatas oleh berbagai responden ditunjukan pada tabel 4 11. Data nilai 1-5 (Ausangat tidak setujuAy sampai sangat setuj. belum diperhitungkan secara pengukuran rumus System Usability Scale (SUS). Maka dari itu perhitungan ada pada Dengan dihitung menggunakan perhitungan SUS seperti contoh dibawah ini : Pertanyaan dengan nomor ganjil, skala jawaban Pertanyaan dengan nomor genap, nilai 5 dikurang skala jawaban Jumlah skor akan tiap reponden akan ditotal menjadi Skor SUS di kali 2,5 Mencari rata rata dari semua jumlah respon yang ada Hasil pengujian SUS ini mendapatkan nilai rata-rata yang dibagi 30 dari jumlah responden menjadi 77,8. Maka dari itu bisa dikatakan pada sistem informasi stok barang berbasis web di Toko Jaya Sembako termasuk dalam kategori Good di skala Acceptability, pada skala grade C dikarenakan mendapatkan nilai 77,8 termasuk kategori yang bagus. gambar barang. Kedua, pengembangan aplikasi mobile untuk Toko Jaya Sembako dapat dipertimbangkan agar sistem lebih mudah diakses oleh pengguna. Terakhir, perbaikan tampilan sistem informasi website ini juga sangat penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan Hasil penelitian dan pengembangan sistem yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Sistem informasi ini dirancang untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan persediaan, yaitu ketidakseimbangan antara stok yang tersedia dengan permintaan. Dengan metode MRP, sistem mampu melakukan perhitungan kebutuhan stok secara akurat berdasarkan data penjualan, waktu pengadaan, dan persediaan saat ini serta ketersediaan stok barang terjamin. Sistem memberikan beberapa hasil yaitu yang pertama, menghilangkan masalah overstocking. Kedua, masalah kehabisan stok dan yang ketiga, proses pengelolaan stok yang sebelumnya manual dan rentan error kini menjadi terotomatisasi dan tepat Selain itu sistem dapat mengoptimalkan biaya operasional dengan memberikan rekomendasi pemesanan tepat waktu dan jumlah. Berdasarkan pengujian sistem yang menggunakan blackbox testing sistem ini terbukti valid, dimana percobaan pada blackbox testing berjalan sesuai dengan alur dan harapan yang diinginkan tanpa ada suatu kendala apapun, untuk pengujian SUS menghasilkan kategori Good di skala Acceptability, pada skala grade C dikarenakan mendapatkan nilai 77,8 termasuk kategori yang bagus. REFERENSI Saran