PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 7 KUPANG Jemi Reksen Rihi Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Author: jemireksen@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:. peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa . faktor penghambat guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 7 Kupang. Jenis penelitian mengunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru sosiologi, wali kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitians ini menunjukan bahwa, . peran guru sebagai guru sebagai pengelola kelas . uru diharapkan mampu mengelola seluruh kegiatan belajar mengajar dan menciptakan kondisi belajar yang dapat membuat siswa belajar lebih efektif dan efisie. , guru sebagai pembimbing . uru harus mampu menangani setiap masalah atau hambatan yang menyebabkan siswa kurang aktif dan fokus selama proses belajar mengaja. guru sebagai motivator . uru harus mampu membangkitkan semangat belajar siswa dan memberikan apresiasi yang lebih kepada sisw. guru sebagai evaluator . uru harus mampu memantau setiap perkembangan hasil belajar siswa secara keseluruhan dan membuat rangkuman guna menigkatkan kompetensi sisw. faktor penghambat peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa :Siswa merasa jenuh. etode yang digunakan oleh guru kurang bervariasi sehingga siswa merasa bosan saat mengikuti pelajara. , teman bergaul yang tidak baik (Teman bergaul yang tidak baik seperti teman yang menggunakan bahasa kotor dan gaya hidup yang tidak bai. , dan lingkungan keluarga, (Keluarga yang tidak harmonis akan memberi dampak negatif terhadap psikologi anak, guru sudah berusaha namun dalam pelaksanannya kurang berhasi. Kata Kunci : Peran Guru. Motivasi Belajar. Pelajaran Sosiologi ABSTRACT This qualitative study aims to determine: . the role of teachers in increasing studentsAo learning motivation . factors inhibiting teachers in increasing the studentsAo learning motivation at SMA Negeri 7 Kupang. The subjects of the study are sociology teachers, homeroom teachers, and students. The data are collected through observation, interviews, and documentation. The data are then analyzed through data reduction, data display, and conclusions. The study shows that . teacher as a classroom manager . eachers are expected to manage all the teaching and learning activities. create effectively and efficiently learning condition. teacher as mentor . eachers should be able to handle any studentsAo problems to be active and focused during the teaching and learning proces. teacher as motivator . eachers should be able to arouse the students' enthusiasm in learning and give more appreciation to and teacher as evaluator . eachers should be able to monitor the overall development of the studentsAo learning outcomes and to improve the studentsAo competenc. Factors inhibiting the role of teachers are: students feel bored . he method used by the teacher is less varie. bad social environments . e friends with those who have impolite language and bad lifestyle. and family environments . nharmonious families will have a negative impact on the children's psycholog. Keywords: Teacher's Role. Learning Motivation. Sociology Lessons PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan menjadi salah satu kajian menarik untuk dibahas. Seperti yang telah diketahui bersama pendidikan merupakan hal yang wajib untuk ditempuh oleh setiap orang. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan E-ISSN: 3026-6416 terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Dari pemaparan tersebut secara jelas disebutkan bahwa pendidikan merupakan hal yang penting bagi perkembangan kognitif dan sikap dalam kehidupan setiap orang. Untuk mendukung keberhasilan dalam dunia pendidikan, pemerintah tentu memberikan perhatian khusus terhadap komponen-komponen yang berperan dalam pendidikan itu sendiri. Salah satu komponen pendukung pendidikan yang sering diperbincangkan adalah pendidik. Dalam hal ini kualitas pendidik yaitu guru sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dari peserta didiknya dimasa mendatang. Peran guru dalam dunia pendidikan akan terus dibutuhkan dan akan menjadi tolak ukur dalam memajukan pendidikan dan pembelajaran dalam konsep yang menyiapakan sumber daya manusia yang unggul. Kurikulum yang bagus, model pembelajaran yang baik, strategi yang ampuh alat evaluasi yang canggih, manejemen yang super unggul tidak akan berjalan maksimal manakala peran guru ditiadakan atau dikesampingkan. Era super moderen yang di lengkapi berbagai fasilitas dan perkembangan teknologi yang begitu massif sampai kapanpun tidak akan bisa menggantikn peran, fungsi maupun posisi guru sebagai tenaga pendidik, namun era tersebut harus dijadikn para guru sebagai kesempatan untuk mengembangkan laju pengetahuan, skil, kreativitas, dan kompetensi sehingga akan menjadikannya seorang guru yang inspiratif. Guru akan berhasil dalam proses pembelajaran disekolah jika siswa itu mempunyai motivasi yang tinggi dalam belar, oleh karena itu guru menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa agar memperoleh hasil belajar yang optimal, (Arisanti et al. , 2. Motivasi belajar merupakan peranan yang khas sebagai penumbuh gairah dalam diri setiap individu, serta memunculkan perasaan penggerak semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi tinggi akan memiliki semangat dan banyak energi untuk melakukn kegiatan belajar sehari-harinya. Dengan adanya motivasi dari guru yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan sesuai arah tujuan yang memiliki latar belakang dan cakupan ilmu yang sangat Keberhasilan siswa dapat ditentukan oleh motivasi belajar yang dimilikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar cenderung prestasinya pun akan tinggi. Sebaliknya siswa yang motivasi belajarnya rendah akan rendah pula prestasi belajarnya. Dalam proses pembelajaran motivasi belajar merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang akan tetapi PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN dikarenakan tidak ada motivasi belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengarahkan segala Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 7 Kupang terdapat masalah yaitu: Pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih kurang terampil, karena media dan metode yang digunakan guru lebih bersifat ceramah, lebih banyak memberikan catatan dan siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapat dalam pengetahuan yang dimilikinya dalam bentuk nyata pada proses pembelajaran sehingga rendahnya motivasi dari dalam diri siswa untuk mengikuti pembelajaran, dan siswa kurang antusias dalam memahami apa yang disampaikan dan diterangkan oleh guru. Upaya yang di lakukan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu mengelola kelas yang baik pada proses pembelajaran berlangsung, menggunakan model pembelajran yang berfariasi, menggunakan media pembelajaran seperti power point dalam proses pembelajaran dengan menggunakan laptop, infokus serta memberikan dorongan atau reinforcement dan guru harus mampu menciptakan suasana kegiatan belajar yang sedemikian rupa dan serasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar mengajar akan beralangsung secara efektif dan terciptanya ruang kelas yang kondusif, karena apabila siswa telah termotivasi dalam belajar maka siswa akan mudah menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pengamatan yang peneliti lakukan, hingga saat ini ada beberapa hasil penelitian relevan yang dilakukan oleh Arisanti, . Menunjukan bahwa Peran guru dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi sudah terjalin dengan cukup baik dari segi peran guru dan aktivitas siswa pada proses pembelajaran sosiologi. Selanjutnya Khasanah, . Menunjukan bahwa . Peran guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan cara membuat RPP, menggunakan pembelajaran yang bervariatif dan dilengkapi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengajar. Dampak dari peran guru yaitu dengan cara atau metode yang guru gunakan dalam suatu pembelajaran dapat membuat siswa lebih semangat karena materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa dan pembelajaran lebih menyenangkan. Pentingnya penelitian dilakukan, karena peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan membimbing, mendorong, mengarahkan. Karena guru merupakan komponen yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik, terutama terkait dengan proses pembelajaran karena kreativitas sangat diperlukan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan menggali potensi peserta didik. Oleh karena itu peran dan tugas guru sangat penting. Maka dari itu, peneliti tertarik ingin mengetahui lebih dalam tentang PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN AuPeran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar SiswaAy. METODE Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif maksudnya data yang di kumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Untuk bermaksud memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek peneliti dengan cara gambaran holistik deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Wijaya . Penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (Natural Settin. , karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya disebut metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif (Abdussamad, 2. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Sesuai dengan judul penelitian ini, maka lokasi penelitian ini di laksanakan pada SMA Negeri 7 Kupang Jl. Frans Da Romes No. 66 C. Maulafa. Kec. Maulafa. Kota Kupang Prov. Nusa Tenggara Timur. Waktu Penelitian Waktu penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, mulai bulan Juni sampai bulan Juli 2023. Gantt Chart Terlampir. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang hendak diteliti oleh peneliti, yakni pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian. Winarni . Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (Pertimbanga. yaitu pengambilan sampel atau informan penelitian telah diperhitungkan dalam sebuah populasi dan sebelumnya telah diketahui dan diperhitungkan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah guru,wali kelas dan siswa SMA Negeri 7 Kupang. Teknik Pengumpulan Data PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Teknik pengumpulan data merupakan pencatatan peristiwa-peristiwa, hal-hal, keterangan-keterangan sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang dan mendukung penelitian. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa teknik. Observasi Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan pertolongan indra mata. Teknik ini bermanfaat sebagai berikut yaitu: mengurangi jumlah pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan tetapi cukup dilakukan observasi oleh wawancara, mengukur kebenaran jawaban pada wawancara. Adapun observasi menurut para ahli: menurut Luthfia & Zanthy . Observasi merupakan kegiatan pemuatan penelitian terhadap suatu Apabila dilihat pada proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dibedakan menjadi partisipan dan non partisipan. Selanjutnya menurut Setyawan & Purwanto . Observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang terdapat di lingkungan baik yang sedang berlangsung saat itu atau masih berjalan yang meliputi berbagai aktifitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan pengindraan. Observasi juga peneliti lakukan pada saat wawancara berlansung untuk melihat aktivitas, peristiwa dan tingkah laku informan saat berinteraksi dengan peneliti. Wawancara Wawancara adalah kegiatan tanya jawab untyk memperoleh informasi atau data. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan atau direkam secara audio, visual maupun audio-visual. Menurut widodo . wawancara dilakukan dengan cara tatap muka Jenis wawancara yang dipilih dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Dimana wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data memberikan informasi yang cenderung sama sehingga memastikan adanya keterbandingan data. Dalam wawancara terstruktur peneliti bertanya kepada responden atas dasar satu set pertanyaan spesifik yang telah disiapkan sebelumnya. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 guru sosiologi, 1 wali kelas dan 3 orang siswa. Untuk memudahkan kegiatan wawancara, maka disiapakan daftar pertanyaan buku, alat tulis, alat perekam, serta alat alat yang dibutuhkan saat Dokumentasi Dokementasi adalah kumpulan data yang berbntuk nyata dan proses yang dilakukan secara sistematis mulai dari pengumpulan hingga pengolahan data yang menghasilkan kumpulan dokumen. Menurut Arikunto, . dokumntasi adalah suatu cara mencari data PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN mengenai hal hal atau variabel yang berupa catatan, transkip buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat dan agenda. Dokumntasi digunakan untuk memberikan gambaran gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan untuk memperkuat data yang telah diperoleh. Dokumentasi pada penelitian ini mengambil foto foto, rekaman hasil wawancara, table Gantt Chart. Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukn dengan menggunakan kamera. Analisis Data Teknik analisis data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Sugiyono dalam (Rukajat, 2. Teknik anaisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif. Analisis data induktif adalah penarikan kesimpulan yang berangkat dari faktafakta khusus, untuk kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Model Miles dan Huberman (Wijaya, 2. Adapun langkah-langkah untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Reduksi Data Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada halhal yang penting, dicari tema dan polanya. Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Dalam penelitian kualitatif bahwa data kualitatif perlu direduksi dan dipindahkan untuk membuatnya lebih mudah diakses, dipahami dan digambarkan dalam berbagai tema dan pola. Reduksi data adalah lebih memfokuskan, menyederhanakan, dan memindahkan data mentah ke dalam bentuk yang mudah dikelola. Reduksi adalah membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus- gugus, membuat bagian, penggolongan dan menulis memo. Silviyana . Reduksi data dilakukan untuk menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data dan mencari informasi terkait peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 7 Kupang. Penyajian Data PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Penyajian data merupakan bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan Penyajian data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja melakukan Penyajian data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa grafik, matrik, jejaring kerja dan chart. Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajian data adalah bentuk matriks, grafik, jaringan, bagan, dan sebagainya. Semuanya dirancang untuk menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Khoiruman . Penyajian data dilakukan untuk mengumpulkan data penting yang di dapatkan dan menyusun dengan sebaik mungkin agar mudah dipahami oleh pembaca. Jadi, peneliti menyajikan data tentang peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 7 Kupang. Kesimpulan dan Verifikasi Kesimpulan merupakan temuan yang baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Kesimpulan dan Verifikasi merupakan data-data yang telah diperoleh dengan menggunakan metode induktif yang penarikan kesimpulan yang dinilai dari pernyataan atau fakta-fakta khusus menuju pada kesimpulan umum. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Dewi Sadiah . Kesimpulan dan Verifikasi dilakukan untuk mencari atau memahami makna, keteraturan penjelasan alur sebab akibat serta menyimpulkan semua data yang telah disusun dan disajikan. Seperti pengertian di atas peneliti mencocokkan atau mencari kebenaran tentang peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 7 Kupang. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 7 Kupang Peran guru dalam meningkatkan motiavasi peserta didik sangatlah penting dan berpengaruh kepada siswa. Seorang siswa memerlukan bimbingan dan contoh dari seorang Seorang guru dituntut profesional dalam mengajar tidak hanya mentrasfer ilmu saja, akan tetapi seorang guru harus memastikan peserta didiknya paham dan dapat mengamalkan ilmu PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN yang telah dipelajari. Guru memiliki sebuah misi yang mana peserta didiknya mendapatkan hasil belajar yang telah diatur dalam kurikulum. Dalam hal ini, seorang guru berupaya dan mendorong agar peserta didik memiliki motivasi belajar yang tinggi, dari penyampaian materi yang menarik, pengelolaan kelas, mengetahui karakteristik setiap peserta didik dan krakteristik belajar, dan memotivasi siswa dengan strategi yang merangsang kemauan anak untuk belajar, serta guru tetap terus belajar sehingga menghasilkan pembelajaran sesuai dengan tujuan Dengan motivasi belajar yang telah tertanam dalam diri peserta didik, diharapkan hasil belajar yang diberikan oleh seorang guru dapat memenuhi standar kebijakan pemerintah. Motivasi yang telah dimiliki oleh peserta didik, diharapkan dapat memudahkan seorang guru dalam memberikan pengajaran yang efektif dan menyenangkan. Peneliti merumuskan beberapa pertanyaan wawancara yang akan digunakan untuk memperoleh informasi agar memperkuat data yang mendukung teori-teori yang telah dipaparkan terlebih dahulu. Berikut adalah rangkuman hasil wawancara dengan dua orang guru yang diuraikan sebagai berikut. Berikut merupakan hasil temuan penelitian berdasarkan hasil wawancara dengan guru sosiologi, wali kelas dan siswa di SMA Negeri 7 Kupang yaitu : Peran Guru Sebagai Pengelola Kelas Sebagai pengelola kelas guru diharapkan mampu mengelola seluruh kegiatan belajar mengajar dan menciptakan kondisi belajar yang dapat membuat siswa belajar lebih efektif dan efisien, guru membuat rencana, mengatur, dan mengawasi proses kegiatan belajar mengajar. Guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar kondusif untuk terjadinya proses belajar bagi seluruh siswa. Mahmudah . 8:53-. Hasil wawancara dengan Donald E. Putra Logo. Pd Mengatakan bahwa AuAda 30 siswa di kelas, tidak semua siswa itu tertarik ada juga yang membuat onar. Strategi saya dalam hal ini adalah memberikan perhatian penuh terhadap siswa tersebut, mungkin karena duduk di pojok dan mendapatkan kesempatan untuk membuat onar di kelas maka saya mengatur tempat duduk siswa dengan bertukar tempat duduk di depan agar lebih memperhatikan materi yang diajarkan. Kemudian memberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan siswa bisa membenahi diriAy. Selanjutnya hasil wawancara dengan Rosdiana Sais. Sos Mengatakan bahwa AuCara belajar yang membuat siswa nyaman, dimana jika ada siswa yang menunjukkan sikap tidak tertarik dengan membuat keributan ataupun ijin keluar masuk kelas, disitu saya akan memberikan pertanyaan untuk siswa tersebut bisa menjawabnya. Saya juga akan bertanya hal apa yang tidak beres dari mereka sehingga membuat keributan didalam kelasAy. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Berdasarkan data hasil penelitian di lapangan terhadap peran guru sebagai pengelola kelas di SMA Negeri 7 Kupang peran tesebut dilakukan oleh kedua informan dengan cara yang Cara yang dilakukan Donald E. Putra Logo. Pd selaku guru sosiologi dalam melaksanakan perannya sebagai pengelola kelas yaitu dengan menggunakan strategi karena duduk di pojok lalu mendapat kesempatan berbuat onar dan membuat siswa lain merasa terganggu, yang dilakukan guru adalah dengan mengatur tempat duduk siswa tersebut di depan agar dapat memperhatikan penjelasan dari guru serta dapat membenahi diri. Sedangkan cara yang dilakukan Rosdiana Sais. Sos selaku guru wali kelas yaitu dengan mengontrol kelas dengan baik, jika ada siswa yang membuat keributan serta keluar masuk kelas guru akan memberikan nasehat dan memberikan pertanyaan kepada siswa tersebut untuk dijawab. Hal ini sesuai dengan penelitian Firmansyah & Adha . 0:87-. , yang mengatakan bahwa guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar kondusif untuk terjadinya proses belajar bagi seluruh siswa. Wujud yang ditampakkan siswa dari peran yang dijalankan guru sebagai pengelola kelas yaitu siswa membenahi diri saat ditegur dan guru memberikan nasehat. Hal ini didukung oleh indikator motivasi belajar siswa yang dipaparkan oleh Fitrianingsih . , yaitu adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar serta adanya lingkungan belajar yang kondusif. Peran Guru Sebagai Pembimbing Kepribadian setiap siswa beragam dari bakat, minat, dan kemampuan. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. guru harus mampu menangani setiap masalah atau hambatan yang menyebabkan siswa kurang aktif dan fokus selama proses belajar mengajar serta dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas mereka. Sebagai pembimbing, peran ini lebih dipentingkan karena kehadiran guru di sekolah adalah untuk membimbing peserta didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap. Tanpa bimbingan, peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mengahadapi perkembangan dirinya. Kekurang mampuan peserta didik menyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru. Tetapi semakin dewasa, ketergantuangan peserta didik semakin berkurang . Yulianti & Pandiangan . 2:290. Hasil wawancara dengan Donald E. Putra Logo. Pd Mengatakan bahwa AuYang saya perhatikan dalam hal memotivasi siswa yaitu membuat pendekatan dengan siswa, agar segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki siswa dapat saya pahami. Ada siswa yang memiliki PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN kelebihan pada mata pelajaran matematika dan ada juga yang lebih ke pelajaran olahraga. Saya juga dalam memberikan motivasi yaitu dengan membuka kelebihan yang dimiliki siswa kepada teman lain agar siswa bisa merasa luar biasa dan semakin semangat untuk belajar serta menjadi teladan yang baik bagi siswa yang lainAy. Selanjutnya hasil wawancara dengan Rosdiana Sais. Sos Mengatakan bahwa AuHal yang paling penting adalah saya harus mengetahui dengan sangat baik karakter dan latar belakang setiap siswa, agar dalam memberikan motivasi bisa membuat siswa merasa sangat diperhatikan dan mau terbuka dengan saya sebagai orang tua di sekolah. Seperti mengajak siswa mengikuti ekstrakurikuler baik pramuka maupun drumband yang ada, karena siswa saya sangat aktif tetapi ada juga yang masih menghindarAy. Berdasarkan data hasil penelitian di lapangan terhadap peran guru sebagai sebagai pembimbing di SMA Negeri 7 Kupang, peran tersebut dilaksanakan kedua informan dalam penelitian ini tetapi dengan caranya masing-masing. Cara yang dilakukan Donald E. Putra Logo. Pd selaku guru sosiologi yaitu dengan membuat catatan kecil sebagai pegangan untuk diri sendiri agar mudah mengenal apa yang dimiliki masing-masing siswa, baik yang memiliki kelebihan di mata pelajaran matematika maupun pada mata pelajaran olahraga. Selain itu, untuk memberikan motivasi kepada semua siswa di kelas guru dengan terbuka memberitahu kelebihan siswa di depan kelas agar tetap mempertahankan kelebihan yang dimiliki dan bagi siswa lain dapat terus semangat untuk belajar. Sedangkan cara yang dilakukan Rosdiana Sais. Sos selaku guru wali kelas yaitu dengan melakukan pendekatan agar mengenal karakter dan latar belakang masing-masing siswa. Selain itu, meminta siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Dari cara yang dilakukan oleh kedua informan dalam penelitian ini dapat didukung oleh landasan teori yang dipaparkan oleh Winarti . 3:155-. , yang mengatakan bahwa kepribadian setiap siswa beragam dari bakat, minat, kemampuan, dll. Disamping itu manusia adalah makhluk yang sedang berkembang dan perkembangan para siswa itu tidaklah sama. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. Wujud yang ditampakkan siswa dari peran guru sebagai pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu siswa senang saat mengikuti ekstrakurikuler karena menambah pengalaman dan pengetahuan serta dapat menampilkan kelebihan yang dimiliki. Hal ini didukung oleh indikator motivasi belajar siswa yang dipaparkan oleh Imani . , yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil. Peran Guru Sebagai Motivator Peran guru sebagai motivator menjadi salah satu faktor yang sangat penting bagi siswa dalam hal belajar, dimana guru menjadi faktor eksternal yang membantu membangkitkan minat PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN siswa dalam belajar Manizar . 5:204-. , guru harus mampu membangkitkan semangat belajar siswa dan memberikan apresiasi yang lebih kepada siswa,salah satu dengan cara memberikan penilaian dan pujian terhadap hasil pencapaian siswa. Sebagai motivator, guru hendaknya dapat mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif dalam pembelajaran. Dalam upaya memberikan motivasi, guru juga dapat menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi anak didik yang malas dalam belajar dan penurunan prestasinya di sekolah. Hasil wawancara dengan Donald E. Putra Logo. Pd Mengatakan bahwa AuYa, pujian itu hak siswa dan kewajiban guru untuk memberikan pujian. Karena dengan memberikan pujian siswa bisa menjadi lebih baik serta memusatkan perhatian penuh untuk belajar. Kesempatan itu juga dapat membuat teman lain untuk berusaha juga. Dengan menyatakan terimakasih, memberikan jempol, dan mengajak anak-anak memberikan tepuk tangan. Memberikan angka atau memberikan nilai, saya selalu lakukan itu setiap kali ada tugas ataupun pekerjaan rumah karena itu dapat membantu siswa dalam meningkatkan atau mempertahankan hasil yang mereka dapatAy. Selanjutnya hasil wawancara dengan Rosdiana Sais. Sos Mengatakan bahwa AuYa, saya selalu memberikan pujian kepada siswa. Tetapi tidak hanya kepada siswa yang mendapat nilai bagus, saya membuat siswa tersebut sebagai contoh untuk siswa lain agar bisa berusaha mendapat hasil yang memuaskan. Memberikan angka atau nilai itu hal yang sangat penting untuk memotivasi siswa. Karena setiap siswa ingin mengetahui hasil kerja mereka, dan hal ini sangat membantu saya untuk memotivasi siswa dimana siswa yang belum mendapatkan hasil yang baik bisa berusaha lagiAy. Berdasarkan data hasil penelitian di lapangan terhadap peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang dilaksanakan di SMA Negeri 7 Kupang. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh kedua informan dalam melaksanakan perannya sebagai motivator, yaitu memberikan pujian, memberikan angka, mengetahui hasil, hadiah dan hukuman. Memberikan pujian, guru sering melakukan hal tersebut karena dengan memberikan pujian siswa dapat mempertahankan ataupun semakin berusaha untuk mendapatkan hasil yang baik. Pujian yang diberikan juga tidak hanya diberikan pada siswa tertentu tetapi diberikan untuk semua siswa agar tidak ada siswa yang merasa kecil hati dan siswa juga merasa dihargai. Memberikan pujian diberikan juga saat guru selesai memberikan penilaian terhadap hasil siswa. Memberikan angka atau nilai terhadap hasil yang dicapai siswa juga dilakukan guru demi membantu siswa semakin berusaha dan mempertahankan apa yang sudah ada. Memberikan angka selalu dilakukan guru saat memberikan tugas ataupun pekerjaan rumah kepada siswa. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Setelah memberikan angka guru juga memberikan kembali hasil kerja siswa agar siswa dapat mengetahui hasil yang meraka dapat, karena jika ada peningkatan terhadap hasil siswa maka dengan sendirinya siswa akan semakin semangat untuk tetap mendapat hasil yang baik. sedangkan jika siswa belum mendapatkan hasil yang baik siswa bisa berusaha lagi pada tugas atau pekerjaan rumah berikutnya. Selain itu, guru juga memberikan hukuman untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi bukan hukuman fisik melainkan hukuman dengan siswa meminta siswa menjawab pertanyaan saja. Guru juga memberikan nasehat atau dorongan agar siswa dapat menerti pentingnya belajar untuk masa depan mereka. Hal ini dilakukan guru saat siswa membuat onar di kelas dan saat diakhir proses pembelajaran sebelum doa pulang guru menggunakan beberapa menit untuk menasehati dan memberikan kata-kata semangat untuk siswa terus belajar. Dari cara yang dilakukan oleh kedua informan dalam penelitian ini dapat didukung oleh landasan teori yang dipaparkan oleh Idzhar . 6:221-. , yang mengatakan bahwa dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, tapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala Ada juga landasan teori pendukung yang dipaparkan oleh Wati . , tentang cara-cara menumbuhkan motivasi belajar. Wujud yang ditampakkan siswa terhadap peran guru sebagai mativator yaitu siswa semakin berusaha untuk meningkatkan atau mempertahankan hasil yang dicapai, serta siswa dengan sendirinya dapat membenahi sikap dan perilaku setelah guru memberikan nasehat. Hal ini didukung oleh indikator motivasi belajar siswa yang dipaparkan oleh Pitaloka & Nandani . , yaitu adanya hasrat dan keinginan berhasil serta adanya penghargaan dalam belajar. Peran Guru Sebagai Evaluator Sebagai evaluator guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Terdapat dua fungsi dalam memerankan fungsinya sebagai evaluator yaitu pertama, untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Kedua, untuk menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan. Sundari . Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran dan keberhasilan guru terhadap seluruh kegiatan pembelajaran, guru selalu mengadakan kuis atau pertanyaan diakhir proses pembelajaran. Selain itu juga yang telah diprogramkan sekolah seperti ulangan harian dan ulangan semester dapat membantu guru menjalankan tugasnya sebagai evaluator. Hasil wawancara dengan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Donald E. Putra Logo. Pd Mengatakan bahwa: AuIya. Ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan semester selalu dilaksanakan. Sekarang karena sudah menggunakan Kurikulum 2013 dan per tema, setelah satu tema selesai saya selalu memberikan ulangan kepada siswaAy. Selanjutnya hasil wawancara dengan Rosdiana Sais. Sos Mengatakan bahwa AuIya ulangan saya berikan, selain ulangan tengah semester dan ujian kenaikan kelas. Ulangan harian saya berikan setiap satu tema selesai, hal ini dapat membantu saya mengetahui sejauh mana siswa mengerti dan memahami materi yang saya berikan. Selain itu, setiap diakhir pelajaran saya memberikan kesempatan siswa untuk bertanyaAy. Yang disampaikan oleh Rosdiana Sais. Sos dan Donald E. Putra Logo. Pd dapat didukung oleh landasan teori yang disampaikan oleh Rustantono . , yang mengatakan bahwa memberikan ulangan termasuk dalam cara-cara untuk menumbuhkan motivasi belajar. Berdasarkan data hasil penelitian di lapangan terhadap peran guru sebagai evaluator yang dilaksanakan di SMA Negeri 7 Kupang. Untuk menentukan keberhasilan dalam pembelajaran serta menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan yang diprogramkan, maka kedua informan dalam penelitian ini melakukannya dengan cara memberikan siswa kesempatan bertanya, ulangan harian, dan ulangan semester. Ulangan harian yang dilakukan yaitu saat satu tema selesai, disitu guru sudah akan menyiapkan pertanyaan untuk diberikan kepada siswa. sedangkan ulangan semester sudah di programkan sekolah jadi saat itulah dapat membantu guru menjalankan tugas atau peran mereka sebagai evalator. Hal ini dilakukan guru untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan dan guru juga dapat mengetahui sejauh mana dia berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang ada. Dari cara yang dilakukan oleh kedua informan dalam penelitian ini, dapat didukung oleh landasan teori yang dipaparkan oleh Hilmiyawati . , yang mengatakan bahwa sebagai evaluator guru berperan untuk mengumpulkan data informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru melakukan perannya, maka tentu ada sikap yang ditampakkan siswa selama peran tersebut dijalankan yaitu siswa menyiapkan diri dengan baik menjelang ulangan dan belajar sebelum ulangan. Hal ini didukung oleh indikator motivasi belajar siswa yang dipaparkan oleh Hilmiyawati . , yaitu adanya harapan dan cita-cita masa depan. Berdasarkan data hasil wawancara yang diperoleh, guru berusaha melaksanakan perannya dengan baik agar motivasi intrinsik yang ada pada diri masing-masing siswa tetap Walaupun siswa memiliki kemampuan, sikap, dan tingkah laku yang berbeda guru selaku informan dalam penelitian ini memiliki cara agar mereka menjadi motivasi ekstrinsik yang PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN berguna dan dapat mambuat siswa memahami dan selalu tekun belajar untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Hal tersebut juga terlihat dalam hasil observasi terlampir, peneliti melihat bahwa guru sudah berusaha menjalankan perannya dengan sangat baik. Dengan melaksanakan perannya dengan baik, akan memberikan dampak yang sangat baik kepada siswa dalam hal belajar. Siswa akan selalu dan sangat termotivasi untuk belajar. Sedangkan data hasil penelitian yang diajukan bagi siswa untuk melengkapi data-data terhadap peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sebagai berikut: Hasil wawancara dengan siswa Martince Topato dan Nailah Rando mengatakan bahwa: AuSiswa-siswi senang mengikuti pelajaran setiap hari, ada yang merasa bosan dan ada yang merasa senang selama pembelajaran berlangsung. Membosankan karena materi sering diulang-ulang dan merasa menyenangkan saat masuk pada materi atau tema baru. Guru selalu mengajak mereka aktif dalam belajar dan mengerjakan tugas sendiri. Tetapi ada saat mereka merasa tidak tertarik karena guru jarang menggunakan media sebagai fasilitas yang dibutuhkan saat proses pembelajaran. Tetapi guru menggunakan cara lain saat siswa mulai menunjukkan sikap yang membuat onar dengan menyuruh mereka duduk di depan sehingga dapat membuat mereka tidak berulah dan bisa fokus dalam mengikuti pelajaranAy. Hasil wawancara dengan siswa Anggun Solu. Manda F. Laleh dan Johanis Peter Ati mengatakan bahwa: AuSiswa-siswi ini senang saat mengikuti pelajaran di kelas, proses pembelajaran juga menyenangkan karena guru mengajar dengan baik. Saat ini mereka hanya mengerjakan tugas yang diberikan guru, tetapi sebelum sekolah dari rumah seperti sekarang jika mereka menunjukkan sikap tidak tertarik terhadap pembelajaran, guru selalu memberikan pengertian bahwa belajar itu penting apalagi mereka kelas persiapan ujian. Namun ada saat mereka merasa bosan saat pembelajaran berlangsung karena guru lebih banyak berbicara dan jarang menggunakan media dalam hal untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Tetapi upaya yang dilakukan guru dengan cara memahami siswa sehingga mereka merasa dapat memperbaiki hal yang tidak baik serta mendorong mereka agar mengerti pentingnya belajarAy. Berdasarkan hasil wawancara siswa maka dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar siswa merasa termotivasi dalam belajar jika materi yang diajarkan menarik. Namun ada juga siswa yang masih merasa bosan ataupun malas saat proses pembelajaran karena materi diulang-ulang dan guru lebih banyak berbicara di depan sehingga peran guru sangat besar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. SIMPULAN PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan observasi yang telah dijelaskan maka peneliti menyimpulkan bahwa Peran guru sebagai pengelola kelas . uru diharapkan mampu mengelola seluruh kegiatan belajar mengajar dan menciptakan kondisi belajar yang dapat membuat siswa belajar lebih efektif dan efisie. , guru sebagai pembimbing . uru harus mampu menangani setiap masalah atau hambatan yang menyebabkan siswa kurang aktif dan fokus selama proses belajar mengaja. , guru sebagai motivator . uru harus mampu membangkitkan semangat belajar siswa dan memberikan apresiasi yang lebih kepada sisw. , guru sebagai evaluator . uru harus mampu memantau setiap perkembangan hasil belajar siswa secara keseluruhan dan membuat rangkuman guna menigkatkan kompetensi sisw. Siswa merasa jenuh. etode yang digunakan oleh guru kurang bervariasi sehingga siswa merasa bosan saat mengikuti pelajara. , teman bergaul yang tidak baik (Teman bergaul yang tidak baik seperti teman yang menggunakan bahasa kotor dan gaya hidup yang tidak bai. , lingkungan keluarga, (Keluarga yang tidak harmonis akan memberi dampak negatif terhadap psikologi (Archer & Francis, 2010. Efendi et al. , 2020. Mandut et al. , 2021. Maswi et al. , 2022. Syahrul. Syahrul et al. , 2021, 2023. Syahrul & Datuk, 2020. Wang, 2012. Zahrawati et al. , 2. (Jaha, 2023. Malaifani, 2023. Tafui, 2023. Tefa, 2. DAFTAR PUSTAKA