JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 PEMBERIAN EDUKASI DAN PENATALAKSANAAN SYMPHYSIS PUBIS DYSFUNCTION SELAMA KEHAMILAN MENGGUNAKAN YOGA EXERCISE Provision of Education and Management of Symphysis Pubis Dysfunction During Pregnancy Using Yoga Exercise Indriyani Makmun1*. Ana Pujianti Harahap2. Rizkia Amilia3. Dwi Kartika Cahyaningtyas4 1,2,3,4 Jurusan Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Mataram. Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan Kota Mataram * e-mail Korespodensi : ndry. ani88@gmail. ABSTRAK Symphisis Pubis Disfunction (SPD) adalah keluhan rasa tidak nyaman bahkan terasa menyiksa dimana kondisi ini menyebabkan nyeri pada satu atau lebih sendi panggul dan mengalami kesulitan berjalan. Yoga exsercise merupakan salah satu metode ringan yang membantu ibu mengurangi nyeri simpisis pubis Pergerakan dan latihan fisik ringan selama kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu yaitu dpaat mengurangi nyeri yang dirasakan tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan gerakan yoga exersice untuk mengurangi nyeri sympisis pubis disfunction. Metode yang digunakan antara lain ceramah/penyampaian materi dan praktikum secara langsung kepada peserta, serta tanya jawab guna mendukung pengetahuan ibu tentang terapi sympisis pubis disfunction. Hasil dari kegiatan pengabdian dibuktikan dengan keaktifan peserta dalam kegiatan ini, pelaksanaan kegiatan telah mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan dapat melakukan gerakan yoga exersice dalam mengurangi nyeri smpisis pubis defunction yang terjadi pada kehamilan trimester II dan i. Hasil kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengurangi nyeri pada sympisis pubis disfunction, serta ibu mampu melakukan gerakan yoga kehamilan untuk mengelola tingkat stress dan pernafasan ibu serta mempersipakan diri dalam menghadapi persalinan. Kata kunci: Sympisis Pubis Disfunction. Yoga Exersice. Ibu Hamil TM II dan i. ABSTRACT Symphysis Pubis Dysfunction (SPD) is a complaint of discomfort and even excruciating pain where this condition causes pain in one or more hip joints and difficulty walking. Yoga exercise is a mild method that helps mothers reduce pain in the symphysis pubis dysfunction. Movement and light physical exercise during pregnancy not only benefit the mother, which can reduce the pain felt but also greatly affect the health of the baby in the womb. The purpose of this community service is to provide education and yoga exercises to reduce symphysis pubis dysfunction pain. The methods used include lectures/delivery of material and practicum directly to participants, as well as questions and answers to support mother's knowledge about symphysis pubis dysfunction therapy. The results of the service activities are proven by the activeness of the participants in this activity, the implementation of the activities has been able to increase the knowledge of pregnant women and can perform yoga exercises in reducing sphincter pubis defunction pain that occurs in the second and third trimesters of pregnancy. The results of this activity have been able to increase the knowledge of pregnant women in reducing pain in symphysis pubis dysfunction, and mothers are able to do pregnancy yoga movements to manage stress levels and maternal breathing and prepare themselves for Keywords: Symphysis Pubis Dysfunction. Yoga Exercises. Pregnant Women TM II and i. Makmun et al. Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 PENDAHULUAN Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian. Ibu (AKI). Kematian ibu dalam indikator ini didefinisikan sebagai semua kematian selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau insidental. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah semua kematian dalam ruang lingkup tersebut di 000 kelahiran hidupJumlah kematian ibu yang terhimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kemetrian Kesehatan pada Tahun 2020 627 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukan peningkatkan dibandingkan tahun 2019 sebesar 4. Berdasarkan penyebab tersebut. Sebagian besar kematian ibu ada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 330 kasus, hipertensi dalam kehamilan 110 kasus, dan gangguan sistem peredaran darah sebanyak 230 kasus. (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Kehamilan merupakan suatu kondisi dimana ibu sering mengalami perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik, maupun perubahan pada psikologis. Perubahan-perubahan yang terjadi selama ketidaknyamanan seperti sakit pada pegal-pegal Perubahan fisiologis dan psikologis diperlukan guna melindungi fungsi normal ibu dalam menyediakan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perubahan ini menimbulkan gejala spesifik sesuai dengan tahapan kehamilan yang terdiri dari tiga trimester. Periode yang membutuhkan perhatian khusus adalah selama trimester i, karena masa ini merupakan masa terjadi pertumbuhan dan Berat badan yang meningkat drastis menyebabkan ibu hamil merasa cepat lelah, sukar tidur, nafas pendek, kaki dan tangan oedema. Peningkatan tinggi fundus uteri yang disertai pembesaran perut, membuat beban tubuh lebih ke Dalam upaya menyesuaikan dengan beban tubuh yang berlebihan sehingga tulang belakang mendorong kearah belakang, membentuk postur tubuh Hal ini menyebabkan ibu merasakan pegal pada pinggang, varises dan kram pada kaki. Salah satu perawatan pada trimester i adalah olahraga. (Mediarti & sulaiman, 2. Ibu hamil sangat membutuhkan tubuh yang segar dan bugar agar dapat menjalankan rutinitas. Adapun kondisi tubuh yang demikian dapat diupayakan dengan olah tubuh yang sesuai dengan ibu hamil yaitu senam hamil (Heni Purwati & Ani Fajriani Agustina, 2. Senam hamil berperan untuk memperkuat kontraksi dan otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen, otot otot dasar panggul dan lain-lain yang menahan tekanan tambahan dan berhubungan dengan Symphisis Pubis Disfunction (SPD) merupakan keluhan yang luar biasa tidak nyaman bahkan terasa menyiksa dimana kondisi ini menyebabkan nyeri pada satu atau lebih sendi panggul dan mengalami kesulitan berjalan. Hal ini paling sering berhubungan dengan kehamilan tetapi juga dapat terjadi pada wanita yang tidak hamil dan laki-laki juga, kadang-kadang sebagai akibat dari cedera atau trauma. Symphisis Pubis Disfunction (SPD)/ Pain Girdle Pelvis (PGP) ini terjadi pada kehamilan Makmun et al. Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 dikarena hormon yaitu hormone Relaxin. Relaksin diproduksi secara alami oleh tubuh kita, tepatnya oleh ovarium dan plasenta. (Gupta & Malik, 2. Ia memiliki peran penting dalam sistem reproduksi wanita dan selama masa kehamilan. Dalam persiapan untuk melemaskan ligamen di panggul, serta melembutkan dan melebarkan leher Rahim mampu melonggarkan sendi disebut simfisis pubis yang biasanya didukung oleh jaringan padat jaringan tangguh yang disebut ligament (Depledge et al. , 2. Ligamen di area symphisis yang alami biasanya adalah tidak fleksibel. Namun relaxin hormone yang diproduksi oleh tubuh Anda dalam jumlah yang banyak selama kehamilan melembutkan seluruh jaringan termasuk ligamen. Wanita dengan disfungsi simfisis pubis selama kehamilan sering menghadapi kesulitan fungsional utama yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup yang cukup besar. Rasa sakitnya paling buruk selama aktivitas menahan beban . erutama yang melibatkan pengangkatan pada kak. (RE et al. , 2. Wanita juga mungkin mendengar atau merasakan bunyi klik atau gerinda sensasi di persendian, dan sering ada kesulitan berjalan, sehingga gaya berjalan Auwaddling styleAy diadopsi. Insiden kondisi ini telah MacLennan dan MacLennan melaporkan bahwa 31,7% responden secara retrospektif survei pernah mengalami nyeri simfisis pubis antenatal. Salah Teknik mengurangi nyeri yang dirasakan selama kehamilan adalah dengan olah raga ringan atau yoga ringan sebagai bentuk upaya pemberian asuhan sayang ibu dalam membantu dalam kehamilan. Yoga exsercise merupakan salah satu metode ringan dengan beberapa gerakan yang membantu ibu mengurangi nyeri pada simpisis pubis disfungsion. Pergerakan dan latihan fisik ringan selama kehamilan tidak saja menguntungkan sang ibu yaitu dpaat mengurangi nyeri yang dirasakan tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang dikandungan. Pada saat bayi mulai dapat bernafas sendiri, maka oksigen akan lebih lancar mengalir kepadanya melalui plasenta, yaitu dari aliran darah ibunya kedalam aliran darah bayi yang Dikalangan wanita hamil yang melakukan yoga exercise dapat mengurangi nyeri yang dirasakan selama kehamilan (Sung et al. , 2. Berdasarkan paparan diatas maka pengabdian pada masyarakat dengan judul AuPemberian Edukasi Dan Penatalaksanaan Symphysis Pubis Dysfunction Selama Kehamilan Menggunakan Yoga Excercise di Wilayah Kelurahan Tanjung KarangAy . METODE Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Symphysis Pubis Dysfunction menggunakan Yoga Excercise dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2022 yang berlokasi di Posyandu Edelweis Kelurahan Dasan Cermen dengan jumlah peserta adalah 20 Pelaksanaan kegiatan PkM ini dilakukan dengan mengadopsi langkahlangkah action research yang terdiri dari 4 . tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan Makmun et al. Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Perencanaan Pembentukan dan pembekalan kepada mitra, khususnya ibu hamil yang memasuki masa persalinan. Tim pelaksana diundang untuk mengadakan pertemuan persiapan pelaksanaan dengan melibatkan mahasiswa S1 Kebidanan. Tim pelaksana kemudian diberikan pembekalan mengenai maksud, tujuan, pemberian edukasi dan pelaksanaan yoga excersice yang diberikan pada ibu hamil yang sering merasakan sympysis pubis Ceramah Ceramah, kegiatan ini mengutamakan pemberian materi secara lisan, langsung pada ibu hamil dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan tanya jawab agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan Praktikum/Demonstrasi. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang teori dengan cara mempraktekan langsung pada media. Praktikum disini adalah pemateri memberikan tutorial bagaimana cara gerakan yoga exercise untuk mengurangi nyeri pada sympisis pubis Intervensinya adalah melalui praktek langsung menggunakan matras dan di damping oleh mahasiswa. Tanya Jawab adalah metode mengajar komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara pemateri dan penerima materi. Sesi Tanya jawab ini digunakan untuk mengulang kembali materi yang sudah diberikan. Observasi dan Evaluasi Dalam tahap ini semua peserta diberikan lembar post test untuk mengukur pengetahuan mereka setelah diberikan intervensi berupa materi dan praktek. Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memahami dari materi yang disampaikan oleh tim mengenai sympsis meminimalisir nyeri pada tulang kemaluan ibu hamil. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pemberian edukasi pada ibu hamil berupa penyuluhan, diskusi tanya jawab dan demonstrasi Gerakan yoga exersice di Kelurahan Dasan Cermen Kota Mataram Tanggal 11-15 Juni Tahap pertama persiapan tempat, alat dan bahan yang akan digunakan serta mengumpulkan ibu-ibu hamil di pasyandu sesuai dengan jadwal yang di sepakati. Tahap kedua yaitu melakukan penyuluhan di bantu mahasiswa dan bidan di desa kelurahan dasan cermen. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 ibu. Penyuluhan dilakukan oleh dosen dan mehasiswa di bantu oleh mahasiswa. Gambar 1. Penyuluhan tentang sympisis pubis Makmun et al. Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Sebelum penilain pree test terlebih dahulu, kemudian peserta diberikan materi. Setelah materi diberikan kemudian di lakukan post test. Tingkat Pengetahuan Ibu Sebelum dan Sesudah pemberian edukasi simpisis pubis disfunction Pretest Baik Cukup Kurang Posttest Gambar. 1 Diagram pengetahuan ibu hamil (Sumber: Data Primer 2. Gambar 2. Post Test pengetahuan ibu. Adapaun hasil pelaksanaan sebelum pengabdian masyarakat: Tabel 1. Hasil Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah Edukasi Sympisis Pubis Disfunction. Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Pretest Posttest (Sumber: Data Primer 2. Berdasarkan menunjukan bahwa nilai tertinggi dari tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi tentang sympsis pubis defunction sebanyak 13 orang . %0 pengetahuancukup 7 orang . %) dan pengetahuan kurang tidak ada. Adapun pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan intervensi dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Pelaksanaan pengabdian yoga exercise untuk mengurangi nyeri pada sympisis pubis disfunction ini mendapat apresiasi dari peserta, peserta sangat antusias dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Prodi S1 Kebidanan FIK UMMAT, hal ini dibuktikkan dengan Salah satunya peserta bernama Ibu Wahidah yang sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini Aumenurut saya, dengan mnggunakan dengan Gerakan yoga exersice nyeri yang saya rasakan pada daerah tulang kemaluan lebih menurun terutama saat posisi duduk ke berdiri. rasa kegiatan ini perlu diadakan secara berkelanjutan imbuhnya. Disamping itu kegiatan ini juga untuk menjembatani informasi terbaru berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu. Kegiatan yang dilakukan telah mampu memberikan kontribusi positif terhadap ibu hamil secara individual dan mitra secara Gambar 3. Gerakana Yoga Exersice. Makmun et al. Pemberian Edukasi dan Penatalaksanaan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2022 (Halaman 108-. Diterima: Juli 2022 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: September 2023 Hasil yang dicapai mengacu pada panjang/pendek, kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat dilihat dari kesesuaian jenis dan jumlah luaran yang telah dihasilkan serta presentase hasil terhadap keseluruhan Tentunya pelaksan kegiatan yang telah dilakukan terdapat beberapa perubahan kegiatan akan tetapi hal tersebut dapat diselesaikan dengan koordinasi dan konsultasi bersama pihak-pihak terkait. Hasil yang dicapai selama pelaksanaan kegiatan ialah AuPenurunan Nyeri Sympisis pubis disfunction pada ibu hamil. Disamping gerakan yoga exersice dalam mengatasi keluahan sympsis pubis difunction dapat memberikan kesempatan kepada individu memperbaiki karakter . sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang konselor. Karakter tersebut antara lain: mau mendengarkan, empati, suka menolong . idak egoi. , proaktif, kreatif dalam menyelesaikan masalah dan kesediaan untuk memikirkan masa depan dengan lebih jelas (Hermina et al. , 2. Selain itu timbul kemampuan baru dalam aspek psikososial yang selama ini kurang berkembang yaitu memahami diri dan orang lain serta mau terlibat dalam masalah yang dihadapi orang lain Gambar 3. mitra kegiatan dan mahaisswa. PENUTUP Kegiatan yang dilakukan telah mampu memberikan kontribusi positif terhadap ibu hamil secara individual dan mitra secara kelembagaan. Hasil yang dicapai mengacu pada panjang/pendek, selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat dilihat dari kesesuaian jenis dan jumlah luaran yang telah dihasilkan keseluruhan target kegiatan. Tentunya dalam pelaksan kegiatan yang telah dilakukan terdapat beberapa perubahan kegiatan akan tetapi hal tersebut dapat diselesaikan dengan koordinasi dan konsultasi bersama pihak-pihak terkait. Hasil yang dicapai selama pelaksanaan kegiatan ialah AuPenurunan Nyeri Sympisis pubis disfunction pada ibu . UCAPAN TERIMAKASIH