Financial Ratio Analysis As A Tool For Measuring The Financial Performance Of PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk For The 2020Ae2024 Period Analisis Rasio Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk Periode 2020-2024 Bayu Firmanda . Cahyo Pramono . Aulia . 1,2,. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Financial Ratio. Liquidity. Profitability. This is an open access article under the CCAeBY-SA Faculty of Social Sciences. Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . bayufirmanda8@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk selama periode 2020Ae2024 melalui pendekatan rasio likuiditas, aktivitas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit dan dipublikasikan. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan dan evaluasi rasio keuangan yang meliputi rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Ultrajaya memiliki tingkat likuiditas yang sangat baik, efisiensi aktivitas operasional yang stabil, serta tingkat profitabilitas yang konsisten selama periode penelitian meskipun menghadapi tekanan eksternal akibat dinamika ekonomi Selain itu, rasio solvabilitas berada pada tingkat yang rendah, yang mengindikasikan minimnya ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan berbasis utang. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu perusahaan, periode pengamatan yang terbatas, serta belum memasukkan variabel ekonomi makro secara kuantitatif. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian di bidang akuntansi dan manajemen keuangan, serta menjadi referensi bagi investor, kreditor, dan manajemen dalam menilai kinerja, ketahanan, dan efektivitas strategi keuangan perusahaan sektor makanan dan minuman di tengah ketidakpastian ekonomi global. ABSTRACT This study aims to analyze the financial performance of PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk during the period 2020Ae2024 using a financial ratio approach that includes liquidity, activity, profitability, and solvency ratios. This study employs a descriptive quantitative method using secondary data obtained from the companyAos audited and published annual financial statements. Data analysis is conducted by calculating and evaluating financial ratios, including liquidity ratios, activity ratios, profitability ratios, and solvency ratios. The results indicate that PT Ultrajaya demonstrates a very strong level of liquidity, stable operational efficiency, and consistent profitability throughout the observation period despite external pressures arising from global economic dynamics. In addition, the companyAos solvency ratios remain at a low level, indicating minimal dependence on debt-based financing. This study is subject to limitations, as it focuses on a single company, a limited observation period, and does not quantitatively incorporate macroeconomic variables. The findings are expected to contribute to the fields of financial accounting and financial management and to serve as a reference for investors, creditors, and management in assessing the financial resilience and effectiveness of financial strategies in the food and beverage industry amid global economic uncertainty. PENDAHULUAN Kinerja keuangan merupakan indikator penting yang digunakan untuk menilai keberhasilan manajerial serta tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan. Melalui kinerja keuangan, pihak manajemen, investor, dan kreditor dapat menilai sejauh mana perusahaan mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan berkelanjutan. Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah analisis rasio keuangan, karena mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi likuiditas, aktivitas, profitabilitas, dan solvabilitas perusahaan. Menurut Harahap . , analisis rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi posisi keuangan dan perkembangan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Sementara itu. Kasmir . menegaskan bahwa rasio keuangan memiliki peranan penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan manajerial maupun keputusan investasi. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak di sektor makanan dan minuman yang memiliki kinerja keuangan relatif stabil. Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan, perusahaan ini menunjukkan tingkat utang yang rendah, margin keuntungan yang relatif konsisten, serta efisiensi operasional yang terjaga selama beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadikan PT Ultrajaya sebagai objek penelitian yang menarik, khususnya dalam mengkaji bagaimana Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 505 Ae 512 | 505 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 perusahaan sektor fast moving consumer goods (FMCG) mempertahankan kinerja keuangannya di tengah persaingan industri yang ketat dan perubahan kondisi ekonomi. Namun demikian, dinamika ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan tantangan yang signifikan bagi perusahaan, termasuk PT Ultrajaya. Sejak tahun 2020, pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan rantai pasok global. Kondisi tersebut semakin diperberat dengan terjadinya konflik RusiaAeUkraina sejak awal tahun 2022 yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku utama seperti susu dan gandum. Peningkatan harga komoditas, tekanan inflasi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan profitabilitas perusahaan di sektor makanan dan minuman. Fenomena eksternal tersebut secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi struktur biaya dan efisiensi operasional PT Ultrajaya, yang tercermin dalam pergerakan rasio keuangan perusahaan selama periode penelitian. Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan menerapkan berbagai strategi adaptif, seperti meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengelolaan kas, serta mempertahankan kebijakan keuangan yang konservatif. Strategi ini menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun analisis rasio keuangan telah banyak digunakan dalam penelitian sebelumnya untuk menilai kinerja perusahaan, kajian yang secara khusus mengintegrasikan dampak pandemi COVID-19 dan konflik RusiaAeUkraina terhadap kinerja keuangan perusahaan FMCG di Indonesia masih relatif Selain itu, penelitian yang berfokus pada perusahaan dengan karakteristik struktur modal konservatif, seperti PT Ultrajaya, juga belum banyak dilakukan. Saputra dan Lestari . menyatakan bahwa analisis rasio keuangan dapat memberikan indikasi awal mengenai arah dan keberlanjutan kinerja suatu entitas bisnis, namun hasil analisis tersebut perlu dikontekstualisasikan dengan kondisi ekonomi yang sedang berlangsung. LANDASAN TEORI Kinerja Keuangan dan Analisis Rasio Keuangan Kinerja keuangan merupakan ukuran utama yang digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam mengelola sumber daya secara efektif dan berkelanjutan. Kinerja keuangan mencerminkan kemampuan manajemen dalam menjaga stabilitas operasional, menghasilkan laba, serta memenuhi kewajiban keuangan perusahaan. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa evaluasi kinerja keuangan sangat penting bagi investor dan kreditor karena berkaitan langsung dengan risiko dan tingkat pengembalian investasi. Sejalan dengan itu. Harahap . menegaskan bahwa kinerja keuangan dapat dianalisis secara sistematis melalui laporan keuangan yang disajikan perusahaan. Salah satu metode yang paling banyak digunakan dalam menilai kinerja keuangan adalah analisis rasio Jenis-Jenis Rasio Keuangan Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio seperti current ratio dan quick ratio menjadi indikator penting dalam menilai keamanan finansial perusahaan dalam jangka pendek (Gitman & Zutter, 2. Penelitian Lestari . menunjukkan bahwa tingkat likuiditas yang memadai berpengaruh positif terhadap stabilitas keuangan perusahaan manufaktur. Namun. Brigham dan Houston . mengingatkan bahwa likuiditas yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan adanya aset menganggur yang kurang produktif. Selain likuiditas, rasio aktivitas berperan dalam menilai efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimilikinya. Rasio aktivitas seperti total asset turnover dan inventory turnover menunjukkan seberapa efektif aset digunakan untuk menghasilkan penjualan (Gibson, 2. Penelitian Pratama . menemukan bahwa rasio aktivitas memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan sektor makanan dan minuman. Hasil serupa juga dikemukakan oleh Wulandari dan Putra . yang menyatakan bahwa efisiensi pengelolaan aset merupakan faktor kunci dalam menjaga daya saing perusahaan FMCG. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan Rasio seperti net profit margin, return on assets, dan return on equity menjadi indikator utama keberhasilan manajemen dalam menciptakan nilai tambah (Ross et al. , 2. Penelitian Ningrum dan Prakoso . menunjukkan bahwa profitabilitas yang stabil mencerminkan kemampuan perusahaan dalam bertahan menghadapi tekanan biaya dan persaingan industri. Namun, penelitian tersebut masih terbatas pada periode sebelum terjadinya krisis global yang signifikan. Rasio solvabilitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang serta mengelola struktur modalnya. Menurut Harahap . , rasio solvabilitas yang rendah menunjukkan tingkat risiko keuangan yang relatif kecil. Penelitian Siregar dan Nasution . membuktikan bahwa struktur modal yang konservatif cenderung memberikan stabilitas keuangan yang lebih baik bagi perusahaan 506 | Bayu Firmanda. Cahyo Pramono. Aulia . Financial Ratio Analysis as a Tool for Measuring. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk dengan menggunakan alat analisis rasio keuangan. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran sistematis dan terukur terhadap kondisi keuangan perusahaan berdasarkan data numerik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan selama lima tahun terakhir, yaitu periode 2020 hingga 2024. Laporan keuangan yang digunakan merupakan laporan keuangan auditan yang secara resmi dipublikasikan oleh perusahaan dan dapat diakses melalui laman Bursa Efek Indonesia (BEI) serta situs resmi perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, yakni dengan mengumpulkan data laporan laba rugi, neraca, dan catatan atas laporan keuangan yang relevan dengan indikator rasio yang dianalisis. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan dengan mengkaji literatur-literatur terdahulu yang berkaitan dengan rasio keuangan dan analisis kinerja keuangan, termasuk buku teks keuangan, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik lainnya. Proses penelitian tidak melibatkan responden atau observasi langsung, karena sepenuhnya bersifat kuantitatif berbasis dokumen. Adapun metode analisis data dilakukan dengan menghitung dan mengevaluasi rasio-rasio keuangan yang meliputi empat kategori utama: Rasio Likuiditas (Current Ratio dan Quick Rati. Rasio Aktivitas (Total Asset Turnover. Working capital Turnover. Receivable Turnover. Average Collection Period. Inventory Turnove. Rasio Profitabilitas (Net Profit Margin. Return on Assets. Return on Equity. Gross profit Margin. Operating Profit Margi. , serta Rasio Solvabilitas (Debt to Equity Ratio. Debt to Asset Ratio. Long-Term Debt to Equity Rati. Perhitungan dilakukan berdasarkan rumus-rumus baku yang telah diakui dalam ilmu manajemen keuangan. Setelah seluruh rasio dihitung, dilakukan analisis tren untuk melihat perkembangan dari tahun ke tahun. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar industri rasio keuangan serta kondisi rata-rata industri sebagai tolak ukur evaluasi. Interpretasi hasil dilakukan dengan memperhatikan dinamika ekonomi, strategi operasional perusahaan, serta hasil temuan dari penelitian sebelumnya untuk mendukung validitas pembahasan. Selain itu, analisis juga mempertimbangkan faktor eksternal seperti perubahan harga bahan baku dan kondisi ekonomi global yang memengaruhi biaya produksi dan profitabilitas perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memberikan interpretasi yang lebih komprehensif terhadap dinamika kinerja keuangan PT Ultrajaya selama periode HASIL DAN PEMBAHASAN Data keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk selama periode 2020 hingga 2024 merupakan dasar utama dalam penelitian ini untuk menilai kondisi dan kinerja keuangan Data yang digunakan mencakup posisi keuangan . inancial positio. serta hasil usaha . inancial performanc. yang disusun berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah Ketersediaan data yang valid dan reliabel ini sangat penting untuk memastikan bahwa analisis yang dilakukan memiliki akurasi yang tinggi serta mampu menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara objektif. Tabel 1. Informasi Posisi Keuangan PT Ultrajaya 2020Ae2024 INFORMASI POSISI KEUANGAN Total Aset Lancar 5,593,421 Investasi dalam Obligasi 660,585 Aset Keuangan tidak Lancar 1,562 Penyertaan Saham 135,624 Hewan Ternak Produksi 162,181 Aset Tetap . 1,715,401 Aset tidak Lancar Lainya 485,342 Total Aset 8,754,116 Liabilitas Lancar 2,327,339 Liabilitas tidak Lancar 1,645,040 Total Liabilitas 3,972,379 Sumber : w. id , w. 4,844,821 2,394 120,289 160,796 2,165,353 113,203 7,406,856 1,556,539 712,191 2,268,730 4,618,390 1,532 100,128 180,891 2,260,183 215,251 7,376,375 1,456,898 96,798 1,553,696 4,411,475 111,185 218,065 2,346,120 436,220 7,523,956 713,393 123,595 836,988 4,869,748 132,526 250,619 2,460,538 746,959 8,461,365 902,814 131,633 1,034,447 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 505 Ae 512 | 507 p-ISSN 2809-9931 Tabel 2. Informasi Hasil Usaha PT Ultrajaya 2020Ae2024 INFORMASI HASIL USAHA Penjualan Bersih Beban Pokok Penjualan Laba(Rug. Kotor Laba(Rug. Dari Usaha Laba(Rug. periode Berjalan 5,967,362 3,738,835 2,228,527 1,364,261 1,109,888 e-ISSN 2809-9141 6,616,642 4,241,696 2,374,946 1,627,958 1,276,793 656,252 5,199,164 2,457,088 1,302,854 965,486 8,302,741 5,611,170 2,691,571 1,474,777 1,186,161 8,874,202 5,852,425 3,021,777 1,448,325 1,153,916 Jumlah PhKomprehensif 1,136,327 1,251,199 Total Saham (Lemba. 10,398 10,398 Laba Bersih per Saham Sumber : w. id , w. 956,297 10,398 1,191,141 10,398 1,172,006 10,398 Rasio Likuiditas Tabel 3. Rasio Likuiditas PT Ultrajaya 2020Ae2024 Tahun Current Ratio Quick Ratio 2,40 2,01 3,11 2,67 3,17 2,05 6,18 4,18 5,39 3,85 Sumber : w. id , w. Rasio Aktivitas Tabel 4. Rasio Aktivitas PT Ultrajaya 2020Ae2024 Tahun TATO WCT ACP 0,68 1,83 4,04 0,89 1,60 6,21 1,04 2,42 3,17 1,10 2,24 3,92 2,24 4,21 1,05 Sumber : w. id , w. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada Total Asset Turnover (TATO), dari 0,68 . menjadi puncak 1,10 . Hal ini menunjukkan efisiensi penggunaan aset untuk menghasilkan Working Capital Turnover (WCT) meningkat dari 1,83 menjadi 2,24, menandakan modal kerja dioptimalkan dengan baik. Receivable Turnover meningkat dari 10,1 menjadi 12,5, sementara Average Collection Period menurun dari 36 hari menjadi 29 hari. Ini menunjukkan kebijakan kredit dan penagihan piutang semakin efisien. Inventory Turnover tetap stabil pada kisaran ideal industri . Ae6 kal. , mengindikasikan persediaan dikelola optimal tanpa penumpukan. Menurut Kasmir . , tren peningkatan aktivitas mencerminkan efektivitas operasional yang kuat, bahkan di tengah tekanan harga komoditas akibat geopolitik global. Rasio Profitabilitas Tabel 5. Rasio Profitabilitas PT Ultrajaya 2020Ae2024 Tahun NPM (%) ROA (%) ROE (%) OPM (%) GPM (%) 18,6% 12,7% 23,2% 22,9% 37,4% 19,3% 17,2% 24,8% 24,6% 35,9% 12,6% 13,1% 16,6% 17,0% 32,1% 508 | Bayu Firmanda. Cahyo Pramono. Aulia . Financial Ratio Analysis as a Tool for Measuring. Tahun NPM (%) ROA (%) ROE (%) OPM (%) GPM (%) 14,3% 15,8% 17,7% 17,8% 32,4% 13,0% 13,6% 15,5% 16,3% 34,1% Sumber : w. id , w. Profitabilitas menunjukkan fluktuasi signifikan. Tahun 2021 merupakan puncak profitabilitas, namun penurunan terjadi pada 2022 sejalan dengan kenaikan harga bahan baku dan energi akibat perang RusiaAeUkraina. NPM turun dari 19,3% . menjadi 12,6% . Meski demikian, rasio profitabilitas masih berada dalam rentang standar industri . Ae18%). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga stabilitas laba meskipun kondisi ekonomi global menekan margin Return on Equity (ROE) menurun dari 24,8% menjadi 15,5%, tetapi masih mengindikasikan imbal hasil yang kompetitif bagi pemegang saham. Rasio Solvabilitas Tabel 6. Rasio Solvabilitas PT Ultrajaya 2020Ae2024 Tahun DER DAR LTDtER 0,83 0,45 0,34 0,44 0,30 0,14 0,27 0,21 0,02 0,13 0,11 0,02 0,12 0,02 0,14 Sumber : w. id , w. Rasio Solvabilitas PT Ultrajaya menunjukkan penurunan yang konsisten dan signifikan selama periode 2020Ae2024. Debt to Equity Ratio (DER) menurun dari 0,83 menjadi 0,14, mencerminkan berkurangnya ketergantungan perusahaan pada pendanaan berbasis utang. Tren ini sejalan dengan teori struktur modal Modigliani & Miller yang menyatakan bahwa perusahaan dengan risiko operasional rendah cenderung memilih pendanaan internal untuk menjaga stabilitas keuangan. Penurunan serupa terlihat pada Debt to Asset Ratio (DAR) dan Long-Term Debt to Equity Ratio (LTDtER). DAR bergerak dari 0,45 menjadi 0,12, menunjukkan bahwa sebagian besar aset perusahaan dibiayai oleh ekuitas. Sementara itu. LTDtER yang berada pada kisaran 0,34Ae0,02 menegaskan minimnya utang jangka panjang dalam struktur modal. Perbandingan Rata-Rata Rasio PT Ultrajaya dengan Standar Industri IDX . 0Ae2. Tabel 7. Perbandingan Rata-Rata Rasio PT Ultrajaya dengan Standar Industri IDX . 0Ae2. PT Ultrajaya Standar Rasio Keuangan Posisi Interpretasi . 0Ae2. Industri IDX Current Ratio (CR) 4,45 1,5Ae2,0 Likuiditas sangat kuat. Sangat Baik kewajiban lancar mudah Quick Ratio (QR) 2,95 0,8Ae1,2 Likuiditas instan sangat baik Sangat Baik tanpa ketergantungan Total Asset Turnover (TATO) 0,95 0,9Ae1,1 Baik Pemanfaatan aset efisien menghasilkan penjualan. Working Capital Turnover (WCT) 2,07 1,5Ae2,5 Baik Modal kerja dikelola optimal, mendukung kelancaran Receivable Turnover (RT) 8Ae10 Sangat Baik Piutang ditagih cepat, meningkatkan arus kas. Average Collection Period (ACP) 31 hari 35Ae45 hari Sangat Baik Siklus penagihan efektif, risiko piutang rendah. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 2 2026 page: 505 Ae 512 | 509 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Interpretasi Rasio Keuangan PT Ultrajaya . 0Ae2. Standar Industri IDX Posisi Inventory Turnover (IT) 4,31 4Ae6 Baik Persediaan terkelola baik, tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan stok. Net Profit Margin (NPM) 15,6% 12Ae18% Baik Margin bersih kuat dan berada dalam kisaran ideal Return on Assets (ROA) 14,5% 8Ae12% Sangat Baik Aset digunakan sangat efektif menghasilkan laba. Return on Equity (ROE) 19,6% 15Ae25% Baik Imbal hasil pemegang saham stabil dan menarik. Operating Profit Margin (OPM) 19,7% 15Ae22% Baik Biaya operasional efisien dan Gross Profit Margin (GPM) 34,4% 25Ae35% Baik Harga jual dan biaya produksi dikelola dengan baik. Debt to Equity Ratio (DER) 0,36 0,35Ae0,50 Standar Ketergantungan utang rendah sehingga risiko keuangan Debt to Asset Ratio (DAR) 0,24 0,25Ae0,40 Sangat Baik Utang hanya sebagian kecil dari total aset. Long-Term Debt to Equity Ratio (LTDtER) 0,11 0,15Ae0,30 Sangat Baik Pembiayaan jangka panjang minimal, struktur modal aman. Berdasarkan perbandingan rasio keuangan PT Ultrajaya dengan standar industri IDX periode 2020Ae2024, kinerja perusahaan secara keseluruhan tergolong sehat dan kompetitif. Dari sisi likuiditas. Current Ratio sebesar 4,45 dan Quick Ratio 2,95 menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban lancar tanpa tergantung pada persediaan. Pada Rasio Aktivitas. Total Asset Turnover. Working Capital Turnover. Receivable Turnover. Average Collection Period, dan Inventory Turnover mencerminkan pengelolaan aset, modal kerja, dan persediaan yang efisien, mendukung arus kas lancar dan operasi optimal. Profitabilitas perusahaan juga kompetitif, dengan Net Profit Margin. ROA. ROE. OPM, dan GPM berada di atas atau dalam kisaran standar industri, menandakan penggunaan aset dan modal yang efektif untuk menghasilkan laba. Dari sisi Leverage. DER berada pada standar, sedangkan DAR dan LTDtER lebih rendah dibandingkan industri, menunjukkan struktur modal yang aman dan ketergantungan utang yang minimal. Analisis Tren 2020Ae2024 Berdasarkan tren rasio keuangan PT Ultrajaya selama periode 2020Ae2024, likuiditas perusahaan menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencerminkan kemampuan yang semakin baik dalam memenuhi kewajiban lancar. Aktivitas operasional juga menunjukkan efisiensi yang meningkat, terlihat dari kenaikan Total Asset Turnover dan Receivable Turnover, serta penurunan Average Collection Period, yang secara simultan mendukung arus kas lancar dan efektivitas pengelolaan aset. Meskipun terjadi sedikit penurunan profitabilitas akibat lonjakan biaya produksi global, laba bersih perusahaan tetap Di sisi lain, solvabilitas perusahaan tergolong sangat aman, tercermin dari ketergantungan utang yang rendah dan struktur modal yang konservatif. Secara keseluruhan, tren ini mencerminkan stabilitas pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kesehatan keuangan jangka panjang yang terjaga. Implementasi Ekonomi dan Relevansi Kondisi Eksternal Selama periode yang sama. PT Ultrajaya dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal, antara lain konflik RusiaAeUkraina yang menyebabkan kenaikan harga susu, gandum, dan energi, fluktuasi nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya impor bahan baku, gangguan rantai pasokan global, inflasi pangan dan energi, serta perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi yang meningkatkan persaingan di sektor FMCG. Meski menghadapi tekanan tersebut, perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangannya melalui likuiditas yang tinggi, efisiensi operasional, struktur modal konservatif, dan kebijakan penggunaan utang yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa PT Ultrajaya memiliki kemampuan adaptasi keuangan yang kuat, mampu menyesuaikan strategi dengan kondisi eksternal yang dinamis, dan tetap menjaga stabilitas serta daya saing perusahaan di pasar. 510 | Bayu Firmanda. Cahyo Pramono. Aulia . Financial Ratio Analysis as a Tool for Measuring. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisis rasio keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk periode 2020Ae2024, dapat disimpulkan bahwa kondisi keuangan perusahaan sangat sehat dan stabil. Dari sisi Likuiditas. Current Ratio . dan Quick Ratio . jauh di atas standar industri, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa tergantung pada persediaan. Pada aspek Aktivitas. Total Asset Turnover . berada pada kisaran kompetitif, sedangkan Working Capital Turnover . dan Inventory Turnover . menunjukkan pengelolaan aset dan persediaan yang efisien. Receivable Turnover . dan Average Collection Period . menandakan penagihan piutang yang cepat, mendukung kelancaran arus kas perusahaan. Dalam hal Profitabilitas. Net Profit Margin . ,6%). Return on Assets . ,5%). Return on Equity . ,6%). Operating Profit Margin . ,7%), dan Gross Profit Margin . ,4%) menunjukkan kinerja yang stabil dan berada pada kisaran atau di atas standar industri, menandakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang konsisten dan penggunaan modal yang efisien. Dari sisi Solvabilitas. Debt to Equity Ratio . berada pada batas konservatif industri. Debt to Asset Ratio . lebih rendah dari standar, dan Long-Term Debt to Equity Ratio . sangat rendah, menunjukkan ketergantungan minimal terhadap utang jangka panjang serta struktur modal yang aman dan solid. Secara keseluruhan. PT Ultrajaya memiliki likuiditas tinggi, efisiensi operasi yang baik, profitabilitas stabil, serta struktur modal konservatif, yang memungkinkan perusahaan tetap tangguh menghadapi kondisi eksternal yang fluktuatif, termasuk kenaikan biaya bahan baku dan energi. Saran Perusahaan dapat mempertimbangkan pemanfaatan leverage moderat untuk mendukung ekspansi usaha, pengembangan produk baru, atau diversifikasi pasar. Optimalisasi pemanfaatan aset dan modal kerja dapat terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Perusahaan perlu mempertahankan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya produksi, terutama menghadapi volatilitas harga bahan baku global. Penelitian selanjutnya dianjurkan melakukan analisis komparatif dengan perusahaan sejenis dalam industri FMCG untuk menilai posisi kompetitif PT Ultrajaya secara lebih komprehensif. Investor jangka panjang dapat mempertimbangkan PT Ultrajaya sebagai investasi yang stabil dan rendah risiko, mengingat fundamental perusahaan yang kuat dan berkesinambungan. DAFTAR PUSTAKA