Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ANALISIS NILAI TAMBAH PADA USAHA AGROINDUSTRI VIRGIN COCONUT OIL (VCO). STUDI KASUS PADA USAHA MIKRO AuKEMASAMAAy DI KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE (Value Added Analysis of Virgin Coconut Oil (VCO) Agroindustry. A Case Study at Small Enterprises AuKemasama at Kecamatan Nagapanda. Kabupaten End. Oleh : Saskiah Pratiwi. Marthen R. Pellokila. Maximilian M. Kapa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi: saskiahpratiwi01@gmail. Diterima: 7 Mei 2023 Disetujui: 15 Mei 2023 ABSTRACT this study aims to . calculate the profit from processing coconut into VCO . calculate the efficiency . calculate the added value of VCO agro-industrial businesses in Kemasama Micro Enterprises. Data collection methods are carried out using profit and loss analysis. R/C ratio analysis and the Hayami method. The results of the research can be explained as follows : . the profit received from processing cococnut into VCO in Kemasama Micro Enterprises during 2021 is Rp. 875,-, in 2022 in the amount of Rp. 875,- an increase of Rp. 000,- or 14%. The efficiancy of coconut processing business to become VCO in Kemasama Micro Enterprises with an R/C ratio value of 2,26 in 2021 and an increase in 2022 of 2,62 this means that the business of processing coconut into VCO in Kemasama Micro Enterprises shows efficiency, where the value of the R/C ratio is more than 1 (R/C ratio > . The added value obtained from processing cococnut into VCO in the Kemasama Micro Business is Rp. 000 per one liter of raw material or around 75,84% of the product value per unit of raw material and profit drived from processing coconut into VCO in one production is Rp. 312,5,- per liter or 62,22%. Keywords : virgin coconut oil (VCO) , value added analysis. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan . menghitung besar keuntungan dari proses pengolahan kelapa menjadi VCO . menghitung besar efisiensi . menghitung nilai tambah usaha agroindustri VCO pada Usaha Mikro Kemasama. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan analisis rugi/laba, analisis R/C ratio dan Metode Hayami. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut : . keuntungan yang diterima pada pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama selama tahun 2021 sebesar RP. 875,-, tahun 2022 sebesar Rp. 875,- terjadi peningkatan sebesar Rp. 000,- atau 14 %. Efisiensi Usaha pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama dengan nilai R/C ratio sebesar 2,26 di tahun 2021 dan meningkat di tahun 2022 sebesar 2,62. Hal ini berarti usaha pengolahan kelapa menjadi VCO Pada Usaha Mikro Kemasama menunjukkan sudah efisien, di mana nilai R/C rasio lebih dari 1 (R/C ratio > 1 ). Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama sebesar Rp. 000,- per satu liter bahan baku atau sekitar 75,84 % dari nilai produk per unit bahan baku dan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan kelapa menjadi VCO dalam satu kali produksi sebesar Rp. 312,5,- per liternya atau sebesar 62,22 %. Kata Kunci : VCO, analisis nilai tambah. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara sentra produksi kelapa terbesar kedua di dunia setelah Filipina. Berdasarkan pustaka penelitian dan pengembangan perkebunan tahun 2020 bahwa tanaman kelapa di Indonesia mencapai 726 . dan menghasilkan produksi sebanyak 2. pada tahun 2019 (Sulastri et al . , 2. Produksi kelapa tersebut adalah produksi dari semua provinsi yang ada di Indonesia, dan salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). NTT memiliki luas area pertanaman Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 104 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 063 hektar yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Sumba Timur. Sumba Barat. Kupang. Timor Tengah Selatan. Timor Tengah Utara. Termasuk Kabupaten Ende. Kabupaten Ende merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi komoditi kelapa di NTT dengan luas areal sebesar 080 hektar. Rata-rata produksi pada 21 kecamatan di Kabupaten Ende adalah 0,80 ton/hektar, kelapa menjadi komoditi unggulan dibandingkan dengan tanaman perkebunan yang lain seperti kopi dan kakao di mana ratarata produksi yang dihasilkan lebih kecil dari tanaman kelapa (Kabupaten Ende dalam Angka, 2. Minyak kelapa murni (VCO) merupakan produk olahan kelapa yang memiliki nilai tambah tinggi namun masih sedikit pengembangannya terkhususnya di Kabupaten Ende di mana masyarakat memproduksi kelapa dan menjualnya dalam bentuk buah untuh dan dalam bentuk kopra saja. Minyak kelapa murni adalah minyak yang diperoleh dari pemanasan minimal dan tanpa proses pemurnian kimiawi. Minyak tersebut memiliki kandungan asam laurat yang sangat tinggi . 5%). Asam laurat merupakan sebuah lemak jenuh dengan rantai sedang . umlah karbonnya . yang biasa disebut dengan Medium Chain Triglyceride (MCT). Minyak kelapa murni lebih diutamakan sebagai produk kesehatan dan kosmetik. Di bidang kosmetika minyak kelapa murni digunakan untuk perawatan Di samping itu, banyak peneliti terbaru yang menemukan kandungan rahasia yang dalam minyak kelapa murni terutama untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan menanggulangi berbagai penyakit penurunan berat badan dan mencegah kegemukan, mencegah dan mengurangi risiko sakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol, liver, diabetes, aterosklerosis, osteoporosis dan penyerapan vitamin-vitamin, juga asam-asam yang dapat dilarutkan lemak , menghentikan virus influenza, cacar air, herpes dan penyakitpenyakit lainnya, serta melindungi tubuh dari penuaan dini dan penyakit degeneratif (Syah. Dengan potensi produksi kelapa yang tinggi, maka peluang untuk mengembangkan VCO di Kabupaten Ende masih terbuka lebar. Salah satu pelaku agroindustri pengolahan virgin coconut oil (VCO) adalah sebuah Usaha Mikro AuKemasamaAy yang berada di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Usaha ini didirikan tahun 2007 oleh Bapak Ismail Jalil. Usah mikro AuKemasamaAy memiliki lima orang tenaga kerja, yang terdiri dari dua orang tenaga kerja dalam keluarga dan tiga orang tenaga kerja luar keluarga. Usaha ini dapat memproduksi VCO sebanyak 25 Liter per minggu, di mana dalam satu minggu terdapat 2 sampai 3 kali proses produksi sehingga dalam satu bulan dapat menghasilkan 100 L. Produk ini dikemas dengan menggunakan botol yang terbuat dari bahan plastik berukuran 25 mL dengan harga Rp 25. 000,-. Hasil produksi yang telah dikemas sebagian dikirim ke agen-agen yang telah bekerja sama dengan agroindustri Kemasama ada juga yang dijual secara langsung ke konsumen. Dilihat dari harga produk yang cukup terjangkau dengan banyak manfaat bagi kesehatan, produk VCO ini dapat menarik minat banyak konsumen sampai ke luar Provinsi. Pemasaran produk VCO tidak hanya di Kabupaten Ende saja melainkan juga di luar Kabupaten bahkan di luar Provinsi. VCO dikirim ke luar Kabupaten Ende seperti Sumba Timur. Kota Kupang. Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada sedanangkang di luar Provinsi NTT produk VCO dikirim ke Sumatra Utara,Jogja. Malang. Surabaya. Makasar. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan dan Batam (Abubekar. Dilihat dari perkembangan usahanya, pengolahan VCO oleh usaha Mikro Kemasama akan menyebabkan terjadinya pertambahan nilai. Konsep analisis nilai mbah menekankan pada penambahan nilai produk selama proses pengolahan yang dimulai dari saat pembelian bahan baku sampai dengan produk jadi. Dengan adanya kegiatan industri yang mengubah bentuk primer menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai pengolahan, maka akan dapat memberikan nilai tambah karena dikeluarkan biaya-biaya sehingga terbentuk harga baru yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar bila dibandingkan tanpa melalui proses pengolahan (Simatupang, 2. Namun, sampai saat belum tersedia informasi mengenai nilai tambah dari VCO dari Usaha Mikro AuKemasamaAy. Sehingga diperlukan suatu analisis tentang agroindustri kelapa di Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 105 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis nilai tambah Usaha Mikro minyak kelapa murni . irgin coconut oil. VCO) di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu : . Berapa besar keuntungan dari usaha agroindustri VCO di Usaha Mikro Kemasama di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Periode 2021-2022, . Berapa besar nilai efisiensi dari usaha agroindustri VCO di Usaha Mikro AuKemasamaAy di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Periode 2021- 2022, . Berapa besar nilai tambah dari usaha agroindustri VCO di Usaha Mikro AuKemasamaAy di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian survei dan mengunakan metode dasar studi kasus. Dalam hal ini, di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende sebagai tempat penelitian dengan objek penelitian yaitu Usaha Mikro Kemasama. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada bulan Maret 2023. Data penelitian yang diambil meliputi data profil Usaha Mikro Kemasama, penggunaan faktor produksi, jumlah produk, biaya produksi, harga produk dan keuntungan. Data yang diambil adalah data primer. Data primer diperoleh dari informan kunci yaitu pemilik Usaha Mikro Kemasama. Badan Pusat Statistik dan pustakan yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Metode analisis dilakukan dengan pendekatan :. Menghitung keuntungan usaha VCO Rumus : A = TR Ae TC Keterangan : A = Keuntungan usaha pengolahan VCO TR = Penerimaan usaha pengolahan VCO TC = Biaya total usaha pengolahan VCO Untuk biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : TC = TFC TVC Keterangan : = Biaya total usaha pengolahan VCO (R. TFC = Biaya tetap usaha pengolahan VCO (R. TVC = Biaya variabel usaha pengolahan VCO (R. Untuk menghitung penerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : TR = Q y P Keterangan : TR = Penerimaan total usaha pengolahan VCO (R. P = Harga produk VCO (R. Q = Jumlah produk VCO (R. Efisiensi usaha pengolahan VCO diketahui dengan menggunakan rumus R/C rasio sebagai berikut : R/C ratio = Kriteria : R/C ratio > 1 berarti usaha pengolahan VCO efisien R/C ratio = 1 berarti usaha pengolahan VCO belum efisien atau usaha mencapai titik impas R/C ratio O 1 berarti usaha pengolahan VCO tidak efisien Analisis nilai tambah Analisis nilai tambah pada usaha mikro Kemasama ini menggunakan metode Hayami. Pada analisis nilai tambah dalam pengolahan, nilai tambah didefinisikan sebagai selisih antara nilai produk dengan biaya bahan baku dan input lain, diluar dari tenaga kerja (Arisandy dkk, 2. Tabel 1 menyajikan prosedur perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami Tabel 1. Prosedur perhitungan nilai tambah menurut metode Hayami Variabel Output. Input dan Harga Output (Lite. Input (Lite. Tenaga Kerja (HKP) Faktor Konversi Koefisien Tenaga Kerja (HKP/Lite. Nilai . = . = . / . Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 106 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Variabel Harga Output (Rp/Lite. Upah Tenaga Kerja Langsung (Rp/Lite. II. Peneriman dan Keuntungan Harga Bahan Baku (Rp/Lite. Sumbangan Input Lain (Rp/Lite. Nilai Output (Rp/Lite. Nilai Tambah (Rp/Lite. Rasio Nilai Tambah (%) Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (Rp/Lite. Pangsa Tenaga Kerja (%) Keuntungan (Rp/lite. Tingkat Keuntungan (%) i. Balas Jasa Pemilik Faktor-Faktor Produksi Marjin (Rp/Lite. Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (%) Sumbangan Input Lain (%) Keuntungan Pemilik Perusahaan (%) Sumber:Hayami,dkk. dalamArisandy,dkk . HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Usaha Mikro Kemasama Usaha Mikro Kemasama didirikan pada tahun 2007 oleh Bapak Ismail Jalil di Kelurahan Ndorurea Kecamatan Nangapanda Kabupeten Ende. Usaha ini ialah usaha yang bergerak dalam bidang agroindustri Virgin Coconut Oil (VCO) yang bersetifikat P. M : 070599041304, selanjutnya memiliki sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P. T) No : 207531101 088. Sertifikat Halal MUI No. Izin Pemasaran No. 0886/YANMED/02/V/2008. Awalnya usaha ini dikelola hanya sebagai bisnis sampingan keluarga saja, di mana pemilik usaha memiliki usaha yang lain yaitu menjahit, sampai disaat mendapatkan penyuluhan pertanian mengenai kelompok tani dan peluang bisnis (VCO) dikembangkan lagi oleh Bapak Ismail Jalil menjadi sebuah agroindustri yang diberi nama AuKemasamaAy yang mulai berproduksi sejak tahun 2007. Nama AuKemasamaAy sendiri diambil dari bahasa Ende yang menjadi bahasa setempat yang berarti kerja Dalam tahun pertama mulainya usaha Mikro Kemasama masih memproduksi VCO secara manual saja karena keterbatasan teknologi dan juga Modal, namun seiring dengan perkembangannya saat ini sudah mulai memproduksi VCO dengan menggunakan yang dibeli sendiri. Pada awal berjalannya usaha ini, masih dalam tahap pengenalan yaitu bersifat pendalaman memahami proses pengolahan kelapa menjadi VCO. Seiring berjalannya waktu usaha ini dengan didukung oleh peralatan yang cukup sehingga Usaha Mikro Kemasama VCO telah berkembang memiliki prospek yang tinggi. Selain dari ketersediaan bahan Nilai . = . = . - . - . = . x 100% . = . = . x 100% . = . Ae . = . x 100% . = . Ae . = . x 100% . = . x 100% . = . x 100% baku yang cukup di Kelurahan Ndorurea juga karena Usaha Mikro ini adalah satu-satunya Usaha Mikro dalam bidang VCO yang ada di Kecamatan Nangapanda yang telah eksis dalam memroduksi VCO 2 kali dalam seminggu atau perbulannya mampu memproduksi VCO sebanyak 8 kali. Dalam sekali produsi Usaha Mikro Kemasama dapat menghasilkan 8 Liter VCO, produk tersebut dipasarkan langsung ke masyarakat sekitar, super market, swalayan, dan apotik baik di Kabupaten Ende juga di luar Kabupaten Ende seperti Sumba Timur. Kota Kupang. Nagekeo, bahkan diluar NTT seperti Sumatra Utara. Surabaya. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan dan Batam. Melihat pangsa pasar dan prospek usaha VCO yang sangat menjanjikan, maka saat ini Usaha Mikro Kemasama lebih memfokuskan usahanya untuk memproduksi VCO dengan merek dagang Vic O Nat. Keuntungan Keuntungan yang diterima dari pengolahan VCO pada Usaha Mikro Kemasama merupakan hasil perhitungan dari total penerimaan perusahaan . otal revenu. dikurangi dengan total biaya . otal cos. yang dikeluarkan untuk memproduksi output (Nurdin. Dari menunjukkan bahwa di tahun 2021 penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp. 000,- dengan total biaya sebesar Rp. 125,- kemudian dikurangi dengan biaya pengiriman sebesar Rp. 000,- sehingga keuntungan yang diterima sebesar Rp. 875,- dan di tahun 2022 Rp. 000,- dengan total biaya sebesar Rp. 125,- kemudian dikurangi dengan biaya pengiriman sebesar Rp. 000,- sehingga keuntungan yang diterima sebesar Rp. 875,-. Perhitungan keuntungan pada Usaha Mikro Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 107 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Kemasama dalam dua tahun terakhir yakni tahun 2021-2022 dapat dilihat pada tabel 2 berikut : Tabel 2. Keuntungan Pengolahan VCO pada Usaha Mikro Kemasama Tahun 20212022 No. Tahun Keuntungan Rp. Rp. 875,Sumber : Data diolah 2023 Dari laporan rugi laba 2 tahun terakhir menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh dari Usaha Mikro Kemasama Peningkatan keuntungan dalam 2 tahun terakhir sebesar 13 % yang diperoleh dari kenaikan keuntungan dari tahun 2021 ke tahun 2022 atau meningkat sebesar Rp. 000,-. Efisiensi Usaha Perhitungan efisiensi usaha yang digunakan adalah Revenue Cost ratio ( R/C rati. R/C rasio adalah perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya (Prasetyo. R/C 2021 = = 2,26 (Efisie. R/C 2022 = = 2,62 (Efisie. Berdasarkan hasil analisis R/C Rasio diatas menunjukkan bahwa setiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 R/C ratio sebesar 2,26 sedangkan pada tahun 2022 nilai R/C ratio mengalami peningkatan hingga 2,62 diakrenakan jumlah penerimaan dan biaya yang meningkat. Dalam kriteria R/C ratio, usaha dikatakan efisien apabila hasil analisis R/C ratio lebih besar dari 1 . (Ferarry, 2. Dari tahun 2021 sampai tahun 2022 terlihat bahwa Usaha Mikro Kemasama memiliki R/C rasio lebiha dari 1 . Maka dari itu dapat dikatakan Usaha Mikro Kemasama efisien untuk Tabel 3. Hasil Perhitungan Nilai Tambah Metode Hayami diUsaha Mikro Kemasama Dalam Satu Kali Proses Produksi Variabel Nilai Output. Input dan Harga Output (Lite. Input (Lite. Tenaga Kerja (HKP) . Faktor Konversi = . 0,344 Koefisien Tenaga Kerja (HKP/Lite. = . / . 0,125 Harga Output (Rp/Lite. 000,00 Upah Tenaga Kerja Langsung (Rp/Lite. 125,00 Harga Bahan Baku (Rp/Buti. 500,00 Sumbangan Input Lain (Rp/Lite. 000,00 Nilai Output (Rp/Lite. = . 000,00 Nilai Tambah (Rp/Lite. Rasio Nilai Tambah (%) Pendapatan Tenaga Kerja Langsung(Rp/Lite. = . - . - . = . x 100% . = . 500,00 75,83 . = . x 100% 37,77 . = . Ae . 312,5,00 II. Peneriman dan Keuntungan Pangsa Tenaga Kerja (%) Keuntungan (Rp/Lite. Tingkat Keuntungan (%) . = . x 100% 62,22 i. Balas Jasa Pemilik Faktor-Faktor Produksi Marjin (Rp/K. = . Ae . 500,00 Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (%) . = . x 100% 29,38 Sumbangan Input Lain (%) . = . x 100% Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 108 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Variabel Keuntungan Pemilik Perusahaan (%) Nilai . = . x 100% Sumber: Data diolah 2023 Dari hasil perhitungan nilai tambah pada tabel 3 , diketahui bahwa hasil produksi/output untuk satu kali produksi adalah sebesar 8 Liter dengan penggunaan bahan baku/input rata-rata sebesar 16 Liter. Bahan baku yang digunakan disisni ialah buah kelapa tua yang segar di mana daalam sekali produksi mengunakan 80 butir yang akan menghasilkan santan kental 600 ml atau setara dengan 16 Liter. Tenaga kerja yang dihitung pada penelitian ini adalah semua tenaga kerja yang berperan dalam proses produksi VCO yang berjumlah 5 orang diluar dari pemilik usaha. Faktor konversi merupakan hasil bagi antara hasil produksi/output dengan jumlah bahan baku/input yang gunakan, besarnya faktor konversi padaperhitungan di atas adalah sebesar 0,5 Liter yang berarti dalam 1 butir kelapa dapat menghasilkan 0,5 Liter VCO. Koefisien tenaga kerja merupakan hasil bagi antara tenaga kerja dengan jumlah bahan baku yang dipergunakan dalam proses Besarnya nilai koefisien tenaga kerja sebesar 0,344 yang berarti untuk mengolah 1 liter bahan baku/input dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 0,344. Harga bahan baku/input Rp 1. 500,00 per butir, bahan baku input yang digunakan adalah buah kelapa tua yang segar. Sumbangan input lain yang digunakan dalam satu kali proses produksi per Liter bahan baku adalah sebesar Rp 13. Nilai output rata-rata VCO pada penelitian ini adalah Rp 60. 000,00 per liter. Pendapatan/Imbalan Tenaga Kerja Langsung utuk satu kali produksi adalah sebesar Rp 187,5/Liter. Besar nilai tambah merupakan hasil pengurangan dari nilai produk dikurangi dengan harga bahan baku dan biaya diluar bahan baku. Sedangkan imbalan tenaga kerja diperoleh dengan menganalisis nilai tambah lebih lanjut (Sawitri, 2. Hasil analisis menunjukkan nilai tambah dari setiap liter bahan baku VCO adalah Rp 45. 000,00/Liter atau 75,83 % dalam satu kali proses produksi. Besar nilai tambah ini tergantung pada biaya pembelian bahan baku yaitu harga buah kelapa tua yang segar sebesar Rp 1. 500,00/butir dan dan biaya diluar bahan baku sebesar Rp 000,00 dengan harga output per liter sebesar Rp 120. 00,00. Besarnya rasio nilai tambah dari Usaha Mikro Kemasama sebesar 75,83 %. Rasio nilai tambah yaitu perbandingan antara nilai tambah dengan nilai output. Imbalan tenaga kerja/pendapatan tenaga kerja langsung merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan suatu usaha. Imbalan tenaga kerja diperoleh dari kegiatan produksi si Usaha Mikro Kemasama yaitu sebesar Rp 187,5 per liter bahan baku. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setiap nilai tambah yang dihasilkan dari satu liter bahan baku akan terdistribusi keimbalan tenaga kerja sebesar Rp 17. 187,5 atau 37,77 %. Keuntungan yang diperoleh pemili Usaha Mikro Kemasama yaitu sebesar Rp 312,5/Liter atau 62,22 % dari nilai tambah produk, artinya setiap satu liter yang diolah 312,5/Liter dari nilai tambahnya. Berdasarkan tabel hasil analisis nilai tambah diatas, dapat diketahui bahwa margin VCO 500,00/Liter. Nilai ini diperoleh dari selisih harga atau nilai output per produk dengan nilai input bahan baku utama. Margin ini kemudian didistribusikan sebagai imbalan tenaga kerja, sumber input lain dan keuntungan pengolah. Margin sebagai imbalan tenaga kerja sebesar 29,38 %, margin bagi sumbangan input lain sebesar 22,2 % dan margin bagi keuntungan pemilik sebesar 48,4 %. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian ini antara lain : . Keuntungan yang diterima pada pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama selama tahun 2021 sebesar Rp. 875,-, pada tahun 2022 sebesar Rp. 875,- terjadi peningkatan sebesar Rp. 000,- atau 14 %. Efisensi usaha pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama dengan nilai R/C ratio sebesar 2,26 di tahun 2021 dan meningkat di tahun 2022 sebesar 2,62 dikarenakan terjadinya peningkatan jumlah penerimaan dan juga biaya. Hal ini berarti usaha pengolahan Pratiwi, et al. Analisis Tambah pada Usaha Agroindusti a Page 109 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama menujukan sudah efisien,di mana nilai R/C ratio lebih dari 1 (R/C ratio > . Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama sebesar Rp 45. 000,- per satu liter bahan baku atau sekitar 75,84 % dari nilai produk per unit bahan baku dan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan kelapa menjadi VCO dalam satu kali produksi sebesar Rp 28. 312,5,- per liternya atau sebesar 62,22 %. Saran Berdasarkan hasil penelitian maka untuk keberhasilan dan kemajuan Usaha Mikro Kemasama di masa mendatang, penulis menyarankan sebagai berikut: . Secara ekonomi usaha pengolahan VCO mampu mendatangkan nilai tambah bagi pemilik Usaha Mikro Kemasama, maka sebaiknya peralatan/mesin yang lebih moderen agar dapat meningkatkan produksi dan memberi dampak positif pada produksi VCO tapa mengurangi kualitas VCO. Memperbarui botol kemasan yang berbahan lebih tebal agar lebih aman dan membuat VCO dengan ukuran mini yang mudah dibawa. Harus lebih mesin dalam memproduksi VCO agar lebih menghemat biaya. Pemerintah hendaknya lebih memperhatikan dan mengembangkan usaha pengolahan kelapa menjadi VCO, karena usaha ini mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA