The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial Performance At Pt. Matahari Department Store. Tbk Pengaruh Likuiditas Dan Solvabilitas Terhadap Kinerja Keuangan Pada Pt. Matahari Department Store. Tbk Rika Apriansyah . Iskandar . Hayani . 1,2,. )Study Program of Management. Faculty of Economic. Universitas Serelo Lahat Email : 1 rikaapriansyah30@gmail. 2 iskandarmalian66@gmail. 3 hayanirolani1010@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS Liquidity. Solvency, and Financial Performance. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Likuiditas dan Solvabilitas terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Matahari Departement Store. Tbk. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa . Likuiditas berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Keuangan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel Likuiditas lebih kecil dari taraf nyata . ,006 < 0,. , yang artinya variabel Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Solvabilitas berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Keuangan, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel Solvabilitas lebih kecil dari taraf nyata . ,005 < 0,. , yang artinya variabel Solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Likuiditas Dan Solvabilitas berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Matahari Departement Store. Tbk, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansinya lebih kecil dari taraf nyata . ,000 < 0,. , yang artinya variabel Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of Liquidity and Solvency on Financial Performance at PT. Matahari Departement Store. Tbk. The results of the study showed that . Liquidity has a partial significant effect on Financial Performance, as evidenced by the Liquidity variable's significance value being lower than the real level . 006 <0. , meaning that the Liquidity variable has a significant effect on Financial Performance. Solvency has a partial significant effect on Financial Performance, as evidenced by the Solvency variable's significance value being lower than the real level . 005 <0. , meaning that the Solvency variable has a significant effect on Financial Performance. Liquidity and Solvency have a simultaneous significant effect on Financial Performance at PT. Matahari Departement Store. Tbk. This can be seen from the significance value being lower than the real level . 000 <0. , meaning that the Liquidity (X. and Solvency (X. variables together have a significant effect on Financial Performance. PENDAHULUAN Perusahaan adalah suatu badan atau organisasi yang dibangun dengan tujuan untuk mencari keuntungan melalui peningkatan kinerja keuangan untuk mempertahankan kelangsungan hidup Tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba dalam jangka panjang dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efesien, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan strategi perusahaan dalam mengelola menejemennya serta penilaian kinerja dengan melakukan analisis keuangan perusahaan. Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya, misalnya kinerja keuangan yang mempunyai tujuan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dibidang keuangan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan pada bidang tersebut. Rasio kinerja keuangan menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumbar daya yang ada, seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Tingkat ROA yang tinggi menunjukkan keberhasilan manajemen perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin untuk memperoleh laba. Sehingga tingkat ROA akan menjadi pertimbangan bagi investor dalam berinvestasi. Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat digunakan suatu ukuran atau tolak ukur tertentu. Tolak ukur yang digunakan adalah Profitabilitas yang memberikan gambaran tentang efektifitas menejemen dalam melaksanakan kegiatan Kinerja keuangan ini dapat dipengaruhi beberapa faktor salah satu faktor perusahaan yang mempengaruhi Kinerja Keuangan adalah Likuiditas. Likuiditas diukur dengan indikator Current Ratio yang merupakan salah satu rasio likuiditas, yaitu rasio yang menggukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Apabila tingkat Likuiditas baik, perusahaan akan efektif dalam menghasilkan laba dan para investor Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 13 Ae 24 | 13 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 percaya untuk berinvestasi pada perusahaan. Perusahaan dapat memanfaatkan aktiva lancarnya sebaik mungkin untuk memenuhi kewajiban perusahaan sehingga tidak banyak dana yang mengganggur. Rasio likuiditas mempunyai hubungan yang cukup erat dengan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, yaitu tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktivitas operasional Dengan adanya modal yang cukup maka dapat memungkinkan operasi perusahaan mampu berjalan secara maksimal. Faktor lain yang mempengaruhi Kinerja Keuangan yaitu Solvabilitas. Rasio solvabilitas menunjukan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban dalam membayar jangka Solvabilitas merupakan rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan untuk dapat membayar semua utang-utang perusahaan, baik berupa utang jangka pendek maupun utang jangka panjangnya apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka panjang, suatu perusahaan baru dikatakan solvable apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutangnya. Rasio solvabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Debt to Assets Ratio (DAR). Rasio ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana atau seberapa besar aset perusahaan yang mengandalkan hutang. DAR membandingkan antara total kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Artinya seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh hutang dan seberapa besar pengaruhnya hutang pada pengelolaan aset. PT. Matahari Department Store Tbk merupakan salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki jaringan toko yang luas di berbagai wilayah. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan produk fashion, kecantikan, dan kebutuhan rumah tangga. Dengan persaingan yang semakin keras di industri ritel, terutama dengan maraknya pertumbuhan e-commerce, perusahaan-perusahaan seperti Matahari dituntut untuk memiliki struktur keuangan yang sehat agar dapat bertahan dan berkembang. Dalam konteks keuangan, terdapat dua aspek penting yang sering digunakan dalam menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan, yaitu likuiditas dan solvabilitas. Likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sementara itu, solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kedua aspek ini sangat penting dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan. Beberapa tahun terakhir. PT. Matahari Department Store Tbk mengalami berbagai dinamika keuangan yang mencerminkan adanya fluktuasi pada aspek likuiditas dan solvabilitas. Kondisi likuiditas PT. Matahari Department Store. Tbk mengalami yang naik turun . dari tahun ke tahun. Rasio likuiditas seperti current ratio dan quick ratio menunjukkan adanya perubahan yang cukup signifikan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa efektif perusahaan dalam mengelola aset lancarnya untuk membayar kewajiban lancar. Fluktuasi ini dapat menjadi sinyal adanya ketidakseimbangan antara aset lancar dengan kewajiban lancar, yang berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas operasional perusahaan. Permasalahan lain yaitu rasio solvabilitas perusahaan, seperti Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR), mengalami fluktuasi dari tahun ke Tingkat utang yang tinggi dapat meningkatkan risiko keuangan . inancial ris. , karena perusahaan harus menanggung beban bunga yang besar. Apabila beban tersebut tidak diimbangi dengan pendapatan yang stabil, maka hal ini berpotensi menurunkan laba bersih dan melemahkan kinerja keuangan perusahaan. Dalam kondisi tersebut, penting untuk mengetahui sejauh mana likuiditas dan solvabilitas mempengaruhi kinerja keuangan PT. Matahari Department Store Tbk. Apakah penurunan kinerja keuangan disebabkan oleh ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek, ataukah karena tingginya beban hutang yang ditanggung. Dengan menilai pengaruh likuiditas dan solvabilitas terhadap kinerja keuangan, maka akan diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesehatan finansial perusahaan. Hal ini penting untuk memberikan pertimbangan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan strategis, serta bagi investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai prospek dan risiko investasi mereka. LANDASAN TEORI Likuiditas Didalam menjalankan operasionalnya, setiap perusahaan ada yang mampu dan tidak mampu untuk membayar seluruh atau sebagian hutang. Untuk itu perlu menggunakan rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang sudah jatuh tempo. Menurut Reimers . likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya dan bergantung pada arus kas perusahaan 14 | Rika Apriansyah. Iskandar. Hayani. The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial PerformanceA serta komponen aset dan kewajiban lancarnya. Sedangkan menurut Munawir . likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Rasio likuiditas . iquidity rati. merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban . jangka pendek. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo. Likuiditas sangat penting untuk mempertimbangkan dampak dari ketidak mampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, dengan kurangnya likuiditas menghalangi perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari diskon atau kesempatan mendapatkan keuntungan. Jenis-jenis rasio likuiditas yang dikemukakan oleh Kasmir . yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kemampuannya, yaitu : Current Ratio . Quick Ratio (Acid Test rati. Cash Ratio . Working Capital to Total Asset Ratio Dari keempat rasio yang dapat dijadikan sebagai indikator dari Likuiditas. Penulis memilih menggunakan Current Ratio sebagai indikator dari penelitian Likuiditas. Solvabilitas Tingkat solvabilitas perusahaan ini penting artinya bagi suatu perusahaan sebab posisi solvabilitas yang baik di satu pihak merupakan suatu jaminan terhadap kontiunitas perusahaan yang selanjutnya dapat memberikan kondisi baik bagi perusahaan tersebut dalam usahanya mencapai laba. Dan yang menjadi tolak ukur solvabilitas yang dicapai perusahaan, dapat dilihat dari kemampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi segala kewajibannya. Menurut Harahap . solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka panjang seperti aktiva tetap dan utang jangka Sedangkan menurut Kasmir . solvabilitas atau leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dari semua pengertian diatas tentang rasio solvabilitas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa rasio solvabilitas adalah ukuran seberapa besar kemampuan/daya ungkit perusahaan untuk membayar semua kewajibannya pada saat keadaan operasi atau akan likuidasikan. Menurut Halim . 2:166-), ada beberapa jenis rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya antara lain : Debt to Assets Rasio (DAR) Debt to Equity Ratio (DER) Long Term Debt to Equity Ratio (LTDtER) Times Interest Earned (TIE) Operating Income to Liabilities Ratio Pada penelitian ini peneliti menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR) sebagai rasio solvabilitas karena dapat membantu perusahaan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar keseluruhan hutang dengan menggunakan modal yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan sebagai jaminan hutang perusahaan. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan suatu perusahaan menunjukkan kaitan yang cukup erat dengan penilaian mengenai sehat atau tidak sehatnya suatu perusahaan. Sehingga jika kinerjanya baik, maka baik pula tingkat kesehatan perusahaan tersebut. Kinerja keuangan merupakan gambaran dari pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Menurut Sudana . menguraikan pengertian kinerja keuangan ialah penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan menurut Sulistyanto . mengemukakan bahwa kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dan maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 13 Ae 24 | 15 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Dari denifisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah tingkat perkembanganperkembangan perusahaan berdasarkan analisa aktivitas-aktivitas dan rasio-rasio keuangan sehingga menunjukkan apakah perusahaan tersebut memiliki kinerja yang bagus atau tidak. Menurut Jurningan . beberapa rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai indikator keuangan perusahaan . PBV (Price To Book Valu. Operating Profit Margin . Pengembalian atas Investasi (ROA) . Tingkat Pengembalian atas Ekuitas Saham Biasa (ROE) . Debt to Equity Ratio (DER) Dari kelima rasio yang dapat dijadikan sebagai indikator dari kinerja keuangan. Penulis memilih menggunakan Return On Asset (ROA) sebagai indikator dari penelitian terhadap Kinerja Keuangan. METODE PENELITIAN Analisis Data Kualitatif Menurut Ghozali . penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Analisis Data Kuantitatif Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka yang dalam perhitungannya menggunakan metode statistik yang dibantu dengan program pengolahan data SPSS versi 25. Metode-metode yang digunakan, yaitu : Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik ini untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukan hubungan signifikansi dan representative maka model tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, heteroskedstisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi, variabel dependen, variabel Atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak mempunyai distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Salah satu metode untuk mengetahui normalitas adalah dengan menggunakan metode analisis grafik, baik dengan melihat grafik secara histogram ataupun dengan melihat secara normal probability plot. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . , menyatakan bahwa uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terdapat korelasi antar variabel independen. Multikolinearitas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, variance inflation factor (VIF). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksaamaan variance dari residual pengamaan regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam satu model regresi linear berganda adalaha dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu STRESID dengan residual error yaitu ZPRED. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi dari Likuiditas dan Profitabilitas terhadap Kinerja Keuangan PT. Matahari Departement Store. Tbk Periode 2018-2024. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata . , standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai Analisis Statistik Inferensial Menurut sugiyono . analisis infrensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini sangat cocok digunakan 16 | Rika Apriansyah. Iskandar. Hayani. The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial PerformanceA bila sampel dari populasi di ambil dari populasi yang jelas. Dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random. Koefisien Linier Berganda Rumus ini digunakan untuk mengetahui Pengaruh Likuiditas Dan Solvabilitas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus Pada PT. Matahari Departement Store. Tb. Adapun menurut Sudjana . rumus regresi linier berganda adalah sebagai berikut : Y = a b1X1 b2X2 Keterangan : = Kinerja Keuangan = Konstanta = Koefisien regresi untuk X1 = Koefisien regresi untuk X2 = Likuiditas = Solvabilitas Uji Parsial (Uji . Digunakan untuk mengetahui signifikasi ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial atau sendiri-sendiri, sehingga sudah bisa diketahui apakah dugaan yang sudah ada dapat diterima atau ditolak. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Uji t Likuiditas (X. dengan Kinerja Keuangan (Y) . Menentukan formulasi Ho dan H1 Ho : = 0 : berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara terpisah. H1 : O 0 : berarti ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara . Level of significant a = 5% . Kriteria pengujian Ho diterima apabila ttabel O thitung atau thitung O ttabel Ho ditolak apabila ttabel > thitung atau thitung > ttabel . Kesimpulan Membandingkan antara thitung dengan ttabel maka dapat diketahui ada tidaknya pengaruh Likuiditas (X. dan Kinerja Keuangan (Y). Uji t Ukuran Solvabilitas (X. dengan Kinerja Keuangan (Y) . Menentukan formulasi Ho dan H1 Ho : = 0 : berarti tidak ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara terpisah. H1 : O 0 : berarti ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara . Level of significant a = 5% . Kriteria pengujian Ho diterima apabila ttabel O thitung atau thitung O ttabel Ho ditolak apabila ttabel > thitung atau thitung > ttabel . Kesimpulan Membandingkan antara thitung dengan ttabel maka dapat diketahui ada tidaknya pengaruh Solvabilitas (X. dan Kinerja Keuangan (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel Likuiditas (X . dan Solvabilitas (X. secara bersama-sama terhadap Kinerja Keuangan (Y). Menentukan formulasi Ho dan H1 Ho : = 0 : berarti tidak ada pengaruh antara Likuiditas (X . dan Solvabilitas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y). H1 : O 0 : berarti ada pengaruh antara Likuiditas (X . dan Solvabilitas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y). Penentuan Level of Significant 5%, dipilih a = 0,05. Kriteria pengujian Ho diterima apabila : F hitung O F tabel Ho ditolak apabila : F hitung Ou F tabel Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 13 Ae 24 | 17 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 . Kesimpulan Nilai F hitung diperoleh kemudian dibandingkan dengan F tabel. Apabila Ho ditolak berarti ada pengaruh variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Koefisien Determinasi Untuk melihat seberapa besar tingkat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial digunakan koefisien determinasi. Koefisien determinasi merupakan kuadrat dari koefisien korelasi sebagai ukuran untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel yang digunakan (Sugiyono, 2019:. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Analisis Data Uji asumsi klasik ini untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukan hubungan signifikansi dan representative maka model tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, heteroskedstisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas. Dalam uji asusmsi klasik ini dilakaukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Uji Normalitas Data Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Untuk mendeteksi normalitas data dapat dilihat melalui output grafik kurva normal p-plot. Suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal. Grafik p-plot pada gambar dibawah ini memperlihatkan penyebaran data . di sekitar garis regresi . dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. Gambar 1 Grafik p-plot Sumber : Hasil Olahan Data SPSS. Tahun 2025 Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak Variabel orthogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikoleneralitas dapat dideteksi 18 | Rika Apriansyah. Iskandar. Hayani. The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial PerformanceA dengan menggunakan nilai tolerance < 0,1 atau sama dengan nilai VIF > 10. Tidak terjadi multikolinearitas ketika toleranc e> 0,1 dan VIF > 1. Tabel 1 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Dependent Variable: Y Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Sumber : Hasil Olahan Data SPSS. Tahun 2025 Dari tabel di atas dapat dilihat hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan bahwa tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai tolerance kurang dari 10% yang berarti tidak ada korelasi antar variabel bebas yang nilainya lebih dari 95%. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada satu variabel bebas yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi. nilai Variance Inflation Factor (VIF) variabel Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. dihasilkan nilai yaitu 3,291 dan nilai Tolerance yang dihasilkan sebesar 0,255. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED . ilai prediks. dengan SRESID . ilai residualny. Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul ditengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Gambar 2 Scatter Plot Sumber : Hasil Olahan Data SPSS. Tahun 2025 Dalam uji heteroskedastisitas yang menggunakan SPSS 25. 0 didapatkan titik-titik menyebar sehingga dapat disimpulkan memiliki residual yang sama dan variabel bebas bersifat homokedastisitas. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 13 Ae 24 | 19 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Berdasarkan gambar diatas, hasilnya tidak terdapat yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol di bawah sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menampilkan Mean adalah rata-rata data. Median adalah nilai tengah . tau rata-rata dua nilai tengah bila datanya gena. Mak dan Min adalah nilai paling besar dan nilai paling kecil dari data. Std. Dev. (Standar Devias. adalah ukuran dispersi atau penyebaran data. Analisis deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan/ menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat suatu kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Varibel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. sebagai variabel independen, dan Kinerja Keuangan (Y) sebagai variabel dependen. Variabel tersebut akan di tampilkan secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber : Hasil Olahan Data SPSS. Tahun 2025 Variabel Independen . Likuiditas (X. Hasil dari statistik deskriptif pada tabel diatas bahwa variabel Likuiditas minimum adalah 0,44 dan variabel Likuiditas maksimum adalah 19,65 dengan nilai rata-ratanya sebesar 6,0020, sedangkan untuk standar deviasinya adalah sebesar 7,91623. Solvabilitas (X. Hasil dari statistik deskriptif pada tabel diatas bahwa variabel Solvabilitas minimum adalah 0,38 dan variabel Solvabilitas maksimum adalah 2,66 dengan nilai rata-ratanya sebesar 1,4240, sedangkan untuk standar deviasinya adalah sebesar 0,99102. Variabel Dependen . Kinerja Keuangan (Y) Hasil dari statistik deskriptif pada tabel diatas bahwa variabel Kinerja Keuangan minimum adalah 5,10 dan variabel Kinerja Keuangan maksimum adalah 32 dengan nilai rata-ratanya sebesar 16,500, sedangkan untuk standar deviasinya adalah sebesar 12,02934. Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Likuiditas Dan Solvabilitas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus Pada PT. Matahari Departement Store. Tb. Hasil analisis regresi linier berganda selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. 20 | Rika Apriansyah. Iskandar. Hayani. The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial PerformanceA Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Standardized Coefficients Beta (Constan. Sig. Dependent Variable: Y Sumber : Hasil Olahan Data SPSS. Tahun 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 3,999 0,604X1 0,440X2 e Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : Konstanta sebesar 3,999, artinya jika Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. adalah 0, maka Kinerja Keuangan (Y) nilainya adalah 3,999. Koefisien regresi variabel Likuiditas (X. sebesar 0,604, artinya jika Likuiditas mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Keuangan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,604. Koefisien regresi variabel Solvabilitas (X. sebesar 0,440, artinya jika Solvabilitas mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Keuangan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,440. Uji Parsial (Uji . Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel bebas (Likuiditas Dan Solvabilita. secara individual mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Kinerja Keuanga. Untuk menguji signifikan hubungan, maka dapat menggunakan sistem SPSS For Windows 25 dengan langkah sebagai berikut : Tabel 4 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Standardized Coefficients Sig. Dependent Variable: Y Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2025 . Pengujian pengaruh Likuiditas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y) . Menetapkan tingkat signifikansi yaitu sebesar a = 0,05. Menetapkan hipotesis A Ho : 1 = 0, tidak terdapat pengaruh Likuiditas terhadap Kinerja Keuangan. A Ho : 1 O 0, terdapat pengaruh Likuiditas terhadap Kinerja Keuangan. Kesimpulan Pada tabel diatas nilai hasil uji t terlihat nilai signifikansi variabel Likuiditas (X. lebih kecil dari taraf nyata . ,006 < 0,. , yang artinya variabel Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Dengan demikian H0 ditolak dan maka H1 diterima, tinggi rendahnya Likuiditas berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Pengujian pengaruh Solvabilitas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y) . Menetapkan tingkat signifikansi yaitu sebesar a = 0,05. Menetapkan hipotesis A Ho : 1 = 0, tidak terdapat pengaruh Solvabilitas terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 13 Ae 24 | 21 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 A Ho : 1 O 0, terdapat pengaruh Solvabilitas terhadap Kinerja Keuangan. Kesimpulan Pada tabel diatas nilai hasil uji t terlihat nilai signifikansi variabel Solvabilitas (X. lebih kecil dari taraf nyata . ,005 < 0,. , yang artinya variabel Solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Dengan demikian H0 ditolak dan maka H1 diterima, tinggi rendahnya Solvabilitas berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. secara bersama-sama terhadap Kinerja Keuangan (Y). Untuk menguji signifikan hubungan, maka dapat menggunakan sistem SPSS For Windows 25 dengan langkah sebagai berikut : Tabel 5 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. X2. Dependent Variable: Y Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2025 Menentukan formulasi Ho dan H1 Ho : = 0 : berarti tidak ada pengaruh antara Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y). H1 : O 0 : berarti ada pengaruh antara Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. terhadap Kinerja Keuangan (Y). Penentuan Level of Significant 5%, dipilih a = 0,05. Kesimpulan Pada tabel 4. 5 nilai hasil Uji F terlihat nilai signifikansinya lebih kecil dari taraf nyata . ,000 < 0,. , yang artinya variabel Likuiditas (X. dan Solvabilitas (X. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Y). Koefisien Determinasi Analisis determinasi (R. digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1 dan X. secara serentak terhadap variabel dependen (Y). R2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikit pun persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen, sebaliknya R2 sama dengan 1, maka persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna. Hasil dari uji Koefisien Determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6 Korelasi Determinan (R. Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Sumber : Data Primer Diolah. Tahun 2025 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Hasil analisis determinasi diperoleh angka R2 (R Squar. sebesar 0,769 atau . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen (Likuiditas Dan Solvabilita. terhadap variabel dependen (Kinerja Keuanga. sebesar 76,9% atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model (Likuiditas Dan Solvabilita. mampu menjelaskan 76,9% variabel dependen (Kinerja Keuanga. , sedangkan sisanya sebesar 23,1% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. 22 | Rika Apriansyah. Iskandar. Hayani. The Effect Of Liquidity And Solvability On Financial PerformanceA KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil pemaparan dan pembahasan data di atas, maka kesimpulan dari hasil penelitian adalah Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Matahari Departement Store. Tbk. Solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Matahari Departement Store. Tbk. Likuiditas Dan Solvabilitas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Matahari Departement Store. Tbk. Saran Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Likuiditas Dari sisi likuiditas, perusahaan disarankan mengoptimalkan manajemen kas, piutang, serta persediaan agar kewajiban jangka pendek dapat dipenuhi tanpa mengganggu operasional. Solvabilitas Dari sisi solvabilitas, perusahaan perlu mengendalikan tingkat utang, memperkuat ekuitas, serta memastikan utang digunakan secara produktif. Kinerja Keuangan PT. Matahari Department Store. Tbk perlu meningkatkan kinerja keuangannya dengan cara pengendalian biaya operasional, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta melakukan inovasi dalam strategi pemasaran agar pendapatan terus bertumbuh. Selain itu, manajemen juga harus menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan kemampuan finansial agar pertumbuhan yang dicapai tetap berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA