Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen PERAN PAK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIS PEMUDA KRISTEN DI KABUPATEN KULON PROGO Oleh: Anti Uki Nusantari. Epafras Mujono. Lie Agan e-mail: antynusantary@gmail. com, epafrasmujono@ukrimuniversity. id, lieagan@gmail. Abstract The main objective of the study was to determine the influence of the role of the tricenter of PAK on the formation of the religious character of Christian youth. With supporting objectives, namely: First, to describe the role of family in the formation of religious character of Christian youth. Second, to explain the role of the church in the formation of the religious character of Christian youth. Third, to explain the role of schools in the formation of the religious character of Christian youth. Fourth, to explain the influence of the role of family, school, church on the formation of religious character. First, with regard to the theoretical basis of variable X1 on Y, it shows the influence of the role of family PAK on the formation of religious character of Christian youth, amounting to 561 > 0. 05 and the value of t count -. 585 < t table 2. 010, so that there is a positive influence of X1 on Y is not significant. Second, with regard to the theoretical basis of variable X2 on Y, it is known that the effect of X2 on Y is 0. 124 > 0. 05 and the calculated t value of t 1. 565 < t table 010, which means that there is an influence of the role of PAK School on religious character but not significant. Third, with regard to the theoretical basis of variable X3 on Y, amounting to 948 > 0. 05 and the value of t count -0. 065 t > table 2. 010, which means there is an influence of X3 on Y is not significant. Fourth. X1. X2 and X3 simultaneously on Y, showed an influence based on the results of the f test / hypothesis test, the results obtained the significance value for the effect of X1. X2. X3 (Tri Center of educatio. simultaneously on Y is 0. 387>0. 05 and the value of F count 1. 030 < from F table 2. All independent variables have an insignificant influence on the dependent variable by 5. Abstrak Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh peran tri pusat PAK terhadap pembentukan karaketer religius pemuda Kristen. Dengan tujuan penunjang, yakni: Pertama, untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. Kedua, untuk menjelaskan peran gereja dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. Ketiga, untuk menjelaskan tentang peran sekolah dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. Keempat, untuk menjelaskan pengaruh peran keluarga, sekolah, gereja terhadap pembentukan karakter religius. Hasil penelitian Pertama, berhubungan dengan landasan teori variabel X1 terhadap Y, menunjukkan adanya pengaruh peran PAK keluarga terhadap pembentukan karakter religius pemuda Kristen, sebesar 0. 561 > 0. 05 dan nilai t hitung -. 585 < t tabel 2. 010, sehingga terdapat pengaruh positif X1 terhadap Y tidak signifikan. Kedua, berkenaan landasan teori variabel X2 terhadap Ydiketahui pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0. 124 > 0. 05 dan nilai t hitung 565 < tabel 2. 010, yang berarti terdapat pengaruh peran PAK Sekolah terhadap karakter religius namun tidak signifikan. Ketiga, berkenaan dengan landasan teori variabel X3 terhadapY, 948 > 0. 05 dan nilai t hitung -0. 065 t > tabel 2. 010, yang berarti terdapat pengaruh X3 terhadap Y tidak signifikan. Keempat. X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap Y, menunjukkan adanya pengaruh berdasarkan hasil uji f / uji hipotesis, maka diperoleh hasil nilai Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 27 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen signifikasi untuk pengaruh X1. X2. X3 (Tri Pusat pendidikan ) secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0. 387>0. 05 dan nilai F hitung 1. 030 < dari F tabel 2. Semua variabel independent/ bebas memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen/terikat sebesar 5,9%. Kata Kunci : Peran Tri Pusat PAK. Karakter Religius Pendahuluan Peran penting Pendidikan menjadi salah satu pondasi penentuan peradapan, tentang baik maju maupun mundurnya bangsa akan dilihat dari peletakan tujuan yang ditancapkan. Oleh karena itu pendampingan anak usia pemuda tidaklah mudah, apalagi pendidik diperhadapkan dengan kemajuan teknologi yang berkembang dengan pesat, sehingga pemuda dengan mudah dapat menerima sumber informasi, sumber pendidikan yang lain dengan mudah. Di era digital ini, semua berubah sangat drastis. Semua informasi dapat dengan mudah diakses oleh pemuda dalam hitungan waktu yang tidak lama / singkat. Untuk itu sangat di perlukan kemampuan untuk mengembangkan kontrol diri. Santrock . dalam Amitya Kumara dan Ayu Sulistyaningsari . kemampuan mengontrol emosi merupakan aspek penting dalam perkembangan aspek emosi masa remaja. Kemampuan emosi ini mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan dalam akademik, pergaulan, pengendalian diri, karakter dan lain sebagainya. Akan tetapi pemuda mengalami problematika, baik problematika individu namun Berbagai bentuk permasalahan yang sering muncul di era digital ini antara lain pemuda dengan mudah menggunakan media komunikasi dengan gampang, sehingga dengan mudah dapat mengakses situs-situs pronografi, terprofokasi berita hoax, menggunakan media komunikasi tidak bijak, sikap apatis, acuh, sehingga akhirnya marak menimbulkan berbagai masalah yang ada antara lain kenakalan remaja/pemuda, merebaknya Klithih di Yogyakarta, tawuran, banyaknya pernikahan dini, genk motor, pencurian, tindakan amoral, rasa tidak menghormati kepada guru/orang tua . ikap membangkan. , perkelahian antar pemuda serta munculnya anak-anak punk, tindak bulliying, baik ferbal maupun non ferbal. Merebaknya aksi anarkis serta kemerosotan moral yang terjadi, salah satunya kemungkinan masalah dilapangan menunjukkan satu realita yang mana karena selama ini pendidikan masih fokus / terbatas pada transfer of knowledge saja , belum lebih jauh pada pemberian nilai-nilai makna hidup atau pemberian moral yang positif yang nantinya membawa karakter siswa. Disinilah peran penting dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat . , dalam memberikan sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pasca pandemi Covid-19 juga mempengaruhi pengaruh menurunnya tingkat kualitas Pendidikan di Indonesia, baik dalam segi pengetahuan maupun dalam karakter pemuda. Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat karakter beberapa waktu ini antara lain : . sistem pendidikan yang kurang menekankan pendidikan karakter namun cenderung menekankan pada pencapaian nilai kognitif / intelektual semata. kondisi lingkungan yang kurang mendukung pembangunan karakter. (Furgon:2019:. Karakter religius ini sangat penting karena dengan karakter religius ini, pemuda mampu memiliki pertahanan diri untuk menghindari hal-hal negatif yang ada yang mungkin terjadi dalam perjalanan kehidupan di masa pembentukan identitas dirinya. Pemuda yang berkembang dengan karakter yang positif. Dapat menghindar dari ketidak taatan pada Tuhan, kenakalan remaja, kriminalitas, menghindari narkoba, malas, mencontek, tidak disiplin dan lain sebagainya. (Setyoadi Purwanto: 2016:. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 28 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Peneliti mengidentifikasi masalah-masalah penelitian ini sebagai berikut : . kurangnya peran keluarga terutama orang tua dalam implementasi Pendidikan Agama Kristen. Masalah dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di sekolah-sekolah, yang kurang menekankan pendidikan karakter namun cenderung menekankan pada pencapaian nilai kognitif / intelektual. mulai munculnya sikap warga gereja tidak/kurang mampu melaksanakan fungsi panggilan dan perannya dalam kehidupan sehari- terhadap keberlangsungan pendidikan agama kristen disekolah dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. Terjadinya kemerosotan karakter religious di kalangan pemuda. Adapun tujuan utama penelitian, yakni : mengetahui pengaruh peran tripusat PAK . eluarga, gereja dan sekola. terhadap pembentukan karaketer religius pemuda Kristen Kulon Progo. Sedangkan beberapa tujuan penunjang, yakni: . untuk mendeskripsikan tentang peran keluarga peran dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. untuk menjelaskan peran gereja dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. untuk menjelaskan tentang peran sekolah dalam pembentukan karakter religius pemuda Kristen. untuk menjelaskan pengaruh peran keluarga, sekolah, gereja terhadap pembentukan karakter religius . ecara teor. Brotosudarmo menyatakan bahwa Pendidikan Agama Kristen merupakan usaha sadar dan terencana guna meletakkan dasar Yesus Kristus dalam pertumbuhan iman Kristen dengan cara mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengebagkan potensi untuk kekuatan spiritual keagamaan yaitu melandaskan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhklak mulia. (Drie Brotosudrmo:2017:. Sedangkan Herenimus . menyatakan bahwa PAK adalah Pendidikan yang bertujuan untuk mendidik jiwa sehingga menjadi Bait Tuhan. (Harianto GP:2016:. Pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dari usia anak-anak maupun sampai dewasa. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran PAK baik peserta didik maupun guru memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan tanda-tanda kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi sebagai maupun juga dalam bagian dari kumunitas. Untuk mencapai tujuan itu, tentunya diperlukan pendidikan atau guru kristen yang sungguh-sunggh mengenal Allah di dalam Yesus Kristus yang mengalami pembaharuan spiritual, memiliki konsep epistemologis bahwa semua kebenaran bersumber dari Allah di mana kita mendapatkannya, dengan standar Firman Allah. Berbicara mengenai Pendidikan budaya dan karakter bangsa tentunya tidak terlepas dari pengrtian Pendidikan, budaya dan karakter. Pendidikan karakter seperti kita ketahui merupakan penidikan nilai. Pendidikan pekerti . Pendidikan moral. Pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, serta memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. (Suwarso:2013:. Pendidikan karakter menanamkan kebiasaan . tentang hal mana yang lebih baik, sehingga peserta didik lebih menjadi paham . tentang mana yang benar dan salah, maupun merasakan . berkaitan tentang nilai yang baik dan dilakukannya . Hadari Nawawi berpendapat bahwa sekolah merupakan organisasi kerja atau sebagai wadah kerjasama sekolompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Peran sekolah terikat kepada sasaran yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Dalam pengajaran iman kristiani, sekolah dalam pendidika agama kristen (PAK) memerlukan penanganan yang serius dari pengelola Dalam pengajarannya harus efektif, dan harus berlandaskan akan nilai-nilai iman kristiani, sesuai dengan ajaran Alkitab dan gereja. Oleh karena itu, seorang guru PAK bukan hanya mengajarkan tentang nilai-nilai kristiani, namun bagaimana guru harus menjadi teladan atau panutan bagi peserta didik. Yang tentunya meneladani Kristus sebagai Guru Agung Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 29 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Perlu diketahui seorang guru PAK tidak hanya sekedar mentransfer ilmu, tetpi juga menanamkan nilai-nilai iman kristen / kekristenan kepada peserta didik. Pendidikan Agama mengambil peran atau andil yang sangat besar dalam memperbaiki kehidupan bangsa yang Peran Sekolah menurut hasbullah dalam buku Dasar-dasar Ilmu Pendidikan menyatakan beberapa peran sekolah antara lain : Mengembangkan pikiran dan kecerdasangan . mengembangkan pribadi anak didik secara menyeluruh, menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan Pendidikan kecerdasan. Spesialisasi, . Efesiensi, . Sosialisasi. Jonar T. H Situmorang dalam buku Etika dan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen, menyebutkan setidaknya terdapat sepuluh peran guru yaitu: guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, guru sebagai sumber belajar, guru sebagai fasilitator, guru sebagai pembimbing, guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola, guru sebagai penasihat, guru sebagai inovator, dan guru sebagai motivator. Gereja bukanlah sekedar tempat berkumpulnya umat atau jemaat, melainkan center of education bagi seluruh warga gereja. Dalam konteks ini gereja harus memberikan layanan pendidikan atau pembinaan bagi warga gereja. Pentingnya peran gereja dalam pendidikan remaja, karena memang remaja itu akan menjadi generasi penurus bangsa serta menjadi tiang gereja dalam menjalankan misi Amanat Agung Allah. Peran gereja juga penting karena melalui gereja remaja dididik secara rohani, iman karakter juga dan moral sesuai dengan karakter Kristus, serta tidak terlepas dari pengetahuan, nilai keimanan untuk pertumbuhan kerohanian iman mereka. Dalam membentuk karakter religious seseorang, gereja memiliki peranan yakni: Penyelenggaraan sekolah yang bermutu dan penyelenggaraan sekolah sebagai pelayanan Peran gereja dalam pendidikan nasional merupakan tanggung jawab moral. Gereja berperan dalam peningkatan mutu guru menjadi guru yang kompeten, guru yang sehat rohani. Peran orang percaya dalam gereja merupakan bentuk mengaktualisasi misi. / Misiologi. Paulus Purwanyo dalam jurnal Christian Education and Leadreship menyatakan bahwa peran orang percaya dalam gereja merupakan bentuk mengaktualisasi misi. Memberdayakan warga jemaat Peran serta jemaat secara umum sangat dibutuhkan untuk membantu berjalannya pelayanan di dalam gereja. Oleh sebab itu, gereja pun harus memberdayakan warga jemaat yang ada untuk kemudian ikut membantu tugas dan pelayanan para pelayan gereja dalam hal ini pendeta dan majelis jemaat. Thomas Licona dalam Character Matters menyatakan bahwa AuKarakter merupakan kepemilikan akan hal-hal baik, mengajar anak-anak dan karakter yang termuat dalam pengajaran orang tua. (Thomas Licona:2019:. Karakter adalah suatu kepribadian seseorang yang bersumber dari moral, spiritual, etis individu yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana karakter merupakan keadaan asli yang ada dalam diri individu seseorang yang membedakan antara dirinya dengan orang lain. Namun terkadang dalam praktek keseharian antara karakter, watak dan kepribadian sering kali tertukar dalam penggunaannya. Kata religius berakar dari kata reigi . yang berarti taat pada agama. (Syamsu:2013:. Fahmi Irhamsyah adalah sikap dan prilaku yang patut dalam melaksanakan ajaran agama yang dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama (Fahmi:2016:. Penulis menyimpulkan bahwa karakter religious merupakan suatu penghayatan ajaran agama yang dianutnya dan telah melekat pada diri seseorang sehingga memunculkan sikap atau perilaku dalam kehidupan sehari-hari baik dalam bersikap maupun dalam bertindak yang akhirnya dapat membedakan dengan karakter orang lain. Dalam karakter Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 30 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen yang mendorong dikembangkannya anggota keluarga menjadi insan-insan agama yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, pemuda yang religius memiliki tiga ciri utama, antara ain pertama patuh dan taat pada ajaran agama yang dianutnya, kedua, teoleransi terhadap pelaksanaan agama lain, ketiga hidup rukun dengan pemeluk agama lain. ahmi:2016:. Dengan bentuk-bentuk atau wujud nyata dari karakter religious peneliti bagikan ke dalam tiga bantuk, yakni: Karakter yang berhubungan dengan Tuhan. Karakter yang berhubungan dengan orang lain serta. Karakter Terkait dengan Sifat Pribadi . Lingkungan keluarga merupakan komunitas pertama yang menjadi tempat bagi setiap individu belajar konsep baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, benar dan salah. Di keluargalah seseorang, sejak bayi menjadi lingkungan belajar tata nilai atau moral. Karena tata nilai seseorang akan tercermin dalam karakternya, di keluargalah awal mula proses pendidikan Pertama dan utama, pendidikan dikeluarga ini sangat menentukan seberapa jauh akan menjadi orang yang lebih dewasa memiliki komitmen terhadap nilai moral tertentu. Kita tidak bisa mengabaikan peran keluarga dalam pendidikan. Karena sejak dini anak sudak mendapatkan pendidikan dari keluarga. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi. anak-anak menerima pengaruh dan pendidikan dari lingkungan keluarga. Allah telah menunjuk kepada manusia bahwa pihak yang dianggap sebagai pendidik anak yang bertanggung jawab utama adalah orang tua. (Ulangan 6:4-. merupakan bagian Alkitab yang sering kali disebut sebagai AuShema/ Shama (Bahasa Ibran. yang berarti mendengar. Pada bagian ini kitab bisa belajar tentang bagai mana orang Yahudi pada masa Yesus yang sering kali diucapkan di Sinagoge dalam sebuah kebaktian Di nats tersebut kita dapat melihat perintah Allah pada bangsa Israel untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka . da pada ayat 5-. , serta perintah untuk mengajarkan iman mereka dengan tekun pada anak-anak mereka dalam segala situasi dan kondisi . yat 7- . Gereja memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian atau karakter dari generasi penerus bangsa. Karena itu gereja harus terus menanamkan nilai-nilai . dan pola kehidupan yang sesuai dengan standard kebenaran firman Tuhan. Yesus dalam pengajarannya sering kali terlihat menekankan karakter kepada para murid. Karakter meliputi: integritas, kemurnian moral dan hubungan dengan Kristus. Guna pembimbingan gereja agar berkembang dalam kehidupan yang dinamis secara spiritual, perlunya kehadiran gereja yang belajar. Melalui kegiatan belajar. Pertama : gereja Pembinaan kegiatan kegiatan pembelajaran jemaat dapat dilakukan dengan kegiatan retreat, seminar, diskusi, lokakarya dan sejenisnya. Harianto menyatakan bahwa gereja merupakan persekutuan belajar bersama, bukan hanya gereja yang mengajar. arianto :2012. Hipotesisi dari penelitian ini hipotesis asosiatif, yaitu suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan anatar dua variabel atau lebih. Dimana Rumus dan hipotesis nolnya adalah: Tidak ada hubungan antar variabel. (Sugiyono:2019:. Hipotesis penelitian ini diduga : . Diduga terdapat pengaruh positif signifikan peran PAK Keluarga terhadap pembentukan karakter religius pemuda kristen Kulon Progo . Diduga terdapat pengaruh positif signiikan peran PAK Sekolah terhadap pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo. Diduga terdapat pengaruh positif signifikan peran PAK Gereja terhadap pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo. Diduga terdapat pengaruh secara simultan Peran Tri Pusat Pendidikan Agama Kristen terhadap Pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo. Metodologi Penelitian Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 31 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Metode korelasi adalah metode analisis data kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel sehingga dapat memudahkan dalam menentukan serta memprediksi hubungan antar variabel. (Sugiyono, 2019:. Dengan beberapa langkah atau tahapan penelitian yaitu : . menentukan masalah yang akan diteliti, . mencari reverensi yang akan digunakan sebagai landasan teori, setelah itu . menentukan metode penelitian yang digunakan, . pengumpulan data, . analisa data dan . menarik kesimpulan. Dengan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian yang bermain dengan angka-angka dari pada pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta akan menampilkan hasilnya. Sugiyono menyatakan bahwa metode pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan tradisional, hal ini karena pendekatan ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai pendekatan untuk penelitian. (Sugiyono, 2019:. Peneliti kuantitatif maupun peneliti kualitatif melakukan penyelidikan dengan cara yang berbeda. Berdasarkan permasalahan sosial yang diangkat maka penelitian ini adalah menggunakan jenisnya penelitian survey lapangan dengan menggunakan data kuantitatif, dengan pendekatan yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif-korelasional. Dengan jumlah minimal uji coba kuesioner adalah 30 responden untuk melakukan ujicoba validasi. (Sugiyono, 2013:. Uji coba validasi dan reliabilitas kuesioner, dapat dilakukan validasi dan reabilitas secara Sugiyanto menjelaskan penetapan batas minimal responden 30 karena dikarenakan agar hasil pengujian mendekati kurva normal. (Sugiyono, 2013:. Arikunto . menjelaskan bahwa jika jumlah populasi kurang dari 100, maka jumlah responden diambil secara keseluruhan, akan tetapi jika populasinya lebih besar dari 100 orang, maka bisa diambil 10 sampai 15% atau 20-25% dari jumlah populasi. Dalam suatu penelitian penentuan sampel yang layak dalam penelitin. Penelitian survey pada penelitian dilakukan untuk menggeneralisasi yang mendalam tentang pengaruh peran tri pusat Pendidikan . eluarga, sekolah dan masyarakat dalam hal ini gerej. terhadap pembentukan karakter religious pemuda, dimana data diperoleh secara alamiah, peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data dengan cara membagikan instrument untuk pengumpulan data dan penelitian ini bersifat menjelaskan hubungan fungsional dan pengujian hipotesis. Variabel penelitian pada pada penelitian ini ada empat variabel yakni peran lingkungan keluarga (X. , peran Lingkungan Sekolah (X. , peran lingkungan Gereja (X. dengan karakter religius (Y). Keempat variabel pada dasarnya adalah segala sesuatu untuk mempelajari hubungan antar variabel sehinga diperoleh informasi tentang hal tersebut, dan kemudian menarik (Sugiyono, 2019:. Dalam hal ini variable-variabel tersebut dijabarkan pada indikataor berdasarkan teori yang sesuai dengan pendapat para ahli. Penelitian ini menggunakan variabel terikat /varabel dependen yaitu Karakter Religius (Y) dan variabel bebas/independen yaitu peran lingkungan keluarga, peran lingkungan sekolah dan peran lingkungan masyarakat/gereja. sebagai variabel (X. , (X. dan (X. Paradigma atau pola pengaruh antar variabel penelitian pada dasarnya merupakan rencana studi/penelitian yang menggambarkan prosedur dalam menjawab pertanyaan masalah Oleh karena itu, berdasarkan acuan pada masalah penelitian serta jenis desain penelitian, maka desain penelitian ini merupakan desain kausal, dimana kajiannya dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh antar variabel-variabel yaitu : . peran PAK keluarga (X. terhadap Karakter Religius Pemuda Kristen (Y). peran PAK sekolah (X. terhadap Karakter Religius Pemuda Kristen (Y). peran PAK Gereja (X. terhadap Karakter Religius Pemuda Kristen (Y). Pengaruh peran X1,X2,X3 secara simultan terhadap Y. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 32 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Penelitian ini akan di laksanakan di Kabupaten Kulon Progo yang tersebar dalam dua belas kecamatan. Dengan responden penelitian ini adalah para pemuda Kristen Kabupaten Kulon Progo, yang tergabung dalam PPK (Persekutuan Pelajar Kriste. , dengan jumlah keseluruhan ada 182 orang pemuda putra dan putri, terdiri dari 87 putra dan 95 putri, yang berasal dari denominasi gereja yang beragam. Dengan kriteria sebagai masih duduk dibangku sekolah SMA/SMK. Umur antara 15-19 tahun. Duduk di kelas X. XI atau XII. Dengan sampel penelitian sejumlah 53 orang. Adapun waktu penelitian ini mulai bulan September 2022 sampai dengan bulan Juni 2023. Untuk lebih jelasnya keadaan populasi dapat dilihat pada table 3. Tabel 3. Data Populasi Pemuda Kristen Kecamatan/tempat Sekolah Pemuda Temon Kalibawang Samigaluh Nanggulan Lendah Kokap Putra Putri Jumlah Rumus Sampel 26/182X53 4/182X53 1/182X53 5/182X53 4/182X53 2/182X53 Sentolo Girimulyo Pengasih Galur Wates Panjatan Jumlah 19/182X53 7/182X53 38/182X53 10/182X53 52/182X53 10/182X53 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. ( Sugiyono : 2013:. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling yaitu teknik pengambilan sampling secara acak, terhadap sejumlah populasi secara proporsional dengan alasan populasinya homogen tetapi jumlah pemuda disetiap kecamatan berbeda. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara . ntuk mengetahu data awa. , observasi . engamatan saat kegiatan PPK) serta penyebaran angkatl ewat google from. Teknik Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi atau data yang diperlukan dalam usaha Priansa menyatakan bahwa wawancara merupakan teknik untuk mengumpulkan informasi melalui komunikasi langsung dengan responden (Priansa. Donni J. Manejemen 2015: Sedangkan teknik observasi yang dialakukann dalam penelitian ini yaitu melakukan pengamatan kepada responden dalam keaktifan mereka semala mengikutu kegiatan PPK Kulon Progo. Dalam hal ini, peneliti mengamati keaktifan dan peran pemuda selama mengikuti persekutuan pelajar Kristen berlangsung. Dimana malam beberapa kali kegiatan, terlihat kurangnya peran serta pemuda dalam ibadah persekutuan pelajar tersebut. Adapun yang dimaksud dengan observasi partisipant pengamat ikut serta dalam kegiatan memberikan angket quisionare, teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pembentukan karakter Melalui observasi ini, maka peneliti memperoleh data mengenai kondisi real yang Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 33 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen pemuda Kristen Kabupaten Kulon Progo. Teknik Angket (Questionar. Priansa dalam buku Manajemen Peserta Didik dan Model Pembelajaran menyatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsung, yaitu melalui tulisan, dengan menggunakan data primer dari angket/ kuesioner. (Priansa. Donni J. Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur variabel lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat/gereja. dan komponen karakter religius. Yang digunakan untuk mengungkap besar pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat/gereja dan komponen karakter religius. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, maka peneliti menyebarkan angkat dan menganalisisnya. Angket atau kuisioner ini dilengkapi dengan jawaban yang memudahkan responden untuk tinggal memilih salah satu jawaban yang disediakan sesuai dengan keadaan diri responden. Adapun altenatif model yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima pilihan . kala lim. dengan pilihan responden: SLL (Selal. SR (Serin. JR (Jaran. KD (Kadang-kadang dan TP . ifak perna. Peneliti akan mengukur dengan cara mendeskripsikannya menggunakan angkaangka melalui proses perhitungan statistik manual dan perhitungan melalui SPSS (Statistical Product and Service Solutio. Teknik Analisa Data pada penelitian ini menggunakan dua Uji, yakni Uji Validitas dan Relibilitas Instrumen. Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antar empat variabel dalam penelitian ini. Analisa data digunakan untuk menguji data-data yang sudah dikumpulkan oleh peneliti dari jawaban responden sebelumnya, setelah itu peneliti memberikan pensekoran sesuai dengan jawaban yang masuk yaitu 5,4,3,2 dan 1 untuk jawaban yang diberikan. Setelah itu peneliti akan mengolah data yang ada menggunakan SPSS 25. SPSS atau Statistical Product and service Solution, yaitu sebuah program aplikasi yang bertujuan untuk menganalisastatistik dalam sistem manajemen data pada lingkungan grafid dengan memakai menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog sederhana sehingga lebih mudah untuk memahami cara pengoprasiannya. (Toto Aminoto:2020:. Sudarmanto menyatakan bahwa Auuji validitas,Ay merupakan alat uji yang digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur instrument penelitian yang telah disusun dapat digunakan untuk mengukur apa saja yng hendak diukur secara tepat. (Sudarmanto:2004:. Sugiyanto menyatakn bahwa untuk instrument yang akan mengukur efektifitas pelaksanaan program, maka pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument denga nisi atau rancangan yang telah ditetapkan. (Sugiyono:2015:. Yang mana untuk analisis pada masing-masing butir, akan menggunakan formula dari Cohen dan Swerdlik serta Schult & Whitney. Dimana Nampak pada alisis rumus sebagai berikut : Hipotesis Uji HO : Butir Valid HA : Butir Tidak Valid Uji Statistik yaycOycI = ne Ae (N-. _ N/2 Di mana ne adalah banyaknya penelaah yang menyatakan sangat relevan, sedangkan N adalah banyaknya penelaah. Dengan Kriteria Uji Terima Ho bila koefisien CVR Ou 0,05. Sedangkan gagal diterima jika Ho <0,05. Sedangkan untuk keseluruhan butir menggunakan formula dari Gregiry. ( Ali Hasmy:2014:28-. Sedangkan untuk keseluruhan butir menggunakan formula dari Gregiry. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 34 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Hipotesis Uji HO : Butir Valid HA : Butir Tidak Valid Uji Statistik yaycO = A B C D Dimana A adalah banyaknya butir yang dinyatakan kurang relevan oleh pasangan B adalah banyak butir yang oleh penelaah pertama dinyatakan kurang relevan tetapi penelaah kedua dinyatakan sangat relevan. C adalah banyaknya butir yang oleh penelaah pertama dinyatakan sangat relevan sementara penelaah kedua dinyatakan kurang relevan ,dan D adalah banyaknya butir yang dinyatakan sangat relevan oleh pasangan penelaah. Jika digunakan lebih dari dua penelaah, maka CVR didapat dengan menghitung CV setiap kombinasi pasangan penelaah, kemudian menghitung rata-ratanya. Dengan Kriteria Uji untuk dua penelaah. Terima Ho bila koefisien CVR Ou 0,05. Gagal terima Ho bila koefisien CVR < 0,05 . dimana CVR sebagaimana dipaparkan di atas dapat dipandang sebagai upaya mengatasi masalah pada analisis hasil telaahan. udgemental analysi. sebagaimana yang dapat dipahami dari Uji Hipotesis digunakan untuk melihat sebuah dugaan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikan, variabel dependen dan independen. Hipotesis adalah sebuah dugaan jawaban sementara terhadap sebuah rumusan masalah yang telah ditetapkan oleh peneliti, dalam hal ini rumusan masalah penelitian adalah hipotesis asosiatif, dimana peneliti melihat adanya dugaan Pengaruh Peran Tri Pusat Pendidikan Agama Kristen terhadap Pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen. Sedangkan Uji Reliabilitas menurut Sudarmanto, . "suatu alat ukur atau instrumen penelitian . dikatakan memiliki reliabilitas yang baik apabila alat ukur atau instrumen tersebut selalu memberikan hasil yang sama meskipun digunakan berkali-kali baik oleh peneliti yang berbeda" Untuk mengukur reliabitas angket atau kuesioner dalam penelitian ini menggunakan rumus Cronbach Alpha sebagai Keterangan: r11= Reliabilitas instrumen k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal. Sedangkan uji reliabilitas dipergunakan untuk mengetahui nilai indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reabilitas menurut Imam Ghozali adalah alat ukur suatu koesioner yang merupakan indikator dari variabel atau kontruk. Dimana koesioner dikatakan variabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyatan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. (Imam Gozali:2018:. Setelah melakukan uji tersebut maka dilakukan uji regresi, dimana Uji Regresi digunakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh yang signifikasi antara satu atau lebih variabel bebas (Variabel X) terhadap variabel terikat (Variabel Y) baik secara parcial maupun secara simultan. ( Fridaya Yudiatmaja, 2013: . Analisis regresi merupan cara yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh variabel Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 35 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen X terhadap variabel Y, dimana untuk menjelaskan ketergantungan antara variabel-variabel Adapun besaran korelasi disimbolkan dengan huruf Aur,Ay yang disebut koefisiensi Jika nilai r> 0, artinya telah terjadi hubungan linier positif, yaitu makin besar nilai variabel X . , makin besar pula nilai variabel Y . atau makin kecil nilai variabel X . makin kecil pula nilai variabel Y . Setelah dilakukan uji korelasi maka dilakukan uji normalitas. Uji Normalitas digunakan untuk menentukan apakah kumpulan data dimodelkan dengan baik oleh distributor normal dan untuk menghitung seberapa besar kemungkinan variabel acak yang mendasari kumpulan data terdistribusi normal. Imam Ghozali menyatakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. (Iman Gozali:2018:. Dimana uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal, sebab jika uji ini dilanggar maka nilai statistik akan menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Terdapat dua cara untuk menditeksi distribusi normal atau tidak pada variabel yakni dengan analistik grafik dan uji statistik Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, yaitu sebuah kabupaten yang termasuk wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Kulon Progo . Penelitian dilakukan pada pemuda Kristen di sekolah negeri maupun swasta tergabung pada PPK Kulon Progo yang berusia 15-19 tahun dan duduk di bangku SMA/SMK, dengan jumlah 182 pemuda Kristen tergabung dalam PPK Kulon Progo, dengan sampel penelitian 53 orang. (Data MGMP PAK SMA/SMK KP). Karakteristik berdasarkan sampel responden berjumlah 53 orang maka terdistribusi data berdasarkan jenis kelamin dapat diketahui jumlah responden Wanita yakni 36 orang pemudi atau 69,8 % hal ini menunjukkan bahwa responden wanita lebih banyak dari responden pria yakni 16 orang atau 30,2%. Sedangkan sebaran karakteristik responden berdasarkan kelas nampak pada tabel 4. 1 yakni jumlah responden kelas X paling banyak yakni 26 orang pemuda atau 49,1% hal ini menunjukkan bahwa responden kelas X lebih banyak dari responden kelas XI sebanyak 16 orang atau 28,8% dan responden kelas XII sebanyak 11 orang atau 21,2%. Tabel 4. Tabel Distribusi Sebaran Kelas Responden NO Kelas XII Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 36 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Jumlah Sedangkan pada karakteristik responden berdasarkan usia dapat diketahui jumlah responden paling dominan atau terbanyak adalah usia 16 tahun dengan prosentase 35,8%, dengan 19 responden, diikuti usia 17 dengan 30,2 % dengan 16 responden, sedangkan usia 15 dan 18 masing-masing sama dengan prosentase 15,1% dengan masing -masing responden 8 orang, sedangkan usia 19 tahun paling rendah dengan nilai prosentase 3,8% terwakili 2 orang responden yang nampak pada diagram maka akan nampak sebagai berikut: Gambar 4. Gambar Grafik Responden berdasarkan Usia Berdasarkah uji diskripsi data Setiap Variabel dari empat variabel (Variabel X1/ Peran PAK Keluarga. X2/Peran PAK Sekolah. X3/Peran PAK Gereja dan Y/Karakter Religius Pemuda Kriste. , maka diperoleh nilai jawaban responden 4,01. X2 4,16, 4. X3 nilai mean 4,07. Dengan nilai rata -rata SR dan KD namun didominasi angka 4 dan 5. Sedangkan hasil Uji Validitas dengan menggunakan metode korelasi Pearson. Pengujian signifikasi dilakukan dengan menggunakan r tabel pada taraf 0. Jika r hitung r tabel, maka item dinyatakan valid sebaliknya jika r hitung < r tabel maka item dinyatakan tidak validari hasil analisis uji validitas dengan SPSS 25. Diperoleh nilai person korelasi sebesar 0. 546 dan 1. Sedangkan nilai signifikasi . -taile. 05 dari jumlah responden data N 53, maka masing-masing instrumen adalah 0. 25 hal ini dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan pada koesioner tersebut berkorelasi segnifikasi sehingga pernyataan koesioner tersebut dinyatakan valid, kecuali pernyataan no 10 dimana r tabel 0. 279 > 0. 239 dan nilai signifikasi 0. 05<0. sehingga nomer tersebut tidak valid atau tidak signifikan Jika pengolahan data X1 disajikan dalam bentuk gambar grafik akan nampak sebagai berikut: Gambar 4. Uji Validitas X1. Peran PAK Keluarga Sedangkan hasil uji validitas X2 (Peran PAK Sekola. Dengan masing-masing nilai persoan Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 37 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen korelasi sebesar 0. 624 dan 1 untuk nilai total keseluruhan. Sedangkan masing-masing instrumen menujukkan nilai signifikasi . -taile. 05 dari jumlah responden data N 53, maka masing-masing instrumen adalah 0. 19 dan 0. 00 hal ini dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan pada koesioner tersebut berkorelasi segnifikasi sehingga pernyataan koesioner tersebut dinyatakan valid, kecuali pernyataan no 3 dan 4 dimana r tabel 0. 279>0. 250 dan 0. 254 dan nilai signifikasi 0. 05<0. 067 dan 0. 05<0. 71, sehingga nomer tersebut tidak valid atau tidak signifikan. Gambar 4. Hasil Uji Validitas X2/ Peran PAK Sekolah Sedang hasil analisis tentang Peran PAK Gereja diperoleh masing-masing nilai persoan korelasi sebesar 0. 287 dan 1 untuk nilai total keseluruhan. Sedangkan masing-masing instrumen menujukkan nilai signifikasi . -taile. 05 dari jumlah responden data N 53, maka masing-masing instrumen adalah 0. 01 dan 09 hal ini dapat disimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diberikan pada koesioner tersebut berkorelasi segnifikasi sehingga pernyataan koesioner tersebut dinyatakan valid. Dimana nilai yang lain untuk nilai dimana r tabel lainnya 0. 279< . ilai r hitun. dan nilai signifikasi 05> Signifikasi hitung. Namun secara nilai keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai r tabel < r hitung atau 0. 279 <1 dan nilai signifikasi hitung 0,05 > 0. Gambar 4 . Grafik Uji Validitas X3 Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 38 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Dari hasil uji normalitas, peran PAK Keluarga dengan 53 responden maka nilai signifikasi . total adalah 0. 200 ( peneliti menggunakan data Kolmogorov- disimpulkan bahwa 200 > 0. Sehingga dapat dikatakan bahwa Peran PAK Keluarga terdistribusi normal sehingga dapat dilakuakn uji selanjutnya, karena semua data tidak ada yang missing/hilang dengan nilai kevalidan 100% terlihat pada tabel berikut : Gambar 4 . Uji Normalitas X1 Pada uji normalitas Peran PAK Sekolah terhadap pembentukan karakter religius pemuda kristen dengan nilai signifikasi . total adalah 0. 000 maka dapat dismpulkan bahwa 0. Sehingga dapat dikatakan bahwa Peran PAK Sekolah tidak terdistribusi normal, dengan data missing 0 nilai kevalidan 100% dengan Case Processing Summary. Hal ini dapat kita lihat dalam tabel grafik sebagai berikut: Gambar 4 . Pada uji normalitas peran PAK Gereja terhadap pembentukan karakter religius pemuda kristen dapat dilihat nilai signifikasi . total adalah 0. 010 ( peneliti menggunakan data Kolmogorov-Smirnova karena responden lebih dari . maka dapat dismpulkan bahwa 0. Sehingga dapat dikatakan bahwa Peran PAK Gereja tidak terdistribusi normal. Serta Case Processing Summary tidak ada data missing dengan nilaikevalidan 100%. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 39 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Gambar 4. Hasil Uji Normalitas X 3 / Peran PAK Gereja Hasil dari test of Normality Karakter Religius di atas dapat dilihat nilai signifikasi . total 06 ( peneliti menggunakan data Kolmogorov-Smirnova , maka dapat dismpulkan bahwa 06 > 0. Sehingga dapat dikatakan bahwa Karakter religius terdistribusi normal, dengan Pegolahan case processing summary nampak pada tabel 4. 23 tentang Karakter Religius pemuda kristen tingkat kevalitannya 100%. Pada Uji Normalitas nampak pada grafik sebagai Gambar 4. Pada Uji Reliabilitas peneliti menggunakan konsistensi internal dengan metode CronbachAos Alpha. Jika diketahui nilai koefisien reabilitas CronbachtAos Alpha > 0. 06, maka instrumen tersebut memiliki reabilitas yang baik atau dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut adalah rable dan terpercaya. Pada uji Reliabilitas X1 dengan angka 0. 719 > 0. 06 dengan (N) pernyataan 12 yang valid sehingga variabel X1 Peran PAK Keluarga dinyatakan reabel/handal, yang nampak pada tabel 4. 2 sebagai berikut: Tabel 4. Reliability Statistics Cronbach's Alpha Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 40 N of Items Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Sedangkan hasil uji reliabilitas dari variabel X2 . eran PAK sekola. , dapat dilihat pada table 4. 3 di bawah ini: Tabel 4. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Dengan nilai reabilitas menunjukan bahwa nilai nilai koefisien reabilitas CronbachtAos Alpha > 0. 06 yaitu dengan angka 0. 781 > 0. 06 dengan (N) 7 pernyataan valid sehingga variabel X2 Peran PAK Sekolah dinyatakan reabilitas / handal dengan kevalidan 100%. Sedangkan pada uji relabilitas X3 (Peran PAK Gerej. Dengan nilai reabilitas menunjukan bahwa nilai nilai koefisien reabilitas CronbachtAos Alpha > 0. 06 yaitu dengan angka 0. 727 > 0. 06 dengan (N) pernyataan 10 sehingga variabel X3 Peran PAK Gereja dinyatakan reabel, dengan kevalidan data 100%. Yang dapat dilihat pada table di bawah ini Tabel 4 Hasil Uji Reabilitas X3 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sedangkan hasil Uji Reliabilitas Variabel Y (Karakter Religius Pemuda Kriste. Nilai uji reliabilitas menunjukan bahwa nilai nilai koefisien reabilitas CronbachtAos Alpha > 0. 06 yaitu dengan angka 0. 587 dengan (N) pernyataan 10 pernyataan valid sehingga variabel Y (Karakter Religiaus Pemuda Kriste. dinyatakan reabilitas atau Valid. Hasil uji reabilitas Karakter Religius Pemuda Kristen dapat dilihat pada table di bawah ini Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Karakter Religius Pemuda Kristen Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Dari hasil uji rebilitas empat variabel yang ada maka semua pernyataan dinyatakan reliabel atau handal dengan angka kevalidan 100%, oleh sebab itu, maka dapat dilakukan uji selanjutnya Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 41 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Dengan N responden 53 orang. Item pertanyaan dimana nilai raliabilitasnya adalah 0. 779 > 0. Data ini dapat dilihat pada tabel 4. 6 sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Reliablitas statistik 4 variabel Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Uji selanjutnya adalah uji hipotesis. Pada hipotesis awal dari penelitian ini adalah hipotesis nolnya (Ho :p = 0 ), tidak ada pengaruh antara lingkungan keluarga, sekolah dan gereja terhadap karakter religious pemuda kristen kulon progo. Sedangkan Ha : p # 0 . menunjukkan symbol yang menunjukkan kuatnya hubungan. Dalam penelitian ini maka Ha = terdapat pengaruh lingkungan keluarga, sekolah dan gereja (Tri Pusat Pendidikan ) terhadap karakter religious pemuda Kristen kulon progo. Diduga terdapat pengaruh positif signifikan Lingkungan Keluarga terhadap pembentukan karakter religius pemuda Kulon Progo. Diduga terdapat pengaruh positif signiikan Lingkungan sekolah terhadap. Diduga terdapat pengaruh positif signifikan Lingkungan masyarakat /gereja terhadap pembentukan karakter religius pemuda Kulon Progo. Diduga terdapat pengaruh secara simultan Peran Tri Pusat Pendidikan terhadap Pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo. Pada uji ini pertama dilakukan uji lineritas atau uji F, dimana uji F bertujuan untuk mencari apakah variabel independen secara bersama Ae sama . mempengaruhi variabel Tingakatan yang digunakan adalah sebesar 0. 5 atau 5%, jika nilai signifikan F < 0. maka dapat diartikan bahwa variabel independent secara simultan mempengaruhi variabel dependen ataupun sebaliknya (Ghozali, 2. Pengujian statistik Anova merupakan bentuk pengujian hipotesis dimana dapat menarik kesimpulan berdasarkan data atau kelompok statistik yang disimpulkan. Pengambilan keputusan dilihat dari pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai F yang terdapat di dalam tabel ANOVA. Tabel 4. Variables Entered/Removeda Model Variables Variables Entered Removed Peran PAK Gereja. Peran PAK Keluarga. Peran PAK Sekolahb Method Enter Dependent Variable: Karakter Religius Pemuda Kristen All requested variables entered. Pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel Coefficients. Biasanya dasar pengujian hasil regresi dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau dengan taraf signifikannya sebesar 5% ( = 0,. Adapun kriteria dari uji statistik t (Ghozali, 2. : . jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka HCA diterima dan Ha Artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variaben dependen. jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka HCA ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 42 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dan Jika nilai t hitung > t tabel maka Ho diterima dan Ha diterima, artinya ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel Namun jika t hitung < t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 4. Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Peran PAK Keluarga Peran PAK Sekolah Peran PAK Gereja Dependent Variable: Karakter Religius Pemuda Kristen Standardized Coefficients Beta Sig. Dari hasil uji t diperoleh hasil data di tabel 4. 8 yaitu : Hasil Pengujian Hipotesis Pertama, pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0. 561 > 0. 05 dan nilai t hitung -. 585 < t tabel 2. sehingga dapat disimpulkan bahwa H01 di terima dan Ha tolak, yang berarti terdapat pengaruh peran PAK keluarga terhadap karakter religius pemuda kristen tidak signifikan. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua H2, pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0. 124 > 0. 05 dan nilai t hitung t 565 < tabel 2. 010, sehingga dapat disimpulkan bahwa H02 di terima Ha ditolak yang berarti terdapat pengaruh peran PAK sekolah terhadap karakter religius pemuda kristen tidak Pengujian Hipotesis ke tiga H3, pengaruh X3 terhadap Y adalah sebesar 0. 948 > 0. dan nilai t hitung -0. 065 t > tabel 2. 010, sehingga dapat disimpulkan bahwa H03 di terima dan Ha di tolak yang berarti terdapat pengaruh peran PAK Gereja terhadap karakter religius pemuda kristen tidak signifikan. Sedangka pada uji Anova / uji ke 4 nampak pada tabel 4. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 43 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Tabel 4. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Karakter Religius Pemuda Kristen Predictors: (Constan. Peran PAK Gereja. Peran PAK Keluarga. Peran PAK Sekolah Pada tabel 4. 9 dapat diperoleh keputusan bahwa H0 diterima dan Ha1 ditolak. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung yaitu sebesar 1. 030 < 2. 81 nilai f tabel dengan nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu 0,387 > 0,05 sign tabel. Yang berarti semua variabel independent/bebas memiliki pengaruh secara tidak signifikan terhadap variabel dependen/terikat. Dengan nilai signifikasi untuk pengaruh X1. X2. X3 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0. 387>0. dan nilai F hitung 1. 030 > dari F tabel 2. Jika nilai signifikan F > 0,05 maka H0 diterima dan H1 Artinya, semua variabel independent/bebas memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen/terikat. Dengan nilai koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel-variabel bebas dalam menerangkan variabel terikatnya sebesar nilai R 244 dan R Square 0. 059 yang terlihat pada tabel 4. Tabel 4. Uji Koefisiensi Diterminasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Peran PAK Gereja. Peran PAK Keluarga. Peran PAK Sekolah Dengan nilai R Square sebesar 0. 059 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel X1 (Peran PAK Keluarg. X2 (Peran PAK Sekola. X3 (Peran PAK Gerej. secara simultan terhadap Y adalah sebesar 5,9 % dengan variasi seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat sebesar 0. 244 atau 24,4% . apat dilihat dari hasil uji yang dilakukan / nilai R . sedangkan 75,6%dipengaruhi variabel dari luar. Kesimpulan Peneliti menarik beberapa kesimpulan utama serta penunjang sebagai berikut : Adapun kesimpulan utama pada penelitian ini adalah: . berhubungan dengan landasan teori variabel 1 Peran PAK keluarga terhadap pembentukan karakter religius pemuda kristen, menunjukkan adanya pengaruh peran PAK keluarga terhadap pembentukan karakter religius pemuda Kristen di Kulon Progo, terdapat pengaruh X1 terhadap Y akan tetapi tidak signifikan. berkenaan dengan landasan teori variabel 2 Peran PAK Sekolah terhadap pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo, menunjukkan adanya pengaruh peran PAK sekolah terhadap karakter religius pemuda Kristen, terdapat pengaruh X2 terhadap Y tidak . berkenaan dengan landasan teori variabel 3 Peran PAK gereja terhadap Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 44 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon Progo, menunjukkan adanya pengaruh berdasarkan hasil analisa uji hipotesis ke tiga peran PAK Gereja terhadap karakter religius pemuda kristen terdapat pengaruh X3 terhadap Y dengan tidak signifikan. Keempat, kesimpulan berkenaan Tri Pusat Pendidikan Agama kristen terhadap Pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen Kulon, menunjukkan adanya pengaruh berdasarkan hasil uji f / uji hipotesis Tri Pusat Pendidikan PAK terhadap Pembentukan Karakter Religius Pemuda Kristen, maka diperoleh hasil nilai signifikasi untuk pengaruh ) secara simultan terhadap Y (Karakter religius pemuda Kriste. adalah sebesar 0. 387>0. 05 dan nilai F hitung 1. 030 > dari F tabel 2. Artinya, semua variabel independent/ bebas memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen/terikat. Dengan besaran nilai signifikasi sebesar 38,7%. Dengan koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar . igunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel-variabel bebas dalam menerangkan variabel terikatny. R Square 0. 059atau 5,9% Sedangkan kesimpulan pada unsur penunjang sebagai berikut: . Pendidikan Agama dalam keluarga merupakan dasar bagi seluruh Pendidikan lainnya. Keluarga tempatah pembiasaan-pembiasaan baik dilakukan. Orang tua dalam perkembangan karakter anak pemudanya mempunyai peranan yang sangat penting, salah satunya yakni dalam proses orang tua menjadi model pendidikan bagi anak mereka. Orang tua memainkan peranan dalam menjalankan model-model pendidikan yang ditanamkan pada anak, dalam hal ini anak mengamati, meniru dan melalukan apa yang dilihat, didengar dari orang sesuai Ulangan 6:4-9 dan Efesus 6:4. Pengaruh pendidikan Sekolah terhadap pembentukan karakter religius. Sekolah merupaka lembaga kedua setelah keluarga. pengaruh peran Gereja dalam pembinaan Karakter bertujuan agar warga jemat / semua orang beriman menyadari dan mau ambil bagian dalam pembangunan jemaat. Pemuda sebagai bagain dari jemaat berperan untuk Aupembangunan manusia. Ay Hal ini tentunya kita sadari bahwa setia manusia/ pemuda dalam kehidupan memiliki keterbatasan, akan tetapi dengan peran gereja tersebut mana pembentukan karakter religius ini akan dapat terlaksana. Bibliografi Ajar Rukayat, . Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta: Depublisth. Amitya Kumara dan Ayu Sulistyaningsih, . Mengenal dan Menangani Emosi pada Siswa. Yogyakarta: Kanisus. Arif Rokhman, . ,Memahami Ilmu Pendidikan. Sleman. Aswaja Presindo, 223. Data MGMP PAK SMA/SMK Agama Kristen Kabupaten Kulon Progo. Fahmi Irhamsyah. Fadilanissa dkk, . Seri Pendidikan 18 Karakter bangsa. Religius dan Fahmi Irhamsyah. Fathianissa Caesaria. Margaretha Chrisna Sari dkk. Seri Pendidikan 18 Karakter Bangsa: Religius dan Toleransi. Jakarta. Mustika Pusaka Negeri. Fridaya Yudiatmaja, . Analisis Regresi dengan Menggunakan Aplikasi Komputer Statistik SPSS. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hadawi Nawawi, . Penelitian Kuantitatif . Jakarta: PT Rienekacipta. Harianto Gp, . Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitan dan Dunia Pendidikan Pada Masa Kini. Yogyakarta: Andi. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 45 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Harianto GP. , . Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitan dan Dunia Pendidikan Masa Kini. Yogyakarta: Andi. Hasbullah, . Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grasindo. Imam Ghozali, . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IMB SPSS. Semarang: badan Penerboit Universitas Diponegoro. Observasi penulis dilapangan, maret 2023. Priansa. Donni J. Manajemen peserta didik dan model pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Prof. Dr. Furgon Hidayatullah, . , pendidikan Karakter membangun Peradapan Bangsa. Surakarta: Yuma Presindo. Drie S. Brotosudarmo, . ,Pembinaan Warga Gereja Selaras dengan Tantangan Zaman. Yogyakarta: Andi, 28. Santrock. W, . Perkembangan Anak, ( edisi 11. Jilid . Jakarta : Erlangga. Simanjuntak Junihot, . Ilmu Belajar dan Didaktika Pendidikan Kristen. Yogyakarta: Andi. Situmorang Jonar HT, . Etika dan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen. Yogyakarta : Andi. Sudarmanto R. Gunawan, . Analisis Regresi Linear Ganda dengan SPSS 1 th. ,Yogyakarta : Graha Ilmu,. Sugiyanto, . , metode penelitian Pendidikan Pendekatan Kuntitatif, kualitiati, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Sugiyanto, . Penelitian KUntitatif dan R&D ,Bandung: Alfabeta. Sugiyono, . Metode Kuntitatif. Bandung: Alfabeta. Sugiyono, . Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Suwarsono dkk, . Kebijakan Pengembangan Profesi Guru dalam Modul Materi Pendidikan dan Latihan profesi Guru. Jakarta: LPTK. Syamsu kurniawan. Pendidikan Karakter. (Yogyakarta : Arrusz Media Thomas Lickona,. Character Matters. Jakarta: Bumi Aksara. Toto Aminoto dan Dwi Agustinus, . Mahir Statistika dan SPSS. Tasikmalaya. Edu Publisher. Pustaka Jurnal Ilmiah https://w. com/artikel/detail/92. Ali Hasmy. Pengaruh banyaknya peserta tes, butir, pilihan jawaban, serta indeks kesulitan terhadap statistic daya pembeda dan reliabilitas ( Jurnal a-Turats. Vol 8. No 2 Desember 2014. http://w. id/e-journal/index. php/prosiding. Vol 1. No. Desember 2021 . diakses tanggal 21 mei 2023. Henderina A. Pello1 . Philipus Sunardi2 . Junius Nayoan3 1,2,3Sekolah Tinggi Teologia Ekumene. Jakarta Correspondence: ririn@sttekumene. id https://w. com/hot/read/4688457/religius-adalahsifat-keagamaan-peran-dan- dimensinya. Journal of Christian Education and Leadership e-ISSN: 2722-5658 http://stak-pesat. id/ejournal/index. php/edulead p-ISSN: 2722-645X Vol. 2 Edisi. 1 (Juni 2. hlm: 89-101 DOI: 10. 47530/edulead. 62 Pendidikan Kristen dalam Gereja Sebagai Dasar dan Sarana Aktualisasi Misi Kristen Paulus Purwoto. Anisa. Tesis: Pengaruh Tripusat Pendidikan Terhadap pembentukan Karakter Religius peserta Didik di SD Islam As-salam dan SD Islam Daarul Fikri Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 46