Jurnal Citra Pendidikan (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. hp/jcp/index Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 ISSN 2775-1589 Hal. IMPLEMENTASI GOOGLE CLASSROOM TERINTEGRASI GOOGLE FORMULIR SEBAGAI MEDIA EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR Baharuddin Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar fmipa@unm. Abstrak Sejarah Artikel Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Google Classroom Diterima:27-09-2025 yang terintegrasi Google Formulir sebagai media evaluasi dalam Direview:09-10-2025 pembelajaran Matematika Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk Disetujui:31-10-20257 meningkatkan efektivitas proses evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan Kata Kunci efisiensi pengelolaan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Google deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 28 mahasiswa program studi google formulir, media Bioteknologi Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui evaluasi, matematika observasi, wawancara, dan analisis dokumen hasil evaluasi menggunakan dasar. Google Formulir di dalam platform Google Classroom. Hasil penelitian menunjukkan integrasi antara Google Classroom dan Google Formulir menciptakan proses evaluasi yang lebih mudah diakses. Mahasiswa menunjukkan keaktifan mengerjakan evaluasi, ketepatan waktu pengumpulan tugas, serta pemahaman konsep dasar matematika. Selain itu, dosen memperoleh kemudahan menganalisis hasil belajar melalui data otomatis yang dihasilkan Google Formulir. Hasil penelitian memberikan model penerapan evaluasi digital yang dapat direplikasi oleh pendidik di berbagai jenjang dan mata pelajaran. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan teknologi pembelajaran dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa dan memperkuat budaya pembelajaran mandiri. Abstract This study aims to describe the implementation of Google Classroom integrated with Google Forms as an evaluation medium in Basic Mathematics learning. The purpose of this study is to improve the effectiveness of the learning evaluation process through the use of digital technology with active student involvement and the efficiency of learning outcome management. This study used a qualitative descriptive approach with 28 students of the Biotechnology study program at Makassar State University as subjects. Data were collected through observation, interviews, and analysis of evaluation documents using Google Forms within the Google Classroom platform. The results show that the integration between Google Classroom and Google Forms creates a more accessible evaluation process. Students demonstrated active participation in evaluations, timely submission of assignments, and an understanding of basic mathematical concepts. In addition, lecturers found it easier to analyze learning outcomes through automatic data generated by Google Forms. The results of this study provide a model for implementing digital evaluation that can be replicated by educators at various levels and subjects. The results of this study also show that the application of learning technology can improve students' digital literacy and strengthen a culture of independent learning. https://doi. org/10. 38048/jcp. Article History Received:27-09-2025J Reviewed:09-10-2025 Published:31-10-2025 Key Words Google evaluation media, basic Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 28 PENDAHULUAN Metode Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama pada cara dosen dan mahasiswa berinteraksi dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, dan kreatif . C). Salah satu bentuk penerapan TIK dalam pembelajaran adalah penggunaan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, yang memberikan ruang bagi pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi secara daring, mengelola materi, serta melaksanakan evaluasi secara sistematis. Menurut Dahal & Zaghlool, . Google Classroom merupakan platform pembelajaran yang sederhana namun efektif untuk mendukung pembelajaran digital karena memungkinkan integrasi berbagai aplikasi Google seperti Drive. Docs, dan Formulir yang mempermudah distribusi tugas, pengumpulan, serta penilaian secara cepat dan transparan. Senada dengan itu. Figueroa et al. , 2. , menjelaskan bahwa Google Classroom berfungsi sebagai media yang mampu menghubungkan dosen dan mahasiswa dalam ruang belajar virtual yang interaktif dan efisien, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian. Google Classroom berperan penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran modern yang berorientasi pada kemandirian belajar mahasiswa. Selain itu. Google Formulir (Google Form. memiliki peranan strategis sebagai alat evaluasi digital yang interaktif dan mudah diakses. Menurut Almeida et al. , . penggunaan Google Formulir dalam evaluasi pembelajaran memungkinkan dosen melakukan penilaian secara real time, memperoleh hasil rekap otomatis, serta memberikan umpan balik cepat kepada mahasiswa. Sementara itu, penelitian oleh Saputri, . menunjukkan bahwa Google Formulir efektif dalam meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa karena tampilannya yang interaktif serta kemampuannya memberikan hasil langsung setelah pengisian. Kemudahan penggunaan bagi pendidik dan siswa meningkatkan efektivitas penilaian menurut Elfira et al. , . yang memungkinkan akses cepat ke hasil Kemampuan ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga bagi guru tetapi juga meningkatkan pengalaman belajar secara keseluruhan bagi siswa, menjadikan Google Formulir alat yang berharga dalam pengaturan pendidikan. Dengan integrasi ke dalam Google Classroom. Google Formulir tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana refleksi dan pembelajaran berbasis data. Dalam konteks pembelajaran matematika, peran media evaluasi sangat penting karena dapat membantu mahasiswa memahami konsep-konsep abstrak dengan lebih Menurut Hussein & Khoiruzzadittaqwa, . , pembelajaran matematika yang efektif menuntut keterlibatan aktif mahasiswa dalam memahami konsep, bukan hanya mengerjakan soal secara mekanis. Oleh karena itu, media evaluasi dapat menjadi jembatan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 29 antara penguasaan konsep dan penerapan dalam konteks nyata. Evaluasi yang dilakukan secara digital menurut Vale & Barbosa, . juga mampu memberikan umpan balik lebih cepat, memungkinkan dosen menyesuaikan strategi pengajaran berdasarkan hasil capaian Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji efektivitas Google Classroom dan Google Formulir secara terpisah, namun masih terdapat kesenjangan yang berkaitan dengan integrasi kedua platform ini sebagai sistem evaluasi dalam konteks pembelajaran matematika dasar di perguruan tinggi. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada aspek penggunaan platform untuk manajemen tugas atau penyampaian materi, belum banyak yang menelaah bagaimana keduanya dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas proses evaluasi belajar yang bersifat adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. Berangkat dari adanya kebutuhan yang sifatnya mendasar untuk menemukan model evaluasi pembelajaran yang efektif di era digital, terutama pada mata kuliah Matematika Dasar yang sering dianggap sulit oleh mahasiswa. Evaluasi yang monoton dan kurang menarik dapat menurunkan motivasi belajar, sementara pendekatan evaluasi berbasis teknologi mampu mendorong partisipasi aktif dan keterlibatan emosional Oleh menggambarkan praktik baik integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru melalui integrasi Google Classroom dan Google Formulir dalam satu sistem evaluasi pembelajaran yang berfokus pada interaktivitas, efektivitas umpan balik, dan efisiensi analisis hasil belajar. Pendekatan ini tidak hanya menilai hasil akhir mahasiswa, tetapi juga menilai proses, partisipasi, dan refleksi mereka selama pembelajaran berlangsung. Integrasi ini menjadi solusi praktis bagi pendidik untuk menyederhanakan pengelolaan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses penerapan integrasi kedua platform dalam kegiatan evaluasi (Google Classroom yang terintegrasi dengan Google Formuli. dan menganalisis dampaknya terhadap keaktifan dan pemahaman konsep mahasiswa. METODE PENELITIAN Jenis Artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur . iterature revie. sebagai Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses implementasi Google Classroom yang terintegrasi dengan Google Formulir sebagai media evaluasi dalam pembelajaran Matematika Dasar. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai fenomena yang terjadi di lapangan, termasuk persepsi. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 30 pengalaman, dan respon mahasiswa terhadap penerapan media evaluasi digital tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Program Studi Bioteknologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar. Subjek penelitian mahasiswa semester I sebanyak 28 orang yang mengikuti perkuliahan Mata Kuliah Matematika Dasar pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Data diperoleh dari kegiatan wawancara mendalam terhadap beberapa mahasiswa untuk menggali persepsi dan pengalaman selama penerapan sistem evaluasi digital. Observasi dilakukan selama pelaksanaan evaluasi melalui Google Classroom. Observasi difokuskan pada aktivitas mahasiswa, respons terhadap soal di Google Formulir, serta interaksi antara dosen dan mahasiswa. Dokumentasi, berupa hasil evaluasi mahasiswa yang diperoleh melalui Google Formulir, rekaman aktivitas di Google Classroom, dan catatan reflektif selama pelaksanaan evaluasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu: . Reduksi data, yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian, dan penyederhanaan data mentah ke dalam bentuk yang bermakna. Penyajian data . ata displa. , berupa penyusunan hasil observasi, kutipan wawancara, dan hasil evaluasi dalam bentuk tabel, grafik, serta narasi deskriptif, dan . Penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu tahap interpretasi hasil analisis untuk menemukan pola, hubungan antarvariabel, serta implikasi penerapan Google Classroom dan Google Formulir sebagai media evaluasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Classroom yang terintegrasi dengan Google Formulir sebagai media evaluasi pembelajaran dalam Matematika Dasar menciptakan proses evaluasi yang lebih mudah diakses, memberikan dampak positif terhadap peningkatan keaktifan mahasiswa dalam evaluasi, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang Matematika Dasar. Berdasarkan wawancara dan observasi yang telah dilakukan, diperoleh beberapa temuan penting dalam penelitian ini yaitu adanya peningkatan keaktifan mahasiswa dalam evaluasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi matematika dasar. Penjelasan lebih lanjut diuraikan sebagai berikut: Peningkatan Keaktifan Mahasiswa dalam Evaluasi Dari hasil observasi terhadap 28 mahasiswa, ditemukan bahwa tingkat keaktifan mahasiswa mengerjakan soal evaluasi mengalami peningkatan secara signifikan setelah penggunaan Google Formulir yang terintegrasi dengan Google Classroom. Data hasil observasi terhadap mahasiswa disajikan pada tabel berikut: Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 31 Tabel 1. Data Hasil Observasi Persentase Mahasiswa yang Aktif Mengerjakan Soal Evaluasi Kondisi Sebelum Implementasi . anpa Google Formuli. Setelah Implementasi . erintegrasi Google Formuli. Keterangan Aktivitas mahasiswa masih rendah, sebagian tidak mengumpulkan tugas tepat Aktivitas mahasiswa meningkat signifikan. hampir seluruh mahasiswa aktif mengerjakan dan mengumpulkan evaluasi (Sumber: Data observasi, 2. Berdasarkan Tabel 3 di atas. Sebelum penerapan evaluasi pada Google Formulir yang terintegrasi dalam Google Classroom, hanya sekitar 55% mahasiswa yang aktif mengerjakan evaluasi tepat waktu. Setelah implementasi media digital berupa evaluasi pada Google Formulir yang terintegrasi dalam Google Classroom, angka ini meningkat menjadi 90% mahasiswa yang menyelesaikan evaluasi dengan disiplin dan antusias. Grafik berikut menggambarkan peningkatan keaktifan mahasiswa: (Sumber: Data observasi, 2. Gambar 1. Peningkatan Keaktifan Mahasiswa dalam Evaluasi Berdasarkan Gambar 1, terdapat peningkatan keaktifan mahasiswa secara signifikan dalam mengerjakan soal evaluasi setelah penggunaan Google Formulir terintegrasi Google Classroom, dari 55% menjadi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif memberikan dampak positif terhadap motivasi dan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran Matematika Dasar. Pemahaman yang Lebih Mendalam tentang Materi Matematika Dasar Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap soal-soal matematika yang disajikan dalam bentuk kuis kontekstual, misalnya soal Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 32 yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi, perbandingan harga barang, atau penggunaan persentase dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu mahasiswa mengatakan: "Saya merasa soal-soalnya lebih menarik karena berhubungan dengan kehidupan nyata, bukan hanya angka-angka teoretis. Kalau soalnya ada konteksnya, seperti pecahan, rasio, atau persentase, saya jadi lebih paham konsep matematika. Ay (Mahasiswa A). Respon tersebut menunjukkan bahwa evaluasi berbasis konteks kehidupan nyata mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Pembahasan Penggunaan evaluasi pada Google Formulir yang terintegrasi dalam Google Classroom mampu membuat mahasiswa terlibat aktif dalam evaluasi. Mereka merasa bahwa dengan evaluasi menggunakan Google Formulir lebih cepat dan efisien. Hal ini sejalan dengan temuan yang diungkapkan oleh Alam et al. , . yang menyatakan bahwa Google Formulir menyederhanakan proses pengumpulan data dengan memungkinkan pengumpulan data yang terstruktur dan komprehensif. Hal ini sangat bermanfaat dalam lingkungan pendidikan di mana umpan balik dari siswa dapat dikumpulkan secara efisien. Penggunaan alat evaluasi ini menurut Prasetya & Sofiani, . memungkinkan pengguna untuk mengakses dan menyelesaikan evaluasi dari perangkat apa pun, yang meningkatkan tingkat partisipasi dan keterlibatan. Integrasi Google Classroom dan Google Formulir meningkatkan keaktifan dan motivasi mahasiswa dalam evaluasi pembelajaran. Google Formulir menurut Alnajashi, . menyediakan sarana yang fleksibel dan efisien untuk melakukan evaluasi, yang dapat merangsang minat siswa dan partisipasi dalam penilaian. Integrasi evaluasi digital tersebut dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam evaluasi pembelajaran. Wulandari et al. , . juga menambahkan bahwa Google Forms lebih berhasil daripada evaluasi berbasis kertas tradisional, lebih hemat biaya, hemat waktu, dan mampu memberikan hasil yang lebih jelas, meskipun dapat terhambat oleh gangguan sinyal. Penggunaan alat evaluasi Google Formulir yang terintegrasi Google Classroom juga memungkinkan mahasiswa dapat memahami konsep Matematika Dasar dalam konteks kehidupan nyata. Integrasi ini memfasilitasi lingkungan pembelajaran campuran yang meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan melalui metode interaktif berbasis Penggunaan Google Formulir memungkinkan pembuatan kuis, survei, dan penilaian yang dapat disesuaikan dengan lingkungan kehidupan nyata, membuat matematika lebih relevan dan dapat diakses oleh mahasiswa. Hal ini tidak hanya meningkatkan hasil pembelajaran tetapi juga meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam matematika. Anggraini, . mendukung hal ini dengan mengatakan bahwa Google Formulir Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 33 memungkinkan pembuatan penilaian interaktif yang dapat diselaraskan dengan konteks kehidupan nyata, membuat konsep matematika lebih nyata dan lebih mudah dipahami oleh Lebih lanjut. Pelages et al. , . mengungkapkan bahwa integrasi teknologi dapat membantu siswa memahami konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata. Dengan menyelaraskan konten matematika dengan pengalaman sehari-hari siswa, alat-alat tersebut dapat membuat pembelajaran lebih mudah diakses dan menarik sehingga menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang materi matematika dasar. Selain itu, integrasi alat evaluasi ini juga mampu meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam bagi mahasiswa. Walid, . dalam penelitiannya menemukan bahwa pembelajaran campuran menggunakan Google Classroom, yang mencakup Google Formulir telah terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual siswa tentang Hal tersebut mengindikasikan efektivitas mengintegrasikan alat digital dalam Selain meningkatkan pemahaman. Sopyan, et al. menyampaikan bahwa mahasiswa merasa lebih fleksibel mengerjakan tugas di mana saja. Kemampuan alat evaluasi ini memfasilitasi lingkungan belajar jarak jauh tanpa mempertimbangkan lokasi atau keadaan sehingga semua siswa memiliki akses ke link platform evaluasi di manapun. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Integrasi antara Google Classroom dan Google Formulir mampu menciptakan proses evaluasi yang lebih mudah diakses. Mahasiswa menunjukkan keaktifan mengerjakan evaluasi, ketepatan waktu pengumpulan tugas, serta pemahaman konsep dasar matematika. Selain itu, dosen memperoleh kemudahan dalam menganalisis hasil belajar melalui data otomatis yang dihasilkan Google Formulir. Hasil penelitian ini memberikan model penerapan evaluasi digital yang dapat direplikasi oleh pendidik di berbagai jenjang dan mata pelajaran. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan teknologi pembelajaran dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa dan memperkuat budaya pembelajaran mandiri. Saran Setelah penelitian dilakukan maka peneliti memberi saran di antaranya: Pelatihan guru dan infrastruktur yang memadai harus dimaksimalkan potensinya. Guru membutuhkan pengembangan profesional berkelanjutan untuk memanfaatkan alat-alat digital ini secara efektif, dan sekolah perlu memastikan bahwa infrastruktur teknologi yang diperlukan tersedia dan layak. Selain itu, meskipun Google Formulir dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman, penting untuk menyeimbangkan penggunaannya dengan metode pengajaran tradisional untuk memenuhi semua tujuan pembelajaran dan memastikan pengalaman pendidikan yang komprehensif. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 34 DAFTAR PUSTAKA