Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Inovasi Layanan AuDelivery ServiceAy Pada Perpustakaan Sekolah di Era Pandemi Covid-19 Achmad Halim Pamungkas SMA Nation Star Academy halimpamungkas1@gmail. Received: 26-Okt-2022 DOI: 10. 30742/tb. Revised: 26-Okt-2022 Accepted: 28-Okt-2022 ABSTRACT Purpose Research. This research was conducted to determine the benefits, suitability, reliability, affordability, and difficulty when the delivery service innovation is Methods. This research uses the library study method to collect relevant Results and Discussion. The research results are based on the characteristics of Rogers' innovation, that school libraries can adopt the Delivery Service innovation. The results show that these innovations can help school libraries. Conclusion. Make it easy for users to reach collections in school libraries, and librarians can maximize their services during the COVID-19 pandemic. Keywords: Delivery Service. Innovation. School Library ABSTRAK Tujuan Penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kebaikan, kecocokan, kehandalan, keterjangkauan dan kemudahan apabila inovasi Delivery Service. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka dengan cara menghimpun informasi yang relevan dan menganalisisnya dengan teori yang digunakan. Hasil dan Hasil penelitian berdasarkan karakterstik inovasi Rogers, bahwa perpsutakaan sekolah dapat mengadopsi inovasi Delivery Service, hasilnya menunjukan Perpustakaan sekolah dapat terbantu dengan adanya inovasi tersebut. Kesimpulan. Memudahkan pemustaka dalam menjangkau koleksi yang ada di Perpustakaan sekolah dan Pustakawan dapat kembali memaksimalkan pelayanannya pada masa pandemi covid-19. Kata Kunci: Delivery Service. Inovasi. Perpustakaan Sekolah Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober PENDAHULUAN Pandemi covid-19 membuat perpustakaan di dunia menghadapi masalah yang sama dalam melanjutkan layanan perpustakaan, perbedaan kebijakan antar daerah yang diambil oleh pemerintah setempat, membuat perpustakaan bingung dan sepenuhnya menyerahkan keputusan tersebut kepada pimpinan perpustakaan (D. Mestri, 2. Perpustakaan sebagai salah satu unit yang memiliki peran penting pada sebuah instansi khususnya sekolah dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang haruslah mulai berinovasi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Penutupan sekolah tentunya membuat aktivitas didalamnya juga berkurang, pada hal ini perpustakaan sekolah memiliki peran yang penting untuk kegiatan mengajar dan perannya pustakawan sekolah sangat dibutuhkan dalam lingkungan pengetahuan ini (Shonhe, 2. Meskipun sekarang kasus covid-19 perlahan mulai melandai dan beberapa sektor Pendidikan mulai menerapkan PTM (Pembelajaran Tatap Muk. namun diberbagai tempat masih didapati belum melaksanakan hal tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh JawaPos, yang terbit pada tanggal 9 Januari 2022, bahwa di Surabaya sedang melaksanakan PTM terbatas 50% dan secara bertahap akan melakukan 100% (PTM 100 Persen Dilakukan Secara Bertahap di Surabaya | Radar Surabaya, 2. Hal tersebut dikarenakan adanya berbagai faktor yang melatar belakangi, seperti misalnya izin dari orang tua murid, kesiapan sekolah dari segi sarana dan prasarana, dimana hal tersebut berimbas juga pada kesiapan Perpustakaan Sekolah. Pandemi covid-19 membawa perubahan pola di Perpustakaan. Perpustakaan berhenti total seperti layanan dan berakibat pada kebutuhan informasi siswa yang tidak terpenuhi (Mukran H. Usman dkk. , 2. Perpustakaan sekolah mengalami penurunan jumlah data pengunjung, karena adanya batasan. Selain itu akibat adanya pandemi ini, siswa atau pemustaka mulai kehilangan aksesnya untuk meminjam buku fisik atau baca di Perpustakaan. Masalah ini mungkin terlihat sepeleh, namun apabila tidak diresapi dan ditelaah lebih dalam akan berpengaruh pada saat Perpustakaan sekolah akan melakukan proses akreditasi dan menurunnya pengembangan minat baca siswa. Oleh karena itu perlunya inovasi dari Pustakawan untuk mengatasi salah satu permasalahan tersebut. Inovasi merupakan sebuah kreasi dan implementasi dari produk baru, proses baru, layanan baru dan metode baru yang menghasilkan efisiensi kinerja yang meningkat secara signifikan (Cook, 2. Pada pendapat yang lain, inovasi merupakan suatu bentuk pengimplementasian yang direncakan untuk menghasilkan perubahan yang lebih baik (Halvorsen, 2. Inovasi sejatinya sangat dibutuhkan diberbagai bidang pekerjaan, hal ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi dengan perubahan zaman atau sebagai langkah antisipasi apabila terjadi suatu hal yang tidak terduga terjadi, misalnya seperti pandemi ini. Pada perpustakaan, inovasi dibutuhkan untuk membangun kelanggengan pemustaka sehingga Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober tujuan Perpustakaan dalam menumbuh kembangkan minat baca pemustaka dapat tercapai (Imran, 2. Ada 4 bagian dari inovasi yang dapat di implementasikan oleh Perpustakaan selama era pandemi, diantaranya yaitu inovasi di bidang administrasi, inovasi di bidang otomasi dan digitalisasi, inovasi di bidang profesi dan publikasi serta inovasi dan kreasi pustakawann itu sendiri (Ardiansyah & Sos, 2. Dalam melakukan inovasi Perpustakaan tentunya perlu melakukan riset terlebih dahulu, untuk mengetahui hal yang perlu dibenahi, dan juga melihat seberapa darurat hal tersebut untuk ditangani. Karena riset itu penting, agar inovasi yang dilakukan oleh Perpustakaan efektif dan berguna untuk kedepannya. Inovasi terbentuk apabila terdapat fasilitas yang mendukung. Pustakawan tentunya membutuhkan lebih dari sekedar teknologi lama, dibutuhkan alat baru dan cara kerja yang baru agar inovasi yang ada dapat berfungsi secara efektif selama masa pandemi Covid-19 ini (Uwandu, 2. Hal ini juga sebagai bentuk penegasan bahwa pustakawan memiliki peran yang mutlak untuk membuat langkah-langkah keamanan yang akan diambil untuk meminimalkan resiko paparan Covid-19 di lingkungan perpustakaan (Ali & Gatiti, 2. Ketika perpustakaan telah dibuka kembali selama covid-19, perpustakaan harus menerapkan perubahan layanan. Dimulai dari pengiriman bahan Pustaka, kemudian menerapkan akses terbatas terhadap fasilitas yang ada di perpustakaan seperti computer, meja dan kursi (Jones, 2. Untuk mengatasi permasalahan dampak dari covid-19 dan dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi siswa, salah satu Inovasi yang banyak diterapkan adalah Inovasi Delivery Service yang ada di Perpustakaan. Delivery Service adalah layanan pengiriman produk . ahan pustak. , dimana bahan pustaka yang dikirim tergantung dari kebutuhan pemustaka dengan bantuan teknologi (Widayati & Pariyanti, 2. Delivery Service atau layanan antar Pustaka di Perpustakaan ini merupakan sebagai salah satu bentuk inovasi dalam bidang pelayanan. Dimana pustakawan/kurir mengantarkan koleksi yang ada diperpustakaan menuju ke tempat Pemustaka. Tujuannya untuk mempermudah pemustaka dalam menjangkau koleksi yang dibutuhkan. Seperti yang telah banyak diketahui, bahwa Perpustakaan sulit untuk diakses dalam kondisi pandemi seperti ini. Buku dan fasilitas serta apabila terjadi kerumunan dapat menjadi resiko penularan secara masif. Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan diatas mengenai sulitnya akses untuk berkunjung ke Perpustakaan karena Pandemi Covid-19 dan munculnya inovasi Delivery Service, peneliti memutuskan untuk menulis penelitian dengan judul AuInovasi Layanan AuDelivery ServiceAy Pada Perpustakaan Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19Ay. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui nilai kebaikan, kecocokan, kehandalan, keterjangkauan dan kemudahan apabila inovasi Delivery Service ini Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan Sekolah sebagai induk ilmu pengetahuan sekolah dituntut untuk tetap mampu menyediakan dan melayankan informasi. Menurut Fatimah . Perpustakaan sekolah merupakan Perpustakaan yang ada di sekolah, dikelola sekolah yang dimana fungsinya untuk mencapai tujuan diadakannya sekolah yaitu berjalannya proses belajar mengajar. Hal ini tentunya perlu ditanamkan pada pustakawan sendiri, bahwa Perpustakaan sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat melakukan peminjaman buku, tetapi juga berperan sebagai salah satu agen dalam mempelancar kegiatan belajar di sekolah. Peran Perpustakaan sekolah apabila dijabarkan secara rinci diantaranya (Mangnga. Perpustakaan tempat sumber ilmu pengetahuan dan tempat pusat kegiatan siswa dan guru Perpustakaan adalah sumber gagasan baru yang dapat mendorong siswa dalam berpikir kritis Perpustakaan mampu untuk menjawab kaingintahuan siswa dengan jawaban yang memuaskan Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses kumpulan koleksi yang ada Perpustakaan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari dan menggunakan Perpustakaan yang beraneka ragam Perpustakaan sebagai agen yang membantu dalam proses belajar siswa Menciptakan budaya cinta baca dikalangan siswa sekolah Perpustakaan mampu memberikan pengetahuan yang kaya, diluar pengetahuan atau materi di kelas Perpustakaan sebagai tempat hiburan dan rekreasi bagi siswa Perpustakaan dapat terbuka terhadap penelitian sederhana yang dilakukan oleh siswa dan guru Perpustakaan sebagai pilihan alternatif bagi siswa dalam mengembangkan minat Proses minat baca yang terjadi, mampu untuk memberikan pengaruh positif bagi siswa Meminimalisir efek negatif yang dibawa siswa kedalam Perpustakaan Penjabaran diatas membuktikan bahwa peran Perpustakaan sangat kompleks bagi Peran Perpustakaan sendiri terntunya, tidak akan pernah lepas sendiri dari pelayanan yang diberikan Perpustakaan. Pelayanan yang ada juga perlu inovasi, agar beragam dan tidak membosankan. Selain inovasi pelayanan juga berkaitan dengan fenomena yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah atau Perpustakaan secara langsung berpengaruh terhadap pola pelayanan Perpustakaan. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Menurut Deleri . inovasi merupakan penerapan ide ide dari sebuah pikiran, dibawa untuk menjadi kenyataan . Inovasi tidak berhenti saja dipikiran, apabila berhenti, itu hanyalah ide, karena inovasi adalah berwujud artinya ada suatu hal yang Dalam kaitannya mengenai inovasi Perpustakaan pada masa pandemic seperti ini, inovasi layanan menjadi salah satu pilihan untuk Perpustakaan sekolah yaitu Delivery Service. Delivery Service pada awalnya digunakan pada organisasi atau Lembaga yang bergerak dibidang pengiriman barang, yang telah banyak ada di dunia. Namun, lambat laun Delivery Service mulai diadopsi oleh berbagai kepentingan, salah satunya adalah Perpustakaan. Terdapat beberapa faktor pendukung yang dapat menunjang lahirnya sebuah inovasi, antara lain (Rogers, 2. Adanya dorongan dari diri sendiri untuk melakukan perubahan. Artinya merubah yang tidak ada menjadi ada atau merubah yang tidak bisa menjadi bisa. Kesempatan untuk bebas berekspresi. Adanya pemimbing. Sebuah inovasi takkan pernah berjalan tanpa adanya orang yang lebih paham mengenai inovasi tersebut. Pemimbing akan mengarahkan inovasi yang ada agar tepat sasaran dan tujuan. Sarana dan prasarana yang mendukung inovasi Kondisi lingkungan organisasi atau Lembaga Dalam prosesnya inovasi tidak hanya semata-mata langsung dilakukan. Terdapat berbagai faktor yang tentunya menjadi petimbangan, terlaksananya inovasi tersebut atau tidak. Penelitian ini menggunakan teori AuDiffusion InnovationsAy berfokus pada salah satu elemen yaitu inovasi. Pada teori Diffusion Innovations yang dijelaskan oleh Rogers . terdapat karakteristik yang menjadi acuan penilaian pada penelitian ini mengapa akhirnya Delivery Service di adopsi menjadi inovasi di Perpustakaan Sekolah. Karakteristik tersebut, diantaranya: Relative Advantage Inovasi memiliki nilai lebih dibandingkan dengan inovasi yang sudah ada sebelumnya, sehingga apabila diterapkan, pengguna atau pemustaka dapat Compatibility Inovasi dapat diterima jika inovasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan suatu individu atau kelompok. Complexity Inovasi diciptakan untuk memecahkan suatu masalah. Semakin mudah inovasi tersebut membawa solusi, maka akan semakin mudah inovasi tersebut Triability Harga terjangkau dalam artian bahwa biaya yang dikeluarkan dapat lebih murah namun dengan keberhasilan yang sama atau lebih dengan sebelumnya. Inovasi Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober juga harus memperhatikan keterjangkauan harga, agar individu/kelompok tertentu mampu untuk memanfaatkannya secara berkala. Observability Kemudahan-kemudahan yang sebelumnya ditawarkan akan memberikan efesiensi bagi pengguna. Efesiensi ini selanjutnya akan dilihat seberapa jauh hasil yang diperoleh dari penggunaan sebuah inovasi. Peneliti menggunakan beberapa penelitian terdahulu yang menjadi acuan utama dalam penelitian kepustakaan, diantarannya: Penelitian pertama dari David Aju dan Rebecca Ape AuStrategis for The Delivery of Library and Information Service To All Nigeria By The Year 2020Ay. Penelitian yang dilakukan tersebut bermaksud untuk mengetahui kepuasan pengguna dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh Perpustakaan. Pustakawan sebagai fasilitator melakukan kegiatannya seperti kegiatan literasi, pelayanan . efrensi, eresourc. pengiriman Pustaka (Delivery Servic. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa masa pandemi seperti ini dibutuhkan strategi-strategi tersebut untuk mencapai pelayanan prima seabagi tujuan Perpustakaan. Selain itu, pada penelitian ini juga memberikan saran bahwa perlu diadakannya kerja sama dengan para stake holder. Penelitian kedua dengan judul AuDelivery Service Pustkawan di Era New NormalAy yang ditulis oleh Erna Fitri Widayati dan Pariyati. Penelitian ini berbicara mengenai inovasi Perpustakaan sebagai Lembaga informasi. Pada era new normal seperti ini, pustakawan memiliki peran aktif dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi, sehingga dibutuhkannya inovasi terbaru, salah satunya adalah Delivery Service. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat dua hal yang menjadi sasaran Delivery Service, yaitu secara digital dan fisik. Hasil dari penelitian ini menjabarkan bahwa inovasi sangat membantu pustakawan dalam meningkatkan penilaian pelayanan Perpustakaan menjadi lebih efektif serta efeisien, salah satunya dengan bantuan Delivery Service yang di canangkan pada penelitian ini. Penelitian ketiga dengan judul AuGrab and Go Alternatif Layanan Peminjaman Buku Pustakalana ChildrenAos Library di Masa PandemiAy. Hasil dari penelitian ini adalah pemustaka atau siswa dapat menghemat waktu dengan kemudahan yang diberikan. Dengan adanya layanan ini tentu juga mengurangi interaksi diluar dan mengurangi resiko adanya penyebaran covid-19. Meski begitu, layanan Grab and Go masih memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan adanya pengembangan lebih lanjut (Iskandar dkk. Layanan ini memiliki kesamaan dengan konsep inovasi Delivery Service, yaitu dengan mengantarkan bahan Pustaka kepada para pemustaka, dengan bantu kurir atau Penelitian keempat yang ditulis oleh Zeni Istiqomah dan Muhammad Erdiansyah Cholid Anjali dengan judul AuLantatur sebagai Alterntaif Layanan Perpustakaan Sekolah Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober di Masa Pandemi Covid-19Ay. Lantatur (Layanan Tanpa Turu. , layanan ini memiliki kesamaan dengan konsep Drive Thru. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa siswa dapat menghemat waktu karna tidak perlu turun untuk menuju perpustakaan dan tetap dengan mudah menjangkau perpustakaan (Istiqomah & Anjali, 2. Layanan ini juga mengedapankan akan kesadaran dari pihak sekolah dan siswa untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan pada saat layanan dilakukan Berdasarkan kajian Pustaka terhadap beberapa penelitian terdahulu, penulis menilai ada beberapa kesamaan permasalahan yang berkaitan dengan pandemi, covid-19 dan era new normal serta inovasi layanan. Pada keempat penelitian tersebut, didapati bahwa telah terjadi keterbatasan bagi pemustaka dalam mengakses Perpustakaan, baik secara offline maupun daring. Hal ini tentunya Perpustakaan sekolah juga mengalami kondisi yang sama. Penulis mencoba memberikan alternatif pelayanan Perpustakaan sekolah yaitu Delivery Service. Penulis akan mengkaji bagaimana akhirnya Delivery Service diterapkan pada keempat penelitian terdahulu, dan akhirnya menjadi sangat berguna di era new normal atau pandemic covid-19, yang nantinya juga sangat dibutuhkan bagi Perpustakaan sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi Pustaka (Penelitian Kepustakaa. Menurut Sugiyono . studi Pustaka adalah suatu usaha dengan cara menghimpun informasi yang relevan atau sejalan dengan permasalahan yang sedang Sedangkan definisi lain dari studi Pustaka menurut Danandjaja . adalah penelitian yang meliputi pengumpulan bahan-bahan bibliografi yang selanjutnya Pada penelitian ini, menganalisa beberapa penelitian terdahulu untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori yang digunakan (Diffusion Innovation. Studi Pustaka atau penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan tambahan sumber, yang berasal dari internet, buku atau artikel agar peneliti terbantu. Pencarian data-data yang didapatkan tersebut terntunya sebagai bahan refrensi bagi peneliti dalam menganalisis permasalahan. Menurut (Widayati & Pariyanti, 2. dalam Mirshad . menjabarkan bahwa terdapat empat kegiatan pada penelitian kepustakaan, diantarannya: Mencatat segala temuan yang didapatkan dari berbagai literatur yang telah Memadukan segala temuan. Menganalisis segala temuan dari berbagai bacaan atau literatur dimana masingmasing topik memiliki keterkaitan. Mengkritisi, artinya memberikan gagasan yang kritis terhadap masalah Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Studi Pustaka menekankan kepada peniliti mengenai sumber pustaka relevan dengan permasalahan penelitian agar dapat terwujudnya hasil penelitian yang kritis dan menghasilkan pemikiran baru bagi penelitinya. HASIL PEMBAHASAN Inovasi Perpustakaan sekolah sekarang ini mulai mendapatkan perhatian yang lebih dari kalangan Pustakawan. Hal ini terntunya berkaitan tentang pandemic covid-19 yang tengah berlangsung hingga sekarang ini. Batas-batasan yang saat ini terjadi tentunya menjadi inti dari permasalahan baru bagi Perpustakaan sekolah. Pada latar belakang yang dijelaskan sebelumnya. Perpustakaan dapat bertranformasi dengan melalukan berbagai inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan pada masing-masing Perpustakaan sekolah, salah satunya adalah Delivery Service. Delivery Service merupakan salah satu inovasi pada bidang pelayanan Perpustakaan sekolah, dimana fungsinya adalah untuk menjangkau para pemustaka yang tentunya saat ini tidak dapat mengunjungi Perpustakaan untuk memenuhi kebutuhannya. Delivery Service tentunya akan sangat efektif apabila diterapkan kedalam Perpustakaan sekolah, karena dapat memutus rantai permasalahan di bidang pelayanan. Delivery Service Informasi memiliki alur pelayanannya, yang dapat digambarkan sebagai berikut (Widayati & Pariyanti, 2. Kebutuhan Informaasi Pustakawan Proses Pencarian Informasi Alat/cara Pengiriman Fisik Jasa Kirim/Ojek Online Online Media Sosial atau Pesan Online Pemustaka Gambar 1. Alur Layanan Delivery Service (Widayati, 2. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Pada bagan alur diatas, diketahui bahwa awal mula dari suatu pencarian informasi adalah kebutuhan informasi. Pemustaka mengkonstruksi kebutuhannya dan mulai melakukan pencarian informasi ketika mereka (Pemustak. telah mengetahui Pada Perpustakaan sekolah pemustaka dapat mencari melalui OPAC atau dapat melakukan pesan online kepada Pustakawannya. Karena tidak dapat menjangkau Perpustakaan secara langsung, pengeriman buku atau bahan Pustaka dapat mencapai ke pemustaka dengan melalui dua opsi pilihan. Pertama, apabila bahan Pustaka tersebut berupa bahan fisik pustakawan sekolah dapat menggunakan jasa pengiriman atau jika jarak yang ditempuh memungkinkan untuk dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor, maka pustakawan dapat memputuskan menggunakan jasa ojek online. Proses pengiriman ini sebenarnya cukup beresiko terhadap kondisi bahan Pustaka yang dikirim, ditakutkan akan terjadi kerusakan pada saat proses tersebut, oleh karena itu pustakawan haruslah dapat memberikan pengemasan yang terbaik untuk mengurangi resiko tersebut. Kedua, jika bahan Pustaka berupa buku online atau ebook, pustakawan sekolah akan lebih mudah melakukan pelayanan. Karena tidak perlu melalui proses seperti bahan Pustaka fisik. Pustakawan hanya perlu memberikan ebook kepada pemustaka melalui pesan online atau media sosial. Namun, akan lebih praktis lagi apabila Perpustakaan sekolah telah menyediakan layanan e-library. Sekarang ini sudah banyak Perpustakaan yang bertraformasi dengan menyediakan koleksi online, memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti misalnya menggunakan inlis lite yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional. Teknologi tersebut sangat memudahkan para pustakawan sekolah dalam melayani kebutuhan pemustaka saat pandemi seperti sekarang ini. Dari bagan terebut dapat diketahui bahwa dalam proses Delivery Service, terdapat dua cara yang dapat menjadi opsi inovasi bagi pustakawan sekolah. Kedua inovasi tersebut tentunya dapat diadopsi bagi kebanyakan Perpustakaan sekolah, karena kemudahan dan urgensinya yang dapat menjadi solusi bagi Perpustakaan sekolah. Inovasi Delivery Service ini sejalan dengan teori Diffusion Innovations atau Difusi Inovasi, dimana sebuah inovasi haruslah memenuhi karakteristik penilaian untuk akhirnya (Delivery Servic. di adopsi menjadi inovasi di Perpustakaan sekolah. Berikut analisis berdasarkan karakteristik inovasi yang diambil dari teori difusi inovasi yang menjadi acuan mengapa Perpustakaan sekolah dapat mengadopsi inovasi Delivery Service seperti Perpustakaan pada penelitian yang sebelumnya: Relative Advantage . eunggulan relativ. Delivery Service ini membantu Perpustakaan dalam melakukan pelayanan koleksi (Widayati & Pariyanti, 2. Artinya, bahwa inovasi Delivery Service ini memiliki keunggulan tersendiri di bidangnya . , memberikan kepuasan, dan kenyamanan bagi pemustaka yang tidak dapat menjangkau Perpustakaan sekolah karena khawatir akan penularan covid-19. Hal itu juga sejalan dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Penenlitan yang berjudul AuGrab and Go Alternatif Layanan Peminjaman Buku Pustakalana ChildrenAos Library di Masa PandemiAy bahwa perpustakaan sekolah dapat menjangkau siswa dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan (Iskandar dkk. , 2. Compatibility . Delivery Service merupakan solusi atas permasalahan mengenai sulitnya atau di tutupnya Perpustakaan sekolah karena pandemic covid-19. Artinya bahwa Delivery Service memiliki nilai kompabilitas . osisten, sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dan memenuhi kebutuha. Tidak mudah untuk mengadopsi sebuah inovasi, karena sulit untuk mendefinisikan inovasi sesuai dengan kebutuhan (Rogers, 1. Hal ini sejalan. Inovasi Grab and Go mampu menjadi jembatan antara perpustakaan dengan pemustaka dikala pandemi ini (Iskandar , 2. Complexity . Delivery Service memiliki tingkat kerumitan yang rendah, itu dibuktikan dengan mudahnya beberapa organisasi ataupun perusahaan mampu untuk mengadopsinya, begitu pula Perpustakaan sekolah. Berdasarkan bagan alur yang telah digambarkan sebelumnya, dapat dibuktikan bahwa Perpustakaan sekolah tidak mengalami kesulitan yang berarti. Delivery Service sangat mudah untuk dimengerti, dipahami dan digunakan. Kemudahan ini yang menjadi salah satu faktor mengapa Delivery Service banyak digunakan, khususnya pada penelitian ini adalah Perpustakaan sekolah. Bagian ini tidak sesuai dengan penelitian yang berjudul AuLantatur sebagai Alterntaif Layanan Perpustakaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19Ay. Pada penelitian ini ditemukan kerumitan yang disebabkan adanya kendala yang menyertai pelayanan, diantaranya adalah kendala waktu, jumlah pustakawan yang terbatas, dan sarana/prasarana yang tidak memadai. Hal ini menandai bahwa tidak aspek yang paling terpenting dalam berinovasi adalah kesiapan dari pihak perpustakaan. Triability . emampuan diuji cobaka. Suatu inovasi semakin cepat untuk diuji coba, semakin murah untuk di jangkau, maka semakin cepat pula inovasi tersebut diadopsi. Pada alur Delivery Service sebelumnya, bahwa Delivery Service mudah untuk diuji pada Perpustakaan, khususnya Perpustakaan sekolah. Pengujian dilakukan untuk melihat manfaat sesungguhnya dari inovasi tersebut. Delivery Service memiliki keunggulan dalam mengatasi permasalahan (Widayati & Pariyanti, 2. , sehingga inovasi ini bermanfaat bagi Perpustakaan, terlebih ketika diaplikasikan pada Perpustakaan sekolah dan juga inovasi ini tidak akan banyak membebani dari sisi finansial sekolah artinya minim biaya namun manfaat yang diberikan sangat besar. Observability . emampuan di amat. Diketahui bahwa Delivery Service memberikan hasil yang memuaskan bagi pustakawan (Widayati & Pariyanti, 2. Inovasi ini mampu menjadi jembatan Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober pelayanan terbaru di Perpustakaan, khususnya Perpustakaan sekolah. Hal ini tentunya akan sangat membantu siswa/siswi yang saat ini kesulitan untuk mengakses Perpustakaan di sekolah. Kepala sekolah sebagai pemegang keputusan tertinggi pada Perpustakaan sekolah, juga dapat mengamati secara langsung bagaimana Delivery Service berjalan pada Perpustakaan sekolah, sehingga penilaian mengenai Delivery Service dapat dilakukan secara terukur. Inovasi Delivery Service sangat membantu Perpustakaan sekolah dalam menghadapi era pandemi covid-19. Produk inovasi yang telah banyak diterapkan pada berbagai organisasi atau perusahaan, nyatanya juga dapat di adopsi pada Perpustakaan sekolah. Minimnya kerumitan dan mudahnya untuk dijangkau, tentunya akan begitu mudah dipahami oleh pustakawan sekolah. Meskipun tidak secara keseluruhan pustakawan sekolah adalah mereka yang memiliki background Pendidikan Perpustakaan, namun tentu inovasi Delivery Service ini dapat dijalankan sesuai dengan alur yang telah KESIMPULAN Berdasarkan dari keseluruhan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa inovasi pada perpustakaan sekolah terkait Delivery Service, dapat dengan mudah Tentunya mempertimbangkan mengenai waktu, jumlah tenaga pustakawan dan sarana/prasarana untuk mendukung terlaksananya inovasi tersebut. Temuan baru yang dapat ditemukan peneliti, bahwa tidak setiap perpustakaan sekolah siap akan suatu hal yang terjadi tanpa diprediksi seperti pandemi covid-19, sehingga tidak semua perpustakaan sekolah siap akan sebuah inovasi layanan terpadu. Saran yang dapat peniliti sampaikan kepada peneliti selanjutnya, untuk lebih mendalam lagi dalam menjabarkan berbagai inovasi yang lain dalam ruang lingkup perpustakaan dengan menggunakan teori yang sama (Diffusion Innovation. DAFTAR PUSTAKA Aju. David, & Ape. Rebecca. Strategies for The Delivery of Library and Information Service to All in Nigeria by the Year 2020. NASHERJ, 9. , 53-58. Ali. , & Gatiti. The CovidAa 19 (Coronaviru. pandemic: Reflections on the roles of librarians and information professionals. Health Information & Libraries Journal, 37. , 158Ae162. https://doi. org/10. 1111/hir. Ardiansyah. , & Sos. Inovasi Perpustakaan Di Era New Normal. Benawi. Imran. Perpustakaan Kafe dan Warkop adalah Sebuah Perpustakaan Inovasi Masa Kini. Jurnal IqraAo, 6. , 14-24. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi 2022 Volume 6 Nomor 2. Oktober Cook. Matthews. Innovation In The Public Sector: Enabling Better Performance. Canberra. Commonwealth of Australia. Danandjaja. Metode Penelitian Kepustakaan. Antropologi Indonesia. Deleri. Innovation Management in Global Competition and Competitive Advantage. PROCEDIA: Social and Behavior Sciences, 1365-1370. Mestri. Reopening libraries in Covid 19 pandemic: Challenges and IP Indian Journal of Library Science and Information Technology, 5. , 16Ae23. https://doi. org/10. 18231/j. Iskandar. Sukaesih. Rukmana. , & Cms. Grab and go alternatif layanan peminjaman buku Pustakalana ChildrenAos Library di masa pandemi. Informatio: Journal of Library and Information Science, 1. , 83. https://doi. org/10. 24198/inf. Istiqomah. , & Anjali. Lantatur Sebagai Alternatif Layanan Perpustakaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19. Daluang: Journal of Library and Information Science, 1. , 29. https://doi. org/10. 21580/daluang. Jones. Optimizing Public Library Resources in a Post Covid-19 World. Journal Library Administration, 60. , 951Ae957. https://doi. org/10. 1080/01930826. Mangnga. Peran Perpustakaan Sekolah Terhadap Proses Belajar Mengajar Sekolah. JUPITER, Art. https://journal. id/index. php/jupiter/article/view/27 Mukran H. Usman. Aswar. , & Zulfiah Sam. Covid-19 dalam Perjalanan Akhir Zaman: Sebab. Dampak dan Anjuran Syariat dalam Menghadapinya. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 1. , 137Ae155. https://doi. org/10. 36701/bustanul. PTM 100 Persen Dilakukan Secara Bertahap di Surabaya | Radar Surabaya. Diambil Oktober https://radarsurabaya. com/surabaya/05/01/2022/ptm-100-persendilakukan-secara-bertahap-di-surabaya/ Rogers. Diffusion of innovations . rd e. Free Press . Collier Macmillan. Rogers. Diffusion of Innovations, 5th Edition. Simon and Schuster. Rogers. Everett. Diffusion of Innovations 4th Edition. New York: The Free Press Shonhe. A Consolidation of Challenges Faced by School Libraries in Developing Countries. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Uwandu. Covid-19 And The Challenge Of Information Delivery By School Librarians. Widayati. , & Pariyanti. Delivery Service Pustakawan Di Era New Normal. Pustakaloka,