Jurnal Semnasdik Vol. No. November 2023, hlm. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Erwin Eka Saputra1 Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sulawesi Tenggara Email penulis: erwinekasaputra08@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar ilmu pengetahuan alam (IPA) pada siswa kelas IV Sekolah Dasar melalui metode permainan baca-lakukan. Masalah utama adalah apakah metode permainan baca-lakukan dapat meningkatkan minat belajar ilmu pengetahuan alam siswa kelas IV Sekolah Dasar?Ay. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. Fokus penelitian pada siswa kelas IV SD Negeri 219 Ara yang difokuskan pada minat belajar siswa yang secara operasional diobservasi pada proses belajar IPA dengan indikator yang diukur, diantaranya: sikap belajar di kelas dan persepsi siswa terkait dengan metode yang diterapkan. Aktivitas belajar yang diobservasi, meliputi: kehadiran murid, partisipasi murid dalam wujud bertanya selama kegiatan baca-lakukan, keberanian murid mendemonstrasikan karya sederhana, kemandirian murid mendemonstrasikan karya sederhana, semangat/gairah belajar murid, keaktifan murid mengumpulkan tugas, dan keaktifan murid menyimpulkan materi. Sedangkan metode belajar permainan baca-lakukan adalah suatu gaya belajar sambil bermain yang didahului dengan pembacaan suatu naskah atau konsep yang akan dilaksanakan atau dikerjakan kaitannya dengan proses belajar untuk mencapai tujuan yang Hasil penelitian terhadap minat belajar siswa yang digambarkan melalui beberapa indikator aktivitas belajar mengalami peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua, persentase siswa yang berpartisipasi dalam wujud aktif bertanya mengalami penurunan dari rata-rata 79,76% menjadi 64,28%, siswa yang berani mendemons-trasikan karya sederhana meningkat dari rata-rata 79,76% menjadi 90,48%, siswa yang mandiri membuat karya sederhana meningkat dari rata-rata 58,33% menjadi 90,48%, siswa yang mengindikasikan adanya semangat/gairah belajar meningkat dari ratarata 55,95% menjadi 83,33%, siswa yang aktif mengumpulkan tugas juga meningkat dari rata-rata 75,0% menjadi 85,71%, dan siswa yang aktif menyimpulkan materi juga meningkat dari rata-rata 64,28% menjadi 83,33%. Hasil penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran dengan metode baca lakukan meningkatkan minat belajar IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar, dengan indikasi meningkatnya aktivitas belajar siswa. Kata Kuci : Metode Baca-Lakukan. Permainan. Minat Belajar Abstract This research aims to determine the interest in learning natural sciences (IPA) among fourthgrade elementary school students through the read-and-do game method. The main problem addressed is whether the read-and-do game method can enhance the interest in learning natural sciences for fourth-grade elementary school students. The approach used in this research is a descriptive quantitative research approach, specifically a classroom action research. The study focuses on fourth-grade students at SD Negeri 219 Ara, with a concentration on student learning interest observed during the natural science learning process. The indicators measured include learning attitudes in class and students' perceptions related to the applied method. Observed learning activities include student attendance, participation in asking questions during read-and-do activities, students' willingness to demonstrate Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar simple works, students' independence in demonstrating simple works, students' enthusiasm for learning, students' activity in collecting assignments, and students' activity in summarizing the The read-and-do game method is a learning style that involves playing while reading a text or concept that will be implemented or worked on in connection with the learning process to achieve the expected goals. The research results regarding students' learning interest, depicted through several learning activity indicators, show an improvement from the first cycle to the second cycle. The percentage of students actively participating by asking questions decreased from an average of 79. 76% to 64. Students willing to demonstrate simple works increased from an average of 79. 76% to 90. Students independently creating simple works increased from an average of 58. 33% to 90. Students indicating enthusiasm for learning increased from an average of 55. 95% to 83. Students actively collecting assignments also increased from an average of 75. 0% to 85. 71%, and students actively summarizing material increased from an average of 64. 28% to 83. The research concludes that learning with the read-and-do game method enhances the interest in learning natural sciences for fourth-grade elementary school students, as indicated by increased student learning activities. Keywords: Read-Do Method. Games. Interest in Learning PENDAHULUAN Masyarakat dan bangsa Indonesia kini memasuki milenium ketiga dengan berbagai tantangan dan harapan. Kita baru saja ditempa masa krisis yang berkepanjangan, bahkan hampir membawa bangsa ini ke arah disintegrasi. Kini setelah nampak keluar dari masa krisis, mulai terlihat tanda-tanda adanya kegairahan dan semangat hidup masyarakat. Masa krisis membawa hikmah sebagai proses belajar dari kekeliruan masa lalu untuk memperbaiki masa sekarang dan yang akan datang dalam segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Menurut Tilaar . bahwa pendidikan nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada empat krisis pokok, yang berkaitan dengan kuantitas . , relevansi atau efesiensi eksternal, elitisme dan manajemen. Sekolah sebagai wadah untuk menciptakan generasi mudah yang berprestasi, kreatif, produktif, dan jenius harus mampu mengatasi masalah-masalah dalam pendidikan secara Di sisi lain yang paling memprihatinkan adalah moral anak didik yang sudah tidak sesuai lagi dengan norma-norma agama yang berlaku. Menyadari hal tersebut, peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dengan pendekatanpendekatan yang inovatif dan secara sistematis, struktural, dan komprehensif. Upaya tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penataan terhadap sitem pendidikan secara menyeluruh terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan dunia kerja. Hal tersebut lebih terfokus lagi setelah diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Pendidikan sangat penting di tengah kemajuan zaman dan gerak pembangunan menuju pada Pemerintah sebagai komponen utama dalam pembangunan pendidikan selalu berusaha meningkatkan mutu Pendidikan Nasional melalui berbagai kebijakan-kebijakan sektoral maupun lintas sektoral. Perbaikan sistem pendidikan tersebut dilakukan terhadap seluruh komponen yang terkait di dalamnya. Salah satunya adalah pembaharuan dan revitalisasi kurikulum dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai satuan pendidikan tingkat tinggi, di mana yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan tersebut adalah para guru. Harapan dari kebijakan tersebut sebagaimana yang termuat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Muslich, 2. , khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang merupakan salah satu mata pelajaran utama pada satuan pendidikan Sekolah Dasar merupakan program untuk Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap ilmiah pada diri siswa serta memupuk rasa cinta dan menghargai Pencipta-Nya. Pembelajaran bidang studi IPA pada hakikatnya menciptakan interaksi antara siswa dengan alam sekitarnya, sehingga peristiwa alam merupakan objek kajian para Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar IPA diharapkan mewujudkan aktivitas intelektual dan aktivitas fisik siswa, untuk mewujudkan itu hal tersebut dibutuhkan strategi dan model pembelajaran yang dapat bermanfaat serta bermakna semaksimal mungkin. Siswa yang telah melaksanakan proses belajar dapat dinilai hasilnya melalui perubahan-perubahan dengan membanding-kan tingkat penguasaan antara sebelum dan sesudah proses belajar. Komponen utama yang menunjang kondusifnya proses belajar pada diri siswa adalah faktor fisik dan psikologis. Proses belajar hanya dapat berlangsung dengan baik apabila komponen tersebut dalam kondisi sehat dan Sehubungan dengan itu, kondisi fisik yang sehat sangat dipengaruhi oleh latar belakang Keluarga sebagai institusi terkecil dalam lingkungan sosial, di mana anak didik tinggal dan bernaung serta tumbuh besar harus bertanggung jawab dan mewujudkan peran yang maksimal untuk menyediakan menu makanan yang halal dan bergizi agar anak didik dapat tumbuh dengan kondisi fisik yang sehat dan prima, sekaligus mewujudkan kekuatan spirit lewat penanaman nilai dan norma pada lingkungan keluarga dalam wujud pendidikan informal . endidikan prasekola. Selanjutnya, ketika anak didik telah memasuki lingkungan sekolah sebagai lingkungan pendidikan formal, maka kekuatan spirit peserta didik untuk belajar dapat dipengaruhi dengan memberikan rangsangan sehingga siswa dapat termotivasi dan berminat untuk belajar dengan baik. Penciptaan kondisi tersebut merupakan tanggung jawab institusi sekolah, mulai dari kepala sekolah, wali kelas, guru BK dan khususnya guru kelas yang menjadi ujung tombak proses belajar di sekolah. Konkritnya, kekuatan spirit tersebut dapat diperoleh siswa jika dalam penyajian materi pembelajaran guru menggunakan strategi yang dapat mendorong siswa untuk lebih bersemangat belajar. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah pembelajaran melalui metode permainan baca-lakukan. Berdasarkan hal tersebut di atas, dengan melihat kenyataan di SD Negeri 219 Ara, khususnya pada siswa kelas IV yang menjadi tanggung jawab penulis dalam memberikan proses pembelajaran, nampak bahwa minat atau dorongan siswa untuk belajar lebih giat memacu prestasi tidak begitu baik, sehingga berpengaruh pada pencapaian nilai prestasi belajar khususnya mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Oleh karena itu, menjadi relevan bagi penulis untuk melakukan penelitian tindakan kelas terkait dengan Penerapan metode pembelajaran baca-lakukan untuk meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas IV Sekolah Dasar yang diharapkan dapat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. Menurut Umar dan Kaco . bahwa AuPTK bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam menangani kegiatan belajar mengajarAy. Model PTK merupakan penelitian proses pengkajian berdaur yang terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Daur penelitian tindakan kelas ditujukan sebagai perbaikan atas hasil refleksi terhadap tindakan sebelumnya yang dianggap belum berhasil, maka masalah tersebut dipecahkan kembali dengan mengikuti daur sebelumnya melalui tahapan yang Secara skematik disain penelitian (Tiro, 2. dapat dilihat di bawah ini. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Gambar 3. Skema Disain Penelitian Tindakan Kelas Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan yakni penelitian tindakan kelas, maka rencana tindakan yang akan dilakukan terdiri atas dua siklus. Setipa siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali Prosedur kegiatan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Di mana dalam tahap perencanaan sampai melakukan tindakan terdapat 4 langkah utama yang akan dilakukan yaitu : identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, perencanaan penelitian tindakan kelas, dan melakukan penelitian tindakan kelas. Secara lebih terperinci, prosedur penelitian tindakan ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Tahap Perencanaan dan Persiapan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah meliputi Menelaah materi pelajaran IPA kelas IV semester I Sekolah Dasar. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pokok bahasan AuKarya Sederhana: Adanya Perubahan Energi Gerak akibat Pengaruh UdaraAy. Mendalami materi pokok tentang perubahan energi gerak akibat adanya pengaruh udara dan mempersiapkan rancangan karya/model yang akan dibuat pesawat kertas, menentukan bahan dan alat yang digunakan serta bagaimana proses pengujian hasil rancangan nantinya. Menyiapkan format observasi aktivitas belajar yang menggambarkan minat belajar siswa untuk digunakan pada setiap pertemuan dan angket menggambarkan tanggapan . siswa terhadap metode belajar baca-lakukan pada akhir siklus pertama dan kedua. Tahap Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah kegiatan belajar mengajar untuk mengimplementasikan materi dan metode belajar baca-lakukan. Adapun perincian kegiatan pelaksanaan tindakan tersebut adalah: Kegiatan Awal . Guru mengingatkan kembali tentang pelajaran yang telah lalu. Guru mengadakan tanya jawab kepada siswa tentang perubahan energi gerak akibat pengaruh udara. Guru memperlihatkan salah satu contoh membuat pesawat yang sangat sederhana dan memperkenalkan bahan yang digunakannya. Kegiatan Inti . Guru menyuruh siswa membaca petunjuk yang ada dalam buku tentang pembuatan pesawat terbang kertas. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar . Kemudian siswa disuruh mempraktekkannya cara membuat pesawat sesuai petunjuk yang telah dibaca dalam buku . Guru menyuruh 3 orang ke depan untuk melaporkan hasil karya kegiatannya dan siswa yang lainnya memberikan tanggapan. Guru membimbing siswa untuk mengambil kesimpulan dari kegiatan yang telah mereka lakukan yang berhubungan dengan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara. Kegiatan Akhir . Guru mengadakan refleksi siswa membuat rangkuman pembelajaran yang berkaitan dengan pelajaran yang telah berlangsung mengenai perubahan energi gerak akibat pengaruh udara. Guru memberikan tugas di rumah kepada siswa untuk membuat karya sederhana yang berhubungan dengan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara. Pada akhir siklus pertama guru memberikan kuisioner persepsi terhadap siswa untuk mengetahui persepsi siswa terhadap metode belajar baca-lakukan yang diberikan. Tahap Observasi Selama kegiatan berlangsung, guru . eman sejawat penelit. melakukan pengamatan terhadap seluruh aktivitas belajar siswa yang terkait dengan indikator minat dengan menggunakan lembar . observasi yang telah disediakan oleh peneliti. Tahap Refleksi Pada akhir siklus pertama dilakukan refleksi terhadap hasil observasi aktivitas belajar dan hasil kuisioner persepsi untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan pembelajaran IPA yang diperoleh siswa. Kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus pertama akan diperbaiki pada siklus selanjutnya. Siklus kedua dilakukan dengan tetap mengacu pada prosedur kegiatan yang sama pada siklus pertama yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi atau evaluasi dan refleksi. Hanya saja, pada siklus kedua dilakukan revisi tindakan yang berbeda dengan siklus pertama. Revisi tindakan senantiasa bertolak pada upaya perbaikan atau koreksi terhadap kekurangan yang diperoleh pada siklus pertama. Hal ini dilakukan untuk mencapai hasil yang lebih maksimal sebagaimana diharapkan dari intervensi tindakan. HASIL & PEMBAHASAN Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua siklus di kelas IV semester I tahun pelajaran 2022/2023. Metode pelaksanaannya mengikuti prinsip kerja classroom action research, yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian dimulai yakni 07. 30Ae10. 40 wita. Adapun hasil penelitian berupa data tentang hasil pengamatan . aktivitas belajar dan tanggapan siswa yang dianalisis secara kuantitatif deskriptif, disajikan sebagai berikut: Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus Pertama Data kuantitatif minat siswa pada siklus pertama diperoleh melalui observasi selama proses pembelajaran berlangsung di setiap pertemuan dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan data pada Tabel 4. 1, diperoleh gambaran atau indikasi bahwa minat belajar siswa masih rendah. Hal ini terlihat, di mana siswa yang berpartisipasi dalam wujud aktif bertanya rata-rata mencapai 79,76% atau dalam skala deskriptif terkategori baik. Tabel 4. Distribusi Frekuensi. Rata-rata dan Persentase Observasi Aktivitas Belajar Siswa selama Proses Pembelajaran Siklus Pertama Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Pertemuan ke1 Persentase (%) 79,76 79,76 58,33 55,95 Keaktifan murid mengumpulkan tugas 75,00 Keaktifan murid menyimpulkan materi 64,28 Kriteria Penilaian Partisipasi murid dalam wujud aktif Keberanian murid membuat karya Kemandirian murid membuat karya Semangat/gairah belajar murid Adapun siswa yang berani membuat dan mendemonstrasikan karya sederhananya dalam bentuk pesawat terbang yang terbuat dari kertas rata-rata mencapai 79,76% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, siswa yang mandiri dalam membuat karya sederhana rata-rata mencapai 58,33% atau dalam skala deskriptif terkategori cukup, siswa yang mengindikasikan adanya semangat/gairah belajar rata-rata mencapai 55,95% atau dalam skala deskriptif terkategori cukup, siswa yang aktif mengumpulkan tugas rata-rata mencapai 75,0% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, dan siswa yang aktif menyimpulkan materi rata-rata mencapai 64,28% atau dalam skala deskriptif terkategori cukup. Hasil Observasi Minat Belajar Siswa Siklus Kedua Data kuantitatif minat belajar siswa pada siklus kedua diperoleh melalui observasi selama proses pembelajaran berlangsung di setiap pertemuan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Distribusi Frekuensi. Rata-rata dan Persentase Observasi Aktivitas Belajar Siswa selama Proses Pembelajaran Siklus Kedua Pertemuan ke1 Persentase (%) 64,28 90,48 90,48 83,33 Keaktifan murid mengumpulkan tugas 85,71 Keaktifan murid menyimpulkan materi 83,33 Kriteria Penilaian Partisipasi murid dalam wujud aktif Keberanian murid membuat karya Kemandirian murid membuat karya Semangat/gairah belajar murid Berdasarkan data pada Tabel 4. 2 di atas, diperoleh indikasi bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan secara matematis. Hal ini terlihat, di mana siswa yang berpartisipasi dalam wujud aktif bertanya mengalami penurunan rata-rata mencapai 64,28% atau dalam skala deskriptif terkategori cukup, siswa yang berani mendemonstrasikan karya sederhana rata-rata mencapai 90,48% atau dalam skala deskriptif terkategori baik sekali, siswa yang mandiri membuat karya sederhana rata-rata telah mencapai 90,48% atau dalam skala deskriptif terkategori baik sekali, siswa yang mengindikasikan adanya semangat/gairah belajar rata-rata mencapai 83,33% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, siswa yang aktif mengumpulkan tugas rata-rata telah mencapai 85,71% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, dan siswa Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar yang aktif menyimpulkan materi rata-rata telah mencapai 83,33% atau dalam skala deskriptif terkategori baik. Berdasarkan analisis kuantitatif deskriptif terhadap sejumlah indikator minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan metode belajar baca-lakukan pada siklus pertama dan kedua, maka diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan metode baca-lakukan. Jika dibandingkan hasil observasi siklus pertama dan siklus kedua, persentase kehadiran siswa dari empat kali pertemuan mengalami peningkatan dari rata-rata 92,86% menjadi 98,81% atau dalam skala deskriptif terkategori baik sekali, siswa yang berpartisipasi dalam wujud aktif bertanya mengalami penurunan dari rata-rata 79,76% menjadi 64,28% atau dalam skala deskriptif terkategori cukup, siswa yang berani mendemonstrasikan karya sederhana meningkat dari rata-rata 79,76% menjadi 90,48% atau dalam skala deskriptif terkategori baik sekali, siswa yang mandiri membuat karya sederhana meningkat dari rata-rata 58,33% menjadi 90,48% atau dalam skala deskriptif terkategori baik sekali, siswa yang mengindikasikan adanya semangat/gairah belajar meningkat dari rata-rata 55,95% menjadi 83,33% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, siswa yang aktif mengumpulkan tugas juga meningkat dari rata-rata 75,0% menjadi 85,71% atau dalam skala deskriptif terkategori baik, dan siswa yang aktif menyimpulkan materi juga meningkat dari rata-rata 64,28% menjadi 83,33% atau dalam skala deskriptif terkategori baik. Pembahasan Terjadinya peningkatan persentase indikator minat belajar siswa, seperti kehadiran siswa mengikuti proses belajar mengajar dan jumlah siswa yang mengumpulkan tugas menunjukkan bahwa siswa memiliki perhatian yang besar dan merasa membutuhkan pelajaran ilmu pengetahuan alam, khususnya dalam penelitian ini belajar dengan metode permainan baca lakukan. Peningkatan jumlah siswa yang berani mendemonstrasikan karya sederhananya menunjukkan adanya antusiasme sikap positif siswa dan sekaligus mengindikasikan bahwa keterampilan proses sebagaimana yang diinginkan dalam proses pembelajaran IPA dengan metode baca lakukan terwujud. Peningkatan jumlah siswa yang mandiri dalam membuat karya sederhana memberikan gambaran bahwa rasa percaya diri . elf-confidenc. siswa meningkat dalam pembelajaran dengan metode belajar bermain baca lakukan. Hal ini juga dapat diinterprestasikan bahwa pada siklus kedua minat belajar siswa terhadap IPA dengan metode bermain baca-lakukan meningkat. Hasil penelitian yang diperoleh tersebut relevan dengan apa yang dikemukakan Ibrahim dan Syaodih . bahwa ada beberapa upaya yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan minat belajar siswa, diantaranya: . menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi, dengan metode dan media yang bervariasi kebosanan dapat dikurangi atau dihilangkan, . menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Suasana belajar yang hangat berisi rasa persahabatan, ada rasa humor, pengakuan akan keberadaan siswa, terhindar dari celaan dan makian dapat membangkitkan minat. Sedangkan penurunan persentase siswa yang berpartisipasi dalam wujud aktif bertanya dapat diinterpretasikan bahwa sebahagian besar siswa pada saat metode belajar baca-lakukan pertama kali diterapkan kurang percaya diri dan tidak berani untuk terlibat secara langsung. Hal ini juga diindikasikan dengan hasil kuisioner tanggapan di mana seluruh siswa menyatakan baru melihat metode belajar baca-lakukan pada pembelajaran IPA. Namun, hal ini juga menunjukkan besarnya keingintahuan siswa untuk berani mengajukan pertanyaan dan menghilangkan keraguan dalam proses membuat karya sederhana dan mendemosntrasikannya. Hasil penelitian di atas, relevan dengan apa yang dikemukakan pada tinjauan pustaka bahwa dengan penerapan metode permainan baca-lakukan akan mampu mengurangi dan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar, memberikan tantangan untuk memecahkan masalah dan persoalan dalam suasana serta kondisi yang gembira, menimbulkan semangat kerja sama atau kooperatif dan Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP Erwin Eka Saputra. Penerapan Metode Permainan Baca-Lakukan Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar kompetisi yang sehat, membantu siswa yang lamban dalam menerima materi dan kekurangan motivasi, dan memberikan tantangan kepada guru untuk lebih kreatif dalam menetapkan permainan. Peneliti menyadari bahwa untuk meningkatkan minat belajar siswa bukan perkara yang mudah, apalagi terdapat diferensiasi terkait dengan kondisi fisik dan psikologis siswa, termasuk perbedaan tingkat kemampuan berbahasa yang baik dan baku turut berpengaruh terhadap keberhasilan menerapkan sebuah metode yang inovatif. Namun yang terpenting adalah membelajarkan siswa untuk senantiasa antusias, memunculkan keberanian, kemandirian, rasa tanggung jawab terhadap tugas, sebagai indikator pokok menumbuhkan minat belajar siswa. Hal ini sesuai dengan metode pembelajaran baca-lakukan, di mana kelebihan-kelebihan dari metode tersebut dikemukakan Mulyasa . Pembelajaran permainan bacaAelakukan akan mampu mengurangi dan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar. Memberikan tantangan untuk memecahkan masalah dan persoalan dalam suasana serta kondisi yang gembira. Menimbulkan semangat kerja sama atau kooperatif dan kompetisi yang sehat. Dapat membantu siswa yang lamban dalam menerima materi dan kekurangan motivasi. Memberikan tantangan kepada guru untuk lebih kreatif dalam menetapkan permainan. KESIMPULAN & SARAN Hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya memberikan kesimpulan bahwa pembelajaran dengan metode pembelajaran baca lakukan meningkatkan minat belajar ilmu pengetahuan alam (IPA) pada siswa kelas IV sekolah dasar. Indikasi peningkatan minat belajar tersebut dilihat dari keberanian dan kemandirian siswa dalam membuat dan mendemonstrasikan karya sederhana, semangat/gairah belajar murid, keaktifan murid menyimpulkan materi yang meningkat dari siklus pertama ke siklus kedua dengan kategori baik sekali. Adapun saran sebagai berikut : Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka kiranya metode belajar permainan baca lakukan dapat digunakan oleh guru-guru lain pada saat proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas, sehingga dapat memacu minat belajar siswa yang lebih baik lagi dan akhirnya mendorong pencapaian prestasi belajar sebagai target akhir nantinya. Guru IPA perlu menguasai beberapa metode/pendekatan mengajar sehingga pada pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat dilakukan secara bervariasi sesuai dengan materi yang diberikan agar siswa tidak bosan belajar dan mudah memahami materi pelajaran. Penelitian ini dapat pula dilanjutkan oleh peneliti lain yang berminat dengan mengambil populasi dan sampel yang cukup besar, sehingga perbedaan perlakuan yang diberikan dapat memberikan hasil berbeda pula dengan ruang lingkup yang lebih luas. UCAPAN TERIMAKASIH