Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pendampingan Usaha Berupa Pembuatan Merk. Spanduk, dan Logo Pada UMKM Sembako Dila Apriyanti*1. Yorina AnAoguna Bansa*2. Irmanelly3. Ratih Rosita4. Etik Winarni5 1,2,3,4,5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Jambi email: yorinabansa@gmail. Abstract Micro,Small and Medium Enterprises (MSME. are an important sector in increasing national economic growth. In particular, grocery stores are managed by BTPN Syariah custemers incluiding mothers as pre-prosperous Micro. Small and Medium Emterprises (MSME. The main objective of this activity is to help provide assistance as access to knowledge, entrepreneurial strategies, and strategies to overcome business obstacles for MSME actors. BTPN Syariah is a bank that focuses on financing without collateral, through community service at Bank BTPN Syariah, it provides opportunities for students to act as a service team. In this program, students face various challenges, such as limited market access, technology, capital,and minimal enterpreneurship education. Assistance by the facilitator includes several stages including location surveys, introductons and assesment, finding obstacles , assistance, practice, and closing. Carrying out stages including location surveys, interviews, assistance, documentation, and reporting. Keyword: Assistance, customers, student. Micro,Small And Medium Enterprises(MSME. Abstrak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Khususnya usaha mikro kecil toko sembako dikelolah oleh nasabah BTPN Syariah meliputi ibu-ibu sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pra-sejahtera. Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu membantu memberikan pendampingan sebagai akses ilmu pengetahuan, strategi kewirausahaan, dan strategi untuk mngatasi kendala usaha pelaku UMKM. BTPN Syariah adalah perbankan yang fokus pembiayaannya tanpa agunan, melalui pengabdian masyarakat di Bank BTPN Syariah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan sebagai tim pengabdian nasabah. Dalam program ini, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses pasar, teknologi, modal,serta minimnya pendidikan kewirausahaan. Pendampingan oleh fasilitator pendamping meliputi beberapa tahapan meliputi survei lokasi, perkenalan,dam asesmen, penemua kendala, pendampingan, praktik, dan penutup. Melakukan tahapan diantaranya survei lokasi, wawancara, pendampingan,dokumentasi, dan pelaporan. Aktivitas pendampingan ini tentunya membawa dampak baik bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama nasabah BTPN Syariah yang mengikuti program. Kata Kunci:Pendampingan. Nasabah,Mahasiswa. Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor penting untuk membangun pertumbuhan ekonomi, meliputi kota dan desa disuatu negara. karena dapat menghasilkan peningkatan produk domestik bruto dan meningkatkan taraf hidup masyarakat selaku pengusaha dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Matseri et. https://doi. org/10. 37859/jpumri. dikarenakan membantu untuk menjadi salah satu pendorong untuk meningkatkan perekonomian lokal. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) turut mendukung terciptanya kreatifitas di masyarakat yang sejalan dengan usaha yang ditekuninya. Untuk menjalankan usaha tersebut para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan. Hal ini didukung oleh keterbatasan dalam p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 akses menuju pasar baik domestik maupun global, pendanaan, dan juga akses Maka dari itu, perlu diberikan pendampingan serta pemberdayaan untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar usahanya dapat berkembang seiring berjalannya waktu. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Toko menawarkan layanan yang lebih dekat dan personal dibandingkan dengan supermarket atau minimarket (Ketut Sudarnaya. Banyak pelanggan datang untuk berbelanja untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari. pemilik toko dengan baik dan dapat memberikan pelayanan yang lebih personal terhadap pelanggan yang Toko sembako memiliki fleksibilitas dalam penjualan, seperti menjual produk secara eceran maupun grosir, menerima pembayaran tunai maupun non-tunai, dan bahkan memberikan layanan antar barang ke rumah pelanggan (Srikandi. Toko sembako disebut Sebagai jenis usaha ritel yang menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, tepung, gula, garam, telur, sayursayuran, buah-buahan, sabun, deterjen, dan lain sebagainya. Toko sembako dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti di perumahan, pedesaan, pinggir jalan, dan bahkan di dalam komplek perkantoran. Keberadaan toko sembako memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, karena menyediakan akses mudah untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari. Toko sembako selaku UMKM tentunya dibantu oleh bank BTPN Syariah sebagai pendanaan dalam meningkatkan mutu keberhasilan untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN) adalah bisnis perbankan yang berfokus pada penggalangan dana tanpa jaminan kepada masyarakat selaku usaha mikro (Salsabilla. al, 2. Menurut Syariah Saham. Melalui komitmen dan inovasinya, bank ini berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 berlandaskan prinsip-prinsip Islam dan memberikan solusi finansial yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN) Syariah memiliki nasabah yang semakin hari semakin bertambah Khususnya kaum perempuan sebagai nasabah yang ditargetkan dalam pengembangan bisnis dan usaha dengan melakukan program pendampingan ke Maka dengan ini diadakan Program pendampingan UMKM pada nasabah BTPN Syariah meliputi toko sembako sebagai program yang dikhususkan untuk nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN) Syariah dalam mengembangkan usaha mereka. Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan Kapasitas pengetahuan dan keterampilan nasabah ini sangat diperlukan untuk menilai seberapa mampu nasabah untuk mengembangkan usaha mereka dan menjaga usaha mereka tetap stabil atau Pendamping merupakan salah satu posisi pengabdian masyarakat yang tersedia di program pemberdayaan. Tugas yang dilakukan pendamping adalah mendampingi nasabah selaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Emerald. & Wiwik. H 2. Adanya program pendampingan ini, mahasiswa pengabdian masyarakat untuk ditempatkan menjadi tim pengabdian. Tim pengabdian bertindak sebagai pembimbing dalam menciptakan ruang lingkup belajar yang positif dan inklusif bagi nasabah, tim pengabdian berperan sebagai kontributor dan pemandu, membantu nasabah pengetahuan dan keterampilan terutama pada bidang teknologi dan keuangan Untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha. METODE PENGABDIAN Studi penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang menjelaskan kegiatan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 dalam penelitian ini juga menggunakan jumlah sempel satu unit usaha berupa usaha sembako yang bertempatan di Kelurahan bagan Pete, kecamatan alam barajo, kota jambi, provinsi Jambi dengan keterkaitan pada nasabah. Metode kualitatif ini memberikan informasi terkini, yang merupakan keuntungan bagi pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) terutama toko sembako dan berfokus pada studi kasus. Studi kasus adalah pendekatan yang bertujuan untuk mempertahankan integritas objek (Sugiono, 2. Artinya, data yang dikumpulkan sebagai bagian dari studi kasus diselidiki sebagai keseluruhan konsolidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk keterampilan yang menekankan objek yang dimaksud. Dengan kata lain, studi kasus harus digunakan sebagai studi eksplorasi dan deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis SWOT. Observasi Digunakan untuk mengamati kondisi dan lokasi usaha nasabah, usaha mikro kecil menengah (UMKM). Wawancara dilakukan dengan tim pengabdian dan nasabah dalam upaya menggali informasi tentang Usaha yang sedang dikembangkan, dokumentasi digunakan sebagai bentuk pembuktian berupa foto dan catatan yang bersifat Analisis SWOT digunakan mengetahui kelebihan dan kelemahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 1 bulan dilaksanakan. Pada kegiatan pendampingan ini, tim pengabdian berhasil mendampingi 1 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimiliki nasabah beragam terdiri dari kegiatan produksi hingga Tim pengabdian melakukan program ini dengan memajukan beberapa usaha yang dimiliki oleh nasabah Namun, penulis hanya memfokuskan pada https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 kegiatan reseller yaitu distributor sembako. Berikut pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian terhadap nasabah. Perkenalan Pendamping Pada Nasabah Pertemuan di awal sesi ini tim pengabdian tentunya melakukan perkenalan atau disebut sebagai pendekatan terhadap nasabah sebelum melakukan perkenalan penulis mendapatkan pembekalan dari mentor dalam melakukan pendamping atau sebagai tim pengabdian, ketika menuju ke kegiatan lapangan ke nasabah. Pembekalan dapat pengetahuan, keterampilan, atau persiapan kepada individu sebelum melakukan suatu kegiatan atau menghadapi situasi tertentu. Pembekalan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan, memberikan pemahaman, dan mempersiapkan individu atau kelompok untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan lebih baik. Kegiatan ini dilakukan untuk persiapan atau pelatihan yang tersedia untuk individu atau kelompok, sebelum memulai kegiatan atau program tertentu. Tujuan memberikan peraturan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman yang diperlukan untuk memungkinkan kegiatan ini menjadi lebih efektif dan sukses. Pertemuan merupakan kegiatan perkenalan dan kegiatan asesmen yang bertujuan untuk dapat mengetahui kendakla atau kebutuhan usaha Pada proses asesmen ini penulis melakukan wawancara dengan nasabah yang kemudian dibuat analisis SWOT. Sesi perkenalan penulis atau tim pengabdian tentunya akan melakukan juga pengamata ke lapangan bertujuan untuk mengumpulkan berbagai macam informasi serta upaya mengetahui lokasi dan tempat usaha nasabah. Pasca selesainya pengamatan pendamping melakukan perkenalan diri ke nasabah, tentunya penulis juga melakukan asesmen terhadap nasabah (Putri. Perkenalan ini bertujuan untuk mengupayakan nasabah dan tim pengabdian p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 dapat membangun komunikasi yang baik dengan melakukan asesmen. Asesmen nasabah meliputi data diri, profil usaha, dan Selama penulis sebagai pengabdian masyarakat, beberapa masalah yang mungkin dihadapi termasuk kendala dalam membimbing nasabah UMKM yang kurang teknologi,kesulitan menumukan alamat nasabah yang kurang lengkap,nasabah dihubungi,dan tantangan dalam memberikan materi pendamoingan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Selain itu juga tantangan terkait kurangnya pemahaman nasabah mengenai manfaat teknologi. Gambar 1: Penampakan luar usaha warung sembako binaan Gambar 2: Mekanisme pelaksanan kegiatan perkenalan sebagai pengabdian masyarakat Dapat diketahui bahwa sebelum melakukan kegiatan perkenalan hendaknya melakukan persiapan pembekalan sebagai bagian awal dalam menjadi calon pendamping ke nasabah secara langsung. Maka pembekalan ini diikuti secara Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 signifikan dan fokus untuk memahami tugastugas sebagai tim pengabdian dan mentor juga menjelaskan masa berlakunya program pendampingan pada nasabah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Supaya ketika melakukan perkenalan terhindar dari kesalahan- kesalahan dan dapat berhasil dengan baik. Pengajaran Materi Pada Nasabah Pertemuan kedua, pada kegiatan ini tim pengabdian melakukan pengajaran materi, materi yang di sampaikan merupakan materi yang didapat dari aplikasi kita bestee dengan cara menginput usaha dan informasi tentang usaha nasabah pada materi rekomendasi, setelah itu aplikasi kita bestee akan memberikan kita materi yang cocok untuk usaha nasabah tersebut. Tim pengabdian memberikan pendampingan pertemuan kedua dengan menyampaikan dan menjelaskan tentang materi yang diberikan dan harus dipastikan nasabah mengertibetul tentang materi yang telah disampaikan tim Pada tahap ini penulis menyampaikan materi secara rinci kepada nasabah tujuannya untuk membantu nasabah memahami konsep materi dengan baik sehingga dapat dengan mudah dalam mengimplementasikan ke dalam praktiknya. Dalam proses penyampaian materi kepada nasabah, penulis harus menunjukkan sikap yang antusias, sehingga dapat memacu semangat nasabah untuk mendengarkan materi yang penulis sampaikan. Hal ini merupakan salah satu kegiatan yang paling penting karena melibatkan berbagai materi yang akan disajikan ke nasabah. Pengajaran materi diartikan sebagai proses penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada nasabah melalui berbagai bentuk bahan pembelajaran yang disusun secara sistematis. Dalam bidang usaha meliputi Kualitas Produk dan Layanan, pemasaran yang efektif, pengelolaan keuangan dan strategi bisnis, bentuk logo usaha serta membuat analisis SWOT kepada nasabah membantu mereka untuk memahami dan menemukan solusi yang dapat mereka terapkan dalam pengembangan usaha mereka. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 mengomunikasikan identitas usaha terutama sembako ke Dengan menggunakan aplikasi pembuatan logo usaha yaitu Canva. Gambar 3: Pengajaran materi ke nasabah Maka dengan adanya kegiatan pengajaran materi yang diberikan oleh mentor kepada penulis dan akan disampaikan ke nasabah, hal ini merupakan bagian utama dikarenakan mencakup semua tugas untuk pertemuan awal ke nasabah. Pelaksanaan Praktek Mendesain Logo Usaha Pertemuan ketiga, praktik atau pemberian tugas yakni nasabah akan mengimplementasikan materi yang telah diberikan berdasarkan kendala yang telah disampaikan dan akan dibantu oleh penulis dalam implementasi materi. kunjungan ke nasabah untuk menentukan pembuatan desain logo, dalam hal ini penulis melakukan langsung membuat desain logo Nasabah juga akan mencoba untuk membuat logo usaha nya sendiri dan didampingi oleh penulis guna membentuk dikarenakan Logo sebagai bagian desain yang bertindak sebagai representasi visual dari pengusaha, seperti perusahaan, organisasi, produk, atau merek. terdiri dari simbol, gambar, teks, atau kombinasi keduanya, dan dirancang dengan elemen visual unik. Tujuan penulis pada https://doi. org/10. 37859/jpumri. Gambar 4: Praktek pembuatan logo Gambar 5: Desain Logo Usaha Sebagai Usaha. Identitas Kegiatan membentuk nasabah lebih mandiri dalam pembuatan identitas usaha, tentunya selaku tim pengabdian akan menuntun dan membantu nasabah dalam pembuatan logo usaha yang diinginkan nasabah, maka nasabah harus teliti dalam pembuatan identitas usaha berupa logo dikarenakan akan berpegangruh pada era yang akan datang. Penulis akan merekomendasikan berbagai bentuk logo usaha yang unik dan bervariasi ke Penyerahan Spanduk. Penyelesaian dan Berpamitan Pada Kegiatan Program Magang. Pertemuan sesi keempat sebagai penutup kegiatan pengabdian masyarakat p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 sebagai pendamping, pada kegiatan ini, penyelesaian kegiatan pada nasabah dalam masa pengabdian masyarakat. Dengan ini penulis memberikan penghargaan dengan serah terima kepada nasabah berupa spanduk yang sudah dicetak dengan berbentuk logo identitas kepada nasabah selaku pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM), menyampaikan ucapan perpisahan dan berpamitan dengan nasabah semasa Dengan adanya pengabdian masyarakat ini usaha nasabah jadi lebih menarik dimana sebelum nasabah didampingi nasabah tidak mempunyai identitas usaha, setelah dilakukan pendampingan ini usaha nasabah memiliki identitas usaha seperti spanduk. Gambar 6: Penyerahan spamduk dan penyelesaian kegiatan pengabdian masyarakat SIMPULAN Berdasarkan pendampingan yang telah dilaksanakan selama 1 bulan. Maka dapat disimpulkan bahwa penulis berperan sebagai penggerak kegiatan usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Peran pengabdian masyarakat memiliki tugas yang dilakukan untuk menjadi penghubung nasabah agar memiliki Pengabdian masyarakat yang Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 memiliki tujuan untuk mendukung kegiatan pemberdayaan nasabah, yang khususnya perempuan/ibu-ibu prasejahtera produktif atau pelaku usaha mikro, yang memiliki kapasitas dan keterampilan beserta skill nasabah dalam menjalankan usahanya, agar dapat lebih berkembang dan membuka akses pasar yang luas, baik secara offline maupun online. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, nasabah prasejahtera dapat mengakses berbagai layanan yang dirancang untuk membantu mereka dalam mengembangkan bisnis/usaha yang mereka miliki. Pengabdian masyarakat ini juga membantu dalam efektif,pemahaman yait pasar,pemasaran,dan pengelolaan keuangan yang baik. Kegiatan pendampingan ini juga dapat memberikan perubahan dalam peningkatan tentang usaha ke nasabah dan pengembangan usaha agar memiliki daya mampu bersaing dengan usaha Program pendampingan oleh penulis yang dilakukan oleh BTPN Syariah pembelajaran yang banyak bagi nasabah, yaitu membantu meningkatkan pendapatan nasabah setelah mengimplementasikan materi yang sudah diberikan saat pendampingan, membantu meningkatkan skill nasabah dalam berwirausaha lewat materi yang sudah diberikan oleh penulis maupun dari aplikasi tepat daya, serta membantu nasabah dalam menganalisis kekuatan,kelemahan serta peluang dari usaha yang dijalankan oleh Beberapa menunjukkan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh penulis memiliki manfaat yang baik bagi usaha para nasabah. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini nasabah dapat memingkatkan dan meningkatkan kemampuan dalam dalam berwirausaha. UCAPAN TERIMA KASIH Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Sholawat dan salam https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 semoga tetap tercurahkan kepada baginda nabi Muhammad Saw, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini yang berjudul "Pendampingan usaha berupa pembuatan merk, spanduk, dan logo pada UMKM Sembako ". Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pihak penyelenggara program pengabdian kepada Universitas Muhammadiyah Jambi dan Bank BTPN Syariah Serta mentor yang membimbing semasa pengabdian masyarakat, selama 1 bulan karena sangat membantu untuk keterampilan dengan kesempatan berharga ini para mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman dan relasi baru untuk pembekalan kerja. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pengabdian Kepada Masyarakat, 6. , p. Srikandi, et. Mengelola Keuangan UMKM Toko Sembako Sumber Rezeki. Jurnal Riset Akuntansi, 2. , p. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung. DAFTAR PUSTAKA