166 Dyla Fajhriani N, et. P-ISSN : 2502-8383 E-ISSN : 2808-3954 Vol. 10 No. 2 , 2025 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ USING THE AHE METHOD TO IMPROVE CHILDRENS READING SKILLS Dyla Fajhriani N1. Nurul Jariah2. Yulia Novita Sari3. Winda Oktaviani4. Ulfah Dwi Januarti5. Febriyeni Nasrul6 Universitas Khairun, 5Institut Agama Islam Sumatera Barat Email: dyla. fajhriani@unkhair. id, ryapsycho2909@gmail. com, yulianovita78@gmail. winda@unkhair. id, ulfah@unkhair. id1,2,3, 4,5, febriyeninasrul93@gmail. 1,2,3,4,5 Article Info Corresponding Author: Dyla Fajhriani fajhriani@unkhair. Keywords: AHE Method. Reading. Children Kata kunci: Metode AHE. Membaca. Anak Naskah. Diterima : 15 /07 /2025 Direvisi : 15 /08/ 2025 Disetujui : 20/08/ 2025 Abstract (Garamond . Reading is essential when children enter primary school. This contrasts with the results of the researchers' observations. Many students in grades 1, 2, 3 and even 4 of primary school had difficulty reading before joining AHE. When their parents taught them, the children often complained that they were unable to do so. However, the grade 2 curriculum requires children to understand the lessons. The purpose of this study is to determine the steps involved in using the AHE method to improve children's reading skills. The method used is qualitative research with data collection techniques involving observation, interviews, and The results show that the use of the AHE method is effective in improving children's reading skills. Abstrak (Garamond . Membaca merupakan hal yang urgen ketika anak-anak memasuki sekolah dasar. Hal tersebut bertolak belakang dengan hasil observasi yang peneliti lakukan. Banyak siswa yang berada di kelas 1, 2, 3 bahkan kelas 4 sekolah dasar sebelumnya mengalami kesulitan dalam aktivitas membaca sebelum bergabung dengan AHE. Ketika orang tuanya mengajari anak belajar, terlihat anak sering mengeluh tidak mampu Padahal materi pelajaran kelas 2 sudah mengharuskan anak-anak memahami pelajaran. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah Penggunaan metode AHE untuk meningkatkan kemampuan membaca anak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Adapun hasil yang didapat bahwa penggunaan metode AHE untuk meningkatkan kemampuan membaca anak secara Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. PENDAHULUAN Salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan dan cocok untuk kebutuhan peserta didik, terutama dalam proses membaca, terdapat metode AHE. Metode ini adalah pendekatan belajar yang cepat, mudah untuk dimengerti, dan diikuti oleh anak-anak. Disebut cepat karena setiap sesi pembelajaran berlangsung sekitar 30 menit. Tujuannya agar anak-anak tidak merasa jenuh dan tetap dapat berkonsentrasi dalam belajar. Seperti yang kita ketahui, lama waktu konsentrasi dan fokus anak-anak berbeda-beda. Beberapa anak hanya dapat berkonsentrasi selama 10 menit, 15 menit, 30 menit, atau bahkan ada yang hanya mampu fokus selama 5 menit, tergantung pada usia mereka. Hal ini terlihat dari sulitnya anak membedakan huruf AubAy dengan AudAy dan AumAy dengan huruf AunAy, karena bentuknya yang mirip. Selama ini, guru sekolah lebih fokus pada memhami urutan lambang huruf, tanpa mengajarkan anak-anak untuk membedakan huruf secara acak. Upaya guru untuk meningkatkan kemampuan membaca awal adalah dengan menuliskan kata-kata di papan tulis, lalu meminta anak-anak menyalinnya tanpa membaca kata yang ditulis sebelumnya (Syafira dkk. , 2. Permasalahan terlihat dari kemampuan membaca anak saat ini didukung dari penelitian yang dilakukan (Gumono, 2. kemampuan siswa SD Bengkulu tergolong rendah. Rata-rata kemampuan membaca pemahaman hanya sekitar 30%. Membaca permulaan sebagai bagian terpenting yang perlu dikuasai oleh siswa karena menjadi fondasi dalam membaca lanjutan perlu mendapatkan perhatian bersama (Fahrurrozi. Lembaga bimbingan belajar Anak Hebat AuAHEAy adalah sebuah institusi pendidikan non formal yang berbasis kemitraan, terletak di Kartasura. Sukoharjo. Jawa Tengah. Institusi ini telah memiliki ribuan cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Jika seseorang berniat untuk menjadi mitra AHE, mereka harus mengikuti pelatihan atau diklat terlebih dahulu agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang teknik pelaksanaan pembelajaran yang digunakan dalam les membaca AHE. Lembaga bimbingan belajar AHE memiliki metode pengajaran yang khas. Membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa (Khaerawati dkk. Banyak siswa yang berada di kelas 1, 2 bahkan kelas 4 sekolah dasar sebelumnya mengalami kesulitan dalam belajar membaca. Bahkan sebelum bergabung dengan AHE. Ketika orang tuanya mengajarinya, anak-anak sering mengeluh tidak mampu melakukannya. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan dalam mengenali huruf-huruf satu per satu, tidak bisa membaca huruf-huruf yang berakhiran, dan sering lupa dengan huruf-huruf yang telah ia baca. Namun setelah mengikuti Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. pelajaran di lembaga bimbingan AHE, anak-anak mulai terlihat lebih lancar dalam membaca dan dapat membedakan huruf-huruf tersebut. Didukung juga dari Beberapa penelitian menyatakan bahwa kegiatan membaca dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas berpikir (Wilda Isna Kartika dan Ayu Aprilia Pangestu Putr, 2. Dalam kegiatan belajar, seorang guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan mengajar yang baik agar materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas proses belajar adalah dengan menerapkan metode pembelajaran. Metode ini merupakan alat yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang efisien dalam kegiatan pendidikan. Banyak sekali metode-metode dalam pembelajaran yang menunjang keterampilan guru dalam mengajar. Pendapat lain juga mengatakan bahwa metode pembelajaran merupakan tahap-tahap yang digunakan dalam interaksi antara guru dan siswa sebagai jembatan atau alat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sesuai dengan materi dan mekanisme metode pembelajaran. (Afandi. , 2. Materi pelajaran yang mudahpun terkadang sulit berkembang dan diterima oleh peserta didik, karena cara atau metode yang digunakan guru kurang tepat. Sebaliknya, suatu pelajaran yang sulit akan mudah diterima dan dipahami oleh peserta didik jika penyampaian dan metode yang digunakan mudah dipahami, tepat dan menarik. (Siti Maesaroh, 2. Hal tersebut juga di dukung oleh pendapat (Putri Nirwana Torau dkk. , 2. mengemukakan penelitian di SDN 308 Tomale terdapat bahwa beberapa Siswa masih mengalami kesulitan dalam hal membaca, khususnya pada kelas i terdapat 28 siswa, dari 28 siswa terdapat dua siswa yang kemampuan membaca belum dicapai oleh mereka. Pada zaman saat ini banyak siswa kelas 1 sekolah dasar yang masih belum mengenal huruf dengan baik dan benar sehingga dapat mempengaruhi kemampuan membaca siswa dan menghambat kelancaran proses pembelajaran di kelas (Farisia dkk. , 2. Anak-anak harus memiliki minat baca sedari dini. Minat baca ialah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seeseorang untuk membaca (Farida Rahim, 2. Membaca dapat diajarkan pada anak mulai dari usia tiga tahun (Ajeng Anggit Ganarsih. Ruli Hafidah. Novita Eka Nurjanah, 2. Kegiatan membaca bukan hanya perlu dilakukan di lingkungan sekolah, melainkan juga untuk banyak tugas fungsional di lingkungan luar sekolah (Sunanih, 2. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Hasil studi literature review dapat disimpulkan bahwa masih banyak siswa pendidikan dasar yang kurang dalam literasi membaca (Triyono dkk. , 2. Anak yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediaan untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadaran sendiri. Menumbuhkan minat membaca pada anak jauh lebih penting daripada anak dapat cepat membaca. Adanya minat baca dari dalam diri seorang anak dapat ditandai ketika anak tersebut mengungkapkan kegemarannya dan cenderung lebih tertarik serta menyukai kegiatan membaca. Anak akan mencurahkan perhatian yang lebih besar terhadap kegemarannya tersebut. Dengan kata lain minat adalah kesukaan dan ketertarikan seseorang terhadap suatu hal. Hal ini disebabkan antara lain masih kurangnya kemampuan atau pengertian dari orang tua dan peran guru dalam meningkatkan pengenalan anak dalam membaca. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam strategi meningkatkan pengenalan membaca Anak Usia Dini dengan metode Anak Hebat (AHE). (Ubaidillah dan Listianah, 2. Adapun penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sejauh mana penggunaan metode AHE dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik di lembaga bimbingan belajar AHE Cendekia Ternate METODE PENELITIAN Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru, orang tua murid dan siswa-siswa AHE cendekia Ternate. Dalam penelitian ini subjek yang diteliti berjumlah 15 siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskripstif Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dokumentasi yang dilakukan berupa dokumentasi foto-foto maupun dokumentasi dokumen-dokumen yang digunakan guru maupun peneliti selama melakukan penelitian di lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu. pedoman wawancara. Selanjutnya langkah-langkah dalam melakukan penelitiannya adalah sebagai berikut. menyusun kisi Aekisi penelitian, merupakan kerangka yang memudahkan dalam pengumpulan data, . menyusun indikator penelitian, menyusun bagian-bagian mana saja yang akan dijadikan sebagai acuan observasi di lapangan sesuai dan tujuan penelitian, . menyusun pedoman wawancara, menyusun beberapa pertanyaan untuk menggali permasalahan yang ada dalam menggunakan metode read aloud, . menyusun pedoman observasi, menyusun format Aeformat observasi yang valid dan mendukung tercapainya tujuan penelitian. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Keinginan membaca anak yang meliputi anak dapat menyukai buku, menambah kosakata baru, meningkatkan kemampuan menungkapkan ide, meningkatkan rasa ingin tahu, dan mengembangkan daya (Farida Rahim, 2. Keterampilan berbahasa yang diharapkan mencakup pemahaman reseptif bahasa, seperti memahami cerita, perintah, aturan, harga, dan memiliki minat membaca buku (Berliani dkk. , 2. Penyediaan fasilitas bahan bacaan yang disesuaikan dengan usia anak di rumah akan sangat membantu anak-anak dalam mencintai buku dan menanamkan kesukaan membaca sejak usia dini. Jika di rumah tidak banyak buku maka orang tua bisa membawa anak-anaknya berbain di perpustakaan atau taman baca yang ada di lingkungan terdekat (Ana Irhandayaningsih, 2. Awal pendirian AHE cendekia Ternate karena pemiliki bekerja di Ternate. Ibu D memutuskan untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Pariaman. Kegiatan pelatihan diajarkan tentang metode, pembelajaran, fase administrasi di AHE, dan sebagainya. Semua dijelaskan secara rinci oleh pelatih. Metode AHE dikenal sebagai metode membaca tanpa mengeja. Metode Belajar Membaca Tanpa Mengeja (BMTM) adalah metode membaca yang mengalami perubahan besar. Dalam metode ini, pada tahap awal anak tidak langsung diajarkan huruf-huruf alfabet, melainkan terlebih dahulu dikenalkan suku kata, seperti da, fa, ha, li, mi, ni, lu, fo, go, zo, de dan sebagainya. Hal ini juga dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar AHE Cendekia yang menerapkan suatu metode pembelajaran yaitu metode AHE. Kata AHE merupakan singkatan dari Anak Hebat. Seperti yang dijelaskan oleh ibu D bahwa : AuAHE itu singkatan dari kata Anak Hebat. AHE itu tempat les yang memang difokuskan kepada anak-anak yang belum bisa atau belum lancar membaca. Selain itu. AHE merupakah lembaga les privat yang 1 guru itu maksimal mengajar 2 anak atau yang lebih maksimalnya lagi 1 guru 1 anak dengan durasi waktu minimal 30 menit per anak. Jadi di AHE ini model belajarnya adalah individual, tidak seperti tempat les lainnya yang biasanya 1 guru bisa mengajar 8-10 anak dalam satu waktu, di AHE apabila 1 anak sudah selesai belajar langsung ganti dengan anak yang lainnya. Biasanya anak yang sudah selesai belajar itu langsung pulang, sedangkan untuk anak yang belum dapat giliran belajar harus menunggu antri terlebih dahulu. Ay Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Metode AHE adalah metode atau cara belajar membaca yang hanya digunakan di unit atau lembaga AHE sendiri. Metode AHE merupakan metode belajar membaca tanpa mengeja. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu U guru AHE: AuMetode AHE adalah metode atau cara belajar membaca tanpa mengeja, kita menggunakan titian ingatan pada setiap suku katanya. Kalau metode membaca yang lain itu biasanya dengan cara dieja seperti b-a ba, kalau di AHE tidak dengan mengeja tetapi menggunakan titian ingatan. Seperti Aujika ingat baju ingat ba, ingat cacing ingat ca, ingat nanas ingat naAy. Jadi kita menggunakan kata-kata dalam kehidupan sehari-hari yang sudah bersahabat di telinga anak. Jadi ketika kita bilang jika ingat ini maka ingat huruf ini nanti anak pasti akan membayangkan benda atau objeknya tersebut. Jadi tidak ada kata membaca itu susah, membaca itu sulit, belajar membaca di AHE Cendekia ternate ini sangat asyik dan menyenangkan. Ay Metode pembelajaran yang digunakan di lembaga AHE Semanding memang unik, menarik dan menyenangkan. Seperti yang diungkapkan oleh orang tua AB : AuKegiatan belajar membaca dengan metode AHE itu menyenangkan, karena membacanya itu langsung dibaca tanpa mengeja terlebih dahulu. Ay Terlihat dari observasi dibawah ini. Gambar 1. Anak sedang membaca modul AHE Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di lembaga AHE, kegiatan membaca buku modul menjadi kegiatan penting dalam proses pembelajaran. Kegiatan membaca buku modul ini dilakukan setelah siswa membaca remidi/mengulang. Pada level 1 pokok bahasannya berupa hurufhuruf dengan vokal a, seperti a, ba, ca, da, dan seterusnya sampai za. Level 1 merupakan level dasar bagi semua siswa AHE, karena cara membaca setiap hurufnya dengan menggunakan titian ingatan. Misal titian ingatan pada huruf a, ba yaitu jika ingat badut ingat huruf ba, pada huruf ja yaitu jika ingat jagung ingat huruf ja,pada huruf ra yaitu jika ingat rambut ingat huruf ra dan seterusnya. Cara Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. membaca di AHE tidak dieja perhuruf seperti g-a ga n-a na, akan tetapi langsung dibunyikan suku Pada materi modul level 2 berisi huruf-huruf dengan vokal i. Cara membacanya juga menggunakan titian ingatan, seperti mringis sambil bilang i, fi apabila dibaca fi, ga apabila ada i dibaca gi, dan seterusnya. Setiap memasuki pokok bahasan baru, tutor akan mencontohkan terlebih dahulu titian ingatan yang digunakan. Lalu siswa yang membaca sendiri bacaan yang ada di pokok bahasan tersebut, guru AHE menyimak dan menyemangati siswa dengan kata-kata pengahargaan seperti kamu hebat, kamu pintar sekali, bagus dan lain sebagainya. Pada level 3 titian ingatan yang digunakan adalah mecucu, misalnya mecucu sambil bilang u. Materi level 3 berisi konsonan vokal u, misalnya gu mecucu dibaca gu, zu mecucu dibaca zu, dan seterusnya. Materi modul level 4 berisi konsonan vokal o. Titian ingatan yang digunakan adalah apabila melongo sambil bilang o. Sebelum guru memberitahu bahwa o itu dibaca ketika melongo, tutor bertanya kepada siswa AuApakah kamu pernah melongo? Bagaimana ketika kamu sedang melongo? . utor sambil memeragakan contoh orang sedang melong. Ketika siswa memahami jika ia melongo akan mengeluarkan bunyi o, maka tutor mempertegas kembali apabila melongo itu sambil bilang o. Cara membacanya yaitu ha melongo dibaca ho, ma melongo dibaca mo, dan seterusnya. Pada level 5, materi modul berisi konsonan vokal e. Titian ingatan yang digunakan adalah apabila mrenges sambil bilang e. Cara membacanya yaitu ka mrenges dibaca ke, na mrenges dibaca ne, ta mrenges dibaca te, dan Pada level 6 materi modul berisi huruf-huruf mati seperti n, r, s, t, b, k, p, z, d, dan Contoh pokok bahasan level 6 adalah ban, das, bak, jal, an, im, uk, ol, ah, ib, as, dan Cara membacanya juga menggunakan titian ingatan berupa penambahan huruf a pada setiap kata yang akan dibaca paten. Misalnya pada pokok bahasan dan maka cara membacanya diberi tambahan huruf a setelah huruf n, yaitu menjadi dana. Setelah ditambah huruf a, maka kata dana dibaca lagi kemudian huruf a tersebut dicoret oleh guru AHE. Setelah huruf a dicoret, maka huruf tersebut baru dibaca dan. Setelah siswa memahami judul pokok bahasan tersebut, selanjutnya siswa membaca materi bacaan di bawahnya. Pada level 7 materi modul berisi seperti kata nga, bang, ngan, nya, nyan, nyang, pra, tra, kla, kwa, huruf besar atau kapital, dan lain sebagainya. Pada materi level 7 ini di beberapa halaman terakhir sudah berisi tentang bacaan kalimat. Bagi siswa yang telah lancar membaca di level 7, anak bisa lulus atau menyelesaikan belajarnya di AHE. Akan tetapi bagi siswa yang memang belum lancar kemampuan membacanya, maka ia diarahkan untuk naik ke level Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Di AHE cendekia Ternate, level yang paling tinggi adalah di level 9. Level 9 berisi tentang bacaanbacaan cerita seputar sekolah, keluarga, lingkungan sekitar, kegemaran anak, dan lain sebagainya. Dalam proses mengajar, seorang pendidik harus menguasai dua kemampuan utama, yaitu memahami materi atau bahan ajar yang akan diajarkan . pa yang akan diajarka. serta menguasai cara atau metode mengajarkan materi tersebut . agaimana cara mengajarkanny. (Sri Anitah, 2. Keterampilan dasar mengajar terdiri dari delapan aspek, yakni: keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan membuat variasi dalam pembelajaran, keterampilan menjelaskan materi, keterampilan membuka dan menutup sesi pembelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, serta keterampilan menjelaskan materi secara kelompok kecil dan individu. Banyak orang tua peserta didik yang merasa senang memasukkan anaknya kebimbingan belajar Anak Hebat (AHE). Para orang tua merasa anak mereka cepat dalam hal membaca dan menulis dibandingkan anak yang langsung masuk Sekolah Dasar. Metode yang digunakan tergolong unik sehingga anak tidak mudah bosan serta cepat dalam menangkap pembelajaran membaca dan menulis (Rahma Riska Sabila dan Mohammad Baihaq. Dijelaskan dari hasil wawancara kepada ibu E. Keunggulan lembaga AHE Ternate terletak pada metode, fasilitas, dan kualitas yang diberikan. AHE berkomitmen menjaga kualitas, maka guru-guru berusaha mengajar dengan langkah dan metode yang tepat sesuai dengan buku panduan pengajaran yang telah ditentukan. Jika mengajar hanya mengikuti keinginan pribadi, maka hal ini tidak sesuai dengan metode AHE yang sudah ditetapkan secara resmi oleh pusat. Selain itu, keunggulan AHE adalah metode belajar membaca menggunakan titian ingatan. Dengan cara ini, anak-anak akan mudah mengingat seperti Aujika ingat gajah ingat ga, ingat lari ingat laAy. Anak akan berimajinasi bahwa AugaAy itu seperti ini dan AujaAy seperti itu. Kadang, ketika ada anak yang salah membaca, saya hanya bertanya Auhayo, ini hewan yang badannya besar itu apa ya namanyaAy atau Auhayo, ini gajah loAy. Dengan pertanyaan tersebut, anak langsung memperbaiki bacaannya yang salah Selain metode yang menarik, lembaga AHE juga memiliki buku modul baca yang khusus digunakan oleh siswa yang belajar membaca di AHE. Ibu U mengungkapkan : Buku modul ini tidak bisa diperjualbelikan secara bebas di pasaran. Bagi siswa yang ingin belajar menggunakan buku modul AHE, ia harus mendaftar di lembaga AHE. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Anita. AuBuku modul baca AHE tidak bisa diperjualbelikan secara umum tanpa anak harus belajar di lembaga Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. AHE. Karena kita mendirikan AHE pun memiliki lisensi dan badan hukumnya. Apabila kita menjual buku modul AHE secara bebas, maka bisa dikenai sanksi. Jadi buku modul AHE ini hanya berlaku untuk unit yang resmi mendirikan AHE. Dulu pernah ada kasus, ada orang yang menjual buku modul di lembaga TK. Di samping itu, orang itu juga mendirikan AHE dan mengajar di TK Metode AHE dan buku modulnya digunakan saat mengajar di TK itu. Setelah diketahui oleh pusat, lisensinya langsung dicabut dan tidak boleh mendirikan AHE lagi. Ay Dapat dipahami bahwa model belajar membaca tanpa mengeja dinilai efektif dan efisien untuk mengajarkan anak belajar membaca dengan menghafalkan suku kata. Anak akan mudah mengingat setiap suku kata dengan titian ingatan yang dikorelasikan dengan kata yang telah Metode AHE sendiri dikemas dalam 6 langkah pembelajaran atau yang sering disebut 6 langkah AHE yang meliputi: . senam otak. membaca buku modul. Dalam metode pembelajaran membaca AHE, selain memberikan pelatihan membaca, anak juga diajarkan dan dilatih menulis serta berhitung. Meski anak sudah bisa membaca, belum tentu mampu menulis dengan lancar, sehingga dalam 6 langkah AHE ada tahap khusus untuk melatih menulis. Keenam langkah tersebut dikelompokkan dalam 4 sistem pembelajaran, yaitu: . pembelajaran individual dengan satu guru mengajar maksimal 2 murid per . disesuaikan dengan perkembangan setiap murid. dilaksanakan 3 kali dalam seminggu. semua guru memiliki lisensi resmi. Lembaga bimbingan belajar AHE memiliki kriteria pendaftaran khusus, yaitu peserta didik minimal berusia 4,5 tahun. Hal ini seperti yang dikatakan oleh ibu U: Ausyarat murid yang ingin mendaftar di lembaga AHE adalah minimal usia 4,5 tahun dan tidak ada batas maksimal. Terkadang ada anak yang sudah duduk di bangku SD/MI atau SMP, bahkan orang tuanya masih belum bisa membaca dan ingin belajar membaca juga diperbolehkan. Oleh karena itu. AHE membuka peluang bagi semua kalangan yang belum bisa membaca, selama memenuhi syarat usia minimal 4,5 tahun. Ketika ada siswa baru yang mendaftar di AHE. Ibu D selalu menjelaskan dengan rinci dari awal mengenai cara pelaksanaan pembelajaran di AHE. Belajar di AHE berbeda dari lembaga les lain, maka AHE memiliki aturan dan metode pembelajaran yang khusus. Hal ini dilakukan agar antara orang tua, siswa, dan tutor dapat sepakat sejak awal. Ibu guru E menyampaikan bahwa. AuKalau untuk mengamati kemampuan anak yang akan masuk AHE itu tidak dilakukan secara langsung, tapi saya biasanya tanya dulu ke orang tuanya, apakah anaknya siap atau belum untuk ikut les di Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. AHE, lalu kemampuan membacanya seperti apa atau ada keluhan apa-apa dari anaknya. Saya juga jelaskan secara rinci mulai dari durasi waktu belajar, metode yang digunakan, strategi yang diterapkan, hingga biaya belajarnya seberapa banyak, dan berbagai hal lainnya yang sudah saya sampaikan di awal. Berdasarkan pengamatan peneliti di lembaga AHE cendekia, biasanya orang tua siswa akan menceritakan kondisi kemampuan membaca anaknya. Misalnya, ada orang tua yang mengatakan bahwa anaknya sudah bisa membaca huruf dengan vokal a, i, u, o, e, tapi belum bisa membaca huruf mati. Oleh karena itu, guru akan melakukan tes atau ujian terlebih dahulu untuk memastikan apakah anak tersebut benar-benar sudah mampu membaca huruf dengan vokal a, i, u, o, e dengan Setelah guru mengevaluasi dan melihat kemampuan anak, tutor dapat menentukan apakah anak tersebut siap atau belum untuk melanjutkan belajar. Hal tersebut terlihat dari gambar dibawah Gambar 2. Anak sedang menulis setelah membaca modul AHE Dalam perkembangan kemampuan membaca anak, ada banyak faktor yang berperan. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca: Faktor Fisiologis Faktor fisiologis melibatkan kesehatan tubuh, aspek neurologis . eperti gangguan ota. , dan juga kelelahan yang bisa menghambat proses belajar anak, terutama dalam membaca. Beberapa ahli berpendapat bahwa keterbatasan fisik dan kekurangan perkembangan dapat menjadi penyebab anak mengalami kesulitan dalam meningkatkan pemahaman saat membaca. (Farida Rahim, 2. Faktor Intelektual Rubin, yang dikutip oleh Farida Rahim, menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan tidak semua anak dengan tingkat kecerdasan tinggi menjadi pembaca yang baik. Ini Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. mengindikasikan bahwa kecerdasan anak bukan merupakan jaminan mereka akan sukses dalam Metode pengajaran dan kemampuan guru juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Faktor Motivasi Salah satu pendorong motivasi anak untuk membaca adalah dorongan yang diberikan. Motivasi sangat vital dalam berbagai aktivitas yang dilakukan seseorang. Ada berbagai cara untuk menumbuhkan minat anak terhadap membaca, misalnya dengan menyediakan bahan bacaan yang sesuai dari guru atau orang tua, serta menjelaskan pentingnya membaca sebagai bekal untuk belajar dan memperluas pengetahuan. Dalam konteks ini, guru berfungsi sebagai motivator dan teladan bagi anak. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan mencakup keluarga, komunitas, dan sekolah. Dalam keluarga, orang tua harus berperan aktif dalam membentuk budaya membaca pada anak. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, sehingga kebiasaan membaca orang tua sangat berdampak. Selain itu, sekolah seharusnya menciptakan kebiasaan membaca di kalangan siswa tidak hanya melalui kunjungan ke perpustakaan, tetapi juga dengan menyediakan sudut baca di kelas. Bahan bacaan Bahan bacaan memiliki dampak besar terhadap minat dan kemampuan membaca individu. Penting untuk mempertimbangkan topik dan tingkat keterbacaan materi yang dipilih. Memperkenalkan anak pada berbagai jenis topik bacaan adalah cara efektif untuk memperluas pengetahuan mereka. Namun, topik yang dipilih harus menarik untuk anak, baik dari segi konten maupun cara penyajiannya, serta harus mudah dipahami. Kemampuan membaca anak usia dini merupakan suatu kegiatan yang terpadu serta mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkan kata dengan bunyi, maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud bacaan (Putra & Astuti, 2. Keunggulan AHE cendekia ternate terletak pada metode, fasilitas, dan kualitasnya. Fokus kami adalah pada kualitas, sehingga kami berusaha keras untuk mengajar sesuai dengan langkahlangkah dan metode yang telah ditentukan berdasarkan buku panduan pengajaran. Jika pengajaran dilakukan secara sembarangan, hal itu tidak akan sejalan dengan panduan buku dan metode AHE Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. dari pusat yang telah ditetapkan. Di samping itu, keunggulan AHE juga terlihat dalam metode belajar membaca yang memanfaatkan titian ingatan. Ini membuat anak-anak lebih mudah untuk mengingat, misalnya "kalau ingat gajah, ingat ga, ingat jagung, ingat ja". Anak-anak akan mulai berimajinasi tentang bagaimana objek tersebut terlihat. Seringkali, ketika anak salah membaca, saya cukup bertanya. AuAyo, hewan besar ini namanya apa? Ay atau AuAyo, ini gajah,Ay dan setelah itu anak tersebut langsung memperbaiki kesalahan bacaannya. Selain metode yang menarik, lembaga AHE cendekia Ternate juga memiliki buku modul baca yang khusus diperuntukkan bagi siswa yang belajar membaca di sini. Buku modul AHE tidak boleh dijual secara bebas di pasar, dan siswa yang ingin menggunakan buku modul ini harus mendaftar di lembaga AHE. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Anita. AuBuku modul baca AHE tidak dapat diperdagangkan secara umum tanpa siswa harus belajar di lembaga AHE. Pendirian AHE dilengkapi dengan lisensi dan badan hukum. Jika buku modul AHE dijual secara umum, bisa dikenakan sanksi. Oleh karena itu, buku modul AHE hanya khusus untuk unit yang mendirikan AHE. Dulu ada kejadian di mana seseorang menjual buku modul tersebut di lembaga TK, di samping itu dia juga mendirikan AHE dan mengajarnya di TK tersebut, menggunakan metode dan buku modul AHE saat mengajar. Akhirnya pusat mengetahui hal itu, dan lisensinya dicabut, sehingga tidak diperbolehkan untuk mendirikan AHE lagi. Ay Dalam proses belajar, ada serangkaian langkah yang harus diikuti guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan optimal. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga ini menerapkan metode AHE dalam proses belajar. Metode AHE memiliki enam langkah dalam pembelajaran yang sering disebut sebagai 6 langkah AHE. Enam langkah tersebut terdiri dari: . senam otak, . remidi, . baca modul, . pengayaan, . menulis, dan . Salah satu peserta didik AHE bernama CK juga menyampaikan tentang proses pembelajaran dengan metode AHE: Aubelajar di AHE diawali dengan membaca doa, lalu senam otak dengan melingkari titik sambil menyanyi, kemudian guru meminta kita untuk membaca lagi materi yang diajarkan kemarin, setelah itu membaca buku level AHE. Setelah selesai membaca buku tersebut, tutor mencatat materi di buku tulis, lalu materi itu dibaca ulang dan kemudian kita diminta menulis paling sedikit lima soal. Tulisanku yang sebelumnya kubaca dan kemudian guru memberikan penilaian serta bintang. Biasanya setelah itu, ada permainan huruf. Ay Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Sejalan dengan itu. DL juga menerangkan: AuProses pembelajarannya biasanya dimulai dengan doa dulu, kemudian senam otak dengan melingkari titik, selanjutnya membaca catatan materi yang lalu, membaca buku level, lalu guru menuliskan materi di buku tulis dan kita membacanya lagi. Setelah itu, kita menulis dengan cara didikte, biasanya minimal lima soal. Setelah didikte, aku membaca hasil tulisanku dan kemudian guru memberikan penilaian serta bintang dan terakhir ada waktu untuk bermain kartu. Ay Membaca merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan sehari- hari karena membaca adalah jendelanya dunia. Hal tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan (Rosyidah dkk. menyatakan kemampuan literasi merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalani hidupnya. KESIMPULAN Metode AHE (Anak Heba. adalah cara mengajar membaca yang dibuat khusus untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak usia dini. Metode ini melibatkan enam tahap belajar, yaitu latihan otak, penguatan keterampilan, membaca modul, peningkatan pemahaman, menulis, dan bermain, yang bertujuan membantu anak belajar membaca dan menulis dengan lebih Berdasrkan hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan metode AHE untuk meningkatkan kempuan membaca anak efektif dilakukan. Metode AHE merupakan cara yang cukup baik dalam meningkatkan kemampuan baca anak, dengan pendekatan yang terorganisir, menyenangkan, serta disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan anak-anak dapat memiliki dasar keahlian dalam literasi yang baik, sehingga bisa mendukung proses belajar mereka di masa mendatang. DAFTAR RUJUKAN Afandi. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. UNISSULA PRESS. Ajeng Anggit Ganarsih. Ruli Hafidah . Novita Eka Nurjanah. Profil kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 tahun. KUMARA CENDEKIA, 10. , 186Ae195. Ana Irhandayaningsih. Menanamkan Budaya Membaca pada Anak Usia Dini. ANUVA, , 109Ae118. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Berliani. Felisha. Antika. Sisca Ayu Damayanti. Cah Yanti. Isnaini. Lestari, . Lestari. Rani. Aulia Dewi. Andika. , & Ayu Pagarwati. Analisis Kemampuan Membaca Anak Usia Dini melalui Berbagai Macam Media. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 918Ae927. https://doi. org/10. 37985/murhum. Fahrurrozi. Pembelajaran Membaca Permulaan di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah PGSD. , 111Ae117. Farida Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Bumi Aksara. Farisia. Andriani. Nurulqolbi. Fransiska. , & Handien. Analisis Kemampuan Membaca Pada Pembelajaran Indonesia di Kelas 1 Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8. , 2350Ae2359. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Gumono. PROFIL KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI PROVINSI BENGKULU. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 17. , 201Ae211. https://doi. org/10. 24252/lp. Khaerawati. Nurhasanah. , & Oktaviyanti. Level Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar di Kelas Tinggi. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9. , 637Ae643. https://doi. org/10. 31949/educatio. Putra. , & Astuti. Stimulasi Membaca Anak Usia Dini dengan Media Poster. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7. , 5240Ae5248. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Putri Nirwana Torau. Muhammad Hasby. Sehe Madeamin, & Edi Wahyono. Analisis Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas i SD. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2. , 380Ae399. https://doi. org/10. 53769/deiktis. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Dyla Fajhriani N, et. Rahma Riska Sabila dan Mohammad Baihaq. IMPLEMENTASI METODE AHE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD DI BIMBINGAN BELAJAR AHE. Journal of Educational Research and Practice, 2. , 25Ae31. Rosyidah. Affandi. Erfan. Oktaviyanti. Maulyda. , & Hamdani. Pengentasan buta aksara berbasis pendekatan Ausemua anak cerdasAy untuk guru SD. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), https://doi. org/10. 33474/jipemas. Siti Maesaroh. Peranan Metode Pembelajaran Terhadap Minat dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kependidikan, 1. Sri Anitah. Strategi pembelajaran di SD. Universitas terbuka. Sunanih. KEMAMPUAN MEMBACA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH BAGIAN DARI PENGEMBANGAN BAHASA. Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitan Pendidikan dan Pembelajaran, 2. , 38Ae46. Syafira. Anesty Mashudi. , & Nenden. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Media Papan Bingo. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 677Ae691. https://doi. org/10. 37985/murhum. Triyono. Dini Rahmawati, & Arri Handayani. Analisa Kemampuan Membaca pada Anak Sekolah Dasar: Literature Review. Journal of Education Research, 4. , 2558Ae2563. https://doi. org/10. 37985/jer. Ubaidillah dan Listianah. Strategi meningkatkan pengenalan membaca Anak Usia Dini (AUD) dengan metode Anak Hebat (AHE). Journal of Early Childhood Islamic Education, 11. , 195Ae206. Wilda Isna Kartika dan Ayu Aprilia Pangestu Putr. Analisis Kemampuan Membaca Permulaan di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Obsesi, 7. , 4097Ae4106. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025