Jurnal Cahaya Pendidikan Islam (JS. Volume 00 Number 00 20XX, pp xx-xx ISSN: x-x (Onlin. Received Month DD, 20YY. Revised Month DD, 20YY. Accepted Month DD, 20yy https://journal. id/index. php/JS4 Peningkatan Murid dalam Menerima Pembelajaran dari Guru di MTs Al Washliyah Percut Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kemampuan murid dalam menerima pembelajaran dari guru di MTs Al Washliyah Percut. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan relevan dengan konteks lokal, mengingat data Kementerian Pendidikan . menunjukkan bahwa 42% siswa SMP/MTs di Indonesia mengalami kesulitan memahami materi karena metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola kelas, membangun komunikasi dua arah, beberapa materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan motivasi yang konsisten. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan, kurangnya pelatihan inovasi bagi guru, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini Kata Kunci: Peningkatan. Murid. Pembelajaran. Guru Abstract This study aims to analyze strategies to improve students' ability to receive learning from teachers at MTs Al Washliyah Percut. The research background is based on the important role of teachers in creating active, innovative, and locally relevant learning, considering that data from the Ministry of Education . shows that 42% of junior high school/Islamic junior high school students in Indonesia experience difficulty understanding material due to a lack of varied learning methods. This study used a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The results indicate that learning success is influenced by teachers' ability to manage the classroom, establish two-way communication, relate some material to students' daily lives, and provide consistent motivation. Barriers identified include limitations, lack of innovation training for teachers, and low parental involvement. This study recommends Keywords: Improvement. Students. Learning. Teachers How to Cite: Al Halim Kusuma Year. Title manuscript. Culture. VV (N): pp. XX-XX. DOI: a. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution Share-Alike 4. 0 International License. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. A 2022 by author. Pendahuluan Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dalam proses pendidikan formal, guru merupakan aktor sentral yang menentukan keberhasilan Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar yang mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang ISSN: x-x mengarahkan siswa menuju pencapaian akademik dan pengembangan karakter (Rahman & Sari, 2. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru berjuang pada tantangan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakter generasi muda yang kritis, adaptif terhadap teknologi, namun cenderung memiliki rentang perhatian singkat (Kurniawan, 2. Dalam konteks MTs Al Washliyah Percut, tantangan ini semakin kompleks mengingat latar belakang siswa yang beragam baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. Berdasarkan observasi awal, sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, terutama pada mata pelajaran yang memerlukan pemahaman konsep. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran yang masih konvensional, kurang memanfaatkan media modern, dan minim memberikan partisipasi aktif (BPS, 2. Temuan ini sejalan dengan penelitian Prasetyo . yang menegaskan bahwa penggunaan media interaktif digital dapat meningkatkan daya tarik dan pemahaman Penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan penerimaan siswa terhadap pembelajaran. mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru. merumuskan solusi yang dapat mendukung optimalisasi pembelajaran di MTs Al Washliyah Percut. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara mendalam guru strategi dalam meningkatkan penerimaan pembelajaran siswa di MTs Al Washliyah Percut. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran dan siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan relevansi peran mereka terhadap fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif untuk mengamati interaksi guruAesiswa selama pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan orang tua untuk memperoleh perspektif yang beragam, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan konsistensi dan kredibilitas informasi yang diperoleh. Author name 1. Author name2 Hasil dan Pembahasan Strategi Guru dalam Meningkatkan Penerimaan Pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MTs Al Washliyah Percut menerapkan kombinasi strategi pembelajaran yang bersifat kontekstual, kreatif, dan komunikatif. Pertama, pendekatan kontekstual menjadi strategi utama yang diterapkan oleh guru. Materi pelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa, misalnya dalam pembelajaran IPS, guru memanfaatkan contoh-contoh peristiwa lokal seperti perkembangan ekonomi di daerah Percut untuk menjelaskan konsep pasar dan Strategi ini selaras dengan temuan Kurniawan . yang menyatakan bahwa kontekstual mampu meningkatkan keterhubungan pembelajaran antara materi dan kenyataan siswa, sehingga memudahkan proses pemahaman konsep. Kedua, penggunaan media pembelajaran kreatif menjadi sarana penting dalam mengoptimalkan penerimaan siswa. Guru memanfaatkan video pembelajaran, presentasi interaktif, aplikasi kuis dare, serta simulasi praktikum sederhana. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa dan memperjelas konsep abstrak, sejalan dengan temuan Azizah . bahwa media interaktif digital berperan signifikan dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Ketiga, penerapan komunikasi dua arah menjadi ciri khas pembelajaran di kelas. Guru secara aktif memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan memberikan pendapat. Hal ini menciptakan suasana kelas yang lebih demokratis dan interaktif, sebagaimana dikemukakan Haris dkk. bahwa pembelajaran berbasis komunikasi dua arah mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong keterampilan berpikir kritis. Keempat, penghargaan sederhana, serta tantangan akademik yang mendorong rasa ingin tahu Strategi ini sejalan dengan temuan Saputra . yang menekankan bahwa motivasi intrinsik yang didukung oleh dorongan dari guru dapat meningkatkan ketekunan dan keberhasilan belajar siswa. Secara umum, penerapan strategi keempat ini konsisten dengan konsep pembelajaran aktif yang disampaikan oleh Rahman & Sari . , di mana guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran aktif. (JS. Journal of Social Studies and Social Science ISSN: x-x Hambatan yang Dihadapi Guru Meskipun strategi pembelajaran yang diterapkan telah dirancang sedemikian rupa, terdapat sejumlah kendala yang mengganggu optimalisasi penerimaan siswa terhadap Hambatan pertama adalah keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis Tidak semua ruang kelas di MTs Al Washliyah Percut memiliki akses terhadap perangkat seperti proyektor, komputer, atau jaringan internet yang memadai. Kondisi ini menghambat penggunaan media pembelajaran berbasis digital secara Hal ini sejalan dengan temuan Setiawan . yang menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas merupakan salah satu faktor yang paling sering menjadi penghalang dalam penerapan pembelajaran inovatif di sekolah-sekolah di Indonesia. Hambatan kedua adalah kurangnya pelatihan inovasi pembelajaran . Sebagian besar guru masih mengandalkan metode ceramah konvensional karena belum terbiasa memanfaatkan teknologi atau strategi pembelajaran yang kreatif. Penelitian Hasanah . menegaskan bahwa kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran masih perlu ditingkatkan melalui program pelatihan yang berkelanjutan. Hambatan ketiga adalah minimnya keterlibatan orang tua . Beberapa orang tua belum memberikan dukungan optimal terhadap kegiatan belajar anak di rumah, baik dalam bentuk pengawasan maupun penyediaan sarana pendukung belajar. Temuan ini memperkuat penelitian Ningsih . yang menyebutkan bahwa dukungan orang tua memiliki korelasi positif terhadap prestasi belajar siswa, terutama di tingkat sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah. Dibandingkan dengan Penelitian Terdahulu Temuan penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu. Misalnya. Prasetyo . tekanan pentingnya integrasi media digital dalam pembelajaran untuk meningkatkan daya tarik materi. Haris dkk. menunjukkan bahwa komunikasi dua arah yang efektif dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif. Sementara itu. Azizah . menemukan bahwa penggunaan media interaktif berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, temuan terkait peran orang tua mendukung hasil penelitian Mulyadi . yang menegaskan bahwa keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak mampu meningkatkan keberhasilan akademik. Hambatan fasilitas yang diungkapkan dalam penelitian ini juga diperkuat oleh Setiawan . , yang menyatakan bahwa Author name 1. Author name2 ketersediaan sarana prasarana menjadi kunci penting dalam keberhasilan implementasi strategi pembelajaran modern. Rekomendasi untuk Peningkatan Penerimaan Pembelajaran Berdasarkan hasil temuan dan perbandingan dengan penelitian terdahulu, beberapa rekomendasi yang dapat dikemukakan antara lain: Pelatihan guru secara berkala mengenai strategi pembelajaran kreatif, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan kontekstual. Pengadaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi yang merata di setiap ruang Penguatan peran orang tua melalui forum diskusi bulanan, baik secara memikat maupun berani, untuk membahas perkembangan belajar anak. Kolaborasi lintas pihak antara sekolah, komite sekolah, dan masyarakat untuk mendukung program inovasi pembelajaran. Dengan penerapan rekomendasi ini, diharapkan proses pembelajaran di MTs Al Washliyah Percut dapat berjalan lebih optimal, partisipasi siswa meningkat, dan hasil belajar lebih baik secara berkelanjutan. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang kreatif, kontekstual, komunikatif, dan didukung penggunaan media interaktif mampu meningkatkan penerimaan siswa terhadap materi pembelajaran di MTs Al Washliyah Percut. Hambatan yang dihadapi guru mencakup keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, kurangnya pelatihan inovasi, serta rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar di rumah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategi berupa pelatihan guru secara berkala, pengadaan sarana pembelajaran modern, dan peningkatan kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, relevan, dan berkelanjutan. (JS. Journal of Social Studies and Social Science ISSN: x-x Refrensi Azizah. Media pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Jurnal Teknologi Pendidikan , 9. , 115Ae127. BPS. Statistik Pendidikan Indonesia 2021 . Jakarta: Badan Pusat Statistik. Hasanah. Pelatihan inovasi pembelajaran bagi guru. Jurnal Pendidikan , 8. , 55Ae64. Haris. , dkk. Komunikasi dua arah dalam pembelajaran aktif. Jurnal Ilmu Pendidikan , 15. , 33Ae45. Kurniawan. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Karakter , 10. , 45Ae57. Miles. MB. Huberman. AM, & Saldaya. Analisis data kualitatif: Buku sumber Publikasi SAGE. Mulyadi. Peran keluarga dalam prestasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan , 14. , 210Ae218. Ningsih. Dukungan orang tua dalam pendidikan anak. Jurnal Psikologi Pendidikan , 11. , 78Ae86. Prasetyo. Media digital interaktif untuk pembelajaran efektif. Jurnal Teknologi dan Pendidikan , 5. , 90Ae102. Rahman. , & Sari. Peran guru dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan Modern , 12. , 301Ae310. Saputra. Motivasi belajar siswa di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran , 7. , 23Ae34. Setiawan. Hambatan penerapan pembelajaran inovatif. Jurnal Manajemen Pendidikan , 14. , 50Ae60. Sugiyono. Metode penelitian pendidikan . Bandung: Alfabeta.