Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik pada Poktan Tani Makmur. Desa Pucakwangi. Kabupaten Pati (Farmers' Preferences for Organic and Inorganic Fertilizer Selection: A Case Study of the Tani Makmur Farmer Group in Pucakwangi Village. Pati Regenc. Nur Attifah1. Siwi Gayatri2, dan Kadhung Prayoga3 Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Soedarto. SH Tembalang. Semarang Korespondensi: nur. 15@gmail. com, gayatri. siwi@gmail. kadhungprayoga@gmail. ABSTRAK Keputusan petani dalam membeli pupuk sangat dipengaruhi oleh preferensi mereka terhadap bentuk, kemasan, dan atribut lainnya. Karena banyaknya variasi pupuk di pasaran belum tentu sesuai dengan keinginan petani, perlu dilakukan analisis preferensi untuk mengetahui pilihan mereka terhadap pupuk organik dan anorganik dalam usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi petani terhadap kombinasi atribut pupuk organik dan anorganik serta menentukan atribut yang paling penting menurut petani dalam usahatani padi di Kelompok Tani Tani Makmur. Menggunakan metode sensus terhadap 63 anggota dengan teknik saturation sampling dan analisis konjoin, hasil penelitian menunjukkan bahwa petani lebih menyukai pupuk organik yang memiliki label sertifikasi, ukuran besar, harga terjangkau, bentuk padat butiran, kemasan karung plastik, dan mudah diaplikasikan. Sementara itu, pada pupuk anorganik, petani lebih memilih bentuk padat bubuk, kemasan botol plastik, ukuran besar, tanpa alat bantu, harga >Rp10. 000, dan kandungan tunggal. Atribut terpenting untuk pupuk organik adalah label . ,018%), sedangkan untuk pupuk anorganik adalah kemasan . ,738%). Kata kunci: atribut, preferensi. ABSTRACT This study investigates farmers' preferences for organic and inorganic fertilizer attributes in rice farming, focusing on the Tani Makmur Farmer Group in Pucakwangi. Pati Regency. Using a census of 63 members with saturation sampling and conjoint analysis, the results indicate that for organic fertilizers, farmers prefer certification labels, large packaging, affordable prices (O Rp10,. , granular solid form, plastic sack packaging, and easy application without tools. For inorganic fertilizers, the preferred attributes include powdered solid form, plastic bottle packaging, large size, no application tools, prices > Rp10,000, and single-nutrient content. The most important attribute for organic fertilizers is the certification label . 018%), while for inorganic fertilizers it is packaging . 738%). Keywords: Attribute. Fertilizer. Preference PENDAHULUAN Pupuk berfungsi sebagai sumber zat hara untuk memenuhi kebutuhan tanaman atau untuk mengatasi kekurangan nutrisi. Nutrisi tersebut meliputi unsur nitrogen, kalium, dan fosfor (Andayani dan Sarido, 2. Permasalahan mengenai jenis pupuk organik dan anorganik yang tersedia di pasaran banyak sehingga menyebabkan variasi penggunaan pupuk untuk tanaman padi di Desa Pucakwangi. Pupuk yang akan dibeli oleh petani sangat dipengaruhi oleh selera petani dari segi bentuk, kemasan, maupun kriteria lainnya. Namun, banyaknya variasi pupuk organik dan anorganik di pasaran belum tentu sudah sesuai dengan keinginan atau selera petani. Pupuk yang biasa digunakan untuk berusahatani padi Desa Pucakwangi dengan pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk Anorganik yang digunakan seperti Urea. Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik NPK, dan SP 36. Berdasarkan uraian diatas yang sudah mengungkapkan bahwa ketersediaan pupuk baik pupuk organik maupun anorganik sangat penting bagi petani dan bermanfaat dalam keberlangsungan usahatani. Terdapat beberapa atribut yang mempengaruhi preferensi petani dalam memilih pupuk. Oleh karena itu, perlu dianalisa tentang preferensi petani yang sebenarnya untuk mengetahui keputusan petani dalam menentukan pilihan terhadap pupuk organik dan anorganik untuk usahatani padi berdasarkan Keberlanjutan dalam penelitian ini akan mampu memberi kebermanfaatan kedepannya untuk petani dan produsen pupuk organik serta anorganik karena pupuk akan tersedia dan mudah ditemukan sesuai preferensi petani, oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan. MATERI DAN METODE Materi Pupuk Organik Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti berasal dari tanaman maupun hewan yang diproses sedemikian rupa menjadi hara yang berguna bagi tanaman. Pupuk organik aman digunakan untuk tanaman apa saja karena tidak mengandung residu yang berbahaya bagi tanaman maupun Pupuk jenis ini mampu menyediakan senyawa Karbon (C) dan sumber Nitrogen (N), serta berguna baik untuk memperbaiki sifat tanah yang dapat berbentuk padat atau cair. Pupuk organik tidak langsung berpengaruh secara cepat karena membutuhkan proses dalam meningkatkan kesuburan tanaman. Pupuk organik yang biasa digunakan untuk pemupukan tanaman padi di Pucakwangi adalah pupuk kandang, kompos, petroganik, dan cair. Pupuk Anorganik Pupuk anorganik merupakan pupuk yang sengaja dibuat oleh pabrik pembuat pupuk melalui proses rekayasa secara kimia, fisik, maupun biologis. Menurut Revisi Peraturan Menteri pertanian No. 40/Permentan/ OT. 140/04/2007 (Balingtan, 2. bahwa rekomendasi pupuk N. P, dan K pada lahan sawah spesifikasi lokasi (Kecamatan Pucakwangi. Jawa Tenga. untuk padi dengan pupuk tunggal yaitu (Urea 300 kg/ha. ZA 0 kg/ha. SP-36 100 kg/ha, dan KCl 50 kg/h. , pupuk majemuk NPK 15-15-15 (NPK 250 kg/ha. Urea 225 kg/ha. ZA 0 kg/h. , pupuk majemuk NPK 15-10-12 (NPK 300 kg/ha. Urea 200 kg/ha. ZA 0 kg/h. Rekomendasi yang telah dibuat bertujuan untuk upaya meningkatan produksi padi nasional dan pemupukan yang efisien untuk meningkatkan pendapatan petani dan kelestarian Usahatani Padi Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras dimana memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Beras menjadi makanan pokok orang Indonesia yang sulit tergantikan (Donggulo et al. , 2. Usahatani padi sawah telah menjadi mata pencarian utama bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani, bahkan telah menjadi aktivitas yang diwariskan secara turuntemurun. Walaupun terdapat sebagian usahatani padi sawah yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi terdapat pula usahatani padi sawah yang berorientasi pasar (Mamondol, 2. Atribut Harga Harga merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan seseorang untuk memperoleh produk yang Atribut harga merupakan . Vol. No. 2 September 2025 faktor penting dalam membeli suatu produk karena memiliki arti berbeda bagi setiap pembelinya. Pembeli dapat menikmati manfaat dari produk yang telah dibeli pada tingkat harga tertentu yang telah dikeluarkan. Artinya pembeli akan merasa puas jika nilai dan manfaat yang mereka dapatkan sebanding dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Tingginya harga pupuk akan memberatkan petani dalam hal biaya produksi dalam Pembentukan harga yang ditetapkan yaitu berdasarkan mekanisme pasar (Winandi et al. , 2. satunya adalah cara aplikasi pupuk. Pengaplikasian pupuk ke tanaman adalah bagaimana kemudahan penggunaan pupuk apakah perlu alat bantu atau tidak. Menggunakan alat bantu seperti alat semprot seperti hand sprayer dan knapsack sprayer sedangkan tanpa alat bantu yaitu disebar, dalam lubang, dan larikan atau Cara aplikasi pupuk yang efektif dan efisien akan meningkatkan keberhasilan pemupukan (Usfanun. Atribut Ukuran Ukuran pupuk dalam suatu kemasan sangat beragam. Seringkali dijumpai pupuk dengan ukuran yang besar, namun tidak jarang juga penjual melakukan pengemasan ulang dengan ukuran yang kecil seperti kiloan. Adanya ukuran kiloan juga mempunyai kelebihan tersendiri bagi petani yaitu dapat membeli sesuai kebutuhan. Selain kiloan tentunya terdapat satuan ukuran lain seperti liter dimana hal tersebut untuk volume pupuk Atribut Bentuk Pupuk berdasarkan bentuk fisiknya dibagi menjadi dua yaitu padat dan cair. Bentuk pupuk padat seperti bubuk, butiran, dan kristal. Sedangkan bentuk pupuk cair adalah pupuk yang dibuat dalam bentuk cairan yang pada umumnya harus dilarutkan atau dicampurkan dengan air terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke tanaman padi. Biasanya pupuk cair diberikan ke bagian tubuh tanaman sedangkan pupuk padat ke media tanam. Bentuk pupuk akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman (Fitrah et al. , 2. Atribut Kemasan Pengemasan merupakan kegiatan membuat wadah untuk produk dimana dirancang sedemikian rupa agar menciptakan kenyamanan produk. Beragam jenis kemasan untuk melindungi produk yaitu dapat berupa kertas, plastik, kayu, kain, dan masih banyak lagi. Jenis kemasan berguna melindungi produk selama masa penyimpanan dan pengangkutan sampai ke tangan pembeli. Pada saat pengiriman produk pupuk sebaiknya selalu memperhatikan cara penempatan pupuk agar mengurangi kerusakan saat pengiriman (Santosa et al. , 2. Atribut Pengaplikasian Kegiatan pemupukan tanaman harus memperhatikan faktor-faktor salah Atribut Label Suatu produk pastinya memiliki label sebagai sumber informasi mengenai produk yang berisi kata-kata maupun gambar. Label merupakan salah satu ciri atau karakter ekstrinsik suatu produk yang berisikan nama, merek, istilah, lambang, dan desain. Label berfungsi untuk mengidentifikasi produk untuk membedakannya dari produk pesaing. Penambahan label . iri ekstrinsi. pada produk pertanian akan menjadi sangat penting apabila ciri intrinsik tidak diketahui (Diarta et al. Letak label bisa ditempelkan pada atau merupakan bagian dari kemasan produk itu sendiri. Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik j. Atribut Kandungan Kandungan dalam pupuk anorganik ada dua yaitu tunggal dan Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara misal pupuk Nitrogen (N). Fosfor (P), atau Kalium (K) sedangkan pupuk majemuk memiliki beberapa unsur hara. Pupuk majemuk mengandung gabungan antara N-P. P-K. N-K, atau secara lengkap N-PK. Pemberian pupuk majemuk dan pupuk tunggal dengan ukuran yang tepat dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap produktivitas tanaman (Diana et , 2. yang diperoleh dari lokasi penelitian melalui wawancara dan observasi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini seperti data milik BPP Pucakwangi mengenai kelompok tani, data BPS, dan penelitian terdahulu sebagai sumber referensi. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non probability sampling, yaitu dengan saturation sampling. Kelompok tani Tani Makmur merupakan salah satu kelompok tani dengan luas lahan pertanian terluas di Desa Pucakwangi. Kecamatan Pucakwangi. Poktan Tani Makmur memiliki luas tanam 71. 992 ha dengan 63 anggota (BPP, 2. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah yaitu metode analisis konjoin . onjoint analysi. dengan aplikasi SPSS. Proses dasar analisis konjoin adalah mengidentifikasi atribut, membuat desain stimulus, mengumpulkan pendapat responden terhadap setiap stimulus, melakukan proses Conjoint dengan memasukkan data yang ada. Proses lengkapnya adalah sebagai berikut: Tahap satu yaitu mengidentifikasi Atribut yang digunakan adalah atribut harga, ukuran, bentuk, pengaplikasian, kemasan, dan label. Metode Tahap dua yaitu membuat desain Perhitungan stimulus dirumuskan sebagai berikut: S=kykykyAyk Keterangan: S = jumlah stimulus k = banyaknya level tiap atribut. Analisis Konjoin Analisis konjoin adalah salah satu analisis statistika multivariat yang dapat digunakan untuk mendapatkan kombinasi atau komposisi atribut-atribut suatu produk atau jasa yang paling disukai atau diinginkan sehingga dapat diketahui preferensi responden terhadap suatu produk atau jasa tersebut. Tindak lanjut dari preferensi seseorang akan menjadikan produk yang diinginkan atau disukai atau dibutuhkan akan lebih mudah ditemui dan tersedia sehingga pada penelitian ini petani mudah menemukan pupuk yang dibutuhkan untuk pengembangan usahataninya. Sebagai bagian dari multivariate dependence method, analisis konjoin dapat dituliskan dalam model sebagai (Ghozali, 2. Y1 = X1 X2 X3 A Xn Penelitian ini pada bulan Desember 2024 Ae Januari 2025 pada kelompok tani Tani Makmur yang berlokasi di Desa Pucakwangi. Kecamatan Pucakwangi. Kabupaten Pati. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini terkait dengan preferensi petani dalam memilih produk pupuk organik dan anorganik Tahap tiga yaitu menentukan metode pengumpulan data . kala bertingka. Pada penelitian ini menggunakan jenis data non-metrik skala ordinal yaitu likert 1 sampai 5 untuk . Vol. No. 2 September 2025 mengukur tingkat kegunaan yang mewakili kepentingan dari produk pupuk. Apabila nilai kegunaan . tility value. negatif artinya responden kurang menginginkan dengan stimulus tersebut dan apabila positif artinya responden lebih suka dengan stimulus tersebut dengan syarat skala likert yang diurutkan dari 1-5 (Santoso, 2. Tahap empat yaitu melakukan pengolahan analisis konjoin Proses analisis data dengan metode konjoin menggunakan bantuan software SPSS. Hasil analisis berupa utility values . ilai kegunaa. , importance values . ilai kepentingan relati. , dan nilai korelasi Pearson dan Kendall's Tau yaitu analisis tingkat keakuratan prediksi antara hasil estimasi . asil konjoi. dengan hasil aktual . endapat responde. pada proses konjoin. HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Lokasi Penelitian Batas wilayah Kecamatan Pucakwangi Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Jakenan, sebelah Tabel 1. diatas menunjukkan bahwa dari total 63 responden dalam penelitian ini, mayoritas petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Pokta. Tani Makmur di Desa Pucakwangi. Kabupaten Pati, adalah laki-laki sebanyak 32 orang atau sekitar 50,80%. Sementara itu, responden perempuan berjumlah 31 orang atau 49,20%. Dominasi petani laki-laki dalam kelompok tani ini mencerminkan kondisi umum sektor pertanian di Indonesia, di mana laki-laki lebih sering terlibat langsung dalam timur berbatasan dengan Kecamatan Jaken, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Todanan dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Winong (BPS, 2. Pada tahun 2014, luas tanam padi . di kecamatan Pucakwangi kabupaten Pati sebesar 557 Ha dan luas panen padi . yaitu sebesar 9. Sedangkan untuk palawija jagung dan kacang hijau memiliki luas panen 2. 123 dan 1. kecamatan Pucakwangi ini, tanaman kapuk merupakan tanaman perkebunan yang memiliki luas tanam terbesar dibandingkan tanaman perkebunan lainnya yaitu sebesar 832,00 Ha dengan produksinya selama tahun 2014 yaitu 580,00 Kg. Sedangkan tanaman tebu luas tanam sebesar 346,30 Ha dengan 315,94 ton, dan tanaman kelapa luas tanam sebesar 179,50 Ha dengan produksi 156. 520,00 butir. Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini didasarkan pada jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, lama bertani, kepemilikan lahan, tempat membeli pupuk dan waktu membeli aktivitas pertanian intensif. Partisipasi perempuan yang mencapai lebih dari 40% menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam kegiatan pertanian, baik secara langsung dalam kegiatan bercocok tanam maupun dalam pengambilan keputusan rumah tangga tani, termasuk terkait pemilihan Sulistyowati . menunjukkan bahwa perempuan petani di pedesaan memiliki pengetahuan dan sikap yang cukup terhadap pertanian berkelanjutan. Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik Tabel 2. menunjukkan distribusi usia responden petani yang tergabung dalam Poktan Tani Makmur. Desa Pucakwangi. Kabupaten Pati. Sebagian besar responden berada pada rentang usia lebih dari 63 tahun sebanyak 22 orang atau . ,92%), diikuti oleh kelompok usia 43-52 tahun sebanyak 19 orang . ,16%). Kelompok usia 53-62 tahun juga cukup signifikan yaitu sebanyak 16 orang . ,40%). Sementara itu, kelompok usia yang lebih muda, yaitu 23-32 tahun dan 33-42 tahun, masing-masing hanya berjumlah 1 orang . ,59%) dan 4 orang . ,94%). Tabel 3. menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam Poktan Tani Makmur. Desa Pucakwangi. Kabupaten Pati, memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah. Sebanyak 15 orang . ,81%) tidak tamat SD, 19 orang . ,16%) hanya tamat SD, dan 17 orang . ,98%) tamat SMP. Sisanya adalah lulusan SMA sebanyak 10 orang . 87%) dan 2 orang . merupakan lulusan Perguruan Tinggi. Tabel 4. menunjukkan distribusi responden berdasarkan lama mereka terlibat dalam kegiatan pertanian. Dari total 63 responden, terdapat 27 orang . ,86%) yang telah bertani lebih dari 10 tahun, 15 orang . ,81%) memiliki pengalaman 6Ae10 tahun, dan 21 orang . ,33%) tergolong baru dengan pengalaman bertani 1Ae5 tahun. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani tergolong berpengalaman, dengan lebih dari separuh . ,67%) responden telah bertani lebih dari 5 tahun. Vol. No. 2 September 2025 Tabel 5. menunjukkan bahwa dari 63 responden, sebanyak 54 orang . ,71%) memiliki lahan pertanian milik pribadi, sedangkan 9 orang . ,29%) merupakan petani yang mengelola lahan milik pribadi dan sistem sewa. Petani dengan lahan milik pribadi memiliki orientasi jangka panjang terhadap pengelolaan tanahnya. Menurut Wibowo . , status kepemilikan lahan memengaruhi perilaku petani dalam berinvestasi pada tanah, termasuk dalam memilih sarana produksi seperti Petani pemilik lahan cenderung lebih memperhatikan keberlanjutan, sementara petani penyewa lebih fokus pada hasil panen dalam jangka pendek karena keterbatasan kontrol atas lahan yang mereka kelola. Berdasarkan Tabel 6, menunjukkan bahwa dari 63 responden, sebanyak 48 orang . ,12%) membeli pupuk langsung dari produsen, 21 orang . ,33%) dari distributor, dan 15 orang . ,81%) dari toko pertanian. Data ini menunjukkan terdapat perbedaan mencolok antar pilihan tempat pembelian, namun mayoritas petani lebih memilih membeli dari distributor. Hal ini menunjukkan bahwa petani cenderung memilih tempat pembelian yang memberikan harga yang lebih kompetitif, akses langsung terhadap stok pupuk, dan keaslian produk. Berdasarkan Tabel 7. bahwa dari 63 responden, sebanyak 48 orang . ,12%) membeli pupuk setiap pupuk subsidi tersalur, sedangkan 15 orang . ,81%) membeli pupuk Setiap pupuk subsidi tersalur dan setiap kali pupuk dibutuhkan. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas petani lebih memilih pupuk subsidi dan sudah merasa cukup. Hal ini dipilih oleh petani yang lebih memperhatikan kondisi tanaman secara langsung, fase pertumbuhan, dan kebutuhan unsur hara saat itu, serta menyesuaikan dengan kondisi Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik Uji Instrumen Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 16 item pernyataan yang digunakan untuk mengukur preferensi petani terhadap pupuk organik, diperoleh bahwa seluruh item memiliki nilai signifikansi (Sig. 2-taile. di bawah 0,05 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan valid karena menunjukkan hubungan yang signifikan antara skor item dengan total skor Hasil uji validitas terhadap 16 item pernyataan yang mengukur preferensi petani terhadap pupuk anorganik menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai signifikansi (Sig. kurang dari 0,05 . < 0,. Hal ini menjelaskan bahwa seluruh pernyataan dalam kuesioner dinyatakan valid, karena masing-masing item memiliki korelasi yang signifikan dengan total skor variabel. Uji Reabilitas Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen kuesioner untuk mengukur preferensi petani terhadap pupuk organik memiliki nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,937 dan untuk pupuk anorganik sebesar 0,955. Nilai Cronbach's Alpha tersebut berada pada kategori sangat tinggi, yang berarti bahwa item-item pernyataan dalam kuesioner sangat konsisten dan dapat diandalkan dalam mengukur preferensi petani. Konsistensi tinggi pada instrumen pupuk organik mencerminkan keseragaman persepsi petani pada tingkat kesukaan terhadap komponennya. Sementara tingginya reliabilitas pada instrumen pupuk anorganik menunjukkan keseragaman penilaian petani terhadap komponen dan faktor yang Dengan demikian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi syarat sebagai alat ukur yang reliabel dalam menggambarkan preferensi petani terhadap kedua jenis pupuk tersebut. Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik Preferensi petani terhadap pemilihan pupuk organik didasarkan pada atribut dari pupuk organik yang meliputi harga, ukuran, bentuk, pengaplikasian, kemasan dan label. Preferensi petani terhadap pemilihan pupuk organik dilakukan dengan analisis Hasil analisis konjoin dijelaskan pada Tabel 8. Vol. No. 2 September 2025 Hasil analisis konjoin ini menunjukkan bahwa petani paling memprioritaskan pupuk yang memiliki label sertifikasi resmi, karena dianggap paling memberikan jaminan terhadap kualitas produk. Atribut berikutnya yang paling disukai adalah ukuran besar, diikuti oleh harga yang murah, kemasan karung plastik, bentuk padat butiran, dan pengaplikasian tanpa alat. Nilai utility estimate yang positif menunjukkan level yang disukai atau dipilih oleh petani, sedangkan nilai negatif menunjukkan level yang dihindari. Berdasarkan hasil uji konjoin preferensi petani terhadap pemilihan pupuk organik, maka diperoleh persamaan estimasi part-worth sebagai Y = 3,075 0,360X11 - 0,360X12 - 0,527X21 0,527X22 0,120X31 0,041X32 0,161X33 - 0,021X41 0,021X42 0,202X51 - 0,169X52 - 0,034X53 0,935X61 - 0,442X62 - 0,493X63 Level pemilihan atribut terbaik berdasarkan preferensi petani dijelaskan berdasarkan nilai kepentingan (Importance Valu. pada masing-masing Hasil preferensi level atribut dalam pemilihan pupuk organik dijelaskan dalam tabel 9 berikut. Berdasarkan hasil uji konjoin pada nilai Importance Values, atribut label merupakan atribut yang paling penting dan paling berpengaruh terhadap preferensi petani dengan importance value sebesar 31,018%. Hal ini menunjukkan bahwa petani sangat mempertimbangkan keberadaan label, terutama label sertifikasi. Label dengan sertifikasi dianggap sebagai jaminan mutu, keaslian, serta legalitas produk, sehingga keberadaannya memberikan rasa percaya dan aman bagi petani dalam mengaplikasikan pupuk tersebut pada lahan pertanian mereka. Berdasarkan hasil Korelasi Pearson dan Kendall's Tau, menunjukkan nilai Pearson's R sebesar 0,995 dengan signifikansi 0,000 yang artinya terdapat korelasi sangat kuat dan signifikan antara nilai preferensi yang diprediksi oleh model dengan nilai aktual yang dinyatakan oleh responden. Nilai Kendall's Tau sebesar 0,886 dengan signifikansi 0,000 juga menunjukkan Berdasarkan level atribut yang telah menjadi pertimbangan petani dalam memilih pupuk organik, maka diketahui tingkat korelasi ketepatan prediksi dalam model analisis dengan pendapat responden yang sebenarnya. Hasil ini dapat dijelaskan dengan uji validitas Korelasi Pearson dan Kendall's Tau pada Tabel 10. Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik adanya kesesuaian peringkat yang sangat tinggi antara hasil model dan preferensi nyata responden. Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Anorganik Preferensi petani terhadap pemilihan pupuk anorganik didasarkan Pada atribut kandungan, petani menunjukkan preferensi lebih tinggi terhadap pupuk tunggal dengan nilai utility estimate sebesar 0,054, sedangkan pupuk majemuk bernilai negatif -0,054. Hasil ini menunjukkan bahwa petani lebih cenderung memilih pupuk yang mengandung satu unsur hara saja. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan petani untuk mengatur dosis masing-masing unsur secara terpisah sesuai kebutuhan Pupuk tunggal memungkinkan mereka untuk lebih fleksibel dalam manajemen pemupukan, sementara pupuk majemuk dianggap kurang spesifik atau sulit disesuaikan dengan kondisi tanah tertentu. Berdasarkan hasil dari uji konjoin pada preferensi petani terhadap pada atribut dari pupuk anorganik yang meliputi kandungan, harga, ukuran, bentuk, pengaplikasian dan kemasan. Preferensi petani terhadap pemilihan pupuk anorganik dilakukan dengan analisis konjoin. Hasil analisis konjoin untuk preferensi petani pada pemilihan pupuk anorganik dijelaskan pada tabel 11 berikut ini. pemilihan pupuk anorganik, diperoleh persamaan estimasi part-worth sebagai Y = 3,875 0,054X11 - 0,054X12 - 0,075X21 0,075X22 - 0,151X31 0,151X32 0,077X41 0,118X42 - 0,195X43 0,034X51 0,034X52 - 0,005X61 0,394X62 0,399X63 Level pemilihan atribut terbaik berdasarkan preferensi petani pada pupuk anorganik dijelaskan berdasarkan nilai kepentingan (Importance Valu. pada masing-masing atribut. Hasil preferensi level atribut dalam pemilihan pupuk anorganik dijelaskan dalam tabel 12 berikut. Vol. No. 2 September 2025 Berdasarkan hasil analisis konjoin, diketahui bahwa dalam pemilihan pupuk anorganik, kemasan menjadi atribut yang paling berpengaruh terhadap preferensi petani dengan importance value sebesar 27,738%. Hal ini menunjukkan bahwa petani sangat mempertimbangkan jenis kemasan saat memilih pupuk anorganik. Kemasan botol plastik memiliki nilai utilitas tertinggi, menunjukkan bahwa desain kemasan yang praktis, kuat, dan mudah digunakan sangat dihargai petani. Kemasan yang baik tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memudahkan proses penyimpanan dan aplikasi di Berdasarkan tingkat atribut yang dipertimbangkan oleh petani dalam memilih pupuk anorganik, dapat diketahui sejauh mana tingkat kesesuaian antara hasil prediksi model analisis dengan pendapat nyata para Tingkat kesesuaian tersebut dijelaskan melalui uji validitas menggunakan Korelasi Pearson dan Kendall's Tau yang disajikan pada Berdasarkan hasil Korelasi Pearson dan Kendall's Tau, menunjukkan nilai Pearson's R sebesar 0,805 dengan signifikansi 0,000 yang artinya terdapat korelasi sangat kuat dan signifikan antara nilai preferensi yang diprediksi oleh model dengan nilai aktual yang dinyatakan oleh Nilai Kendall's Tau sebesar 0,583 dengan signifikansi 0,001 menunjukkan adanya kesesuaian peringkat yang tinggi antara hasil model dan preferensi nyata responden. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Petani di Kelompok Tani Makmur memiliki preferensi yang berbeda terhadap pupuk organik dan anorganik berdasarkan kombinasi Untuk pupuk organik, petani lebih menyukai produk dengan label sertifikasi, ukuran besar, harga terjangkau, bentuk padat butiran, kemasan karung plastik, dan mudah diaplikasikan tanpa alat bantu. Sementara pada pupuk anorganik, preferensi cenderung pada bentuk padat bubuk, kemasan botol plastik, ukuran besar, harga >Rp10. tanpa alat bantu, dan kandungan tunggal, mencerminkan perhatian pada kepraktisan dan efektivitas. Atribut terpenting dalam memilih pupuk organik adalah label sertifikasi . ,018%), sedangkan untuk pupuk anorganik adalah kemasan . ,738%). Petani menilai mutu dan legalitas sebagai hal Nur Attifah . Siwi Gayatri , dan Kadhung Prayoga : Preferensi Petani terhadap Pemilihan Pupuk Organik dan Anorganik utama untuk pupuk organik, sedangkan pada pupuk anorganik, kemasan dan bentuk lebih diprioritaskan karena kemudahan penggunaan dan penyimpanan. Kandungan pupuk justru dianggap kurang penting, menunjukkan bahwa faktor teknis masih sering dikalahkan oleh kenyamanan dan kebiasaan. DAFTAR PUSTAKA Andayani dan L. Sarido. Uji empat jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting (Capsicum annum AGRIFOR. : 22-29. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Rekomendasi