Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Penyusunan Authentic Assessment Dengan Pendakatan Intercultural Communicative Comptence Bagi Pengajar Bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Ahmad Laut Hasibuan. Nazriani Lubis. Asnarni Lubis. Putri Regina. Sania Diva Maharani. Gabriel Mardin Gokma Simangunsong. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah nazrianilubis@umnaw. ABSTRAK Authentic Assessment dengan pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) menawarkan penilaian yang komprehensif dan menyeluruh sehingga siswa dapat memperoleh umpan balik yang Namun, implementasi Authentic Assessment dengan pendekatan ICC masih jarang dilakukan oleh para pengajar bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Group karena para pengajar masih menggunakan asesmen Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tutor bahasa Inggris dalam menerapkan Authentic Assessment dengan pendekatan ICC pada pengajaran bahasa Inggris. dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan berikut: sosialisasi, pengisian angket awal, penyampaian materi dengan pendekatan komunikatif dan tutorial, praktik pembuatan asesmen, diskusi kelompok kecil, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan. Hasil angket menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka terkait perencanaan, interpretasi, aplikasi, performa, dan evaluasi asesmen dengan pendekatan ICC. Kata kunci: Authentic Assessment. Intercultural Communicative Competence (ICC). Speaking. Tutor bahasa Inggris. ABSTRACT Authentic Assessment with the Intercultural Communicative Competence (ICC) approach offers comprehensive and thorough evaluations so that students can receive significant feedback. However, the implementation of Authentic Assessment with the ICC approach is still rarely carried out by English teachers at Yayasan SAS ANA Group because the teachers still use conventional assessments. This community service activity aims to enhance the understanding of English tutors in implementing Authentic Assessment with the ICC approach in English teaching. carried out systematically through the following stages: socialization, initial questionnaire completion, delivery of material using a communicative and tutorial approach, assessment creation practice, small group discussions, and continuous evaluation and mentoring. The survey results indicate a significant improvement in their understanding related to planning, interpretation, application, performance, and evaluation of assessments using the ICC approach. Keyword: Authentic Assessment. Intercultural Communicative Competence (ICC). Speaking. English Tutor. Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Asesmen autentik menawarkan beberapa keunggulan signifikan dalam mengevaluasi pembelajaran, yaitu. Penilaian Holistik: Kemampuan yang dinilai menjadi lebih menyeluruh atau lengkap, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif saja. Fokus pada Kualitas Kinerja: Penilaian ini menyoroti kualitas performa peserta didik dalam berbahasa atau melakukan suatu keterampilan, bukan sekadar mengingat Relevansi dengan Dunia Nyata: Tugas-tugas yang diberikan dalam asesmen autentik memiliki kaitan erat dengan situasi atau tantangan di dunia nyata, menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Integrasi Pengetahuan dan Kinerja: Terdapat perpaduan antara pemahaman konseptual dengan penerapan dalam bentuk kinerja atau produk yang dihasilkan. Pemantauan Perkembangan Optimal: Asesmen ini memungkinkan pemantauan perkembangan Asesmen dapat diartikan sebagai upaya untuk memberikan nilai pada suatu objek berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan (Imamuddin & Khuriyah, 2. Senada dengan itu. Shofiya & Sartika . mendefinisikan asesmen sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi yang bertujuan untuk mengukur tingkat pencapaian hasil belajar siswa. Umumnya, asesmen yang paling sering diterapkan di jenjang sekolah dasar adalah asesmen kognitif atau pengetahuan (Achmad et al. Asesmen autentik adalah sebuah proses yang merefleksikan keterkaitan antara aktivitas pendidik dan siswa dalam motivasi, keterlibatan, dan pengembangan keterampilan belajar siswa (Neliwati et al. Berdasarkan observasi di lapangan. Yayasan SAS ANA Group yang berlokasi di Jalan Bilal Medan, menghadapi sejumlah PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen krusial bagi setiap lembaga kursus. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 26 Ayat 4 dan 6, yang menegaskan kesetaraan pendidikan nonformal melalui mekanisme penilaian standar nasional. Sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke21 di era digital, lembaga pendidikan pengajaran yang kokoh dan relevan dengan Kondisi ini menuntut tersedianya SDM berkualitas, termasuk peneliti dan praktisi. Dalam konteks pengajaran bahasa Inggris, authentic assessment menjadi perhatian bagi para pengajar. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional . mendefinisikan asesmen autentik sebagai evaluasi holistik yang mencakup penilaian komprehensif terhadap masukan . , proses . , dan keluaran . Peraturan ini lebih lanjut menguraikan bahwa asesmen sikap dapat dilaksanakan melalui metode observasi, penilaian diri, pencatatan dalam jurnal. Sementara itu, asesmen pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Untuk asesmen keterampilan, implementasinya melibatkan penilaian kinerja, di mana siswa diharapkan mampu mempresentasikan atau mendemonstrasikan materi pembelajaran melalui tes praktik, tugas proyek, dan Penting untuk dicatat bahwa validitas penerapan asesmen autentik telah terbukti relevan, baik dalam disiplin ilmu sosial maupun ilmu alam (Sutadji et al. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 permasalahan yang terjadi secara konsisten. Para tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA masih menggunakan mengukur keterampilan bahasa Inggris Para tutor bahasa Inggris di Yayasan SAS ANA dengan baik. Para tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA belum menggunakan authentic assessment dalam pengajara bahasa Inggris. dengan asesmen kinerja. Berdasarkan penjelasan Cumming & Maxwell . serta diskusi yang dimuat dalam jurnal Educational Researcher (Wiggins, 1. , penggunaan resmi pertama dari istilah "autentik" dalam konteks pembelajaran dan asesmen tampaknya diperkenalkan oleh Archbald & Newmann . Newmann mengatakan bahwa Autentisitas sebagai aspek kunci dari kualitas intelektual didefinisikan sebagai: the extent to which a lesson, assessment task, or sample of student performance represents construction of knowledge through the use of disciplined inquiry that has some value or meaning beyond success in school (Newmann, 1. Perbedaan mendasar antara asesmen autentik dan asesmen tradisional terletak pada tujuan utamanya. Asesmen tradisional cenderung menguji daya ingat dan kemampuan siswa dalam mengulang informasi di lingkungan yang terkontrol ketat, sementara asesmen autentik lebih menekankan pada bagaimana pengetahuan diterapkan dalam situasi yang lebih luas dan nyata (Rosidah et all, 2. Model penilaian otentik . uthentic assessmen. adalah salah satu pendekatan evaluasi yang banyak menjadi sorotan pada masa kini, karena dianggap mampu mengatasi persoalan-persoalan dalam penilaian yang terlalu berorientasi pada hasil akhir suatu periode pembelajaran (Hanafi et all, 2. Penerapan authentic assessment diyakini dapat memberikan banyak kesempatan kepad guru/pengajar untuk menilai keterampilan siswa secara aktual dengan pembelajaran berlangsung. Nurgiyantoro . menjelaskan bahwa pendekatan penilaian yang bervariasi, meliputi aspek proses dan produk, akan menghasilkan data yang valid, riel, spesifik, menggambarkan kinerja nyata, tepat, dan signifikan. Mueller Tujuan Pengabdian Masyarakat Berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dipaparkan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki sejumlah tujuan sebagai berikut: Meningakkan pemahaman tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA assessment dalam pengajaran bahasa Inggris. Meningkatkan kemampuan para tutor melakukan langkah-langkah membuat penilaian keterampilan bahasa Inggris khususnya speaking dan writing dengan menggunakan authentic assessment. Mengembangkan keterampilan para tutor dalam melaksanakan proses pengajaran bahasa Inggris yang adaptif terhadap tuntutan era digital. Intercultural Communicative Competence (ICC). 3 Pendekatan Masalah Konsep Authentic Assessment adalah istilah yang relatif lebih baru dibandingkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 . penilaian otentik merupakan: a form of assessment in which students are asked to perform real-world tasks that demonstrate meaningful application of essential knowledge and skills. Dalam asesmen autentik, penguasaan materi yang diukur didasarkan pada konsep keautentikan itu sendiri. Ini berarti bahwa dalam asesmen autentik, peserta didik diharapkan membangun pengetahuannya Proses kognitif yang perlu diterapkan adalah penyelidikan yang Pencapaian autentik juga disebut memiliki "nilai estetika, utilitarian, pembelajar" (Newmann, 1. Peserta didik mungkin dihadapkan pada tugastugas yang mirip dengan apa yang telah atau kemungkinan akan mereka temui dalam kehidupan di luar sekolah. Selain itu, mempresentasikan hasil pekerjaan mereka kepada audiens di luar lingkungan sekolah. Berdasarkan penjelasan ini, pengajar bahasa Inggris diharapkan mampu mengarahkan siswa agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan dunia Untuk membentuk keterampilan siswa, maka pengajar melakukan tahapan yang sistematis yaitu. membimbing siswa untuk menggunakan pengetahuan awal yang mereka miliki untuk mengembangkan pemahaman lebih lanjut, . mengarahkan siswa membangun hubungan antarbagian pengetahuan untuk tentang suatu topik yang terfokus, . mengarahkan siswa untuk melakukan pekerjaan mereka dan menyampaikan kesimpulan melalui komunikasi yang Urgensi Authentic Assesment pada pengajaran bahasa Inggris menjadi perhatian bagi para pengajar. Hal ini disebabkan kebutuhan berbasis globalisasi yang membutuhkan sumber daya manusia memiliki daya saing global, salah satunya dengan menguasai bahasa Inggris. Guru/pengajar bahasa Inggris diharapkan mampu merancang pembelajaran yang mengarah kepada Authentic Assessment METODE PELAKSANAAN Untuk mencapai tujuan Pengabdian Masyarakat ini, tim pengabdi menyusun rangkaian kegiatan yang sistematis untuk meningkatkan kompetensi tutor/pengajar dalam merencanakan Authentic Assessment dalam pengajaran bahasa Inggris di Yayasan SAS ANA. Tim pengadi melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yaitu. rekan dosen, mahasiswa, dan pengurus Yayasan SAS ANA. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini mengadopsi pendekatan pelatihan yang mengintegrasikan communicative approach dan diskusi kelompok kecil . mall group discussio. dan demonstrasi langkahlangkah pembuatan Authentic Assessment. Untuk merealisasikan tujuan Pengabdian pada Masyarakat ini, serangkaian tahapan implementasi telah disusun, meliputi: Pendahuluan Di awal program, tim pengabdi Persiapan tersebut meliputi pengajuan izin kepada Yayasan SAS ANA, pemenuhan persyaratan administratif, serta penyiapan fasilitas dan infrastruktur vital untuk Selanjutnya, tim juga menyusun materi tentang pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC), melakukan koordinasi internal untuk distribusi tugas, dan berkoordinasi eksternal dengan mitra untuk menyepakati jadwal Sosialisasi Pada Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 mengunjungi Yayasan SAS ANA dan mewawancarai pimpinan, koordinator, serta Tujuannya menyusun Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) pengajaran speaking. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pemahaman tutor tentang teori, prosedur, dan teknik pembuatan Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) speaking masih terbatas, sehingga proses belajar belum optimal. Respon positif dan jawaban konstruktif dari para tutor menjadi dasar penting bagi Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) speaking di Yayasan SAS ANA. merencanakan bentuk Authentic Assesment Intercultural Communicative Competence (ICC). Penyampaian Materi Pendekatan Communicative-Approach dan Tutorial (Demonstras. Pada memberikan materi pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) Speaking kepada peserta. Pendekatan yang digunakan adalah Communicative Approach dan tutorial dua arah, agar peserta dapat berdiskusi, bertanya, dan berbagi informasi secara aktif. Materi yang disampaikan meliputi teori dasar pengajaran Speaking, indikator penilaian Speaking, dan variasi jenis tugas Speaking. Pendekatan ini memungkinkan peserta menerima informasi dalam Bahasa Inggris secara natural. Tujuan utama penerapan Communicative Approach adalah untuk meningkatkan kompetensi komunikasi peserta, yang sosiolinguistik, wacana, dan strategis. Pendekatan ini sangat relevan untuk pengajaran Bahasa Inggris dalam konteks EFL (English as a Foreign Languag. karena diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penggunaan Bahasa Inggris. Selama pelatihan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengikuti materi pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Pengisian Angket oleh Peserta Pada tahap ini, tim pengabdi menyediakan angket yang diisi oleh peserta. Pengisian angket ini dilakukan sebelum kegiatan/agenda utama untuk mendapatkan persepsi awal peserta tentang keterampilan tutor/pengajar mengembangkan Authentic Assesment Intercultural Communicative Competence (ICC) selama proses pembelajaran di Yayasan SAS ANA. Hasil angket menunjukkan bahwa persepsi tutor Yayasan SAS ANA terhadap Authentic Assesment dengan pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) masih sangat rendah. Tutor Yayasan SAS ANA masih menggunakan penilaian yang sangat konvensional, belum ada variasi dengan pendekatan teknis yang sesuai dengan Authentic Assesment dengan pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC). Indikator penilaian speaking menjadi dasar pengetahuan yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Intercultural Communicative Competence (ICC) mulai dari perencanaan, identifikasi jenis asesmen, desain Authentic Assessment hingga implmenetasi pada materi bahasa Inggris. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan luas untuk memahami materi secara komprehensif memahami secara teoritikal dan pratikal. Para peserta pelatihan ini merasakan suatu perubahan dalam memberikan tugas kepada peserta didik, mereka menyadari bahwa pembuatan Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) yang sistematis akan meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan dampak yang signifikan terhadap keterampilan Speaking siswa. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Gambar 1. Pembagian Sertifikat kepada Kelompok PKM Gambar 2. Pemateri Menjelaskan Pembuatan Authentic Assessment kepada Peserta Praktek Pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) Speaking Small Group Discussion Pada tahap ini, tim pelaksana secara proaktif berinteraksi dengan peserta untuk menyelesaikan kendala atau kesulitan selama pelatihan. Tak lupa, tim juga memberikan satu tema khusus untuk didiskusikan dalam kelompok kecil. (Small Group Discussio. Diskusi kelompok ini bertujuan keterampilan peserta Ai khususnya dalam berkomunikasi, berkolaborasi, dan berpikir kritis Ai mengenai kendala guru selama pelatihan berbasis kasus. Selanjutnya, tim akan mengevaluasi hasil kerja kelompok dan memberikan arahan yang diperlukan Pada tahap ini, tim pengabdi melakukan sesi praktek dengan metode demonstrasi. Tim pengabdi memberikan penjelasan tahap Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC). Selama sesi praktek, seluruh peserta terlihat sangat antusias karena mereka membuat Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) sesuai dengan materi ajar yang mereka bawakan selama ini. Tim pengabdi juga melakukan pemantauan sebagai bentuk asistensi kepada peserta yang mengalami kendala mengikuti praktek pembuatan Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) Speaking. Tim pengabdi mengamati bahwa seluruh peserta mampu Evaluasi Pada fase evaluasi, tim pengabdian melakukan asesmen terhadap hasil Authentic Assessment Pendekatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Intercultural Communicative Competence (ICC)yang telah diselesaikan oleh para Selanjutnya, peserta diwajibkan untuk mempresentasikan hasil Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) telah mereka susun, dan peserta lainnya diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi timbal balik atas pekerjaan rekan mereka. Setelah itu, tim komprehensif terhadap setiap Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) yang telah dirancang, disertai apresiasi, arahan, dan masukan konstruktif guna optimasi pengembangan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC)di masa mendatang. Pendampingan Keberlanjutan Pada tahap ini, tim pengabdian memberikan pendampingan berkelanjutan melalui komunikasi berkala. Ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program pelatihan, memverifikasi implementasi pembuatan proyek video kreatif oleh tutor kepada siswa, serta mengukur tingkat ketercapaian tujuan dari kegiatan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan diselenggarakan selama dua hari, melibatkan 15 tutor bahasa Inggris dari Yayasan SAS ANA. Pelaksanaannya dilakukan secara luring sesuai alokasi waktu yang telah ditentukan, bertempat di salah satu ruangan Yayasan SAS ANA. Jl. Bilal Ujung. Medan. Pada hari pertama, meskipun peserta sempat mengalami kebingungan dalam memahami penjelasan, kegiatan berlangsung dengan tenang dan kondusif. Kegiatan selanjutnya adalah tanya jawab dan latihan, kegiatan dapat dilihat di media sosial youtube dan berikut suasana diskusi terbuka dengan pembicara. https://w. com/watch?v=gCljC n_L_0I Pengisian Angket Pada tahapan ini, tim pengabdian akan mendistribusikan kuesioner kepada para partisipan guna mengumpulkan data mengenai pemahaman dan persepsi tutor Hasil kuesioner ini selanjutnya akan dikomparasikan dengan data awal yang diperoleh dari kuesioner Setelah menyebarkan angket persepsi asesmen kepada 15 responden. Hasil dari angket ini memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya asesmen. Hasil survei yang disebarkan kepada para peserta pelatihan menunjukkan adanya persepsi positif mereka terhadap tugas proyek kreatif dalam pengajaran bahasa Inggris. Penilaian ini dilakukan oleh mitra pelaksana melalui pengisian angket berskala Likert. Pilihan jawaban Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 angket tersebut meliputi: 4 (Sangat Memaham. 3 (Memaham. 2 (Kurang Memaham. 1 (Tidak Memaham. Partisipasi aktif dan keberhasilan peserta dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini mengindikasikan bahwa para tutor berhasil meningkatkan keterampilan mereka dalam mendesain tugas proyek kreatif yang relevan dengan konteks pengajaran bahasa Inggris. Tabel 3. 2 Hasil Angket Pemahaman Tabel 3. 1 Pertanyaan Angket Angket mengindikasikan bahwa seluruh partisipan telah mengikuti setiap tahapan kegiatan pelatihan secara komprehensif, meliputi pra-pelatihan, penyampaian materi, sesi praktik, small group discussion, dan evaluasi akhir. Tingkat partisipasi peserta dinilai sangat optimal, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif mereka dalam perancangan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) Speaking. Tim pembicara dan pengabdi berhasil membangun suasana pelatihan yang kondusif, menyenangkan, dan interaktif. Lingkungan ini secara signifikan mendorong partisipan untuk aktif bertanya dan menyampaikan gagasan serta pendapat kepada sesama rekan tutor maupun tim pengabdi tanpa ragu. Berdasarkan hasil angket, pemahaman seluruh peserta terhadap peningkatan secara signifikan pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) Speaking yang ditampilkan pada tabel di bawah ini. Keberhasilan program ini juga tercermin dari peningkatan pemahaman tutor dalam menyusun Asesmen Autentik dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) untuk keterampilan berbicara, yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Selain itu, observasi selama pelatihan mencakup beberapa aspek penting seperti penyajian materi oleh tim pengabdian, kesempatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 bertanya yang diberikan, kualitas layanan selama pelatihan, sikap santun dan ramah tim pengabdi, relevansi materi pelatihan, penyampaian materi, dan ketersediaan konsumsi (Marlena et al. , 2. Aspekaspek ini selanjutnya divisualisasikan pada tabel yang terlampir. abad ke-21 menempatkan fokus pada pengembangan enam keterampilan esensial . C), yaitu Komunikasi (Communicatio. Kolaborasi (Collaboratio. Kreativitas (Creativit. Berpikir Kritis (Critical Thinkin. Komputasi (Computatio. , dan Empati (Compassio. (Lubis & Lubis. Dengan demikian, tutor bahasa Inggris akan lebih siap dalam membekali siswa dengan keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang mumpuni, sebuah urgensi di era digital saat ini (Lubis et al. Hasil Angket Pemahaman Sebelum Untuk berbahasa Inggris, pengajaran keterampilan berbicara (Speakin. harus dilakukan secara kreatif agar siswa mampu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari (Lubis et al. , 2. Pendekatan pengajaran yang kreatif ini akan secara langsung mendorong peningkatan keterampilan komunikasi bahasa Inggris Oleh karena itu, pengembangan Asesmen Autentik dengan Pendekatan ICC menjadi sangat mendesak demi memastikan pengajaran bahasa Inggris bermuara pada sistem penilaian dan evaluasi yang Sesudah Grafik 3. 1 Hasil Observasi Partisipan Pembahasan Kegiatan pengabdian ini hadir sebagai solusi konkret terhadap kendala yang dihadapi mitra dalam mengembangkan Asesmen Autentik dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) untuk keterampilan berbicara. Setelah mengikuti serangkaian pelatihan, para tutor bahasa Inggris di Yayasan SAS ANA kini memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai penyusunan asesmen tersebut, mencakup aspek perencanaan, diversifikasi jenis tugas, penetapan indikator penilaian, hingga KESIMPULAN Dari hasil kegiatan ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Kegiatan pengabdian ini berkontribusi keterampilan tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Group dalam Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) yang sistematis. Pemahaman ini memiliki urgensi untuk membantu pengajar bahasa Inggris mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris yang selaras dengan pendekatan pembelajaran abad ke-21. Pembelajaran Tutor/pengajar bahasa Inggris Yayasan SAS ANA mampu merencanakan, merancang dan mengimplementasikan Authentic Assessment berbicara dengan Pendekatan Intercultural Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Communicative Competence (ICC) dengan berbagai jenis tugas/penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Berdasarkan hasil yang diperoleh, kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa tutor bahasa Inggris memiliki peranan penting untuk menyusun Authentic Assessment dengan Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan relevanasi kebutuhan siswa yang mengambil kelas kursus bahasa Inggris di Yayasan SAS ANA. Kegiatan ini memberikan rekomendasi kepada tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Group keterampilan pembuatan Authentic Assessment Pendekatan Intercultural Communicative Competence (ICC) sesuai indikator dan mengintegrasikan dengan teknologi agar pembelajaran inovatif dapat dicapai pada tingkat pendidikan informal . Dharma. , & Oktaviani. Optimalisasi Keterampilan Guru Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Merancang dan Menerapkan Asesmen Autentik di Kecamatan Baturiti. Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyaraka. , 4. Fitriyah. Sutadji. Dewi. Suyitno. , & Anggraini. Asesmen Autentik pada Pembelajaran Seni Budaya Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7. , 5587-5593. Hanafi. Farmasari. Mahyuni. Amin. , & Lestari. Pelatihan Pengembangan Model Penilaian Otentik (Authentic Assessmen. pada Pembelajaran Bahasa Inggris Sekolah Dasar bagi Guru-Guru Bahasa Inggris Sekolah Dasar Di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4. UCAPAN TERIMA KASIH Imamuddin. , & Khuriyah. Penilaian Autentik Pembelajaran PAI dengan Blended Terima kasih tim pengabdian mengucapkan Kepada UMN Al-Washliyah yang mendanai kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tahun 2024, dengan nomor kontrak 0120a/LPIMUMNAW/B. 02/2024. Joy Cumming. , & Maxwell. Contextualising Assessment in education: Principles, policy & practice, 6. , 177194. REFERENSI