Copyright A 2022 pada penulis Abdimas Singkerru. Vol. No. 1, 2022 Pelatihan E-Commerce Bagi Generasi Muda di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam Menumbuhkan Semangat Millenial Agriculture Entrepreneur Reza Asra 1*. Aksal Mursalat 2. Muh. Irwan 3 1 Ae 3 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang *1 rezaasraahmad@gmail. 2 aksalmursalat@gmail. 3 muhirwanprima@gmail. Abstrak Penggunaan smartphone yang didukung dengan jaringan internet semakin mempermudah dalam berbagai keperluan dan komunikasi di kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat perlu diberi pemahaman bagaimana mengelola komoditi pertanian dan peternakan bisa menjadi lebih kreatif sehingga menambah income. Pemuda dalam hal ini adalah penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi wirausahawan yang tangguh dan mampu mengikuti perkembangan zaman berdasarkan karakter yang dimilikinya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di kabupaten Sidenreng Rappang yang menjadikan pemuda sebagai objek sasaran pelatihan. KNPI dipilih sebagai mitra karena organisasi tersebut merupakan representasi pemuda di kabupaten Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA) meliputi tahap persiapan kegiatan. sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan aplikasi ecommerce. pelatihan penggunaan aplikasi. serta evaluasi dan monitoring. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, dapat disimpulkan hasil kegiatan dapat membantu pelaku usaha mikro kalangan muda dalam meningkatkan pemasaran produk, membantu meningkatkan perekonomian pemuda, memberikan wawasan akan pentingnya dunia digital dan mengetahui cara berwirausaha yang efektif yang sesuai dengan hasil survey sebesar 84%. Perlu diperhatikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti hanya pada saat kegiatan Namun, hal ini perlu adanya follow up bagi organisasi KNPI kabupaten Sidenreng Rappang, serta sebaiknya melakukan kolaborasi pemerintah kabupaten, sehingga pemuda yang ingin berwirausaha dapat berjalan dengan lancar dan efisien dan mampu memotivasi generasi muda yang lain untuk berwirausaha. Kata Kunci: pemuda. e-commerce Pendahuluan Perkembangan teknologi yang pesat saat ini, wajib diimbangi dengan kesiapan dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi untuk mampu bersaing dan beradaptasi dalam kehidupan yang serba praktis dan cepat. Salah satu perkembangan teknologi yang pesat dalam informasi dan komunikasi saat ini yakni penggunaan gadget atau biasa dikenal dengan istilah smartphone (Izzati, 2. Penggunaan smartphone yang didukung dengan jaringan internet semakin https://jurnal. id/index. php/singkerru/article/view/154 Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. mempermudah berbagai keperluan dan komunikasi di kalangan masyarakat Indonesia yang membuat Indonesia memiliki pertumbuhan internet terbesar di dunia yakni sebesar 51% dalam satu tahun terakhir melebihi pertumbuhan internet global sebesar 10% (Winarsih & Furinawati, 2. Hal ini juga terjadi pada kalangan generasi muda, diperoleh data bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 143 juta jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 49,52% pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun (APJII, 2. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Swiss. Kanada dan Inggris, ratarata 14% dari jumlah penduduk usia kerja memiliki pekerjaan sebagai wirausaha (Al Hakim & Indrawati, 2. , namun di Indonesia sendiri masih tergolong relatif rendah yaitu 3,1% dan berada di peringkat ke-94 dari 147 negara (Kusnadi et al. , 2. Padahal kewirausahaan merupakan salah satu hal terpenting untuk mencapai pembangunan ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa kewirausahaan adalah kemampuan kreatifitas dan inovasi yang berfungsi sebagai dasar, pedoman dan sumber daya untuk menemukan peluang sukses. Menjadi wirausahawan berarti menumbuhkan kemandirian berpikir, kreativitas, inovasi, tanggung jawab, disiplin dan tidak mudah menyerah (Saada, 2. Alangkah baiknya jika sifat-sifat ini diturunkan kepada generasi muda dengan karakter yang dimiliki pada umumnya memiliki kesamaan dengan wirausaha, seperti memiliki jiwa berpetualang, penuh ide, suka tantangan, dan memanfaatkan peluang. Kewirausahaan dikalangan pemuda jarang digali secara mendetail, sementara pada kenyataannya perusahaan tidak lagi identik dengan perusahaan yang dijalankan oleh orang yang usianya matang dengan segala keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai suatu pendirian usaha. Banyak anak muda, terutama pelajar yang berusia antara 18 hingga 25 tahun, telah menjadi wirausahawan muda, yang juga dikenal sebagai young entrepreneurship (Ridzal & Hasan, 2. Hal ini membuat kewirausahaan yang dilakukan oleh pemuda dalam beberapa tahun terakhir telah mampu mendongkrak persaingan ekonomi yang bermuara pada peningkatan pembangunan (Wulandari, 2. Penyumbang terbesar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Sidenreng Rappang adalah dari sektor pertanian. Komoditi bidang pertanian berkontribusi dominan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 32,4% (BPS, 2. Potensi letak lokasi kabupaten Sidenreng Rappang yang strategis juga menjadi faktor pendukung wilayah dalam mengembangkan produksi komoditas pertanian, termasuk tanaman hortikultura, perikanan, pariwisata dan lainnya sehingga mendorong pengembangan pemasaran produksi komoditas Pengembangan komoditas ini berdampak terhadap peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha, pendapatan masyarakat, dan peningkatan pendapatan daerah yang signifikan serta mendorong berkembangnya berbagai kegiatan ekonomi. Namun, pengembangan komoditas pertanian saat ini harus didukung dengan perkembangan teknologi canggih (Fitriani, 2. Masyarakat perlu diberi pemahaman bagaimana mengelola komoditi pertanian dan peternakan bisa menjadi lebih kreatif sehingga menambah income. Pemuda dalam hal ini adalah penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi wirausahawan yang tangguh dan mampu mengikuti perkembangan zaman berdasarkan karakter yang dimilikinya. Menurut (Schuler & Jackson, 1. , memberikan keterampilan kepada generasi muda sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia adalah upaya dalam meningkatkan kinerja dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhannya. Pemberdayaan pemuda itu sendiri pada dasarnya merupakan komitmen para pemangku kepentingan seperti pemerintah dan LSM. Hal Vol. No. 1, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. ini tertuang dalam UU No. 40 Tahun 2009, yakni negara berkewajiban dalam memberdayakan pemuda sebagai ujung tombak peradaban. Organisasi kepemudaan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) adalah salah satu organisasi yang hadir dan berusaha untuk melakukan suatu perbaikan kualitas hidup para pemuda (Indrajaya, 2. Memberdayakan kaum muda berarti berupaya mengembangkan dan meningkatkan potensi kelompok kaum muda yang tidak berdaya. Begitupun yang selama ini dilakukan oleh KNPI kabupaten Sidenreng Rappang. Dalam meningkatkan kualitas pemuda yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang. KNPI mengusung tagline Aupemuda kolaboratifAy dengan turut hadir dalam rangka mengejawantahkan semangat anak muda dalam proses pembangunan nasional melalui program-proram yang disusun. Pertanian sebagai daya tarik dan potensi yang perlu dikembangkan dikabupaten Sidenreng Rappang, membuat KNPI melakukan program pemberdayaan di bidang pertanian. Kegiatan ini berusaha memberikan kontribusi dan perubahan positif agar pemuda bisa lebih berkualitas dan menjadi bibit-bibit unggul serta mampu menumbuhkan semangat Millenial Agriculture Entrepreneur. Berdasarkan permasalahan tersebut, dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Fakultas Sains dan Teknologi bekerjasama dengan KNPI Kabupaten Sidenreng Rappang bermaksud ingin memberikan kegiatan Pelatihan ECommerce Bagi generasi Muda di Kabupaten Sidenreng Rappang Dalam Menumbuhkan Semangat Millenial Agriculture Entrepreneur. Sehingga dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, harapannya dapat membantu dalam penggunaan E-Commerce dalam kegiatan pelaksanaan Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di kabupaten Sidenreng Rappang yang menjadikan pemuda sebagai objek sasaran pelatihan. KNPI dipilih sebagai mitra karena organisasi tersebut merupakan representasi pemuda di kabupaten tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini merupakan rangkaian kegiatan yang mengajak mitra untuk mengamati, mempelajari, berbagi, mengkaji dan menganalisis pengetahuan tentang kondisi dan aspek terkait dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian (Mustanir et al. , 2. Tahapan dari pengabdian ini adalah: Tahap Persiapan Kegiatan Pada tahap ini, tim melakukan observasi terkait persoalan yang dihadapi mitra. Setelah itu, hasil observasi disampaikan kepada mitra sekaligus koordinasi dan berdiskusi bersama tentang masalah yang ditemukan oleh tim sehingga didapatkan permasalahan utama untuk diprioritaskan dalam penyelesaian masalah. Disamping itu, tim mempersiapkan materi dan instrumen pendukung lainnya. Sosialisasi dan Penyuluhan Pemanfaatan Aplikasi e-Commerce Pada tahapan ini, dilakukan sosialisasi untuk memperkenalkan aplikasi ecommerce bagi pemuda dan menjelaskan manfaat dari aplikasi tersebut yang Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. kaitannya dengan menumbuhkan semangat Agriculture Entrepreneur bagi pemuda di kabupaten Sidenreng Rappang. Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pada tahap ini, tim pengabdian melakukan pelatihan kepada mitra dengan melakukan demonstrasi secara langsung melalui pemaparan dan pendampingan terkait penggunaan aplikasi yang telah dibuat sebelumnya. Evaluasi dan Monitoring Tahap akhir dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memastikan pengetahuan yang telah diajarkan telah berjalan secara optimal serta peserta dapat mengaplikasikan secara langsung tentang aplikasi e-commerce ini. Disamping itu dilakukan survey untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi yang digunakan. Hasil dan Pembahasan Aplikasi E-Commerce sebagai wadah dalam menumbuhkan semangat Millenial Agriculture Entrepreneur Hasil observasi yang telah dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat didapatkan berbagai persoalan terhadap peningkatan semangat dalam berwirausaha bagi kalangan pemuda. Minimnya pengetahuan dan wadah dalam aspek pemasaran menjadi prioritas utama dalam menjawab persoalan yang dihadapi. Untuk itu hasil koordinasi dengan ketua KNPI kabupaten Sidenreng Rappang beserta jajarannya menginginkan adanya pelatihan dan pembuatan aplikasi e-commerce. Maka solusi yang dilakukan kepada mitra yakni dengan meningkatkan kemampuan mitra dalam pemasaran online dengan menggunakan aplikasi Youth Agropreneur, serta peningkatan keterampilan mitra menggunakan aplikasi dalam manajemen kewirausahaan dengan menggunakan aplikasi Youth Agropreneur. Aplikasi Youth Agropreneur dapat di download di Play Store untuk memasarkan hasil produk mitra. Aplikasi ini adalah aplikasi pemasaran produk dalam memudahkan konsumen untuk pemenuhan kebutuhan pada bidang pertanian, peternakan dan perikanan, aplikasi ini dibuat oleh tim pengabdian masyarakat. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Dokumentasi koordinasi dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Koordinasi Tim Pengabdian dengan Pengurus KNPI Vol. No. 1, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. Sosialisasi dan Penyuluhan pemanfaatan aplikasi e-commerce Kegiatan dilakukan untuk memberikan sosialisasi kegiatan, serta memberikan pengetahuan dan pemahaman awal mengenai e-commerce. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian menjelaskan keunggulan penjualan produk di marketplace seperti ecommerce ketimbang cara tradisional. Keunggulan lain yang dapat diraih antara lain: aplikasi ini adalah aplikasi yang diciptakan Tim pengabdian berkolaborasi dengan pengurus KNPI kabupaten Sidenreng Rappang, proses pemasaran menjadi lebih sederhana dan tidak memakan biaya yang tinggi karena aplikasi dapat dijangkau secara gratis, resiko penipuan dapat diminimalisir karena dikelola oleh orang-orang yang berkompeten, pencatatan produk secara realtime, serta penjualan produk yang lebih efektif. E-commerce dapat menjadi platform dalam menghubungkan penjual dan pembeli yang memiliki kecenderungan untuk membeli suatu produk. Adapun dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. Gambar 2. Sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan aplikasi e-commerce Pelatihan Penggunaan Aplikasi Youth Agropreneur Pada kegiatan pengabdian ini, tim memberikan pengetahuan kepada mitra terkait masalah fitur-fitur yang ada dalam aplikasi tersebut dimulai dari aktivitas transaksi jual-beli hasil produk, dan cara mengupload produk ke aplikasi Youth Agropreneur. Selain itu, mitra dibimbing untuk menginput data barang produk berupa foto produk, jumlah produk, harga jual serta cara melakukan transaksi melalui aplikasi Youth Agropreneur. Selain itu, kami memberikan pengetahuan tentang cara konsumen melakukan transaksi. Adapun dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar Gambar 3. Pelatihan penggunaan aplikasi Youth Agropreneur Abdimas Singkerru ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 4. Aplikasi Youth Agropreneur Evaluasi dan Monitoring Setelahan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan, selanjutnya dilakukan survey kepada peserta pelatihan dan pendampingan. Survey dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan berbagai pertanyaan terkait kegiatan yang Hasil survey dapat dilihat pada gambar 4, secara keseluruhan kepuasan peserta memiliki prosentase sebesar 84% yang artinya kegiatan ini dianggap efektif. Disamping itu, pendampingan dan monitoring ke lapangan dilakukan setiap 2 minggu Hal ini dilakukan untuk memastikan tingkat pemahaman warga serta keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dalam melakukan transfer teknologi telah tercapai dan tepat sasaran. Hasil evaluasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa pemanfaatan e-commerce dapat meningkatkan keterampilan dan Hal ini sejalan dengan pendapat (Latifah et al. , 2. yang menyatakan bahwa pelatihan pemanfataan e-commerce menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda sebagai sarana untuk menjual produk yang mereka hasilkan secara online yang pangsa pasarnya bisa lebih luas. Vol. No. 1, 2022 ISSN 2776-7477 (Onlin. Gambar 5. Hasil survey evaluasi kegiatan Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, dapat disimpulkan hasil pelatihan e-commerce bagi generasi muda di kabupaten Sidenreng Rappang dalam menumbuhkan semangat millenial agriculture Entrepreneur dapat membantu pelaku usaha mikro kalangan muda dalam meningkatkan pemasaran produk, membantu meningkatkan perekonomian pemuda, memberikan wawasan akan pentingnya dunia digital dan mengetahui cara berwirausaha yang efektif yang sesuai dengan hasil survey sebesar 84%. Perlu diperhatikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti hanya pada saat kegiatan dilaksanakan. Namun, hal ini perlu adanya follow up bagi organisasi KNPI Kabupaten Sidenreng Rappang, serta sebaiknya melakukan kolaborasi pemerintah kabupaten, sehingga pemuda yang ingin berwirausaha dapat berjalan dengan lancer dan efesien dan mampu memotivasi generasi muda yang lain untuk berwirausaha. Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih kami berikan kepada KNPI kabupaten Sidenreng Rappang atas kerjasamanya dalam menyukseskan acara ini. Serta, beberapa panitia yang terlibat dalam perencanaan sampai selesainya kegiatan ini. Referensi