https://doi. org/10. 37731/log. Studi Teologis Prinsip Penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16 Yonatan Alex Arifianto Kristien Oktavia Matius I Totok Dwikoryanto Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Salatiga Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia. Semarang Sekolah Tinggi Teologi Kadesi. Yogyakarta alex@sttsangkakala. kristienoktavia@gmail. dk@ymail. Diterima : 10 September 2020 Direvisi : 25 November 2020 Disetujui : 3 Desember 2020 Abstrak Gereja yang memiliki pola pikir yang salah terhadap prinsip dan konsep penginjilan maka akan mengalami hal yang tidak dapat menambahkan anggota jiwa baru kedalamnya, karena prinsip dan konsep misi sangat penting dalam pertumbuhan gereja. Terlebih gereja masuk dalam kompetisi persaingan yang tidak sehat dengan mencuri domba atau jiwa dari gereja lain. mendeskripsikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini dapat dimulai dengan analisa teks sehingga menghasilkan hasil temuan antara lain: pertama. Tanggung jawab dan keharusan orang yang percaya kepada Tuhan untuk Menginjil. Kedua Paulus rela melepaskan hak demi Injil dan ketiga Tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi kristus. Sebab injil harus diberitakan seperti yang dilakukan oleh Paulus ada dasar yang kuat untuk berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun Paulus dalam memotivasinya. Kata Kunci : Penginjilan. Prinsip misi, memegahkan diri, demi injil. Abstract church that has the wrong mindset towards the principles and concepts of evangelism will experience things that cannot add new soul members to it, because the principles and concepts of mission are very important in church growth. So that the church enters into unhealthy competitive competition by stealing sheep or souls from other churches. The author by using a descriptive qualitative approach to this research can begin with text analysis so as to produce findings, among others: first, the responsibility and obligation of people who believe in God to Second. Paul was willing to give up the rights for the sake of the gospel and third There is no reason to boast all for Christ. Because the gospel must be preached like Paul did, there is a solid basis for being in God's mission through the papa Paul built. Keyword: Evangelism. Mission principle, boast, for the sake of the gospel. https://doi. org/10. 37731/log. PENDAHULUAN Menjadi pelaku amanat Agung dalam penginjilan merupakan salah satu tugas penting gereja dan orang percaya yang sudah dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang yang ajaib, karena tugas misi ini diperintahkan secara langsung oleh Tuhan Yesus kepada orang percaya sebelum Ia terangkat ke sorga. Tetapi sampai hari ini, masih banyak orang percaya yang memiliki pengertian dan paradigma yang keliru tentang penginjilan. Dengan beranggapan bahwa penginjilan atau memberitakan kabar baik itu hanya dikerjakan oleh para pendeta maupun para pelayan Tuhan saja yang full time melayani Tuhan. Terlebih menganggap misi adalah pekerjaan gereja besar dan memiliki kapasitas dan kapabilitas kemampuan dana. Bahkan banyak gereja yang memiliki pola pikir yang salah terhadap prinsip dan konsep penginjilan. Cara bertumbuh gereja yang dianggap populer dan secara luas keliru dipahami turut memberi sumbangsih masalah yang ada. Ribuan pendeta menjadi terampil dalam menumbuhkan gereja dari Segi jumlah, menghasilkan jemaat yang besar jumlahnya, tetapi tidak mengalami perubahan Tampaknya, kebanyakan pertumbuhan yang diperoleh melalui gereia-gereja yang "sukses" itu mencerminkan kemampuan mereka untuk menangkap pangsa pasar rohani setempat, yang mengorbankan gereja-gereja lain yang tidak mampu bersaing. 1 Dengan kata lain mereka masuk dalam kompetisi persaingan gereja yanag tidak sehat dengan mencuri domba atau jiwa dari gereja lain. Tantangan misi juga dapat berasal dari ekternal yaitu kaum intoleransi yang fundamentalis tidak menginginkannya kekristenan bertumbuh. Tetapi seharusnya tantangan yang dihadapi dalam penginjilan, semestinya tidak menciutkan para pekabar Injil, apalagi menghentikan aktivitas penginjilan. Kesulitan, hambatan atau apa pun alasannya semestinya mendorong para penginjil atau umat Allah untuk berserah pada Allah. Maka itu diharapkan bagi orang percaya untuk menjadi fokus pada kesaksian orang Kristen terhadap sesamanya adalah menolong orang yang belum percaya Yesus menjadi mengenal Dia dan mempercayaiNya. Untuk dapat menjadi saksi Kristus yang efektif, orang percaya perlu mengenal dan belajar beberapa prinsip-prinsip yang dapat dipakai untuk Eddie Gibbs. Kepemimpinan Gereja Masa Mendatang (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 81. Hannas and Rinawaty. AuMenerapkan Model Penginjilan Pada Masa Kini,Ay Kurios 5, no. : 175Ae89. https://doi. org/10. 37731/log. melakukan pendekatan kepada orang. 3 Memberitakan Injil dibutuhkan keberanian atas dasar kasih terhadap panggilan Allah menjalankan mandat Amanat Agung. Maka penulis ingin mendeskripsikan kajian tentang Studi Teologis Prinsip Penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16 sebagai prinsip misi bagi gereja dan orang percaya masa kini. METODE Jenis penelitian dalam paper ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif 4 Melalui metode tersebut penulis dapat memaparkan tentang Studi teologis Prinsip Penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16, maka penulis melakukan analisis terhadap teks Hal itu untuk membantu proses analisis memunculkan prinsip Paulus, penulis juga melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber literature berupa jurnal teologi ataupun buku-buku yang sesuai dengan tema, sehingga diperoleh gambaran tentang prinsip penginjilan Paulus dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan kajian eksegesa sebagai tahap pertama untuk menganalisi teks, kemudian memahami kata-kata dalam teks tersebut, lalu hasil dari pemahaman tersebut dipaparkan secara deskriptif sistematis sesuai kaidah penulisan, namun analisis terhadap teks 1 Korintus 9:16 tidak sepenuhnya dilakukan dengan proses analisis kata, melainkan dilakukan dengan mengartikan bagian penting dalam teks tersebut lalu penulis juga memberikan tujuan penulisan bahwa prinsip penginjilan Paulus secara deskriptif. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Pertobatan Paulus Rasul Paulus lahir di Tarsus (Kis 22: . sebuah kota yang terkemuka di zaman itu di wilayah Kilikia. 5 Paulus adalah Saulus yang meminta surat kepada Sanhedrin untuk membinasakan orang Kristen, tetapi setelah bertobat. Saulus mengambil nama dalam bahasa Yunani, yaitu Paulus. berasal dari suku Benyamin, tetapi ia juga memiliki kewarganegaraan Roma (Kis 22: . Di kota Tarsus. Paulus mendapat kesempatan belajar tentang cara hidup bangsa yang bukan Yahudi, ia menerima didikan menurut adat istiadat Yahudi. Pada usia 13 tahun, orang tuanya mengirimkan Seri Damarwanti. AuPandangan Rasul Paulus Tentang Jembatan Pengantar Injil. Kajian Misiologi Terhadap I Korintus 9:1-23,Ay SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 2020, https://doi. org/10. 46495/sdjt. Sonny Eli Zaluchu. AuStrategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. : 28Ae38, https://doi. org/10. 46445/ejti. Wangerin Walter. Paulus Si Rabi Yahudi (Yogyakarta: kanisius, 2. , 256. https://doi. org/10. 37731/log. Paulus ke Yerusalem untuk memperdalam sekolah Tauratnya dan membekali diri untuk menjadi seorang rabi, dan ia belajar di bawah bimbingan guru besar dan yang sangat tersohor pada waktu itu, yaitu Gamaliel. (Kis 22:. Gamaliel adalah rabbi termahsyur pada zaman itu, ia sangat berpengaruh, disegani dan dihormati semua orang di Yerusalem (Kis 5:34-. Di bawah bimbingan Gamaliel. Saulus mendapatkan pengetahuan mendalam tentang Taurat dan bergabung dalam kelompok Farisi militan. 6 Rasul Paulus merupakan tokoh Alkitab yang memiliki kepribadian dan karakter yang luar biasa sekaligus menarik untuk melihat prinsip hidupnya terlebih prinsip penginjilannya menjadi kajian studi yang bermanfaat bagi orang percaya masa kini sebagai teladan. Paulus mengakui bahwa menjadi Rasul Yesus Kristus, yang sebelumnya mengaku diri sebagai seorang Farisi (Fil. 3: . yang Aujauh lebih majuAy di antara teman sebayanya dalam hal pengetahuan ajaran agama Yahudi. Dengan segala kesetiaannya terhadap Hukum Taurat ia buktikan dengan cara Aumenganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannyaAy(Gal. 1: 13-. Namun setelah menjadi rasul Tuhan Yesus Kristus, ia menganggap apa yang dahulu sangat ia banggakan itu, tidak lebih hanya sebagai AusampahAy yang harus ditinggalkan dan dibuang karena kemuliaan akan pengenalan terhadap Tuhan Yesus Kristus lebih penting dari apa yang diterimanya di dunia (Fil. 3: . Perjalanan ke damsyik adalah awal membawa hidupnya sebagai kawan sekerja Allah untuk misi penyelamatan manusia. Pada waktu tengah hari, tiba-tiba sebuah cahaya yang membutakan mata Rasul Paulus itu bersinar mengelilingi Paulus dan temantemannya. Paulus rebah ke tanah dan kedengaranlah suatu suara berkata kepadanya, "Saulus. Saulus mengapa engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah engkau. Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat" (Kis 9:4-. Dalam 1 korintus 9:1 paulus menekankan dengan kepastian bahwa ia pernah berjumpa dengan Yesus. perjumpaan inilah yang terus menginspirasi dan membawa Paulus untuk mengenal lebih dalam Yesus Kritus. Dari peristiwa itu membuat Paulus menjadi tokoh pioner pasca perjumpaan supernaturalnya dengan Paulus Toni Tantiono. AuPENGARUH RASUL PAULUS DALAM SEJARAH KEKRISTENAN Sebelum Ae Sesudah Pertobatan Ae Tradisi,Ay Jurnal Filafat-Teologi 7, no. : 83Ae105. https://doi. org/10. 37731/log. Yesus dalam perjalanan ke Damsyik. 7 Dan akhirnya Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. (Kis 9:. faktor penting dan menentukan dari kehidupan Paulus sebagai rasul Tuhan Yesus Kristus ialah AuspiritualitasnyaAy. Namun dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa Rasul Paulus telah mengalami transformasi kehidupan sebagai akibat dari perjumpaannya dengan Kristus. Pertemuan Saulus dengan Yesus . ang sering disebut AupertobatanAy dalam bahasa rohan. menjadi titik balik kehidupan Saulus yang menentukan arah hidupnya, bahkan arah hidup 9 Pertobatan Paulus menjadi titik tolak dalam menggenapi rencana Tuhan untuk menjadi pribadi yang terus dalam memberitakan kesaksian tentang Yesus. dalam konteks Allah menyelamatkan Paulus karena kasih karunia, dan memberikan suatu tugas yang istimewa yaitu pelayanan kepada orang-orang bukan Yahudi. 10 Hal itu disebabkan atas dasar motivasi hidup dan karya Paulus ialah Yesus Kristus yang telah mengasihinya secara total sampai mengurbankan diriNya di salib. Rasul Paulus sungguh-sungguh terpesona oleh cinta Kristus dan karena itu misi tunggalnya ialah menyebarkan Injil Kristus sampai ke ujung dunia. Analisis 1 korintus 9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Korintus 9:. dalam bahasa Yunani ayat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut a A aO, a iEE NA A A aEA a A aEE a aEO. Co 9:16 BGT)12 yang dapat dimaknai: ean . ata penghubung: jikalau. ada kalanya ), eanper jika,) gar . ata penghubung: karena. ktif dan Sonny Zaluchu. AuAnalisis Kisah Para Rasul 15 Tentang Konflik Paulus Dan Barnabas Serta Kaitannya Dengan Perpecahan Gereja,Ay Kurios 4, no. : 107Ae17, http://w. id/e-journal/index. php/kurios. Yusak Tridarmanto. AuSpiritualitas Rasul Paulus,Ay Gema Teologi: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian 39, no. : 15Ae32, https://journal-theo. id/index. php/gema/article/view/191. Tantiono. AuPENGARUH RASUL PAULUS DALAM SEJARAH KEKRISTENAN Sebelum Ae Sesudah Pertobatan Ae Tradisi. Ay Desti Samarenna. AuRahasia Allah Dalam Pelayanan Paulus Menurut Efesus 3:8-13,Ay EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 2, no. : 61, https://doi. org/10. 33991/epigraphe. Tantiono. AuPENGARUH RASUL PAULUS DALAM SEJARAH KEKRISTENAN Sebelum Ae Sesudah Pertobatan Ae Tradisi. Ay BibleWorks ceased operation as a provider of Bible software Tools. AuBibleWorks,Ay 2018. https://doi. org/10. 37731/log. medium memberitakan kabar baik/Injil . epada orang yang akan diberitaka. idak atau bukan atau jangan ) estin . mperative, bentuk kata perintah. isyi, estw dan htw, orang ke-3 jamak estwsan. infinitif einai. imperfek hn dan hmhn. asa depa. enghubungkan pokok kalimat dengan sifatnya/pelengkapny. ermegah atau memegahka. anagkh (Seharusnya dengan sendirinya harus tanpa paksaa. ata penghubung, meman. elakalah ada sesuatu hal yang tidak bai. gar (Karena atau meman. moi (Kepada k. eberadaan hidup yang akan terjad. ean ( jikalau atau asal saja kata bersyara. esungguhnya Tidak atau sekali-kali takka. emberitakan kabar bai. Dari analisis ayat diatas didapati makna yang pertama adalah makna perintah dengan bertujuan sampai kemasa depan dengan asal kata anagkh tanpa paksaan harus dengan sendirinya berarti hal ini adalah sebuah tanggung jawab dan keharusan yang didasari bukan karena paksaan bagi orang percaya untuk memberitkan Injil. Matthew Hendry Mengungkapkan bahwa itu bukan suatu kebebasan namun kewajiban yang menjadi tanggung jawab dan urusan Paulus. 13 Sebab hal itu mengacu panggilan Tuhan kepada Paulus secara pribadi yang tidak dapat ditolak oleh Paulus. 14 Analisis ini dapat dilihat dari bahasa asli yang memakai kata aO yang merupakan kata kerja subjunktif present middle orang pertama Tunggal, artinya suatu bentuk kata kerja untuk mengungkapkan kebutuhan, saran, harapan, atau pengandaian yang berbeda dengan kenyataan. 15 Dalam pengertian khusus bersifat sebagai bentuk kalimat meminta, perintah, permintaan,dan sebagainya, untuk mengekspresikan kebutuhan . atau saran . 16 Kata aO dalam bahasa aslinya diterjemahkan sebagai to bring good news and in new testament, as making known God's message of salvation with authority and power tell the good news, make known the gospel, evangelize. 17 Kata ini memberikan penjelasan HenryAos Matthew. AuMatthew Henry Commentary On Whole Bible,Ay last modified 2002, https://w. com/commentaries/matthew-henry-complete/1 Korintusl/2. AuThe Wycliffe Bible Commentary,Ay Biblestudytoolscom, last modified 2014, accessed November 30, 2020, https://w. com/wyc/. Ted. Hildebrandt. Matering New Testament Greek Textbook (Grand Rapids: Published by Baker Academic, 2. , 121. James M. Efird. A Grammar For New Testament Greek (Eugene Oregon: Previously Published by Abingdon, 2. , 49-50. Timothy Friberg and Barbara Friberg. Analytical Greek New Testament (GNM), 2nd ed. : Timothy and Barbara Friberg, 1. BibleWorks, v. https://doi. org/10. 37731/log. sebagai sebuah pengandaian dalam bentuk perintah untuk memberitakan pesan keselamatan Allah dengan otoritas dan kuasa memberitakan kabar baik, memberitakan Injil. Hal ini diperjelas dalam bahasa asli kata aO, yang dianalisis kata yang berasal dari kata kerja dasar aO yang diterjemahkan sebagai the much more common of command yang artinya perintah untuk suatu tindakan yang jauh lebih dari pengertian umum. Kedua kata perintah diperjelas dan ditunjukkan dalam clausa kata selanjutnya dalam kata a iEE yang dapat dilihat dari kata . ngkapan pertama kata ) yang merupakan pronoun personal dative singular yaitu kata ganti yang menunjuk kepada subjek yaitu pribadi, kata ini diperjelas dari kata N yaitu kata benda nominatif neuter tunggal yang diterjemahkan sebagai justification for boasting, right to boast artinya tidak ada pembenaran untuk menyombongkan diri, hak untuk menyombongkan diri. 19 Yang berati not by means of compulsion yaitu tidak dengan paksaan, yang diperluas dalam pengertian bahasa asli bermakna not from a feeling of inward necessity constrain, compelling obligation. 20 Artinya kebutuhan, paksaan, paksaan. dari perasaan kendala kebutuhan batin, kewajiban yang memaksa. Begitu juga dengan perbandingan terjemahan bahasa Inggris KJV. NIV. NIRV yang memeberikan makana pada kata asli yang ditekankan dalam kata selanjutnya A . Co 9:16 BGT) yaitu I have nothing to glory of: for necessity is laid upon me, artinya Aku tidak memiliki apa-apa untuk dimuliakan: karena kebutuhan diletakkan di atasku . Kor 9:16 KJV). 22 Yang berarti aO mempunyai hak dan kewajiban atas semua yang dianugerahkan Allah dengan otoritas dan kuasa memberitakan kabar baik, memberitakan Injil, namun tidak ada berhak untuk memegahkan pada kata N yang disebutkan sebagai hak kepentingan pribadi. Mengacu pada ayat sebelumnya bahwa rasul Paulus juga menekankan adanya hak-hak para rasul yang seharusnya didapatkannya . Kor 9:4-. , maupun alasan-alasan di balik hak Bauer. Walter. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature. Edited by Frederick W. Danker. 3rd ed. Chicago: University of Chicago Press, 2000. BibleWorks. Newman. Jr. Barclay M. A Concise Greek-English Dictionary of the New Testament. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 1993. BibleWorks, v. Timothy Friberg and Barbara Friberg. Analytical Greek New Testament (GNM), 2nd ed. : Timothy and Barbara Friberg, 1. BibleWorks, v. Timothy Friberg and Barbara Friberg. Analytical Greek New Testament (GNM), 2nd ed. : Timothy and Barbara Friberg, 1. BibleWorks, v. Tools. AuBibleWorks. Ay https://doi. org/10. 37731/log. tersebut, tetapi rasul Paulus tidak menggunkan hak itu untuk kepentingan pribadinya melaikan menggunkan waktu dan tenaga untuk pemberitaan Injil dan tidak dihalangi dengan segala hak tersebut . kor 9:7-. Sehingga bagi rasul Paulus memberitakan Injil harus melepaskan haknya demi Injil sebab tidak ada alasan baik memgahkan diri, keuntungan maupun jabatan rasul baginya, dengan tujuan yang jelas melepaskan semuanya demi Injil. Ketiga tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi Kristus dari kata kauchma yang berasal dari kata kaucaomai kauchaomai yang memiliki arti ada dasar yang dapat menyombongkan diri. Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Ay Dari ayat ini tertuang tiga prinsip yang diutarakan oleh rasul Paulus berkenaan dengan pemberitaan Injil, bahwa ia harus memiliki tanggung jawab dan keharusan sebagai orang percaya kepada Tuhan untuk menginjil. Lalu Paulus berani melepaskan Hak demi Injil, dan tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi kristus. Sebab penginjilan mengacu pada memberitakan kabar baik keselamatan dalam Yesus Kristus dan memenangkan jiwa kepada-Nya. Penginjilan dan kesaksian menjadi bagian utama hidup orang percaya. Tanggung jawab dan keharusan orang percaya untuk memberitakan Injil Rasul Paulus adalah salah satu teolog besar dalam Perjanjian Baru yang kaya dengan pemikiran teologis. 23 Dengan memiliki tujuan utama bersaksi dan membawa kabar keselamatan bagi manusia. Dalam kajian teologi tentang Injil yang diberitakan dalam konteks jemaat Korintus ini adalah supaya mereka yang percaya maka akan memperoleh hidup dalam kebenaran Allah. Kebenaran Allah juga menunjuk pada karakter Allah Sebab dengan orang percaya kepada Yesus maka injil itu bagiannya. 24 Karena pesan inti dari pembenaran adalah bagian penting dari percaya kepada Injil. Injil di dalamnya ada pesan dan kuasa dari kebenaran Allah. Kebenaran itu yang disetujui atau diterima oleh Allah untuk menghindari orang dengan kesombongan bahwa mereka dapat selamat dari hasil dan jasa usaha sendiri. 25 Keselamatan yang diterima selayaknya menjadi David Eko Setiawan and Dwiati Yulianingsih. AuSignifikansi Salib Bagi Kehidupan Manusia Dalam Teologi Paulus,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2019, https://doi. org/10. 34081/fidei. HenryAos Matthew. AuMatthew Henry Commentary On Whole Bible,Ay 2002, https://w. com/commentaries/matthew-henry-complete/1 Korintus/2. HenryAos Matthew. https://doi. org/10. 37731/log. bagian dari sikap orang percaya untuk taat melakukan amanat Agung yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Sebab mandat Tuhan Yesus menuntut orang percaya menjadi terang baik sebagai individu maupun secara komunal. Karena Tuhan memberikan belas kasihan dan pertobatan yang akan menuntun kepada orang sehingga di mana komunitas orang percaya bekerja bersama untuk mengubah ketidakadilan dan mengubah masyarakat yang tidak humanis menuju sebuah tatanan yang lebih baik dan lebih aman untuk didiami,26 dan ada perubahan yang signifikan dalam bermasyarakat ketika orang percaya menjadi garam dan terang dunia. Hal itu akan muncul dalam diri orang percaya ketika menyadari keselamatan menjadi bagian penting dari esensi hidup ini. Untuk itu tugas memberitakan Injil adalah sebuah aksi yang tidak dapat ditawar lagi bagi setiap orang percaya yaitu orang yang mengaku dirinya Kristen, karena seperti Rasul Paulus berkata: Auagar aku mendapat bagian dalam Injil, adalah sebuah tujuan bersama yang ingin dicapai seluruh orang Kristen, bukan hanya orang-orang tertentu saja. 27 Hal ini sama yang dinyatakan Tuhan bahwa setiap orang percaya mempunyai tanggung jawab untuk memberitakan kabar baik, kabar Memberitakan kabar baik merupakan perintah dan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Perintah-Nya yang tertulis dalam Matius 28: 18-20 untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Wiersbe menjelaskan sebagai tugas besar untuk dilaksanakan, dan dimanapun orang percaya haruslah menjadi saksi. Dalam konteks aslinya kata AuevanggelisoAy evanggelisoAy merupakan satu istilah yang dipakai dalam kemiliteran Yunani. Kata ini memiliki arti Auupah yang diberikan kepada pembawa berita kemenangan dari medan tempur, dan atau berita kemenangan itu sendiri. AyKemudian orang Kristen menggunakan kata AuevanggelisoAy . untuk menjelaskan AuberitaAy tentang pengorbanan dan atau karya Yesus Kristus sebagai sebuah kabar baik. Kata evanggeliso, atau evanggeliso sinonim dengan kata AuAAEEOAy . Kata ini pada mulanya adalah satu istilah yang dipakai untuk seorang utusan resmi . tusan itu disebut keru. yang menyampaikan Caprili Guanga. AuMisiologi Regnosentris Paul Knitter : Sebuah Kritik Dan Koreksi,Ay Veritas : Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 2004, https://doi. org/10. 36421/veritas. Damarwanti. AuPandangan Rasul Paulus Tentang Jembatan Pengantar Injil. Kajian Misiologi Terhadap I Korintus 9:1-23. Ay Wiersbe Warren w. The Bible Exposition Commentary. An Exposition of The New Testament Comprising the Entire AuBEAy Series (Illionis: Victor Books, 1. , 107. https://doi. org/10. 37731/log. pengumuman dari raja. 29 Sedangkan Tomatala menjelaskan Amanat agung berdasarkan etimologi bahwa istilah misi berasal dari bahasa latin missio yang diangkat dari kata dasar mittere, yang berkaitan dengan kata missum, yang artinya mengirim atau mengutus. 30 Padanan kata ini dalam bahasa Yunani ialah aposttelo, yang berarti mengirim dengan otoritas. 31 Dengan demikian pengertian kata misi adalah utusan yang dikirim, membawa dan memiliki otoritas penuh dari pengutus, untuk tujuan yang khusus yang dicapai dari rencana tersebut. Jadi terminologinya terletak pada Allah sebagai inisiator misi serta Allah adalah pengutus terlebih juga penggenap Oleh karena Allah sendiri sebagai sumber misi maka jelaslah jika landasan bagi rencana Allah yang kekal ini beranjak dari hati-Nya, dan Ia berinisiatif untuk melaksanakan misi-Nya. Pelaksanaan misi itu harus dan wajib ditunjang oleh kekuatan dan kuasa Tuhan guna mencapai misi tersebut. Tomatala mengungkapkan bahwa: Penginjilan merupakan salah satu dari empat pilar Penginjilan adalah rancangan dan karya Allah yang menghimpun bagi diri-Nya suatu umat untuk bersekutu, menyembah dan melayani Dia secara utuh dan serasi. 34 Selaras dengan hal tersebut Shipman menegaskan bahwa Amanat Agung adalah memaparkan rencana penginjilan dan perintisan jemaat-jemaat, serta menyelesaikan pelayanan penebusan Yesus Kristus, yang dimungkinkan oleh darah-Nya sendiri dan dinyatakan melalui karya rasul. Demikianlah Amanat Agung adalah cetak biru bagi pelaksanaan penginjilan oleh para rasul dan orang moderen. Tujuan Paulus memberitakan kabar keselamatan dalam Injil adalah supaya dapat memenangkan jiwa bagi Tuhan sebanyak mungkin yang dapat dijangkau, sebab Paulus menyadari bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan upah dosa adalah kematian atau maut yang dapat membawa kepada kebinasaan kekal. Dan Paulus juga menyadari untuk dapat hidup kekal dibutuhkan karunia Allah yang hanya didapat dalam Yesus Kristus melalui percaya kepadaNya (Rom 3:23. Terlebih Paulus mempercayai bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang dapat menyelamatkan Yakob Tomatala. Penginjilan Masa Kini 1 (Malang: gandum mas, 2. , 24Ae25. Yakob Tomatala. Teologi Misi (Jakarta: YT Leadership Foundation, 2. , 16. David J. Bosch. Tranformasi Misi Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 1. Stephen Tong. Teologi Penginjilan (Surabaya: Momentum, 2. , 50. Dr. Yakob Tomatala. Penginjilan Masa Kini Jilid I (Malang: Gandum Mas, 2. Tomatala. Penginjilan Masa Kini 1, 3. Shipman Michael K. Amat Agung: Karya Kerasulan Kuno Dan Kini (Jakarta: Rahayu Grup, 2. , 67. https://doi. org/10. 37731/log. setiap orang percaya (Roma 1:16-. Dengan kata lain, semua manusia membutuhkan anugerah keselamatan dan anugrah pengampunan akan dosa, dan membawa manusia pada keselamatan, dan itu hanya dapat diperoleh di dalam nama dan melalui karya penebusan Kristus Yesus (Kis 4:12. 1 Petr 2:. Karena Sejak abad permulaan, perintah untuk memberitakan Injil merupakan perintah yang jelas, yang diberikan kepada setiap orang percaya. Seperti yang sudah diketahui secara umum AyInjilAy berasal dari istilah Yunani AuEvanglionAy yang berarti Kabar Baik. Akan tetapi kata tersebut hanya merujuk khusus Kabar Baik yang bersumber dari Allah. 36 Sebab dasar dari pelaksanaan misi tersebut adalah berkaitan dengan sifat sejati Allah yang dituangkan dalam kasih yang aktif. Maka itu apapun kondisi dan situasi yang dialami Paulus, tetap memprioritaskan penginjilan bagi orang yang belum mengenal keselamatan dalam Yesus. Hal ini disebabkan karena perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah hidupnya sehingga meneladani Yesus. Sebab Yesus Kristus datang ke dunia adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:. Konsep ini juga menjadi bagian penting dari pernyataan Yesus yang menjadi dasar panggilan orang Kristen sebagai garam dan terang dunia,38 maka dari itu orang percaya harus memprioritaskan dalam memberi kesaksian hidup bagi mereka yang belum percaya kepada Tuhan. Melepaskan hak demi Injil Melihat Amanat Agung yaitu tugas memberitakan Injil atau kabar baik kepada setiap suku, maka perlu kerelaan untuk melakukannya. Para rasul telah terlebih dahulu memberikan teladan bagaimana mereka memberitakan Injil, dengan kerelaan sampai kesetiap tempat bahkan mati syahid, ini membuktikan bahwa Injil sungguh satu-satunya jalan keselamatan. 39 Pekabaran injil merupakan pekerjaan yang besar, perlu kerelaan yang sungguh dalam mengerjakannya. Rela dan mau menjadi hamba, dengan menghambakan diri kepada Tuhan dengan melepaskan haknya Imannuel Sukardi. Berkat-Berkat Surat Roma (Surakarta: STT Berita Hidup, 2. , 23. Sonny Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 61, https://doi. org/10. 30648/dun. Dorkas Orienti Daeli and Sonny Eli Zaluchu. AuAnalisis Fenomenologi Deskriptif Terhadap Panggilan Iman Kristen Untuk Kerukunan Antar Umat Beragama Di Indonesia,Ay SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi. Pendidikan. Sains. Humaniora Dan Kebudayaan 1, no. : 44Ae50, https://doi. org/10. 36588/sundermann. Shipman Michael K. Amat Agung: Karya Kerasulan Kuno Dan Kini, 29. https://doi. org/10. 37731/log. secara sadar, supaya berita injil dapat disampaikan. Menghambakan diri dalam melayani dan juga memerlukan kerelaan menghadapi tantangan. Rasul Paulus rela dan menyadari dirinya sebagai hamba walaupun memiliki jawatan kerasulan. 40 Paulus dengan tegas mendasari hidupnya dengan mengingatkan akan status kerasulannya yang didapat dari Yesus . Kor 9:1-. , bahkan Rasul Paulus juga menekankan adanya hak-hak para rasul yang seharusnya didapatkannya . Kor 9:. , maupun alasan-alasan di balik hak tersebut, tetapi rasul Paulus tidak menggunkan hak itu untuk kepentingan pribadinya melaikan menggunkan waktu dan tenaga untuk pemberitaan Injil dan tidak dihalangi dengan segala hak tersebut . kor 9:7-. Terlebih rasul Paulus tidak mencari kemuliaan dan kemasyhuran namanya sendiri, sebab segala kekuatan yang ada padanya, segala keberhasilan yang diperoleh dalam karya kerasulannya tidak lain tidak bukan datang dan bersumber dari kekuatan Injil, kekuatan Yesus Kristus. Rasul Paulus ingin mengoreksi konsep pikir jemaat Korintus yang keliru. Ia tidak mau menerima tunjangan memberikan penekanan melepaskan hak semata-mata karena ia mau meberitakan Injil. Hal itu adalah pertimbangan Paulus sebagai keputusan yang tepat untuk tidak mau menerima tunjangan karena didasarkan pada pertimbangan efektivitas Injil yang menjadi prioritas hidupnya. Kor 9:12. , bukan ketidaklayakan Paulus untuk mendapatkan hak Sebab bagi Paulus bahwa jiwa lebih berharga, karena tidak ada penjangkauan jiwa yang berhasil dari usaha yang setengah-setengah. Diperlukan totalitas sebab totalitas misi yang dilakukan Rasul Paulus menjadi sebuah model dalam membangun jembatan kepada pihak/ komunitas tertentu. 42 Jadi memberitakan Injil adalah kesempatan yang istimewa dan dapat diberikan Allah untuk mengabarkan kasih Kristus kepada orang lain sebagai pekerjaan yang indah, karena itu sebagai orang percaya tidak perlu takut sungkan di dalam memberitakan Injill. Jika berpijak pada pengertian di atas berarti tugas pemberitaan Injil ini adalah keharusan sebagai tanda syukur, sukacita dan kerinduan hidup sebagai orang Kristen. Dengan kata lain pemberitaan Samuel Purdaryanto. AuSTRATEGI MELAYANI UNREACHED PEOPLE GROUPS BERDASARKAN KAJIAN EKSEGETIS 1KORINTUS 9: 19-23,Ay Manna Rafflesia, 2020, https://doi. org/10. 38091/man_raf. Tantiono. AuPENGARUH RASUL PAULUS DALAM SEJARAH KEKRISTENAN Sebelum Ae Sesudah Pertobatan Ae Tradisi. Ay Damarwanti. AuPandangan Rasul Paulus Tentang Jembatan Pengantar Injil. Kajian Misiologi Terhadap I Korintus 9:1-23. Ay https://doi. org/10. 37731/log. Injil merupakan gaya hidup yang sesuai dengan Kristus. Jadi tidak ada alasan bagi mereka yang percaya pada Kristus untuk tidak memberitakan Injil. Karena seharusnya Penginjilan dan kesaksian sebagai gaya hidup ditandai dengan penyerahan total kepada Tuhan Yesus Kristus, secara konsistensi. Hal itu menjadi fokus dan tidak ada yang dapat diabaikan. Sebab penginjilan dan kesaksian harus melibatkan pancaran jujur akan kasih karunia keselamatan Allah dan kasih dari kehidupan orang percaya yang diubahkan. Tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi Kristus Analisis kata penting selanjutnya pada kata aE, makna kata berhubungan dengan personal seperti yang ditekankan pada kata N, namun kata . ngkapan kedua pada kata ) dalam bagian ini mengalami perluasan makna sebagai AnC yang bermakna intensify and emphasize the subject of that verb or show contrast to a previous referent artinya mengintensifkan dan menekankan subjek dari kata kerja tersebut atau menunjukkan kontras dengan rujukan sebelumnya. Makna kata memperjelas kepada kata aE sebagai kata kerja present indikatif pasif orang ketiga tunggal sebagai statement as opposed to the imperative command,45 artinya menunjukkan kewajiban kepada pribadi lainnya yang bersifat perintah yang diterjemahkan sebagai be imposed . kepada kata kerja aE yaitu of persistent demands continue insisting ,46 Kata ini berarti diberlakukan, dikenakan . untuk tuntutan yang terus-menerus terus mendesak kepada pemberitaan Injil. Hal ini diungkapkan kembali pada kata . ngkapan ketiga pada kata ) aEE a aEO, hal ini menunjuk kepada kata aEO yang bermakna seperti yang dijelaskan pada bagian kata penting pertama dalam analisis 1 Korintus 9:16 bahwa pemberitaan Injil yang dilakukan oleh orang percaya adalah suatu tindakan untuk tidak menjadi alasan untuk bermegah atau menyombongkan diri . Kor. 9:16-. Tumpal H Hutahaean. AuSignifikansi Apologetika Dalam Penginjilan,Ay STULOS, 2019. Djuwansah Suhendro P Stephanus. AuMengajarkan Penginjilan Sebagai Gaya Hidup Orang Percaya,Ay Redominate, 2019. Ted. Hildebrandt. Matering New Testament Greek Textbook (Grand Rapids: Published by Baker Academic, 2. , 26-30. Newman. Jr. Barclay M. A Concise Greek-English Dictionary of the New Testament. Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 1993. BibleWorks, v. https://doi. org/10. 37731/log. Bagian ini merupakan penjelasan terhadap ayat 1 Korintus 9:15 bagian akhir. Rasul Paulus menekankan bahwa tujuan dan maksudnya adalah supaya ini tidak ingin disalahpahami oleh jemaat korintus, seolah-olah ia sedang meninggikan diri karena kerasulannya. Namun dalam hal yang memang menjadi bagian melekat dalam Paulus yang tidak dapat disangkal memiliki kemegahan, karena predikat Rasul. Namun hal itu tidak menjadi alasan, sebab yang terpenting bagi Paulus pemberitaan Injil yang dilakukannya secara terus-menerus dan menjadi gaya hidup maka bagi Paulus hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan. Karena bagi Paulus Yesus lebih utama dalam kehidupannya. Sejatinya Paulus mengajarkan kepada orang percaya bahwa memberitakan Injil adalah tugas orang Kristen tanpa harus bermegah ketika sudah Yang diharapkan Paulus adalah setiap pribadi yang sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus, memiliki kewajiban tugas mutlak untuk memberitakan Injil, baik secara internal maupun 47 Sebab perkataan Yesus dalam amanat Agung ialah perintah untuk pergi ke seluruh muka bumi. Ladang pelayanan pekerjaanNya itu sangat luas, maka itu jangan memboroskan waktu dan energi pada hal yang sia-sia, tetapi memfokuskan diri untuk membutuhkan pimpinan Roh Kudus dalam melakukan penginjilan. 48 Bisa jadi ada aspek lain yang mendorong untuk memberitakan injil seperti perasaan berhutang kepada Allah yang telah menyelamatkan orang 49 Namun hal itu tidak menjadi dasar juga untuk bermegah karena pemberitaan Injil, sebab apa yang dilakukan Yesus terhadap karya keselamatan manusia jauh lebih bernilai dari pada aktivitas penginjilan yang sejatinya harus dilakukan sebagai bagian orang percaya. Penginjilan yang dilakukan baik secara personal maupun kelompok dalam segala aktivitas misinya harus memiliki prinsip bahwa semua yang dilakukan adalah bagi kemuliaan Kristus. Karena sejatinya penginjilan harus menjadi gaya hidup semua orang percaya untuk memuliakan Tuhan yang mana misi itu mengandung esensi dimana penginjilan mengacu pada memberitakan kabar baik keselamatan dalam Yesus Kristus dan memenangkan orang kepada-Nya, sesuai Amanat Agung dalam Matius 28:19-20. Ibelala Gea. AuBeritakan Injil Kepada Segala Makhluk,Ay BIAAo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2018, https://doi. org/10. 34307/b. Daniel Sutoyo. AuPeran Roh Kudus Dalam Pemberitaan Injil,Ay Journal of Chemical Information and Modeling, 2013, https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415324. Tong. Teologi Penginjilan, 55. Stephanus. AuMengajarkan Penginjilan Sebagai Gaya Hidup Orang Percaya. Ay https://doi. org/10. 37731/log. Dasar ini membuat orang percaya untuk tidak berdalih sebab Allah menginginkan kerja sama kepada umatnya yang percaya untuk melakukan misi penjakauan supaya tidak menjadi egois bagi dirinya sendiri. Dan hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang tidak dapat ditolak oleh semua orang percaya, karena sesuai dengan sifatnya, yakni sebuah amanat yang datangnya dari Allah sendiri. 51 Dan panggilan Allah untuk misi adalah panggilan untuk melayani. Melayani bagi Kristus adalah konsep sejati Paulus seperti yang ditulis kepada jemaat di Filipi bahwa hidup bagi Kristus dan mati adalah keuntungan hal ini adalah makna hidup segalanya bagi Tuhan. Memang pekerjaan memberitakan Injil adalah pekerjaan Tuhan. Tuhan saja yang mampu membawa orang pada pertobatan dan memberikan kepada mereka keselamatan dan hidup baru. Ini berarti orang percaya memiliki tugas ganda, yaitu melakukan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya dengan baik, tetapi di pihak lain, juga harus bertanggung jawab memproklamasikan kabar baik tentang Yesus Kristus. Seorang pemberita Injil bukan hanya memahami inti berita Injil, tetapi juga harus hidup sesuai dengan kebenaran injil. 53 Dan inilah yang harus ditanamkan dalam orang percaya bahwa hidup sesuai injil akan menjadikan pribadi yang tidak sombong, sebab Firman Allah membawa perlindungan untuk ada dalam kerendahan hati dan memuliakan Tuhan. Yesus Kristus memerintahkan kepada orang-orang percaya untuk mewartakan keselamatan kepada orang-orang jahat yang menentang keselamatan yang telah disediakan Allah oleh kematian dan kebangkitan Kristus. 54 Sebab sejatinya penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. 55 Maka dari pada itu gereja dituntut harus memperhatikan dan mendukung pekerjaan misi dalam mewartakan Yesus sampai kebelahan dunia lainnya, sebab pekerjaan tersebut adalah milik semua gereja untuk menjangkau orang-orang kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. 56 Sependapat dengan hal itu Petrus mengungkapkan Handreas Hartono. AuMengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28:19-20 Dalam Konteks Era Digital,Ay Kurios 4, no. : 157-166. Andrew Kirk. Apa Itu Misi. Suatu Penelusuran Teologis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 38. Hutahaean. AuSignifikansi Apologetika Dalam Penginjilan. Ay Gea. AuBeritakan Injil Kepada Segala Makhluk. Ay Yonatan Alex Arifianto. Reni Triposa, and Paulus Karaeng Lembongan. AuStudi Alkitab Tentang Misi Dan Pemuridan Dalam Amanat Agung Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini,Ay Diegesis, n. Darsono Ambarita. Perspektif Misi Dalam Perjanjian Lama Dan Perjanjian Baru (Medan: Pelita Kebenaran Press, 2. , 1. https://doi. org/10. 37731/log. bagaimanapun juga injil harus diberitakan kepada semua makluk, dan penginjilan adalah keharusan bagi orang percaya dalam pemberitaan Injil yang bisa dimengerti, menarik dan bermakna, dan mempunyai tujuan. 57 Dan merupakan pelayanan yang harus melibatkan kekuatan Kuasa Allah, dan hal ini hanya dapat dilakukan oleh Roh Kudus (Lukas 24:. 58 Sebab Pribadi Roh Kudus, yang juga disebut Roh Kebenaran akan menjadi penolong yang dinyatakan Tuhan Yesus adalah Pribadi yang akan membawa manusia dalam kebenaran, untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Allah adalah inisiator penginjilan, di mana penginjilan berpusat dan bersumber dari Allah. Dan Allah adalah pelaksana penginjilan yang memberikan dinamika bagi karyaNya. Serta Allah adalah pemberi mandat penginjilan yang melibatkan umatNya dalam tanggung jawab untuk melaksanakan rancangan dan karyaNya. 60 Menjadi Implikasi amanat Agung bagi gereja pada masa kini adalah gereja sebagai institusi maupun sebagai komunitas iman tidak hanya fokus pada kegiatan di dalam melainkan melakukan tugas pewartaan kabar baik untuk membawa shalom dan sukacita keselamatan yang akhirnya setiap orang yang dilayani dapat menjadi dari komunitas. 61 Sehingga menjadikan Gereja yang bertumbuh karena didasari oleh gereja yang memusatkan tujuan utamanya terhadap Penginjilan. Yang mengaktifkan seluruh jemaat memiliki tanggung jawab menjalankan tugas Penginjilan sebagai tugas semua orang percaya tanpa terkecuali yang dipertajam oleh Rasul Paulus dalam Surat I Korintus 9:16 AuBahwa pemberitaan Injil adalah sebuah keharusan bukan pilihanAy. 62 Dengan adanya tugas misi sebagai keharusan maka spirit penginjilan dalam orang percaya harus dilakukan sebab Tuhan sudah melakukan yang terbaik dalam menyelamatkan hidup orang percaya. KESIMPULAN George W. Peters. Teologi Alkitab Tentang Pekabaran Injil (Malang: Gandum Mas, 2. , 239. Stefany John Risna Abrahamsz and Petronella Tuhumury. AuModel Penginjilan Dalam Yohanes 4:4-42 Dan Implementasinya Pada Masa Kini,Ay Jurnal Jaffray 10, no. : 104Ae39, https://doi. org/10. 25278/jj71. Yonatan Alex Arifianto and Asih sumiwi Rachmani. AuPeran Roh Kudus Dalam Menuntun Orang Percaya Kepada Seluruh Kebenaran Berdasarkan Yohanes 16 : 13,Ay Jurnal Diegesis 3, no. : 1Ae12. Tomatala. Penginjilan Masa Kini 1, 2. I Putu Ayub Darmawan. AuJadikanlah Murid: Tugas Pemuridan Gereja Menurut Matius 28:18-20,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. : 144, https://doi. org/10. 46445/ejti. Kejar Hidup Laia. AuPertumbuhan Gereja Dan Penginjilan Di Kepulauan Nias,Ay FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2019, https://doi. org/10. 34081/fidei. https://doi. org/10. 37731/log. Berdasarkan uraian teoritis yang didapat dari pemahaman tentang prinsip-prinsip penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16 dapat disimpulkan pertama. Tanggung jawab dan keharusan orang yang percaya kepada Tuhan untuk Menginjil. Kedua Paulus rela melepaskan hak demi Injil dan ketiga Tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi kristus. Sebab injil harus diberitakan seperti yang dilakukan oleh Paulus ada dasar yang kuat untuk berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun Paulus dalam memotivasinya untuk terus menginjil. Gereja masa kini diharapkan mengajarkan prinsip mendasar Paulus dalam memberitakan injil untuk tidak bermegah dengan apa yang dilakukannya namun tetap harus maju dan setia dalam memberitakan injil dengan rela hati kepada semua orang percaya supaya hal ini tetap menjadi gaya hidup dalam kerendahan hati dalam menginjil. https://doi. org/10. 37731/log. DAFTAR PUSTAKA