RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 01. April 2025. Hal: 30-42 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Peran Podcast dalam Penginjilan Digital. Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi Aji Suseno Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia. Semarang. Indonesia ajisuseno@stbi. Yonatan Alex Arifianto Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Salatiga alex@gmail. Yohana Fajar Rahayu Sekolah Tinggi Teologi Nusantara. Salatiga yohanafajarrahayu@gmail. Abstract The development of internet of thoughts technology, in an era of increasingly massive digital disruption, the church faces new problems in delivering the message of the Great Commission. Where busyness and the internet that changes the culture of communication becomes a new opportunity in digital mission. One of the tools that is now increasingly popular is podcasts, a medium that allows evangelism to be carried out more flexibly and accessibly. The role of podcasts in digital evangelism is becoming increasingly relevant given the high internet penetration and people's preference for audio content consumption. This study aims to examine how churches utilise podcasts as a tool to support evangelistic missions and theological ethical formation of congregations in the midst of changing times. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach and content analysis of podcasts uploaded on digital platforms. The conclusions of the findings of this study indicate that digital mission is actually in the order of the Great Commission. and the role of podcasts in digital evangelism provides new opportunities for wider and deeper evangelism, expanding the reach of the gospel message among all audiences. This is what educates the church in building a culture of mission and forming digital ethics. although there is an influence of digital evangelism on the mission of the church, the formation of digital ethics in evangelism. this is an opportunity and challenge in digital evangelism through In addition, podcasts are also an important tool in shaping theological understanding and church ethics that are more relevant in this era of disruption. Therefore, the church can utilise podcasts as a medium that is adaptive to cultural and technological changes, strengthening the relevance of evangelistic mission in a changing world. Keywords: Podcast. Digital Evangelism. Theology. Church. Disruption. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Abstrak Perkembangan teknologi internet of Thinks, di era disrupsi digital yang semakin massif, gereja menghadapi persoalan baru dalam menyampaikan pesan Amanat Agung. Di mana kesibukan dan internet yang merubah budaya komunikasi menjadi peluang baru di misis digital. Salah satu sarana yang kini semakin populer adalah podcast, sebuah media yang memungkinkan penginjilan dilakukan secara lebih fleksibel dan aksesibel. Peran podcast dalam penginjilan digital menjadi semakin relevan mengingat penetrasi internet yang tinggi dan preferensi masyarakat terhadap konsumsi konten audio. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana gereja memanfaatkan podcast sebagai alat untuk mendukung misi penginjilan dan pembentukan etis teologis jemaat di tengah perubahan zaman. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten podcast yang diupload di platform digital. Adapaun kesimpulan dari temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sejatinya digital misi dalam perintah Amanat Agung. dan peran podcast dalam penginjilan digital memberikan peluang baru untuk penginjilan yang lebih luas dan mendalam, memperluas jangkauan pesan Injil di kalangan semua audiens. Hal inilah yang menjadi edukasi jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk etika digital. walaupun adanya pengaruh penginjilan digital terhadap misi gereja pembentukan etika digital dalam penginjilan. ini menjadi kesempatan dan tantangan dalam penginjilan digital melalui Selain itu, podcast juga menjadi sarana penting dalam membentuk pemahaman teologis dan etika gereja yang lebih relevan di era disrupsi ini. Maka itu gereja dapat memanfaatkan podcast sebagai media yang adaptif terhadap perubahan budaya dan teknologi, memperkuat relevansi misi penginjilan dalam dunia yang terus berubah. Kata kunci: Podcast. Penginjilan Digital. Teologi. Gereja. Disrupsi. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi digital yang cepat, massif dan meluas khususnya dalam domain media sosial dan platform digital podcasting, telah secara fundamental menjadi sebuah kesempatan menjadikan misi di era digital dengan beragam cara dan media. Sejalan dengan ciri-ciri yang menentukan dari era disruptif yang secara fundamental mengubah tata kelola keberadaan manusia, sangat penting bahwa penginjilan juga berkembang dan beradaptasi. 1 Walaupun di era ini adanya akses informasi digital tanpa batas yang dapat dijangkau oleh siapa saja, muncul fenomena perilaku individualistik dan antisocial, penyebaran berita hoaks dan penyesatan, serta penyalahgunaan aplikasi digital sebagai sarana untuk mencari kebahagiaan yang bersifat Selain itu, pola hidup serba instan yang berkembang melalui penggunaan teknologi digital juga menjadi tantangan tersendiri,2 untuk membangun misi dan membentuk etika digital di era disrupsi ini. Oleh sebab itu digitalisasi merupakan solusi yang sangat potensial bagi gereja untuk mendukung kelangsungan dan modernisasi pelayanannya, baik misi dan pastoral terutama dalam hal penggembalaan. Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana yang mendukung pelayanan, tetapi juga dapat menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi oleh gereja Anatje Ivone Sherly Lumantow and Wulan Agung. AuOrang Kristen Dalam Sinergi Penginjilan Digital Di Era Disrupsi,Ay Sabda: Jurnal Teologi Kristen . Yakobus Adi Saingo. AuMenggagas Gaya Hidup Digital Umat Kristiani Di Era Society 5. 0,Ay CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia demi membangun pertumbuhan jiwa dan signifikan kerohanian umat Tuhan. 3 Dengan demikian kemajuan teknologi digital yang pesat memberikan peluang dan tantangan bagi gereja untuk mengadaptasi misi dan pelayanannya, sambil mengatasi fenomena negatif seperti individualisme, hoaks, dan pola hidup instan, guna membangun pertumbuhan rohani umat di era disrupsi. Fenomena yang terjadi dewasa ini menunjukkan tingginya penggunaan media digital, khususnya podcast, yang bertema edukasi dan sesuatu yang baru dalam dunia pengetahuan menjadi acara yang ditunggu untuk menimba ilmu dan mengaktualisasi diri didalam berbagai sisi Bahkan di media sosial telah berkembang dari model konsumsi pasif menjadi budaya partisipatif aktif, di mana pengguna tidak hanya mengkonsumsi tetapi juga membuat dan berbagi 4 Termasuk dalam sisi strategi penggunaan Podcast yang mana hal ini sering digunakan untuk berbagai topik, mulai dari hiburan, edukasi, berita, hingga diskusi teologis dan keagamaan. Pengguna dapat mengakses podcast melalui aplikasi atau situs web tertentu, dan mendengarkannya kapan saja sesuai dengan keinginan. Kelebihan podcast adalah fleksibilitas dalam mendengarkan konten saat bepergian atau dalam aktivitas lainnya. Dengan mudahnya platform digital terkait strategi podcast ini telah menciptakan peluang baru dalam penginjilan digital. Data yang dinyatakan di USA bahwa pendengar podcast di AS meningkat tiga kali lipat selama lima tahun terakhir, mencapai lebih dari 100 juta pelanggan. 5 Di waktu selama pandemi COVID-19, pemirsa podcast di AS tumbuh sebesar 40% selama tiga tahun. 6 Sedangkan pada tahun 2020, 32% orang di AS mendengarkan podcast setiap bulan, dengan perkiraan memprediksi pendengar global akan mencapai 2,2 miliar pendengar bulanan pada tahun 20247 dan tentunya podcast semakin banyak digunakan oleh jurnal bergengsi, universitas, dan lembaga pemerintah untuk penyebaran informasi, menunjukkan pentingnya mereka dalam penerbitan digital. 8 Jadi data statistik menunjukkan bahwa podcast semakin populer di berbagai kalangan, termasuk jemaat gereja, yang menjadikannya sebagai platform utama untuk memperoleh informasi dan pengajaran. Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan media komunikasi yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja. Selain itu, meningkatnya kebutuhan penginjilan yang relevan di era digital semakin mendesak gereja untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Munculnya fenomena ini juga membawa konflik terkait perbedaan pendekatan antara penginjilan tradisional dan digital. Penginjilan tradisional yang lebih personal dan interaktif Helen Farida Latif et al. AuDigitalisasi Sebagai Fasilitas Dan Tantangan Modernisasi Pelayanan Penggembalaan Di Era Pasca-Pandemi: Refleksi Teologi Kisah Para Rasul 20:28,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 4, no. : 296Ae311. A Karadeli and J Lee. AuThe Digital Culture Recent UsersAo Online Behaviour and Interactivity in Social Media,Ay 2018. Hossein Shafiei et al. AuThe Tongue Can Paint: Understanding Popularity in Podcasting Societies,Ay in The Web Conference 2020 - Companion of the World Wide Web Conference, w 2020 (Association for Computing Machinery, 2. , 90Ae91. Jill Turner. AuFor Your Listening Pleasure: Podcasts,Ay Journal of Hospital Librarianship 23, no. 126Ae133. Ching Wei Chen et al. AuPodRecs: Workshop on Podcast Recommendations,Ay in RecSys 2020 - 14th ACM Conference on Recommender Systems (ACM, 2. , 621Ae622. L Johnson and S Grayden. AuPodcasts--an Emerging Form of Digital Publishing. ,Ay International journal of computerized dentistry 9, no. : 205Ae218. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia melalui pertemuan fisik seringkali dianggap lebih mendalam dan membangun hubungan spiritual yang erat. Terlebih diharapkan berada di tengah-tengah kehidupan mereka dan menjadi teladan. Namun penginjilan digital melalui podcast cenderung lebih terstruktur dan bersifat massal, yang bisa mengurangi kedalaman interaksi yang biasanya terjadi dalam penginjilan tatap muka. Selain itu, penggunaan media digital, khususnya podcast, juga menimbulkan tantangan terkait etika Yang mana dalam penginjilan era digital bukan saja adanya perubahan pada metode penyelenggaraan yang melibatkan teknologi digital, namun lebih kepada totalitas penyelenggaraan yang didasarkan pada makna sesuai kebenaran Alkitab. 10 Perkembangan teknologi digital telah memberikan peluang baru dan tantangan dalam upaya pewartaan Injil. Melalui media sosial, situs web, dan platform online lainnya, pewarta Injil dapat mencapai audiens yang lebih luas dan berkomunikasi secara langsung dengan individu atau kelompok. 11 Dengan kemudahan dalam pelaksaan misi digital yang harus dipastikan bahwa gereja perlu memastikan bahwa jemaatnya menggunakan teknologi ini dengan bijaksana, agar tidak mengurangi kualitas hubungan spiritual mereka, sehingga jemaat juga dapat mengaktualisasi misi12 dengan strategi misi podcast dengan membuat konten yang menyaksikan keselamatan yang dinyatakan Tuhan dalam dirinya. Terlebih juga jemaat diharapkan dapat memahami tentang etika digital, sebab media digital yang tanpa filter dan dasar kebenaran alkitabiah. Hal itu sangat berisiko mengarah pada perilaku yang bertentangan dengan ajaran Kristen, yang dapat merusak makna sejati dari penginjilan itu sendiri. Beberapa studi juga menyoroti tantangan dalam menjaga otentisitas pesan Injil dan integritas teologis saat memanfaatkan platform digital, pernah diteliti oleh Anwar Jenris Tana yang meneliti efektivitas penginjilan digital sebagai media dan tantangan dalam pemuridan generasi 13 Tana membahas bahwa penginjilan melalui teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam upaya penyebaran pesan keagamaan, dengan gereja dan individu Kristen memanfaatkan media sosial, situs web, dan platform digital lainnya untuk memperluas jangkauan dan memperkuat hubungan dengan jemaat. Media digital tidak hanya meningkatkan keterlibatan jemaat, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan gereja, meskipun ada tantangan etis yang perlu diperhatikan terkait dengan penyebaran informasi yang salah atau ekstremisme. Penelitian yang similar dilakukan oleh Belly Johanis Bolung yang membahas di era digital, hakikat misi Kristen telah mengalami transformasi signifikan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yang memungkinkan penyebaran pesan Injil melalui platform digital seperti media sosial, podcast, dan aplikasi mobile. Dengan mengintegrasikan pelayanan misi kontekstual dan inovasi digital, gereja dapat menjangkau audiens global dan memperluas interaksi tanpa batasan Raymond Stephen and Yusuf Slamet Handoko. AuMetode Penginjilan Terhadap Anak Punk Di Komunitas Crossline Family,Ay Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 4, no. : 1Ae19. Lumantow and Agung. AuOrang Kristen Dalam Sinergi Penginjilan Digital Di Era Disrupsi. Ay Yeremia Hia and Elfin Warnius Waruwu. AuDampak Teknologi Digital Terhadap Pewartaan Injil Dalam Konteks Menggereja,Ay Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6, no. : 178Ae192. Yonatan Alex Arifianto. AuMereduksi Stigmatisasi Misiologi Hanya Untuk Pemimpin Gereja Sebagai Motivasi Orang Percaya Untuk Menginjil,Ay Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika 3, no. : 47Ae59. Anwar Jenris Tana and Milton T. Pardosi. AuEfektivitas Penginjilan Digital Sebagai Media Dan Tantangan Dalam Pemuridan Generasi Muda,Ay JUITAK : Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 14Ae26. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia fisik, meskipun tetap menghadapi tantangan etis dan risiko terkait dengan penggunaan teknologi. Penelitian sebelumnya yang dinarasikan diatas, seperti yang dilakukan oleh Anwar Jenris Tana dan Belly Johanis Bolung, menyoroti efektivitas penginjilan digital dalam memperluas jangkauan pesan Injil melalui platform digital seperti media sosial, situs web, dan aplikasi mobile, serta tantangan etis yang muncul, termasuk risiko penyebaran informasi yang salah. Tana menekankan pentingnya pemuridan generasi muda dalam konteks digital, sementara Bolung menyoroti transformasi misi Kristen yang terjadi seiring integrasi teknologi informasi dan komunikasi. Namun, meskipun penelitian ini telah menyentuh banyak aspek penginjilan digital, belum ada kajian yang mendalam tentang penggunaan podcast sebagai medium penginjilan digital yang dapat memberikan inovasi dan solusi terhadap tantangan tersebut, membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut mengenai potensi podcast dalam menyampaikan pesan Injil secara efektif dan etis. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif 15 untuk memahami fenomena penginjilan digital melalui podcast dan pengaruhnya terhadap misi gereja serta pembentukan etika digital jemaat Tuhan. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam bagaimana podcast digunakan sebagai sarana penginjilan dalam gereja, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi pola pikir jemaat dan perilaku etika jemaat. Sumber primer penelitian ini adalah buku-buku misi dan beberapa referensi yang digunakan akan mencakup artikel jurnal nasional dan internasional, buku-buku teologi, dan penelitian sebelumnya yang membahas peran media digital dalam penginjilan. Data yang diperoleh dari literatur ini akan dianalisis untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang fenomena penginjilan digital dan etika digital di dalam gereja. Pembahasan dimulai menarasikan digital misi dalam perintah Amanat Agung. selanjutanya adanya edukasi jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk etika digital. Terlebih peneliti juga mendeskripsikan peran podcast dalam penginjilan digital. Sehingga dapat membentu etika digital dalam penginjilan. HASIL DAN PEMBAHASAN Digital Misi dalam Perintah Amanat Agung Tugas misi yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya, sebagaimana tertulis dalam Matius 28:19-20. Dalam ayat tersebut. Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid, membaptis, dan mengajarkan segala yang telah Dia perintahkan. Amanat Agung ini menuntut gereja dan orang Kristen untuk menjangkau dunia dengan berita keselamatan, dan di era digital, teknologi menyediakan cara-cara baru yang lebih luas untuk memenuhi tugas ini. Sebab pelaksanaan penginjilan bukanlah sebuah opsi yang dapat dipilih. Belly Johanis Bolung. AuMisio Digitalis: Peran Gereja Mengembangkan Pelayanan Misi Di Era Posdigital,Ay THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 5, no. : 155Ae162. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 78. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia melainkan kewajiban setiap orang percaya yang dilandaskan pada kasih akan Tuhan dan sesama. Tentunya penggunaan media sosial memiliki dampak yang signifikan dalam memperluas jangkauan misi. Maka jemaat dan kekristenan perlu diperlengkapi dalam aktualisasi misinya. Oleh karena itu, misi tetap dapat dilaksanakan dalam berbagai kondisi masyarakat, bahkan tanpa pertemuan langsung, dengan cara gereja mendorong jemaatnya untuk secara aktif memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan Injil. 18 Karena itu tidak ada alasan yang dapat mengaktualisasi misi dan misi tetap dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi media 19 Digital misi dalam konteks Perintah Amanat Agung mengacu pada penerapan teknologi digital dalam menyebarkan Injil dan berita keselamatan dengan menggunakan kemajuan pesat dalam teknologi informasi. Bahkan gereja kini memiliki akses ke berbagai platform digital seperti media sosial. Seperti situs web, aplikasi mobile, sehingga media startegi menggunakan podcast untuk menyampaikan pesan Injil dapat dilakukan. Dengan demikian misi berbasis digital merupakan salah satu metode yang dapat digunakan oleh orang Kristen saat ini. 20 Maka itu peran misi Amanat Agung Tuhan Yesus dapat dilaksanakan melalui penggunaan teknologi digital, seperti media sosial dan podcast, untuk menyebarkan Injil dan berita keselamatan kepada dunia. Digital misi memungkinkan gereja untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin tidak dapat dijangkau melalui metode konvensional. Namun misi digital harus disesuaikan secara kontekstual untuk beresonansi dengan latar belakang budaya yang beragam, memastikan bahwa pesan tersebut relevan dan dapat diakses. 21 Dan yang jelas memperhatikan pedoman etika untuk memastikan bahwa penginjilan digital tetap jujur dan hormat, selaras dengan nilai-nilai inti gereja. 22 Yang tidak menyebarkan berita hoax, mencari keuntungan dengan menjelekan agama lain, menghasut dengan paksa serta menjadi pemicu konflik horizontal. Maka itu teknologi digital telah menjadi bagian integral dari praktik keagamaan, memungkinkan gereja untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan terlibat dengan jemaat dengan cara yang inovatif. Budaya yang dipengaruhi teknologi ini telah mempengaruhi spiritualitas dan kesaksian Kristen, mendesak pemangku kepentingan agama untuk merangkul teknologi ini untuk pekerjaan misi yang efektif. 23 Namun, digital misi juga menghadapi tantangan. Georges Nicolas Djone. AuAnalisis Krisis Penginjilan Di Kalangan Gereja Di Indonesia,Ay KASTA : Jurnal Ilmu Sosial. Agama. Budaya dan Terapan 1, no. : 83Ae91. Yonatan Alex Arifianto and Ferry Purnama. AuMisiologi Dalam Kisah Para Rasul 13:47 Sebagai Motivasi Penginjilan Masa Kini,Ay Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 1, no. : 117Ae134. Yonatan Alex Arifianto. Sari Saptorini, and Kalis Stevanus. AuPentingnya Peran Media Sosial Dalam Pelaksanaan Misi Di Masa Pandemi Covid-19,Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 5, no. : 86Ae104. Dewi Setyarini and Aji Suseno. AuAktualisasi Dan Paradigma Misi Gembala Sidang Terhadap Digital Misi,Ay Matheteuo: Religious Studies 2, no. : 23Ae32. Arozatulo Telaumbanua and Rikardo Dayanto Butarbutar. AuMisi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Digital Di Tengah Masyarakat Plural,Ay CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen . Margareta Margareta and Romi Lie. AuPelayanan Misi Kontekstual Di Era Masyarakat Digital,Ay Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. : 44. Agnieszka Romanko. AuThe Presence of Digital Media in the Evangelizing Mission of the Church According to Praedicate Evangelium,Ay Journal of modern science 52, no. : 682Ae694. John E Efiong and Raphael Akhijemen Idialu. AuAoTechnosapiencingAo and the Global Christian Mission in the Digit-Shaped World,Ay UJAH: Unizik Journal of Arts and Humanities 23, no. : 52Ae68. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia terutama dalam menjaga otentisitas pesan Injil dan integritas teologis. Penyebaran informasi yang salah atau ekstremisme agama dapat menjadi risiko besar di dunia maya. Oleh karena itu, gereja perlu berhati-hati dalam menggunakan teknologi, memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap setia dan sesuai dengan dasar alkitabiah. Edukasi Jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk Etika Digital Membentuk etika digital di tengah perkembangan teknologi yang pesat, menjadi bagian dari sikap gereja sebagai terang dan garam. Supaya kehidupan kekristenan menjadi saksi dan akhrinya memuliakan Tuhan. Di mana adanya dampak buruk gadget yang membayangi kekristenan setiap mereka berselancar di internet seperti konten-konten kriminal, kejahatan hingga pornografi yang tersebar luas di internet dan bisa saja diakses oleh siapa saja. 24 Sehingga kejahatan internet tidak diaktualisasikan oleh jemaat Tuhan dalam kehidpan sehari-hari, ini bisa merusak reputasi kekristenan bila mereka melakukan kejahatan. Maka itu kekristenan diharuskan dapat menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tidak meninggalkan atau menyimpang dari nilainilai kebenaran Firman Tuhan. 25 Mengedukasi jemaat terkait peran gereja yang tidak hanya dipanggil untuk menyebarkan Injil secara tradisional, maupun era kecanggihan teknologi tetapi juga harus menyikapi tantangan zaman digital dengan bijak, dengan penuh hikmat supaya keberadaan didunia maya tidak menjadi batu sandungan. Di era digital ini, misi gereja tidak lagi terbatas pada ruang fisik, tetapi juga merambah ke dunia maya. Oleh karena itu, edukasi tentang budaya misi dalam konteks digital harus menjadi prioritas dalam pelayanan gereja. Sebab dalam kehidupan manusia yang terus-menerus diperhadapkan pada perkembangan zaman. Pemberitaan kabar baik memerlukan kontekstualisasi dan melihat nilai-nilai manusia yang dilihat dari sisi alkitabiah seiring perkembangan zaman. 26 Dengan demikian keberadaan gereja perlu membentuk etika digital dengan bijak dan mengedukasi jemaat untuk menyikapi tantangan zaman digital tanpa menyimpang dari nilai-nilai Alkitab, agar misi gereja tetap relevan dan memuliakan Tuhan. Gereja harusnya berani melihat dampak yang bisa terjadi bila kekristenan menjadi batu sandungan, maka pemimpin Kristen atau gembala dapat mengajarkan jemaat mengenai pentingnya etika digital. Sebab Etika Kristen di ranah digital melibatkan pentingnya mengatur segala isu-isu seperti sensor, ujaran kebencian, dan kebebasan beragama untuk kerukunan bersama,27 adalah sebuah pertimbangan etis yang secara sadar melibatkan potensi bahwa teknologi digital dapat saja menjadi alat untuk menindas atau membebaskan, namun jemaat Tuhan yang ditekankan adalah Elsudarma Santi Helena. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. AuPemanfaatan Teknologi Bergerak Sebagai Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Anak Usia Dini,Ay JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan . Tjendanawangi Saputra. AuSignifikansi Teori Horace Bushnell Bagi Pendidikan Keluarga Kristiani Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 6, 1 . : 55Ae72. Yovianus Epan and Paulus Purwoto. AuMetode Pemberitaan Kabar Baik Tuhan Yesus Dalam Matius 4:2325 Dan Aplikasinya Bagi Pemberitaan Kabar Baik Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani . AuThe Digital Public Square: Christian Ethics in a Technological Society,Ay Perspectives on Science and Christian Faith 75, no. : 214Ae215. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia pentingnya empati dan kebijaksanaan dalam pendekatan pastoral. 28 Bahkan dalam mengajarkan kepada jemaat juga harus selaras dengan bagaimana kekristenan era dini dapat menyebarkan kabar baik melalui berbagai platform digital. Misi gereja di dunia digital harus disampaikan dengan cara yang relevan dan mudah dijangkau oleh banyak orang, termasuk mereka yang belum mengenal Kristus. Dalam hal ini, jemaat harus dilatih untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam setiap interaksi digital mereka, baik dalam berkomunikasi maupun dalam berbagi konten. Edukasi mengenai etika digital mencakup penggunaan media sosial dengan penuh tanggung jawab, yang perlu diperhatikan adalah bagiamana jemaat Tuhan dapat menghargai privasi orang lain, menghindari segala bentuk tipu muslihat digital, menjauhkan ujaran kebencian, serta bersikap bijak dalam berkomunikasi di dunia online maupun offline. Jemaat diajak untuk memanfaatkan teknologi dengan cara yang membangun, memberdayakan, dan mengedepankan kasih serta integritas sesuai dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan, tentunya peran gereja memiliki tanggung jawab untuk membimbing jemaat agar dapat menghadapi tantangan digital dengan penuh hikmat, sehingga mereka menjadi saksi Kristus yang efektif di dunia digital. Peran Podcast dalam Penginjilan Digital dan terhadap Misi Gereja Pembentukan Etika Digital dalam Penginjilan Podcast dalam penginjilan digital, khususnya di era di mana teknologi dan media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Seperti dalam dunia pendidikan Kristen Podcast berfungsi sebagai alat kateketik modern, memfasilitasi penyebaran ajaran agama dalam format yang dapat diakses. Mereka membantu mengintegrasikan doktrin-doktrin Gereja ke dalam kehidupan orang percaya dengan membuat konsep-konsep teologis yang kompleks menjadi lebih dimengerti29 yang bertujuan pembentukan spiritual dan intelektual dalam nilai kekal. 30 Bahkan penggunaan podcast sejalan dengan tren konsumsi media digital yang lebih luas, membuat konten religius lebih relevan dan menarik bagi audiens kontemporer di era disrupsi ini. 31 Sebagai salah satu platform media yang terus berkembang, podcast memberikan kesempatan besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan cara yang lebih personal dan intim. Penginjilan digital melalui podcast memungkinkan pesan Injil disampaikan dengan cara yang relevan dan menarik yang bisa diangkat lewat kesaksian kesembuhan, pertolongan Tuhan sebagai kesaksian pribadi sehingga metode mensuarakan demostrasi kuasa Tuhan dalam dunia podcast dapat menaraik orang yang mengalami persoalan yang sama sehingga ini dapat menyentuh semua orang. Dan tentunya podcast menjangkau orang-orang yang mungkin tidak dapat dijangkau melalui metode penginjilan Eric Stoddart. AuArtificial Pastoral Care: Abdication. Delegation or Collaboration?,Ay Studies in Christian Ethics 36, no. : 660Ae674. T Pugeda. AuCatechesis and Modern Media: A Focus on Podcasts,Ay The international journal of evangelization and catechetics 3, no. : 65Ae77. Pugeda. AuCatechesis and Modern Media: A Focus on Podcasts. Ay Tzlil Sharon. AuPeeling the Pod: Towards a Research Agenda for Podcast Studies,Ay Annals of the International Communication Association 47, no. : 324Ae337. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Salah satu keunggulan utama podcast adalah fleksibilitasnya. Audiens dapat mendengarkan episode podcast kapan saja dan di mana saja, baik saat beraktivitas sehari-hari, bekerja, atau bepergian. Ini membuat podcast menjadi sarana yang sangat efektif untuk menjangkau orang yang sibuk atau yang tidak dapat hadir di gereja secara fisik. Dengan format yang dapat diakses secara on-demand, podcast memberi kesempatan bagi gereja atau individu untuk menyampaikan pesan Injil dalam berbagai episode, baik dalam bentuk pengajaran Alkitab, wawancara, cerita kesaksian, atau diskusi teologis. Namun Meskipun podcast menawarkan berbagai manfaat, konten yang disajikan memerlukan validasi yang teliti untuk memastikan akurasi dan kesesuaian teologis sebelum disebarkan. Podcast juga memberikan kebebasan untuk menyampaikan pesan dalam gaya yang lebih informal dan santai, yang sering kali lebih mudah diterima oleh audiens yang tidak familiar dengan bahasa gereja. Apalagi podcast diharapkan mampu meningkatkan validitas informasi yang disampaikan sehingga masyarakat dapat terhindar dari berita bohong maupun hoaks. 32 Podcast yang dibangun dengan memanfaatkan storytelling atau narasi yang kuat terkait cerita kesaksian pribadi maupun kesaksian kekristenan dalam sejarah perjalanan kekristenan, bisa saja misi untuk memperkenalkan karya keselamatan Yesus dalam penginjilan melalui podcast dapat menyentuh hati pendengar dan membuka ruang untuk percakapan yang lebih dalam mengenai iman. Secara keseluruhan, podcast merupakan alat yang sangat efektif dalam penginjilan digital, karena kemampuannya untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menarik, mudah diakses, dan relevan bagi audiens di dunia yang semakin terhubung secara digital. Dan ini bisa dilakukan terutama bagi mereka yang menyebut dirinya influencer Kristen mempunyai peran sangat penting dalam misi dan penginjilan dalam menjangkau Native Digital. 33 Selain itu, podcast juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antara gereja dan jemaat. Melalui konten yang tersedia di platform ini, gereja dapat memperkuat hubungan dengan jemaat, memberikan pengajaran rohani yang sesuai dengan nilai dan doktrin ortodoksi yang menjauhkan dari pengajaran yang sesat walaupun mengatasnamakan Kristen. Podcast memberikan kesempatan bagi gereja untuk menyampaikan pesan pengajaran yang relevan dan terus membimbing jemaat dalam perjalanan iman mereka, menjadikannya alat yang sangat efektif dalam penginjilan dan pembinaan rohani di era digital. Misi Gereja dalam pembentukan etika digital dalam penginjilan sangat diperlukan dan relevan dalam misi Amanat Agung yang saat ini semakin dipengaruhi oleh teknologi digital. Sebagai alat yang kuat untuk menyebarkan Injil, teknologi digital memungkinkan pesan karya keselamatan dari Kristus dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Bahkan bagi setiap orang termarginal sekalipun atau bagi mereka yang sulit dijangkau melalui metode misi konvensional. Namun, di tengah kemajuan teknologi ini. Gereja dihadapkan pada tanggung jawab untuk memastikan bahwa penyebaran pesan Injil dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Sebab di lapisan masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultur dengan problematika yang kompleks. Sentimentalitas umat beragama, rasisme, kemiskinan. Shiddiq Sugiono. AuKeunggulan Podcast Dalam Mengedukasi Masyarakat Terhadap Program Vaksinasi Covid-19,Ay Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan . Joni Manumpak Parulian Gultom. AuDiskursus Influencer Kristen Dalam Misi Dan Penginjilan Kepada Native Digital,Ay VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral . CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia kerusakan lingkungan merupakan sedikit contoh dari permasalahan-permasalahan yang ada dalam masyarakat di Indonesia. Hal ini turut juga berpengaruh terhadap cara kita melakukan penginjilan dalam situasi seperti ini. 34 Maka untuk mengaktualisasikan Amanat Agung untuk "pergi, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa. Anak, dan Roh Kudus. "35 Misi ini tetap relevan dalam penggunaan media digital, yang dapat menjangkau orangorang dari berbagai latar belakang dan lokasi geografis termasuk orang marginal. Maka kekristenan wajib membekali dan menanamkan nilai-nilai misi dengan pelayanan holistic kepada umat Tuhan. Walaupun dalam menggunakan platform digital untuk penginjilan. Gereja harus mematuhi prinsip kebenaran dan integritas sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:25, "Karena itu, buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain. Selain itu, penggunaan teknologi digital juga harus mencerminkan kasih dan empati, yang dijelaskan dalam 1 Korintus 13:4-7, di mana kasih tidak melakukan yang jahat, tidak mencemburui, dan tidak membanggakan diri. Dalam menyebarkan pesan Injil melalui media digital, penting bagi Gereja untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan, serta menjaga komunikasi yang membangun dan mendukung. Dengan demikian, pembentukan etika digital dalam penginjilan merupakan bagian integral dari misi Gereja, yang bertujuan untuk membawa terang Kristus ke dunia dengan cara yang benar dan penuh kasih. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulknab bahwa misi gereja dalam konteks Amanat Agung tetap relevan meskipun dihadapkan dengan perkembangan teknologi Digital misi menawarkan peluang luas untuk menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang sulit dijangkau melalui cara konvensional. Penggunaan teknologi digital, seperti media sosial dan podcast, memungkinkan gereja untuk menyebarkan Injil secara lebih efisien dan efektif, serta memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan audiens yang lebih luas. Namun, penting untuk memastikan bahwa penyebaran pesan Injil tetap sesuai dengan prinsipprinsip Alkitab, yang mana seperti yang diajarkan dalam Efesus 4:25 dan 1 Korintus 13:4-7. Etika digital yang berbasis kasih dan empati harus menjadi landasan dalam setiap interaksi online. Selain itu, pembentukan etika digital dalam penginjilan menjadi tanggung jawab gereja dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang. Gereja perlu mengedukasi jemaat untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana, menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk penipuan. Dengan demikian, gereja tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan Injil, tetapi juga sebagai teladan dalam beretika di dunia digital. Melalui pendekatan yang bijak dan penuh kasih, gereja dapat memanfaatkan media digital untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan jemaat dan menjangkau dunia dengan pesan keselamatan Kristus yang tetap setia kepada kebenaran Firman Tuhan. F Agasta and D H Panandu. AuEtika Penginjilan: Merekonstruksi Motivasi Menginjili Berdasarkan Pandangan Emmanuel Levinas Dan John Stott Dalam Konteks Masyarakat Multikultural,Ay Tepian: Jurnal Misiologi dan A 3, no. : 16Ae33. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi, kedua. (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia DAFTARPUSTAKA Agasta. F, and D H Panandu. AuEtika Penginjilan: Merekonstruksi Motivasi Menginjili Berdasarkan Pandangan Emmanuel Levinas Dan John Stott Dalam Konteks Masyarakat Multikultural. Ay Tepian: Jurnal Misiologi dan A 3, no. : 16Ae33. Anwar Jenris Tana, and Milton T. Pardosi. AuEfektivitas Penginjilan Digital Sebagai Media Dan Tantangan Dalam Pemuridan Generasi Muda. Ay JUITAK : Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 14Ae26. Arifianto. Yonatan Alex. AuMereduksi Stigmatisasi Misiologi Hanya Untuk Pemimpin Gereja Sebagai Motivasi Orang Percaya Untuk Menginjil. Ay Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika 3, 1 . : 47Ae59. Arifianto. Yonatan Alex, and Ferry Purnama. AuMisiologi Dalam Kisah Para Rasul 13:47 Sebagai Motivasi Penginjilan Masa Kini. Ay Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi 1, no. : 117Ae Arifianto. Yonatan Alex. Sari Saptorini, and Kalis Stevanus. AuPentingnya Peran Media Sosial Dalam Pelaksanaan Misi Di Masa Pandemi Covid-19. Ay HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 5, no. : 86Ae104. Bolung. Belly Johanis. AuMisio Digitalis: Peran Gereja Mengembangkan Pelayanan Misi Di Era Posdigital. Ay THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 5, no. : 155Ae162. Chen. Ching Wei. Longqi Yang. Hongyi Wen. Rosie Jones. Vladan Radosavljevic, and Hugues Bouchard. AuPodRecs: Workshop on Podcast Recommendations. Ay In RecSys 2020 - 14th ACM Conference on Recommender Systems, 621Ae622. ACM, 2020. Djone. Georges Nicolas. AuAnalisis Krisis Penginjilan Di Kalangan Gereja Di Indonesia. Ay KASTA : Jurnal Ilmu Sosial. Agama. Budaya dan Terapan 1, no. : 83Ae91. Efiong. John E, and Raphael Akhijemen Idialu. AuAoTechnosapiencingAo and the Global Christian Mission in the Digit-Shaped World. Ay UJAH: Unizik Journal of Arts and Humanities 23, 2 . : 52Ae68. Epan. Yovianus, and Paulus Purwoto. AuMetode Pemberitaan Kabar Baik Tuhan Yesus Dalam Matius 4:23-25 Dan Aplikasinya Bagi Pemberitaan Kabar Baik Di Era Revolusi Industri Ay Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani . Gultom. Joni Manumpak Parulian. AuDiskursus Influencer Kristen Dalam Misi Dan Penginjilan Kepada Native Digital. Ay VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral . Helena. Elsudarma Santi. Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. AuPemanfaatan Teknologi Bergerak Sebagai Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Anak Usia Dini. Ay JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan . Hia. Yeremia, and Elfin Warnius Waruwu. AuDampak Teknologi Digital Terhadap Pewartaan Injil Dalam Konteks Menggereja. Ay Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6, no. : 178Ae Johnson. L, and S Grayden. AuPodcasts--an Emerging Form of Digital Publishing. Ay International journal of computerized dentistry 9, no. : 205Ae218. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Karadeli. A, and J Lee. AuThe Digital Culture Recent UsersAo Online Behaviour and Interactivity in Social Media,Ay 2018. Latif. Helen Farida. Musa Tannia Pangkey. Dessy Handayani, and Nurnilam Sarumaha. AuDigitalisasi Sebagai Fasilitas Dan Tantangan Modernisasi Pelayanan Penggembalaan Di Era Pasca-Pandemi: Refleksi Teologi Kisah Para Rasul 20:28. Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 4, no. : 296Ae311. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Edisi Studi. Kedua. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Lumantow. Anatje Ivone Sherly, and Wulan Agung. AuOrang Kristen Dalam Sinergi Penginjilan Digital Di Era Disrupsi. Ay Sabda: Jurnal Teologi Kristen . Margareta. Margareta, and Romi Lie. AuPelayanan Misi Kontekstual Di Era Masyarakat Digital. Ay Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. : 44. Pugeda. AuCatechesis and Modern Media: A Focus on Podcasts. Ay The international journal of evangelization and catechetics 3, no. : 65Ae77. Romanko. Agnieszka. AuThe Presence of Digital Media in the Evangelizing Mission of the Church According to Praedicate Evangelium. Ay Journal of modern science 52, no. : 682Ae Saingo. Yakobus Adi. AuMenggagas Gaya Hidup Digital Umat Kristiani Di Era Society 5. Ay CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen . Saputra. Tjendanawangi. AuSignifikansi Teori Horace Bushnell Bagi Pendidikan Keluarga Kristiani Di Era Revolusi Industri 4. Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 6, no. : 55Ae72. Setyarini. Dewi, and Aji Suseno. AuAktualisasi Dan Paradigma Misi Gembala Sidang Terhadap Digital Misi. Ay Matheteuo: Religious Studies 2, no. : 23Ae32. Shafiei. Hossein. Ahmad Khonsari. Sina Kashipazha, and Aresh Dadlani. AuThe Tongue Can Paint: Understanding Popularity in Podcasting Societies. Ay In The Web Conference 2020 Companion of the World Wide Web Conference, w 2020, 90Ae91. Association for Computing Machinery, 2020. Sharon. Tzlil. AuPeeling the Pod: Towards a Research Agenda for Podcast Studies. Ay Annals of the International Communication Association 47, no. : 324Ae337. Stephen. Raymond, and Yusuf Slamet Handoko. AuMetode Penginjilan Terhadap Anak Punk Di Komunitas Crossline Family. Ay Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 4, no. : 1Ae19. Stoddart. Eric. AuArtificial Pastoral Care: Abdication. Delegation or Collaboration?Ay Studies in Christian Ethics 36, no. : 660Ae674. Sugiono. Shiddiq. AuKeunggulan Podcast Dalam Mengedukasi Masyarakat Terhadap Program Vaksinasi Covid-19. Ay Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan . Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2012. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Telaumbanua. Arozatulo, and Rikardo Dayanto Butarbutar. AuMisi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Digital Di Tengah Masyarakat Plural. Ay CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen . Turner. Jill. AuFor Your Listening Pleasure: Podcasts. Ay Journal of Hospital Librarianship 23, no. : 126Ae133. AuThe Digital Public Square: Christian Ethics in a Technological Society. Ay Perspectives on Science and Christian Faith 75, no. : 214Ae215. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia