P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Implementasi Manajamen Waktu Pada Mahasiswa Yang Bekerja Paruh Waktu Di Kota Semarang Innarotul Ulya, 2Anita Rahmawati, 3Ratih Pratiwi Prodi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Kota Semarang E-mail: 1innaulya17@gmail. com, 2rahmawatianita644@gmail. com, 3rara@unwahas. ABSTRAK Fenomena mahasiswa yang bekerja paruh waktu merupakan isu global yang kompleks dengan dampak positif dan tantangan signifikan terkait keseimbangan antara studi dan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan manajemen waktu mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Semarang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah menerapkan manajemen waktu secara efektif melalui penetapan tujuan, penyusunan prioritas, pembuatan jadwal yang fleksibel, meminimalisir gangguan, dan delegasi tugas. Strategi ini memungkinkan mereka menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan serta menjaga produktivitas dan kesejahteraan psikologis. Namun, tantangan seperti kelelahan fisik-mental, gangguan sosial, dan perubahan jadwal kuliah yang tidak terduga tetap menjadi hambatan yang mempengaruhi konsentrasi. Penelitian menegaskan pentingnya profesionalisme dan kontrol diri dalam manajemen waktu pada mahasiswa yang ekerja paruh waktu. Kata kunci : Manajemen waktu. Mahasiswa. Pekerja paruh waktu ABSTRACT The phenomenon of part-time students is a complex global issue with both positive impacts and significant challenges related to the balance between study and work. This study aims to examine the time management of part-time students in Semarang City using qualitative descriptive methods through structured interviews. The results indicate that students have implemented effective time management through goal setting, prioritizing, creating flexible schedules, minimizing distractions, and delegating tasks. These strategies enable them to balance academic and work demands and maintain productivity and psychological well-being. However, challenges such as physical and mental fatigue, social distractions, and unexpected changes in class schedules remain obstacles that affect concentration. The study emphasizes the importance of professionalism and self-control in time management among part-time students. Keyword : Time management. Student. Part time worker PENDAHULUAN perkembangan ekonomi yang dinamis saat ini, fenomena mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja menjadi isu yang semakin meluas di berbagai Banyak mahasiswa memilih pekerjaan paruh waktu . art-tim. karena jadwalnya yang fleksibel dan tidak terikat kontrak kerja penuh, memungkinkan Namun, kondisi ini membawa dampak yang kompleks dan bersifat Dari sisi positif, pengalaman bekerja sambil kuliah mengajarkan mahasiswa untuk menjadi lebih mandiri Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dan bertanggung jawab, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan psikologis serta keterampilan hidup yang penting untuk menghadapi dunia kerja di masa depan. Tantangan yang dihadapi salah satunya yaitu kurang fokus dan konsentrasi dalam perkuliahan karena membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan yang mempengaruhi kualitas pendidikan dan prestasi akademik mahasiswa secara signifikan. (Agatha Okta Hardani, 2. Bekerja paruh waktu bagi mahasiswa bukan hanya sekadar mencari penghasilan tambahan, melainkan juga menjadi bagian penting dari proses menghubungkan teori akademik dengan dunia kerja nyata. Fenomena ini merupakan isu global yang dihadapi oleh pelajar di berbagai negara, di mana akademik dan pekerjaan. Dengan terjun langsung ke dunia kerja, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam manajemen, pengorganisasian, serta pengembangan keterampilan profesional yang tidak selalu didapatkan di bangku Namun, tantangan utama yang dihadapi mahasiswa adalah bagaimana mengatur waktu secara efektif agar dapat memenuhi kewajiban akademik sekaligus menjalankan pekerjaan paruh waktu. Banyak mahasiswa memilih pekerjaan dengan jam kerja fleksibel, biasanya pada sore hingga malam hari, sehingga waktu pagi dapat digunakan untuk mengikuti Isu ini menyoroti pentingnya dukungan institusi pendidikan dan kebijakan ketenagakerjaan yang ramah bagi mahasiswa agar mereka dapat pengalaman kerja tanpa mengorbankan kesehatan dan prestasi akademik. (Ahyak1 et al. , n. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Dengan begitu mahasiswa dapat menyeimbangkan waktu antara bekerja, pembelajaran mata kuliah, mengerjakan tugas, istirahat, dan kegiatan sehari-hari yang lainnya. Implementasi manajemen waktu digunakan untuk membuat sesuatu menjadi terencana dan terarah untuk menciptakan efektifitas dan produktifitas di dunia perkuliahan ataupun pekerjaan. Manajemen waktu digunakan sebagai proses dalam mengelola diri yang isinya mengatur merencanakan urusan, dan mengendalikan waktu. Mahasiswa harus tuntutan, seperti bekerja paruh waktu, mengikuti pembelajaran daring maupun luring, mengerjakan tugas akademik, serta memenuhi kebutuhan istirahat dan aktivitas sehari-hari. Ketidakseimbangan mengatur waktu dapat menyebabkan stres, penurunan produktivitas, dan kualitas pembelajaran yang menurun. Manajemen waktu yang efektif menjadi kunci agar aktivitas akademik dan pekerjaan dapat berjalan terencana dan terarah, meningkatkan efektivitas serta Isu ini juga mencerminkan tantangan global dalam mengelola diri sendiri di tengah berbagai tekanan dan tuntutan zaman modern, yang menuntut kemampuan mengatur, merencanakan, dan mengendalikan waktu secara optimal demi keberhasilan pendidikan dan karier di masa depan. (Agatha Okta Hardani. Walaupun banyak penelitian yang manajemen waktu, penelitian tersebut secara umum hanya berfokus pada dampak langsung terhadap kinerja dalam jangka pendek. Namun, efek jangka panjang dari faktor-faktor tersebut mahasiswa paruh waktu masih belum banyak dieksplorasi secara mendalam. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengisi kekosongan dari penelitian sebelumnya dengan mengkaji bagaimana motivasi kerja, manajemen waktu, dan tekanan kerja berdampak tidak hanya pada produktivitas langsung, tetapi juga pada aspek kinerja jangka panjang dan kualitas hidup mahasiswa yang bekerja paruh waktu. (Fadli et al. , n. Pengelolaan manajemen waktu yang baik menjadi isu penting karena berdampak langsung pada keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan, yang pada gilirannya memengaruhi prestasi akademik, kesehatan mental, dan kualitas hidup mahasiswa. Berdasarkan pendahuluan artikel ini bertujuan untuk implementasi manajemen waktu yang tepat pada mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Semarang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi untuk mahasiswa pekerja paruh waktu guna meningkatkan dan menyeimbangkan manajemen waktu yang efektif dan efisien dalam dunia kuliah maupun kerja. (Andini, n. LANDASAN TEORI 1 Manajemen Waktu Menurut Syelviani . Mnajemen waktu yaitu mencakup kapasitas individu untuk mengatur waktu melalui alokasi tugas strategis dan memfasilitasi pencapaian tujuan dengan cara yang efektif dan efisien. Pada penelitian Muliati and Budi . dan Halim et al. telah ditunjukkan bahwa Aumanajemen waktu berpengaruh karyawanAy. Menurut Mandura dalam Fisikawati . Auindikator manajemen waktu membagi manajemen waktu menjadi lima indikator yaitu mampu menyusun tujuan, mampu menyusun prioritas, mampu membuat jadwal, mampu meminimalisir gangguan, mampu mendelegasikan tugasAy. DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. (Huda Adi Prasetya & Kusalendra Siharis. Manajemen output dalam jangka waktu yang ditentukan melalui perencanaan yang cermat, koordinasi, pemantauan, dan organisasi kegiatan. Waktu diakui sebagai salah satu sumber daya paling berharga yang membutuhkan manajemen yang Bukti dimanifestasikan melalui pencapaian tujuan yang ditetapkan dalam jangka waktu yang singkat dan efektif. Kemampuan untuk mengelola waktu dan sumber daya secara mahir disebut sebagai manajemen waktu. Manajemen waktu yang efektif mencakup lebih dari sekadar pelacakan waktu. itu juga melibatkan memanfaatkan setiap momen yang Individu yang unggul dalam manajemen waktu memiliki ketajaman mereka, dengan fokus pada tanggung jawab yang secara signifikan akan (Sandra & Djalali, 2. 2 Indikator Manajemen Waktu Indikator manajemen waktu menurut Taylor . meliputi beberapa kemampuan utama dalam mengelola waktu secara efektif, yaitu: A Mampu menyusun tujuan Berisi tujuan yang harus dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang. A Mampu menyusun prioritas, yaitu menentukan urutan tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi agar waktu yang terbatas dapat digunakan secara A Mampu membuat jadwal harian, mingguan, bulanan, dan tahunan sebagai alat perencanaan penggunaan waktu. A Mampu meminimalisir gangguan yang dapat menghambat Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pelaksanaan tugas atau aktivitas Mampu mendelegasikan tugas kepada orang lain jika diperlukan agar beban kerja dapat terdistribusi dengan baik. Taylor manajemen waktu merupakan suatu kehidupan dengan menyisihkan kegiatan yang tidak berarti dan memanfaatkan waktu secara terencana dan tepat karena waktu bersifat terbatas serta tidak dapat 3 Aspek Manajemen Waktu Dalam (Agatha Okta Hardani, 2. aspek-aspek manajemen waktu Penetapan tujuan dan prioritas Kepentingan ini adalah salah satu hal Untuk mencapainya diperlukan penetapan tujuan dan prioritas yang jelas. 4 Faktor Manajemen Waktu Faktor yang mempengaruhi manajemen waktu menurut (Taylor, et al 2016:. Usia Ada korelasi antara usia dan efektivitas manajemen waktu. Dengan seiring bertambahnya usia individu, kemampuan untuk mengelola waktu cenderung Jenis Kelamin wanita menunjukkan preferensi untuk terlibat dalam pekerjaan ringan selama jam senggang daripada memilih periode 5 Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu Mahasiswa yang bekerja paruh waktu adalah mahasiswa yang belajar dan mencari kegiatan bermanfaat untuk Mahasiswa yang tidak bekerja adalah mahasiswa yang tetap fokus pada tujuan awal mereka, yaitu belajar di dalam kampus. Faktor Profesionalisme Mahasiswa Mengelola waktu berarti mengatur dan meningkatkan efektivitas waktu. Profesonalisme adalah sifat mental seseorang untuk meningkatkan dan profesionalnya dalam pekerjaannya. Kontrol Terhadap Diri Setiap orang memerlukan kontrol diri untuk membantu menjaga jadwal dan Hal ini membantu mencapai Memahami membantunya menjadi lebih baik dalam mengelola tugas sehari-hari. Mengontrol diri juga penting, seperti menjaga kesehatan agar dapat menyelesaikan tugas. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Menurut Winkel . , kebiasaan belajar individu dapat berhasil dengan melakukan strategi yang baik diperlukan dengan cara mengelola waktu. Seringkali, mahasiswa melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai cara mengisi waktu luang dan telah menjadi gaya hidup unik bagi mereka yang memiliki motivasi sosial mendasari ide ini. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan berfokus pada permasalahan sesuai fakta yang terjadi. Fokus utama dalam penelitian ini adalah manajemen waktu mahasiswa yang bekerja paruh waktu mahasiswa di Kota Semarang, yang diukur melalui data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang diperoleh dari informan. Menurut Nasution (Rusandi & Muhammad Rusli, 2. , pendekatan kualitatif menghasilkan data yang bersifat deskriptif dan mendalam. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 sehingga memungkinkan peneliti untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai fenomena yang diamati. Definisi operasional variable dalam penelitian ini adalah pengalaman kerja paruh waktu mahasiswa yang diartikan sebagai aktivitas bekerja yang dilakukan oleh mahasiswa di luar jam kuliah, yang mencakup jenis pekerjaan, durasi kerja, dan dampaknya terhadap kehidupan akademik dan sosial. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Kota Semarang. Data dikumpulkan secara langsung melalui wawancara terstruktur dengan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya (Frey. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi empat tahap utama, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan (Nursyafitri, 2. Dengan indikator dan dov yang jelas, tentang pengalaman kerja paruh waktu mahasiswa dan fenomena yang terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil wawancara menunjukkan bahwa Implementasi manajemen waktu pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Semarang menunjukkan bahwa mahasiswa telah menetapkan tujuan yang jelas untuk mencapai keseimbangan antara studi dan kerja, di mana tujuan yang mencakup jangka pendek berupa menyelesaikan tugas kuliah tepat waktu dan memenuhi kebutuhan ekonomi Sedangakan tujuan jangka panjang seperti mencapai kelulusan tepat waktu dan meningkatkan keterampilan profesional untuk masa depan karier. Penetapan tujuan semacam ini menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk disiplin dalam membantu menetapkan prioritas agar studi dan kerja dapat berjalan seimbang. DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Mahasiswa pekerja paruh waktu melakukan prioritisasi tugas antara kuliah dan pekerjaan dengan mengutamakan aktivitas akademik pada pagi hari sesuai jadwal perkuliahan, sementara pekerjaan dijadwalkan di sore hingga malam hari atau pada hari libur, sehingga beberapa di akademik yang mendekati deadline agar tidak mengganggu jadwal kerja. Dalam menjalankan kedua aktivitas ini, mereka perlu menentukan mana yang harus didahulukan berdasarkan urgensi dan kepentingan, misalnya menyelesaikan tugas kuliah sebelum jam kerja atau mengutamakan pekerjaan saat ada deadline dari tempat kerja. Prioritas semacam ini sangat penting untuk akademik serta stres akibat benturan Wawancara menunjukkan bahwa banyak mahasiswa pekerja paruh waktu membuat jadwal harian dan mingguan secara fleksibel untuk menyesuaikan waktu kuliah dan kerja, di mana umumnya kuliah dijadwalkan pada pagi hingga siang hari, bekerja pada sore dan malam hari, serta memanfaatkan waktu luang atau akhir pekan untuk menyelesaikan tugas dan istirahat. Jadwal harian yang terstruktur ini memasukkan waktu kuliah di pagi hari dan pekerjaan di sore atau malam hari, yang penting untuk memastikan keseimbangan antara belajar, bekerja, istirahat, dan kegiatan lain agar aktivitas tetap optimal dan terencana. Strategi utama yang diungkapkan meliputi pembuatan jadwal pengerjaan tugas dengan tenggat waktu jelas serta pembagian pekerjaan menjadi bagianbagian penumpukan, di mana disiplin mengikuti rencana ini cenderung membuat mereka berhasil mengumpulkan tugas tepat Saat menghadapi deadline tugas kuliah dan pekerjaan yang bersamaan, mereka mengutamakan tugas yang paling kritis atau memiliki konsekuensi terbesar Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. jika terlambat, sambil memanfaatkan jeda waktu untuk menyelesaikan yang Mahasiswa pekerja paruh waktu berusaha meminimalisir gangguan dengan pengendalian diri agar tidak merasa stres atau kelelahan, karena mereka menyadari bahwa menghindari aktivitas tidak produktif sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan kinerja di bidang akademik maupun pekerjaan. Gangguan utama yang dihadapi biasanya berupa kelelahan fisik dan mental yang menurunkan konsentrasi belajar, serta gangguan dari lingkup sosial dan komunikasi yang menyulitkan fokus, sehingga pengaturan waktu yang efektif harus disertai kontrol diri agar tidak Temuan ini menguatkan pentingnya profesionalisme siswa dalam manajemen waktu, di mana disposisi mental yang teliti dan pendekatan disiplin sangat krusial untuk menavigasi tuntutan pekerjaan serta tanggung jawab akademik yang bersaing, karena manajemen waktu melainkan merupakan proses holistik berkelanjutan, pengawasan, dan penilaian Sebagian pekerja paruh waktu meyakini bahwa pengelolaan waktu mereka sudah efektif, karena mereka mampu menyeimbangkan antara kuliah, kerja, tugas akademik, dan aktivitas lain sesuai jadwal yang telah Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan jadwal kuliah yang tiba-tiba, yang dapat mengganggu perencanaan waktu kerja. Mengingat umumnya harus menyelesaikan beban menjadi lebih relevan dalam konteks kerja kelompok atau tanggung jawab di tempat Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 kerja . ika memungkinka. , sehingga hal ini membantu meringankan beban secara penggunaan waktu yang terbatas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian deskriptif kualitatif ini, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan manajemen waktu pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu di Kota Semarang telah diterapkan secara efektif melalui berbagai indikator utama, seperti penetapan tujuan jangka pendek dan panjang, penyusunan prioritas tugas, pembuatan jadwal fleksibel, minimisasi gangguan, serta delegasi tugas yang relevan. Mahasiswa pekerja paruh menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan dengan mengutamakan kuliah pada pagi hari, menjadwalkan kerja pada sore hingga malam, serta memanfaatkan waktu luang untuk tugas dan istirahat. Strategi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan prestasi akademik, tetapi juga mendukung kesejahteraan keterampilan profesional, sebagaimana didukung oleh teori manajemen waktu dari Taylor . dan aspek-aspek seperti penetapan prioritas serta kontrol diri (Agatha Okta Hardani, 2. Meskipun demikian, tantangan signifikan masih dihadapi, termasuk kelelahan fisik-mental, gangguan sosial, dan perubahan jadwal kuliah yang tibatiba, yang dapat menimbulkan stres dan penurunan konsentrasi. Faktor usia dan jenis kelamin juga memengaruhi efektivitas manajemen waktu, di mana mahasiswa yang lebih dewasa cenderung lebih matang dalam pengelolaannya. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa manajemen waktu bukan hanya alat perencanaan, melainkan proses holistik yang melibatkan profesionalisme dan pengendalian diri untuk mengoptimalkan waktu terbatas di tengah tuntutan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Secara implikatif, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi mahasiswa pekerja paruh waktu untuk terus meningkatkan disiplin jadwal dan kurikulum atau program konseling manajemen waktu. Bagi kebijakan ketenagakerjaan, diperlukan regulasi yang ramah mahasiswa untuk meminimalkan benturan jadwal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efek profesional dan kualitas hidup, guna fenomena ini di konteks urban seperti Semarang. Dengan demikian, manajemen waktu yang baik menjadi kunci utama bagi kesuksesan akademik dan karier mahasiswa di era dinamis saat ini. UCAPAN TERIMA KASIH