Journal of Applied Management Studies (JAMMS) Vol. 5 No. 2 Juni 2024: 224-237 PENGARUH ROA. DER DAN CR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2019-2023 Haliza FanyAomah1. Anita Akhiruddin2 Manajemen. Universitas Muhammadiyah Gresik *Corresponding author: hfanymah@gmail. Abstract The globalization-era consumer goods industry plays a major role in bolstering Indonesia's economy, and the country's capital market is expanding quickly. The purpose of this study is to investigate the relationship between the Return on Assets (ROA). Debt to Equity Ratio (DER), and Current Ratio (CR) and share prices of consumer products companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2019 and 2023. Data from yearly financial reports, with 27 firms chosen based on the criteria, was gathered using quantitative research methods. With the aid of SPSS version 26, the analysis was conducted utilizing multiple linear regression, descriptive statistics, and traditional assumption tests. According to the study's findings. DER has a negative impact on stock prices, although ROA and CR have beneficial effects. This study sheds light on how financial performance measures affect stock value and offers useful advice for investors and business management on how to make better financial decisions. Keywords: Return on Assets (ROA). Debt to Equity Ratio (DER). Current Ratio (CR), and Stock Prices. Consumption Goods Industry Sector PENDAHULUAN Dalam era globalisasi ini, pertumbuhan pasar modal di Indonesia kian cepat dan menjadi salah satu indikator vital dalam perekonomian negara. Satu dari berbagai sektor yang memainkan peran krusial dalam sektor ini ialah sektor barang Sektor ini sangat penting karena produk-produknya yaitu kebutuhan pokok, terutama di negara dengan jumlah penduduk besar antara lain Indonesia. Industri ini mencakup enam sub-sektor utama, antara lain rokok, makanan dan minuman, farmasi, kosmetik serta kebutuhan rumah tangga, peralatan rumah tangga, serta produk lainnya. Kehadiran dan pertumbuhan pasar modal di sektor ini mencerminkan kuatnya potensi ekonomi yang tersedia bagi investor. Sektor ini menawarkan peluang investasi yang menjanjikan sebab mencakup produk-produk yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Investasi yaitu kegiatan menginvestasikan dana maupun sumber daya lain yang bertujuan profit keuntungan di masa mendatang. Seorang investor yang cerdas harus meninjau laporan keuangan perusahaan sebelum membuat keputusan Kinerja keuangan perusahaan menjadi indikator utama yang menentukan harga saham di pasar modal. Kian baiknya kinerja perusahaan, kian tinggi pula harga sahamnya. Harga saham berfungsi sebagai indikator nilai perusahaan dan mencerminkan upaya perusahaan dalam menambah kekayaan shareholder, yang yaitu tujuan utama mereka. 224 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Namun, harga saham di pasar tidak selalu naik. Permintaan dan penawaran yaitu faktor utama yang memengaruhi harga saham, dan perubahan yang tak terduga bisa terjadi. Saham mempunyai risiko tinggi tetapi juga menawarkan potensi keuntungan besar sebab ketidakstabilan harga ini. Oleh sebab itu, meskipun saham yaitu instrumen investasi yang bisa menciptakan peluang profit tinggi, mereka juga berpotensi menghasilkan kerugian yang signifikan. Investor perlu memahami dinamika pasar dan kinerja perusahaan dalam membuat keputusan yang tepat dan memaksimalkan keuntungan sambil meminimalkan risiko. Tabel 1 Rerata Harga Saham Rerata Harga Saham Rata-rata Harga Sumber : investing. Data yang tersedia membuktikan adanya tren variasi pada nilai rerata harga saham perusahaan di bidang barang konsumsi selama periode 2019-2023. Pada tahun 2019, rerata harga saham mencapai Rp 151,06, menandai awal periode dengan nilai yang stabil. Tahun 2020 mencatatkan peningkatan yang signifikan menjadi Rp 160,84, mengindikasikan pertumbuhan yang positif dalam nilai saham. Peningkatan berlanjut hingga tahun 2022, di mana harga saham mencapai puncaknya senilai Rp 217,06, mencerminkan keadaan pasar yang kuat dan kepercayaan investor yang tinggi. Namun, pada tahun 2023, terjadi menurunnya menjadi Rp 206,69, membuktikan adanya fluktuasi yang wajar dalam pasar saham yang bisa diberi pengaruh oleh faktor eksternal antara lain keadaan ekonomi global atau kebijakan pemerintah yang memberi pengaruh pada sentimen pasar. Meskipun menurunnya harga saham pada tahun 2023 masih lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya, hal ini mencerminkan fluktuasi pasar yang normal yang sering terjadi dalam lingkungan ekonomi yang dinamis. Menurunnya tersebut kemungkinan diberi pengaruh oleh faktor eksternal antara lain tren ekonomi global dan kebijakan pemerintah yang memberi pengaruh pada sentimen investor dan keadaan pasar secara keseluruhan. Di samping itu, fluktuasi harga saham juga bisa diberi pengaruh oleh perubahan dalam rasio keuangan antara lain ROA. DER dan CR. ROA memberikan gambaran berkaitan dengan efisiensi perusahaan dalam menciptakan profit bersih dari asetnya, sementara DER mengindikasikan struktur modal dan tingkat ketergantungan perusahaan terhadap CR, di sisi lain, menilai kapabilitas perusahaan dalam membiayai tanggungjawab jangka pendek dengan aset lancar yang dimilikinya. Analisis yang cermat terhadap faktor-faktor ini penting dalam menginterpretasi pergerakan harga 225 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . saham dan mengidentifikasi faktor-faktor yang bisa memberi pengaruh pada performa perusahaan dalam pasar modal. Ketiga rasio ini dinilai sangat penting bagi investor dan manajemen dalam menilai profitabilitas, stabilitas keuangan, serta strategi manajemen risiko, yang pada akhirnya memberi pengaruh pada keputusan investasi dan persepsi pasar terhadap kinerja perusahaan. Return On Assets (ROA) mengindikasikan bahwa semakin efisiens pemanfaatan aset dalam menciptakan profit, semakin besar minat investor, yang berkontribusi pada peningkatan harga saham. Namun, menurunnya kinerja ROA dalam beberapa tahun terakhir membuktikan korelasi negatif dengan menurunnya harga saham. Debt To Equity Ratio (DER) menggambarkan bahwa peningkatan utang perusahaan bisa mengurangi kepercayaan investor. Namun, faktor lain antara lain kinerja operasional yang kuat bisa mengimbangi dampak negatif dari tingginya DER. Data mengindikasikan bahwa harga saham tetap bisa meningkat meskipun DER meningkat, menandakan faktor lain juga memainkan peran penting dalam penentuan hargaasaham. Current Ratio (CR) yang sehat menandakan likuiditas1yang baik dan kapabilitas perusahaan dalam membiayai tanggung jawab jangka pendeknya. Peningkatan CR biasanya berhubungan dengan peningkatan harga saham, namun fluktuasi pasar maupun faktor eksternal yang lain bisa menjadi penyebab dari harga saham tidak selalu selaras dengan perubahan CR. Penelitian ini bertujuanadalam menganalisis pengaruh ROA. DER dan CR terhadap harga saham perusahaan pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftaradi BEI selama periode 2019-2023. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Studi yang dilaksanakan oleh Andriani et al. memfokuskan pada pengaruh ROE. EPS, dan DER terhadap harga saham perusahaan di industri makanan olahan yang tercatat di BEI mulai dari tahun 2018 hingga 2020. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi dari ketiga variabel tersebut secara signifikan memberi pengaruh pada harga saham, mengindikasikan bahwa kinerja profitabilitas, pendapatan per saham, dan struktur modal perusahaan memberi efek yang signifikan terhadap nilai saham di pasar modal. Teori signalling menjelaskan bahwa rasio keuangan yang positif memberikan sinyal baik kepada investor berkaitan dengan kesehatan dan potensi keuntungan perusahaan. Hal ini memberi pengaruh pada permintaan saham dan, akibatnya, meningkatkan harga saham sebagai refleksi dari optimisme investor terhadap prospek perusahaan. Studi yang dilaksanakan oleh Tobing et al. menginvestigasi hubungan antara ROA dan DER terhadap harga saham. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa ROA memberi efek negatif terhadap harga saham, yang mengartikan peningkatan ROA cenderung menjadi penyebab dari menurunnya harga saham. Di sisi lain, menurunnya DER menjadi penyebab dari peningkatan harga saham, mengindikasikan bahwa struktur modal yang lebih sehat bisa menaikkan nilai perusahaan di pasar modal. Penemuan ini menggambarkan bahwa ROA mempunyai potensi dalam memberi sinyal yang positif pada investor terkait kinerja perusahaan, meskipun secara langsung memberi dampak negatif terhadap harga saham dalam konteks penelitian ini. 226 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Studi yang dilaksanakan oleh Winata et al. mengenai pengaruh CR. ROA dan TATO terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di BEI dari tahun 2017 hingga 2021 mengetahui bahwa ketiga faktor ini memberi efek positif serta signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini mengindikasikan bahwa berbagai perusahaan dengan rasio keuangan yang sehat dan efisien cenderung mampu menarik minat investor. CR memberikan gambaran berkaitan dengan kapabilitas perusahaan dalam mengatur aset dan likuiditasnya secara efektif, di sisi lain ROA membuktikan tingkat efisiensi dalam menciptakan profit dari aset yang dimiliki. Di samping itu. TATO menggambarkan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari total asetnya. Temuan positif dari ketiga rasio ini meningkatkan kepercayaan para investor terhadap prospek perusahaan serta secara langsung berkontribusi pada meningkatnya harga saham, mencerminkan pentingnya kinerja keuangan yang solid dalam mendukung pertumbuhan nilai perusahaan di pasar modal. Penelitian yang dilaksanakan oleh Muhidin & Situngkir . melihat bagaimana profitabilitas berpengaruh pada harga saham perusahaan di sektor perbankan di BEI pada periode 2015-2021. Terbukti bahwa, baik secara individu maupun secara keseluruhan. ROA dan EPS meningkatkan harga saham. Penelitian yang dilaksanakan oleh Putri & Ramadhan . meneliti dampak rasio likuiditas serta profitabilitas terhadap harga saham. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa rasio uang tunai berkontribusi positif terhadap harga saham, dapat tetapi rasio aktual tidak berpengaruh signifikan. samping itu. ROE dan NPM tidak memberi efek yang signifikan terhadap harga saham, tetapi EPS terbukti berpengaruh yang menguntungkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun beberapa rasio keuangan antara lain ROE dan NPM tidak selalu berpengaruh pada harga saham secara langsung. EPS sebagai indikator profitabilitas yang lebih spesifik mampu menarik tensi investor serta meningkatkan harga saham dari perusahaan. Return On Assets (ROA) Return On Assets (ROA) yaitu rasio yang mencerminkan kapabilitas perusahaan guna menciptakan profit dari aset yang dimilikinya. Dipaparkan oleh Sari . ROA menilai efisiensi keseluruhan operasional perusahaan. Kian tingginya nilai ROA, kian efisien juga perusahaan dalam menciptakan profit, yang tidak lain yaitu sinyal yang baik bagi investor juga berpeluang bisa menambah nilai saham perusahaan. ROA diukur dengan formulasi : Laba bersih ROA = x 100% Total aset Debt To Equity Ratio (DER) Debt To Equity Ratio (DER) yaitu rasio yang memperlihatkan kapabilitas perusahaan dalam membiayai utangnya dari modal sendiri. Dipaparkan oleh Kasmir . DER mencerminkan seberapa besar pembiayaan perusahaan yang berasal dari pihak kreditur. Tingginya DER mencerminkan risiko keuangan yang lebih besar dan bisa menurunkan harga saham. DER diukur dengan formulasi: 227 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Total Utang DER = x 100% Total ekuitas Current Ratio (CR) Current Ratio (CR) yaitu rasio yang mengukur kapabilitas perusahaan dalam membiayai tanggung jawab keuangan jangka pendeknya. Menurut Kasmir . CR yang tinggi mengindikasikan likuiditas yang baik, yang menarik bagi investor sebab memperlihatkan kapabilitas perusahaan yang mampu mencukupi tanggung jawab finansialnya dengan baik. CR diukur dengan formula : Total Aktiva Lancar CR = x 100% Total Utang Lancar Harga Saham Harga saham yakni nilai kepemilikan perusahaan yang diketahui dari proses penawaran maupun permintaan di pasar saham. Prasetyo et al. menjelaskan bahwa harga saham bisa juga dimaknai sebagai nilai yang dihasilkan oleh transaksi antara pembeli dengan penjual saham, yang diberi pengaruh oleh harapan laba Artinya, harga saham mencerminkan persepsi investor terhadap potensi profitabilitas dan kinerja masa depan perusahaan, sehingga fluktuasi harga saham sering kali yaitu hasil dari perubahan ekspektasi investor mengenai prospek Hubungan Antar Variabel Pengaruh Return On Assets terhadap Harga Saham Kapabilitas perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menciptakan profit, yang bisa menarik perhatian investor erta berpotensi meningkatkan harga saham, terlihat oleh ROA yang tinggi (Winata et al. , 2. ROA yang kuat mencerminkan manajemen yang efektif dan operasional yang optimal, sehingga membangun kepercayaan investor terhadap prospek masa depan perusahaan. Pengaruh Debt To Equity Ratio terhadap Harga Saham Debt To Equity Ratio (DER)syang tinggi mengindikaiskan risiko keuangan yang lebih besar, yang bisa mengurangi harga saham sebab telah menurunkan kepercayaan investor (Sinaga et al. , 2. Kebalikannya, kian rendahnya DER, kian tinggi kepercayaan investor, yang berpeluang menambah nilai saham Pengaruh Current Ratio terhadap Harga Saham Current Ratio (CR) yang tinggi memperlihatkan tingkat likuiditas yang baik serta kapabilitas perusahaan dalam membiayai tanggung jawab jangka pendeknya dengan baik. Hal ini bisa menarik atensi investor juga berpeluang menambah nilai saham perusahaan (Sangadah & Erdkhadifa 2. 228 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Kerangka Penelitian dan Hipotesis Kerangka penelitian ini menjelaskan relasi antara variabel yang tidak tergantung (ROA. DER, dan CR) dan variabel yang tergantung . arga saha. Mengacu pada tinjauan literatur dan teori yang sudah dipaparkan sebelumnya, hipotesis pada penelitian ini di antaranya : H1: ROA berpengaruh positif terhadap harga saham. H2: DER berpengaruh negatif terhadap harga saham. H3: CR berpengaruh positif terhadap harga saham. METODE PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini yaitu dalam mengetahui bagaimana variabel bebas antara lain ROA. DER dan CR berpengaruh terhadap variabel terikat, yakni harga saham di BEI. Tujuan dari peneitian ini guna mengetahui seberapa jauh kinerja keuangan perusahaan, yang dinilai melalui rasio-rasio tersebut, bisa berpengaruh pada nilai saham di pasar modal, serta memberi wawasan berkaitan dengan berbagai faktor keuangan yang paling signifikan dalam menentukan harga saham perusahaan yang tercatat di BEI. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif, yang mengartikan pengumpulan, interpretasi, serta penampilan data numerik. Fokus penelitian yaitu perusahaan yang tercatat di BEI yang aktif dalam industri barang konsumsi. Data ini didapatkan dari laporan keuangan tahunan BEI, yang bisa diakses di website resminya, w. Populasi penelitian ini antara lain 91 perusahaan pada sektor tersebut, di mana 27 perusahaan terpilih sebagai sampel dengan metode purposive sampling, yang mempunyai syarat: Perusahaanasektor industri barang konsumsiayang terdaftar di BEI pada tahun Perusahaanayang menerbitkan laporanakeuangan per 31 Desember untuk tahun Penelitian ini menerapkan pendekatan data sekunder dengan mengumpulkan laporan keuangan tahunan dari berbagai perusahaan yang tercatat di BEI dalam sektor industri barang konsumsi. Data yang dianalisis meliputi neraca, laporan laba/rugi, serta variabel-variabel antara lain ROA. DER dan CR. Harga saham yang dipakai ialah harga penutupan saham perusahaan. Selanjutnya, analisis dilaksanakan memakai perangkat lunak SPSS 26, fokus pada analisis deskriptif untuk karakterisasi data dan analisis regresi dalam menilai pengaruh ROA. DER, dan CR terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan agar bisa memberi pemahaman yang lebih dalam terkait berbagai faktor keuangan yang memengaruhi harga saham dalam konteks pasar modal Indonesia, khususnya dalam industri barang konsumsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Statistik deskriptif diterapkan guna merangkum data ehingga menghasilkan informasi yang lebih terperinci serta bisa dimengerti dengan mudah. Analisis ini memberi gambaran berkaitan dengan variabel-variabel penelitian antara lain Harga Saham. ROA. DER dan CR. 229 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Tabel 2 Temuan uji Statistik Deskriptif HARGA SAHAM ROA DER Valid N . Descriptie Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Mengacu pada hasil analisis statistik deskriptif, seluruh variabel yang diamati pada penelitian ini membuktikan karakteristik yang bervariasi. Rentang nilai Harga Saham perusahaan dalam industri barang konsumsi di BEI berkisar luas, antara 50 hingga 53,000, dengan rerata senilai 3,904. 3 dan deviasi standar yang cukup besar yaitu 6,925. ROA mempunyai rentang nilai antara 0. 003 sampai 870, dengan rerata 0. 15094 serta deviasi standar 0. 141071, membuktikan variasi kinerja keuntungan aset perusahaan. DER membuktikan nilai minimum 0. 097 serta 928, dengan rerata 0. 79098 dan deviasi standar 0. mencerminkan tingkat penggunaan utang dalam struktur keuangan perusahaan. bernilai minimum 0. 552 dan maksimum 13. 309, dengan rerata 3. 21722 dan deviasi 611435, memngindikasikan kapabilitas perusahaan dalam membiayai tanggung jawab jangka pendek. Analisis ini memberi gambaran awal yang penting berkaitan dengan distribusi dan variabilitas data yang bisa diterapkan dalam analisis lebih lanjut terkait pengaruh ROA. DER, dan CR terhadap harga saham perusahaan di BEI. Uji Asumsi Klasik Pada analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik menjadi krusial dalam memvalidasi kecocokan model dan interpretasi hasilnya. Uji normalitas dipakai dalam menilai apakah residu dari model berdistribusi secara normal, yang penting dalam memastikan validitas statistik inferensial. Uji multikolinearitas mendeteksi seberapa kuat relasi antara variabel bebas, yang bisa berpengaruh pada interpretasi koefisien regresi. Heteroskedastisitas diperiksa dalam menilai ketidakseragaman variansi residual, sementara uji autokorelasi dipakai dalam mengidentifikasi ketergantungan antara residu dalam rentang waktu atau urutan Dengan memastikan model mencukupi asumsi-asumsi ini, analisis regresi linier berganda bisa diandalkan dalam mengeksplorasi relasi antara variabel terikat maupun bebas serta memberi hasil yang lebih valid dan akurat. Uji Normalitas Uji normalitas diterapkan guna menilai distribusi data dalam suatu kelompok data maupun variabel tertentu, tujuannya adalah memastikan bahwa data tersebut mengikuti distribusi normal. Dalam konteks model regresi, penting bahwa residual dari model tersebut juga mengikuti distribusi normal. Salah satu metode dalam melakukan uji normalitas residual yakni dengan melakukan uji statistik antara lain uji Kolmogorov-Smirnov. Mengacu pada temuan uji normalitas pada Tabel 2, nilai dari uji Kolmogorov-Smirnov memperlihatkan nilai sig. -taile. 230 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . yang > nilai sig. Temuan ini mengindikasikan bahwa data tersebut bisa diasumsikan mengikuti distribusi normal, sehingga bisa dilanjutkan ke tahap uji Tabel 3 Temuan uji Normalitas Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. Sig. Monte Carlo Sig. -taile. Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Uji Multikolonearitas Uji multikolinearitas dipakai dalam menilai seberapa kuat korelasi antara variabel bebas pada model regresi. Toleransi (Toleranc. dan Variance Inflation Factor (VIF) yaitu metrik yang dipilih dalam mengidentifikasi keberadaan Toleransi yaitu kebalikan dari VIF, yang menilai seberapa baik variabel bebas yang satu bisa dipaparkan oleh variabel bebas lainnya. Umumnya, ketika nilai Toleransi < 0. 10 atau ketika VIF melampaui 10, itu membuktikan adanya multikolinearitas yang signifikan di antara variabel bebas. Dalam konteks analisis regresi, temuan uji multikolinearitas ini penting dalam memastikan bahwa variabel bebas pada model tidak terlalu berhubungan, sehingga interpretasi koefisien regresi bisa dilaksanakan dengan lebih tepat dan akurat. Tabel 4 Temuan uji Multikolonearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance 231 | J A M M S VIF Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . ROA DER Terikatt Variable: HARGA SAHAM Temuan uji multikolinearitas mengindikasikan bahwa tidak ditemukan indikasi multikolinearitas pada penelitian ini. Nilai VIF untuk seluruh variabel bebas berada di bawah 10, serta nilai toleransi untuk seluruh variabel > 0,1. Hal ini memperlihatkan bahwa variabel bebas pada model tidak saling berhubungan kuat, memastikan kestabilan interpretasi koefisien regresi dan validitas model dalam menjelaskan relasi dengan variabel terikat. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dipakai dalam menentukan apakah variasi residual tidak sesuai dengan satu observasi ke observasi yang lainnya pada model regresi. Ketika variasi residual konsisten dari observasi ke observasi lain, keadaannya disebut homoskedastisitas. Salah satu teknik statistik yang bisa dipakai dalam menguji heteroskedastisitas yaitu uji Glejser. Tidak ditemukannya heteroskedastisitas diambil simpulan ketika nilai sig. -valu. dari uji Glejser > 0,05. Ini menandakan bahwa variasi residual pada model regresi tidak bervariasi secara sistematis sepanjang rentang nilai prediksi, memastikan keabsahan asumsi homoskedastisitas dalam analisis regresi. Tabel 5 Temuan uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. ROA DER Terikatt Variable: HARGA SAHAM Model Standardized Coefficients Beta Sig. Temuan uji heteroskedastisitas glejser mengindikasikan bahwa variabel ROA bernilai sig. 0,975 > 0. DER bernilai sig. 0,409 > 0. 05, dan CR bernilai 0,136 > 0. Mengartikan, tidak ditemukan nilai sig. <0. Karenanya, diambil simpulan bahwa model regresi ini tidak memberi bukti heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Dalam suatu model regresi, uji autokorelasi diterapkan dalam mengetahui keterdapatan relasi antara residual pada periode saat ini . dan residual pada periode 232 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . relasi ini, yang sering terjadi sebab observasi yang berurutan dalam waktu yang saling terkait, disebut sebagai autokorelasi. Masalah ini muncul dalam kasus di mana residual tidak bersifat bebas dari satu titik pandang. Uji Run Test bisa diterapkan guna mengetahui apakah terdapat autokorelasi pada model Ketika nilai sig. uji > 0,05, sehingga model regresi tidak mempunyai Mengacu pada nilai Durbin-Watson (DW) senilai 2. 060 yang diperoleh dari analisis, dengan total sampel . = 135 dan jumlah variabel bebas . = 3, serta tingkat sig. 5%, kita mengacu pada tabel nilai kritis Durbin-Watson . L = 1. dU = 1. 7645, dan 4 - dU = 2. dalam menilai keberadaan autokorelasi pada model regresi. Nilai DW yang mendekati 2 membuktikan adanya indikasi bahwa tidak ditemukan autokorelasi yang signifikan dalam residual model. Oleh sebab itu, diambil simpulan bahwa model regresi ini mencukupi asumsi ketiadaan Tabel 6 Temuan uji Autokorelasi Model Summaryb Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. CR. ROA. DER Terikatt Variable : HARGA SAHAM Analisis Regresi Linier Berganda Uji asumsi klasik mengindikasikan bahwa model regresi ini sesuai dengan semua persyaratan standar. data mempunyai distribusi normal dan tidak ditemukan masalah dengan heteroskedastisitas, multikolinearitas, atau autokorelasi. Temuan analisis yang dilaksanakan dengan metode regresi linier berganda memakai program statistik antara lain SPSS terlihat pada tabel berikut: Tabel 7 Hasil Perhitungan Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. ROA DER Std. Error Beta Sig. 233 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Terikatt Variable: HARGA SAHAM Hasil analisis regresi linier berganda membuktikan persamaan antara lain : Harga Saham = 1. 200 ROA -0. 364 DER 0. 379 CR. Mengacu pada persamaan regresi tersebut, diambil simpulan: Koefisien ROA senilai 0. 200 membuktikan pengaruh positif terhadap variabel harga saham. Karenanya, tiap ditemukan peningkatan ROA maka dapat cenderung meningkatkan harga saham. Koefisien DER senilai -0. 364 mengindikasikan bahwa variabel harga saham berpengaruh negatif. Setiap peningkatan DER dapat cenderung menurunkan harga saham. Koefisien CR senilai 0. 379 membuktikan pengaruh positif terhadap variabel harga saham. Hal ini mengartikan, tiap ditemukan peningkatan CR dapat cenderung meningkatkan harga saham. Uji Parsial (Uji . Dalam menilai sig. variabel bebas terhadap variabel terikat pada model regresi, uji statistik t dipakai dalam menilai seberapa besar kontribusi setiap variabel bebas antara lain ROA. DER, dan CR terhadap harga saham. Temuan dari uji t dapat memberi informasi mengenai seberapa kuat relasi antara setiap variabel bebas dengan variabel terikat, serta sig. nya dalam menjelaskan variasi harga saham di pasar modal. Temuan uji t berikut: Tabel 8 Temuan uji t (Parsia. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. ROA DER Terikatt Variable: HARGA SAHAM Model Beta Sig. Pengaruh Return On Assets terhadap Harga Saham Mengacu pada temuan uji hipotesis yang tertera dalam Tabel 7, diambil simpulan bahwa variabel ROA memberi efek yang signifikan terhadap harga Nilai sig. senilai 0,05 mengindikasikan bahwa relasi antara ROA dan harga saham tidak terjadi secara kebetulan, di sisi lain nilai t hitung senilai 2,125 melampaui nilai t tabel senilai 1,656 pada tingkat sig. Hal ini mengindikasikan bahwa ROA secara signifikan memberi pengaruh pada variabilitas harga saham pada model regresi. ROA memberi dampak yang signifikan terhadap harga saham 234 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . Hal ini mengartikan bahwa perusahaan yang mampu menghasilkan tingkat ROA yang tinggi umumnya mempunyai harga saham yang lebih tinggi juga. ROA yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan efisien dalam mengatur asetnya guna menciptakan profit, yang pada gilirannya menarik minat investor dan menstrimulasi peningkatan harga saham. Dengan begitu, hipotesis alternatif (H. yang menyebutkan bahwa ROA berpengaruh terhadap harga saham bisa diterima. Studi ini mengikuti temuan Winata et al. yang mengindikasikan bahwa ROA memberi efek positif serta signifikan terhadap harga saham. ROA sering dipakai sebagai ukuran dalam menilai efisiensi perusahaan dalam menciptakan profit bersih, mencerminkan kemampuan mereka dalam mengatur biaya dalam meningkatkan profitabilitas dan, secara langsung, memberi efek positif terhadap nilai saham perusahaan. Temuan ini tidak sesuai dengan penelitian Wasiatun . yang mengindikasikan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, membuktikan adanya variasi dalam hasil penelitian tergantung pada konteks dan metode analisis yang dipakai. Pengaruh Debt To Equity Ratio terhadap Harga Saham Hasil pengujian hipotesis yang terlihat dalam Tabel 7 mengindikasikan bahwa variabel rasio utang ke ekuitas (DER) tidak memberi efek yang signifikan terhadap harga saham. Bernilai sig. 0,05, nilai t hitung senilai -2,475 > nilai t tabel senilai 1,656. Temuan ini mengindikasikan bahwa harga saham tidak diberi pengaruh oleh DER. Oleh sebab itu, hipotesis H2 diterima. Studi ini mendukung hasil Andriani et al. yang mengetahui bahwa nilai DER tidak memberi pengaruh pada harga saham secara signifikan. Temuannya mengindikasikan bahwa nilai DER tidak selalu memberi pengaruh pada harga saham serta tidak memengaruhi keputusan investor agar berinvestasi dalam saham Rasio DER membuktikan jumlah utang yang dipakai oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan ekuitasnya. ketika DER lebih tinggi, harga saham cenderung lebih rendah, dan sebaliknya, sebab DER yang lebih tinggi membuktikan biaya utang yang lebih tinggi yang bisa mengurangi profitabilitas Hal ini bisa mengurangi minat investor dan mungkin memberi efek pada harga saham. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Sinaga et al. , yang mengindikasikan bahwa DER memberi efek yang signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Current Ratio terhadap Harga Saham Mengacu pada temuan dari pengujian hipotesis yang terdapat dalam Tabel 7, diketahui bahwa variabel CR memberi pengaruh yang signifikan pada harga Bernilai sig. senilai 0,05 yang lebih rendah dari tingkat sig. yang ditentukan, serta nilai t hitung senilai 1,993 yang melampaui nilai t tabel senilai 1,656 pada tingkat sig. 5%, diambil simpulan bahwa CR memang berpengaruh positif pada harga saham. Dengan begitu, hipotesis H3 yang menyebutkan bahwa CR memberi pengaruh pada harga saham bisa diterima mengacu pada hasil analisis ini. Hasil penelitian sesuai dengan teori sinyal yang menekankan pentingnya rasio likuiditas dalam memberi sinyal positif pada investor. Kian tingginya kapabilitas perusahaan dalam membayar tanggung jawab jangka pendeknya, semakin baik sinyal yang diberikan pada investor, yang pada akhirnya bisa meningkatkan minat mereka untuk berinvestasi. Dengan begitu CR memainkan peran penting dalam kapabilitas perusahaan dalam mengatur tanggung jawab finansialnya dalam jangka pendek. Sebuah nilai CR yang tinggi mengindikasikan 235 | J A M M S Journal of Applied Management Studies (JAMMS). Vol 5. No 2. Juni 2024 (Haliza FanyAomah. dan Anita Akhiruddin. 224 - . bahwa perusahaan mempunyai kapabilitas dalam menciptakan profit yang lebih besar, yang mana hal ini bisa menarik investor untuk berpartisipasi dalam investasi. Studi ini membuktikan perbedaan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Putri & Ramadhan . yang mengindikasikan bahwa CR tidak berpengaruh terhadap harga saham. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Mengacu pada hipotesis yang diajukan, analisis data uji, dan hasil pembahasan, kesimpulan dari penelitian ini antara lain: ROA berpengaruh positif terhadap hargaasaham pada perusahaanasektor industri barang konsumsi tercatat di BEI tahun 2019 Ae 2023. DER berpengaruh negatif terhadap harga saham pada perusahaan sektor industri barang konsumsi tercatat di BEI tahun 2019 Ae 2023. CR berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaanasektor industri barang konsumsi yang tercatat di BEI tahun 2019 Ae 2023. Saran Mengacu pada kesimpulan dari penelitianayang telah dilaksanakan, saran yang bisa diberikan antara lain : Pihak manajemen perusahaanasektor industri barang konsumsi diharapkan perlu fokus pada tiga strategi utama dalam meningkatkan kinerja dan menarik minat investor dengan penggunaan aset (ROA) harus ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan aset yang lebih efektif, dan pengurangan biaya operasional yang tidak perlu dalam menciptakan profit yang lebih tinggi. Lalu, pengelolaan tingkat utang (DER) harus dilaksanakan dengan hati-hati, termasuk menurunkan utang atau mengoptimalkan struktur modal dalam meningkatkan kepercayaan investor dan stabilitas harga saham. Ketiga, menjaga likuiditas (CR) yang sehat sangat penting dengan memastikan cukupnya aset lancar dalam mencukupi tanggung jawab jangka pendek, memberi sinyal positif pada investor dan memastikan operasional perusahaan berjalan lancar tanpa gangguan Hasil penelitian ini diharap mampu membantu meminimalisir risiko investasi. Disarankan bagi investor dalam melakukan diversifikasi portofolio investasi mereka dengan tidak hanya mengandalkan berbagai perusahaan yang mempunyai kinerja keuangan yang solid, tetapi juga mempertimbangkan berbagai sektor industri. DAFTAR PUSTAKA