PERBEDAAN HASIL KADAR HEMOGLOBIN METODE POCT PADA POSISI DUDUK DAN BERBARING Ambar Sukowati1. I Gede Andika Sukarya2. Maulida Julia Saputri 3 1Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (D. Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, ambarsukowati04@gmail. com, 082352199890 2Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (D. Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, dkha87@gmail. com, 082141388668 3Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (D. Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, maulidajs@gmail. com, 087710040109 Abstrak Hemoglobin adalah protein kompleks yang mengikat zat besi yang terdapat di dalam eritrosit, dengan fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menukarkannya dengan karbondioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru. Di rumah sakit pasien rawat jalan sampel darah diambil pada posisi duduk sedangkan pada pasien rawat inap biasanya sampel darah diambil pada posisi berbaring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pengambilan darah kapiler pada posisi duduk dan berbaring, pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat POCT dan membedakan kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimen dengan posttest only control design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu 20 orang responden mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Hematologi Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur selama 2 minggu pada bulan Juni. Analisa data menggunakan uji bivariat yang dianalisis dengan uji t-test berpasangan didapatkan bahwa nilai Sig. -taile. sebesar 0,842 > 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada hasil kadar hemoglobin metode POCT pada posisi duduk dan berbaring, sehingga pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan darah kapiler metode POCT pada posisi duduk dan berbaring dapat digunakan. Kata kunci: hemoglobin. POCT, posisi duduk, posisi berbaring Abstract Hemoglobin is a complex protein that binds to the iron contained in erythrocytes, with its main function being to transport oxygen from the lungs throughout the body and exchange it with carbon dioxide from the tissues to be excreted through the lungs. In outpatient hospitals, blood samples are taken in a sitting position, while inpatients, blood samples are usually taken in a lying position. The purpose of this study was to determine differences in hemoglobin levels by taking capillary blood in the sitting and lying positions, measuring hemoglobin levels using the POCT tool and differentiating hemoglobin levels. This type of research is true experiment research with posttest only control design. The sampling technique used was random sampling, namely 20 respondents from the Poltekkes Kemenkes East Kalimantan. The location of research was carried out at the Hematology Laboratory of the Diploma 3 Technology Laboratory Medical Laboratory of the East Kalimantan Ministry of Health Polytechnic for 2 weeks in June. Data analysis using the bivariate test which was analyzed by paired t-test found that the value of Sig. -taile. 842 > 0. From these results it can be concluded that there is no significant difference in the results of hemoglobin levels using the POCT method in sitting and lying positions, so that examination of hemoglobin levels using capillary blood using the POCT method in sitting and lying positions can be used. Keywords: hemoglobin. POCT, sitting position, lying position PENDAHULUAN Hemoglobin ialah suatu protein, yang signifikan terhadap zat besi (F. yang ditemukan dalam sel darah merah. Tujuan memudahkan pergerakan oksigen dari organ pembuangan karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui organ paru. Untuk memenuhi fungsinya dengan baik, setiap sel darah merah memiliki sekitar 640 juta molekul hemoglobin. Selain itu, hemoglobin berperan dalam mengatur tekanan darah, berbaring, peserta bersandar dengan tangan terentang dan tubuh dalam keadaan rileks. mengubah tingkat pH darah. Hemoglobin bidang kesehatan, prosedur pengambilan berfungsi sebagai metrik yang digunakan sampel darah pasien rawat jalan biasanya secara luas untuk mengevaluasi terjadinya dilakukan dengan posisi duduk. Sebaliknya, anemia . pengambilan sampel darah pasien rawat inap Pengujian metode POCT mengacu pada Sebaliknya, posisi berbaring. Fitri Anggraini secara akurat dan non-invasif. Pendekatan khususnya posisi duduk dan ini memerlukan jumlah sampel yang terbatas terhadap kadar hemoglobin selama proses dan dibedakan berdasarkan karakteristiknya pengambilan darah vena . Tujuan dari yang cepat dan efektif. Metode ini terbukti penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan kadar hemoglobin yang diperoleh di daerah-daerah dari sampel darah vena yang diambil dari kesehatan atau rumah sakit yang terbatas. partisipan dalam posisi duduk dan terlentang. Keakuratan metode ini divalidasi melalui Spektrofotometer keberhasilan penyelesaian tes proses yang melakukan pengukuran menggunakan teknik dirancang untuk menilai tingkat Hb. Orang Hasilnya menunjukkan digunakan untuk penilaian kadar hemoglobin memanfaatkan teknologi khusus ini mampu konsentrasi hemoglobin yang diamati pada mengikuti petunjuk yang diberikan pada sampel darah vena yang diperoleh dari individu dalam dua postur berbeda. Posisi kesalahan . Sujud dkk. melaporkan bahwa proses proses mengeluarkan darah kapiler METODE PENELITIAN Penelitian ini yaitu true experiment dapat dilakukan dengan posisi berbaring atau dengan desain only control. Penelitian ini duduk . Pengambilan sampel darah kapiler menggunakan lembar inform consent, surat dapat dilakukan dengan posisi duduk atau izin penelitian dan izin etik dari Komite Etik Saat mengambil posisi duduk. Penelitian Kesehatan WAHAB SJAHRANIE NO:116/KEPK-AWS/VI/2023. RSUD ABDOEL SAMARINDA bersentuhan dengan permukaan, sedangkan lengannya bertumpu pada meja atau tempat Perlu meningkatkan kenyamanan selama postur METODE PENGUMPULAN DATA Sampel penelitian adalah mahasiswa Di Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Populasi penelitian menggunakan rumus Federer : c Oe . c Oe . Ou 15 Keterangan : t : banyak kelompok perlakuan r : jumlah pengulangan sampel yang akan Pada penelitian ini menggunakan 2 posisi sampling, sehingga : c Oe . c Oe . Ou 15 Dalam penelitian ini, responden laki-laki yaitu 1 orang dengan persentase 5% dari seluruh populasi. Sebaliknya, 19 peserta sisanya berjenis kelamin perempuan, yang merupakan 95% dari total sampel. Tabel 2. Kadar Rata-Rata Hemoglobin Posisi Pengambilan Sampel Kadar Hemoglobin Posisi Posisi Duduk Berbaring N Sampel Mean 14,14 14,12 Min Max Selisih Mean 0,02 Oe . c Oe . Ou 15 1. c Oe . Ou 15 1ycOe1 Ou 15 yc Ou 15 1 Ou 16 Penelitian ini mencakup perolehan total 20 spesimen, yang kemudian dibagi menjadi dua perlakuan dan di peroleh 40 kali Responden diberikan instruksi untuk mengambil posisi duduk yang tenang dan mempertahankannya selama 15 menit sebelum dimulainya proses pengambilan Selanjutnya dilakukan analisis Selanjutnya diinstruksikan untuk mengambil posisi terlentang dalam keadaan relaksasi selama 20 menit. Selanjutnya pemeriksaan hemoglobin posisi berbaring. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan strategi random sampling, khususnya pemilihan langsung dari populasi melalui random HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut hemoglobin dari dua perlakukan Tabel 1. Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin (%) Laki-Laki Perempuan Total Ket: N : jumlah, (%) : persentase Distribusi partisipan dalam penelitian ini berdasarkan jenis kelamin berjumlah 20 Berdasarkan analisis data yang disajikan pada tabel, terlihat bahwa rata-rata kadar hemoglobin yang diperoleh dari 20 sampel darah kapiler dengan metode POCT ditentukan sebesar 14,14 g/dL saat posisi duduk, dan 14,12 g/dL saat posisi berbaring. Hal ini menunjukkan adanya sedikit perbedaan sebesar 0,02 g/dL antara kedua Tabel 3. Hasil Uji Perbedaan Kadar Tiap Perlakuan Kelompok Nilai Makna Uji Perlakuan Posisi duduk ,842 Tidak ada perbedaan pada hasil kadar hemoglobin metode POCT pada posisi duduk dan berbaring Berdasarkan data pada tabel di atas, terlihat bahwa nilai p value yang diperoleh adalah 0,842, melebihi standar taraf signifikansi yaitu <0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada hasil kadar hemoglobin metode POCT baik pada posisi duduk maupun berbaring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam penilaian kadar hemoglobin saat menggunakan metode POCT baik pada postur duduk maupun Kesimpulan tersebut diperkuat dengan hasil uji t-berpasangan yang menghasilkan nilai signifikansi statistik (Si. sebesar 0,842, melampaui ambang batas <0,05. Rata-rata konsentrasi hemoglobin yang diukur dalam posisi duduk adalah 14,14 g/dL, dengan nilai berkisar antara 11,6 g/dL hingga 17,2 g/dL. Demikian pula, konsentrasi hemoglobin ratarata saat dalam posisi berbaring sebesar 14,12 g/dL, menunjukkan nilai minimum 11,6 g/dL dan nilai maksimum 16,8 g/dL. Terdapat perbedaan rata-rata kadar hemoglobin yang diamati antara kedua posisi sebesar 0,02 g/dL. Oleh karena itu, dapat disimpulkan menggunakan teknik POCT pada postur duduk dan berbaring menghasilkan hasil yang tidak signifikan secara statistik. Hasil penelitian ini memiliki sudut pandang yang berbeda jika dibandingkan dengan kesimpulan yang disampaikan Fitri Anggraini . Penelitian yang dilakukan oleh Anggraini berfokus pada perbedaan kadar hemoglobin yang diperoleh dari sampel darah vena ketika membandingkan responden dalam posisi duduk dan posisi berbaring dengan menggunakan metode Meskipun potensi variasi dalam parameter dan sampel pemeriksaan pada penelitian ini dan penelitian sebelumnya. Puspitasari dkk. menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar hemoglobin dalam darah vena, cyanmethemoglobin, dan kadar hemoglobin menggunakan metode POCT . Tujuan utama pembuatan alat pengukur hemoglobin POCT portabel adalah untuk meningkatkan portabilitas perangkat dan kemudahan penggunaan. Perangkat ini menggunakan strip kering atau bahan kimia yang berfungsi berdasarkan prinsip refleksi. Tujuan dari perangkat ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hasil kromatik yang dihasilkan dari interaksi kimia antara unsur tertentu dalam sampel dan zat yang termasuk dalam strip. Setelah itu, alat tersebut kemudian melanjutkan untuk menganalisis dan memahami warna yang diperoleh untuk melakukan analisis. Presetya et al . melakukan penelitian yang menggambarkan hasil unggul yang diperoleh melalui penggunaan pendekatan POCT untuk mengevaluasi kadar hemoglobin. Perbedaan diamati mungkin terkait dengan pengaruh pengumpulan darah kapiler dari vena, di pra-pemijatan meningkatkan sirkulasi cairan seluler. Kombinasi yang dihasilkan menunjukkan pengenceran darah, sehingga menghasilkan tekstur yang kurang kental dibandingkan dengan darah vena . Umami . berpendapat bahwa berkontribusi terhadap variabilitas yang diamati pada kadar hemoglobin. Beberapa alasan yang dapat menyebabkan masalah ini termasuk kedalaman tusukan yang tidak memadai, pemijatan yang berlebihan, dan adanya cairan jaringan atau sisa alkohol 70% . Widianto . berpendapat bahwa prosedur pengambilan sampel darah kapiler mungkin tidak selalu sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan, sehingga memerlukan penggunaan teknik pijat sesekali selama hemodialisis, sehingga terjadi penurunan jumlah hemoglobin dalam sampel darah kapiler . Selain itu, penting untuk menyadari bahwa mungkin ada kesalahan lain yang berpotensi mempengaruhi hasil Misalnya, posisi responden yaitu duduk atau berbaring tidak dalam keadaan tenang, atau responden mungkin melakukan gerakan berlebihan. Menurut Fitri Anggraini . , secara umum diketahui bahwa responden biasanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk berpindah dari posisi duduk ke posisi Pada penelitian Putri A. , menyarankan agar pasien duduk tenang minimal 15 menit sebelum melakukan pengambilan sampel. Penerapan praktik ini direkomendasikan untuk membantu pembentukan kembali keseimbangan cairan selama perubahan posisi . SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan hasil kadar hemoglobin metode POCT pada posisi duduk dan berbaring. Penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin metode POCT sebesar 14,14 g/dL pada posisi duduk dan 14,12 g/dL pada posisi berbaring. Saran