Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia ISSN: 2827-9956 Volume 4 Nomor 1 Analisis Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Menggunakan Media Audiovisual Esterina Meriahta Br Kemit Abstract esterinameriahtabrkemit@gmail. com The aims of this study were . to describe the process of implementing learning to write poetry using audiovisual Universitas Pendidikan Ganesha Ida Bagus Putrayasa bputra@gmail. Universitas Pendidikan Ganesha I Gede Nurjaya nurjaya@undiksha. Universitas Pendidikan Ganesha media in class Vi students of SMP Negeri 4 Anggrek Singaraja, . to describe the results of learning to write poetry using audiovisual media in class Vi students of SMP Negeri 4 Singaraja. Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja, . explained the obstacles that occur in learning to write poetry using audiovisual media in class Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja. The research design is descriptive research and the data collection methods are observation, documentation, and interviews with data collection instruments as guidelines for observation sheets, cameras, and recording devices. The results of the study show that . in the implementation of learning to write poetry using audiovisual media, there are three activities carried out, namely the opening, core and closing activities in the implementation of learning to write poetry. Student learning outcomes in learning to write poetry using audiovisual media provide an overview of the extent to which students' ability to write poetry using audiovisual media can be seen from the results of student work examined by the teacher sorted according to 'ability. from the acquisition of the largest value to the smallest value. Obstacles in learning to write poetry using audiovisual media, namely showing several obstacles faced by Indonesian language teachers in carrying out learning to write poetry using audiovisual media, namely time management which is still ineffective, students' different abilities in writing poetry, students' focus on learning writing poetry is still lacking. Keywords: Learn to Write Poetry. Media. Audiovisual PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan pengetahuan seseorang atau kelompok menjadi perubahan yang lebih baik melalui pengajaran dan pelatihan. Pendidikan yang baik diharapkan mendatangkan perubahan yang baik pula. Pendidikan memegang Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, maka dari itu untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan usaha yang keras baik dari masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat Indonesia masih menghadapi masalah berat dalam bidang pendidikan, terutama berkaitan dengan kualitas dan efisiensi pendidikan. Freire, mengemukakan bahwa pendidikan hendaklah membuat manusia menjadi transitif, yaitu kemampuan menangkap dan menanggapi masalah-masalah lingkungan serta kemampuan berdialog tidak hanya dengan sesama, tetapi juga dengan dunia beserta segala isinya . alam Pidarta, 2007:. Berbicara mengenai pembelajaran maka tidak lepas dari kata belajar, belajar adalah proses yang tidak tau menjadi tau, belajar tidak hanya dari sekolah tetapi, bisa dapat belajar dari mana saja baik dari lingkungan sekolah, lingkungan sekitar dan lingkungan keluarga. Semenjak manusia lahir ke dunia ini tentunya sudah banyak sekali belajar, dan biasanya halhal tersebut diajarkan oleh orang tua, mulai dari makan, minum, merangkak, berjalan hingga berbicara semua itu dibuat dipelajari untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, biasanya setiap orang dapat bersikap sebagaimana hidup di lingkungan sekitarnya yang tidak sehat dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak karena jika anak tumbuh dari lingkungan yang tidak sehat itu bisa berpengaruh kepada perilaku anak di kemudian hari. Anak cenderung mengikuti apa yang mereka lihat dari keadaan disekitar mereka seperti keluarga, teman dan orang di sekitar mereka. Proses belajar bisa terjadi kapan dan dimana saja , belajar tidak hanya berasal dari guru atau orang yang lebih dewasa melainkan belajar bisa terjadi di lingkungan sekitar atau pada pengalaman yang mereka dapatkan sehingga menimbulkan pengetahuan baru terutama belajar bahasa Indonesia. Menulis merupakan kegiatan yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Morsey . alam Dewi, 2017:. menyatakan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang digunakan orang-orang terpelajar untuk mencatat atau merekam, melaporkan dan Tidak jauh berbeda dari Morsey. Sardila . yang menyatakan bahwa, menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat efektif dan produktif. Dilihat dari pengertian secara umum , menulis adalah aktivitas mengemukakan gagasangagasan melalui media bahasa. Menurut Suandi, dkk. , keterampilan menulis merupakan kegiatan mengemukakan gagasan dan informasi yang didapatkan dari keterampilan kognitif, lalu dituliskan kepada pembaca untuk dipahami. Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat ditarik kesimpulan mengenai pengertian Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mencatat atau merekam, melacak, mengungkapkan gagasan, maksud , ide , pesan atau pikirannya melalui bahasa secara teratur sehingga dapat ditemukan oleh pembaca. Pada dasarnya kegiatan menulis sangat diperlukan dan memiliki peran yang sangat penting. Menulis dikatakan penting karena menulis adalah proses yang sangat teratur. Hal itulah yang mengimplikasikan bahwa kegiatan menulis membutuhkan pemikiran yang cukup luas. Sebagai suatu proses, menulis mencakup kegiatankegiatan mulai dari penemuan gagasan atau topik yang akan dibahas sampai dengan penulisan konsep akhir. Pendapat tersebut didukung oleh Akhadiah, . yang menyatakan bahwa proses tersebut mencakup beberapa tahap, yaitu tahap persiapan atau tahap prapenulisan, penulisan, dan revisi sehingga tulisan yang dihasilkan mudah dipahami oleh pembaca. Orang yang tidak mampu menulis akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh berbagai posisi Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh berbagai pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari yang menuntut seseorang untuk mampu menulis. Manfaat menulis adalah meningkatkan kecerdasan, meningkatkan daya inisiatif dan kreatifitas. Menumbuhkan keberanian, serta mendorong, kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi khususnya dalam menulis puisi. Melalui keterampilan menulis puisi, peserta didik dapat mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaannya dengan baik dan terbuka secara tidak langsung melalui menulis karya sastra berupa puisi. Hal itulah yang mengimplikasikan bahwa kegiatan menulis membutuhkan pemikiran yang sangat luas. Salah satu wujud keterampilan menulis adalah menulis puisi. Puisi adalah bagian dari ilmu sastra yang memakai kata, kata-kata atau frasa sebagai alat penghubung untuk menghasilkan ilmu serta imajinasi. Menurut Aminuddin . 1: . , secara etimologi, puisi bermula dari bahasa Yunani poeima yang memiliki arti AomembuatAo atau poeisi AopembuatanAo karena melalui puisilah seorang penyair bisa menciptakan sebuah dunia miliknya sendiri, yang di dalamnya berisi pesan ataupun gambaran suasana tertentu yang ingin disampaikan serta curahan hati, baik berbentuk fisik maupun batiniah. Waluyo . 5: . menyatakan bahwa, puisi adalah karya sastra yang memiliki unsur-unsur pembangun yang Pada penelitian ini penulis merujuk terhadap sekolah yang berada di kota Singaraja yakni SMP Negeri 4 Singaraja. SMP Negeri 4 Singaraja merupakan Sekolah Menengah Pertama yang berada di kawasan Jalan Srikandi-Babakan. Baktiseraga. Kec Sukasada. Kabupaten Buleleng. Bali. SMP Negeri 4 Singaraja. Dari tahun ke tahun mengalami peningkatan kuantitas maupun kualitas pendidikan dan menjadi salah satu tujuan bagi siswa SD untuk melanjutkan sekolah ke SMP. SMP Negeri 4 Singaraja memiliki ruang kelas sebanyak 33 kelas, terdapat 1 ruangan Lab TIK. Lab IPA. Pojok Literasi . Saung Baca, dan terdapat ruang keterampilan dll. Proses pembelajaran yang digunakan oleh SMP Negeri 4 Singaraja pada kelas VII menerapkan Kurikulum Merdeka dan pada kelas Vi dan IX menerapkan Kurikulum 2013. Setelah melakukan wawancara dengan salah satu guru Bahasa Indonesia yang bernama Ibu Kadek Desy Indah Sari S. Pd. Pelajaran menulis sudah diterapkan dalam pelajaran bahasa indonesia dan diberikan kepada siswa sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, dalam Kurikulum 2013 untuk siswa SMP yang berlaku saat ini,siswa dituntut untuk mampu menulis puisi. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di SMP Negeri 4 Singaraja, dengan salah satu guru Bahasa Indonesia yang bernama Ibu Kadek Desy Indah Sari S. Pd banyak siswa belum mencapai standar yang diharapkan. Kondisi riil yang terjadi dalam pembelajaran menulis puisi di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja sesuai dengan hasil observasi yang peneliti lakukan, terdapat beberapa faktor penyebab siswa belum mencapai standar yang diharapkan. Faktor faktor tersebut yaitu, . siswa masih belum mampu mengungkapkan dan menemukan ide, tema atau topik yang akan ditulis, . siswa kurang tertarik dalam mengikuti pelajaran menulis puisi, dan . siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran menulis puisi. Untuk mencapai standar yang diharapkan, media pembelajaran sangatlah dibutuhkan dalam proses belajar dan Di samping dapat menarik perhatian siswa, media pembelajaran juga dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap mata pelajaran. Dalam pembelajaran di sekolah, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian dengan memanfaatkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan variatif. Dengan Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan mengoptimalkan proses dan berorientasi pada prestasi belajar. Pentingnya penggunaan media pembelajaran diera perkembangan teknologi dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Media pembelajaran diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan mengasyikan yang akan membuat proses pembelajaran efektif. Media pembelajaran yang dimaksud yaitu media audiovisual. Media audio visual merupakan media yang digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan informasi berupa suara dengan disertai gambar yang diharapkan dapat memberikan motivasi pada peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik lebih aktif dan merespon materi yang telah dilihat dan didengarnya. Guru bahasa Indonesia di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja yaitu Ibu Kadek Desy Indah Sari S. Pd memilih menggunakan media pembelajaran untuk mengajar siswa dalam pembelajaran menulis puisi yakni untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa di SMP Negeri 04 Singaraja khusunya di kelas Vi Anggrek. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah media audiovisual sebagai sarana untuk menjebati proses pembelajaran siswa sehingga peserta didik dapat belajar dengan maksimal. Media audiovisual yang digunakan oleh guru adalah video yang berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi. Guru memilih menggunakan video tersebut karena video ini dapat membantu dan mengasah kemampuan berpikir siswa agar dapat membuat sebuah puisi dan terinspirasi dari video METODE Rancangan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Rancangan penelitian deskriptif digunakan karena data-data yang ditemukan dalam penelitian ini akan dideskripsikan dengan menggunakan kata-kata dan penjelasan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja yaitu Ibu Kadek Desy Indah Sari S. Pd dan siswa di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja, objek penelitian ini adalah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual, ditinjau dari segi hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audio visual dan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis puisi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Metode observasi digunakan untuk melihat dan mengamati berbagai fenomena sosial yang terjadi dan menilai mengenai perubahan yang terjadi dalam fenomena sosial tersebut. Menurut Suandi . 8: . , metode observasi atau metode pengamatan merupakan metode yang sangat tepat digunakan untuk mengamati tindakan dan benda-benda yang dibuat atau digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan seperti buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, foto-foto, laporan sebuah kegiatan, video, film dokumenter, dan data-data lain yang sudah ada sebelumnya (Arikunto, 2002: . Dan yang terkahir adalah metode wawancara Wawancara ditujukan kepada guru kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis wawancara yang dipilih adalah wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang sudah direncanakan sebelumnya dengan rinci. Dalam penelitian ini, metode wawancara digunakan untuk memperoleh data faktor apa saja yang mendukung atau menghambat hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual. Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini yakni. Proses pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja, dan Kendala-kendala dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara simak dan catat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa Pedoman lembar observasi, kamera dan alat perekam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif, karena menggambarkan dan mendeskripsikan data-data yang telah ditemukan dengan menggunakan kata-kata. Dalam penelitian ini, data yang telah diperoleh akan dianalisis melalui beberapa tahapan. Dan pada penelitian ini, membutuhkan data, yaitu . bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dalam materi menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual, . hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja dan . Kendala-kendala dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja. Tahap selanjutnya setelah reduksi data adalah penyajian data. Dalam penyajian data ini, akan mempermudah peneliti memahami yang terjadi dan merencanakan tahap selanjutnya. Pada tahap ini, data rumusan masalah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media adiovisual telah ditemukan beberapa data yakni sebagai berikut. Data mengenai pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di Kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja menggunakan pedoman lembar observasi, kamera dan alat perekam, untuk hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis pusii dengan menggunakan media audiovisual di Kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja menggunakan dokumentasi, dan untuk kendala-kendala siswa dalam pembelajaran menulis pusii dengan menggunakan media audiovisual di Kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja menggunakan wawancara. Hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa yang rata-rata memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Rentang nilai yang diperoleh di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja adalah Sedangkan KKM yang ditentukan sekolah adalah 74. Hasil tersebut membuktikan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual sangat efektif digunakan untuk mencapai keberhasilan proses pemnbelajaran dalam satu standar kompetensi. Langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual dirancang oleh guru menjadi 3 kegiatan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pendahluan terdiri atas mengucapkan panganjali umat, berdoa, mengecek kehadiran siswa, mentampaikan apresepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya, kegiatan inti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja, yaitu mengamati, menanya, mengekslorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Kegiatan yang terakhir yaitu kegiatan penutup. Kegiatan penutup terdiri atas guru menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari, guru mengajak siswa untuk menyimpulkan materi pelajaran yang sudah Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya dipelajari, guru mengumpulkan lembar kerja siswa untuk dinilai dan menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Berbeda dengan data yang di peroleh Rini Royani . Saat meneliti AuPemanfaatan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Menulis Puisi Di SMP Negeri 1 KebakkramatAy. Perbedaan dapat dilihat dari pertama dalam rencana pembelajaran memuat tentang identitas sekolah, mata pelajaran, kelas/semester, waktu, standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber bahan, langkah kegiatan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kedua, kurikulum yang berlaku di SMP N 1 Kebakkramat saat ini adalah Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2006 yang ditetapkan sebagai KTSP di SMP N 1 Kebakkramat tercantum kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, yaitu pada poin 16. 1 Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti , dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja dalam kegiatan inti pembelajaran terdapat 5 buah kegiatan yang dilaksanakan yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan kurikulum juga yang berbeda dengan yang dilakukan oleh peneliti. Pada penelitian Rini Royani . menggunakan kurikulum KTSP, sedangkan pada penelitian yang peneliti laksanakan menggunakan kurikulum 2013. Guru yang baik adalah guru yang selalu berusaha untuk menciptakan pembelajaran yang terbaik. Untuk menciptakan pembelajaran yang terbaik seorang guru harus pandai-pandai mendesain model pembelajaran. Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan bahan ajar, metode, media, dan evaluasi. Bahan ajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran. Bahan ajar yang disampaikan seorang guru hendaknya mengacu kepada tujuan yang telah digariskan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru mempunyai keleluasaan untuk mengembangkan bahan ajar yang akan disampaikan sejauh tidak menyimpang dari tujuan. Dalam proses pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual yang dilaksanakan guru Bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja hal pertama yang harus diketaui oleh guru adalah permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Beranjak dari hal tesebut guru akan memilih media yang cocok digunakan untuk memecahkan permasalahan peserta didik. Dilihat dari penggunaan media pembelajaran yang dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja, guru memilih menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menulis puisi. Media audiovisual yang dipilih oleh guru adalah media audiovisual yakni berupa video puisi. Alasan guru menggunakan media video ini yaitu untuk mempermudah peserta didik dalam menemukan tema puisi yang akan digunakan dalam menulis puisi dan memberikan inspirasi bagi siswa dalam menemuka kata-kata yang puitis dan bermakna. Video puisi ini sangatlah cocok untuk digunakan. Melalui video ini peserta didik dapat melihat tayangan secara lansung dan dapat dengan mudah menemukan tema puisi. Sesuai dnegan hasil penelitian, dalam penggunaan media audiovisual guru Bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja sudah melakukan pengulangan pemutaran video untuk mempertajam pemahaman peserta didik. Penggunaan media dalam pembelajaran menjadi hal penting bagi guru. Dengan adanya media, siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran dan Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya perhatian siswa memang tertuju pada pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Sudjana . tujuan penggunaan media adalah untuk menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi, untuk memperjelas bahan pelajaran agar siswa lebih mudah memahami, metode mengajar akan lebih bervariasi, siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Penggunaan media yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja sudah benar. Guru menggunakan media dengan tujuan agar siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Guru memilih menggunakan media pembelajaran yakni sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar untuk membantu siswa lebih mudah mengerti, sehingga hasil belajar siswa pun dapat tercapai dengan baik. Sesuai dengan hasil observasi, media audiovisual yang digunakan guru berguna untuk membantu siswa dalam menentukan tema yang hendak digunakan dalam menulis sebuah puisi. Karena, permasalahan siswa dikelas tersebut adalah susahnya menemukan tema dan kata-kata puitis yang akan ditulis. Sejalan dengan hal tersebut. Asyhar . mengemukakan bahwa penggunaan media dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai alat bantu akan tetapi merupaka strategi dalam pembelajaran. Media memiliki beberapa fungsi dalam pembelajaran. Pertama, sebagai sumber belajar, yaitu digunakan sebagai penyalur, penyampai, penghubung, pesan atau pengetahuan kepada peserta didik. Kedua, fungsi semantik, yaitu media digunakan sebagai sarana untuk memperjelas arti dari satu kata, istilah, tanda atau simbol. Ketiga, fungsi fiksatif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan kemampuan media untuk menangkap, memyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian sehingga dapat digunakan kembali sesuai Keempat, fungsi manipulatif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan kemampuan media untuk menampilkan kembali suatu objek, peristiwa atau kejadian dengan berbagai macam cara, teknik, dan bentuk. Kelima, fungsi distributif, yaitu media yang dalam sekali penampilan suatu objek atau kejadian dapat menjangkau pengamat yang sangat banyak serta dalam kawasan yang sangat luas. Keenam, fungsi psikomotorik adalah fungsi media dalam meningkatkan keterampilan fisik perserta didik. Ketujuh, fungsi psikologis, yaitu fungsi yang berkaitan dengan aspek psikologis yang mencakup fungsi atensi . enarik perhatia. , fungsi afektif . enggugah perasaan atau emos. , fungsi kognitif . engembangkan kemampuan daya berfiki. , fungsi imajinatif, dan fungsi motivasi, . endorong peserta didik untuk membangkitkan minat belaja. Kedelapan, fungsi sosio-kultural yaitu media pembelajaran dapat memberikan ransangan presepsi yang sama kepada peserta didik. Berdasarkan pendapat tersebut, fungsi penggunaan media guru bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja sudah benar. Media guru bahasa Indonesia di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja sudah berfungsi sebagai sumber belajar, media digunakan sebagai penyalur, penyampai, penghubung pesan atau pengetahuan kepada peserta didik dan berkaitan dengan aspek psikologis yang mencakup fungsi atensi . enarik perhatia. , fungsi afektif mengunggah perasaan atau emos. , fungsi kognitif . engembangkan kemampuan day. Dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja, guru memilih satu media yaitu media audiovisual. Asyhar . menyatakan bahwa media audiovisual adalah media yang dapat menampilkan gambar . dan suara . secara bersamaan pada saat mengkomunikasikan pesan atau informasi. Pemilihan media audiovisual dalam pembelajaran menulis puisi sangat tepat, karena materi menulis puisi Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya tidak cukup hanya disampaikan secara ceramah, namun siswa perlu melihat kenyataan untuk dijadikan topik dalam menulis puisi. Lebih lanjut Sudjana . menyampaikan media audiovisual dalam pembelajaran adalah tampilan lambang-lambang visual yang digunakan oleh guru sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi kepada peserta didik sehingga pembelajaran akan menjadi efektif. Dengan adanya media ini, kerumitan materi yang disampaikan guru kepada peserta didik dapat disederhanakan. Media audiovisual dalam proses belajar-mengajar digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan pelajaran sehingga lebih efektif dan efisien. Melalui media ini, diharapkan dapat mempertinggi kualitas pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih termotivasi dan terampil dalam meningkatkan belajarnya khusunya dalam pembelajaran menulis puisi. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ,guru telah baik dalam melaksanakan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Hal tersebut dilihat dari telah terlaksananya orientasi. Orientasi yang dilakukan oleh guru sudah sangat sesuai dan efektif terlihat dari antusiasnya peserta didik pada saat apersepsi dan motivasi. Selain itu, apersepsi dan motivasi yang dilakukan oleh guru juga sangat menarik dan tidak monoton sehingga pada saat penyampaian peserta didik sangat fokus mendengarkan. Pemberian acuan yang diberikan oleh guru juga sudah sangat baik dan dapat menggambarkan materi dan penilaian yang akan dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung. Peneliti juga mengatakan bahwa guru telah baik dalam melaksanakan kegiatan pendahuluan didasari oleh kesusaian langkah-langkah dalam pelaksanaan dan langkah-langkah dalam perencanaan yang dibuat oleh guru tersebut. Melihat hasil kerja siswa dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual rata-rata memperoleh nilai diatas KKM (Kriterian Ketuntasan Minimu. , lebih membuktikan bahwa media audiovisual serta strategi yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis puisi sangat tepat. Rentangan nilai siswa di kelas Vi Anggek SMP Negeri 4 Singaraja adalah 80-92 yang merupakan hasil yang memuaskan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran. Jika semua pembelajaran didukung dengan penggunaan media yang tepat dan strategi yang tepat pula, maka keberhasilan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia akan mencapai peningkatan. Penelitian ini terbatas karena hanya meneliti pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual, hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual, dan kendala-kendala dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual saja. Untuk menambah khasanah keilmuan khususnya dibidang bahasa Indonesia, peneliti lain juga dapat meneliti pembelajaran menulis materi lainnya dengan menggunakan media audiovisual. Dalam proses pembelajaran, media audiovisual juga sangat bagus digunakan dalam materi lainnya, seperti dalam materi menulis naskah drama, menulis pidato, menulis berita, dan lain sebagainya. KESIMPULAN Mengacu pada hasil penelitian serta pembahasan yang sudah disampaikan, bagian ini memaparkan simpulan-simpulan sebagai temuan dalam penelitian yang telah dilaksanakan. Simpulan yang dipaparkan adalah jawaban terhadap masalah pada BAB I. Adapun simpulansimpulan tersebut, diantaranya. Ada tiga simpulan yang dapat dipaparkan dalam penelitian ini Esterina Meriahta Br Kemit. Ida Bagus Putrayasa. I Gede Nurjaya yakni sebagai berikut. Kegiatan pendahuluan, sesuai dengan pendapat Bahri dan Aswan Zain . , dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Anggrek Negeri 4 Singaraja dibagi menjadi lima tahapan, yaitu . guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, . berdoa untuk membuka pembelajaran, . guru mengecek kehadiran siswa, . guru melakukan apresepsi, dan . menyampaikan tujuan Apresepsi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis puisi yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pertanyaan guru mengacu pada pemahaman siswa terhadap menulis puisi. Kegiatan inti. Pada kegiatan inti ini, sesuai dengan pendapat Bahri dan Aswan Zain . , guru menerapkan 5M . engamati, menanya, mengekslorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasika. karena dalam proses pembelajaran di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja menggunakan kurikulum 2013. Pada kegiatan ini, guru mengajak siswa untuk memahami materi mengenai menulis puisi, kemudian melakukan tanya jawab mengenai materi yang dijelaskan guru, setelah semua siswa mengerti, guru menanyangkan sebuah video. Video diputar sebanyak dua kali. Kemudian guru menugasi siswa untuk membuat satu buah puisi yang bertemakan bebas. Teks puisi siswa dibacakan di depan kelas dan siswa yang lain memberikan komentar. Kegiatan penutup. Pada kegiatan ini, sesuai dengan pendapat Bahri dan Aswan Zain . , guru menanyakan kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari, guru mengajak siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran yang sudah dipelajari, dan yang terakhir guru menyimpulkan hasil kerja siswa untuk dinilai. Hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual di kelas Vi SMP Negeri 4 Singaraja sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa yang rata-rata memperoleh nilai diatas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimu. Rentang nilai yang diperoleh di kelas Vi Anggrek SMP Negeri 4 Singaraja adalah 80-92. Sedangkan KKM yang ditentukan sekolah adalah 74. Hasil tersebut membuktikan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual sangat efektif digunakan untuk mencapai keberhasilan proses pemnbelajaran dalam satu standar kompetensi. REFERENSI Akhadiah, dkk. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga. Anggraini,dkk. Analisis Keterampilan Menulis Puisi dengan Menggunakan Kolaborasi Metode SSCS dan Media Audio Visual. Volume 06. Nomor 02. Tersedia Pada http://ejurnal. id/index. php/AKSARA/index . iakses pada 28 April Alwi. Said. Problematika Guru Dalam Pengembangan Media Pembelajaran. Tersedia http://ejurnal. id/index. php/itqan/article/download/107/65/. iakse s 23 September 2. Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo Persada. Djamarah. Syaipul Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta:PT Gramedia Pustaka