Volume 20 Number 02. Page 380-393, 2024 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Variabel Mediasi Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Keputusan Investasi Pada Nilai Perusahaan Terhadap IHSG Tuning Asriana1. Novalita2*. Meita Sekar Sari3 1,2,3 Universitas Mitra Indonesia. Lampung. Indonesia E-mail: ARTICLE INFO Article history: Received 12 September Received in Revised 20 November 2024 Accepted 30 November KeywordAos : Capital Structure. Dividend Policy. Investment decisions. Company Value. The Composite Stock Price Index student@umitra. novalita@umitra. id 2* meita@umitra. ABSTRACT The population in this study is the Company of Subsector Retailing Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) 2019-2022 period, which includes about 28 The purposive sampling technique is the sampling method used in this study, and 10 companies were obtained. Path analysis is the data analysis method used in this study with the SPSS 23 version. The result showed that company value does not have a significant effect on capital structure, company value has a negative effect on dividend policy, company value has an effect on investment decisions, company value has an effect on the composite stock price index, capital structure has an effect on the composite stock price index, dividend policy has no effect on the composite stock price index, investment decisions have an effect on the composite stock price index, and capital structure, dividend policy, and investment decisions as mediating variables are not able to mediate the effect of company value on the composite stock price index. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20192022sebanyak 28 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 10 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perusahaan tidak berpengaruh siginifikan terhadap struktur modal , nilai perusahaan berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, nilai perusahaan berpengaruh terhadap keputusan investasi, nilai perusahaan berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, struktur modal berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, keputusan investasi berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, dan Struktur modal, kebijakan dividen, dan keputusan investasi sebagai variabel mediasi tidak mampu memediasi pengaruh nilai perusahaan terhadap indeks harga saham gabungan. AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 62815-7873-7032. fax: 0-000-000-0000. E-mail address: novalita@umitra. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Pasar modal di Indonesia terdiri dari banyak perusahaan dari berbagai macam sektor dan perusahaan subsektor didalamnya, salah satunya yaituperusahaansubsektor perdagangan eceran . Perusahaansubsektor perdagangan eceran . bertumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi dan perubahan gaya hidup yang selalu mengikuti trend saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan subsektor perdagangan eceran . memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan sehingga menarik untuk diteliti. Saham adalah satu dari instrumen pasar keuangan yang paling popular. Ketika perusahaan memilih cara untuk mendapatkan dana, mereka dapat menerbitkan saham. Saham adalah instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik Para investor perlu mencari parameter yang relevan untuk merefleksikan aktivitas harga saham di pasar modal di masa mendatang. Salah satu indikator penting dalam memantau nilai representatif atas rata-rata harga saham dari semua sekuritas berdasarkan jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan dari bagaimana kondisi pasar modal sec Para investor perlu mencari parameter yang relevan untuk merefleksikan aktivitas harga saham di pasar modal di masa Salah satu indikator penting dalam memantau nilai representatif atas rata-rata harga saham dari semua sekuritas berdasarkan jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan cerminan dari bagaimana kondisi pasar modal secara umum (Dewi, 2. ara umum (Dewi, 2. METODE PENELITIAN Peeneelitian ini dirancang seebagai peeneelitian kuantitatif kausalitas menggunakan daya uang dikumpulkan dari dokumentasi dan studi kepustakaan dengan metode analisis jalur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana struktur modal, kebijakan dividen dan keputusan investasi memediasi pengaruhnilai perusahaanterhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perusahaan subsector perdagangan eceran . yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsector perdagangan eceran . sebanyak 28 perusahaan dengan rincian sebagai berikut: Tabel 1. Populasi Perusahaan Subsektor Perdagangan Eceran (Retailin. Kode Nama Emiten Kode ACES Ace Hardware Indonesia Tbk AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk MKNT CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk MPPA MIDI Nama Emiten Midi Utama Indonesia Tbk Mitra Komunikasi Nusantara Tbk Matahari Putra Prima Tbk DAYA Duta Intidaya Tbk Distribusi Voucher Nusantara Tbk Electronic City Indonesia Tbk NFCX DIVA RALS ECII RANC ERAA Erajaya Swasembada Tbk RIMO GLOB Global Teleshop Tbk SKYB HERO Hero Supermarket Tbk SONA KIOS TELE KOIN TRIO LPPF DNET MAPI Mitra Adiperkasa Tbk DEPO MCAS M Cash Integrasi Tbk ZATA Kioson Komersial Indonesia Tbk Kokoh Inti Arebama Tbk Matahari Department Store Tbk NFC Indonesia Tbk Ramayana Lestari Sentosa Tbk Supra Boga Lestari Tbk Rimo International Lestari Tbk Skybee Tbk Sona Topas Tourism Industry Tbk Tiphone Mobile Indonesia Tbk Trikomsel Oke Tbk PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk PT Bersama Zatta Jaya Tbk Sumber : . id, 2. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu cara pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu (Sanusi. Adapun keriteria yang dianggap mewakili dalam penelitian ini adalah Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022, tidak mempublikasikan laporan keuangan pada periode 2019-2022, mempublikasikan laporan keuangan pada periode 2019-2022, tidak mengalami kesulitan keuangan pada periode 2019-2022, dan mengalami kesulitan keuangan pada periode 2019-2022. Tabel 2. Teknik Purposive Sampling Keterangan Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022 Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang tidak mempublikasikan laporan keuangan pada periode 2019-2022 Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang mempublikasikan laporan keuangan pada periode 2019-2022 Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang tidak mengalami kesulitan keuangan pada periode 2019-2022 Perusahaan subsektor perdagangan eceran . yang mengalami kesulitan keuang an pada periode 2019-2022 Jumlah perusahaan penelitian Jumlah sampel yang diamati . Jumlah Sumber: Data diolah oleh penulis, 2024 Berdasarkan kriteria tersebut diatas, maka untuk mengukur ukuran sampel dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: n (Jumlah sampe. = 10 x 4 = 40. Sehingga. Jumlah perusahaan yang terpilih adalah sebanyak 10 perusahaan subsektor perdagangan eceran . dikalikan dengan periode pengamatan selama 4 tahun menggunakan laporan keuangan tahunan dari tahun 2019-2022, dengan hasil akhir total sampel yang diamati, yaitu sebanyak 40 laporan keuangan tahunan. Tabel 3. Sampel Perusahaan Subsektor Perdagangan Eceran (Retailin. Kode ACES AMRT ERAA NFCX RANC MCAS MIDI RALS DIVA DNET Nama Emiten Ace Hardware Indonesia Tbk Sumber Alfaria Trijaya Tbk Erajaya Swasembada Tbk NFC Indonesia Tbk Supra Boga Lestari Tbk M Cash Integrasi Tbk Midi Utama Indonesia Tbk Ramayana Lestari Sentosa Tbk Distribusi Voucher Nusantara Tbk PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Sumber : . id, 2. Penelitian ini bersumber dari data Laporan Keuangan Tahunan periode 2019 Ae 2022 yang akan diolah menggunakan alat analisis program komputer statistik SPSS Versi 23 dengan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Setelah ini dilakukan uji hipotesis uji parsial . ji T) dan uji mediasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik. Uji Normalitas Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Normal Parametersa,b Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Dari tabel hasil uji, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05. Maka, berdasarkan uji normalitas one-samplekolmogorov-smirnov, tidak terdapat masalah normalitas dalam variabel. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Model 1 (Constan. Nilai Perusahaan (X) Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Keputusan Investasi (Z. Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Sig. Statistics Std. Error Beta Tolerance VIF Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Bahwa variabel Nilai perusahaan (X). Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Keputusan Investasi (Z. nilai tolerance adalah 0,672. 0,864. 0,857. 0,638 lebih besar dari 0,10, dan nilai VIF adalah 1,488. 1,158. 1,167. 1,568 lebih kecil dari 10,00 Uji Heteroskedastisitas Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model 1 (Constan. Nilai Perusahaan (X) Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Keputusan Investasi (Z. Ln_X Standardized Coefficients Beta Sig. 143 -. Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Berdasarkan uji didapatkan hasil perolehan bahwa seluruh variabel lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan seluruh variabel tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. LAG_Y. Keputusan Investasi (Z. Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Nilai Perusahaan (X) Dependent Variable: Indeks Harga Saham Gabungan (Y) Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Berdasarkan tabel diketahui nilai Durbin Watson . adalah sebesar 1,818. Kemudian dibandingkan dengan nilai tabel Durbin Watson pada siginifikansi 5% dengan rumus (K. N). Adapun jumlah variabel independen adalah 4 atau K = 4, sementara jumlah sampel atau N = 40, maka (K. N) = . Angka ini kemudian kita lihat pada distribusi nilai tabel Durbin Watson. Ditemukan nilai dL sebesar 1,285 dan nilai dU sebesar 1,721. Nilai Durbin Watson . sebesar 1,818 lebih besar dari batas atas dU yakni 1,721 dan kurang dari . -dU) 4-1,721 = 2,279. Maka, sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji Durbin Watson, bahwa data pada penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. Uji Hipotesis Uji Pengaruh Parsial (T) Tabel 8. Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Nilai Perusahaan (X) Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Keputusan Investasi (Z. Dependent Variable: Indeks Harga Saham Gabungan (Y) Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Berdasarkan hasil pengujian, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel nilai perusahaan (X) terhadap variabel indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dengan nilai beta 18,800. Hal ini menyatakan bahwa variabel nilai perusahaan (X) berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y) maka. H4 dapat diterima dalam pengujian ini. Berdasarkan uji t tingkat signifikansi variabel struktur modal (Z. terhadap indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,032 lebih kecil dari 0,05 dengan nilai beta -12,583. Hal ini menyatakan bahwa variabel struktur modal (Z. berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y) maka. H5 dapat diterima. Berdasarkan uji t tingkat signifikansi variabel kebijakan dividen (Z. terhadap indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,300 lebih besar dari 0,05 dengan nilai beta 14,652. Hal ini menyatakan bahwa kebijakan dividen (Z. tidak berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y) maka. H6 dalam pengujian ini ditolak. Berdasarkan uji t tingkat signifikansi variabel keputusan investasi (Z. terhadap indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,05 dengan nilai beta -0. 481, hal ini berarti bahwa variabel keputusan investasi (Z. berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y) maka. H7 dalam pengujian ini diterima. Uji Keofisien Determinasi Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a. Predictors: (Constan. Keputusan Investasi (Z. Struktur Modal (Z. Kebijakan Dividen (Z. Nilai Perusahaan (X) Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Dari hasil uji diketahui bahwa nilai R2 atau R Square yang terdapat pada tabel model Summary adalah sebesar 0,439. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat konstribusi atau sumbangan pengaruh variabel nilai perusahaan (X), variabel struktur modal (Z. , variabel kebijakan dividen (Z. dan variabel keputusan investasi (Z. terhadap variabel indeks harga saham gabungan (IHSG) (Y) yang nilainya adalah sebesar 43,9% sementara sisanya 56,1% merupakan variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Uji Analisis jalur Dalam penelitian ini menentukan koefisien jalur dengan model uji regresi linear dihitung dengan mengacu pada hasil output tabel Coefficients (Sig. ) dan tabel Model Summary (R Squar. Deskripsi tabel output hasil tabel 10 sebagai berikut: Model Regresi Linear Persamaan Substruktur 1 Persamaan: Z1 = 0,250X Koefisien Determinasi (R. = 0,062 Uji T: Variabel Nilai Perusahaan: Nilai sig 0,120 lebih besar dari 0,05 Model Regresi Linear Persamaan Substruktur 2 Persamaan: Z2 = -0,016X Koefisien Determinasi (R. = 0,000 Uji T: Variabel Nilai Perusahaan: Nilai sig 0,921 lebih besar dari 0,05 Model Regresi Linear Persamaan Substruktur 3 Persamaan: Z3 = 0,453X Koefisien Determinasi (R. = 0,205 Uji T: Variabel Nilai Perusahaan: Nilai sig 0,003 lebih kecil dari 0,05 Model Regresi Linear Persamaan Substruktur 4 Persamaan: Y = 0,801X (-0,304Z. 0,144Z2 . ,371Z. Koefisien Determinasi (R. = 0,439 Uji T: Variabel Nilai Perusahaan: Nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 Variabel Struktur Modal: Nilai Sig 0,032 lebih kecil dari 0,05 Variabel Kebijakan Dividen: Nilai Sig 0,300 lebih besar dari 0,05 Variabel Keputusan Investasi: Nilai Sig 0,025 lebih kecil dari 0,05 Uji F: Nilai Sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 Kemudian selanjutnya menentukan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dari masing- masing variabel yang dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total Nilai koefisien jalur pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, dan pengaruh total antar variabel Variabel Pengaruh Langsung Pengaruh Tidak Langsung Pengaruh Total X Ie Z1 X Ie Z2 X Ie Z3 XIeY Z1 Ie Y Z2 Ie Y Z3 Ie Y X Ie Z1 Ie Y 250 x (-0. = -0. X Ie Z2 Ie Y 016 x 0. 144 = -0. X Ie Z3 Ie Y 453 x (-0. = -0. 801 (-0. = 0. 801 (-0. = 0. 801 (-0. = 0. Sumber: Data Sekunder diolah, 2024 Pengaruh langsung yang diberikan X terhadap Z1 sebesar 0,250, yang artinya nilai perusahaan (X) berpengaruh positif terhadap struktur modal (Z. Pengaruh langsung yang diberikan X terhadap Z2 sebesar -0,016, artinya nilai perusahaan (X) berpengaruh negative terhadap kebijakan dividen (Z. Pengaruh langsung yang diberikan X terhadap Z3 sebesar 0,453, yang artinya jika nilai perusahaan (X) berpengaruh positif terhadap keputusan investasi (Z. Pengaruh langsung yang diberikan X terhadap Y sebesar 0,801, menunjukan nilai perusahaan (X) berpengaruh positif terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Pengaruh langsung yang diberikan Z1 terhadap Y sebesar -0,304, mengartikan bahwa struktur modal (Z. berpengaruh searaf terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Pengaruh langsung yang diberikan Z2 terhadap Y sebesar 0,144, menunjukan bahwa kebijakan dividen (Z. berpengaruh positif terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Pengaruh langsung yang diberikan Z3 terhadap Y sebesar -0,371, yang artinya keputusan investasi (Z. berubah maka, berpengaruh positif terhadap terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Besarnya pengaruh langsung X terhadap Y adalah sebesar 0. 801 sementara pengaruh tidak langsung X melalui Z1 terhadap Y adalah perkalian antara nilai beta X terhadap Z1 dengan nilai beta Z1 terhadap Y yaitu : 0,250x(-0,. = -0,076. Maka, pengaruh total yang diberikan adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0,801 (-0,. = 0,725. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur modal tidak dapat memediasi pengaruh nilai perusahaan terhadap indeks harga saham gabungan. Besarnya pengaruh langsung X terhadap Y adalah sebesar 0. 801 sementara pengaruh tidak langsung X melalui Z2 terhadap Y adalah perkalian antara nilai beta X terhadap Z2 dengan nilai beta Z2 terhadap Y yaitu: -0,016x0,144 = -0,002. Maka, pengaruh total yang diberikan adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0,801 (-0,. = 0. Berdasarkan hasil perhitungan, kebijakan dividen tidak dapat memediasi pengaruh nilai perusahaan terhadap indeks harga saham gabungan. Besarnya pengaruh langsung X terhadap Y adalah sebesar 0. 801 sementara pengaruh tidak langsung X melalui Z3 terhadap Y adalah perkalian antara nilai beta X terhadap Z3 dengan nilai beta Z3 terhadap Y yaitu: 0,453x (-0,. = -0,168. Maka, pengaruh total yang diberikan adalah pengaruh langsung ditambah dengan pengaruh tidak langsung yaitu: 0,801 (-0,. = 0,633. Berdasarkan hasil perhitungan, keputusan investasi tidak dapat memediasi pengaruh nilai perusahaan terhadap indeks harga saham gabungan. Setelah menentukan pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dari masing- masing variabel, kemudian selanjutnya menentukan nilai koefisien jalur pada model regresi linear melihat pada hasil output Model Summary tabel 14 hingga tabel 17, sebagai berikut: Nilai koefisien jalur model 1: e1= Oo . -0,. = 0,968 Nilai koefisien jalur model 2: e2 = Oo . -0,. = 1 Nilai koefisien jalur model 3: e3 = Oo . -0,. = 0,892 Nilai koefisien jalur model 4: e4 = Oo . -0,. = 0,748 Gambar 1. Hasil Analisis Diagram Jalur Sumber: (Data Sekunder diolah penulis, 2. Pembahasan Pengaruh Nilai Perusahaan terhadap Struktur Modal Pada hasil pengujian, menunjukkan bahwa variabel nilai perusahaan (X) tidak berpengaruh signifikan dan bernilai positif terhadap variabel struktur modal (Z. , karna nilai signifikansi 0,120 lebih besar daripada 0,05 dengan arah positif. Maka, hipotesis pertama dapat diterima. Dan sebaliknya nilai perusahaan justru dapat dipengaruhi oleh struktur modal seperti berdasarkan hasil penelitian dari (Puri & Lisiantara, 2. yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk memberikan informasi kepada para pemegang saham dan investor tentang kondisi keuangan dan strategi bisnis perusahaan. Struktur modal yang mencakup kombinasi antara utang dan ekuitas memberikan sinyal tentang kinerja dan potensi perusahaan. Tinggi rendahnya struktur modal mempengaruhi besarnya nilai perusahaan, karena penggunaan utang jangka panjang dapat meningkatkan biaya modal, yang pada gilirannya Semakin mengindikasikan bahwa perusahaan tidak mampu membayar utangnya sehingga menutupi utangnya dengan berutang kembali dan membawa dampak buruk pada nilai perusahaan dan sebaliknya struktur modal yang rendah berarti perusahaan memiliki proporsi utang jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan dengan modal itu sendiri. Hal ini berarti bahwa peningkatan struktur modal akan mempengaruhi peningkatan nilai perusahaan. Pengaruh Nilai Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dari variabel nilai perusahaan (X) terhadap variabel kebijakan dividen (Z. , dapat dilihat bahwa hasil uji T menunjukkan nilai Thitung sebesar -0. lebih kecil dari Ttabel yaitu sebesar 1. 684 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,921 lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa nilai perusahaan (X) berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen (Z. Maka, hipotesis kedua ditolak. Begitupun dengan sebaliknya berdasarkan penelitian oleh (Lestari & Asyik, 2. yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan (Bahrun et al. , 2. juga menyatakan kebijakan dividen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Dan hasil ini tidak sesuai dengan teori sinyal, dimana kebijakan dividen dianggap sebagai sinyal yang diberikan perusahaan kepada Sinyal ini berupa pembayaran dividen yang tinggi atau rendah. Pengaruh Nilai Perusahaan Terhadap Keputusan Investasi Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis dari variabel nilai perusahaan (X) terhadap variabel keputusan investasi (Z. , dapat diketahui bahwa hasil uji T menunjukkan nilai Thitung sebesar 3,131 lebih besar dari Ttabel yaitu sebesar 1. 684 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa nilai perusahaan (X) berpengaruh terhadap keputusan investasi (Z. Maka, hipotesis ketiga dalam pengujian ini dapat diterima. Dan sebaliknya keputusan investasi juga berpengaruh terhadap nilai perusahaan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Yuniastri et al. , 2. yang menyatakan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan memberikan sinyal positif mengenai pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Investasi yang signifikan dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik dan dapat menghasilkan keuntungan di masa yang akan datang sehingga, dapat meningkatkan nilai suatu perusahaan. Sebaliknya, keputusan investasi yang tidak signifikan dapat memberikan sinyal negatif terhadap kinerja perusahaan. Pengaruh Nilai Perusahaan Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel nilai perusahaan (X) terhadap variabel indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menyatakan bahwa variabel nilai perusahaan (X) berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Maka, hipotesis keempat dapat diterima dalam pengujian ini. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan (Pradanimas & Sucipto, 2. yang menyatakan bahwa pengaruh nilai perusahaan terhadap harga saham, menunjukkan nilai perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Nilai perusahaan ini selalu dikaitkan dengan harga saham dan kemakmuran pemegang Jika penilaian pihak ekternal terhadap perusahaan baik maka, akan menjadi sinyal positif bagi para investor dan menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut sehingga berdampak pada meningkatkan harga saham. Dan karena indeks harga saham gabungan (IHSG) mencerminkan penilaian pasar terhadap kinerja perusahaan serta mencakup seluruh jenis saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga, pergerakan harga saham yang tinggi akan mempengaruhi indeks secara keseluruhan. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesi, menunjukkan bahwa hasil tingkat signifikansi variabel struktur modal (Z. terhadap variabel indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,032 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menyatakan bahwa variabel struktur modal (Z. berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Maka, hipotesis kelima dapat diterima pada penelitian ini. Hasil tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Rosadi & Anggraini, 2. yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap harga saham. Struktur modal yang optimal memainkan peran penting dalam kinerja perusahaan sehingga dapat mempengaruhi indeks harga saham gabungan. Struktur modal mengacu pada cara perusahaan membiayai asetnya melalui kombinasi utang, ekuitas, dan surat berharga. Ini berkaitan dengan keputusan perusahaan tentang sumber dana yang digunakan untuk membiayai investasi, baik dari dalam maupun luar perusahaan. Sehingga tinggi rendahnya struktur modal mempengaruhi keputusan pemegang saham dalam meningkatkan harga saham yang juga akan menjadi sinyal bagi para investor jika struktur modal perusahaan seimbang dan efektif. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan pada hasil pengujian hipotesis, tingkat signifikansi variabel kebijakan dividen (Z. terhadap indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,300 lebih besar dari 0,05. Hal ini menyatakan bahwa kebijakan dividen (Z. tidak berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y) maka, hipotesis keenam dalam pengujian ini ditolak. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian oleh (Warouw et al. , 2. , (Misnawati & Prananingrum, 2. , dan (Rosadi & Anggraini, 2. Hasil penelitian ini juga tidak mendukung teori Sinyal, dikarenakan sinyal yang diterima oleh investor tidak mempengaruhi kebijakan dividen. Karena pada akhirnya investor akan melakukan reinvestasi atau menginvestasikan kembali dananya dengan menggunakan dividen yang Atau para investor berasusmsi bahwa laba yang tidak dibagikan dalam bentuk dividen oleh perusahaan, akan digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan, yang diharapkan dapat meningkatkan harga saham. Sehingga menghasilkan capital gain bagi investor yang pajaknya lebih Jadi, peningkatan atau penurunan dividen oleh perusahaan pada dasarnya tidak akan mempengaruhi indeks harga saham gabungan. Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan pada hasil uji t, tingkat signifikansi variabel keputusan investasi (Z. terhadap indeks harga saham gabungan (Y) sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa variabel keputusan investasi (Z. berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan (Y). Maka, hipotesis ketujuh dalam penelitian ini dapat diterima. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian (Misnawati & Prananingrum, 2. , dan (Warouw et al. , 2. Hasil penelitian ini berarti bahwa, semakin baik keputusan investasi maka akan semakin tinggi juga minat investor dalam menanamkan modal pada perusahaan, karena keputusan investasi yang baik mencerminkan kinerja dan prospek usaha yang menguntungkan di masa yang akan Dan hasil penelitian ini sejalan dengan konsep teori sinyal, yang menyatakan bahwa penting bagi perusahaan untuk memberikan informasi kepada investor. Sinyal informasi yang positif, akan dipandang baik dan pasar akan cenderung proaktif dibandingkan dengan informasi yang negatif. Sinyal positif yang baik akan mampu menarik investor untuk menanamkan sahamnya yang nantinya akan berdampak baik terhadap harga saham. Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividen. Dan Keputusan Investasi Sebagai Variabel Mediasi Pada Nilai Perusahaan Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan hasil analisis jalur, dapat dilihat bahwa nilai pengaruh langsung variabel nilai perusahaan terhadap IHSG adalah sebesar 0,801. Sementara nilai pengaruh tidak langsung variabel nilai perusahaan melalui variabel struktur modal terhadap IHSG sebesar -0,076, nilai pengaruh tidak langsung variabel nilai perusahaan melalui variabel kebijakan dividen terhadap IHSG adalah sebesar -0,002 dan nilai pengaruh tidak langsung variabel nilai perusahaan melalui variabel keputusan investasi terhadap IHSG sebesar -0,168. Dimana nilai pengaruh tidak langsung ketiga variabel tersebut pada nilai perusahaan terhadap IHSG lebih kecil daripada nilai pengaruh langsung nilai perusahaan terhadap IHSG sehingga, struktur modal, kebijakan dividen, dan keputusan investasi sebagai variabel mediasi tidak dapat memediasi pengaruh pada nilai perusahaan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dan artinya hipotesis kedelapan dalam penelitian ini ditolak. Struktur modal yang lebih rendah dapat menunjukkan bahwa perusahaan lebih bergantung pada ekuitas dan kurang pada utang, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor karena kurangnya risiko kebangkrutan. Hutang dipandang sebagai sumber daya keuangan jika dikelola dengan baik untuk kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan pendapatan bagi perusahaan, maka akan dipersepsikan investor bahwa perusahaan akan menghasilkan keuntungan yang baik di masa Investor cenderung memilih perusahaan dengan struktur modal yang seimbang dan Kebijakan dividen dapat bervariasi antara perusahaan. Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan dividen yang konservatif . engan pembagian dividen renda. , sementara yang lain lebih agresif . engan pembagian dividen tingg. Variabilitas ini dapat memengaruhi kemampuan kebijakan dividen sebagai variabel mediasi untuk menghubungkan nilai perusahaan dengan IHSG. Selain itu. Data IHSG dan nilai perusahaan dapat digunakan sebagai indikator yang relevan untuk menggambarkan dinamika pasar, tetapi perlu diintegrasikan dengan data lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Kebijakan dividen memang dapat mempengaruhi harga saham, tetapi tidak selalu sebagai variabel mediasi utama. Keputusan investasi yang diambil oleh perusahaan dapat menunjukkan keyakinan manajemen terhadap pertumbuhan masa depan perusahaan, tetapi tidak selalu berarti sebagai sinyal positif yang pasti. Investasi yang dilakukan juga menunjukkan keyakinan manajemen terhadap pertumbuhan masa depan perusahaan, yang dapat meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai Kenaikan IHSG cenderung meningkatkan nilai perusahaan karena kenaikan harga saham, tetapi ada beberapa kasus di mana kenaikan IHSG tidak selalu berdampak langsung pada nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama nilai perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, nilai perusahaan berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, nilai perusahaan berpengaruh terhadap keputusan investasi, nilai perusahaan berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, struktur modal berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan, keputusan investasi berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan dan hasil uji Analisis jalur struktur modal, kebijakan dividen dan keputusan investasi sebagai variabel mediasi tidak dapat memediasi pengaruh nilai perusahaanterhadap indeks harga saham gabungan. Bagi peneliti dengan topik sejenis, diharapkan untuk melanjutkan penelitian ini dengan menambahkan variabel independen lainnya, yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan dan indeks harga saham gabungan sehingga mencakup lebih luas dalam penelitiannya. DAFTAR PUSTAKA