Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Peningkatan Literasi Akses Pendidikan Tinggi Melalui Sosialisasi Program KIP Kuliah di Daerah Tertinggal Faiz Fikri Al Fahmi1*. Arya Wiessesa2. Konita3. Wulandari4. Hafiz Abdillah5 Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang Pendidikan Ekonomi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang *ffikri@unis. Abstrak Akses pendidikan tinggi di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, khususnya di daerah tertinggal yang memiliki keterbatasan informasi dan literasi pendidikan. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah hadir sebagai upaya pemerintah untuk membuka peluang bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Namun, pemanfaatan program ini belum optimal karena banyak siswa yang belum memahami pendaftaran maupun manfaat yang ditawarkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi akses pendidikan tinggi melalui sosialisasi KIP kuliah. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pendaftaran online, dan tanya jawab partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2025 dan diikuti 70 siswa kelas XII SMA Citra Madani. Desa Daon. Rajeg. Kabupaten Tangerang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respon positif dan antusiasme tinggi. Kesimpulannya, sosialisasi KIP kuliah berperan penting dalam meningkatkan literasi pendidikan tinggi, serta menumbuhkan motivasi siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kata kunci: Akses Pendidikan Tinggi. Daerah Tertinggal. KIP Kuliah. Literasi Pendidikan. Sosialisasi Dikirim: 4 September 2025 Direvisi: 25 September 2025 Diterima: 11 Oktober 2025 PENDAHULUAN Pendidikan tinggi merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan daya saing bangsa. Namun, ketimpangan akses pendidikan masih menjadi kendala dan masalah signifikan, khususnya di daerah tertinggal, di mana keterbatasan informasi dan ketimpangan sosial masih menjadi kendala (Kemendikbud, 2. Menurut UNESCO . , pemerataan akses ke pendidikan tinggi merupakan indikator penting dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu tantangan utama rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah tertinggal adalah minimnya literasi informasi mengenai peluang dan mekanisme bantuan pendidikan dari pemerintah. Banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, tidak memiliki informasi tentang adanya bantuan beasiswa. Akibatnya, banyak siswa yang potensial merasa tidak termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. 137 | Fahmi. Wiessesa. Konita. Wulandari & Abdillah Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah yang digagas oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. sebagai upaya pemerataan akses pendidikan tinggi, memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Namun disayangkan, berbagai studi menyatakan bahwa rendahnya literasi infomasi di daerah tertinggal menyebabkan banyak calon mahasiswa tidak mengetahui prosedur, syarat, maupun manfaat program ini (Puput Puspito Rini, 2. Kondisi ini berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, sekaligus menghambat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Nasional. Kondisi tersebut juga terjadi di SMA Citra Madani. Desa Daon. Kecamatan Rajeg. Kabupaten Tangerang, yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Berdasarkan hasil observasi awal, mayoritas siswa kelas XII memiliki minat yang tinggi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi sebagian besar tidak memahami prosedur pendaftaran KIP kuliah. Situasi ini menimbulkan urgensi untuk melaksanakan pendampingan literasi akses pendidikan tinggi secara langsung, agar informasi dapat diterima dengan jelas dan tepat. Urgensi program ini diperkuat oleh pentingnya pelaksanaan sosialisasi yang merata, dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif, agar informasi tersampaikan dengan jelas dan dapat dipraktikkan. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan literasi akses pendidikan tinggi melalui penyampaian literasi yang sistematis, praktis, dan relevan, sehingga diharapkan mampu mendorong lebih banyak generasi muda di daerah tertinggal untuk mengakses pendidikan tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan literasi akses pendidikan tinggi di kalangan siswa SMA Citra Madani dan masyarakat Desa Daon dapat meningkat, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat dan prosedur program KIP Kuliah. Harapannya, program ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing dari daerah Rajeg. Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi model implementasi kegiatan literasi pendidikan tinggi di daerah tertinggal lainnya. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengakses informasi terkait program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Pendekatan pelaksanaan ini memfasilitasi interaksi dua arah antara narasumber dan peserta. Metode ini dipilih karena sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat, yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif yang tidak hanya diterima informasi secara pasif, tetapi juga dipahami dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran (Sumarni, 2. Pendekatan ini bertujuan untuk melibatkan siswa secara langsung dalam proses sosialisasi, sehingga mereka berinteraksi aktif dalam program-program tentang pentingnya pendidikan tinggi, serta mendorong mereka untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada (Jane Ritchie, 2. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara Peningkatan Literasi Akses Pendidikan Tinggi A | 138 sistematis dan terstruktur untuk memastikan tujuan peningkatan literasi akses pendidikan tinggi melalui sosialisasi KIP kuliah dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, pendekatan pelaksanaan yang diambil dalam sosialisasi KIP kuliah harus dirancang dengan cermat dan meliputi beberapa tahapan, dari mulai mengidentifikasi kebutuhan agar dapat menganalisis situasi di lapangan, merancang materi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, melakukan evaluasi kegiatan, dan menindaklanjuti pelaksanaan kegiatan. Gambar 1. Skema Tahapan Kegiatan PKM Tahap pertama dalam kegiatan ini, diawali dengan identifikasi secara mendalam serta menganalisa situasi lapangan yang ada di SMA Citra Madani. Desa Daon. Kecamatan Rajeg. Kabupaten Tangerang. Sebagai langkah awal, tim pelaksana melakukan survei untuk mengukur tingkat pemahaman siswa kelas XII mengenai program KIP kuliah. Survei ini dilengkapi dengan wawancara informal bersama guru Bimbingan Konseling (BK) dan wali kelas untuk memetakan berbagai masalah yang menjadi kendala bagi siswa, seperti keterbatasan informasi, minimnya dukungan teknis, serta hambatan akses internet yang kerap dialami di daerah tersebut. Hasil identifikasi ini menjadi landasan utama dalam merancang dan menyusun program ini agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan peserta (Mulyasa, 2. Setelah identifikasi, tahap berikutnya adalah perancangan materi sosialisasi yang disesuaikan dengan kondisi peserta. Materi yang dirancang harus mampu menjangkau semua siswa tanpa terkecuali, sehingga bahasa yang digunakan harus sederhana dan mudah dipahami. Materi disusun menggunakan visual yang menarik agar diminati oleh siswa. Konten yang dibuat meliputi pengenalan konsep KIP kuliah, manfaat program, prosedur pendaftaran online yang terperinci, tips menyiapkan dokumen administratif seperti Kartu Keluarga (KK). Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta dokumen pendukung lainnya yang menjadi kelengkapan berkas. Materi ini dikemas dalam bentuk slide presentasi, video tutorial, modul cetak, dan pendampingan khusus dari tim. Pendekatan berbasis visual ini memperlihatkan hasil yang signifikan bagi peserta, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu siswa. Savira, yang menekankan pentingnya visualisasi informasi dalam program literasi pada masyarakat. Tahap inti dari program ini adalah pelaksanaan sosialisasi, yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 70 siswa kelas XII. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peserta agar terlibat dan berinteraksi secara langsung. Sesi pertama berupa ceramah interaktif, di mana narasumber memaparkan materi secara komunikatif menggunakan media presentasi yang telah disiapkan. Sesi ini diliputi kelompok-kelompok kecil di antara peserta, guna membahas hambatan yang dialami serta solusi yang bisa diterapkan. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi 139 | Fahmi. Wiessesa. Konita. Wulandari & Abdillah pengisian formulir online agar siswa mendapatkan pengalaman langsung untuk mendaftar secara mandiri. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab terbuka di mana siswa dapat bertanya langsung tentang teknis pendaftaran, persyaratan dokumen, hingga strategi pemanfaatan program KIP kuliah. Menurut David A. Kolb, metode belajar sambil praktik . xperiential learnin. ini sangat efektif karena menggabungkan pengalaman nyata dengan teori, sehingga peserta bisa lebih memahami materi secara mendalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan kegiatan ini dilakukan secara intensif selama dua minggu. Langkah awal yang diambil adalah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengonfirmasi jumlah peserta kelas XII sebagai sasaran tepat menjadi peserta kegiatan ini. Pada hari pelaksanaan, beberapa mahasiswa terlibat aktif membantu secara langsung di lapangan. Mereka bertanggung jawab penuh untuk menata tempat, menyediakan konsumsi untuk seluruh peserta, dan menyiapkan sertifikat sebagai wujud apresiasi yang diserahkan langsung kepada pihak sekolah yang telah mendukung kegiatan ini. Kegiatan sosialisasi program KIP kuliah di SMA Citra Madani, yang terletak di Desa Daon. Kecamatan Rajeg. Kabupaten Tangerang, dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan 70 siswa kelas XII sebagai peserta didik calon lulusan agar kegiatan KIP kuliah tepat sasaran dalam mendukung pendidikan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipandu oleh dosen dan tim mahasiswa, serta difasilitasi oleh pihak sekolah, yang menciptakan suasana kolaboratif yang mendukung. Proses pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan rancangan dan tahapan yang telah direncanakan sebelumnya. Tahapan tersebut meliputi sesi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pendaftaran online, serta sesi tanya jawab terbuka, semuanya disusun untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan aktif seluruh peserta. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kolaborasi antar pihak sekolah, dosen, dan Dosen yang berperan sebagai narasumber utama yaitu Faiz Fikri Al Fahmi. Kom. Hum, dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang. Sementara tim mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Agama Islam, turut berkontribusi aktif dalam memfasilitasi setiap sesi dan memastikan seluruh acara berjalan lancar. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Siti Nurpadilah. Pd, selaku Wakil Kurikulum yang mewakili Kepala Sekolah memberikan kata sambutan untuk menjelaskan agenda kegiatan. Hasil kegiatan ini didokumentasikan dengan Peningkatan Literasi Akses Pendidikan Tinggi A | 140 Gambar 2. Dokumentasi Sosialisasi Kegiatan PKM Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan antusias yang tinggi dan menghasilkan pemahaman signifikan pada peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diketahui bahwa sebelum sosialisasi hanya sekitar 28% siswa yang memahami alur pendaftaran KIP kuliah, sedangkan setelah dilakukan sosialisasi angka tersebut meningkat menjadi 82%. Hal ini mengindikasikan bahwa metode penyampaian yang digunakan efektif dalam memperbaiki literasi informasi siswa terkait program KIP kuliah. Begitu pula pada aspek kemampuan mempersiapkan dokumen administratif, pemahaman siswa meningkat dari 35% menjadi 76%. Sementara itu, rasa percaya diri siswa untuk melakukan pendaftaran KIP kuliah juga mengalami kenaikan dari 30% menjadi 72%. Gambar 3. Grafik Perbandingan Hasil Pre-Test dan Post-Test Sosialsiasi KIP Kuliah Hasil ini, menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat setelah kegiatan sosialisasi ini. Hal ini mengindikasikan bahwa metode penyampaian berbasis ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pendaftaran mampu memberikan pengalaman belajar lebih efektif dibandingkan dengan hanya menerima informasi secara pasif. Peningkatan pemahaman ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Jannah. Arifin, dan Subekti . yang menemukan bahwa sosialisasi berbasis praktik langsung lebih efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat di bidang 141 | Fahmi. Wiessesa. Konita. Wulandari & Abdillah pendidikan maupun kewirausahaan. Di samping itu, temuan ini juga memperkuat konsep teori experiential learning, di mana pengalaman nyata melalui tutorial dan praktik memberikan dampak lebih efektif dan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri peserta. Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan dampak non akademis yang cukup penting bagi siswa. Siswa yang semula ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena keterbatasan finansisal, menjadi lebih termotivasi setelah memahami program KIP kuliah. Beberapa siswa bahkan menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi baik negeri atau swasta yang terdekat, sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit untuk dicapai. Kondisi ini menujukkan bahwa kegiatan sosialisasi tidak hanya meningkatkan literasi teknis, tetapi juga menumbuhkan motivasi untuk mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan literasi akses pendidikan tinggi melalui sosialisasi KIP kuliah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode partisipatif dan pengalaman langsung terbutkti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan demikian, hasil pengukuran ini menegaskan bahwa sosialisasi KIP kuliah di SMA Citra Madani berhasil meningkatkan literasi akses pendidikan. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan di sekolah lain di wilayah Rajeg maupun daerah tertinggal lainnya untuk mendukung misi pemerataan akses pendidikan SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMA Citra Madani. Desa Daon Kabupaten Tangerang berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi akses pendidikan tinggi. Melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pendaftaran, dan sesi tanya jawab, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai alur pendaftaran, syarat administratif, serta manfaat dari program KIP kuliah. Hasil ini menunjukkan adanya signifikan dari pre-test dan post-test pada tiga aspek utama, pemahaman alur pendaftaran, penguasaan persiapan dokumen, dan rasa percaya diri untuk melakukan Peningkatan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan pengalaman langsung berperan efektif dalam meningkatkan literasi pendidikan sekaligus mendorong tumbuhnya motivasi siswa untuk melanjutkan studi, yang pada akhir diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi unggul dan berdaya Untuk keberlanjutan program, perlu adanya sinergi yang baik antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah, program KIP kuliah akan semakin optimal dalam membuka akses pendidikan tinggi secara berkelanjutan dan berdampak lebih DAFTAR PUSTAKA