ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj. Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Aktivitas Antiinflammasi Kombinasi Ekstrak Propolis dan Madu Lebah Heterotrigona itama pada Mencit (Mus musculu. yang diinduksi Karagenan Muhammad Rizky Mahfuzi1. Irfan Muris Setiawan2. Paula Mariana Kustiawan1* 1Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia 2Fakultas Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Indonesia *email: pmk195@umkt. ABSTRACT Inflammation is a natural response triggered by the bodyAos immune system to defend against infection or tissue injury. Common signs of inflammation include swelling, warmth, pain, and redness. Natural remedies such as honey and propolis derived from stingless bees contain bioactive compounds that may help regulate inflammation and enhance immune This study aimed to investigate the potential anti-inflammatory effects of a combination of honey and propolis from the stingless bee species Heterotrigona itama. In the experiment, mice were injected with a 1% carrageenan solution into their left hind paw to induce inflammation. The paw thickness was then measured using a plethysmometer at 30-minute intervals over a period of 120 minutes. The difference in paw thickness before and after the carrageenan injection was The formulations containing honey and propolis showed a noticeable anti-inflammatory effect, indicated by a reduction in swelling and a return to the pawAos original size. These findings suggest that the combination of honey and propolis from stingless bees has anti-inflammatory properties in male mice (Mus musculu. with the highest antiinflammatory activity of 90. Keywords: Antiinflamasi. Madu. Lebah Kelulut (Heterotrigona itam. Tikus Jantan (Mus musculu. , propolis. Received: May 2025. Accepted: June 2025. Published: June 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Inflamasi terjadi ketika sistem imun tubuh diaktifkan untuk melindungi diri dari infeksi atau kerusakan jaringan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti pembengkakan, rasa panas, nyeri, dan peradangan. Agen atau obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi proses inflamasi dikenal sebagai antiinflamasi. Secara umum, terdapat dua jenis obat antiinflamasi yang sering digunakan, yaitu golongan steroid dan nonsteroid. Meski efektif, keduanya dapat menimbulkan berbagai efek samping. Oleh karena itu, banyak penelitian mulai difokuskan pada pengembangan agen antiinflamasi yang bersumber dari bahan alami, dengan harapan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi . Tren ini juga diperkuat oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional, yang dianggap lebih aman dan minim efek samping dibandingkan obat kimia. Namun demikian, keterbatasan informasi yang tersedia mengenai obat tradisional menyebabkan pemanfaatannya belum maksimal . Bahan alam yang bisa menjadi alternatif pengobatan adalah produk lebah kelulut. Penggunaan terapi alami dapat berperan dalam mencegah maupun meredakan peradangan, salah satunya melalui konsumsi madu dan propolis yang dihasilkan oleh (Heterotrigona Lebah merupakan nama daerah dari lebah tanpa sengat di Kalimantan Timur. Jenis lebah ini memiliki ciri khas ukuran tubuh yang lebih kecil dan krakteristik produk lebahnya. Kedua bahan alami ini mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung fungsi sistem imun tubuh. Madu dari jenis lebah ini cenderung memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan madu yang dihasilkan oleh lebah bersengat. Secara umum, madu mengandung Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 35 Ae 41 e-ISSN: 2598-2095 berbagai senyawa metabolit sekunder seperti enzim Heterotrigona itama. Jenis lebah H. itama tersebut telah . atalase dan peroksidas. , asam askorbat, senyawa fenolik, teridentifikasi dengan no identitifikasi 05/SL-Perlintan/Kht- serta karotenoid. Madu juga memiliki berbagai aktivitas UM/2024 yang dilakukan sub-lab perlindungan hutan, biologis yang bermanfaat, antara lain sifat antidiabetes. Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman. antiinflamasi, penyembuh luka, antikanker, antibakteri, dan Pembuatan ekstrak propolis Oleh karena itu, madu memiliki banyak Propolis mentah terlebih dahulu diekstraksi melalui manfaat untuk mendukung kesehatan tubuh . Madu metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. mengandung karbohidrat, asam amino, vitamin, dan Propolis dan pelarut dimasukkan ke dalam wadah tertutup Kandungan metabolit sekunder dalam madu dan didiamkan selama 48 jam. Setelah proses perendaman berfungsi sebagai antioksidan . Di Kalimantan Timur, selesai, campuran tersebut disaring menggunakan kertas selain madu, propolis juga merupakan produk lebah yang saring untuk memisahkan filtrat. Selanjutnya, filtrat yang masih jarang dimanfaatkan . diperoleh diuapkan dengan menggunakan waterbath hingga Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah dengan menghasilkan ekstrak propolis yang pekat . Sedangkan cara mengumpulkan resin dari berbagai jenis tanaman, untuk pembuatan kombinasi menggunakan madu secara terutama pucuk, batang dan daun. Propolis merupakan langsung tanpa proses ekstraksi. produk penting bagi lebah yang digunakan untuk Pengujian fitokimia perlindungan, sistem kekebalan eksternal, serta tujuan Setelah ekstraksi propolis selesai, dilakukan uji fitokimia Beberapa jenis lebah, termasuk lebah kelulut untuk mengidentifikasi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, (Heterotrigona itam. , dikenal dapat menghasilkan propolis dalam jumlah besar . Propolis diyakini memiliki berbagai dikembangkan oleh Aziz et al. Analisis fitokimia manfaat, seperti sifat antifungi, antikanker, antivirus, terhadap madu dan propolis dari lebah tanpa sengat meliputi evaluasi metabolit sekunder, yang dilakukan melalui uji . Ae. Berdasarkan penelitian sebelumnya, flavonoid yang terdapat kualitatif menggunakan metode uji tabung . dalam propolis lebah tanpa sengat dari Kalimantan terbukti Pengujian antiinflamasi pada hewan uji dapat menghambat pertumbuhan bakteri . Namun. Pengujian in vivo antiinflamasi menggunakan hewan uji penelitian tentang sinergi antara dua produk lebah untuk mencit jantan sebanyak 24 ekor . asing-masing kelompok efek antiinflamasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian 4 eko. , dengan kode etik Fakultas Farmasi Universitas ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari Mulawarman dengan No. 052/KEPK-FFUNMUL/EC/EXE/04 kombinasi ekstrak propolis dan madu lebah kelulut /2023. Metode ini menggunakan karagenan sebagai pemicu Heterotrigona itama yang bisa jadi rekomendasi dalam untuk menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam pengembangan produk bahan alam. mengurangi edema pada telapak kaki mencit. Karagenan dipilih karena kemampuannya untuk merangsang pelepasan METODE prostaglandin setelah diberikan pada hewan uji. Uji Sampel madu dan propolis mentah diperoleh dari antiinflamasi dilakukan dengan induksi karagenan pada peternakan lebah kelulut Sahabat Kelulut yang berlokasi di telapak kaki mencit, diikuti dengan pemberian berbagai Kalimantan Timur, pada bulan Februari 2021. Jenis lebah konsentrasi kombinasi madu dan propolis lebah kelulut, dan kelulut yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah pengamatan dilakukan setiap 30 menit sampai dengan 120 menit . Penelitian ini mencakup efektivitas madu dan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 35 Ae 41 e-ISSN: 2598-2095 propolis lebah kelulut (Heterotrigona itam. sebagai agen antiinflamasi, senyawa-senyawa yang diketahui memiliki efek antiinflamasi, serta konsentrasi kombinasi yang paling efektif dalam menurunkan edema pada telapak kaki mencit. Perbandingan kombinasi madu dan propolis yang digunakan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Perbandingan Kombinasi Madu dan Propolis H. itama (%) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian fitokimia madu dan propolis dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Fitokimia Identifikasi Tanin Alkaloid Steroid Flavonoid Saponin Pengamatan Terdapat endapan kuning Merah Kuning kehijauan Kuning / jingga Terdapat buih Propolis Madu Kombinasi Propolis Madu Hasil pengujian fitokimia terhadap madu dan propolis Formula I Formula II menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif seperti Formula i Formula IV flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, namun tidak Temuan Kontrol menunjukkan bahwa madu dan propolis memiliki komposisi Negatif dan kelompok Perlakuan dihitung dengan kimia yang mendukung potensi terapeutiknya, terutama menggunakan rumus Area Under Curve (AUC) yang sebagai agen antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. menggambarkan luas area di bawah kurva. Hal Kandungan flavonoid, misalnya, berperan penting dalam tersebut menunjukkan hubungan antara ketebalan menetralisir radikal bebas serta mendukung regenerasi sel, edema rata-rata pada setiap waktu pengukuran. Nilai sehingga mendukung penggunaannya dalam pengobatan AUC luka dan pencegahan penyakit degeneratif . Perbandingan AUC rata-rata ketebalan edema pada pengukuran sebelumnya (Ctn- Selain flavonoid, keberadaan alkaloid juga memberikan . dan ketebalan edema pada telapak kaki tikus pada kontribusi terhadap aktivitas farmakologis madu dan menit ke-0 hingga menit ke-180 (Ct. , kemudian propolis, termasuk sebagai antimikroba dan analgesik. Tanin hasilnya dibagi dua. Nilai ini lalu dikalikan dengan yang bersifat astringen turut mendukung efek antiseptik dan selisih waktu antara menit ke-0 hingga menit ke-180 penyembuhan luka, sementara saponin dikenal sebagai . dengan waktu pengukuran sebelumnya . senyawa imunostimulan yang juga berperan dalam Proses ini dapat dilihat lebih jelas pada rumus: menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki sistem metabolik . Kombinasi keempat senyawa aktif ini memberikan sinergi yang kuat terhadap potensi madu dan Untuk menghitung persentase Daya Antiinflamasi (DAI%), perbedaan antara ketebalan edema rata-rata pada kelompok kontrol negatif (AUC. dan kelompok (AUC. propolis sebagai bahan alami dalam terapi alternatif dan suplemen kesehatan. Sebaliknya, hasil negatif terhadap kandungan steroid menunjukkan bahwa efek antiinflamasi dan imunomodulator dikalikan dengan 100%. dari madu dan propolis bukan berasal dari senyawa steroid. Daya Antiinflamasi (DAI%) melainkan dari senyawa bioaktif lainnya yang lebih aman digunakan dalam jangka panjang. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, mengingat penggunaan steroid sintetis sering kali menimbulkan efek samping . Dengan demikian, hasil uji ini menguatkan peran madu dan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 35 Ae 41 e-ISSN: 2598-2095 signifikan antarperlakuan. Nilai DAI% tertinggi diperoleh dari pengembangan produk farmasi dan fitoterapi yang efektif kombinasi 75% madu dan 25% propolis, yaitu sebesar serta aman bagi konsumen. 90,34%. Daya antiinflamasi beberapa kombinasi madu dan Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa madu dan propolis propolis lebah kelulut dapat dilihat pada Gambar 1. sama-sama mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan Kombinasi tersebut kemudian dibandingkan dengan kontrol saponin yang merupakan senyawa aktif dengan potensi negatif dan kontrol positif untuk melihat efektifitasnya. farmakologis tinggi, terutama dalam aktivitas antiinflamasi. Keempat senyawa tersebut bekerja melalui berbagai Propolis 100 % mekanisme, seperti menghambat M 50: P 50 produksi mediator M 75: P 25 inflamasi, meningkatkan respon imun, serta menstabilkan Madu 100 % membran sel yang rusak akibat peradangan . Meskipun Kontrol ( ) tidak mengandung steroid, kandungan senyawa bioaktif Kontrol (-) tersebut mampu menghasilkan efek antiinflamasi yang Daya Antiinflamasi (%) signifikan secara alami dan aman . Ketika madu dan propolis dikombinasikan dalam rasio 75% madu dan 25% Gambar 1. Nilai DAI Kombinasi madu dan propolis. Data yang disajikan merupakan rata-rata A SD . Penurunan volume edema terlihat setelah pemberian propolis, efektivitas antiinflamasi yang dihasilkan mencapai madu, propolis, dan natrium diklofenak pada berbagai penggunaan madu atau propolis secara tunggal. Hal ini kelompok, yang menunjukkan bahwa kombinasi dengan menunjukkan adanya efek sinergis antara komponen bioaktif natrium diklofenak memiliki kemampuan untuk mengurangi dari kedua bahan. Flavonoid dari propolis cenderung lebih edema serta memberikan efek antiinflamasi . Sementara kompleks dan beragam, sementara madu menyediakan itu, pada kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan media yang mempercepat penyerapan serta mengandung larutan CMC Na 0,5%, volume edema justru terus meningkat enzim dan senyawa pendukung lainnya. Kombinasi ini . memungkinkan peningkatan penetrasi, kestabilan, serta Penentuan persentase Daya Antiinflamasi (DAI%), dilakukan perhitungan dengan cara mengurangkan rata-rata 90,34%, efisiensi kerja senyawa aktif dalam menekan respon inflamasi . ketebalan edema kelompok kontrol negatif dengan rata-rata Efektivitas kombinasi tersebut juga menunjukkan bahwa ketebalan edema pada setiap kelompok perlakuan, lalu tidak selalu dibutuhkan kandungan steroid untuk mencapai hasilnya dikalikan 100%. Berdasarkan hasil tersebut, efek antiinflamasi yang kuat. Kandungan alkaloid, flavonoid, kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas tanin, dan saponin yang saling melengkapi dapat antiinflamasi sama sekali . Sebaliknya, kelompok kontrol menghasilkan aktivitas biologis yang komprehensif, baik positif dan kelompok perlakuan dengan kombinasi madu- propolis menunjukkan peningkatan nilai DAI% dari menit ke- mempercepat proses penyembuhan. Flavonoid berperan 30 hingga menit ke-120. Kelompok kontrol positif penting dalam memberikan efek antiinflamasi. Senyawa ini menunjukkan efek antiinflamasi sebesar 98%, sedangkan termasuk dalam kelompok metabolit sekunder yang mampu kombinasi madu dan propolis juga menunjukkan aktivitas melakukan penghambatan enzim lipooksigenase dan antiinflamasi meskipun tidak terdapat perbedaan yang siklooksigenase, serta mencegah penumpukan leukosit di pro-inflamasi area yang mengalami peradangan . Secara umum. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 35 Ae 41 e-ISSN: 2598-2095 produk yang dihasilkan oleh lebah kelulut menunjukkan potensi sebagai agen antiinflamasi. Kombinasi dua produk Diponegor. :146Ae57. Zambrano TYM. Joza JMA. Cobeya GVS. Anchundia SEP. Zambrano YDM. Honey, pollen and propolis in therapeutic treatments for COVID-19. Int J Heal Sci. KESIMPULAN Kustiawan PM. Ressandy SS. Siregar KAAK. Madu dan propolis lebah kelulut memiliki kandungan Aisyiyah NM. Sosialisasi Produk Lebah Kelulut senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Sebagai Pemelihara Kesehatan Dimasa Pandemi Kombinasi madu dan propolis lebah kelulut H. itama memiliki Covid-19 Pada Kelompok Ibu-Ibu PKK. MATAPPA J potensi sebagai agen antiinflamasi terhadap mencit jantan Pengabdi Kpd Masy. :417Ae24. (Mus musculu. Kombinasi terbaik adalah komposisi 75 % Salatino A. Salatino MLF. Negri G. How diverse is the chemistry and plant origin of Brazilian propolis? madu dan 25 % propolis. [Interne. Apidologie. Springer. Available from: https://link. com/article/10. 1007/s1 UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Rendri Arista Avimaro yang telah menyediakan sampel penelitian dan Chaerul Fadly Mochtar 3592-021-00889-z Kustiawan PM. Zulfa AF. Batistuta MA. Hanifa DNC. Luthfi M. dan Alfin Syahrian Nugraha yang telah membantu Setiawan IM. Comparative Analysis teknis pengujian antiinflamasi. Penghargaan juga kami Phytochemical. Total Phenolic Content. Antioxidant sampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Kalimantan and Antibacterial Activity of Two Species Stingless Timur atas skema Kolaborasi Riset Dosen dan Mahasiswa. Bee Propolis from East Kalimantan. Malaysian J Med Heal Sci. :50Ae5. Batistuta MA. Aulia A. Kustiawan PM. Potensi DAFTAR PUSTAKA