Vol. No. Juni 2024, pp 1-8 https://doi. org/10. 36590/jagri. http://salnesia. id/index. php/jagri jagri@salnesia. id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia . ARTIKEL PENGABDIAN Pemberdayaan ODGJ Melalui Pelatihan Perawatan Kulit Wajah dan Rias Sehari-hari dalam Upaya Peningkatan Personal Diri Empowering ODGJ Through Daily Facial Skin Care and Make-Up Training in an Effort to Improve Personal Self Eny Widhia Agustin1*. Ade Novi Nurul Ihsani2. Trisnani Widowati3. Ifa Nurhayati4. Zakiya Ayu Nisa5. Lydia Katarina6. Tiara Pradita Putri7. Berliana Dwi Febriani8. Tri Septiningsih9. Wahyu Lestari10. Muhamad Sukron11. Witrie Sutaty MR12 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Program Studi Pendidikan Tata Kecantikan. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia Program Studi Pendidikan Seni drama, tari, dan Musik . Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia RSJD dr. Amino Gondohutomo. Semarang. Indonesia Abstract People with mental disorders are conditions where a person's physiological or mental processes do not function properly, thereby interfering with daily functioning. Efforts to help them overcome the disorders they are experiencing include a rehabilitation program. The rehabilitation provided by ODGJ to increase personal independence involves caring for healthy skin and dressing well. So, a scientific discipline is needed that can provide training, especially in the field of beauty. Survey that has been carried out. Rehabilitation Unit RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Central Java Province, experienced problems in training in daily facial skin care and make-up to increase personal independence. This condition was responded to by the Bachelor of Beauty Education Study Program, to collaborate and become partners as implementers of service activities. The aim of this service is to provide knowledge and skills for daily facial care and make-up to ODGJ to increase personal independence. The method used consists of the preparation, implementation and program evaluation stages. The results obtained were an increase in interest and knowledge in carrying out daily facial care and make-up, so that patients were able to carry out Activity Daily Living (ADL) to fulfill personal care needs and help improve personal self as well as help speed up the recovery of ODGJ patients in the Psychosocial Rehabilitation Unit of RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Central Java Province. Semarang. Keywords: ODGJ, facial care, daily make-up Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia . Address: Jl. Dr. Ratulangi No. Baju Bodoa. Maros Baru. Kab. Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia Submitted 20 September 2023 Accepted 11 Juni 2024 Published 30 Juni 2024 Email: info@salnesia. id, jagri@salnesia. Phone: Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 Abstrak Orang dengan gangguan jiwa merupakan kondisi dimana proses fisiologis atau mental seseorang kurang berfungsi dengan baik sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Dalam upaya membantu mereka melewati gangguan yang dialami salah satunya dengan program rehabilitasi. Salah satu upaya rehabilitasi yang diberikan pada pasien ODGJ untuk meningkatkan kemandirian personal diri adalah dapat merawat kesehatan kulit dan berhias dengan baik. Oleh karena itu diperlukan disiplin ilmu kesehatan dan kecatikan kulit yang dapat memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri khususnya dibidang kecantikan. Berdasarkan survey yang telah dilakukan diketahui bahwa Unit Rehabilitasi RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah mengalami kendala dalam melatih perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari untuk meningkatkan kemandirian personal diri (ODGJ). Kondisi tersebut ditanggapi Prodi S1 Pendidikan Tata Kecantikan, untuk bekerjasama dan menjadi mitra sebagai pelaksana kegiatan pengabdian. Tujuan dari pengabdian ini memberikan pengetahuan dan keterampilan perawatan wajah serta rias sehari-hari kepada ODGJ untuk meningkatan kemandirian personal diri. Metode yang digunakan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Hasil yang didapat terjadi peningkatan minat serta pengetahuan untuk melakukan perawatan wajah dan rias sehari-hari, sehingga pasien mampu melakukan Activity Daily Living (ADL) untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri dan membantu peningkatan personal diri serta membantu mempercepat pemulihan pasien ODGJ Unit Rehabilitasi Psikososial RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Semarang. Kata Kunci: ODGJ, perawatan wajah, rias sehari-hari *Penulis Korespondensi: Eny Widhia Agustin, email: enywidhiaagustin@mail. This is an open access article under the CCAeBY license PENDAHULUAN Gangguan jiwa atau pada penderitanya sering disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah suatu sindrom atau gangguan pola perilaku yang berhubungan dengan distres yang dapat menimbulkan gangguan satu atau lebih pada fungsi kehidupan manusia (Palupi et al. , 2. Gangguan yang timbul membuat kemampuan dalam melakukan aktivitas menurun, salah satunya adalah kemampuan dalam melakukan perawatan diri. Jika memiliki gangguan dalam melakukan perawatan diri maka akan beresiko untuk mengalami defisit perawatan diri (Kurniawan dan Sulistyarini, 2. Dampak defisit perawatan diri secara fisik antara lain gangguan integritas kulit, gangguan fisik pada kuku, dan resiko infeksi (Mariyani et al. , 2. Salah satu dari dampak defisit perawatan diri terutama personal hygiene yang tidak terpenuhi adalah gangguan integritas kulit pada pasien gangguan jiwa seperti gatalgatal dan infeksi. Penyakit kulit pada umumnya merupakan gangguan lapisan permukaan kulit yang disebabkan oleh faktor kondisi lingkungan seperti iklim yang panas, personal hygiene yang kurang baik karena defisit perawatan diri, adanya sumber penularan penyakit dari lingkungan sekitar (Fattah, 2. Ketidakmampuan dalam melakukan perawatan diri terjadi karena beberapa faktor antara lain adalah perkembangan, biologis, kemampuan realitas menurun, sosial kultural (Kasyfillah dan Muhid, 2. Saat ini kondisi Pasien ODGJ unit Rehabilitasi RSJD AGH sebagian besar Agustin1 et al. Vol. No. Juni 2024 mengalami ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri, kondisi kulit wajah banyak yang tidak terawat, tidak bersih, terlihat kusam, kotor, banyak terdapat komedo, bruntusan dan beberapa ada yang mengalami gangguan penyakit kulit di wajah seperti acne, melasma, dermatitis, keratosis seboroik, serta gangguan aging skin. Untuk menolong pasien ODGJ agar sembuh serta membantu mereka melewati gangguan yang mereka alami salah satunya dengan program rehabilitasi (Soehardi dan Lestari, 2. Tahap pertama dari rehabilitasi adalah untuk memastikan kesembuhan pasien yang diharapkan dapat menolong para pasien untuk mengatasi gejala dari gangguan yang mereka alami dengan lebih efisien (Kasyfillah dan Muhid, 2. Permasalahan yang dihadapi mitra terkait dengan perawatan diri untuk pasien ODGJ adalah pelatihan perawatan diri ODGJ masih sebatas Activity Daily Living (ADL) sedangkan kemampuan berhias untuk perawatan kulit dan merias wajah belum diberikan secara maksimal kepada ODGJ oleh Unit Rehabilitasi RSJD. Dr. Amino Gondohutomo untuk dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri sehingga dapat mempercepat proses penyembuhannya. Selain itu, rehabilitasi psikiatri perlu kerjasama multidisiplin dalam meningkatkan kemandirian personal diri pasien ODGJ, yang mana peningkatan kemampuan non vokasional dalam hal merawat diri dan berhias belum dilaksanakan secara optimal karena kurangnya tenaga ahli dalam disiplin ilmu pada bidang kesehatan dan kecantikan kulit. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada Unit Rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk meningkatkan kemandirian personal diri adalah memberikan pelatihan perawatan kulit dan rias sehari-hari. Dengan kegiatan tersebut ODGJ diharapkan mampu melakukan Activity Daily Living (ADL) secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri dan tuntutan hidup sehari-hari dengan sempurna. Pada kesempatan kali ini pihak RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah mengajak Prodi Pendidikan Tata Kecantikan Jurusan PKK FT UNNES untuk sharing memberikan pelatihan perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari pada pasien ODGJ unit rehabilitasi, khusunya pelatihan perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari agar dapat meningkatkan upaya kemandirian diri ODGJ. Hal ini akan dapat membantu untuk kesembuhan mereka, dan meningkatkan kepercayaan diri sehingga dapat bersosialisasi dan diterima oleh masyarakat sekitar. Kondisi tersebut ditanggapi oleh pihak UNNES, dalam hal ini dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Program Studi S1 Pendidikan Tata Kecantikan, untuk bekerjasama dan menjadi mitra sebagai pelaksana kegiatan dalam melaksanakan pemberdayaan Pasien Rehab Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui pelatihan perawatan kulit dalam upaya peningkatan kemandirian personal diri. Pada kegiatan ini tim pengabdian juga mendapatkan support dari mitra Inez Cosmetik untuk membantu pelaksanaan selama kegiatan praktik berlangsung. Harapan dari tim pengabdian masyarakat ini supaya pendampingan dapat terus berjalan dan berkelanjutan dengan bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan . METODE Kegiatan pemberdayaan ODGJ melalui pelatihan perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari dalam upaya peningkatan personal diri dilaksanakan di Unit Rehabilitasi Psikososial RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provisi Jawa Tengah pada bulan Juli 2023, diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari dokter, perawat dan pasien rehabilitasi psikososial. Pengabdian ini juga melibatkan Inez kosmetik sebagai sponsor makeup yang digunakan dalam praktik pengabdian. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 Metode yang akan dilaksanakan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: . persiapan, meliputi persiapan materi kegiatan pengabdian ini dirancang berdasarkan hasil observasi dan identifikasi permasalahan yang ditemukan di lokasi kegiatan, pengumpulan data, analisis data, dan perumusan solusi yang diambil dari berbagai sumber pustaka dan pengalaman empiris, . pelaksanaan pemberian materi teori perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari melalui metode ceramah dan diskusi yang meliputi pelatihan dengan 3x pertemuan, sesuai dengan jadwal kegiatan di unit rehabilitasi agar dapat meningkatkan upaya kemandirian diri ODGJ, . evaluasi program dan umpan balik untuk mengetahui tingkat kualitas hasil pelatihan perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari pada kegiatan pengabdian, sekaligus evaluasi hasil uji coba praktek tersebut dengan kriteria meliputi kreativitas, kerapihan, teknik, dan tampilan. HASIL DAN PEMBAHASAN Defisit perawatan diri Pasien ODGJ merupakan suatu keadaan dimana individu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri seperti kebersihan diri, makan secara mandiri, berhias, merawat kesehatan kulit dan kemampuan dalam toileting, selain itu tidak bisa menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri karena berhubungan dengan kesehatan atau sakit (Sukandar dan Putra, 2. Pada pasien gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang menurun menyebabkan ketidakpedulian terhadap dirinya dan lingkungan termasuk bagaimana cara melakukan perawatan diri (Indriani et al. , 2. Rehabilitasi menjadi langkah awal sebagai upaya kesembuhan pasien untuk mengatasi gejala dari gangguan yang mereka alami (Kasyfillah dan Muhid, 2. Selama ini yang telah diajarkan oleh Terapis Unit Rehabilitasi RSJD Dr. Amino Gondohutomo adalah kegiatan bercocok tanam, pertukangan, dan menjahit untuk pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dalam kemampuan berhias menggunakan makeup pasien ODGJ belum dapat melakukannya dengan wajar dan Sebagian besar dari mereka saat berhias cenderung tidak sesuai, penggunaan bedak tidak rata dan pemilihan warna-warna kosmetik yang tidak pas sehingga akan terlihat terlalu menor dan tidak rapi hal ini akan cenderung mendapatkan penilaian yang kurang dari keluarga dan masyarakat pada diri pasien ODGJ. Oleh karena itu, tim pengabdian memberikan pelatihan untuk melakukan penataan rias sebagai upaya mendukung langkah rehabilitasi pasien ODGJ. Sesi Pemberian Materi Upaya rehabilitasi psikiatri pada ODGJ umumnya memerlukan terapan dari berbagai macam disiplin ilmu agar dapat berhasil (Eliska, 2. Pada sesi ini, materi disampaikan oleh tutor yang berasal dari disiplin ilmu kecantikan berupa materi awal kepada para peserta tentang pengenalan awal jenis kulit, tata rias wajah dan alat-alat kosmetik, hal ini perlu dilakukan agar para peserta mempunyai dasar tentang perawatan kulit dan tata rias wajah itu sendiri. Tata rias wajah merupakan suatu kegiatan yang dapat mengubah penampilan seseorang dari bentuk asli menggunakan alat bahan dan kosmetika tertentu (Ramadona et al. , 2. Penambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas mitra (Lusiana dan Arini, 2. Selain itu, penggunaan tata rias wajah dapat meningkatkan rasa percaya diri (Ihsani et al. , 2. Materi yang disajikan dalam bentuk slide berupa video, foto dan penjelasan ringan sehingga memudahkan para peserta dalam memahami Agustin1 et al. Vol. No. Juni 2024 materi yang disampaikan. Adapun materi yang disampaikan antara lain: Materi Jenis Kulit Materi ini tentang bagaimana cara mengenali jenis kulit wajah sehingga peserta dapat mengetahui cara menentukan jenis produk perawatan kulit atau makeup yang sesuai jenis kulit wajah. Jenis kulit yang kita miliki sangat bervariasi hal ini tergantung dari beberapa faktor yaitu kadar air karena mempengaruhi kenyamanan kulit dan elatisitasnya, kadar minyak karena mempengaruhi kelembutan dan nutrisi pada kulit, dan tingkat sensitivitas karena akan mempengaruhi toleransi kulit terhadap paparan zat tertentu (Soehardi dan Lestari, 2. Materi Perawatan Kulit Wajah dan Tata Rias Wajah Sehari-hari Materi ini tentang produk tata-rias dan alat-alat tata rias yang biasa digunakan dalam melakukan perawatan kecantikan. Dalam pemilihan kosmetik diperlukan seseorang terutama ahli kecantikan agar dapat melakukan pemilihan kosmetik yang tepat sehingga perawatan kecantikan yang dilakukan memberikan hasil yang baik (Fadila et al. , 2. Selain itu, pemilihan alat tata rias penting dalam upaya keberhasilan suatu tata rias yang mana peralatan yang digunakan sangat beragam sesuai dengan fungsi dan kegunaannya (Efrianova, 2. Hal ini diperlukan agar peserta dapat memahami produk dan peralatan yang digunakan dan tahapan-tahapan dalam proses pelaksanaan perawatan kulit wajah dan tata rias wajah sehari-hari. Sesi Demostrasi dan Praktek Sesi berikutnya adalah demonstrasi yang dilakukan oleh tutor dengan menggunakan model yang berasal dari salah satu peserta, pada sesi ini tutor menjelaskan dan mempraktekkan langsung materi yang disampaikan sebelumnya tentang bagaimana tata cara dan cara menggunakan produk serta peralatan kosmetik. Demonstrasi yang dilakukan diharapkan dapat memberi kemudahan bagi peserta untuk memahami materi yang disampaikan (Purwasih et al. , 2. Kemudian para peserta diajak untuk mempraktekkan langsung penggunaan produk dan peralatan kosmetik pada wajah mereka masing-masing. Pada sesi ini juga diberikan waktu untuk diskusi dan tanya jawab tentang materi. Umumnya pertanyaan para peserta berkaitan dengan produk makeup dan pemilihan peralatan yang sesuai dengan kondisi kulit mereka. Peserta sangat antusias dalam mempelajari dan mempraktekkan materi yang telah disampaikan. Gambar 1. Praktik perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari Kegiatan Pemberdayaan ODGJ dalam upaya peningkatan personal diri pada Gambar 1 terlihat para tim pengabdian mendampingi ODGJ melakukan perawatan diri dengan melakukan pembersihan wajah dan dilanjutkan dengan praktik merias wajah Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2024 sehari-hari. Pasien ODGJ dan tenaga medis tampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Sesi Evaluasi Pada sesi ini para peserta dilihat peningkatan kemampuan mereka dari sebelum melakukan pelatihan dan dibandingkan dengan setelah melakukan pelatihan pada pengabdian ini. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui wawancara dan pengamatan secara langsung, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam bidang perawatan kulit wajah dan rias sehari-hari. Hasil evaluasi didapatkan bahwa masih diperlukan adanya perhatian khusus pada pasien ODGJ, dengan perlu terus berlatih dan terus mengembangkan kemampuan diri agar dapat membantu proses penyembuhannya, sehingga dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian personal diri, sekaligus juga dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan yang dapat membantu perekonomian mereka dan keluarga. Dalam hal ini, upaya meningkatkan kemandirian penderita melalui pelatihan mengenai keterampilan dalam rehabilitasi psikososial yang disebut terapi okupasi dan vokasional diupayakan agar dapat memiliki penghasilan (Fadila et al. , 2. Dengan adanya pelatihan ini, maka diharapkan dapat menjadi upaya rehabilitasi psikososial yang diupayakan sebagai pelatihan keterampilan pasien ODGJ dan dapat memiliki prospek yang baik di masa mendatang. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kerjasama mitra RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provisi Jawa Tengah dengan tim pengabdian Prodi Pendidikan Tata Kecantikan UNNES melalui pemberdayaan dengan memberikan pelatihan perawatan wajah dan tata rias sehari-hari untuk pasien ODGJ unit rehabilitasi psikososial berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur mulai dari identifikasi masalah, persiapan dan pelaksanaan program, hingga evaluasi. Hasil keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan minat serta pengetahuan mereka untuk melakukan perawatan wajah dan rias sehari-hari, sehingga pasien mampu melakukan Activity Daily Living (ADL) secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri dan tuntutan hidup sehari-hari dengan sempurna dan membantu peningkatan personal diri mereka serta membantu mempercepat pemulihan pasien ODGJ Unit Rehabilitasi Psikososial RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Semarang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis artikel pengabdian masyarakat kemitraan mengucapkan terimakasih kepada LPPM Universitas Negeri Semarang yang telah mendanai kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Direktur, seluruh tenaga medis, serta Balai Diklat RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provisi Jawa Tengah yang telah mengizinkan dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini serta semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Agustin1 et al. Vol. No. Juni 2024 DAFTAR PUSTAKA