Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Analisa Penambahan Tanah Kapur Terhadap Kuat Tekan Beton Zulwandi1*. Sahrul Harahap2 Nurhasana Siregar3 1,2,3 Program studi Teknik Sipil. Universitas Graha Nusantara Email: zulwandi47@gmail. Abstrak: Pemakaian batu kapur sebagai bahan perekat / semen dalam pembuatan beton perlu upaya pemakaian bahan lain sebagai bahan perekat semen seperti pemanfaatan tanah mediteran. Kapur yang kandungannya hamper sama dengan semen yaitu karbonat (CaO) dan silica (SiO. Untuk mengurangi pemakaian batu kapur diperlukan pemanfaatan tanah mediteran sebagai pengganti sebagian semen dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tanah mediteran sebesar 5%, 10% dan 15% terhadap kuat tekan beton pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan benda uji masing-masing 3 buah pada setiap variasi dalam silinder 10cm y 30cm. Hasil pengujian kuat tekan beton berdasarkan variasi campuran 5%, 10%, 15% dengan perawatan 7 hari masing-masing 10,90 . 8,07 . 7,09 N/mm2, kuat tekan dengan perawatan 14 hari masing-masing 13,09 . 11,61 . 12,24 N/mm2, kuat tekan dengan perawatan 28 hari masing-masing 15,50 . 12,24 . 11,51 N/mm2, sedangkan yang di temukan kuat tekan beton normal masing-masing yaitu 11,18 . 13,94 . 17,13 N/mm2. Hal ini menunjukkan bahwa variasi tanah mediteran terhadap kuat tekan beton terdapat perbedaan relative sedikit dengan nilai kuat tekan beton normal. Korelasi R diperoleh sebesar 0,882 diketahui hubungan tanah mediteran terhadap kuat tekan beton ialah sangat kuat. Artinya bahan tanah mediteran dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan beton. Kata Kunci: Beton. Kuat Tekan. Tanah Mediteran PENDAHULUAN Perkembangan Indonesia dari waktu ke waktu dirasakan perubahan yang semakin cepat dan pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut, infrastruktur seperti pembangunan gedung, jembatan, drainase, dan jalan raya. Pemilihan jenis konstruksi ini membutuhkan rekayasa material seperti pemilihan bahan material yang sesuai untuk pembuatan beton. Pemilihan material ini tentu memperhatikan pertimbangan biaya pembangunan, efisiensi waktu, biaya pemeliharaan struktur rendah, dan sebagainya. Bangunan struktur seperti struktur bangunan gedung bertingkat tinggi, struktur bangunan jembatan membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih dari 40 MPa (Luga & Atis, 2. Kualitas suatu konstruksi beton harus memiliki kekakuan yang besar, kekuatan serta awet. Perencanaan suatu beton dibutuhkan perencanaan yang baik agar menghasilkan beton sesuai dengan kuat tekan yang Beton terdiri dari material penyusun seperti air, semen, agregat halus dan agregat kasar dengan perbandingan Material yang berasal dari alam yang digunakan untuk membuat suatu beton dapat ditemukan dari pengunungan, sungai & pantai (Prayuda &Pujianto, 2. K andungan agregat dalam beton kirakira mencapai 70 % - 75 % dari volume beton, sehingga agregat sangat berpengaruh Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. terhadap sifatAesifat beton (Polli, dkk Pemilihan suatu bagian penting dalam pembuatan beton (Tjokrodimuljo, 2. Agregat telah banyak ditemukan di alam,baik yang bisa secara langsung digunakan . ecara alamia. ataupun perlu perlakuan tambahan, seperti penghancuran batu padat. Pemakaian komponen penyusun utama pada beton yang harus diperhatikan ketersediannya. Tidak semua daerah memiliki potensi ketersedian agregat alam yang sama seperti Madina. Tapanuli Selatan. Padangsidimpuan. Kota Padangsidimpuan ketersediaan agregat pasir sungai yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan Untuk itu perlunya dilakukan eksplorasi sumber daya alam sebagai penggunan bahan dalam pembuatan beton. Dalam pembuatan beton, agregat halus memiliki karekteristik tertentu. Karakteristik agregat halus sangat berpengaruh terhadap kuat (Tjokrodimulyo,2. Agregat halus terdiri dari pasir atau partikel yang dapat lewat pada saringan no. 4 & 5 mm (Armeyn & Gusrianto. Selain pasir, material yang dapat dijadikan sebagai agregat halus adalah batu Armeyn dan Gusrianto . melakukan riset mengenai pembuatan beton dengan penambahan batu kapur sebagai agregat halus, ditemukan bahwa komposisi penambahan 5% memiliki kuat tekan yang besar dibanding komposisi penambahan 10% dan15% batu kapur. Suhariyanto . melakukan riset untuk pembuatan beton menggunakan kapur sebagai pengganti sebagian semen dengan komposisi 5%, 10%, dan 15 %, ditemukan bahwa komposisi 15% terbentuk beton yang memiliki kuat tekan beton mutu K-225. Batu kapur memiliki daya tekan terhadap beban relatif tinggi sehingga tahan lama (Armeyn & Gusrianto, 2. Berdasarkan kararteristik kapur yang dapat dijadikan sebagai pembuatan beton, dan pemanfaatan sumber daya alam kapur dapat Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . menambah nilai pendapatan masyarakat Oleh karena itu peneliti tertarik akan menganalisa pengaruh penambahan tanah kapur terhadap kuat tekan beton dengan komposisi kapur sebesar 5%, 10 dan 15%. Rumusan masalah dalam penelitian ini atau penulisan skripsi ini. Bagaimana pengaruh penambahan tanah kapur terhadap kuat tekan beton?. Apakah penambahan tanah kapur dalam pembuatan beton, kuat tekan TEORI Pengertian beton Bahan batuan yang digunakan untuk menyusun beton umumnya dibedakan menjadi agregat halus dan agregat kasar. Agregat halus dan agregat kasar disebut sebagai bahan susun kasar campuran dan merupakan komponen utama beton. Umumnya penggunaan bahan agregat dalam adukan beton mencapai jumlah A70% - 75% dari seluruh beton (Arthur, 1. Beton berasal dari kata "concretus", yang artinya "tumbuh bersama". Ini berarti gambaran mengenai penggabungan partikel-partikel lepas menjadi suatu massa yang utuh. Beton didefenisikan sebagai campuran dari bahan penyusunnya yang terdiri atas campuran material semen, air, agregat halus . dan agregat kasar . serta dengan atau tanpa bahan tambahan Beton didefiniskan sebagai campuran dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan hidrolik . ortland cemen. , agregat kasar, agregat halus, dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah . dmixture atau Seiring dengan penambahan umur, beton akan semakin mengeras dan akan mencapai kekutan rencana . Ao. pada usia 28 hari (BSN, 2. Tipe Dan Mutu Beton Menurut Mulyono . , tipe dan mutu beton dapat di bagi 3 seperti yang tercantum di bawah Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Beton Tipe I adalah beton untuk pekerjaanpekerjaan Untuk pelaksanaannya tidak diperlukan keahlian Pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan ringan terhadap mutu bahan-bahan, sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan. Mutu beton tipe I dinyatakan dengan B0. Beton Tipe II adalah Beton untuk pekerjaanpekerjaan Pelaksanaannya memerlukan keahlian yang cukup dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli. Beton tipe II dibagi dalam mutu-mutu standar B1. K 125. K 175, dan K Pada mutu B1, pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan terhadap mutu bahanbahan sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan. Pada mutu- mutu K 125. K 175 dengan keharusan untuk memeriksa kekuatan tekan beton secara kontinu dari hasilhasil pemeriksaan benda uji. Mutu beton K 225 merupakan beton kelas II yang diperuntukkan pada pekerjaan bangunan struktural. Beton ini memeiliki kualitas baik untuk berbagai pembangunan konstruksi struktural. Berdasarkan SNI AHSP tahun 2016 nilai fc' beton K 225 berkisar 18,6 MPa. Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Pengujian Kuat Tekan Beton Pengujian beton bertujuan untuk mengetahui kekuatan atau kualitas campuran beton yang telah dirancang. Pengujian beton ini meliputi pengujian beton segar (Slump tes. dan pengujian beton keras menggunakan mesin untuk mendapatkan nilai kuat tekan dari campuran beton. Adapun penampang corong slump yang digunakan dalam percobaan ini yaitu sebagai Diameter atas corong = 10 cm Diameter bawah corong = 20 cm Tinggi corong (H) = 30 cm Untuk proses pengadukan beton diisikan 3 lapis dan setiap lapis di tusuk 25 kali dengan tongkat baja diameter 16 mm dan panjang 60 cm, dengan ujung dibulatkan (Gambar . Setelah permukaan rata biarkan selama A menit kemudian kerucut ditarik vertikal ke atas dengan hati - hati. Beton Tipe i adalah beton untuk p ekerjaan- pekerjaan struktural yang lebih tinggi dari K Pelaksanaannya memerlukan keahlian khusus dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga Disyaratkan laboratorium beton dengan peralatan yang lengkap yang dilayani oleh tenaga-tenaga ahli yang dapat melakukan pengawasan mutu beton secara kontinu. Tabel. 1 Komposisi Material Bahan Kode Porland Cement (PC) Pasir Beton (PB) Kerikil (KR) Air (Sumber: PUPR, 2. Satuan Koefisien Gambar. Standar Pengadukan Beton Diisikan 3 Lapis Pengujian Beton Segar Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Pengambilan nilai Slump dilakukan untuk masing masing campuran baik pada beton standar maupun beton yang menggunakan additive dan bahan penambah . Pengujian Slump dilakukan terhadap beton segar yang dituangkan kedalam wadah kerucut Pengisian dilakukan dalam tiga lapisan adalah 1/3 dari tinggi kerucut. Masingmasing lapisan harus dipadatkan dengan cara menggunakan tongkat besi anti karat. Setelah penuh sampai permukaan atasnya diratakan dengan menggunakan sendok semen. Kemudian kerucut diangkat ke atas secara vertikal dan Slump dapat diukur dengan cara mengukur perbedaan tinggi antara wadah dengan tinggi beton setelah wadah diangkat. Pengujian Beton Keras Kuat Tekan merupakan suatu parameter yang menunjukkan besarnya beban persatuan luas yang menyebabkan benda uji hancur oleh gaya tekan tertentu. Nilai kuat tekan beton Pemeriksaan kuat tekan beton dilakukan untuk mengetahui secara pasti akan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari yang sebenarnya apakah sesuai dengan yang direncanakan atau Pada mesin uji tekan benda diletakkan dan diberikan beban sampai benda runtuh, yaitu pada saat beban maksimum bekerja seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2. 2 berikut ini: Gambar 2 Sampel Kuat Tekan Prosedur berdasarkan SNI 03-2974-1990, benda uji di Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . letakkan pada mesin tekan secara sentris, dan mesin tekan di jalankan dengan penambahan beban antara 2-4 kg/cm2 per Pembebanan dilakukan sampai benda uji hancur dan beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji di catat. Uji kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 28 hari. Kuat tekan beton dihitung berdasarkan besarnya beban persatuan luas, berikut rumus yang di gunakan : yceyca A = ycE ya Keterangan. P = Gaya maksimum dari mesin tekan A = Luas penampung yang diberi tekanan FcAo = Kuat telan Kuat tekan menjadi parameter untuk menentukan mutu dan kualitas beton yang ditentukan oleh agregat, perbandingan semen, dan perbandingan jumlah air. Pembuatan beton akan berhasil jika dalam pencapaian kuat tekan beton telah sesuai dengan yang telah direncanakan dalam mix METODE Bahan & alat penelitian Langkah awal yang dilakukan adalah persiapan bahan. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi: Agregat halus . Agregat kasar . Tanah kapur Semen dengan kemasan kantong 50 kg. Adapun peralatan yang digunakan selama penelitian berlangsung, mulai dari awal penelitian hingga penelitian selesai antara lain: Timbangan / neraca Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Satu set saringan agregat Gelas ukur 100 mL Sekop dan cangkul Ember, nampan, kuas, dan pan Sendok semen Kerucut abrams Tongkat penumbuk Penggaris / mistar Cetakan silinder ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Seperangkat alat uji desak manual. Prosedur Penelitian LangkahAelangkah penelitian ini disajikan dalam bentuk bagan alir . low char. yang mana bagian alir ini sebagai pedoman penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Dimana penelitian dimulai dengan mengumpulkan semua bahan dan alat-alat yang diperlukan selama proses penelitian berlangsung. Setelah terkumpulnya teori yang menjadi dasar untuk menulis, maka masuk ke tahap pengujian bahan dan melakukan percobaan di dalam Dan melakukan perhitungan data dari sampel yang telah dibuat di laboratorium sehingga mendapatkan hasil uji kuat tekan beton dan pembahasan yang diperoleh dari penelitian yang Bagan alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 3. di bawah ini: Gambar 3. Bagan Alir Penelitian Pembuatan Benda Uji Tujuan pembuatan benda uji yaitu untuk membuat benda uji yang diperlukan pada percobaan pengujian kekuatan tekan Adapun prosedur percobaan untuk pembuatan benda uji, yaitu sebagai berikut: Semua cetakan dibersihkan dari sisa-sisa beton yang tertinggal atau melekat pada dinding cetakan, lalu diolesi dengan minyak pelumas . Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Sekrup cetakan dikunci Pengadukan beton dilakukan dengan langkah sebagai berikut : Pasir dan kerikil di ayak supaya mendapatkan gradasi yang baik Timbang atau takar semua bahan yang akan diaduk dengan menggunakan perbandingan ini 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil bulat : 1tanah kapur Campurkan kerikil, tanah kapur, pasir dan Lalu semua bahan yang dicampur diaduk rata dengan sekop Kemudian masukkan air secukupnya, lalu tunggu air meresap pada campuran Setelah selesai pengadukan, campuran beton lebih dulu diuji nilai slump. Setelah selesai pengujian slump, kemudian beton segar dimasukkan kedalam cetakan silinder sampai 1/3 isi baru tumbuklah sebanyak 25 x secara merata dan usahakan jangan kena pada dasar cetakan Pada lapisan kedua tambah adukan 2/3 lagi dan usahakan pada tumbukannya Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . harus masuk ke dalam kira-kira 25 mm, begitu juga pada lapisan ketiga. Selanjutnya ketuklah pada isi cetakan sampai turun semennya dan ratakan pada permukaan atasnya dan tutup dengan kain basah. Kemudian biarkan beton dalam cetakan selama 24 jam tempatkan dari bebas getaran Setelah 24 jam, bukalah cetakan dan keluarkan benda uji Dan ukur berapa berat benda uji tersebut dengan timbangan Tulis pada benda uji tentang data percobaan seperti berat dan tanggal Rendamlah benda uji di dalam bak perendam berisi air yang telah perawatan . , selama waktu yang dikehendaki Jumlah benda uji 3 buah benda uji setiap proporsi tanah kapur sebesar 5%, 10%,dan Pemeriksan kuat tekan beton biasanya pada umur 7, 14, dan 28 hari. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh baik dari pengujian agregat halus dan agregat kasar akan dianalisis menggunakan persentasi kadar air, dan lolos ayakan dan kadar lumpurnya disesuaikan dengan standar. Sedangkan hasil perolehan data uji kuat tekan beton ditentukan dari nilai rataratanya yang kemudian dilihat bagaimana pengaruh penambahan tanah kapur terhadap kuat tekan beton ditinjau melalui metode Pengujian Beton Normal Beton normal merupakan beton yang dijadikan sebagai acuan komposisi campuran dengan kuat tekan antara fAoc 24 Mpa yang kemudian dikomposisi agregat halusnya diganti dengan tanah kapur dengan variasi 5%, 10% dan 15%. Dari pengujian beton keras yang telah dilakukan didapat hasil dan nilai pengujian beton normal yang dijadikan acuan dangan kuat tekan fAoc seperti Tabel 2 berikut ini. Tabel 2 Nilai Kuat Tekan Beton Normal Berbentuk Silinder Uji Pem Pen Dime HASIL DAN PEMBAHASAN (Ha . m2 (N) (N/m 07 1 19/08/ 26/08/2 7 300 150 1766 1987 11,25 2,5 50 (N/m Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. 07 2 19/08/ 26/08/2 7 07 3 19/08/ 26/08/2 7 14 1 19/08/ 03/09/2 14 14 2 19/08/ 03/09/2 14 14 3 19/08/ 03/09/2 14 28 1 19/08/ 10/09/2 28 28 2 19/08/ 10/09/2 28 28 3 19/08/ 10/09/2 28 300 150 1766 2062 11,68 2,5 50 300 150 1766 1875 10,62 2,5 00 300 150 1766 2362 13,38 2,5 50 300 150 1766 2700 15,29 2,5 00 300 150 1766 2325 13,16 2,5 00 300 150 1766 3075 17,41 2,5 00 300 150 1766 3150 17,83 2,5 00 300 150 1766 2850 16,4 2,5 00 Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . Gambar 5 Grafik Perbandingan Hubungan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Umur Beton Silinder Terhadap Umur Beton Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat nilai kuat tekan rata-rata beton normal berbentuk silinder untuk setiap umur pengujian. Adapun grafik nilai kuat tekan rata-rata beton normal berbentuk silinder dapat kita lihat pada Gambar Gambar 4 Grafik Hubungan Kuat Tekan Beton Rata-Rata Beton Normal Berbentuk Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton Dari hasil perbandingan dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan beton rata-rata untuk semua campuran beton pada setiap umur pengujian seperti Tabel 4. 18 berikut Tabel 3 Nilai Kuat Tekan Rata-Rata Beton Silinder Gabungan No. Jenis Beton Beton Normal Beton Tk 5% Beton Tk 10% Kuat Tekan Beton Umur (Mp. 7 Hari 14 Hari 28 Hari 11,18 13,94 17,13 10,09 13,09 15,50 8,07 11,61 12,24 Keterangan Tk : Tanah Kapur Adapun grafik nilai kuat tekan beton untuk semua campuran beton silinder gabungan dapat kita lihat pada Gambar 5. Sedangkan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . histogram perbandingan nilai kuat tekan beton silinder gabungan pada umur pengujian dapat dilihat pada Gambar 6 berikut. Gambar 6 Histogram Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton Pada histogram diatas, diketahui pada saat umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dangan nilai sebesar 11,18 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terendah adalah kuat tekan beton variasi 15% dengan nilai sebesar 8,6 N/mm2. Sedangkan histogram perbandingan nilai kuat tekan beton silinder pada umur pengujian 14 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 13,94 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton variasi 15% dengan nilai sebesar 11,61 N/mm2. Sedangkan histogram perbandingan nilai kuat tekan beton silinder gabungan pada umur 28 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 17,13 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton dengan nilai 12,24 N/mm2. Korelasi tanah mediteran terhadap kuat tekan beton dianalisis menggunakan regresi linear dengan interval koefisien seperti tabel berikut (Sugiono 2. Tabel 4 Korelasi Tanah Mediteran Terhadap Kuat Tekan Beton Interval 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Berdasarkan tabel diatas dan perolehan korelasi R sebesar 0,882 diketahui hubungan tanah mediteran terhadap kuat tekan beton ialah sangan kuat Gambar 7 Hubungan Persentasi Tanah Kapur Terhadap Kuat Tekan Beton Pembahasan Pada menggunakan bahan tanah kapur dengan persentase 5%, 10% dan 15%, diperoleh kuat tekannya pada perawatan 28 hari 15,50 N/mm2, 12,24 N/mm2 dan 11,51 N/mm2 dan nilai kuat tekan beton normal sebesar 17,13 N/mm2, ini menunjukkan komposisi 5% dan normal memiliki selisih 1,63 N/mm2 nilai ini relative cukup menurun, dan ini sejalan dengan nilai korelasi 0,88 yang berarti pengaruh tanah kapur sangan kuat terhadap penurunan kuat tekan beton yang diperoleh. Temuan ini sejalan dengan Armeyn dan Gusrianto . komposisi 5%. Tanah kapur memiliki nilai kuat tekan beton yang lebih besar disbanding 10% dan 15% komposisi tanah Temuan ini tidak sejalan dengan hasil riset Suhariyanto . yang menemukan tanah kapur 15% memiliki kuat tekab beton yang lebih baik k-225 dibanding tanah kapur komposisi 5% dan 10%. Perbedaan komposisi dan perbedaan nilai kuat tekan beton ini disebabkan oleh perbedaan lokasi tanah kapur menyebabkan perbedaan susunan kimia dan Statika Jurnal Teknik Sipil https://jurnal. id/index. php/statika DOI:https://doi. org/10. 64168/statika. sifat bahan tanah kapur tersebut (Mulyono, 2. Selain itu tanah kapur yang merupakan tanah mediteran telah digunakan untun pembuatan beton dengan persentase 20% dan 40% (Nilawardani, 2. Kuat tekan beton menurun seiring meningkatnya komposisi tanah mediteran, kandungan dan sifat bahan tanah mediteran yaitu basah tidak dipengaruhi dengan proses pembakaran tanah mediteran pada persiapan bahan di suhu 1200o C selama 2 Tanah mediteran merupakan tanah yang berupa satuan beku yang berkapur atau batu gamping yang mengandung karbonat CaO dan silica SiO2 yang tinggi dan memiliki berat jenis yang rendah, kemudian tanah kapur sebagai bahan utama pembuatan semen mengandung Calcium oksida CaO. Silica oksida SiO2. Aluminium oksida AI2O3. Besi oksida Fe2O3 dan Magnesium oksida MgO (Nilawardani. KESIMPULAN Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu : Variasi campuran beton dengan menggunakan penambahan tanah kapur sebagai pengganti sebagian semen sangan mempengaruhi nilai kuat tekan beton, karna beton yang menggunakan bahan campuran tanah kapur memiliki kandungan yang hamper sama dengan semen, yaitu karbonat (CaO) dan silica (SiO. Nilai kuat beton rata-rata beton sebelum adanya penambahan tanah kapur atau beton normal dilakukan uji kuat tekan dengan umur pengujian 7, 14 dan 28 hari menghasilkan nilai sebesar 11,18. 13,94. 17,13 N/mm2, sedangkan untuk nilai kuat tekan rata-rata beton setelah adanya penambahan tanah kapur dengan variasi 5% sebesar 11,02. 13,2. N/mm2, untuk penambahan tanah kapur variasi 10% nilai kuat tekan rata-ratanya adalah 10,9. 12,5. 15,5 N/mm2, dan untuk penambahan tanah kapur variasi 15% nilai kuat tekan rata-ratanya adalah 8,6. 11,61. 12,24 N/mm2. Dari nilai kuat tekan rata-rata beton setelah adanya penambahan Vol 8. April 2025 , hal : 1-10 ISSN 2541-027X . 2774-9509 . tanah kapur menghasilkan perbedaan nilai kuat beton normal. Semakin besar persentase tanah kapur yang ada dalam campuran beton, maka nilai kuat tekan beton akan semakin rendah. Oleh karena itu, beton yang tidak menggunakan bahan campuran tanah kapur ataupun beton normal lebih baik disbanding dengan adanya penambahan tanah kapur. DAFTAR PUSTAKA