Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME GURU DALAM PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI LESSON STUDY PADA SD NEGERI 04 MURYOLOBO JEPARA Sugiman1. Saiful Marom2* SD Negeri 04 Muryolobo Jepara1. UIN Salatiga2 Email: saifulmarom@iainsalatiga. Abstrak Salah satu wujud dalam menjaga tingkat keprofesinalan para pendidik dalam proses pembelajaran adalah menyediakan perangkat pembelajaran yang lengkap serta dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perangkat yang telag dibuat. Dalam melakasanakan proses pembelajaran di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara masih banyak para pendidik yang belum memiliki kelengkapan perangkat Diantara 8 pengajar di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo baru ada pendidik sebanyak 3 orang yang memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran atau sekitar 37,5 % pendidik yang memiliki kelengkapan perangkat pembelajaran. Dari hasil data yang telah dipaparkan sebelumnya untuk dapat meningkatkan profesionalisme dari pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran dilakukan kegiatan lesson study dengan subyeknya adalah para pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Jepara dengan melalui 3 siklus yang ternyata mempunyai dampak banyaknya pendidik yang memiliki perangkat pembelajaran secara lengkap cukup memuaskan. Melalui kegiatan lesson study ini terjadi peningkatan dalam kepemilikan perangkat pembelajaran yakni pada siklus I ada sebanyak 3 pendidik diantara 9 pendidik yang mempunyai perangkat pembelajaran dan selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 5 orang pendidik yang mempunai kelengkapan perangkat pembelajaran dan pada akhirnya siklus i ada sebanyak 7 pendidik diantara 9 pendidik yang mempunyai perangkat pembelajara sehingga pada kegiatan lesson study ini terjadi peningkatan dalam kepemilikan kelengkapan dokumen pembelajaran. Kata Kunci: Lesson Studi. Perangkat pembelajaran, sikap profesional. PENDAHULUAN Berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang tertuang dalam undang-undang No 20 Tahun 2003, pendidik merupakan salah satu tenaga professional yang mempunyai tugas dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran, melaksanakan kegiatan evaluasi pembelajaran sampai dengan penilaian serta mempunyai tugas dalam pembimbingan dan pelatihan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Agar tugastugas dari pendidik dapat terlaksana dengan baik maka seorang pendidik diharapkan mempunyai bekal ilmu pengetahuan untuk dijadikan sebuah modal dalam proses pelaksanaan pembelajaran dikelas secara profesional. Seorang pendidik tidak akan jauh dalam dua kegiatan yang sangat pokok yaitu belajar dan mengajar. Belajar dan mengajar merupakan sebuah satu kesatuan kegiatan dalam proses Menurut Moh Surya . 1 : . belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu agar mendapatkan suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan dan sebagai suatu pengalaman seorang individu dalam interaksinya dengan lingkungan sekitar. Selanjutnya menurut Ernest R. Hilgard dalam bukunya Sumardi Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Suryabarata . 4 : . belajar adalah sebuah proses yang dilakukan dengan penuh kesengajaan yang nantinya mempunyai dampak sebuah perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Dari beberapa pengertian belajar yang telah diungkapkan oleh para ahli maka dapat ditarik sebuah kesimpulan mengenai belajar yaitu suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang sehingga berdampak pada perubahan tingkah laku dari diri seseorang tersebut sehingga ada perbedaan antara sebelum belajar dan sesudah Selanjutnya kaitan antara pendidik dengan proses belajar adalah adalah bagaimana dapat mentransfer pelajaran sehingga peserta didik mengalami suatu perubahan pemahaman dengan baik dan memperleh hasil yang optimal sehingga tujuan dari proses pembelajaran dapa tercapai. Untuk mensukseskan dari tujuan pembelajaran banyak hal dan tantangan yang besar untuk bisa menjadikan seorang peserta didik mengalami perubahan pasca proses pmebelajaran terjadi, hal ini merupakan salah satu tantangan dan tugas pengampu kebijakan dalam bidang pendidikan kedepan untuk terus meningkatkan profesionalitas dari seorang pendidik sehinga kedepannya dapat membantu terwujud dan suksesnya tujuan dari proses Seorang pendidik harus selalu aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat menjadikan peserta didiknya dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini di era globalisasi saat ini. Seorang pendidik yang kompeten dan profesional tercermin dari kemampuan bagaimana mengelola kelas ketika dalam melaksanakan proses pembelajaran diantara adalah dapat menjaga interagksi antara pendidik dengan peserta didik, dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan berbagai macam inovasi pembelajarn serta dilengkapi dengan media pembelajaran yang berbasis dengan IT/ICT. Seorang pendidik juga diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai kapasistas, potensi, mandiri, berintegritas, kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi secara cerdas. Dalam melaksanakan proses pembelajaran ini pendidik tidak hanya bisa melaksanakan proses pembelajaran saja tetapi diperlukan adanya persiapan perangkat pembelajaran yang nantinya dapat membantu proses pembelajaran diantaranya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Program Semester. Program Tahunan, silabus serta media pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi. Salah satu diantara indikator dari profesionalitas seorang pendidik adalah adanya kemampuan dalam menyiapkan serta melaksanakan runtutan kegiatan proses pembelajaran yang diawali dengan penyiapan perangkat pembelajaran Dalam melaksanakan tugas pelaksanaan proses pembelajaran banyak ditemukan para pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo masih banyak yang terkendala dalam penyiapan perangkat pembelajaran sehingga dari hasil data dilapangan yang diperoleh peneliti masih banyak pendidik dilingkungan SD Negeri 04 Muryolobo belum melengkapi perangkat pembelajaran ketika melaksanakan proses pembelajaran di kelas yakni diantara 9 pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo hanya sekitar 3 pendidik atau sekitar 33,3% yang sudah menyiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap sebelum dilaksanakan proses pembelajaran . Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Salah satu strategi untuk mengatasi kendala dalam penyiapan perangkat pembelajaran ini adalah adanya sebuah forum kegiatan yang kemudian disebut dengan lesson study. Melalui Penelitian Tindakan Sekolah diharapkan adanya peningkatan profesionalitas pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Jepara. Pada penelitian tindakan sekolah ini penulis mengambil judul AuPeningkatan Kemampuan Profesionalisme Pendidik Dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran Melalui Lesson Study Pada SD Negeri 04 Muryolobo Jepara Tahun 2016/2017Ay. Berdasarkan berbagai kajian tentang pengertian Lesson Study oleh Friedkin. S . 5 : . dapat disimpulkan bahwa Lesson Study adalah kegiatan kolaboratif dari sekelompok Pendidik untuk secara bersama-sama: . merencanakan langkah-langkah pembelajaran, . salah seorang diantaranya mempraktekkan pembelajaran yang direncanakan dan yang lain mengamati proses pembelajaran, . mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan, . memperbaiki perencanaan semula, . mempraktekkannya lagi, . kembali mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan, dan . membagi pengalaman dan temuan dari hasil evaluasi tersebut kepada Pendidik lain. Ide utama dari kegiatan Lesson Study yang demikian adalah perlunya kerjasama dari para Pendidik untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara bersama-sama, agar diperoleh rancangan dan pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik. Berikut ini adalah langkah-langkah yang disarankan untuk dapat melaksanakan kegiatan Lesson Study dengan baik. Sebagian besar ide ini diambil dari artikel tentang Lesson Study dari Macomb Intermediate School District dalam Friedkin. S . 5 : . Kegiatan Lesson Study dimulai dengan membentuk kelompok atau tim Lesson Study. Setelah tim terbentuk, perlu segera diadakan pertemuan untuk penyamaan persepsi tentang Lesson Study. Diskusi harus sampai pada kesimpulan tentang pengertian Lesson Study, tujuan dilaksanakannya Lesson Study, dan manfaat apa yang akan diperoleh oleh setiap anggota tim dengan mengikuti kegiatan Lesson Study. Langkah berikutnya adalah menetapkan fokus kegiatan Lesson Study, terutama menyangkut materi pokok, metode, dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk kegiatan Lesson Study. Pada tahap ini harus didiskusikan dan kemudian ditetapkan oleh anggota tim pembelajaran pada materi pokok apa saja yang akan dijadikan fokus kegiatan Lesson Study. Pemilihan materi pokok ini bisa didasarkan pengalaman anggota tim selama ini, yaitu pada materi pokok apa kebanyakan siswa mengalami kesulitan belajar, atau pada materi pokok apa seringkali Pendidik mengalami kesulitan untuk menjelaskannya kepada siswa. Pada kegiatan penelitian tindakan sekolah kali ini materi pokok yang akan dikaji adalah mengenai penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP. Silabus. Program Tahunan. Program Semester serta Media Pembelajaran. Keberhasilan dari seorang pendidik dalam kegiatan proses pembelajaran sangatlah menjadi harapan bagi bangsa dan negara bahkan kita semua. Agar tercapainya dari tujuan itu maka diperlukan sebuah persiapan yang sangat baik. Berdasarkan sumadi . 3 :. seorang pendidik diharapkan mampu mempersiapkan bahan yang akan dijadikan persiapan dalam proses pembelajaran. Mempersiapkan media yang akan dipakai untuk mempermudah tujuan dari pembelajaran tersebut. Seorang pendidik juga harus mempersiapkan berbagai trik Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index pertanyaan ataupun ungkapan yang nantinya dapat memancing ataupun merangsang peserta didik agar ikut dalam suasana proses pembelajaran sehingga peserta didik akan menjadi aktif dan akhirnya peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diikuti. Para pendidik juga harus mengerti bagaimana kondisi peserta didiknya baik kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki serta mampu mempelajari pengetahuan awal peserta didik agar nantinya kesemuanya ini akan dapat diurai dalam pelaksanaanya didalam perangkat pembelajaran. Menurut Sumadi . 3 :. berpendapat bahwa perangkat pembelajaran adalah himpunan dari bahan, alat, media, serta petunjuk dan pedoman yang nantinya akan digunakan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya menurut Subrata dalam Sutisna . 9 :. menggambarkan mengenai perangkat pembelajaran adalah salah satu dari wujud persiapan yang akan dilakukan oleh seorang pendidik sebelum melaksanakan proses pembelajaran Dari beberapa pendapat para ahli maka dapat kita simpulkan bahwa perangkat pembelajaran merupakan kumpulan dari media yang dpat digunakan oleh pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Perangkat pembalajaran sangatlah banyak dan ada beberapa yang harus ada untuk menunjang proses pembelajaran diantaranya adalah RPP. Silabus. Prota. Promes. Program Remidial. Pengayaan. Media Pembelajaran serta Hasil evaluasi peserta didik. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Berdasarkan permsalahan yang akan diteliti, maka jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Dalam penelitian ini menerapkan metode lesson study untuk meningkatkan kemampuan dan sikap profesionalitas pendidik dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran pada SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian tindakan sekolah ini adalah semua pendidik di SD Negeri 04 Muryolobo Kabupaten Jepara yang berjumlah 9 orang pada Semester Ganjil pada tahun pelajaran 2016/2017. Banyaknya Pendidik di sekolah ini adalah sebanyak 9 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 5 Perempuan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada guru kelas 1, guru kelas 2, guru kelas 3, guru kelas 4, guru kelas 5, guru kelas 6, dan guru PAI di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari. Kabupaten Jepara Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 Rancangan Penelitian Penelitian yang telah dilakukan penulis adalah Penelitian Tindakan Sekolah atau sering disebut dengan PTS denga tiga siklus yang nantinya tiap siklus terdiri dari beberapa tahapan yaitu Tahapan Perencaanaan. Tahapan Pelaksanaan. Tahapan Observasi atau evaluasi, dan Tahapan Refleksi. (Gambar . Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Gambar 1. Tahapan Dalam Siklus Penelitian Tindakan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Siklus I Setalah melaksanakan kegiatan lesson study pada siklus I secara bertahap pada pelaksanaan proses pembelajaran di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara yang telah sesuai dengan tindakan-tindakan pada BAB i, peneliti menyebutkan bahwa kegiatan lesson study pada Siklus I belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kelengkapan program pengajaran. Kesimpulan ini muncul dikarenakan hasil data menunjukkan bahwa dari 8 Pendidik di SD Negeri 04 Muryolobo ada 3 Pendidik yang memiliki kelengkapan program pengajaran secara lengkap diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Berikut akan diberikan Hasil tindakan kegiatan lesson study pada Siklus I. Tabel. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Pada Siklus I Kelengkapan Pengajaran Nama Pendidik Lengkap Oo Progam Belum Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Secara lengkap hasil observasi terhadap kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Kelengkapan Program Pembelajaran Siklus I Belum Lengkap Lengkap Gambar 2. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus I Selanjutnya proporsi antara banyaknya pendidik yang mempunyai kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Proporsi Kelengkapan Administrasi Siklus I Program Pengajaran Lengkap Program Pengajaran Belum Lengkap 62,5% 37,5% Gambar 3. Proporsi Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus I Berdasarkan dari hasil pengamatan dan analisis dari peneliti terhadap hasil kegiatan lesson study pada siklus I diperoleh kesimpulan bahwa tingkat keberhasilan dari tindakan masih rendah dimana proporsi pendidik yang memiliki kelengkapan administrasi program pengajaran secara lengkap sebesar 37,5% sehingga perlu dilakukan tindakan kegiatan lesson study kembali dengan menyusun rencana kegiatan lesson study untuk menindaklanjuti pada siklus II. Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Siklus II Setalah melaksanakan kegiatan lesson study pada siklus II secara bertahap pada pelaksanaan proses pembelajaran di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara yang telah sesuai dengan tindakan-tindakan pada BAB i, peneliti menyebutkan bahwa kegiatan lesson study pada Siklus II belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kelengkapan program pengajaran meskipun ada penambahan banyaknya kelengkapan Program Pengajaran dibandingkan Siklus I. Kesimpulan ini muncul dikarenakan hasil data menunjukkan bahwa dari 8 Pendidik di SD Negeri 04 Muryolobol ada 5 Pendidik yang memiliki kelengkapan program pengajaran secara lengkap diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Berikut akan diberikan Hasil tindakan kegiatan lesson study pada Siklus II. Tabel 2. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Pada Siklus II Nama Pendidik Kelengkapan Progam Pengajaran Belum Lengkap Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Secara lengkap hasil observasi terhadap kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Kelengkapan Program Pembelajaran Siklus II Belum Lengkap Lengkap Gambar 4. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus II Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Selanjutnya proporsi antara banyaknya pendidik yang mempunyai kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Proporsi Kelengkapan Administrasi Siklus II Program Pengajaran Lengkap Program Pengajaran Belum Lengkap 37,5% 62,5% Gambar 5. Proporsi Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus II Berdasarkan dari hasil pengamatan dan analisis dari peneliti terhadap hasil kegiatan lesson study pada siklus II diperoleh kesimpulan bahwa tingkat keberhasilan dari tindakan masih rendah dimana proporsi pendidik yang memiliki kelengkapan administrasi program pengajaran secara lengkap sebesar 62,5% sehingga perlu dilakukan tindakan kegiatan lesson study kembali dengan menyusun rencana kegiatan lesson study untuk menindaklanjuti pada siklus II. Siklus i Setalah melaksanakan kegiatan lesson study pada siklus i secara bertahap pada pelaksanaan proses pembelajaran di SD Negeri 04 Muryolobo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara yang telah sesuai dengan tindakan-tindakan pada BAB i, peneliti menyebutkan bahwa kegiatan lesson study pada Siklus i sudah memberikan dampak yang signifikan terhadap kelengkapan program pengajaran meskipun ada penambahan banyaknya kelengkapan Program Pengajaran dibandingkan Siklus I dan Siklus II. Kesimpulan ini muncul dikarenakan hasil data menunjukkan bahwa dari 8 Pendidik di SD Negeri 04 Muryolobo ada 7 Pendidik yang memiliki kelengkapan program pengajaran secara lengkap diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Berikut akan diberikan Hasil tindakan kegiatan lesson study pada Siklus i. Tabel. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Pada Siklus i Kelengkapan Progam Pengajaran Belum Lengkap Nama Pendidik Oo Oo Oo Oo Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Nama Pendidik Kelengkapan Progam Pengajaran Belum Lengkap Oo Oo Oo Oo Secara lengkap hasil observasi terhadap kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Kelengkapan Program Pembelajaran Siklus i Belum Lengkap Lengkap Gambar 6. Hasil Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus i Selanjutnya proporsi antara banyaknya pendidik yang mempunyai kelengkapan program pengajaran dapat dilihat pada gambar berikut : Proporsi Kelengkapan Administrasi Siklus i Program Pengajaran Lengkap Program Pengajaran Belum Lengkap 12,5% 87,5% Gambar 7. Proporsi Tindakan Kegiatan Lesson Study Siklus i Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Berdasarkan dari hasil pengamatan dan analisis dari peneliti terhadap hasil kegiatan lesson study pada siklus i diperoleh kesimpulan bahwa tingkat keberhasilan dari tindakan cukup signifikan dimana proporsi pendidik yang memiliki kelengkapan administrasi program pengajaran secara lengkap sebesar 87,5% . dengan adanya pencapaian pada Siklus i maka kegiatan lesson study pada SD Negeri 04 Muryolobo Jepara dapat disimpulkan berhasil karena dari 8 pendidik ada 7 pendidik yang dapat melengkapi administrasi program pengajaran dan hanya ada 1 pendidik yang belum melengkapi administrasi program pengajaran. Untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan tersendiri oleh kepala sekolah diluar tindakan kegiatan penelitian ini. Pembahasan Siklus I Pelaksanaan tindakan pada siklus I ini sudah dilakukan sesuai dengan tahapan proses yang telah direncakan dalam kegiatan lesson study para pendidik dilingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Jepara. Berikut hasil dari kegiatan lesson study yang dilakukan oleh peneliti : Pada siklus I pada kegiatan lesson study ini terdapat 3 pendidik atau sekitar 37,5% pendidik yang telah memiliki program pembelajaran secara lengkap yang diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Dari hasil ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan dari kegiatan lesson study masig belum terlalu signifikan sehingga dari hasil kegiatan ini peneliti memutuskan untuk melaksanakan tindakan lesson study pada siklus II. Pada siklus I pada kegiatan lesson study hanya ada 2 diantara 8 pendidik atau sekitar 25% pendidik yang mengajar sesuai dengan perangkat pembelajara yang telah dibuat. Dengan kata lain tidak semua guru yang mau mengacu perangkat pembelajaran yang telah dibuat pada saat pelaksanaan pembelajaran. Pada siklus I pada kegiatan lesson study hanya ada 2 diantara 8 pendidik atau sekitar 25% pendidik yang meyusun RPP dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Banyaknya Pendidik memiliki program remidi dan pengayaannya ada 3 diantara 8 pendidik atau sekitar 37,5%. Siklus II Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini sudah dilakukan sesuai dengan tahapan proses yang telah direncakan dalam kegiatan lesson study para pendidik dilingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Kabupaten Jepara. Berikut hasil dari kegiatan lesson study yang dilakukan oleh Pada siklus II pada kegiatan lesson study ini terdapat 5 pendidik atau sekitar 62,5% pendidik yang telah memiliki program pembelajaran secara lengkap yang diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Dari hasil ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan dari kegiatan lesson study masig belum terlalu signifikan sehingga dari hasil kegiatan ini peneliti memutuskan untuk melaksanakan tindakan lesson study pada siklus II. Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Pada siklus I pada kegiatan lesson study hanya ada 4 diantara 8 pendidik atau sekitar 50% pendidik yang mengajar sesuai dengan perangkat pembelajara yang telah dibuat. Dengan kata lain tidak semua guru yang mau mengacu perangkat pembelajaran yang telah dibuat pada saat pelaksanaan pembelajaran. Pada siklus I pada kegiatan lesson study hanya ada 5 diantara 8 pendidik atau sekitar 62,5% pendidik yang meyusun RPP dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Banyaknya Pendidik memiliki program remidi dan pengayaannya ada 5 diantara 8 pendidik atau sekitar 62,5%. Siklus i Pelaksanaan tindakan pada siklus i ini sudah dilakukan sesuai dengan tahapan proses yang telah direncakan dalam kegiatan lesson study para pendidik dilingkungan SD Negeri 04 Muryolobo Jepara. Berikut hasil dari kegiatan lesson study yang dilakukan oleh peneliti : Pada siklus i pada kegiatan lesson study ini terdapat 7 pendidik atau sekitar 87,5% pendidik yang telah memiliki program pembelajaran secara lengkap yang diantaranya adalah RPP. Prota. Promes. Silabus. Buku Evaluasi. Buku BP. Daftar Hadir Peserta Didik. Daftar Nilai Peserta Didik. Serta Program Remidi dan Pengayaan. Dari hasil ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan dari kegiatan lesson study masig belum terlalu signifikan sehingga dari hasil kegiatan ini peneliti memutuskan untuk melaksanakan tindakan lesson study pada siklus i. Pada siklus i pada kegiatan lesson study hanya ada 7 diantara 8 pendidik atau sekitar 87,5% pendidik yang mengajar sesuai dengan perangkat pembelajara yang telah dibuat. Dengan kata lain tidak semua guru yang mau mengacu perangkat pembelajaran yang telah dibuat pada saat pelaksanaan pembelajaran. Pada siklus I pada kegiatan lesson study hanya ada 8 diantara 8 pendidik atau sekitar 100% pendidik yang meyusun RPP dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Banyaknya Pendidik memiliki program remidi dan pengayaannya ada 7 diantara 8 pendidik atau sekitar 87,5%. KESIMPULAN Kegiatan lesson study dapat meningkatkan kemampuan profesionalitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. hal ini berdasarkan dari data yang diperoleh dari hasil penelitian ini diawali pada Siklus I banyaknya pendidik di lingkungan SD Negeri 04 Muryolobo yang memiliki kelengkapan administrasi program pengajaran sebanyak 3 orang diantara 8 pendidik atau sekitar 37,5% dan selanjutnya pada Siklus II mengalami peningkatan sebanyak 5 diantara 8 orang atau 62,5% dan pada akhirnya pada Siklus i ada sebanyak 7 orang diantara 8 orang yang memiliki kelengkapan administrasi program pengajaran. Kegiatan lesson study juga dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam hal kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan perangkat pembelajaran hal ini terlihat ketika kegiatan pada awal siklus I hanya 25% pendidik yang mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yakni sebesar 50% dan pada akhirnya pada siklus i mengalami keaikan yang signifikan yakni sebesar 87,5% pendidik yang mengajar sesuai denan perangkat pembelajaran. Kognisi: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Volume 1 Nomor 1 Tahun 2023 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index DAFTAR PUSTAKA