https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jkmt. Received: 12 Januari 2024. Revised: 25 Januari 2024. Publish: 15 Februari 2024 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Babelan Shaqila Dwi Anggraini1*. Zahara Tussoleha Rony2. Rycha Kuwara Sari3 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bekasi. Indonesia, 202010325089@mhs. 2Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bekasi. Indonesia, zahara. tussoleha@dsn. 3Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Bekasi. Indonesia, rychakuwarasari@gmail. Corresponding Author: 202010325089@mhs. Abstract: This research aims to determine the influence of the work environment and work discipline on the performance of Babelan sub-district office employees. The type of research used in this research is quantitative research. The sampling technique used a saturated sampling technique through a questionnaire created through a questionnaire with the criteria of all 53 Babelan sub-district office employees. The data analysis method uses multiple linear Data were processed using IBM SPSS Statistics 26. The results of this study show that . The work environment has a significant effect on employee performance at the Babelan sub-district office, . Work discipline has a significant effect on employee performance at the Babelan sub-district office and . The work environment and work discipline simultaneously influence employee performance at the Babelan sub-district office. Keyword: Work Environment. Work Discipline. Employee Performance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan Babelan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh melalui kuesioner yang dibuat melalui angket dengan kriteria seluruh pegawai kantor kecamatan Babelan yang berjumlah 53 pegawai. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . Lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan Babelan, . Disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan Babelan dan . Lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan Babelan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Disiplin Kerja. Kinerja Pegawai. 49 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 PENDAHULUAN Kemampuan suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan usahanya secara optimal tentunya didukung dari modal kerja yang dimiliki organisasi. Salah satu modal kerja dari suatu organisasi yaitu sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia (SDM) juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, sumber daya manusia (SDM) berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi tersebut (Susan, 2. Suatu organisasi sudah seharusnya mampu mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusianya, oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik mengenai organisasi termasuk strategi pengembangan pegawai lainnya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas (Rony et , 2. Organisasi pemerintah pun di tuntut untuk dapat mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) dan bagaimana sumber daya manusia (SDM) di kelola dengan baik untuk menentukan kelangsungan dari organisasi tersebut, hal ini menjadi tanggung jawab manajemen atau pimpinan organisasi, karena dengan adanya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik maka akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan suatu organisasi dalam pencapaian suatu tujuan. Organisasi pemerintah memiliki peran utama dalam menjalankan kegiatan pemerintahan dan pemberian pelayanan publik kepada masyarakat secara keseluruhan sebagai salah satu wujud dari pelaksanaan otonomi daerah, sehingga dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang optimal. Menurut (Susilo, 2. Kinerja merupakan dasar dalam produktivitas organisasi yang akan berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. Kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam organisasi, hal ini menjadi harapan bagi semua organisasi yang memiliki pegawai, dengan harapan kinerja pegawai inilah yang mampu meningktakan kinerja dalam upaya organisasi mencapai tujuan. Berdasarkan wawancara, yang dilakukan oleh penulis bahwa kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Babelan dalam pencapaiannya kinerjanya masih belum maksimal, dimana realisasi pencapaian kinerjanya belum mencapai target dan terjadinya penurunan pencapaian Diduga kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Babelan mengalami penurunan karena faktor lingkungan kerja yang kurang kondusif, padahal lingkungan kerja yang baik dan memadai dapat mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik, sebaliknya apabila lingkungan kerja tidak memadai dapat menurunkan kinerja pegawai. Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis dan wawancara kepada salah satu pegawai kantor Kecamatan Babelan, terdapat ada bebarapa masalah yang terjadi pada lingkugan kerja kantor Kecamatan Babelan seperti minimnya fasiltas kantor dan suasana kantor yang kurang Selain lingkungan kerja ada faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu displin Disiplin pegawai diperlukan dalam setiap aktivitas kerja agar pegawai bekerja sesuai dengan peraturan yang di tetapkan pada instansi terkait, kedisiplinan kerja yang baik menjadi salah satu hal yang penting dalam meningkatkan kinerja pegawai, dimana organisasi sangat membutuhkan pegawai yang disiplin dalam bekerja sehingga dapat mencapai hasil yang mengenai kedisiplin kerja pada kantor Kecamatan Babelan masih ada pelanggaran yang sering dilanggar pegawai dalam peraturan yang sudah ditetapkan seperti keterlambatan masuk kerja, pulang lebih awal, keluar kantor saat jam kerja dan pegawai juga kurang disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga membuat kinerja pegawai menurun. Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah yang dapat penulis angkat dalam penelitian ini adalah: . Apakah pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor 50 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Kecamatan Babelan?. Apakah pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan?. Apakah pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan? Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan?. Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan?. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan. KAJIAN TEORITIS Kinerja Pegawai Menurut (Pasaribu et al. , 2. Kinerja bukanlah suatu ciri khas seseorang seperti bakat atau kemampuan, melainkan merupakan perwujudan dari bakat atau kemampuan itu sendiri. Pendapat ini menunjukkan bahwa kinerja merupakan perwujudan kemampuan dalam bentuk kerja nyata. Kinerja dalam kaitannya dengan jabatan diartikan sebagai hasil yang dicapai berkaitan dengan fungsi jabatan dalam jangka waktu tertentu. Menurut (Sudiantini et al. , 2. Kinerja pegawai adalah suatu usaha yang dikeluarkan oleh para pekerja agar dapat diselesaikan dengan hasil memuaskan yang akan memberikan dampak positif terhadap pribadi pekerja dan lingkungan tempatnya bekerja. Menurut Mangkunegara (Farisi et al. , 2. indikator-indikator dari kinerja adalah meliputi: Kualitas kerja. Kuantitas kerja. Waktu kerja. Kerjasama. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja menurut (Estiana et al. , 2. adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Pernyataan menurut (Yuliantari & Prasasti, 2. menyatakan Kondisi lingkungan kerja dengan sarana dan prasarana yang memadai serta hubungan kerja yang harmonis antara sesama pegawai maupun pegawai dengan atasan akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Sedangkan apabila kondisi lingkungan kerja buruk dan tidak menunjang kebutuhan pegawai dapat mengakibatkan pegawai sulit untuk berkonsentrasi dan hubungan kerja tidak harmonis yang berdampak pada penurunan kinerja pegawai. Menurut Mangkunegara (Jalil, 2. indikator-indikator dari lingkungan kerja adalah meliputi: . Suasana kerja. Hubungan dengan rekan kerja. Tersedianya fasilitas untuk karyawan. Disiplin Kerja Menurut (Azuzazah & Sari, 2. disiplin adalah sebagai sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa ketaatan terhadap peraturan-peraturan atau ketentuan yang ditetapkan pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyrakat untuk tujuan tertentu. Disiplin kerja menurut (Narpati, 2. adalah suatu usaha dari manajemen organisasi Perusahaan untuk menerapkan atau menjalankan peraturan ataupun ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan tanpa terkecuali. Menurut (Agustini, 2. ada beberapa indikator yang dapat mempengaruhi tingkat kedisplinan kerja suatu organisasi, berikut beberapa indikator disiplin kerja: . Kehadiran. Penggunaan waktu secara efektif. Ketaatan pada peraturan instansi. Tingkat kewaspadaan. Bertanggung jawab. 51 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Gambar 1. Kerangka Konseptual Berdasarkan pada gambar kerangka konseptual diatas, maka peneliti mengajukan beberapa hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1 : Diduga lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan H2 : Diduga disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan H3 : Diduga lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh melalui kuesioner yang dibuat melalui angket dengan kriteria seluruh pegawai kantor kecamatan Babelan yang berjumlah 53 pegawai. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Data diolah menggunakan IBM SPSS Statistic 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrument Uji Validitas Uji validitas digunakan guna mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen atau kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data (Sujarweni, 2. Hasil uji validitas dalam penelitian ini menunjukkan nilai korelasi . -hitun. dari semua dimensi mencapai langka lebih besar dari 0,270 . -tabe. sehingga seluruh pernyataan dari variabel Lingkungan Kerja. Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai valid serta layak digunakan dalam analisis regresi linear berganda. Uji Reabilitas Suatu variabel dapat dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach's Alpha > 0,60, dan sebaliknya jika nilai Cronbach's Alpha < 0,60 maka variabel tersebut dapat dilkatakan tidak reliabel (Ghozali, 2. Tabel 1. Uji Reabilitas Cronbach's Alpha Lingkungan Kerja 0,869 Disiplin Kerja 0,897 Kinerja Pegawai 0,884 Sumber: diolah penulis, 2023 No. Variabel Kriteria Keterangan 0,60 0,60 0,60 Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil tabel 1 diatas menunjukan nilai Cronbach's Alpha untuk variabel lingkungan kerja adalah 0,869, untuk variabel disiplin kerja sebesar 0,897 dan untuk variabel 52 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 kinerja pegawai sebesar 0,884. Dengan demikian disimpulkan bahwa semua pernyataan kuesioner dalam penelitian ini reliabel karena memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,60. Uji Asumsi Klasik Normalitas Uji normalitas dilakukan bertujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel untuk melihat apakah sebaran data tersebut bordistribusi normal atau tidak (Sujarweni, 2. Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: diolah penulis, 2023 Berdasarkan hasil tabel 2 pada uji normalitas dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. pada variabel lingkungan kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai adalah 0,200. Karena nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data variabel diatas berdisitribusi normal sehingga dapat digunakan sebagai instrument Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan guna menguji apakah pada model regresi ditemukan terdapat korelasi yang kuat antara sesama variabel bebas (Ghozali, 2. Tabel 3. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. TOTAL_X1 TOTAL_X2 Dependent Variable: Total_Y Sumber: diolah penulis, 2023 Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan hasil pada tabel 3 diperoleh nilai tolerance untuk masing - masing variabel lingkungan keria dan disiplin kerja adalah 0,292 yang mana nilai ini > 0,10 dan dilihat dari nilai VIF memiliki nilai 3,421 yang mana < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak teriadi multikolinieritas dan tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya. Uji heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan guna menguji apakah model regresi terdapat ketidaksamaan varians residu (Rosmaini & Tanjung, 2. 53 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Sumber: diolah penulis, 2023 Gambar 2. Scatterplot Berdasarkan gambar 2 dapat dilihat bahwa titik - titik data tersebar secara acak yaitu diatas, dibawah, dan disekitar angka 0, serta titik - titiknya tersebar secara acak tampa membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak teriadi heteroskedastisitas pada model regresi berganda. Dengan demikian model regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi kinerja pegawai berdasarkan variabel yang berpengaruh yaitu lingkungan kerja dan disiplin kerja. Analisi Data Uji Analisis Regresi Linear Berganda Menurut (Rosmaini & Tanjung, 2. Regresi Linear Berganda merupakan analisis regresi yang menguraikan hubungan antara perubahan respon . ariabel depende. dengan faktor-faktor yang mempengaruhi lebih dari satu prediktor . ariabel independe. Tabel 4. Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. TOTAL_X1 TOTAL_X2 Dependent Variable: Total_Y Sumber: diolah penulis, 2023 Sig. Berdasarkan tabel 4 diatas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = a b1. x1 b2 . Y = 5,935 0,599 (X. 0,220 (X. Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai a . Persamaan regresi linear berganda di atas diketahui memiliki nilai konstanta positif sebesar 5,935 menunjukkan hubungan searah antar variabel X dan Y. Jika variabel Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja dianggap tidak ada atau konstan . maka presentase Kinerja Pegawai akan mendapatkan nilai sebesar 5,935. Koefisien Lingkungan Kerja (X. Nilai koefisien lingkungan kerja sebesar 0,599, yang memiliki arti bahwa jika setiap terjadi kenaikan 1 nilai lingkungan kerja, maka akan diikuti juga dengan kenaikan kinerja pegawai sebesar 0,599. Koefisien Disiplin Kerja (X. 54 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Nilai koefisien disiplin kerja sebesar 0,220, yang memiliki arti bahwa jika setiap terjadi kenaikan 1 nilai disiplin kerja, maka akan diikuti juga dengan kenaikan kinerja pegawai sebesar 0,220. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji t atau t-test digunakan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Tabel 5. Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. TOTAL_X1 TOTAL_X2 Dependent Variable: Total_Y Sumber: diolah penulis, 2023 Sig. Nilai tabel ditentukan dengan rumus df = n Ae 2, dimana df adalah degree of freedom, n adalah besarnya sampel atau jumlah dari responden. Maka, df = 53 Ae 2 = 51, sehingga nilai t tabel yang digunakan adalah 2,007. Berdasarkan hasil tabel 5 diatas dapat mengetahui bahwa Berdasarkan uji t untuk variabel lingkungan kerja diperoleh nilai t hitung sebesar 4. 2,007 . dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0. Dengan demikian bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya secara parsial Lingkungan Kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan uji t untuk variabel disiplin Kerja diperoleh nilai t hitung sebesar 2. 2,007 . dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 < 0. Dengan demikian bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya secara parsial disiplin kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Uji Simultan (Uji . Uji f bertujuan guna melihat pengaruh variabel independen yang ada di dalam model secara bersama - sama . terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Tabel 6. Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Total_Y Predictors: (Constan. TOTAL_X2. TOTAL_X1 Sumber: diolah penulis, 2023 Sig. Berdasarkan pada tabel 6 di atas menunjukkan bahwa uji f memiliki nilai f hitung sebesar 80,743 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Didapatkan nilai f hitung sebesar 80,743 > f tabel sebesar 3,18 (Df1 = k Ae 1 dan Df2 = n Ae k. Df1 = 3 Ae 1 dan Df2 = 53 Ae 3, 2 : 50 = 3,. dan nilai sig 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap variabel kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan. 55 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisen determinasi (R. digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Rosmaini & Tanjung, 2. Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb R Square Adjusted R Square Model Predictors: (Constan. TOTAL_X2. TOTAL_X1 Dependent Variable: Total_Y Sumber: diolah penulis, 2023 Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel 7 diperoleh nilai R Squre sebesar 0,764 atau 76%. Hal ini menunjukan bahwa kinerja pegawai Kecamatan Babelan dipengaruhi sebesar 0,764 atau 76% oleh variabel lingkungan kerja dan disiplin kerja. Sedangkan sisanya sebesar 24% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, misalnya variabel beban kerja, gaya kepemimpinan dan motivasi kerja. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian hipotesis melalui uji t diketahui variabel lingkungan kerja memperoleh nilai t hitung sebesar 4,633 > 2,007 . dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien 0,599 dengan nilai signifikansi dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari yaitu = 0,05 . ,000 < 0,. Hal ini berarti secara parsial terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Yuliastanty, 2. yang berjudul AuPengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan antaran pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota PadangAy yang menunjukan bahwa lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian hipotesis melalui uji t diketahui variabel disiplin kerja memperoleh nilai t hitung sebesar 2,501 > 2,007 . dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 < 0,05 dan dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien 0,220 dengan nilai signifikansi dengan nilai signifikansi 0,016 lebih kecil dari yaitu = 0,05 . ,016 < 0,. Hal ini berarti secara parsial terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Kantor Kecamatan Babelan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Prasetyo & Marlina, 2. yang berjudul AuPengaruh Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Nihon Plast IndonesiaAy yang menunjukan bahwa disiplin kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian hipotesis melalui uji f menunjukkan bahwa uji f memiliki nilai f hitung sebesar 80,743 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Didapatkan nilai f hitung sebesar 80,743 > f tabel sebesar 3,18 (Df1 = k Ae 1 dan Df2 = n Ae k. Df1 = 3 Ae 1 dan Df2 = 53 Ae 3, 2 : 50 = 3,. dan nilai sig 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja (X. dan disiplin kerja (X. secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhad ap variabel kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Babelan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Kusmiyatun & Sonny, 2. yang berjudul AuPengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap 56 | P a g e https://siberpublisher. org/JKMT Vol. No. Januari 2024 Kinerja Karyawan pada PT Resindo Jakarta SelatanAy yang menunjukan bahwa lingkungan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap variabel kinerja pegawai. Pengaruh tersebut dapat dilihat di indikator lingkungan kerja yang berperan penting adalah pegawai lebih bersemangat kerja pada ruang kerja yang tertata rapih dan bersih karena dengan adanya lingkungan kerja yang bersih dan tertata rapih pegawai merasa senang sehingga kinerjanya akan meningkat. Sedangkan untuk indikator lingkungan kerja yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh instansi adalah kantor masih kurang dilengkapi fasilitas yang dapat menunjang Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh positif terhadap variabel kinerja pegawai. Pengaruh tersebut dapat dilihat di indikator disiplin kerja yang berperan penting adalah pegawai melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja yang ada pada instansi karena pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan oleh instansi agar kinerja berjalan optimal. Sedangkan untuk indikator disiplin kerja yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh instansi adalah masih terdapat pegawai yang datang tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan instansi dikarenakan kurangnya kesadaran pada pegawai untuk datang tepat waktu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa variabel lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap variabel kinerja pegawai. Pengaruh tersebut dapat dilihat di indikator kinerja pegawai yang berperan penting adalah waktu kerja yaitu pegawai harus menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. REFERENSI