Vol 3 No. 2 Mei 2026 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 11 Ae 19 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/4jmwgk84 PENGARUH LITERASI KEUANGAN. EFIKASI DIRI KEUANGAN. PENGGUNAAN FINTECH TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN MAHASISWA Merlin Maharani a*. Mega Rosdianab a Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi. 06mrlnmhrn@gmail. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jawa Timur b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi. megarosdiana@uwks. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jawa Timur * Penulis Korespondensi: Merlin Maharani ABSTRACT The advancement of digital technology has substantially influenced student financial management, including that of Accounting students. however, their financial knowledge is not always effectively applied in daily life. Limited financial literacy, low financial self-efficacy, and underdeveloped use of financial technology may negatively impact the quality of students' financial management. This study aims to examine the effects of financial literacy, financial self-efficacy, and fintech utilization on the financial management of undergraduate Accounting students at Wijaya Kusuma University. Surabaya. A quantitative, associative research design was employed. Data were collected through questionnaires distributed to 100 purposively selected respondents. Multiple linear regression analysis was conducted after the data met validity, reliability, and classical assumption requirements. The findings indicate that financial literacy and financial self-efficacy exert a positive and significant influence on student financial management, whereas fintech utilization does not have a significant effect. Collectively, the three independent variables significantly affect student financial management. The study concludes that enhancing financial literacy and strengthening financial self-efficacy are crucial for fostering more structured financial management among students Keywords: financial literacy, financial self-efficacy, fintech, student financial management Abstrak Dengan adanya perkembangan dari teknologi digital menghasilkan dampak yang signifikan akan pengelolaan keuangan dari mahasiswa, salah satunya mahasiswa Akuntansi, meskipun pengetahuan keuangan yang dikuasai belum selalu diaplikasikan secara maksimal didalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya literasi keuangan, efikasi diri keuangan yang belum kuat, dan penggunaan teknologi finansial yang belum bijak menjadi permasalahan yang bisa mempengaruhi kualitas dari manajemen keuangan mahasiswa. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis pengaruh dari literasi keuangan, efikasi diri keuangan serta penggunaan fintech akan manajemen keuangan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pendekatan kuantitatif dipakai daalam penelitian ini dengan diikuti jenis penelitian asosiatif. Saat mengumpulkan data disebarakan kuesioner pada 100 responden yang ditetapkan dengan penggunaan teknik purposive sampling. Yang selanjtnya dilaksanakan analisis data dengaan penggunaan regresi linier berganda setelah melewati uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Dari hasil analisi data memperlihatkan bahwasanya literasi keuangan serta efikasi diri keuangan berpengaruh positif danjuga signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa, sedangkan penggunaan fintech tidak mempunyai pengaruh yang Secara simultan, ketiga variabel independen mempunyai pengaruh signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya peningkatan literasi keuangan serta penguatan efikasi diri keuangan mempunyai peran penting didalam membentuk manajemen keuangan mahasiswa yang lebih terencana. Kata Kunci: literasi keuangan, efikasi diri keuangan, fintech, manajemen keuangan mahasiswa Naskah Masuk 26 Desember 2025. Revisi 29 Desember 2025. Diterima 3 Januari 2026. Tersedia 5 Januari Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 PENDAHULUAN Dalam peningkatan teknologi informasi serta komunikasi sudah memberikan banyak inovasi danjuga perbaruan yang berpengaruh didalam beragam aspek kehidupan, diantaranya yakni didalam pengelolaan keuangan individu. Perubahan ini sangat dirasakan oleh beberapa mahasiswa yangsedang berada pada fase transisi menghadapi kedewasaan serta kemandirian finansial (Addin et al. , 2. Di Indonesia, peningkatan akses terhadap teknologi finansial . merupaka satu diantara langkah strategis untuk mempermudah aktivitas keuangan yang lebih efisien serta praktis. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan tingkat literasi keuangan serta efikasi diri keuangan yang layak agar mahasiswa mampu membuat keputusan keuangan secara tepat serta bertanggung jawab (Elsalonika & Ida, 2. Dikarenakan Rendahnya literasi keuangan yang terjadi di lingkungan mahasiswa, termasuk mahasiswa akuntansi. Sehingga menimbulkan masalah yang perlu diatasi secara serius. Dari beberapa studi menunjukkan bahwasanya umumnya mahasiswa mempunyai pemahaman yang lumayan baik akan konsep dasar keuangan, namun masih lemah dalam aspek manajemen utang, tabungan, dan investasi. Kondisi ini semakin berisiko dengan maraknya pinjaman online serta gaya hidup konsumtif yang dapat mengancam kestabilan keuangan mahasiswa. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan serta penguatan efikasi diri keuangan jadi hal krusial supaya mahasiswa bisa mengelola keuangannya dengan lebih bijaksana dan berorientasi jangka panjang (Aisa & Silalahi, 2. Manajemen keuangan mahasiswa merupakan kemampuan untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengalokasikan sumber daya keuangan secara efektif agar kebutuhan dapat terpenuhi tanpa menimbulkan masalah keuangan di masa depan. Mahasiswa S1 Akuntansi, meskipun memiliki pengetahuan dasar mengenai keuangan, tidak selalu mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dari pengelolaan keuangan dengan konsisten didalam kehidupannya sehari-hari. Manajemen keuangan yang baik pada mahasiswa mencakup pengetahuan terhadap literasi keuangan dan sikap serta kesadaran dalam menerapkan pengetahuannya secara konsisten guna menghadapi kebutuhan yang tidak terduga (Tarigan et al. , 2. Literasi keuangan mempunyai peran sebagai landasan yang krusial didalam menciptakan karakter manajemen keuangan yang sehat. Literasi keuangan bukan hanya memiliki keterkaitan dengan kemampuan menyusun anggaran, akantetapi juga mencakup pemahaman terkait menabung, investasi, pengelolaan utang danjuga mwngambil keputusan keuangan yang tepat. Literasi keuangan mendukung mahasiswa menghindari perilaku konsumtif dan jebakan utang serta membangun sikap bertanggung jawab dan percaya diri saat membuat keputusan keuangan jangka panjang (Afandy & Niangsih, 2. Selain itu, efikasi diri keuangan menjadi faktor psikologis yang mempengaruhi keyakinan pribadi akan kemampuannya saat mengatur keuangan dengan efektif. Mahasiswa yang mempunyai efikasi diri keuangan yang tinggi condong lebih percaya diri dan mampu menjumpai rintangan keuangan dengan sikap yang positif (Fauziah et al. , 2. Selain itu , penggunaan fintech mahasiswa semakin meningkat seiring dengan kemudahan layanan keuangan berbasis digital. Fintech dapat mempermudah transaksi keuangan, pencatatan pengeluaran, sampai denganakses layanan keuangan lainnya (Aini & Fadilla, 2. Namun, tanpa didukung literasi keuangan digital yang mencukupi, penggunaan fintech justru memungkinkan akan menimbulkan resiko finansial. Sejumlah penelitian menampilkan bahwasanya literasi keuangan, efikasi diri keuangan, danjuga penggunaan fintech mempungai pengaruh akan perilaku danjuga manajemen keuangan mahasiswa, baik secara sebagian ataupun serentak (Wahyuni et al. , 2023. Rahayu et al. , 2. Berdasarkan kondisi diatas, tujuan pelaksanaan penelitian ini guna melakukan analis pengaruh dari literasi keuangan, efikasi diri keuangan, danjuga penggunaan fintech akan manajemen keuangan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. TINJAUAN PUSTAKA Theory of Planned Behavior Theory of Planned Behavior (TPB) yakni teori yang disampaikan oleh Ajzen . untuk menjelaskan bagaimana suatu perilaku terbentuk melalui proses psikologis tertentu. Didalam teori ini dijelaskan bahwasanya segala perbuatan yang dilaksanakan oleh seseorang diawali dengan niat . untuk pelaksanaan perbuatan itu. Niat tersebut menggambarkan kesiapan dari seseorang sebelum bertindak danjuga menjadi unsur pokok yang menentukan apakah suatu perilaku akan diwujudkan. Terdapat 3 unsur pokok yang bisa mempengaruh niat. Yang utama, sikap akan perilaku, yakni penilaian dari pribadi mengenai sebuah perbuatan, apakah dianggap bermanfaat ataubahkan merugikan. Kedua, norma subjektif, yang mempunyai kaitan dengan persepsi individu terhadap paksaan ataupun harapan sosial dari JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 11 - 19 Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 lingkungan sekitarnya. Yang terakhir, kontrol perilaku yang diinterpretasikan, yaitu keyakinan individu mengenai kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan serta sejauh mana hambatan dapat diatasi. Dalam konteks pengelolaan keuangan, teori tersebut menjelaskan bahwasanya perilaku manajemen keuangan dipengaruhi dari sikap individu akan keuangan, keyakinan terhadap kemampuan mengelola keuangan, serta kemudahan atau kendala yang dirasakan dalam mengatur keuangan. Dengan demikian. TPB relevan digunakan sebagai landasan teori dalam menjelaskan perilaku manajemen keuangan. 2 Manajemen Keuangan Manajemen keuangan ialah proses pengelolaan dana yang dilakukan dengan terencana serta sistematis untuk mencapai sebuah tujuan keuangan tertentu. Fahmi . menyatakan bahwa manajemen keuangan berkaitan dengan bagaimana dana diperoleh, digunakan, dan dikendalikan agar dapat memberikan manfaat yang Hanafi dan Halim . menjelaskan bahwa manajemen keuangan mencakup kegiatan perencanaan, penganggaran, pengawasan, serta pengendalian keuangan. Artinya, pengelolaan keuangan bukan hanya terfokus di penggunaan dana, tapi juga pada bagaimana dana tersebut dikelola agar tetap seimbang dan Dari beberapa pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya manajemen keuangan ialah kemampuan seseorang atau individu didalam merencanakan, mengelola, serta mengendalikan keuangan secara efektif. Manajemen keuangan yang baik tercermin dari kemampuan menyusun perencanaan keuangan, mengontrol pengeluaran, menabung atau berinvestasi, serta mengelola utang secara bijak. 3 Literasi Keuangan Literasi keuangan yakni keterampilan dari seseorang ataupun individu didalam mendalami sebuah teori dari keuangan serta menerapkannya pada saat pengambilan keputusan keuangan. Seperti yang dikatakan Lusardi dan Mitchell . bahwasanya literasi keuangan berkaitan dengan pemahaman dasar terkait keuangan serta kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut untuk mencapai tujuan yakni kesejahteraan finansial. Dilain itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengartikan bahwasanya literasi keuangan selaku pemahamann, keterampilan, serta kepercayaan yang dapat memengaruhi sifap maupun perlakuan individu saat mengelola keuangan. Melalui literasi keuangan yang mencukupi, seseorang mampu menciptakan rancangan keuangan yang lebih baik serta mengurangi risiko kesalahan didalam pengelolaan keuangan. Secara umum, literasi keuangan mencakupi pemahaman terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi atau simpanan danjuga asuransi, pinjaman, maupun investasi. Tingkat literasi keuangan yang baik menjadi dasar yang krusial didalam membangun perilaku manajemen keuangan yang bertanggungjawab. 4 Efikasi Diri Keuangan Efikasi diri keuangan yakni keyakinan dari seseorang ataupun individu akan kemampuannya saat mengelola keuangan serta mengambil keputusan finansial secara tepat. Bandura . menjelaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri memengaruhi cara seseorang bertindak, termasuk dalam menghadapi permasalahan Seseorang dengan efikasi diri keuangan yang baik akan menjadikannya lebih percaya diri didalam menata perencanaan keuangan, mengatasi masalah keuangan, serta mengambil keputusan yang berkaitan dengan penggunaan dana. Sebaliknya, rendahnya efikasi diri dapat menyebabkan keraguan dan ketidakkonsistenan dalam pengelolaan keuangan (Kinicki,2. Efikasi diri keuangan tercermin dari kemampuan mengatur keuangan, menghadapi permasalahan finansial, membuat keputusan keuangan, serta merencanakan keuangan untuk jangka panjang. 5 Financial Technology (Fintec. Financial technology atau fintech yaitu inovasi layanan keuangan yang mengoptimalkan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi serta kemudahan akses (Arner et. al, 2. Fintech memungkinkan individu melakukan berbagai aktivitas keuangan, seperti pembayaran, transfer dana, dan pengelolaan keuangan secara Pengaruh Literasi Keuangan. Efikasi Diri Keuangan. Penggunaan Fintech Terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Merlin Maharan. Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 Penggunaan fintech memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Namun, pemanfaatannya perlu disertai dengan pemahaman dan pengendalian diri agar tidak menimbulkan risiko Oleh karena itu, fintech dapat berperan sebagai sarana pendukung dalam manajemen keuangan apabila digunakan secara bijak. Penggunaan fintech diukur melalui aspek inovasi, peningkatan layanan keuangan, adopsi teknologi, dan aksesibilitas (Schueffel, 2. METODOLOGI PENELITIAN Didalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunkan jenis penelitain asosiatif, yakni penelitian yang mempunyai tujuan untuk menguji hubungan danjuga pengaruh diantar 2 variabel/ lebih (Sugiyono, 2. Dipilihnya pendekatan tersebut dikarenakan fokus pada penelitian ini yaitu melaksanakan uji pada hipotesis dengan menggunakan analisis statistik. Variabel independen didalam penelitian ini meliputi literasi keuangan (X. , efikasi diri keuangan (X. , serta penggunaan fintech (X. , selain itu variabel dependennya ialah manajemen keuangan mahasiswa (Y). Populasi didalam penelitian ini yakni keseluruhan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang masih aktif pada tahun akademik 2025/2026 sebanyak 246 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel ditetapkan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, hingga memperoleh sampel dengan jumlah104 responden. Untuk pengambilan sampel yang diterapkan yakni purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif, pernah atau sedang memakai layanan fintech, serta bersedia menjadi responden penelitian. Jenis data yang digunakan didalam penelitian ini ialah data kuantitatif dengan sumber data primer serta data Data primer diterima dengan cara mengedarkan kuesioner pada responden, dilain sisi data sekunder didapatakan dengan cara studi kepustakaan berupa jurnal ilmiah, buku teks, maupun penelitian terdahulu. Analisis data dilaksanakan dengan bantuan dari perangkat lunak statistik yang melewati beberapa tahapan, yaitu uji validitas serta reliabilitas instrumen, analisis statistik deskriptif, danjuga uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, danjuga heteroskedastisitas. Kemudian, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda guna dilakukan uji terkait pengaruh dari variabel independen akan variabel dependen, yang nnti dilengkapi juga dengan uji hipotesis parsial . , uji simultan . ji F), serta koefisien determinasi (RA) guna mendefinisikan kemampuan model didalam penjelasan variasi variabel dependen yakni manajemen keuangan mahasiswa (Ghozali, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Uji Validitas Pelaksanaan Uji validitas guna mencari tau kemampuan setiap butir pernyataan dalam mengukur variabel Berdasarkan hasil dari olah data terhadap 104 responden, didapatkan nilai r tabel sebesar 0,193 pada taraf signifikansi 5%. Hasil dari uji yang didapat menjelaskan bbahwasanya keseluruhan item pernyataan pada variabel literasi keuangan, efikasi diri keuangan, penggunaan fintech, serta manajemen keuangan mempunyai nilai r hitung yang lebih besar daripada r tabel . Temuan ini menampilkan bahwasanya keseluruhan item pernyataan dinyatakan valid karena mampu mengukur masing-masing variabel penelitian secara akurat, sehingga layak dipakai untuk tahap analisis selanjutnya. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilkukan guna menilai konsistensi jawaban dari responden akan instrumen penelitian. Tabel 1. Hasil Uji Relibilitas Variabel Literasi Keuangan Efikasi Diri Keuangan Penggunaan Fintech Manajemen Keuangan Mahasiswa Cronbach's Alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil uji reliabilitas yang representasikan pada tabel 1 menginterpretasikan bahwasnya keseluruhan variabel penelitian mendapati nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,60. Nilai tersebut menjelasakan bahwasanya JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 11 - 19 Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 instrumen yang dipakai mempunyai tingkat reliabilitas yang baik, sehingga dapat ditaarik kesimpulan bahwa kuesioner penelitian ini konsisten dan layak dipakai sebagai alat dalam mngumpulkan data. Statistik Deskriptif Tujuan dari pelaksanaan Analisis statistik deskriptif ialah menggambarkan karakteristik danjuga kecenderungan jawaban responden di setiap variabel yang dikaji. Ringkasan hasil analisis statistik deskriptif tersebut disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif Literasi Keuangan Efikasi Diri Keuangan Penggunaan Fintech Manajemen Keuangan Mahasiswa Valid N . Sumber: Data diolah SPSS . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Berdasarkan Tabel 2 perhitungan yang disebutkan dapat didefinisikan sebagai berikut: Variabel literasi keuangan mempunyaiminimum 5. 00 serta maksimum 20. 00, dengan nilai mean sebesar Hasil ini memperlihatkan bahwasanya responden secara umum telah mempunyai pengetahuann yang cukup baik terkaiti konsep keuangan dasar. Selain itu, nilai standar deviasi yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata atau mean mengindikasikan bahwasanya jawaban responden relatif seragam atau cenderung homogen. Variabel efikasi diri keuangan juga menunjukkan nilai mean 14. 9231 Variabel efikasi diri keuangan juga ditunjukkan nilai mean 14. 9231 yang cukup tinggi, yang menjelaskan bahwasanya responden mempunyai keyakinan yang baik terhadap kemampuan mereka didalam mengelola keuangan Sementara itu, variabel penggunaan fintech dengan rata-rata 18. 0673 menunjukkan bahwa responden telah cukup familiar dan menggunakan layanan fintech dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Adapun variabel manajemen keuangan memiliki nilai mean atau rat-rata15. 6538 yang menunjukkan bahwasanya kemampuan responden didalam mengelola keuangan ada dikategori yang cukup baik, walapun masih ada variasi antar responden. 2 Hasil Pengujian Hipotesis Uji t (Parsia. Hasil uji t parsial diterapkan guna mencari tau pengaruh dari seluruh variabel independen akan manajemen Tabel 3. Hasil uji t . Variabel Nilai Sig. Keterangan Literasi Keuangan 0,000 Positif & signifikan Efikasi Diri Keuangan 0,000 Positif & signifikan Penggunaan Fintech 0,806 Tidak signifikan Berdasarkan Tabel 3 perhitungan yang disebutkan di atas dapat didefinisikan sebagai berikut: variabel literasi keuangan (X. mempunyai nilai signifikan dengan besaran 0,000 (< 0,. Nilai tersebut menunjukkan bahwasanya literasi keuangan mempunyai pengaruh signifikan terkait manajemen Dengan demikian, makin baik literasi keuangan yang dikuasai, lebih baik juga keahlian responden didalam mengatur keuangan sehari-hari. Variabel efikasi diri keuangan (X. juga memperoleh nilai signifikansii sebesar 0,000 (< 0,. Hasil ini mengindikasikan bahwasanya efikasi diri keuangan mempunyai pengaruh signifikan akan manajemen Artinya, semakin tinggi keyakinan individu akan kemampuannya didalam pengelolaan keuangan, semakin baik juga manajemen keuangan yang dilakukan. Sementara itu, variabel penggunaan fintech (X. mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,806 (> 0,. Nilai ini membuktikan bahwasanya penggunaan fintech tidak mempunyai pengaruh signifikan akaan Pengaruh Literasi Keuangan. Efikasi Diri Keuangan. Penggunaan Fintech Terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Merlin Maharan. Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 manajemen keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwasanya penggunaan layanan fintech belum tentu secara langsung meningkatkan kemampuan responden didalam mengelola keuangan. Uji F (Kelayakan Mode. Uji F diaplikasikan guna mengetahui kelayakan dari model regresi secara simultan. Hasil uji F kemudian disajikan pada tabel dibawah ini: Tabl 4. Hasil Uji Kelayakan Model Model Regression Residual Nilai Sig. 0,000 Keterangan signifikan secara Berdasarkan hasil uji F yang sudah dilaksanakan, diperoleh nilai F hitung sebesar 30. 861 dengan nilai 000, lebih kecil dari 0,05, yang membuktikan bahwasanya literasi keuangan, efikasi diri keuangan, serta penggunaan fintech dengan bersama-sama memiliki pengaruh terhadapp manajemen Dengan begitu, model regresi yang dipakai didalam penelitian ini dinyatakan layak untuk dilaksankan analisis lebih lanjut. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi dipakai guna memberi nilai sejauh mana variabel independen mampu memperjelas perubahan pada variabel dependen. Berdasarkan hasil pengujian, didapati nilai Adjusted R Square dengan besaran 0,481. Nilai tersebut menjelaskan bahwasanya model regresi, setelah melaksakan pertimbangan jumlah variabel independen danjuga ukuran sampel, dapat menjelaskan sebesar 48,1% variasi pada manajemen keuangan. Adapun sisa sebesar 51,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam model penelitian. 3 Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya literasi keuanganmempunyai pengaruh yang positif serta signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa. Hasil tersebut memperlihatkan bahwasanya semakin tinggi tingkat pengetahuan dari mahasiswa terkait pengelolaan anggaran, menabung, investasi, serta pengelolaan risiko, maka makin baik jugaa kemampuan mahasiswa didalam mengatur keuangan sehari-hari. Dikarenakan hal tersebut, hipotesis pertama dapat diterima, yang menegaskan bahwa literasi keuangan berperan berperan didalam membantu mahasiswa merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kondisi keuangannya secara lebih efektif. Temuan ini selaras dengan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. , khususnya di komponen attitude toward behavior danjuga perceived behavioral control. Wawasan keuangan yang memadai membentuk sikap positif akan pentingnya pengendalian keuangan serta meningkatkan persepsi kemampuan diri dalam mengendalikan kondisi keuangan. Ketika mahasiswa memahami konsep keuangan dengan baik, hambatan didalam pengelolaan keuangan jadi lebih mudah diatasi, hingga mendorong munculnya perilaku manajemen keuangan yang lebih sehat. Dari hasil penelitian tersebut sangat konsisten dengan temuan Rahma & Susanti . Rahayu & Meitriana . , serta Wahyuni et al. yang mengungkapkan bahwasanya literasi keuangan mempunyai pengaruh yang positif signifikan akan perilaku dan manajemen keuangan mahasiswa. Tetapi, temuan ini bertolak belakanga dengan Mustika et al. yang mengatakakan bahwasanya literasi keuangan tidak mempunyai pengaruh signifikan akan pengelolaan keuangan. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwasanya literasi keuangan mempunyai peran penting didalam membentuk manajemen keuangan mahasiswa. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. Mei 2026, pp. 11 - 19 Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 Pengaruh Efikasi Diri Keuangan terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa Hasil penelitian ditunjukkan bahwasanya efikasi diri keuangan memperlihatkan pengaruh positif serta signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan bahwasanya semakin tinggi keyakinan mahasiswa akan kemampuannya didalam mengatur, merencanakan, serta mengambil keputusan keuangan, makin baik juga manajemen keuangan yang dilaksanakan. Efikasi diri keuangan mendorong mahasiswa untuk menjadi percaya diri didalam menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, maupun menghadapi permasalahan keuangan. Dengan demikian, hipotesis 2 diterima. Temuan tersebut selaras dengan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1. terutama di dimensi perceived behavioral control. Efikasi diri keuangan mencerminkan persepsi kemampuan individu dalam mengendalikan perilaku keuangan. Ketika mahasiswa merasa mampu mengelola keuangannya, intensi dan perilaku aktual dalam pengelolaan keuangan akan semakin kuat. Selain itu, keyakinan terhadap kemampuan diri juga mendorong terbentuknya sikap positif akan perilaku pengelolaan keuangan. Hasil penelitian itu sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan Rahma & Susanti . serta Elsalonika & Ida . yang menunjukkan bahwasanya financial self-efficacy merupakan determinan penting didalam meningkatkan manajemen keuangan mahasiswa dan generasi muda. Dengan begitu, penelitian ini menegaskan bahwasanya efikasi diri keuangan merupakan faktor psikologis yang signifikan dalam membentuk manajemen keuangan mahasiswa. Pengaruh Penggunaan Fintech terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa Dari hasil penelitian disimpulkan bahwasanya penggunaan fintech tidak memiliki perngarub signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa. Hasil ini menunjukkan bahwasanya walaupun mahasiswa aktif menggunakan fintech diantara nya e-wallet dan mobile banking, penggunaan tersebut tidak secara langsung meningkatkan kemampuan mereka didalam mengelola keuangan. Fintech lebih berfungsi sebagai alat transaksi yang memberikan kemudahan pembayaran, namun tidak secara otomatis membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang lebih terkontrol. Dikarenakan hal itu, hipotesis 3 ditolak. Jikalau hasil tersebut dihubungkan dengan Theory of Planned Behavior, penggunaan fintech tidak secara langsung mengembangkan perceived behavioral control dalam pengelolaan keuangan. Tanpa sikap yang tepat dan keyakinan diri yang kuat didalam pengelolaan keuangan, kemudahan teknologi tidak cukup untuk memengaruhi intensi dan perilaku keuangan mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan bahwasanya teknologi bersifat sebagai sarana pendukung, bukan faktor penentu utama didalam pembentukan perilaku manajemen Temuan ini tidak selaras dengan penelitian Rahma & Susanti . Elsalonika & Ida . , ataupun Layuksugi et al. yang menemukan bahwasanya penggunaan fintech mempunyai pengaaruh positif akan manajemen atau perilaku keuangan mahasiswa. Hasil itu bertolak belakang dengan temuan Mustika et . yang mengungkapkan bahwasanya literasi keuangan tidak terdapat pengaruh signifikan akan perilaku manajemen keuangan mahasiswa. Perbedaan hasil ini membuktikan bahwasanya dampak fintech sangat bergantung pada cara individu memanfaatkannya. Dengan begitu, penelitian ini memberikan pengertian bahwa penggunaan fintech tanpa didukung kemampuan dan pengendalian diri belum tentu menghasilkan manajemen keuangan yang lebih baik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakuukan, bisa di tarik kesimpulannya bahwasnya literasi keuangan memiliki pengaruh yang positif danjuga signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dikuasai oleh mahasiswa, maka kian baik juga kemampuannya didalam pengelolaan keuangan. Dikarenakan hal tersebut, hipotesis 1 didalam penelitian ini dinyatakan diterima. Dsisi lain, efikasi diri keuangan juga terbukti mempunyai pengaruhh positif serta signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Hal itu menunjukkan bahwasanya keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya didalam mengatur serta mengendalikan keuangan mempunyai peran yang penting didalam memacu perbuatan atau perilaku manajemen keuangan yang lebih Dikarenakan hal tersebut, hipotesis ke-2 pada penelitian ini dinyatakan diterima. Sementara penggunaan fintech tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan akan manajemen keuangan mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Meskipun arah hubungan yang Pengaruh Literasi Keuangan. Efikasi Diri Keuangan. Penggunaan Fintech Terhadap Manajemen Keuangan Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Merlin Maharan. Merlin Maharani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No. 11 Ae 19 diperlihatkan mempunyai sifat positif, akan tetapi pengaruh itu belum cukup kuat untuk dinyatakan signifikan secara statistik. Dengan begitu, hipotesis ketiga didalam penelitian ini dinyatakan ditolak. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksakan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan yakni sebagai berikut. Bagi mahasiswa, sangat disarankan supayaa terus menambah dan memperluas literasi keuangan melalui pemahaman konsep dasar keuangan pribadi, diantaranya perencanaan anggaran, pengelolaan pengeluaran, maupun pengendalian utang. Selain itu, mahasiswa perlu membangun efikasi diri keuangan dengan membiasakan diri menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Pemanfaatan fintech hendaknya dilakukan secara bijak, tidak hanya untuk kemudahan transaksi, tetapi juga untuk mendukung perilaku keuangan yang sehat. Bagi universitas, sangat dinantikan agar dapat menguatkan edukasi keuangan melalui integrasi literasi keuangan didalam kurikulum, penyelenggaraan pelatihan, serta kerja sama dengan praktisi atau lembaga Lingkungan akademik juga perlu mendorong kepercayaan diri mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan melalui program pendampingan atau simulasi pengelolaan keuangan. Bagi praktisi dan penyedia layanan fintech, disarankan untuk mengembangkan layanan yang bukan hanya berorientasi untuk kemudahan transaksi, namun mendukung perilaku keuangan yang sehat, diantaranya fitur pengelolaan anggaran dan edukasi keuangan. Kolaborasi dengan institusi pendidikan juga penting untuk meningkatkann pemahaman mahasiswa didalam menggunakan fintech secara tepat serta bertanggung jawab. Untuk peneliti selanjutnya disarankan agar membuat cakupan variabel yang diteliti lebih luas dengan menyetakan faktor lain yang mempunyai potensi pada pengaruh manajemen keuangan mahasiswa, diantaranya sikap keuangan, kontrol diri, gaya hidup konsumtif, pendapatan atau uang saku, serta pengaruh lingkungan sosial dan keluarga, sehingga dapat menjelaskan variasi manajemen keuangan mahasiswa secara lebih komprehensif. Ucapan Terima Kasih Penulis tidak lupa untuk berterima kasih pada seluruh pihak yang sudah ikut serta memberikan dukungan didalam pelaksanaan penelitian danjuga penyusunan artikel ini. Semoga artikel ini dapat memberibanyak manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. DAFTAR PUSTAKA