PENGARUH MARKETING INNOVATIVENESS DAN MARKET SENSING CAPABILITIES TERHADAP MARKETING PERFORMANCE UMKM BATIK JAWA TENGAH Nurudin Fakultas Ekonomi dan Bsinis Islam. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Email : nurudin@walisongo. Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hubungan marketing innovativeness dan market sensing capabilities terhadap marketing performance. Jumlah Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1. 364 UMKM Batik Jawa Tengah, kemudian metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 Data penelitian ini berupa data kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien variabel marketing innovativeness sebesar 0,255 dengan p value= 0,001<0,05 yang berarti marketing innovativeness berpengaruh positif dan signifikan terhadap marketing performance dan variabel market sensing capabilities diperoleh koefisien sebesar 0,336 dengan p value= 0,000, karena p value 0,000 < 0,05 sehingga market sensing capabilities berpengaruh positif dan signifikan terhadap marketing performance. Kata kunci: Market Sensing Capabilities. Marketing Innovativeness. Marketing Performance. PENDAHULUAN Era globalisasi dan pandemi saat ini ditandai dengan perubahan lingkungan bisnis yang harus didukung oleh inovasi dan informasi yang cepat dalam strategi bisnis (Al-ZuAobi,2016. Edwards,2. Perusahaan harus cepat merespon perubahan dalam menyediakan produk yang unggul dapat membuat perusahaan menjadi sukses (Barnes and Lea-Greenwood,2. Perusahaan yang dapat merespon peluang pasar, memantau pelanggan dan pesaing, dan mengalokasikan sumber daya yang tepat akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar. Oleh karena itu perusahaan dituntut memiliki keunggulam kompetetif untuk mengembangkan strategi produk agar kinerja pemasaran perusahaan tercapai (Susanto and Budiman,2. Kinerja pemasaran akan berhasil (Rois et al. ,2. jika perusahaan melihat kearifan lokal misalnya pakaian batik yang diadopsi oleh masyarakat Indoensia, (Rill et ,2. batik merupakan warisan budaya yang bersifat intangible, sebagaimana telah ditetapkan UNESCO di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009. Fakta menjelaskan bahwa batik merupakan budaya bangsa Indonesia, pakaian yang digunakan dikegiatan formal maupun non formal baik dalam negeri maupun luar negeri, bisnis batik ini merpakan bagian ekonomi kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja pemasaran agar meningkatkan pendapatan UMKM atau perusahaan. Laili and Setiawan . kinerja pemasaran merupakan konsep untuk mengevaluasi keberhasilan pasar dari produk batik sebagai cerminan persaingan dunia usaha batik. Maka perusahaan berorientasi pasar harus focus pada pelanggan yang berminat produk batik. Selain itu perusahaan juga harus berorientasi pada pesaing-pesaing yang Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X memiliki produk yang sama. Maka UMKM batik di Indonesia berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas kinerja agar UMKM batik semakin eksis keberadaanya (Lukiastuti,2. Kinerja pemasaran di lingkungan UMKM batik Jawa Tengah sangat diperlukan dalam hal ini memperhatikan faktor yang mempengaruhi keunggulan kompetetif dan kinerja pemasaran batik. Batik Jawa Tengah masih memiliki keunikan produk lokalnya, namun tetap memerlukan konsep lebih mencerminkan kearifan local untuk menandingi pesaing-pesaing UMKM batik di luar Jawa Tengah. Dengan ketatnya persaingan bisnis, perusahaan harus menentukan strategi pemasarannya . iarto et al. ,2. Marketing innovativeness sebagai faktor penting untuk meningkatkan kinerja pemasaran (Garriga, ustek, and Kydland,2. Marketing innovativeness dapat dilakukan melalui bidang produk, proses dan hubungan (Cascio,2. Inovasi pemasaran pada produk diarahkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, melalui pengembangan produk baru, pencarian ide baru, penelitian dan pengembangan dengan memanfaatkan teknologi baru sehingga dapat menghasilkan produk yang unik dan berbeda (Cascio,2. Kemampuan untuk menciptakan produk dan layanan baru, kemudian mengomunikasikan dan mendistribusikan dengan cara baru akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Market sensing capabilities merupakan Kemampuan perusahaan untuk memahami pelanggan, pesaing, saluran distribusi dan lingkungan bisnis (Morgan. Slotegraaf, and Vorhies,2. Menurut Teece . Market sensing capabilities mencakup kemampuan untuk menangkap peluang pasar dan mengkonfigurasi sumber daya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Organisasi yang dapat menggunakan informasi dengan baik dan belajar memahami perubahan lingkungan pasar dapat mendorong peningkatan kinerja pemasaran. Day . menyatakan bahwa Market sensing capabilities juga memiliki peran dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Penelitian terdahulu terkait marketing innovativeness terhadap marketing performance menunjukan hasil yang berbeda diantaranya penelitian yang dilakukan oleh (Hendar et al,2018. Karabulut,2. menyatakan marketing innovativeness menyatakan berpengaruh terhadap marketing performance sedangkan (Atalay. Anafarta, and Sarvan,2013. Mulyana et al,2. menyatakan marketing innovativeness tidak berpengaruh terhadap marketing performance. Penelitian tentang market sensing capabilities terhadap marketing performance juga menunjukan hasil yang berbeda (Balal Ibrahim. Hafiez Ali Hasaballah, and Mohamed Ahmed,2017. Mulyana et al. ,2019. Osakwe. Chovancova, and Ogbonna,2. menyatakan market sensing capabilities berpengaruh terhadap marketing performance, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Morgan. Slotegraaf, and Vorhies,2. Olavarrieta and Friedmann,2. menyatakan bahwa market sensing capabilities tidak berpengaruh signifikan terhadap marketing performance. Dengan melihat research GAP dan fenomena UMKM batik Jawa Tengah, maka penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh hubungan marketing innovativeness dan market sensing capabilities terhadap marketing performance. Marketing Innovativeness Sebuah perusahaan dapat menembus pasarnya dan meningkatkan pendapatan Marketing innovativeness menjadi instrumen untuk memasuki pasar baru, menanggapi tindakan pesaing, meningkatkan penjualan dan sebagai cara untuk menciptakan keunggulan kompetitif (Carbonell and Rodriguez,2006. Gunday et al. ,2. Marketing innovativeness menunjukkan perubahan kegiatan pemasaran, termasuk pengemasan, desain, dan harga dalam rangka meningkatkan penjualan dan perubahan lain yang dianggap lebih baik dari sebelumnya (Karabulut,2. Kegiatan inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara mengamati, stelah itu meniru, kemudian memodifikasi. Inovasi dalam dunia usaha meliputi inovasi model bisnis, pemasaran, organisasi, proses dan teknologi. Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X produk, pelayanan, serta rantai pasok. Dengan demikian, kegiatan inovasi penting dilakukan guna menambah/meningkatkan nilai dan keunggulan suatu keadaan atau kondisi yang ada (Ariescy,2. Inovasi menunjukkan budaya, nilai, dan keyakinan dalam suatu organisasi untuk berinovasi (Kam Sing Wong, 2. dan marketing innovativeness dinilai mampu meningkatkan kinerja pemasaran. Kemampuan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dengan melakukan berbagai inovasi sangat dipengaruhi oleh pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan karyawan (Wang and Feng,2. Inovasi dilakukan dengan menciptakan ide-ide baru untuk mengembangkan proses produksi dan kualitas produksi sebagai bagian dari strategi bisnis (Rofaida et al. ,2. Marketing innovativeness menjadi sarana untuk memasuki pasar baru, menanggapi tindakan pesaing, meningkatkan penjualan dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Iyer. LaPlaca, and Sharma,2. Marketing innovativeness menunjukkan perubahan kegiatan pemasaran, termasuk pengemasan, desain, dan harga dalam rangka meningkatkan penjualan dan perubahan lain yang dianggap lebih baik dari sebelumnya (Karabulut,2. Market Sensing Capabilities Kemampuan penginderaan pasar melibatkan aktivitas pencarian metode dan teknik baru untuk mengembangkan, mendistribusikan, dan meluncurkan produk dan layanan baru (Atuahene-Gima. Slater, and Olson,2. Murray. Lynch, and Foley,2. Heusinkveld. Benders, and van den Berg . menyatakan penginderaan pasar merupakan bagian penting dari kondisi internal organisasi untuk pemanfaatan informasi klien di baru pengembangan Menggunakan tiga teori mapan yaitu pengendalian marketing control theory, dynamic capabilities theory, dan RBT (Lee. OAoCass, and Sok,2. menemukan merek itu pengembangan kemampuan manajemen lebih tinggi ketika perusahaan memiliki tingkat kesadaran dan keunikan di pasar. Pengembangan strategi berorientasi pasar akan berhasil jika organisasi memiliki kemampuan untuk memahami perubahan pasar, informasi pasar, dan proaktif (Martinette and Obenchain-Leeson,2. Perusahaan yang secara aktif memahami pelanggan, pesaing, saluran distribusi, dan lingkungan bisnis akan dapat memprediksi perubahan pasar di masa depan (Morgan. Katsikeas, and Vorhies,2. Kebutuhan pasar dapat terlayani jika perusahaan memiliki kemampuan untuk melakukan penginderaan pasar, yaitu secara aktif memperoleh dan berbagi informasi tentang kebutuhan pasar (Martinette and ObenchainLeeson,2. Kemampuan penginderaan pasar menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memahami perubahan pasar, hal ini ditunjukkan melalui kemampuan memahami pelanggan, pesaing, saluran distribusi dan lingkungan bisnis (Lindblom et al. ,2. Morgan. Slotegraaf, and Vorhies,2. Perusahaan yang dapat memahami perubahan pasar dengan cepat akan bertindak cepat untuk mengembangkan strategi yang tepat (Martinette and ObenchainLeeson,2. Penginderaan pasar mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mengantisipasi evolusi pasar di masa depan dan mendeteksi pasar berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari ekosistem bisnisnya (Mu,2. Menurut Bailey . aspek penginderaan pasar berkaitan dengan pembelajaran organisasi yang dibagi menjadi akuisisi informasi, informasi penyebaran, dan interpretasi bersama. penginderaan pasar memungkinkan proses analisis risiko yang terstruktur, menghindari potensi kerugian dan mencapai keunggulan hasil, sehingga kemampuan penginderaan pasar membantu perusahaan menjadi perhatian terhadap tren pasar dan penemuan peluang (Mu,2. Oleh karena itu, penginderaan pasar fokus pada informasi tentang pelanggan, pesaing, peristiwa, dan perubahan dalam lingkungan bisnis. Kemampuan penginderaan pasar adalah salah satu jenis penginderaan kapabilitas, yang melibatkan kapabilitas mengumpulkan dan menyaring informasi pasar dari di luar dan di dalam perusahaan (Lin and Wang,2. Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X Perusahaan yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan pelanggan, menarik pelanggan baru, meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan pertumbuhan penjualan dan meningkatkan laba bersih memiliki kinerja pemasaran yang baik. Perusahaan yang dapat menangkap peluang pasar, memahami kebutuhan pelanggan, menanggapi strategi pesaing, menyediakan produk sesuai harapan pelanggan, dan mengonfigurasi sumber daya dapat mengambil tindakan dengan cepat. Kemampuan untuk mengambil tindakan dengan cepat untuk menciptakan nilai pelanggan yang lebih tinggi dari pesaing dapat memuaskan pelanggan, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan. Marketing Performance Kemampuan untuk memuaskan, mengembangkan, dan mempertahankan pelanggan dengan menawarkan produk, layanan, dan elemen lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka (Leonidou et al. ,2. Kinerja pasar tidak hanya membutuhkan informasi pada pelanggan, tetapi juga, untuk secara proaktif menerapkan kegiatan inovatif seperti pembelajaran organisasi, orientasi terhadap pasar, dan upaya internasionalisasi (Nguyen et al. ,2. Menurut G. Wang et al. kinerja pasar dapat dilihat dari segi peluncuran produk baru, pengembangan dan penetrasi pasar, peningkatan kualitas, dan kepuasan pelanggan. Kinerja pemasaran merupakan bentuk pencapaian ukuran yang dapat diperoleh dari keseluruhan kegiatan perusahaan, khususnya dalam bidang pemasaran dalam suatu perusahaan atau organisasi dan digunakan untuk mengukur strategi yang telah telah dilaksanakan oleh Strategi perusahaan dapat diarahkan untuk menghasilkan kinerja pemasaran yang lebih baik . eperti volume penjualan dan tingkat pertumbuhan penjualan yang dibuat oleh perusahaa. dan kinerja keuangan yang baik (Morgan,2. Ada beberapa indikator yang dapat digunakan dalam menilai kinerja pemasaran seperti volume penjualan dan pertumbuhan pelanggan, dan profitabilitas (Morgan. Slotegraaf, and Vorhies,2. Marketing performance menurut Homburg et al. , . adalah efektivitas dan efisiensi kegiatan pemasaran dengan tujuan yang terkait dengan pasar, seperti pendapatan, pertumbuhan, dan pangsa pasar. Ambler, . menyatakan Marketing metrics adalah ukuran kinerja yang harus ditinjau oleh manajemen puncak dengan tepat, konsisten dan memadai . aitu komprehensi. untuk tujuan peninjauan. Kinerja pemasaran menggambarkan keberhasilan suatu produk di daerah tempat perusahaan bersaing dan keberhasilan strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Kinerja pemasaran dapat dijadikan sebagai parameter keberhasilan yang merupakan akumulasi dari seluruh kegiatan pemasaran sehingga perusahaan juga dapat melihat pencapaian pasar dari produk yang ditawarkannya. Dengan demikian, kinerja pemasaran merupakan cerminan dari kinerja perusahaan (Ferdinand,2. Berdasarkan uraian tersebut, hubungan antara marketing innovativeness dan market sensing capabilities terhadap marketing performance dijelaskan pada gambar 1. Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X Sumber: Peneliti, 2022 Gambar 1 Kerangka pemikiran Hipotesis penelitian berdasarkan gambar model penelitian adalah sebagai berikut: H1: Marketing innovativeness berpengaruh positif terhadap marketing performance H2: Market sensing capabilities berpengaruh positif terhadap marketing performance METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan pendekatan dari penelitian eksplanatori, bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat antar variabel penelitian dan hipotesis pengujian. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian menggunakan data berupa angkaangka yang di analisis menggunakan statistic (Sugiyono,2. Untuk memudahkan penelitian, metode pengumpulan data menggunakan metode survei. Survei merupakan metode penelitian atau riset dimana peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan subyek penelitian untuk mendapatkan data dari tempat tertentu dalam mengumpulkan respon mereka dapat menggunakan kuisioner sebagai alat penggali data. Dengan menggunakan metode survei maka akan memperoleh informasi tentang suatu hal yang akan diteliti dengan beberapa responden yang dapat mewakili suatu populasi. Data merupakan bahan yang akan diolah untuk mendapatkan informasi atau keterangan, data tersebut menunjukan fakta, baik kualitatif maupun kuantitatif. Marketing innovativeness diadaptasi dari (Cascio,2011. Karabulut,2. diukur melalui tujuh indikator, yaitu kemauan mencari ide dan mencoba cara baru dalam kegiatan pemasaran, perbaikan desain produk, perbaikan positioning produk, perbaikan kegiatan komunikasi pemasaran, perbaikan harga bersaing, perbaikan saluran distribusi. dan perbaikan dalam pemeliharaan pelanggan. Market sensing capabilities diadaptasi dari (Lindblom et ,2008. Morgan. Slotegraaf, and Vorhies,2. diukur melalui lima indikator, kemampuan perusahaan untuk belajar tentang kebutuhan dan keinginan pelanggan, menemukan strategi dan taktik pesaing, mendapatkan wawasan tentang anggota saluran, mengidentifikasi dan memahami tren pasar, dan belajar tentang lingkungan pasar yang luas. Marketing performance diadaptasi dari (Ayimey et al. , 2020. Killa, 2017. Nurudin. Ady Fataron, and Nur Asyifa, 2022. Sin et al. , 2005. Zhou. Brown, and Dev, 2. diukur melalui empat indikator, yaitu: Pencapaian target penjualan. Pertumbuhan volume penjualan. Pertumbuhan hasil penjualan, dan Pertumbuhan jumlah pelanggan Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X Sumber data pada penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden, yakni pimpinan industri UMKM batik di Provinsi Jawa Tengah. Adapun data primer dalam penelitian ini adalah tanggapan responden terhadap variabel penelitian marketing innovativeness, market sensing capabilities, dan marketing performance. Data sekunder adalah data yang telah diolah oleh orang atau lembaga lain dan telah dipublikasikan. Data tersebut diperoleh dari Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah maupun dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket, yakni suatu daftar yang berisi sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada manajer UMKM Batik di Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner, artinya pengumpulan data secara langsung yang dilakukan dengan mengajukan daftar pertanyaan pada responden. Populasi pada penelitian ini adalah pimpinan industri UMKM batik di Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 1364. Kemudian metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, artinya berdasarkan karaktersitik populasi, yakni daerah atau lokasi dan minimal beroperasi 3 tahun. Jumlah sampel penelitian ini sebesar 100 Teknik analisis data yang digunakan yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Data penelitian ini berupa data kuantitatif, sehingga teknik analisis data menggunakan metode statistik dan dalam melakukan perhitungan data menggunakan alat bantu SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji validitas dilakukan untuk menguji apakah suatu konstruk mempunyai unidimensionalitas atau apakah indikator-indikator yang digunakan dapat mengkonfirmasi sebuah konstruk atau variabel. Uji validitas dilakukan dengan menghitung r hitung dengan r Dari hasil perhitungan dengan memperhatikan nilai dari nilai r hitung pada pengujian validitas data diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Indikator r hitung r tabel Keterangan 1,445 0,361 Valid 2,484 0,361 Valid 1,010 0,361 Valid Marketing 0,776 0,361 Valid 0,411 0,361 Valid 0,995 0,361 Valid 0,432 0,361 Valid 0,733 0,361 Valid 1,073 0,361 Valid Market 0,777 0,361 Valid 0,827 0,361 Valid 0,503 0,361 Valid 3 Marketing 0,895 0,361 Valid 0,764 0,361 Valid 0,872 0,361 Valid 0,891 0,361 Valid Sumber : Data primer yang diolah, 2022 Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 e-ISSN : 2541-254X Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index Berdasarkan Tabel 1. diketahui bahwa nilai r hitung pada masing-masing indikator adalah > r tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini Pengujian reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan r11 dengan r tabel. Dari hasil perhitungan dengan memperhatikan nilai dari nilai r11 pada pengujian reliabilitas data diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel 1 Marketing innovativeness 2 Market sensing capabilities 3 Marketing performance Sumber : Data primer yang diolah, 2022 1,009 0,846 0,873 0,361 0,361 0,361 Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang disajikan dalam Tabel II. masing-masing variabel penelitian memiliki r11 lebih dari 0,361 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel penelitian adalah reliabel. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Menurut Ghozali . deteksi mudah normalitas residual dengan analisis grafik ialah jika pola berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menunjukkan distribusi normal atau model regresi memenuhi asumsi normalitas. Gambar 2 Uji Normalitas Sumber: data primer diolah, 2022 Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang sempurna antara variabel bebas. Regresi ganda tidak efektif digunakan apabila antar variabel bebasnya mengandung multikolinieritas. Pengujian multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF). Antara variabel bebas dikatakan multikolinieritas apabila Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 e-ISSN : 2541-254X Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index toleransinya >0,1 dan VIF <10. Hasil pengujian multikolinieritas selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Hasil Uji Multikolinieritas Model Tolerance VIF 0,689 1,450 MSC 0,689 1,450 Dependent Variable: MP Sumber: data primer diolah, 2022 Dari Tabel 3 terlihat nilai toleransi dari masing-masing tingkatan nilainya >0,1 dan nilai VIF <10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan secara grafik maupun melalui uji statistik. Karena adanya kelemahan dari analisis grafik plots, maka diperlukan uji statistik yang lebih menjamin keakuratan hasil. Dalam hal ini uji statistik yang digunakan adalah uji glejser. Tabel 4 Hasil Uji glejser Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. MSC Dependent Variable: Abs_Res Sumber: data primer diolah, 2022 Sig. Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi. Hasil tampilan output SPSS menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen Abs_Res. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. Besarnya kontribusi marketing innovativeness dan market sensing capabilities terhadap marketing performance diketahui dari nilai koefisien determinasi simultan (R. Tabel 5 Hasil uji Koefisien Determinasi (R. Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. MSC. MI Dependent Variable: MP Sumber: data primer diolah, 2022 DurbinWatson Berdasarkan tabel 5. di atas diperoleh R2 sebesar 0,440, dengan demikian menunjukkan bahwa marketing innovativeness dan market sensing capabilities terhadap marketing Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X performance sebesar 44% dan sisanya yaitu sebesar 56% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Pengujian secara parsial ini dapat dilihat dari uji t. Apabila diperoleh nilai p value < 0,05. Ho ditolak yang berarti ada pengaruh signifikan. Hasil uji parsial dapat dilihat pada tabel Tabel 6 Hasil Uji t Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. MSC Dependent Variable: MP Sumber: data primer diolah, 2022 Terlihat pada tabel di 6 diperoleh nilai konstanta sebesar 0,879. Dari pengujian di atas diperoleh koefisien untuk variabel marketing innovativeness sebesar 0,255 dengan thitung = 3,390 dengan p value= 0,001<0,05 sehingga Ha diterima yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh marketing innovativeness terhadap marketing performance diterima. Nilai koefisien untuk variabel marketing innovativeness bertanda positif yang berarti bahwa semakin baik marketing innovativeness maka semakin tinggi marketing performance. Marketing innovativeness berpengaruh signifikan terhadap marketing performance. Keyakinan perusahaan untuk berinovasi guna memenuhi harapan pelanggan mampu meningkatkan kinerja pemasaran. Inovasi pemasaran yang dikembangkan berupa inovasi kemasan, desain, harga, produk baru, mencoba ide baru, dan memasarkan produk lebih awal belum mampu meningkatkan marketing performnace. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian (Hendar et al,2018. Karabulut,2. bahwa marketing innovativeness mempengaruhi marketing performance. Hasil pengujian untuk variabel market sensing capabilities diperoleh koefisien sebesar 0,336 dengan thitung= 4,786 dengan p value= 0,000, karena p value 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima yang berarti hipotesis yang menyatakan ada market sensing capabilities terhadap marketing performance diterima. Nilai koefisien untuk variabel market sensing capabilities bertanda positif yang berarti bahwa semakin baik market sensing capabilities maka semakin tinggi marketing performance. Market sensing capabilities memiliki pengaruh yang signifikan terhadap marketing Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, strategi pesaing, memuaskan pelanggan, menyediakan produk sesuai harapan pelanggan akan memperkuat komitmen pelanggan, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan penjualan. Market sensing capabilities akan memandu perusahaan untuk mengambil tindakan cepat dalam menyampaikan nilai kepada pelanggan daripada pesaing. Hal ini sejalan dengan temuan (Balal Ibrahim. Hafiez Ali Hasaballah, and Mohamed Ahmed,2017. Mulyana et al. ,2019. Osakwe. Chovancova, and Ogbonna,2. bahwa market sensing capabilities dapat meningkatkan marketing SIMPULAN Marketing innovativeness menunjukkan perubahan kegiatan pemasaran, termasuk pengemasan, desain, dan harga dalam rangka meningkatkan penjualan dan perubahan lain yang dianggap lebih baik dari sebelumnya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Jurnal Manajemen Dayasaing Volume 25 No. 1 Juni 2023 Website: https://journals. id/index. php/dayasaing/index e-ISSN : 2541-254X marketing performance. Market sensing capabilities melalui kemampuan memahami pelanggan, pesaing, saluran distribusi dan lingkungan bisnis memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap marketing performance. Kajian tentang pemasaran pada UMKM batik perlu mendapat perhatian khusus. Penelitian ini hanya berfokus pada perusahaan UMKM batik. Oleh karena itu, saran untuk penelitian selanjutnya bisa lebih fokus pada UMKM lain dan perusahaan besar. Dengan demikian, hasil penelitian yang akan datang menjadi lebih baik dan variatif sehingga memiliki kontribusi yang besar bagi perkembangan ilmu manajemen DAFTAR PUSTAKA