JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. ANALISIS PROGRAM ADIWIYATA PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 2 WAGIR MALANG Lailatul RofiahA*. Muhammad Aidil RafiA. A,2 Pendidikan IPS. Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Raden Rahmat. Indonesia *Email: lailatulrofiah14@gmail. ABSTRAK Salah satu nilai posotif program adiwiyata bagi siswa yaitu meningkatkan sikap peduli lingkungan. Kurikulum berbasis lingkungan mengharuskan tiap mata pelajaran terpadu dengan pendidikan lingkungan hidup yang berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Keduanya memiliki visi yang sejalan yaitu menjadikan masyarakat dan lingkungan sebagai kajian utama. Berdasarkan hal tersebut penelitian bertujuan . mengetahui implementasi program adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir, . memahami cara penanaman karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir, dan . melimat bagaimana implementasi program adiwiyata pada mata pelajaran IPS guna menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir. Penelitian kualitatif menjadi jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian dengan sifat deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan, yaitu . Program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir telah berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Penanaman karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir menjadi bagian integral dari misi sekolah, dilakukan melalui pengintegrasian nilai-nilai peduli lingkungan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Implementasi program Adiwiyata pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Wagir merupakan strategi yang efektif dalam menjalankan misi pendidikan karakter peduli lingkungan. Mata pelajaran IPS, dengan pendekatan interdisipliner memainkan peran penting dalam membangun perilaku siswa peduli terhadap lingkungan. Kata Kunci: Program Adiwiyata. Pembelajaran IPS. Karakter Peduli Lingkungan ABSTRACT One of the positive values of the adiwiyata programme for students is to increase their environmental awareness. The environment-based curriculum requires each subject to be integrated with environmental education related to social studies subjects. Both have a vision that is in line, namely making society and the environment the main Based on this, the research aims . to know the implementation of the adiwiyata programme at SMP Negeri 2 Wagir, . to understand how to instil the character of environmental care at SMP Negeri 2 Wagir, and . to determine how the implementation of the adiwiyata programme in social studies subjects to instil the character of environmental care at SMP Negeri 2 Wagir. Qualitative research is the type of research used by researchers in conducting research with descriptive nature. Data obtained by observation, interview and documentation The results obtained from the research that has been conducted, namely . Adiwiyata Programme at SMP Negeri 2 Wagir has succeeded in creating a school environment that cares about the environment. The cultivation of environmental care character in SMP Negeri 2 Wagir becomes an integral part of the school mission, carried out through the integration of environmental care values in various aspects of school life. The implementation of Adiwiyata programme in social studies subjects at SMP Negeri 2 Wagir is an effective strategy in carrying out the mission of environmental awareness character education. Social studies subjects, with an interdisciplinary approach, play an important role in building students' behaviour of caring for the environment. Keywords: Adiwiyata Program. Social Studies Learning. Environmentally Caring Character. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. PENDAHULUAN Pendidikan adalah aspek yang begitu penting bagi kehidupan manusia, baik dalam lingkup keluarga, bangsa dan negara. Aspek penting sebuah pendidikan merupakan bagian yang tidak akan bisa di hilangkan dari kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah mempunyai peran dalam perkembangan proses belajar mengajar pada siswa, termasuk lingkungan fisik sekolah, fasilitas pembelajaran, sumber belajar, dan media pembelajaran. Dalam beberapa tahun terakhir, isu global tentang lingkungan menjadi semakin Pembakaran liar dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan tanpa adanya konservasi yang dilaksanakan akan menyebabkan kerusakan lingkungan, peningkatan pemanasan global, dan penurunan ekosistem alami. Kurang pengetahuan akan berpengaruh kepada kepedulian lingkungan sekitar, ini mengakibatkan dampak negative yang dirasakan oleh masyarakat seperti banjir, longsor, polusi, dan penipisan sumber air. Kepedulian terhadap lingkungan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang Hakikat perlindungan lingkungan hidup adalah bagaimana seseorang bersikap dan bertindak untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan dan berusaha memperbaiki dengan resiko seminimal mungkin yang akan terjadi pada lingkungan. Seiring banyaknya masalah terhadap lingkungan, terdapat kebutuhan darurat dalam menekankan pendidikan, spesifiknya pendidikan karakter pelestarian lingkungan hidup melalui konsep sekolah hijau dan kurikulum hijau. Pendidikan lingkungan hidup dilaksanakan melalui program Adiwiyata yang diberikan kepada peserta didik melalui kurikulum tunggal atau terpadu. Pembelajaran IPS memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian, tergantung pada kemampuan pribadi dan sosial seseorang untuk memperoleh karakteristik berharga sebagai individu dan anggota masyarakat. Pembelajaran IPS mendorong siswa untuk mengasah kemampuan mental dan intelektual mereka, serta menjadi individu yang kompeten, memiliki kesadaran sosial, dan bertanggung jawab. Kurikulum Program Adiwiyata yang berwawasan lingkungan mengintegrasikan semua mata pelajaran. IPS adalah salah satu pelajaran yang cocok untuk ini karena memiliki kesamaan dalam isi pembelajarannya. Program Adiwiyata diluncurkan pada 21 Februari 2006 untuk memperlekas kemajuan dalam pendidikan lingkungan hidup, terutama pendidikan di tingkat SD dan SMP, serta meningkatkan pemahaman keilmuan tentang perlindungan lingkungan hidup di kalangan warga sekolah (Tim Teknis Kementrian Lingkungan Hidup RI. Hasil pengamatan di SMP Negeri 2 Wagir, sekolah ini berkontribusi besar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Implementasi Program Sekolah Adiwiyata di SMP DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. Negeri 2 Wagir diterapkan beserta merencanakan kegiatan untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat, asri, dan indah, serta meningkatkan sarana dan prasarana agar warga sekolah dapat hidup nyaman. Budaya peduli lingkungan diterapkan dengan memahami budaya lingkungan dan program 3R (Reduce. Reuse. Recycl. SMP Negeri 2 Wagir telah mencapai banyak pencapaian berkat kerjasama warga sekolah. Implementasi Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif mencakup pengurangan sampah plastik dengan membawa botol dan gelas air dari rumah serta mengikuti kegiatan bertema lingkungan. Namun, observasi juga menemukan kelemahan dalam program Adiwiyata, seperti masih adanya siswa yang mencoret-coret fasilitas sekolah, membawa makanan kantin ke kelas, dan menggunakan laci meja sebagai tempat sampah. Beberapa kendala termasuk kurangnya dana, semangat siswa yang rendah, terbatasnya lahan, lemahnya sistem monitoring, dan kurangnya evaluasi. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti judul: AuAnalisis Program Adiwiyata Pada Mata Pelajaran Ips Untuk Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Di Smp Negeri 2 Wagir MalangAy. METODE PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif. Moleong . menjelaskan bahwa penelitian kualitatif tidak menggunakan angka, analisis statistik, atau metode kuantitatif lain dalam metode analisisnya. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengungkap keadaan sebenarnya dari kasus yang diselidiki. Jenis penelitian kualitatif pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Yang mana menjadikan rumusan masalah sebagai pedoman penelitian untuk mengkaji atau memotret secara menyeluruh, menyeluruh, dan mendalam mengenai keadaan sosial yang diteliti. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Wagir yang beralamatkan di Jl. Raya Sukodadi No. Sukodadi. Kec. Wagir. Kab. Malang Prov. Jawa Timur. Alasan pemilihan SMP Negeri 2 Wagir sebagai lokasi penelitian karena telah memperoleh gelar Sekolah Adiwiyata dan SMP Negeri 2 Wagir telah meraih penghargaan sebagai Sekolah Penggerak angkatan pertama di Kabupaten Malang, juga sebagai Sekolah Siaga Kependudukan dan sekolah Rintisan Adiwiyata tingkat Kabupaten Malang. Agar suatu penelitian dapat dianggap sebagai makalah akademis, validitas datanya harus diuji. Teknik triangulasi teknis digunakan sebagai teknik validasi data oleh penelitian dalam penelitian yang dilakukan. Triangulasi digunakan sebagai teknik uji keterandalan data dengan cara membandingkan sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir Sekolah Adiwiyata merupakan progrsm pemerintsh yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan lingkungan yang positif untuk masyarakat sekolah . endidik, siswa serta staff sekola. dan mempromosikan upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan secara komprehensif, pada kesimpulannya. Kami memungkinkan pembangunan fasilitas sekolah yang peka dan membina secara budaya. Dasar normatif dari kesatuan, transparansi, integritas, keadilan, serta pemeliharaan lingkungan hidup dan sumber daya alam (Rahmawati dan Suwanda, 2015:. Hal tersebut sama dengan yang ada dilapangan, didukung oleh temuan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa SMP Negeri 2 Wagir telah melaksanakan sesuai pendapat (Rahmawati dan Suwanda, 2015:. Dalam menjalankan Program Adiwiyata SMP Negeri 2 Wagir memberikan gambaran yang komprehensif mengenai implementasi program Adiwiyata. Program ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap pelestarian bumi dan lingkungannya. Implementasi program Adiwiyata melibatkan peran aktif dari semua warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan komite sekolah. Sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program Adiwiyata, mulai dari menetapkan jadwal khusus untuk kegiatan Adiwiyata, pembentukan kelompok kerja . , hingga memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa mengenai pentingnya peduli terhadap lingkungan. Langkah konkret seperti larangan membawa sepeda motor ke sekolah, penyediaan lahan parkir di luar sekolah, serta tanggung jawab terhadap tanaman di sekolah telah diimplementasikan. Meskipun demikian, selalu ada hal yang menjadi hambatan untuk implementasi program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kebiasaan siswa yang sulit diubah, keterbatasan anggaran, dan adanya kebiasaan membawa jajanan plastik dari rumah. Meskipun demikian, upaya terus dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut, seperti melalui penyuluhan dan pembinaan yang terus-menerus kepada siswa serta penyesuaian strategi sesuai dengan kondisi yang Evaluasi menjadi poin penting untuk kegiatan implementasi program Adiwiyata dan melakukan tindak lanjut yang diperlukan guna memastikan keberlanjutan program ini. Dengan demikian, implementasi program Adiwiyata di SMP Negeri 2 DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. Wagir telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun pemahaman pentingnya menjaga lingkungan sekitar terhadap peserta didik dan menciptakan lingkungan sekolah yang berwawasan lingkungan. Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir Menanamkan karakter peduli lingkungan di sekolah bukanlah sekadar kegiatan tambahan, melainkan sebuah komitmen yang bertujuan untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Melalui pengintegrasian nilai-nilai peduli lingkungan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, diharapkan siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kesadaran serta keterampilan untuk bertindak nyata dalam melestarikan dan menjaga lingkungan. Menurut Suyadi . dalam buku Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, pemeliharaan lingkungan hidup adalah sikap dan perilaku yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pelaksanaan menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir, telah melakukan sesuai dengan pendapat Suyadi, dibuktikan dengan tujuan menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir sangatlah jelas, yaitu untuk merujuk pada visi misi sekolah yang mencakup pencapaian prestasi siswa yang berlandaskan imtaq, iptek, serta peduli terhadap lingkungan dan kependudukan. Hal ini menegaskan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan bukanlah sekadar tambahan, tetapi menjadi bagian integral dari misi pendidikan sekolah di SMP Negeri 2 Wagir. Upaya konkret dalam menanamkan sikap peduli lingkungan di sekolah terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan. Pengintegrasian materi tentang peduli lingkungan dalam kegiatan rutin seperti upacara, serta gerakan aktif untuk membuang sampah pada tempatnya, merupakan langkah-langkah nyata yang dilakukan untuk mengkondisikan siswa agar terbiasa dengan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir sudah memberikan dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lingkungan pada siswa, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan sekolah. Lingkungan belajar yang sehat dan bersih memberikan dampak positif terhadap kegiatan belajar mengajar, serta meningkatkan reputasi dan prestasi sekolah secara Menurut Saputno dalam buku yang ditulis oleh Tika Yuriati dan Nana Kaliada berjudul AuEfektivitas Penerapan Metode Karyawisata untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kesadaran Lingkungan Siswa,Ay Maltuti mengemukakan bahwa siswa akan DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. menunjukkan perilaku peduli ketika mereka terlibat secara langsung dalam aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan. Dengan kata lain, keterlibatan langsung siswa dengan lingkungan akan meningkatkan sikap peduli mereka terhadap lingkungan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dari pendapat Saptono tersebut telah dilakukan oleh siswa kelas 7 di SMP Negeri 2 Wagir. Tindakan konkret siswa dalam menjaga lingkungan sekolah merupakan bukti nyata dari keberhasilan program Adiwiyata. Melalui wawancara dengan siswa, terlihat bahwa mereka tidak hanya memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan dan keberanian untuk bertindak secara nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Meskipun telah ada upaya yang signifikan dalam menanamkan karakter peduli lingkungan, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti perbedaan semangat siswa dan kurangnya partisipasi orang tua. Namun, sekolah telah melakukan pembagian job desk secara maksimal, serta melibatkan orang tua dalam mendukung dan memotivasi anak-anak mereka. Kolabari di lingkungan sekolah, siswa, dan orang tua menjadi poin penting dalam keberhasilan untuk menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir. Dari pembahasan yang sudah dijabarkan, bisa disimpulkan dengan menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir yang dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi dan siap menjadi actor perubahan untuk masa mendatang yang lebih baik. Implementasi Program Adiwiyata pada Mata Pelajaran IPS untuk Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir Implementasi pengintegrasian program Adiwiyata pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Wagir Malang adalah sebuah upaya yang strategis dan terukur dalam menjalankan misi pendidikan karakter peduli lingkungan. Mata pelajaran IPS, yang dirancang untuk mendalami fenomena sosial dan lingkungan melalui pendekatan interdisipliner, memiliki peran krusial dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada siswa. Integrasi ini memungkinkan sekolah untuk tidak hanya mengajarkan teoriteori tentang lingkungan, tetapi juga mendorong siswa untuk merasakan, memahami, dan bertindak secara aktif dalam menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar Implementasi kurikulum dalam pendidikan melibatkan tiga tahapan kegiatan utama: mengembangkan rencana atau program, melaksanakan, dan mengevaluasi. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. (Rokhimah, 2016:. Hal tersebut sama dengan yang ada dilapangan, dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa Guru IPS telah membuat perangkat pembelajaran seperti Kurikulum Merdeka. Silabus. RPP dan Buku Ajar Pendidikan Lingkungan Hidup membuat yang disesuaikan dengan kurikulum berbasis Hal ini tercermin dalam pembuatan rencana pembelajaran (RPP) yang mengaitkan pembelajaran IPS dengan pembiasaan peduli lingkungan di kelas dan RPP yang terintegrasi ini memberikan landasan yang kuat bagi guru untuk menyajikan materi pembelajaran dengan mengedepankan nilai-nilai peduli Keberadaan guru mata pelajaran IPS sebagai agen perubahan dalam menanamkan karakter peduli lingkungan tidak dapat dipandang sebelah mata. Mereka tidak hanya mengajar tentang lingkungan dalam kelas, tetapi juga membimbing siswa untuk menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan piket kelas sebelum pembelajaran dimulai merupakan contoh konkret bagaimana guru membantu membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan bagi selain piket kelas, ada beberapa kegiatan lain yang dilakukan setiap pagi sebagai bagian dari program Adiwiyata. Misalnya, siswa diajak untuk memeriksa dan merawat tanaman di sekitar kelas atau sekolah. melakukan kegiatan membersihkan dan memilah sampah di area sekolah, di mana siswa diajarkan untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya, seperti sampah organik dan anorganik. Selain itu, pembiasaan pagi di SMP Negeri 2 Wagir juga melakukan senam pagi untuk menjaga kebugaran fisik siswa dan meningkatkan semangat belajar mereka. Semua kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui pengembangan beberapa Proses pembentukan budaya sekolah berbasis pendidikan karakter terjadi melalui empat cara, yaitu pembiasaan keteladanan, pembiasaan sukarela, pembiasaan rutin, dan pembiasaan. (Jihan, dkk, 2022:. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, bahwa proses penciptaan budaya sekolah yang berbasis pendidikan karakter kelas 7 di SMP Negeri 2 Wagir, telah melakukan sesuai dengan pendapat Jihan, dkk, dibuktikan dengan proyek-proyek pembelajaran yang dikembangkan dalam mata pelajaran IPS misalnya, siswa diberikan proyek untuk mempelajari jenis-jenis tumbuhan atau pepohonan sesuai dengan tempat dan fungsinya, seperti pohon mangrove di pesisir pantai dan pohon kopi di dataran tinggi. Selain itu Siswa terlibat dalam proyek-proyek lingkungan seperti pembuatan taman sekolah, program daur ulang, dan kampanye kebersihan. Proyek yang dilakukan bisa membuat kegiatan DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. belajar mengajar lebih bervariasi tetapi juga memberikan pemahaman praktis tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Selain itu juga bisa memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Misalnya, mempelajari jenis-jenis tumbuhan yang sesuai dengan lingkungan sekitar tidak hanya melatih keterampilan penelitian siswa, tetapi juga membantu mereka memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui proyek-proyek, peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aktif, sehingga meningkatkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan. Untuk mengukur dan mengevaluasi pemahaman siswa tentang masalah lingkungan, guru IPS menggunakan berbagai pendekatan evaluasi, termasuk ujian tertulis, proyek atau presentasi siswa, dan umpan balik dari ahli lingkungan atau anggota komunitas. Pendekatan ini memastikan bahwa evaluasi tidak hanya mengukur pemahaman teoretis tetapi juga aplikasi praktis dalam konteks dunia nyata. Tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai peduli lingkungan dalam pembelajaran IPS tidaklah sedikit. Kurangnya dukungan dari orang tua, keterbatasan waktu dalam kurikulum, serta tingkat kesadaran dan kepedulian siswa menjadi beberapa hal yang perlu diatasi. Namun, guru IPS telah menunjukkan inisiatif yang luar biasa dalam mengatasi tantangan tersebut. Kolaborasi dengan pihak luar, penggunaan metode pembelajaran aktif dan inovatif, serta peningkatan motivasi dan kesadaran siswa adalah beberapa strategi yang berhasil mereka terapkan. Dengan adanya integrasi antara program Adiwiyata dan mata pelajaran IPS, diharapkan siswa tidak hanya menjadi paham tentang pentingnya lingkungan, tetapi juga terdorong untuk bertindak nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Melalui pendekatan holistik dan terpadu ini, sekolah dapat menjadi sarana efektif dalam mendidik generasi yang sadar lingkungan dan siap menjadi perantara perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang Analisis Program Adiwiyata Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir Malang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Program Adiwiyata di SMP Negeri 2 Wagir telah berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan membentuk generasi bertanggung jawab terhadap pelestarian bumi. Meskipun menghadapi kendala seperti kebiasaan siswa sulit diubah dan keterbatasan anggaran, upaya terus dilakukan melalui penyuluhan dan pembinaan berkelanjutan. Evaluasi terhadap DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. implementasi program perlu terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Wagir adalah bagian integral dari misi sekolah, dilakukan melalui pengintegrasian nilai-nilai peduli lingkungan dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Upaya ini termasuk kegiatan rutin seperti upacara dan program Adiwiyata, yang telah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang lingkungan. Meski menghadapi tantangan seperti perbedaan semangat siswa dan kurangnya partisipasi orang tua, sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua terbukti Keseluruhan, komitmen sekolah ini berhasil membentuk generasi yang peduli dan siap menjaga lingkungan. Implementasi program Adiwiyata pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Wagir merupakan strategi yang efektif dalam menjalankan misi pendidikan karakter peduli lingkungan. Mata pelajaran IPS, memainkan peran penting dalam membentuk sikap peduli lingkungan pada siswa. Integrasi ini tidak hanya mengajarkan teori tentang lingkungan, tetapi juga mendorong siswa untuk merasakan, memahami, dan bertindak aktif dalam menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar mereka. Guru IPS berperan sebagai agen perubahan dengan menyusun perangkat pembelajaran seperti Kurikulum Merdeka. Silabus. RPP, dan Buku Ajar Pendidikan Lingkungan Hidup yang disesuaikan dengan kurikulum berbasis lingkungan. Melalui kebiasaan seharihari seperti piket kelas, merawat tanaman, memilah sampah, dan melakukan senam pagi, siswa diajarkan untuk bertanggung jawab dan peduli terhadap Proyek-proyek pembelajaran yang melibatkan observasi langsung dan aksi nyata, seperti pembuatan taman sekolah dan program daur ulang, memberikan pengalaman praktis yang memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan berbagai metode untuk memastikan pemahaman teoretis dan aplikasi praktis siswa tentang masalah lingkungan menggunakan berbagai pendekatan evaluasi, termasuk ujian tertulis, proyek atau presentasi siswa, dan umpan balik dari ahli lingkungan atau anggota komunitas. Dengan integrasi yang holistik antara program Adiwiyata dan mata pelajaran IPS, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya lingkungan, tetapi juga terdorong untuk bertindak nyata dalam menjaga dan melestarikannya. DOI : a. JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. OKTOBER 2024 -ISSN. -ISSN. REFRENSI Akhmad Muhaimin Azzet. Urgensi Pendidikan Karakter Di Indonesia: Revitalisasi Pendidikan Karakter Terhadap Keberhasilan Belajar dan Kemajuan Bangsa, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , hlm. Dwi Sartika. Eva & Cik Ima. AuImplementasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Utama Bakti PalembangAy. Prosiding Seminar Nasional 20 Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang 25 November 2017, 61. Endang Haris dkk. Sekolah Adiwiyata: Panduan Implementasi Adiwiyata Mandiri di Sekolah, (Jakarta: Esensi Erlangga Grup, 2. , hlm. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, http://w. id/informasi-mengenai-adiwiyata/ diakses pada JumAoat, 13 Oktober 2023 pukul 20. 27 WIB. Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. BAHAN PELATIHAN: Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa (Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangs. , 2010. Hlm. Tri Astuti Rokhmani. Implementasi Karakter Peduli Lingkungan di SD Negeri Gedongkiwo (Skripsi. UN Yogyakarta, 2. , 34. Yuni Krisnawati dkk. AuThe implementation of studentsAo campaign program to form Adiwiyata School in Malang. IndonesiaAy. International Journal of Research Studies in Education, (Vol. No. 4, 2. , hlm. DOI : a.