Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN KEKAMBUHAN GASTRITIS DI POLINDES BANTAN TIMUR KABUPATEN BENGKALIS Irmayani1*. Dilgu Meri2. Fitra Mayenti3. Suci Amin4 . Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Kota Pekanbaru. Riau. Indonesia *Koresponden: Irmayani. Alamat: Jl. Gani Desa Bantan Timur. Bengkalis. Email: irmayanireal2@gmail. Received: 11 agust | Revised: 18 aguts | Accepted: 28 agust Abstrak Latar Belakang: Gastritis merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang paling umum dan sering kambuh akibat pola makan yang tidak teratur dan stres yang tidak terkelola. Di Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur. Kabupaten Bengkalis, gastritis tetap menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum, terutama di kalangan kelompok usia produktif. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pola makan dan stres dengan kekambuhan gastritis di Polindes Bantan Timur. Kabupaten Bengkalis. Metodologi Penelitian: Studi ini menggunakan desain deskriptif analitis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai pola makan, tingkat stres (Depression Anxiety Stress Scale/DASS-. , dan frekuensi kambuhnya gastritis dalam sebulan terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan yang buruk . ,9%) dan tingkat stres sedang . ,4%). Sebanyak 45,2% responden mengalami kambuhnya gastritis yang parah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kambuhnya gastritis . = 0,. serta antara stres dan kambuhnya gastritis . = 0,. Kesimpulan: Pola makan dan stres secara signifikan terkait dengan kambuhnya gastritis di Pusat Kesehatan Masyarakat Bantan Timur. Kabupaten Bengkalis. Pendidikan berkelanjutan tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan mengelola stres diperlukan sebagai langkah pencegahan terhadap kambuhnya gastritis. Kata Kunci Kekambuhan Gastritis. Pola Makan. Stres Latar Belakang kehidupan lainnya. Gaya hidup ini seringkali menyebabkan Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam pola makan yang tidak teratur dan stres yang tidak terkelola, mendukung aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup secara yang diakui sebagai faktor risiko untuk berbagai masalah Namun, kesehatan sering diabaikan, terutama kesehatan, termasuk gastritis (Rukmana, 2. di kalangan kelompok usia produktif, akibat jadwal yang Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung padat yang melibatkan sekolah, pekerjaan, dan tuntutan yang dapat bersifat akut, kronis, difus, atau lokal. Gejala klinis Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 meliputi anoreksia, rasa penuh di epigastrium, mual, dan individu masih kurang memiliki pengetahuan yang cukup muntah (Mardalena, 2. Ini merupakan salah satu tentang gejala, penyebab, dan pencegahan gastritis, yang gangguan pencernaan paling umum yang ditemui dalam menyebabkan perilaku kesehatan yang negatif (Umasugi praktik klinis, sering didiagnosis berdasarkan gejala , 2. daripada konfirmasi histopatologis (Berta, 2. Meskipun Mengingat faktor-faktor tersebut, gastritis tetap gastritis dapat menyerang individu dari segala usia, menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, prevalensi tertinggi dilaporkan pada kelompok usia terutama di kalangan dewasa usia produktif. Studi ini produktif, yang lebih cenderung terlibat dalam perilaku gaya bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan hidup tidak sehat dan rentan terhadap stres (Widiya, 2. dan stres dengan kekambuhan gastritis di Desa Bantan Polanya makan yang buruk dan tidak teratur Timur. Kabupaten Bengkalis, merupakan salah satu faktor utama penyebab gastritis. rekomendasi berbasis bukti untuk strategi pencegahan yang Peningkatan sekresi asam lambung akibat kebiasaan makan tersebut dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan Tujuan Penelitian peradangan, dan jika tidak ditangani, dapat menyebabkan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gastritis berulang (Widiya, 2. Selain itu, stres secara Hubungan pola makan dan stres dengan kekambuhan signifikan berkontribusi pada kekambuhan gastritis dengan gastritis di polindes Bantan timur Kabupaten Bengkalis. mengganggu fungsi lambung, dan berpotensi menyebabkan kerusakan mukosa atau perforasi (Berta, 2. Metode Penelitian Desain Penelitian Secara global, gastritis tetap menjadi masalah kesehatan yang prevalen. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi gastritis mencapai tingkat yang signifikan di beberapa negara, termasuk Kanada . %). China . %), dan Prancis . ,5%) (Imayani dkk. , 2. Indonesia, berdasarkan profil Kementerian Kesehatan tahun 2023, gastritis masuk dalam sepuluh penyakit paling umum. Di Provinsi Riau, gastritis juga memiliki prevalensi tinggi, dengan Pos Kesehatan Desa Bantan Timur melaporkan 739 kasus (Dinkes Riau, 2. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional survey yang bertujuan menjelaskan dan menggali fenomena yang terjadi serta menganalisis hubungan antara variabel bebas . ola makan dan stre. dengan variabel terikat . ekambuhan gastriti. melalui pengukuran pada satu waktu tertentu . oint time approac. Pada desain ini, setiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali, dan pengukuran dilakukan terhadap status karakteristik atau variabel subjek pada saat pemeriksaan Studi awal yang dilakukan di Puskesmas Desa Bantan Timur Hipotesis responden mengalami gejala gastritis seperti nyeri perut, mual, kelemahan, dan hilangnya nafsu makan. Banyak yang Hipotesis dalam penelitian ini, antara lain: melaporkan kebiasaan makan yang tidak teratur, stres yang kekambuhan gastritis di polindes Bantan timur sering, merokok, dan konsumsi kopi. Catatan medis tahun 2024 mencatat 42 kasus gastritis, dengan sebagian besar terjadi pada individu berusia 20Ae60 tahun, kelompok usia Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa, selain pola makan dan stres, pengetahuan dan perilaku pencegahan H1: Ada hubungan antara pola makan dengan Kabupaten Bengkalis. H2: Ada hubungan antara stres dengan kekambuhan gastritis di polindes Bantan timur Kabupaten Bengkalis Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gastritis yang memeriksakan diri di Polindes Desa Bantan juga mempengaruhi terjadinya gastritis. Namun, banyak Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Timur. Kecamatan Bantan. Kabupaten Bengkalis pada tahun yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan. 2024, dengan jumlah 42 orang. Pertimbangan Etik Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel asas-asas penelitian sehingga jumlah sampel adalah 42 responden. Kriteria inklusi meliputi pasien yang bersedia menjadi responden, mampu berkomunikasi dengan baik dan persetujuan sadar . nformed consen. Kerahasiaan identitas dan informasi pribadi dijaga sepenuhnya, dan seluruh data memeriksakan diri ke Polindes Bantan Timur. Kriteria Responden hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. eksklusi meliputi pasien dengan komplikasi penyakit lain dan pasien yang berada dalam kondisi kritis. Hasil Penelitian Analisa Univariat Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang memuat variabel independen dan dependen. Variabel independen terdiri dari pola makan, yang diukur menggunakan kuesioner 10 pertanyaan Ya/Tidak dengan kategori baik jika skor >4 dan kurang jika skor O4 (Tussakinah, 2. , serta stres yang diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 14 item dengan skala Likert 0Ae3 dan kategori ringan . Ae. , sedang . Ae. , dan berat (Ou. Variabel dependen adalah kekambuhan gastritis yang diukur dengan kuesioner skala ordinal berdasarkan frekuensi kekambuhan dalam satu bulan terakhir, yaitu ringan . Ae1 kal. , sedang . , dan berat (>2 kal. (Rukmana, 2. Tabel 1. Karakteristik Responden yang Mengalami Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Karakteristik Frekuensi Persentase . (%) Usia 18-34 tahun 35-44 tahun 45-59 tahun Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) Karyawan Swasta Wiraswasta PNS Berdasarkan tabel 1, menunjukkan bahwa karakteristik responden dari 42 responden mayoritas Pengumpulan Data Pengumpulan Data dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2025 di Polindes Desa Bantan Timur. Kec. Bantan. Kab. Bengkalis dengan rentang usia 18-34 tahun sebanyak 47,6% . SMA 52,4% , dan sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 38,1% . ,1 responde. Analisa Data Square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pola Makan pada Responden yang Mengalami Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Pola Makan Frekuensi . Presentasi (%) Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 2, menunjukkan bahwa dari 42 dan variabel terikat. Keputusan uji diambil berdasarkan nilai responden mayoritas mengalami pola makan kurang p, dengan kriteria HCA ditolak jika p O 0,05 yang berarti sebanyak 61,9% . Analisis data dilakukan menggunakan SPSS for Windows. Analisis menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi- terdapat hubungan signifikan, dan HCA diterima jika p > 0,05 Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Stres pada Responden yang Mengalami Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Stres Frekuensi . Presentasi (%) Ringan Sedang Berat Total Berdasarkan tabel 3, menunjukkan bahwa dari 42 Ring Seda Bera Tot 16, 1 23, 1 26, 0 0,0 3 7,1 1 23 1 31 1 45 Berdasarkan tabel 6, menunjukkan bahwa dari 42 responden mayoritas mengalami stres sedang sebanyak responden memiliki stres berat mayoritas mengalami 52,4% . kekambuhan gastritis yang berat sebanyak 26,2% . Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Stres Frekuensi . Presentasi (%) Ringan Sedang Berat Total Berdasarkan tabel 4, menunjukkan bahwa dari 42 Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,004 dimana =0,05 ini berarti p< sehingga (H. ditolak yang berarti ada Hubungan antara Stres dengan Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis Hasil Penelitian responden mayoritas mengalami kekambuhan gastritis Hubungan antara Pola Makan dan Kambuhnya Gastritis berat sebanyak 45,2% . di Polindes Bantan Timur. Kabupaten Bengkalis Uji Chi-Square pada 42 responden menunjukkan Analisa Bivariat nilai p sebesar 0. 000, menunjukkan adanya hubungan yang Tabel 5. Hubungan antara Pola Makan dengan Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Kekambuhan Gastritis Pola Tot Tot pMak Ringan Sedang Berat 1 23, Baik 4 9,5 2 4,8 16 Kura 21, 1 40, 0 0,0 9 Tota 1 23 1 31 1 45 signifikan antara pola makan dan kambuhnya gastritis. Berdasarkan tabel 5, menunjukkan bahwa dari 42 Responden dengan pola makan tidak teratur cenderung mengalami kambuhnya gastritis lebih sering dibandingkan dengan mereka yang memiliki pola makan teratur. Hasil ini konsisten dengan studi Wahyuni & Faradiba . , yang menemukan hubungan signifikan antara waktu makan yang tidak teratur dan kekambuhan gastritis pada remaja. Responden yang sering melewatkan makan atau makan pada waktu yang tidak teratur mengalami kekambuhan lebih sering. Studi oleh Mulyani et al. juga menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan makanan mengalami kekambuhan gastritis yang berat sebanyak pedas, asam, dan minuman berkafein merupakan pemicu 40,5% . Hasil uji statistik diperoleh p-value = utama kambuhnya gastritis pada dewasa muda. Temuan 0,000 dimana =0,05 ini berarti p< sehingga (H. ditolak Tilla et al. di kalangan siswa sekolah kejuruan yang berarti ada Hubungan antara Pola Makan dengan pertanian lebih lanjut mendukung bukti bahwa pola makan Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten buruk, seperti melewatkan sarapan dan makan porsi besar Bengkalis. saat lapar, meningkatkan keluhan gastritis. Tabel 6. Hubungan antara Stres dengan Kekambuhan Gastritis di Polindes Bantan Timur Kabupaten Bengkalis . Kekambuhan Gastritis Tot Tot pStre Ringan Sedang Berat Secara fisiologis, pola makan teratur membantu mengatur sekresi asam lambung. Pola makan tidak teratur menyebabkan asam lambung terus diproduksi tanpa makanan yang harus dicerna, sehingga mengiritasi mukosa lambung (Setyawan, 2. Mengonsumsi makanan yang Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 mengiritasi seperti makanan pedas, asam, berlemak, dan Secara fisiologis, stres mempengaruhi sistem minuman berkafein meningkatkan sekresi asam lambung pencernaan melalui aktivasi sumbu hipotalamus-pituitari- dan mengurangi efektivitas mukosa pelindung. Kebiasaan adrenal (HPA), yang meningkatkan sekresi kortisol. Hormon seperti makan terburu-buru, mengonsumsi porsi besar, dan ini merangsang produksi asam lambung berlebihan, makan larut malam juga mengganggu motilitas lambung, menghambat pengosongan lambung, dan melemahkan sehingga memperburuk gejala. resistensi mukosa terhadap iritasi (Zheng et al. , 2. Kontekstual lokal di Polindes Bantan Timur Penurunan prostaglandin akibat stres mengurangi sekresi menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak teratur lendir dan bikarbonat pelindung, sehingga mukosa menjadi dipengaruhi oleh aktivitas harian yang sibuk, budaya rentan terhadap kerusakan (Tilla et al. , 2. Teori sumbu mengonsumsi makanan pedas, rendahnya pendidikan gizi, usus-otak dan keterbatasan akses terhadap makanan sehat. Faktor- komunikasi saraf antara otak dan usus, mempengaruhi faktor ini memperburuk kondisi lambung dan meningkatkan motilitas lambung, sekresi, dan sensitivitas (Carabotti et al. risiko kambuh. Temuan ini menekankan bahwa pola makan tidak Dalam hanya mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan tetapi gastritis dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, juga secara spesifik mempengaruhi kekambuhan gastritis. psikologis, dan sosial. Tekanan ekonomi, masalah keluarga. Tenaga beban kerja, dan kurangnya dukungan sosial di Polindes memprioritaskan pendidikan tentang jadwal makan teratur. Bantan Timur pemilihan makanan rendah iritan, dan makanan yang harus Pendidikan manajemen stres yang rendah dan layanan Peneliti berasumsi bahwa pola makan tidak konseling yang terbatas memperparah masalah ini. teratur, baik dalam hal waktu maupun jenis makanan, secara Temuan ini menekankan pentingnya manajemen signifikan berkontribusi pada kekambuhan gastritis melalui stres sebagai bagian integral dari pencegahan kambuhnya mekanisme peningkatan asam lambung dan penurunan Para peneliti berasumsi bahwa aktivasi sumbu HPA perlindungan mukosa. dan gangguan sumbu usus-otak merupakan jalur utama yang Hubungan antara Stres dan Kambuhnya Gastritis di Pendekatan holistik yang mencakup pendidikan, teknik Polindes Bantan Timur. Kabupaten Bengkalis relaksasi, dan dukungan sosial direkomendasikan untuk Uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,004, mengurangi kambuhnya gastritis. menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kambuhnya gastritis. Semakin tinggi tingkat stres. Kesimpulan semakin besar risiko kambuhnya gastritis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan Hasil ini sejalan dengan temuan Arifiansyah et al. , yang melaporkan nilai p sebesar 0. 001 di kalangan Sebagian besar responden memiliki kebiasaan mahasiswa di Kudus, dan Antony et al. yang mencatat makan yang buruk . ,9%) dan tingkat stres bahwa 39,4% mahasiswa dengan tingkat stres tinggi sedang . ,4%). Sebanyak 45,2% responden mengalami kambuhnya gastritis. Feyisa & Woldeamanuel mengalami kambuhnya gastritis yang parah. juga melaporkan bahwa stres psikologis lebih dari Terdapat hubungan yang signifikan antara pola dua kali lipat meningkatkan risiko gangguan lambung. Studi makan dan kambuhnya gastritis di Polindes Bantan oleh Utami & Oktaviani . mengonfirmasi korelasi Timur. Kabupaten Bengkalis . ilai p = 0,. antara stres emosional dan gejala gastritis pada kelompok usia produktif. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kambuhnya gastritis di Polindes Bantan Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Timur. Kabupaten Bengkalis . ilai p = 0,. Pencernaan. Gramedia. Temuan ini menekankan bahwa pola makan Mulyani. Santoso. , & Devi. Konsumsi teratur dan pengelolaan stres yang efektif merupakan faktor makanan pemicu gastritis dan kekambuhan pada usia penting dalam mencegah kambuhnya gastritis. Oleh karena Jurnal Ilmu Kesehatan, 17. , 55Ae60. itu, intervensi berbasis pendidikan gizi dan pengelolaan stres Rukmana. Faktor-faktor yang mempengaruhi di tingkat pelayanan primer sangat direkomendasikan. kekambuhan gastritis di SMA N 1 Kasihan Bantul. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Referensi