MENCEGAH ANTRIAN KENDARAAN ANGKUTAN BARANG DI PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK BANTEN Ir. Toni C. M Korah. Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Ir. Joko Septanto. MT Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Drs. Fauzi. MT Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Drs. Hotland Silaban. Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Ir. TriYuli Andaru. Dosen STTD Jl. Raya Setu No. Bekasi Telp. /Fax : . 8254640 Abstract Abstract The Transportation Sector has a very important role in the mobility service network of people and goods and vehicles, the Merak Cross-Merak-Bakauheni Crossing Port often occurs in the queue of goods transport vehicles that will make crossings to Sumatra Island which results in substantial material and financial losses. The terrestrial vehicle occurred due to the non-operation of several Ro-ro ships which were caused due to many who carried out annual routine maintenance / docking. that the loading capacity of the operating vessels is reduced while the freight transport vehicles continue to increase each year and are expected to result in a long Therefore it is necessary to evaluate the service system of the operating facilities that have been available at the Peacock Port Keywords: Crossing port, vehicle queue, ship Abstraksi Sektor Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam jaringan pelayanan mobilitas orang dan barang serta kendaraan. Pelabuhan Penyeberangan Merak Lintas Merak-Bakauheni sering terjadi antrean kendaraan angkutan barang yang akan melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar dari segi materiil maupun finansial. Anteran kendaraan tersebut terjadi akibat tidak beroperasinya beberapa Kapal Ro-ro yang diakibatkan karena banyak yang melakukan pemeliharaan rutin tahunan / docking. Sehingga kapasitas muat kapal yang beroperasi menjadi berkurang sedangkan kendaraan angkutan barang terus bertambah setiap tahunnya dan diperkirakan akan mengakibatkan terjadi antrean yang cukup panjang. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap system pelayanan dari fasilitas operasi yang telah tersedia di Pelabuhab merak tersebut Kata Kunci : Plabuhan Penyebrangan, antrian kendaraan, kapal PENDAHULUAN Sebagai salah satu subsistem yang terintergrasi dalam satu sistem transportasi darat secara keseluruhan, maka dalam menunjang Transportasi Nasional Angkutan Penyeberangan harus dapat memberikan kontribusi yang efektif dan efisien sehingga mobilitas orang, barang, dan kendaraan berjalan dengan lancar, nyaman, dan selamat dapat terwujud. Seperti diketahui saat ini Pelabuhan Penyeberangan Merak Lintas Merak-Bakauheni sering terjadi antrean kendaraan angkutan barang yang akan melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar dari segi materiil maupun finansial. Anteran kendaraan tersebut terjadi akibat tidak beroperasinya beberapa Kapal Ro-ro yang diakibatkan karena banyak yang melakukan pemeliharaan rutin tahunan / docking. Sehingga kapasitas muat kapal yang beroperasi menjadi berkurang sedangkan kendaraan angkutan Pengolahan data Setelah dilakukan pengumpulan data maka dilakukan analisa pengolahan data melalui analisa deskriptif dan analisa hubungan sehingga mendapatkan hasil yang tepat dan dapat dipercaya . Keluaran . Pada tahap ini merupakan tahap akhir yang meliputi tindak lanjut METODE PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data ini meliputi pengumpulan data sekunder yang didapat dari instansi terkait seperti kantor PT. ASDP MERAK ,Dinas Perhubungan Banten ,dinas tata kota yang meliputi peta tata guna lahan,peta jaringan jalan. Ditjen Perhubungandarat Kementrian Perhubungan dan Perusahaan kapal penyeberangan sedang untuk data primer didapat dari hasilsurvey langsung padamalamharimulai jam 00 sampaidengan jam 24. 00 di lintasaksessetelahpintu toll Jakarta meraksampaidenganPelabuhan Penyeberangan Merak Banten Propinsi Jawa Barat PELAKSANAAN SURVEY Survey dilakukan di lintas akses setelah pintu toll Jakarta meraksampaidengandandidalamlokasi pelabuhan penyeberangan Merak BANTEN untuk lintas Merak dengan tujuan Bakaheuni Lampung terhadap kendaraan angkutanbarang yang akan menyeberang melalui pelabuhan merak banten menuju pelabuhan bakaheunui lampung yang METODE ANALISA Metode yang digunakan adalah melalui model simulasi antrian kendaraan angkutan barang yang terkait dengan pola kedatangan ,pola pelayanan dan saluran pelayanan sertadisiplin dalaman atrean termasuk pula peningkatan pelayanan melalui peningkatan ketrampilan tenaga sumberdaya manusia , penambahan fasilitas pelabuhan serta penambahan kapasitas muat dan bobot kapalpenyeberangan jenis RO Ae RO PAX . ANALISA DAN PEMBAHASAN PENILAIAN KINERJA TERKAIT PRASARANA DERMAGA ( SANDAR ) Penilaian kinerja pelayanan penyeberangan dilakukan melalui survei operasional yang dilakukan di Pelabuhan Merak Lintas Merak-Bakauheni Selainituwaktupelayananjugatermasuk perjalanandanwaktumenunggu yang dihitungdaripanjangdankapasitas jalan lingkungan, lapangan parkir kendaran tunggudan lapangan parkir siapmuatsampaikendaraan masuk kapal serta pola operasi untukarmada Sementaraituperludiketahuibahwadermaga 1 dan 3 mempunyai fasilitas sangatlengkap dibandingdermaga 2,4 dan 5 yakni sama dengan pasangannyya yang ada di Pelabuhan Bakauheni ynag mana padadermagatersebutmempunyai failitas seperti ketersediaan ramp atas dan ramp bawah untuk masuk dan keluar baik kendaraan penumpang dan barang serta fasilitas penunjang lainnya. Karenaketerbatasanwaktudanpersonilmakasurvei operasional pelayanan angkutan peyeberangan hanyadilakukan mulai dari jam 09. dalam satu hari dengan hasil sebagai berikut : Penimbangan kendaraan angkutan barang di pelabuhan penyeberangan merak : Penimbangan kendaraan angkutan barang hanya diambil 10 sample dengan waktu rata-rata penimbangan 10,5 detik. Waktu paling lama penimbangan adalah 15 detik, waktu paling pendek untuk penimbangan adalah 7 detik, perbedaan waktu pelayanantersebut dikarenakan adanya perbedaan berat dan frekuensi . kegiatan penimbangan tidak signifikan memunculkan masalah karena di pelabuhan penyeberangan merak terdapat 2 alat penimbangan sehingga pada waktu tidak sibuk hanya digunakan satualat penimbangan saja dan hanyapada jam sibuk saja2 alat penimbangan digunakan semuanya. Namun demikian dari hasil wawancara atau survei dengan pengemudi kendaraan angkutan barang pernah sekali waktu alat penimbangan ada yang rusak sehinggan mengganggu kelancaran penyeberangan kendaraan angkutan barang ke Pulau Sumatera . Pola Pelayanan Prasarana Pelabuhan ( dermaga ) Versus Armada Kapal Dermaga 1 . Pelayanan : Ramp Side ramp : 73,66 m Ramp bawah dengan MB Panjang : 17,8 m Lebar : 7,8 m Kapasitas : 30 ton Dermaga Panjang Lebar Kedalaman Dolphin Frontal frame Fender Kapasitas : 17,8 m : 70 m : 5,5 m : 10 : 11 : 35 : 3000 Grt . Gangway : 90107 m . Kinerja Pelayanan . Nama Kapal Bobot Kapasitas kendaraan ramp Kapasitas penumpang Waktu bongkar muat : Catlyn : 2846 Grt : 80 kendaraan : 170 orang : 36 menit dari pelaksanaan survei didapat hasil sebagai berikut : Jumlah kendaraan dibongkar pada ramp bawah adalah 80 kendaraan dengan rincian : Sepeda motor : 10 unit Kendaran pribadi : 14 unit Kendaraan barang : 56 unit dengan rincian waktu 7 menit . Jumlah kendaraan naik pada ramp bawah 63 kendaraan dengan rician : Sepeda motor : 7 unit Kendaraan pribadi : 22 unit Kendaraan bus : 3 unit Kendaraan barang : 31 unit dengan rincian waktu 29 menit . Waktu buka dan tutup ramp bawah masing-masing adalah 0,8 menit dengan rincian Buka : 0,4 menit Tutup : 0,4 menit . Jumlah waktu yang dibituhkan mulai kapan masuk sampai dengan kapal sandar kemudian kapal keluar pelabuhan adalah 52 menit. Nama kapal Bobot Kapasitas kendaraan Kapasitas penumpang waktu bongkar muat : Mufidah : 5584 Grt : 110 kedaraan : 530 orang : 36 menit dari pelaksanaan survei didapat hasil sebagai berikut : Jumlah kendaraan dibongkar pada side ramp adalah 48 kendaraan dengan rincian : Sepeda motor : 22 unit Kendaraan pribadi : 22 unit Kendaraan box : 4 unit dengan rincian waktu 4,05 menit dan kendaraan naik melalui side ramp adalah 55 kendaraan dengan rincian Sepeda motor : 8 unit Kendaraan pribadi : 41 unit Kendaraan box : 6 unit dengan rincian waktu 33,52 menit . Jumlah kendaraan dibongkar pada ramp bawah adalah 37 kendaraan dengan rincian : Sepeda motor : 1 unit Kendaraan pribadi : 4 unit Kendaraan bus : 2 unit Kendaraan barang : 30 unit dengan rincian waktu 5,04 menit, sedang kendaraan melalui ramp bawah berjumlah 53 kendaraan dengan Kendaraan bus : 3 unit Kendaraan barang : 50 unit dengan rincian waktu selama 26, 06 menit. Waktu buka tutu ramp atas dan bawah masing-masing adalah 0,8 menit dengan rincian : Buka : 0,4 menit Tutup : 0,4 menit . Jumlah waktu yang dibutuhkan mulai kapal masuk sampai dengan kapal sandar dan keudian kapal keluar kolam pelabuhan adalah 50,04 menit. Dermaga 3 Pelayanan . Ramp Side ramp : 42,60 m Ramp bawah dengan MB Panjang : 17,82 m Lebar : 7,9 m Kapasitas : 45 ton Dermaga Panjang Lebar Kedalaman Dolphin Front frame Fender Kapasitas . Gangway Kinerja Pelayanan . Nama kapal Bobot : 150 m : 20 m : 6,5 m : 10 buah : 11 : 40 buah : 5000 Grt : 96,20 m : Jatra 1 : 3932 Grt Kapasitas kedaraan : 84 kendaraan Kapasitas penumpang : 463 orang waktu bongkar muat : 36 menit Dari pelaksanaan survei didapat hasil sebagai berikut : Jumlah kendaraan dibongkar pada side ramp adala 19 kendaraan dengan rincian : Sepeda motor : 2 unit Kendaraan pribadi : 13 unit dengan rician waktu 3,21 menit, sedang kendaraan aik pada side ramp adalah 48 kendaraan dengan rincian : Sepeda motor : 22 unit Kendaraan pribadi : 11 unit Kendaraan bus : 15 unit dengan rincian waktu 25,09 menit. Jumah kendaraan dibongkar pada ramp bawah adalah 25 kendaraan dengan rincian kendaraan : kendaraan barang : 25 unit dengan rincian waktu 5,16 menit, sedangkan kendaraan naik pada ramp bawah adalah 26 kendaraan dengan rincian : kendaraan angkutan barang 26 unit selama 33 menit. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk masuk sampai dengan sandar kemudian kapal keluar pelabuhan adalah 40 menit. Nama kapal : Duta Banten Bobot kapal : 8011 Grt Kapasitas kendaraan campuran : 129 kendaraan Kapasitas penumpang : 502 penumpang PENILAIAN KiNERJA DI DERMAGA TERKAIT PELAYANAN KAPAL RO-RO ( MASUK Ae SANDAR Ae KELUAR ) Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang Penimbangan kendaraan angkutan barang yang berjumlah 2 buah alat penimbangan sudah cukup memadai hanya saja ynag perlu diwaspadai adalah pada saat waktu sibuk penimbangan tersebut harus dalam keadaan baik, karena apabila terjadi gangguan akan menimbulkan kemacetan. Sehingga alat penimbangan harus dirawat sesuai dengan ketentuan yang dijelaskan dalam kertu perawatan alat Sedang untuk pelaksanaan penimbangan waktu yang dibutuhkan untuk penimbangan sangat baik yakni rata-rata sekitar 10,5 detik dengan waktu terpendek 7 detik dan waktu terlama 15 detik tergantung dari dimensi dan berat kendaraan. Pola Pelayanan kolam pelabuhan versus dermaga dan Armada kapal Dermaga 1 Kapasitas MB : 30 ton Kapasitas dermaga : 3000 Grt Kapasitas port : 60 menit Waktu : 36 menit Dermaga kosong : 10 menit Dermaga kosong eksisting : 12 menit Dari pelaksanaan survei didapat hasil sebagai berikut : Nama kapal : Catlyn Bobot : 2840 Grt Kapasitas kendaraan campuran : 80 kendaraan Kapasitas penumpang : 917 orang . Side ramp tidak ada bongkar muat . Ramp bawah Kendaraan dibongkar : 80 kendaraan Waktu bongkar : 7 menit Kendaraan muat : 63 kendaraan Waktu muat : 31 menit Kendaraan muat max : 80 kendaraan Perkiraan waktu : 63 x 80 = 39 menit > 36 menit utilisasi dengan rincian sebagai berikut : Waktu yang dibutuhkan untuk bongkar muat 31 7 = 38 menit BELUM TERMASUK PENGURUSAN DOKUMEN PELAYARAN . Waktu kapal sandar sampai dengan berangkat 52 menit * DOKUMEN PELAYARAN LENGKAP . Waktu total yang dibutuhkan dari kapal masuk sampai kapal keluar 12 52 12 = 76 menit > 60 menit Dermaga 3 Kapasitas MB Kapasitas dermaga Portline Waktu bongkar muat Dermaga kosong Dermaga kosong eksisting : 45 ton : 5000 Grt : 60 menit : 36 menit : 10 menit : 12,56 menit Dari pelaksanaan survei didapat hasil sebagai berikut : Nama kapal : Jatra 1 Bobot : 3932 Grt Kapasitas kendaraan campuran : 84 kendaraan Kapasitas penumpang : 460 orang utilisasi dengan rincian sebagai berikut : Side ramp Kendaraan dibongkar : 19 kendaraan Waktu : 3,21 menit Kendaraan muat : 48 kendaraan Waktu : 25,09 menit . Ramp bawah Kendaraan dibongkar : 25 kendaraan Waktu : 5,16 menit Kendaraan muat : 26 kendaraan Waktu : 33 menit Jika kendaraan muat max : 36 kendaraan Perkiraan waktu : 26 x 36 = 45,69 menit utilisasi waktu sebagai berikut : Waktu eksisting bongkar muat = 38,16 menit . Waktu perkiraan maximum ,85sehingga39,85 menit > 36 menit . Waktu kapal sandar sampai dengan berangkat 40 C DOKUMEN PEELAYARAN LENGKAP waktu total yang dibutuhkan = 12 40 12 = 64 > 60 . Waktu maximal jika kendaraan penuh 12 50 12 = 74 > 60 menit perkiraan waktu kapal sandar sampai dengan berangkat 50 menit yakni ditambah pengurusan kapal untuk berangkat A 5 menit DATA PRODUKSI KAPAL ,PENUMPANG DAN KENDARAAN Sampai dengan 2045 Tahun Trip Penumpang Kend. Kend. 729,581 KAPAL RO Ae RO CEPAT 60 knot KESIMPULAN Berdasarkandari hasil analisa maka diperoleh beberapakesimpulan sebagai berikut : Telah dipenuhinya Persyaratan pelayanan penyeberangan untuk kendaraan angkutan barang yaitu denganmenggunakan Kapal jenis Ro-Ro AePax sertapenempatanposisikendaraan yang tepatdantelahsesuaidengan SOP sehinggatidakakan mengakibatkan kurangnya stabilitas dari kapal tersebut, sedangkan pelayanan yang diberikan untuk sandar masihperludipercepat,sementaraituuntukpenimbangankendaraanangk utanbarangsudahdilakukandenganbaikdengan rata-rata penimbangan sdelama10,5 detik. Waktu telama 15 detik dan waktu tercepat 7 detik danbiasanya hal tersebut tergantung dari dimensi dan berat Waktu pelayanan naikdanturunpenumpangdanbarang yang dilakukan di dermaga kurang baik karena waktu bongkar muat masih > 36 menit . aktu tersedi. Seperti kapal Mufidah membutuhkan waktu 37,57 menit. Waktupelayanan dilakukan di dermaga i jugakurang baik karena melebihi waktu yang tersedia 36 menit, seperti kapal jatra 1 membutuhkan waktu 48 menit untuknaikdanturundemikian pula untuk Kapal Duta Banten membutuhkan waktu bongkar muat 47,53 menit sehingga melebihi waktu yang disediakan . Dari 69 kapal yang beroperasi kapal yang berumur paling tua adalah : Tahun Buat Jumlah s/d 2005 Sumber Daya Manusia tersedia untuk melayani operasi kapalbaikdarperusahaanpelayaran dan dariprusahaan PT ASDP di Pelabuhan Merak sudah cukup memadai. Bilamelihatketersediaanseluruhfasilitasbaiksaranadanprasarana TAHUN esar 7 -9 persendandi perkirakanakanmenimbulkanterjadiantrean SARAN Dari kesimpulan tersebut pelayanan di pelabuhan Merak dapat berjalan optimal, maka disarankan agar : Alat penimbangan agar dirawat rutin dan dikontrol secara periodik. Agar pelayanan naikdanturun orang dankendaraanangkutanbarang dapat lebih efektif, maka perlu dilakukan pengelompokan jenis kapal, dankendaraanangkutanbarangdapatlebih tepatdansesuai dengan waktu tersedia yaitu 36 menitdiareadermagasertasesuaidenganwaktu yang Untuk mencegahdanmengantisipasi pertumbuhan kendaraan dandaya akandatang,perlu ditambah dermaga sebanyak 6 dengandayadukung 60 ton dandapatdidaratikapaldenganbobot GRT untukmengantisipasikenaikanjumlahkendaraanangkutanbarangsampai Penyempurnaan dermaga 2,4, dan 5 ,sehingga dermaga mempunyai fasilitas yang lengkap dan memadai dankendaraanangkutanbarang dapat dilakukan dengan cepat. Perlu dilakukan peremajaan danpeningkatanbobotkapal untuk menambahkapasitasangkutselainituPerlu pula dibangun fasilitas Peningkatan keahliandanketrampilansumber daya manusia operator kapaldan pelabuhan , serta penambahan SDM profesional untuk mengimbangi peningkatanpelayanan fasilitas sarana dan prasarana di masa datangyaknisampaidengantahun 2045 DAFTAR PUSTAKA