ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 2, 29 November 2022 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENYULUHAN DALAM DIFUSI INFORMASI PEKARANGAN PANGAN LESTARI SEBAGAI UPAYA ANTISIPASI KRISIS PANGAN Effectiveness of Using Extension Media in Information Diffusion of Sustainable Food Courts as an Effort to Anticipate the Food Crisis Dela Fitria Nurdiantini1*. M Ravi Al Qifary1 Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Jurusan Pertanian. Polbangtan Bogor *E-mail: dela. fitria05@gmail. ABSTRACT The Covid-19 pandemic outbreak has an impact on the global food crisis which threatens countries in the world. In Indonesia, food availability is important to maintain national economic stability. The success of extension activities will not be separated from the influence of extension media. today's digital era, extension media has developed a lot. The effectiveness of the use of extension media in accelerating the dissemination of information needs to be known to be used as a recommendation for agricultural extension workers in choosing the right media. This study aims to determine the level of effectiveness of extension media in the diffusion of P2L information, so that it can be identified which types of media are effective in carrying out extension activities. This research uses descriptive analysis method and data processing using multiple linear regression. The research variables used were printed, projected, and audio-visual extension media, as well as effectiveness. The results showed that the effect of agricultural extension media on the level of effectiveness of agricultural extension in P2L information diffusion was 61. Variables that have a one-way contribution are printed extension media of 0. and audio-visual of 1. Meanwhile, the variable that has a non- unidirectional contribution is the projected extension media of -0. Referring to the results obtained, it can be concluded that the most effective agricultural extension media in P2L information diffusion is audio-visual. Thus extension workers should optimize the use of audio- visual media in extension activities. Keywords: agricultural extension media, food crisis, information diffusion. P2L. ABSTRAK Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada krisis pangan global yang mengancam negaranegara di dunia. Di Indonesia, ketersediaan pangan menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, sehingga ketahanan pangan perlu ditingkatkan dengan mewujudkan pangan yang berdaulat dan mandiri. Penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian memiliki peran penting dalam diseminasi informasi kepada petani sebagai upaya pencegahan krisis pangan di Indonesia. Keberhasilan kegiatan penyuluhan tidak akan lepas dari pengaruh media penyuluhan. Di era digital saat ini, media penyuluhan telah banyak berkembang. Keefektivan penggunaan media penyuluhan dalam percepatan penyebaran informasi perlu diketahui untuk dijadikan rekomendadi bagi penyuluh pertanian dalam memilih media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan media penyuluhan dalam difusi informasi P2L, sehingga dapat diketahui jenis media yang efektif dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif serta pengolahan data menggunakan regresi linear berganda. Variabel penelitian yang digunakan yaitu media penyuluhan tercetak, terproyeksi, audio visual, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media penyuluhan pertanian terhadap tingkat efektivitas penyuluhan pertanian dalam difusi informasi P2L sebesar 61,3%. Variabel yang memiliki kontribusi searah yaitu media penyuluhan tercetak sebesar 0,043 dan audio-visual sebesar 1,3. Sementara itu, variabel yang memiliki kontribusi tidak searah adalah media penyuluhan terproyeksi sebesar Ae 0,163. Mengacu pada hasil yang diperoleh, dapat diketahui simpulan bahwa media penyuluhan pertanian yang paling efektif dalam difusi informasi P2L adalah audio-visual. Dengan demikian penyuluh sebaiknya mengoptimalkan penggunaan media audio-visual dalam kegiatan penyuluhan. Kata kunci: difusi informasi, media penyuluhan pertanian. P2L, krisis pangan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 PENDAHULUAN Sektor pertanian masih memilki peran penting dalam upaya pembangunan Adanya wabah pandemi COVID19 telah berdampak pada krisis pangan global yang mengancam negara-negara di Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya pembatasan jalur perdagangan oleh negara produsen . kepada negara konsumen . Jika hal ini terjadi dan diikuti negara eksportir makanan lainnya, maka pasokan pangan lintas negara akan terganggu dan dapat menyebabkan krisis pangan di negara importir, salah satunya contohnya adalah Indonesia yang melakukan impor beras dari Vietnam (Khudori, 2. Isu krisis pangan telah dibahas di berbagai forum oleh menteri pertanian maupun presiden. Hal ini tentunya menandakan urgensi krisis pangan yang perlu ditangani sejak dini sehingga Indonesia terhindar dari ancaman Upaya untuk mengatasi krisis pangan salah satunya yaitu diperlukan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas dengan memiliki ciri adanya wirausaha . , berdedikasi, etos kerja yang tinggi, disiplin dan moral yang luhur serta berwawasan global. Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Kegiatan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat terutama kalangan Ibu Rumah Tangga ketahanan pangan keluarga. Dengan demikian terdapat kemandirian pangan di kalangan keluarga yang akan berdampak pada keamanan pangan. Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian tentunya membawa perubahan yang kondusif pada Terdapat dua faktor keberhasilan penyuluhan pertanian yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor atau daya dorong yang timbul dari diri sesorang, sedangkan faktor eksternal yang dimaksud adalah faktor yang usahatani yang timbul dari luar (Fauziah Pada dasarnya petani akan lebih memahami materi yang diberikan penyuluh dengan cara melihat, mendengar dan langsung mengerjakannya dengan cara mempraktekan di lapangan. Penerimaan materi penyuluhan yang diberikan oleh penyuluh kepada sasaran akan berjalan efektif dengan memperhatikan beberapa hal seperti penyampaian, keadaan sasaran, dan Kegiatan informasi dari penyuluh kepada sasaran memerlukan media penyuluhan sebagai perantara sehingga suatu informasi dapat diterima baik oleh sasaran. Media Media penyuluhan hendaknya harus sesuai dengan keadaan petani dan tujuan penyuluhan itu sendiri. Keefektifan media penyuluh pertanian yang penyuluh berikan kepada petani dapat ditandai dengan terjadinya perubahan sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah fenomena sosial, kemudian perubahan lainnya di bidang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media yang paling efektif dalam difusi informasi materi P2L. Mengacu pada penelitian Fauziah 2019, konsep yang digunakan dalam penelitian mengenai efektivitas media penyuluhan terhadap usahatani kelapa sawit menjadi acuan pada penelitian ini. Dengan demikian, akan diperoleh hasil serupa tingkat efektivitas media penyuluhan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 tercetak, terproyeksi, dan audio-visual sebagai media penyuluhan P2L kepada KWT yang dijadikan responden penelitian. METODE PENELITIAN sebanyak 40 sampel dan jumlah tersebut mewakili seluruh sampel yang ada. Metode pengambilan sampel penyuluh yaitu menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara baik dengan pertanyaan tertutup maupun pertanyaan Analisis Deskriptif Kualitatif Analisis deskriptif kualitatif yaitu menguraikan data-data yang diperoleh di lapangan, untuk melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktor-faktor sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis Skala Likerts Summated Rating Scale (LSRS) dan EPIC Model EPIC model dengan skala Likerts Summated Rating Scale (LSRS) dimana setiap pilihan jawaban- jawaban diberi skor. Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat tingkat efektivitas media penyuluhan yang digunakan, maka untuk melihat tingkat efektivitas media dilakukan analisis data dengan menggunakan EPIC model, diadopsi dari Fauziah 2019 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur persepsi, sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial, berdasarkan definisi operasional yang telah ditetapkan oleh peneliti (Akdon 2007 dalam Fauziah 2. Penelitian Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis tepatnya di Desa Ciakar dan Selamanik dan Selamanik. Tempat penelitian dipilih karena daerah tersebut mendapatkan program bantuan P2L dari pemerintah. Untuk merealisasikan kegiatan tersebut tentunya perlu terlebih dahulu dilakukan penyuluhan mengenai P2L sehingga sasaran yaitu KWT dapat memahami halhal yang harus dilaksanakan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel secara sengaja dengan adanya kiteria yaitu KWT yang P2L. Untuk memperkecil ukuran sampel supaya mempermudah pengolahan data, maka sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dimana pengurus kelompok tani seperti ketua, bendahara, dan sekretaris. Sisanya anggota kelompok tani yang aktif dalam kegiatan penyuluhan menggunakan metode random sampling. Total Tabel 1. Variabel dan indikator efektivitas pada EPIC model No. Variabel Indikator Parameter Empathy Afeksi Afeksi : Ketertarikan Kognisi Kognisi : Pendapat Persuation Sikap dan perilaku Perubahan terhadap sikapdan Impact Pengetahuan Peningkatan pengetahuan Communication Kejelasan Tingkat kejelasan Pemahaman Tingkat pemahaman Sumber: Negara 2010 dalam Fauziah 2019 Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Mengacu pada Tabel 1, diketahui EPIC Untuk melakukan pengukuran kategori efektivitas media, dapat dilakukan pengolahan data dikategorikan efektivitas media tersebut. Kategori efektivitas media penyuluhan dapat dilihat pada Tabel 2. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi ganda adalah pengaruh yang didapatkan dari dua atau lebih variabel terikat dengan satu variabel bergantung (Ariyanto et al. 2005: . Regresi berganda adalah pengaruh yang didapatkan dari dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikatnya. Secara umum, model regresi linear berganda melibatkan satu variabel tak bebas danvariabel bebas dinyatakan sebagai berikut: Y = c 1X1 2X2 nXn e Keterangan : Y = Variabel terikat atau response X = Variabel bebas atau predictor c = Konstanta e = Slope atau Koefisien estimate HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Tempat Penelitian Desa Ciakar dan Selamanik merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Provinsi Jawa Barat. Keadaan alam Desa Ciakar dan Selamanik adalah beriklim tropis basah dengan curah hujan rata-rata 152 mm/tahun. Letak wilayah yang berada di kaki Gunung Syawal menjadikan SDA Desa Ciakar dan Selamanik masih lekat dengan alam. Namun, meskipun demikian mata pencaharian penduduk rata-rata adalah merantau ke kota dan hanya sebagian kecil saja penduduk yang menggeluti sektor pertanian. Akibatnya, sektor pertanian di Desa Ciakar dan Selamanik tidak termasuk sektor strategis dalam perekonomian Desa. Petani yang ada di Desa Ciakar dan Selamanik terpokus pada petani padi dan palawija saja, tidak terdapat petani sayuran maupun buah-buahan. Rata-rata petani padi yang ada di Desa Ciakar dan Selamanik adalah petani penggarap lahan desa. Sektor strategis perekonomian desa adalah sektor Terdapat dua tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Ciamis berada di Desa Ciakar dan Selamanik. Fasilitas pendidikan di Desa Ciakar dan Selamanik yaitu terdapat 8 taman kanak- kanak, 6 Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Mengah Pertama (SMP), dan satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Berdasarkan monografi desa, 40% warga desa Ciakar dan Selamanik merupakan lansia, 30% usia produktif, dan 30% anakanak sampai remaja. Sebagian besar penduduk desa yang bergender laki-laki merantau ke kota sehingga kebanyakan penduduk perempuan tinggal sebagai kepala rumah tangga dan mengurus anakanak. Dengan demikian, ibu rumah tangga cocok untuk dijadikan responden penelitian sebagai agen ketahanan pangan keluarga. Karakteristik Pemuda Tani Karakteristik Responden Responden berjumlah 40 orang petani yang merupakan sampel dari 78 orang populasi yang tergabung dalam 4 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Harapan Bangsa. Harapan Mulya Tani. Pakunagara, dan Sumber Makmur. Identitas responden adalah aspek penting dalam sebuah penelitian, mengetahui identitas dari responden maka dapat mendeskripsikan secara umum mengenai kondisi atau keadaan dan kemampuan dalam melakukan usahatani Karakterisitik responden terdiri dari karakteristik internal Hasil pengolahan data karakteristik responden, dapat diamati pada Tabel 4 dan Tabel 5. Mengacu pada Tabel 4, diketahui bahwa responden berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata sebesar 1,90. Hal tersebut dikarenakan petani rata-rata berumur 25-60 tahun namun masih Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 penyuluhan, jumlah sumber informasi, pendidikan terbanyak yaitu SMP dan SMA. Pengalaman usahatani petani rata Ae rata ketersediaan saprodi, ketersediaan sarana yaitu 10-30 tahun yang dikategorikan penyedia media di Kecamatan Cipaku Luas lahan yang dimiliki beragam, dengan pendapatan sebesar Sedangkan keterjangkauan mengakses UMR Provinsi. Mengacu pada Tabel 5, sumber informasi dan daya dukung diketahui bahwa karakteristik eksternal lingkungan di Kecamatan Cipaku termasuk responden termasuk kategori sedang dalam kategori Tinggi. dengan skor rata-rata 1,93. Intensitas Tabel 4. Rekapitulasi Karakteristik Internal Responden Uraian Skor Kategori Umur 1,98 Sedang Tingkat Pendidikan 1,68 Sedang Lama Berusaha Tani Sedang Luas Lahan Sedang Jumlah Tanggungan Tinggi Pendapatan Tinggi Jumlah Skor Rata-rata Skor Sedang Sumber: Data pribadi yang diolah Tabel 5. Rekapitulasi Karakteristik Eksternal Responden Uraian Skor Kategori Intenstitas penyuluhan Sedang Jumlah sumber informasi Sedang Ketepatan Sedang Ketersediaan saprodi Sedang Keterjangkauan Tinggi sumber informasi Ketersediaan Sedang penyedia media Daya dukung lingkungan Tinggi Jumlah Skor Rata-rata Skor Sedang Sumber: Data pribadi yang diolah Tingkat Efektivitas Media Penyuluhan Menurut Mahmudi . , efektivitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi . output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan atau media yang digunakan. Mengacu pada Tabel 6, dapat diketahui bahwa tingkat efektivitas media penyuluhan tercetak berada pada kategori cukup efektif atau dalam skor sebesar 2,99. Media penyuluhan dengan menggunakan media tercetak seperti brosur cukup efektif digunakan dalam melakukan penyuluhan di Desa Ciakar dan Selamanik, hanya saja penglihatan yaitu dimana tulisan dalam brosur ukuran kecil dan kurangnya minat baca petani. Hal tersebut menyebabkan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 rasa empati, persuasi dan komunikasi yang cukup efektif, berdampak pada perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang cukup efektif. Sehingga berimplikasi pada berdampak pada meningkatnya minat dan perilaku petani dalam penerapan P2L dalam upaya antisipasi krisis pangan. Tabel 6. Tingkat efektivitas media penyuluhan tercetak No. Media tercetak Skor Kategori Empathy 2,98 Cukup Efektif Persuation 3,05 Cukup Efektif Impact 3,11 Efektif Communication 2,85 Cukup Efektif Jumlah skor 11,98 Rata-rata skor 2,99 Cukup Efektif Sumber: Data pribadi yang diolah Tabel 7. Tingkat efektivitas media penyuluhan terproyeksi No. Media terproyeksi Skor Kategori Empathy 3,06 Cukup Efektif Persuation 2,97 Cukup Efektif Impact Cukup Efektif Communication 2,88 Cukup Efektif Jumlah skor 11,91 Rata-rata skor 2,97 Cukup Eektif Sumber: Data pribadi yang diolah Mengacu pada Tabel 7, dapat diketahui bahwa tingkat efektivitas media penyuluhan terproyeksi berada pada kategori cukup efektif atau dalam skor sebesar 2,97. Media penyuluhan dengan menggunakan media terproyeksi berupa media digital seperti tayangan power point (PPT) sebagai media yang cukup efektif untuk digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan di Kecamatan Cipaku, hal tersebut dikarenakan ketersediaan sarana penyedia media dan pendukung seperti proyektor yang kadang tidak dapat digunakan secara maksimal untuk praktik penyuluhan setiap desa di Kecamatan Cipaku. Hal tersebut dapat dilihat pada perolehan skor pada setiap indikator yang menunjukkan perolehan yang cukup efektif dalam penerimaan informasi oleh sasaran dalam menunjang minat dan perilaku petani dalam antisipasi krisis pangan melalui penerapan program P2L. Tabel 8. Tingkat efektivitas media penyuluhan audio-visual No. Media audio visual Skor Empathy 3,20 Persuation 3,05 Impact 3,15 Communication 3,01 Jumlah skor 12,41 Rata-rata skor 3,11 Sumber: Data pribadi yang diolah Kategori Efektif Cukup Efektif Efekif Cukup Efektif Efektif Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 Mengacu pada Tabel 8, tingkat efektivitas media penyuluhan audio visual berada pada kategori efektif atau dalam skor sebesar 3,11. Media penyuluhan dengan menggunakan media audio visual berupa penyuluh sebagai media efektif digunakan dalam melakukan penyuluhan di Kecamatan Cipaku, dikarenakan media audio visual dapat Media penyuluhan audio visual dapat merangsang indra yang lebih banyak pada sasaran sehingga tujuan yang ingin disampaikan dapat lebih diterima oleh sasaran. Hal ini dapat dilihat dari penerapan media audio visual berdampak pada beberapa indikator menunjukkan nilai efektif sehingga peluang penerimaan informasi yang disuluhkan dapat lebih diterima agar minat petani sasaran terhadap penerapan P2L dalam rangka antisipasi krisis pangan juga dapat Analisis Pengaruh Media Penyuluhan Terhadap Efektivitas Penyuluhan (EPIC) Media terproyeksi, dan audio-visual terhadap keefektifan difusi informasi P2L kepada responden dapat diketahui dengan melakukan analisis regresi linear berganda menggunakan data hasil kuesioner. Hasil analisis data dapat dilihat dalam Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji SPSS Model Summary b Model Adjusted R Square Square ,794a ,631 ,600 Predictors: (Constan. X1. X2. X3 Dependent Variable: Y1 Std. Error of the Estimate Square Change ,28052 ,631 Sumber: Data pribadi yang diolah Mengacu pada Tabel 9, besarnya nilai regresi yaitu 0,794 yang berarti tingkat pengaruh kuat antara variabel X dan variabel Y. Dijelaskan besarnya presentase pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari pengudratan R. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R. sebesar 0,631 yang berarti pengaruh variabel bebas (X1. X2 dan X. terhadap variabel terikat (Efektivita. adalah sebesar 63,1% sedangkan sisanya yakni 36. dipengaruhi oleh faktor Ae faktor lain diluar variable X. Hasil analisis koefisien regresi berganda dapat dilihat pada Tabel 10. Mengacu pada Tabel 10, dapat diketahui persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini yaitu: (Y = a b1X1 b2X2 b3X. YAo = -0,739 0,043 X1 Ae 0,163 X2 1,335 X3 Interpretasi tersebut yaitu: Nilai konstanta negatif sebesar 0,739 menunjukkan pengaruh negatif variabel independen . aktor internal dan eksterna. Pada penelitian ini yaitu berarti apabila X1. X2, dan X3 sama dengan nol maka efektivitas judul sebesar 0,739 independen mengalami perubahan nilai, maka nilainya akan turut Media tercetak (X. memiliki nilai positif 0,043 artinya memberikan kontribusi positif . terhadap penyuluhan sehingga apabila X2. X3 sama dengan nol maka setiap peningkatan satu satuan X1 akan meningkatkan efektivitas sebesar 0, 043 Media terproyeksi (X. memiliki Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 17 No. 1, 29 Mei 2022 nilai negative 0,163 artinya memberikan konstribusi negative terhadap efektifitas penggunaan media penyuluhan yang artinya jika X1 X3 sama dengan nol maka setiap peningkatan satu satuan X2 sebesar 0,163 Media audio visual (X. memiliki 1,335 . sehingga apabila X1. X2 sama peningkatan satu satuan X3 akan meningkatkan efektivitas sebesar 1,335 Dengan demikian, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh nyata media audio- visual terhadap efektivitas media penyuluhan. Tabel 10. Hasil analisis SPSS Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. -,739 Media tercetak (X. ,043 Meida -,163 terproyeksi(X. Media audio-visual 1,335 (X. Dependent Variable: Efektivitas (Y. Sumber: Data pribadi yang diolah SIMPULAN Media tercetak dan terproyeksi cukup efektif untuk digunakan pada kegiatan difusi informasi. Sementara itu, media audio-visual menjadi media yang efektif untuk digunakan pada kegiatan difusi informasi. Media yang berpngaruh nyata terhadap efektivitas adalah media audio- visual. Dengan demikian diperoleh rekomendasi untuk penyuluh bahwa media audio- visual dapat dijadikan pilihan utama dalam melakukan kegiatan penyuluhan terutama pada kasus difusi informasi kegiatan Pekarangan Pangan Lestari untuk antisipasi krisis pangan. DAFTAR PUSTAKA