Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN PASIEN SEBELUM CABG Ngakan Nyoman Rai Bawa1. Muhamad Adam2*. Elly Nurachmah2. Irvantri Aji Jaya3 Medical Surgical Nursing Specialist. Faculty of Nursing. University of Indonesia Faculty of Nursing. University of Indonesia National Cardiovascular Centre Harapan Kita Hospital. Jakarta e-mail : muhamad. adam31@ui. Artikel Diterima : 7 Juli 2025. Direvisi : 31 Juli 2025. Diterbitkan : 15 Agustus 2025 ABSTRAK Pendahuluan: PJK merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia, yang berkontribusi terhadap 95,68 kematian per 100. 000 penduduk Indonesia. Salah satu cara penanganan penyakit jantung koroner adalah dengan membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain. Sekitar 44 per 100. 000 orang menjalani operasi bypass diseluruh dunia. Pasien yang akan menjalani operasi bypass jantung umumnya mengalami kecemasan. Pada pasien bedah jantung, kecemasan praoperasi juga berhubungan dengan intensitas nyeri pascaoperasi yang lebih tinggi serta peningkatan kebutuhan akan analgesik. Pendekatan psikologis dan komplementer direkomendasikan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan secara holistik, salah satunya dengan terapi relaksasi Benson. Metode: Penerapan ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan pre-test and post-test with control dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah intervensi dan perbandingan antar kelompok dengan nilai p = 0,001. Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia pasien 58 tahun, mayoritas laki-laki, menikah, dan berpendidikan SMA, selaras dengan profil pasien CABG pada studi sebelumnya. Terapi relaksasi Benson terbukti meningkatkan kenyamanan secara signifikan, mendukung temuan serta studi lain yang menunjukkan penurunan kecemasan, tekanan darah, kelelahan, dan risiko delirium. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi non-farmakologis yang mudah diterapkan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca operasi jantung. Kata Kunci: benson. CABG, tingkat kenyamanan Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 22 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Coronary heart disease (CHD) is the second leading cause of death in Indonesia, contributing to 95. 68 deaths per 100,000 Indonesians. One way to treat coronary heart disease is to create a new pathway using healthy blood vessels from other parts of the body. Approximately 44 per 100,000 people undergo bypass surgery worldwide. Patients undergoing heart bypass surgery commonly experience anxiety. In cardiac surgery patients, preoperative anxiety is also associated with higher postoperative pain intensity and an increased need for Psychological and complementary approaches are recommended to reduce anxiety and improve comfort holistically, one of which is Benson relaxation therapy. Method: This study is a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with control group design, involving a total of 40 respondents. Result: The results showed a statistically significant difference before and after the intervention, as well as between groups, with a p-value of 0. Discussion: The study found that patients were predominantly 58 years old, male, married, and high school educated, consistent with previous CABG patient profiles. Benson relaxation therapy significantly improved comfort levels, supporting findings and other studies reporting reductions in anxiety, blood pressure, fatigue, and delirium risk. These results highlight the importance of simple, non-pharmacological interventions to enhance recovery and patient comfort after cardiac surgery. Keywords: benson. CABG, comfort level PENDAHULUAN Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian global, dengan 20,5 juta kasus kematian pada tahun 2021 (Di Cesare. et al. , 2. Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi jenis yang paling umum dan merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia, dengan angka 95,68 per 100. 000 penduduk atau 14,4% dari total kematian. Di negara maju, proporsi kematian akibat penyakit ini menurun, sementara di negara berkembang justru meningkat (Qanitha et al. , 2. Salah satu penanganan penyakit jantung koroner adalah operasi bypass atau coronary artery bypass graft (CABG), yaitu pembuatan jalur baru menggunakan mengembalikan aliran darah ke otot jantung ketika tindakan non-bedah tidak efektif (Johns Hopkins Medicine, 2. Secara global, sekitar 44 dari setiap 100. 000 orang menjalani prosedur ini (Dani et al. , 2. Pasien yang menjalani operasi CABG sering mengalami gangguan kenyamanan sejak pra hingga pascaoperasi. Menjaga kenyamanan menjadi prioritas utama karena nyeri dan ketakutan akan kematian dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikososial pasien (Ustundag & Aslan. Kecemasan praoperatif juga dikaitkan dengan nyeri pascaoperasi yang lebih tinggi dan peningkatan kebutuhan analgesik, seperti morfin (Kashif et al. Pendekatan komplementer, seperti teknik relaksasi Benson, mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan pasien secara holistik (Sonani & Dudhamal, 2. Teknik ini terbukti efektif meningkatkan kenyamanan praoperatif melalui pelepasan endorfin yang Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 23 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index menimbulkan rasa rileks (Sahrakhil et al. Dengan melibatkan keyakinan dan respons relaksasi, teknik ini mudah dipelajari, non-invasif, dan bermanfaat bagi pasien kardiovaskular karena mampu menurunkan denyut nadi, tekanan darah, laju napas, serta beban kerja jantung (Zolfagharzadeh et al. , 2. Terapi relaksasi Benson efektif menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien bedah toraks, menunjukkan manfaat luas dalam konteks pembedahan (Elmetwaly et al. , 2. Pada pasien CABG yang sering mengalami kecemasan dan gangguan tidur praoperatif, seperti yang ditemukan di RSJPD Harapan Kita, teknik ini penting diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan. Pemberian rasa nyaman dapat memperbaiki kondisi mental dan fisik pasien, serta menurunkan biaya perawatan melalui pemulangan yang lebih cepat. Salah digunakan adalah teknik relaksasi, seperti Benson dikombinasikan dengan musik. Penerapan teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum operasi bypass arteri koroner. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan dengan pendekatan quasieksperimen menggunakan desain pre-test and post-test with control group. Observasi dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah intervensi, untuk mengevaluasi efektivitas terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kenyamanan pasien praoperasi CABG di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Total sampel terdiri dari 40 pasien, masing-masing 20 pasien pada kelompok intervensi dan kontrol. Kriteria inklusi mencakup usia >30 tahun, tidak memiliki riwayat operasi jantung terbuka. CABG non-darurat, kesadaran JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 compos mentis, mampu berbahasa Indonesia, tidak memiliki gangguan psikologis, pendengaran, atau kecanduan, serta skor kenyamanan sedang hingga Adapun kriteria eksklusi meliputi penolakan partisipasi dan ketidakstabilan Seluruh memberikan persetujuan melalui informed Instrumen yang digunakan dalam penerapan ini adalah Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ), alat ukur yang valid dan reliabel dengan nilai CronbachAos alpha sebesar 0,81. SGCQ terdiri dari 28 item yang mengukur kenyamanan dalam tiga dimensi: fisik . , lingkungan . , dan mental . , dengan 11 item pernyataan positif dan 17 item pernyataan negatif. Skor menggunakan skala Likert 1Ae6, dari Ausangat tidak setujuAy hingga Ausangat setujuAy, dan kenyamanan responden secara keseluruhan. Intervensi diawali dengan penyiapan alat berupa pemutar MP3, micro-SD, headset, dan foam earbuds. Peserta yang terpilih mengisi formulir demografi dan Kuesioner Kenyamanan Umum Kolcaba secara mandiri. Teknik relaksasi Benson kemudian diajarkan secara individual menggunakan bahasa sederhana. Setelah peserta memahami teknik tersebut, diberikan file audio berisi panduan relaksasi dengan musik instrumental melalui MP3. Pasien diminta mendengarkan audio ini selama 20 menit pada malam dan pagi hari menjelang operasi, terutama setelah mengganggu alur tindakan medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengevaluasi efektivitas terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kenyamanan pasien praoperasi CABG. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel dependen, sedangkan analisis Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 24 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index hubungan antara variabel independen dan Karena data tidak berdistribusi normal, uji yang digunakan dalam kelompok adalah Wilcoxon Signed-Rank Test, dan antar kelompok menggunakan Mann-Whitney U Test (Sundjaja et al. Uji non-parametrik ini sesuai untuk data interval/ratio yang tidak memenuhi asumsi normalitas. Penerapan ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta DP. 03/KEP079/EC039/2025. Formulir ditandatangani oleh calon responden sebelum intervensi dimulai. Selain itu, peneliti juga mengurus izin akses rekam medis serta kontrak waktu pelaksanaan hingga penerapan EBN selesai HASIL Karakteristik Responden. Tabel 1 Distribusi Umur. Jenis Kelamin. Tingkat Pendidikan. Status Bekerja. Skor Kenyamanan pada Kelompok Intervensi dan Kontrol. Mei-Juni 2025 . Mean MinVariabel Median (SD) Max 39Usia (A8. Tingkat Kenyamanan Kelompok (A6. Intervensi Tingkat Kenyamanan Kelompok (A8. Kontrol Berdasarkan tabel 1, usia responden penerapan EBN ini berkisar 58 tahun kenyamanan responden pada kelompok intervensi berkisar pada skor 102 JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 sedangkan tingkat kenyamanan pasien pada kelompok kontrol berkisar di skor 94. Tabel 2 Distribusi Jenis Kelamin. Tingkat Pendidikan. Pernikahan dan Status Bekerja. Mei-Juni 2025 . Variabel n (%) Jenis Kelamin Laki-laki 33 . Perempuan 7 . Total Tingkat Pendidikan Tidak tamat 1 . SMP SMA Total Pernikahan Belum Menikah 1 . Menikah 39 . Total Pekerjaan Bekerja 30 . Tidak bekerja 10 . Total Berdasarkan Tabel 2, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki . ,5%), berpendidikan SMA . ,5%), berstatus menikah . ,5%), dan bekerja . %). Uji normalitas dilakukan sebelum analisis tingkat kenyamanan pre dan post pada kedua kelompok. Pada kelompok intervensi, nilai p sebesar 0,285 . dan 0,001 . menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Demikian pula pada kelompok kontrol, nilai p sebesar 0,011 . dan 0,025 . juga menunjukkan distribusi tidak normal . < 0,. Oleh karena itu, digunakan uji non-parametrik untuk analisis lebih lanjut. Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 25 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Kelompok Intervensi JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Kelompok Kontrol 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617181920 Pre-Test Post-Test Gambar 1. Grafik Skor Pre-test Post-test Tingkat Kenyamanan pada kelompok Berdasarkan gambar 1. bahwa skor tingkat kenyamanan masingmasing responden pada intervensi sebelum diberikan perlakuan yang berada garis biru, sedangkan setelah diberikan perlakuan pada pada garis oranye, dimana grafik tersebut menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan responden dalam kelompok intervensi meningkat setelah diberikan terapi relaksasi Benson. 9 11 13 15 17 19 Pre-Test Gambar 2. Grafik Skor Pre-test Post-test Tingkat Kenyamanan pada kelompok Berdasarkan Gambar 2, skor tingkat kenyamanan responden pada kelompok kontrol ditunjukkan oleh garis biru . ebelum perlakua. dan garis oranye . esudah perlakua. Grafik menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan signifikan antara kedua waktu pengukuran, yang peningkatan tingkat kenyamanan pada kelompok kontrol. Tabel 3 Hasil Uji Tingkat Kenyamanan Mann-Whitney U Test Pada Kelompok Kontrol dan Intervensi Sum Mannp-value Mean Perlakuan Kelompok Whitney Rank Rank Post Intervensi 28,45 -4,315 Kontrol 12,55 41,000 0,001 Total Selisih Intervensi 29,23 584,50 Kontrol 11,78 235,50 25,500 -4,724 0,001 Total Analisis bivariat pada penerapan ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kenyamanan pasien. Analisis data yang digunakan pada penerapan ini adalah uji statistik non-parametrik yaitu Wilcoxon Signed-Rank Test. Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 26 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 4 Perbandingan Antar Kelompok Intervensi dan Kontrol Wilcoxon Signed-Rank Test Jenis Rata-rata Jumlah Kelompok p-value . -taile. Rank Rank Rank Kontrol Negative 4 7,88 31,50 Positive 14 10,57 158,50 -2,556 0,011 Ties Total Intervensi Negative 0 0,00 0,00 Positive 20 10,50 -3,923 0,001 Ties Total *Bermakna pada < 0,05 Berdasarkan tabel 3. nilai Z = -2,556 dan nilai signifikansi p = 0,011 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan post-test pada kelompok kontrol. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan/bermakna terhadap tingkat kenyamanan responden pada kelompok Sedangkan pada kelompok intervensi nilai Z = -3,923 dan nilai signifikansi p = 0,001 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test pada Sehingga disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan/bermakna terhadap tingkat kenyamanan responden pada kelompok Perbedaan antar kelompok kontrol dan intervensi dilakukan analisis untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi Benson terhadap tingkat kenyamanan Analisis data yang digunakan pada penerapan ini adalah uji statistik nonparametrik yaitu Mann-Whitney U Test. Berdasarkan tabel 4. nilai U = 41. Z = -4,315 dan nilai signifikansi p = 0,001 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai skor post-test pada kelompok kontrol dan intervensi. Sedangkan pada nilai selisih didapatkan nilai U = 25. Z = - 4,724 dan nilai signifikansi p = 0,001 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai selisih pada kelompok Sehingga disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan/bermakna terhadap tingkat kenyamanan responden pada kelompok kontrol dan intervensi. Penerapan Terapi Relaksasi Benson 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1011121314151617181920 Selisih Intervensi Selisih Kontrol Gambar 3. Grafik Skor Selisih Pre dan Post Pada masing-masing Kelompok Berdasarkan Gambar 3, selisih skor menunjukkan bahwa kelompok intervensi . aris bir. mengalami peningkatan skor kenyamanan yang signifikan dan konsisten, sedangkan kelompok kontrol . aris orany. menunjukkan fluktuasi dengan sebagian skor berada di bawah nol, mencerminkan perubahan yang minimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi relaksasi Benson memberikan dampak positif Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 27 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index terhadap peningkatan kenyamanan pada kelompok intervensi, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 58 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, bekerja, dan telah Skor kenyamanan awal pada kelompok intervensi adalah 102, sedangkan pada kelompok kontrol 98. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sharma et al. yang melaporkan rata-rata usia pasien CABG sebesar 58,87 tahun, rentang usia yang rawan mengalami penyakit jantung (Alzahrani et al. , 2. Komposisi jenis kelamin juga didukung oleh Ferreira et . yang melaporkan 68,4% pasien CABG adalah laki-laki. Pendidikan menengah berkorelasi dengan status sosial ekonomi, di mana mayoritas pasien memiliki ekonomi rendah (Khan et al. Status pernikahan memiliki peran penting dalam pemulihan pascaoperasi, sebagaimana ditemukan oleh Alzahrani et . yang menunjukkan bahwa pasien menikah memiliki kualitas hidup lebih baik dan angka mortalitas lebih rendah. Faktorfaktor seperti status pernikahan, memiliki anak, dan tingkat pendapatan juga memengaruhi kenyamanan pasien (Doan et al. , 2. Penurunan kenyamanan umumnya disebabkan oleh persepsi negatif terhadap tubuh, keterbatasan aktivitas, dan gejala yang menetap, yang dapat menghambat pemulihan (Dolu et al. , 2. Oleh karena itu, identifikasi dini serta intervensi psikososial seperti terapi meningkatkan kenyamanan dan luaran klinis pasien. Hasil penerapan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kenyamanan responden sebelum dan JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 sesudah intervensi, baik dalam kelompok intervensi . = 0,. maupun antar kelompok . = 0,. Temuan ini mendukung efektivitas terapi relaksasi Benson dalam meningkatkan kenyamanan pasien praoperasi CABG. Intervensi ini juga telah terbukti secara signifikan meningkatkan kualitas tidur pada pasien kardiovaskular dan dapat diterapkan sebagai terapi komplementer dalam proses pemulihan (Zolfagharzadeh et al. , 2. Pemberian teknik relaksasi Benson selama lima hari, dua kali sehari selama 20 menit, efektif mengurangi kelelahan selama rehabilitasi jantung (Muliantino & Herawati, 2. , serta menurunkan tingkat kecemasan secara bermakna sebelum prosedur kateterisasi jantung (Oktarina et , 2. Selain itu, teknik ini mampu mengurangi skor delirium pada hari pertama dan kedua pascaoperasi CABG, yang kerap terjadi akibat stres prosedur invasif (Golchoubi et al. , 2. Dengan pendekatan non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, terapi relaksasi Benson dapat dijadikan strategi efektif untuk meningkatkan kenyamanan dan mempercepat pemulihan pasien (Elmetwaly et al. , 2. Teknik relaksasi Benson juga terbukti secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik pada pasien CABG dibandingkan dengan aromaterapi lavender (P=0,. Selain tekanan darah sistolik, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada laju pernapasan, denyut nadi, serta skor kecemasan pada kelompok intervensi (Mousavi et al. , 2. Penerapan intervensi relaksasi Benson dalam dua sesi dengan durasi masing-masing 20Ae35 menit sebelum pembedahan juga efektif menurunkan tingkat kecemasan praoperatif, yang ditunjukkan oleh penurunan rata-rata skor HAM-A sebesar 6,5 poin, dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan (Talitha & Relawati, 2. Jurnal Menara Medika Vol 8 No 1 September 2025 | 28 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Penerapan relaksasi Benson secara signifikan memperbaiki kondisi fisiologis pada hampir semua parameter fisiologis, kecuali tekanan darah diastolik pada pasien yang menjalani pembedahan jantung terbuka (Teimouri et al. , 2. Selain itu, kombinasi terapi farmakologi dengan Benson penurunan skala nyeri dada pada pasien Infark Miokard Akut (IMA) (Ali & Soesanto, 2. Teknik relaksasi Benson terbukti secara signifikan mengurangi tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan gagal jantung dengan rerata skor kelelahan sebesar 2,54 A 0,87 (Heif et al. , 2. Relaksasi Benson menstimulasi sistem saraf parasimpatis melalui teknik pernapasan lambat, pikiran yang tenang, dan pengulangan kata. Proses pengulangan kata dalam teknik Benson mengalihkan fokus dari pikiran negatif, menciptakan ketenangan mental dan rasa kendali (Teimouri et al. , 2. Hal ini merupakan aspek penting bagi pasien CABG dalam operasi dimulai. Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan seperti, subjektivitas tingkat kenyamanan sangat dipengaruhi oleh persepsi individu, kondisi emosional, serta konteks sosial dan lingkungan saat pengisian kuesioner. Penggunaan pemutar musik MP3 Player yang diisi dengan terapi relaksasi Benson yang seharusnya dapat memudahkan penelitian namun memiliki kendala yang jika dihidupkan terus menerus akan menyebabkan MP3 Player tersebut mati dan tidak dapat digunakan kembali. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan kenyamanan yang signifikan setelah terapi relaksasi Benson . = 0,. Uji Mann-Whitney U Test juga menunjukkan perbedaan JMM 2025 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 signifikan antar kelompok . = 0,. Terapi relaksasi Benson terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang dapat meningkatkan kenyamanan pasien praoperasi CABG. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme psikofisiologis melalui pengalihan fokus dari pikiran negatif psikologis pasien. Intervensi ini tidak hanya menurunkan kecemasan, tetapi juga memperbaiki parameter fisiologis pasien, mempercepat pemulihan pasien sehingga menciptakan rasa nyaman secara holistik. Oleh karena itu, terapi relaksasi Benson dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif pada pasien preoperasi bedah jantung khususnya yang akan menjalani prosedur CABG. Saran Perawat mengintegrasikan teknik ini dalam praktik, dan hasil ini dapat menjadi dasar penyusunan SPO di ruang bedah jantung. KEPUSTAKAAN