JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. June 2025 Page 266-273 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN DALAM PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SWASTA (STUDI KASUS DI SD ISLAM AL MUTTAQIN) Rifka Febrina1. Nurmaningsih Yani2. Rinto Hutabarat3. Asmendri4 1,2,3,4 UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Indonesia Email: rifkafebrina7@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 January 2025 Final Revised: 11 March 2025 Accepted: 16 April 2025 Published: 13 June 2025 Keywords: Leadership Institution Islam ABSTRAK In Islamic educational institutions, the role of leaders has a very strategic position in realizing the institutional vision. Leadership is a key element that drives the dynamics of an institution or organization. A leader is required to have the ability to anticipate change, manage resources effectively, and direct organizational strategies in realizing the institutional vision, especially in terms of developing institutional quality, improving the quality of human resources, and strengthening competitiveness in various sectors. The quality of leadership significantly affects the direction and achievement of institutional goals. This study aims to explain the characteristics of leadership in the management of private Islamic educational institutions through a case study at SD Islam Al Muttaqin. This study uses a descriptive qualitative approach and case study method. This study explains the characteristics of effective leadership in Islamic educational institutions emphasizing Islamic values such as monotheism. Amanah and responsibility and deliberation. Supporting factors in leadership are communication, work motivation, exemplary behavior and rewardpunishment systems. The results of the study indicate that the success of the institution is greatly influenced by the quality of visionary, fair, and inspiring leadership in managing resources and involving all elements of the school. ABSTRAK Dalam lembaga pendidikan Islam, peran pemimpin memiliki posisi yang sangat strategis dalam mewujudkan visi kelembagaan. Kepemimpinan adalah elemen kunci yang menggerakkan dinamika suatu lembaga atau organisasi. seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengantisipasi perubahan, mengelola sumber daya secara efektif, serta mengarahkan strategi organisasi dalam mewujudkan visi kelembagaan khususnya dalam aspek pengembangan mutu institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan daya saing di berbagai sector. Kualitas kepemimpinan secara signifikan mempengaruhi arah dan pencapaian tujuan institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam swasta melalui studi kasus di SD Islam Al Muttaqin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus. Penelitian ini menjelaskan karakteristik kepemimpinan yang efektif di lembaga pendidikan Islam menekankan pada nilainilai keislaman seperti tauhid. Amanah dan tanggung jawab dan musyawarah. Faktor-faktor pendukung dalam kepemimpinan adalah komunikasi, motivasi kerja, keteladanan dan sistem reward-punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan lembaga sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan yang visioner, adil, dan inspiratif dalam mengelola sumber daya dan melibatkan seluruh elemen sekolah. Kata kunci: Kepemimpinan. Lembaga. Islam. Karakteristik Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana esensial untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengetahuan. Secara ideal, penyelenggaraan pendidikan perlu dirancang secara sistematis dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip etika (Mursal, 2. Pendidikan memegang peranan krusial dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk dalam pengembangan kepemimpinan. Melalui proses pembelajaran dan pelatihan yang terarah, pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk membentuk transformasi sikap dan perilaku, baik pada tingkat individu maupun kolektif, guna mendorong proses pendewasaan dan kematangan sosial (Mesiono & Aziz, 2. Kepemimpinan adalah elemen kunci yang menggerakkan dinamika suatu lembaga atau organisasi. Kualitas kepemimpinan secara signifikan mempengaruhi arah dan pencapaian tujuan institusional. Oleh karena itu, seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengantisipasi perubahan, mengelola sumber daya secara efektif, serta mengarahkan strategi organisasi dalam mewujudkan visi kelembagaan khususnya dalam aspek pengembangan mutu institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan daya saing di berbagai sektor (Nur fadillah, 2. Kepemimpinan yang efektif tercermin dari karakter kepribadian yang mencerminkan sosok pemimpin, serta kemampuan dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber daya lembaga secara adaptif sesuai dengan dinamika perubahan dan tuntutan zaman (Nasikhah et , 2. Kepemimpinan merupakan komponen sentral dalam menentukan keberhasilan proses serta pencapaian tujuan yang telah dirumuskan, terutama dalam organisasi yang sangat bergantung pada efektivitas manajemen dan kepemimpinan untuk memastikan tercapainya target-target strategis (Shofawi & Wiyani, 2. Pemimpin berperan sebagai penggerak utama dalam menciptakan kerjasama yang harmonis di antara seluruh sumber daya yang tersedia, di mana mempengaruhi dan mengarahkan menjadi tugas utama yang harus dijalankan (Islam et al. , 2. Lembaga pendidikan Islam adalah suatu instansi yang berperan sebagai wadah pelaksanaan proses pendidikan yang bertujuan membentuk perubahan perilaku individu ke arah yang lebih baik melalui internalisasi nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Lembaga pendidikan Islam berfungsi sebagai institusi tempat berlangsungnya proses pendidikan yang terarah, dengan tujuan untuk mentransformasi perilaku individu menuju ke arah yang lebih baik melalui bimbingan nilai-nilai ajaran Islam(Aynun Nurul Ulufah et al. , 2. Pendidikan Islam bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga untuk membentuk jiwa dan karakter individu sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah (Manzil & Muttaqin, 2. Pendidikan Islam memerlukan kepemimpinan yang tangguh dan berwawasan luas agar dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam peningkatan kualitas pendidikan (Alfarizi & Haris, 2. Dalam lembaga pendidikan Islam, peran pemimpin memiliki posisi yang sangat strategis dalam mewujudkan visi kelembagaan. Hal ini mencakup pengembangan mutu institusi secara berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan daya saing lembaga di berbagai bidang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Pemimpin yang visioner diharapkan dapat mengarahkan lembaga menuju pencapaian tujuan yang lebih tinggi melalui pengelolaan yang efisien dan efektif, sambil tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip ajaran Islam yang menekankan pada keadilan, integritas, dan kesejahteraan umat (Nur fadillah, 2. Terdapat tiga jenis lembaga pendidikan Islam, yaitu lembaga pendidikan Islam formal, lembaga pendidikan Islam non-formal, dan lembaga pendidikan Islam informal. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. Lembaga pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang, yang meliputi pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara itu, lembaga pendidikan Islam non-formal merujuk pada jalur pendidikan di luar sistem pendidikan formal yang tetap diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang. Lembaga pendidikan non-formal ini ditujukan bagi individu yang tidak dapat mengikuti atau menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam sistem pendidikan formal. Sedangkan lembaga pendidikan Islam informal lebih berfokus pada pengajaran yang terjadi dalam konteks keluarga dan Masyarakat (Bafadhol, 2. Lembaga pendidikan dasar merupakan wadah yang sangat penting dalam membentuk karakter, mendidik, dan membimbing peserta didik sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sehingga penting untuk adanya perbaikan kualitas Pendidikan. Kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan dasar merupakan rangkaian kegiatan manajemen sebuah lembaga pendidikan yang dapat berfungsi dan berjalan normatif dalam menentukan arah pencapaian tujuan sebuah lembaga Pendidikan dasar/SD swasta (Muda, 2. Kepemimpinan yang efektif dari seorang pemimpin yang berkualitas akan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota organisasi. Dalam konteks pendidikan, pemimpin di lingkungan sekolah, yaitu kepala sekolah, memegang peranan penting. Apabila kepala sekolah menunjukkan kepemimpinan yang baik, maka para guru, staf, dan tenaga kependidikan lainnya cenderung akan memberikan kontribusi yang positif pula (Rohman. Salah satu lembaga Pendidikan islam pada jenjang Pendidikan dasar yang berkembang pesat di Kota Sawahlunto yaitu SD Islam Al muttaqin. Sekolah ini masih tergolong sekolah baru yang berdiri pada tahun 2019 dan hari ini sudah memiliki siswa lebih dari 250 orang siswa dengan penambahan siswa yang signifikan setiap tahunnya. Keberhasilan suatu Lembaga tidak terlepas dari peran pemimpin yang baik dan efektif. Oleh karena itu, peneliti akan membahas mengenai kepemimpinan dalam pengelolaan Lembaga Pendidikan swasta di SD Islam Al Muttaqin. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengaplikasikan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai metode utama. Menurut Creswell, tujuan utama dari metode kualitatif adalah untuk mendalami fenomena yang menjadi fokus kajian dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi dengan rinci aspek-aspek kualitatif dari fenomena yang diteliti (Raco, 2. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus difokuskan pada upaya memperoleh pemahaman secara mendalam terhadap suatu peristiwa melalui serangkaian proses ilmiah yang dilakukan secara rinci dan sistematis. Peristiwa yang dikaji dalam studi kasus bersifat aktual, faktual, dan sedang terjadi pada saat penelitian dilakukan (Desi Puspitasari et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam terhadap masalah yang diteliti dalam konteks waktu dan situasi yang spesifik. Penelitian ini dilakukan secara alami dan objektif, tanpa adanya intervensi manipulatif, dengan pengumpulan data yang sebagian besar bersifat kualitatif. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan untuk menggali dan memperoleh data yang lebih akurat terkait dengan topik yang diteliti. Pendekatan deskriptif diterapkan dalam penelitian ini, yang melibatkan serangkaian langkah pengumpulan, analisis, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan yang relevan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. Pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan dan mengelola Lembaga Pendidikan islam di SD Islam Al Muttaqin HASIL DAN PEMBAHASAN Kepemimpinan dalam Pengelolaan Lembaga Islam Beragam definisi mengenai pemimpin telah dikemukakan oleh para ahli dalam berbagai literatur. Salah satu definisi yang menarik perhatian penulis menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi serta memotivasi individu yang dipimpinnya guna mencapai visi tertentu secara efektif (Manzil & Muttaqin, 2. Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, peran kepala sekolah sebagai pemimpin memegang peranan yang sangat krusial (Sirojuddin, 2. Kepala sekolah berfungsi untuk memengaruhi kinerja guru dengan harapan seluruh tenaga pendidik dapat bekerja secara optimal, penuh semangat, dan dilandasi keikhlasan (Tazkiah et al. , 2. Peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin sangat penting dalam mendorong tercapainya tujuan lembaga pendidikan secara optimal, efektif dan efisien, baik pada lembaga pendidikan milik pemerintah maupun swasta. Dalam upaya mempertahankan eksistensinya di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang dan penuh dengan persaingan, lembaga pendidikan Islam swasta dituntut untuk mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik. Pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari factor kepemimpinan Lembaga yang baik dan efektif. Lembaga pendidikan yang sangat penting dalam membentuk karakter, mendidik, dan membimbing peserta didik adalah Pendidikan tingkat dasar, khususnya pada saat ini Lembaga yang menunjukkan perkembangan pesat adalah Lembaga Pendidikan swasta. SD Islam Al Muttaqin adalah salah satu Lembaga Pendidikan dasar swasta yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dibawah naungan Yayasan Nur El Falah. Efektivitas kepemimpinan seorang kepala sekolah tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan ditentukan oleh kapasitasnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan sekolah. Karakteristik Kepemimpinan Pendidikan Islam Karakteristik pemimpin dalam pendidikan Islam pada dasarnya memiliki kesamaan dengan karakteristik kepemimpinan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan secara umum, sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. Namun demikian, dalam konteks kepemimpinan pendidikan Islam. Nabi Muhammad SAW merupakan figur teladan utama yang menjadi rujukan bagi para pemimpin. Beliau dikenal sebagai sosok yang menegakkan keadilan dan kejujuran, serta memimpin tidak hanya melalui ucapan, melainkan juga melalui perbuatan dan keteladanan nyata. Konsistensi antara ucapan dan tindakan beliau menjadi ciri khas utama dalam gaya kepemimpinannya (Manzil & Muttaqin, 2. Kepemimpinan dalam konteks pendidikan Islam memiliki ciri khas tersendiri yang secara kuat dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah. Beberapa karakteristik yang menonjol dalam kepemimpinan pendidikan Islam antara lain adalah : Berlandaskan Tauhid Kepemimpinan dalam Islam berakar pada prinsip tauhid, yaitu keyakinan terhadap keesaan Allah SWT. Seluruh kebijakan dan aktivitas kepemimpinan harus diarahkan untuk memperoleh keridaan Allah serta dijalankan sesuai dengan ketentuan syariat. Di SD Islam Al Muttaqin prinsip tauhid ini tergambar dalam visi sekolah yang menjadikan peserta didik Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. sebagai generasi Muttaqin, artinya yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akidah dan tauhid yang benar. Dalam pendidikan Islam, kepemimpinan dipandang sebagai amanah besar yang mengandung tanggung jawab ganda. Yaitu Amanah kepada masyarakat dan institusi pendidikan, serta kepada Allah SWT. Kepala Sekolah SD Islam Al Muttaqin menyadari bahwa tugas dan tanggung jawabnya merupakan Amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada sekolah, sehingga sekolah selalu berupaya memberikan inovasi pembelajaran terbaik kepada peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya program tambahan untuk memudahkan peserta didik yang kesulitan dalam pembelajaran seperti intensif dan bimbingan belajar. Menegakkan Keadilan Pemimpin dalam pendidikan Islam harus mampu menunjukkan sikap adil dalam setiap tindakan, baik dalam proses pengambilan keputusan, pembagian sumber daya, maupun dalam interaksi dengan peserta didik dan tenaga pendidik. Kepala Sekolah SD Islam Al Muttaqin menerapkan sistem keadilan kepada seluruh warga sekolah dibuktikan dengan kebijakan yang berlaku sama untuk guru, staf maupun peserta didik. Guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan kapasitasnya masing masing dan peserta didik seluruhnya juga mendapatkan kewajiban dan hak yang sama dalam mengikuti pembelajaran di sekolah. Musyawarah Prinsip musyawarah merupakan elemen penting dalam praktik kepemimpinan Islam. Dalam konteks pendidikan, setiap keputusan strategis seharusnya melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti guru, siswa, dan orang tua. Dengan adanya dialog dan partisipasi bersama, diharapkan keputusan yang diambil lebih bijaksana, transparan, dan dapat diterima oleh semua pihak. Dalam hal pengambilan Keputusan. Kepala Sekolah SD Islam Al Muttaqin selalu bermusyawarah dengan pihak terkait. Guru dan staf SD Islam Al Muttaqin diberikan hak untuk mengemukakan pendapat dalam rapat bersama, begitu juga dengan wali murid juga dilibatkan dalam rapat, sebagai contoh rapat penyusunan RKAS. Faktor Pendukung Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Kepemimpinan dalam pengelolaan lembaga pendidikan dasar atau sekolah dasar (SD) swasta merupakan bagian integral dari aktivitas manajerial yang memungkinkan institusi pendidikan berfungsi secara normatif dalam menetapkan arah pencapaian tujuan organisasi. Terdapat tiga faktor utama yang mendukung efektivitas pelaksanaan peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam lembaga pendidikan dasar/SD swasta, antara lain meliputi(Muda, 2. Komunikasi Dalam suatu lembaga pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah dasar (SD) swasta, aktivitas komunikasi merupakan proses penyampaian informasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah atau swasta, masyarakat, guru, pengurus dan anggota komite sekolah, serta orang tua peserta didik. Komunikasi yang dijalankan oleh Kepala Sekolah mencakup pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam menyampaikan serta menerima informasi terkait kebijakan, regulasi, dan keputusan Komunikasi ini memiliki peran strategis dalam kepemimpinan untuk mendukung pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan pada lembaga pendidikan dasar/SD swasta (Muda, 2. Kepala Sekolah SD Islam Al Muttaqin selalu menyampaikan dan menekankan kepada Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. guru dan staf bahwa komunikasi yang baik merupakan skill prioritas yang harus dimiliki oleh seorang guru. Sebagai contoh guru kelas harus melaporkan keadaan siswa secara berkala kepada orang tua agar orang tua dapat memahami sejauh mana perkembangan siswa di sekolah. Penyampaian secara berkala ini merupakan salah satu komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua. Motivasi Kerja Kepemimpinan tidak dapat dijalankan secara individual tanpa adanya kerja sama dari para pengikut serta perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Motivasi berperan sebagai pendorong utama dalam melaksanakan tugas atau aktivitas guna mencapai tujuan Seseorang yang memiliki tingkat motivasi tinggi umumnya menunjukkan kecenderungan untuk bekerja lebih cepat, lebih produktif, dan mampu menyelesaikan tugas secara konsisten dan berkelanjutan(Nasikhah et al. , 2. Kepala sekolah seharusnya memiliki motivasi dan hasrat untuk berprestasi yang berasal dari dalam diri menunjukkan bahwa seorang pemimpin didorong oleh keinginan yang kuat untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab secara optimal (Supriani et al. , 2. SD Islam Al Muttaqin memiliki satu jadwal setiap minggunya untuk berdiskusi bersama kepala sekolah membahas mengenai aktivitas pembelajaran di sekolah termasuk hal hal yang mungkin menjadi masalah yang dihadapi guru. Pada pertemuan ini kepala sekolah selalu memberikan motivasi kepada guru untuk dapat tetap semangat dan tidak menyerah menghadapi masalah yang ada. Pada kasus guru yang mengalami penurunan dalam kinerja, kepala sekolah melakukan pemanggilan kepada guru yang bersangkutan sehingga diketahui penyebab masalah dan diberikan masukan masukan serta motivasi yang baik agar guru dapat memperbaiki kapasitasnya dengan baik. Keteladanan Seorang pemimpin dalam pendidikan Islam dituntut untuk menjadi figur panutan bagi seluruh elemen pendidikan, khususnya bagi peserta didik. Keteladanan yang dimaksud meliputi dimensi moral, etika, dan spiritual, yang tercermin melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan contoh konkret yang layak untuk diteladani (Manzil & Muttaqin, 2. Kepala sekolah memiliki batasan-batasan yang harus ada pada seorang pemimpin, seperti kedisiplinan, ketegasan dalam menetapkan kebijakan, serta kemampuan dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada guru, wali murid, hingga masyarakat. Ketika batasan tersebut tercermin secara konsisten dalam tindakan pemimpin, maka para pengikut akan lebih mudah memahami, menilai, dan menyesuaikan perilaku mereka sesuai dengan sikap yang seharusnya ditunjukkan. Di SD Islam Al Muttaqin menegaskan pentingnya kedisiplinan kepada guru dan staf sekolah dibuktikan dengan adanya kebijakan mengenai kedisplinan dalam semua aspek, baik jadwal kedatangan, berpakaian, bersikap kepada siswa dan lain sebagainya. Reward dan punishment Reward atau penghargaan merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh individu maupun pihak tertentu dalam organisasi sebagai pengakuan atas hasil kerja atau pencapaian yang telah diraih. Bentuk penghargaan ini dapat bersifat materiil maupun non-materiil, seperti pemberian pujian atau pengakuan secara verbal(Nawai, 2. Adapun hukuman merupakan bentuk sanksi atau konsekuensi yang bersifat mengikat, yang diberikan dengan tujuan untuk mendorong perbaikan perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan aturan. Kepala Sekolah SD Islam Al Muttaqin telah menerapkan sistem Reward dan punishment yang juga dituangkan dalam peraturan sekolah. Salah satu contoh adalah guru Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Karakteristik Kepemimpinan Dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam Swasta (Studi Kasus Di SD Islam Al Muttaqi. yang berprestasi diberikan hadiah setiap tahunnya sesuai dengan jenis prestasinya. Ada yang diberikan penghargaan Guru Terfavorit. Guru Terdisiplin. Guru Paling Kreatif dan penghargaan lainnya. Hadiah dapat berupa penambahan gaji pokok, uang, dan barang. Selain reward, kepala sekolah juga menetapkan punishment dalam pelanggaran tata tertib. Sebagai contoh, guru yang tidak disiplin diberikan hukuman pengurangan gaji pokok dan berbagai konsekuensi lainnya. KESIMPULAN Kepemimpinan yang diterapkan di SD Islam Al Muttaqin menunjukkan karakteristik khas kepemimpinan dalam pendidikan Islam yang mencerminkan nilai-nilai tauhid, keadilan, musyawarah, dan keteladanan. Kepala sekolah memegang peran strategis dalam mengarahkan kebijakan sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap kebijakan dan kegiatan pendidikan. Pendekatan ini menjadikan lembaga lebih berdaya saing, bermutu, dan mendapat kepercayaan masyarakat, sebagaimana dibuktikan dengan peningkatan jumlah siswa dan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah juga diperkuat oleh kemampuan dalam membangun komunikasi yang terbuka, memberikan motivasi kerja, keteladanan serta penerapan sistem reward and punishment. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan profesional, serta mendorong peningkatan kinerja seluruh komponen sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan Islam swasta yang berkelanjutan. REFERENSI