Al-Madrasah: JurnalIlmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. 1, 2026 DOI 10. 35931/am. P-ISSN: 2620-5807. E-ISSN: 2620-7184 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 CINGKARIANG KECAMATAN BANUHAMPU KABUPATEN AGAM Nadra Yanti Universitas Adzkia nadrayanti79@guru. Weni Yulastri Universitas Adzkia weniyulastri@adzkia. Ismira Universitas Adzkia ismira@adzkia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Cingkariang. Kecamatan Banuhampu. Kabupaten Agam. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai karakter diterapkan dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang dilakukan secara terintegrasi melalui tiga pilar utama: . integrasi dalam kurikulum, di mana nilai-nilai seperti religius, jujur, disiplin, dan tanggung jawab disisipkan dalam setiap mata pelajaran. pembiasaan rutin, seperti kegiatan upacara bendera, salat berjamaah, dan piket kebersihan. keteladanan guru, yang berperan sebagai model perilaku bagi siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dalam pembelajaran dan kurangnya partisipasi orang tua dalam mendukung program Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Implementasi. Sekolah Dasar Abstract This research aims to examine and describe the implementation of character education at State Elementary School (SDN) 03 Cingkariang. Banuhampu District. Agam Regency. The main focus of this research is to analyze how character values are applied in the learning process, extracurricular activities, and school The research method used is a case study with a qualitative approach. Data was collected through in-depth interviews with school principals, teachers and students, as well as participatory observation and analysis of related documents. The research results show that the implementation of character education at SDN 03 Cingkariang is carried out in an integrated manner through three main pillars: . integration in the curriculum, where values such as religion, honesty, discipline and responsibility are inserted in each . routine habits, such as flag ceremonies, congregational prayers, and cleanliness pickets. the teacher's role model, which acts as a model of behavior for students. However, this research also identified several challenges, such as limited time for learning and lack of parent participation in supporting school programs. Keywords: Character Education. Implementation. Elementary School Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam A Author. 2026 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki moral, etika, serta sikap yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan sosial. Pendidikan karakter diartikan sebagai kekuatan yang mampu mengembangkan karakter mulia . ood characte. kepada siswa dengan mempraktikkan dalam kehidupan seharihari. 1 Pendapat yang sama menjelaskan bahwa pendidikan karakter dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara holistik, baik secara fisik maupun psikis, dengan tujuan mendorong mereka menuju arah peradaban manusia yang lebih baik. Pendidikan karakter merujuk pada proses penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik, yang mencakup komponen-komponen seperti kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen yang kuat untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter itu sendiri adalah upaya yang disengaja untuk menumbuhkan kebajikan yang objektif baik bagi diri sendiri maupun bagi seluruh masyarakat. Urgensi pendidikan karakter sangat tinggi pada keadaan sekarang melihat bagaimana problematika yang ditimbulkan karena krisis dari karakter itu sendiri. 3 Pendidikan karakter bukan hanya tugas seorang anak terhadap dirinya sendiri, namun merupakan tanggung orang dewasa yang berada disekitar anak, baik itu orang tua, guru disekolah maupun masyarakat. 4 Landasan pendidikan karakter di Indonesia dijelaskan dalam Undang-Undang pasal 2 dan 20 Permendikbud tahun 2018 menyatakan bahwa pendidikan karakter memiliki 18 nilai, yaitu agama, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, inovasi, kemandirian, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghormatan untuk mengejar cita-cita, berprestasi, ramah atau komunikatif, cinta damai, suka membaca, perlindungan lingkungan, kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, nilai-nilai karakter semakin tergerus akibat pengaruh budaya luar, informasi yang tidak tersaring, serta perubahan pola interaksi sosial. Fafika Hikmatul Maula. AuModel Pendidikan Karakter QurAoani,Ay JURNAL PENDIDIKAN ISLAM 2, no. Fathimah Fithriyaani. Deddy Yusuf Yudhyarta, and Syarifudin Syarifudin. AuPengaruh Pendidikan Karakter terhadap Motivasi Belajar Siswa,Ay Asatiza: Jurnal Pendidikan 2, no. 2 (May 2. , https://doi. org/10. 46963/asatiza. Mohammad Kosim. AuUrgensi Pendidikan Karakter,Ay Karsa: Journal of Social and Islamic Culture. February 22, 2012, https://doi. org/10. 19105/karsa. Destriana Saraswati. Pendidkan Karakter Menuju Pembangunan Berkelanjutan (Yogyakarta: Ifada Publishing (Anggota IKAPI), 2. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan adanya peningkatan kasus perilaku menyimpang di kalangan pelajar, seperti meningkatnya kasus perundungan . , kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang tua, serta menurunnya sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter menjadi semakin penting ketika fenomena demoralisasi terjadi secara nyata dan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, bahkan sering muncul di layar televisi. Sejalan dengan hal tersebut, beberapa kasus yang mencuat antara lain pemerkosaan yang dilakukan oleh enam siswa SD terhadap seorang anak di Kabupaten Bogor, pembullyan yang dilakukan anak SD terhadap adik kelasnya di Ambon, dan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak 14 tahun terhadap temannya di AS. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan bersama karena maraknya tindakan yang mencerminkan krisis moral, yang ditandai dengan berbagai bentuk kejahatan, seperti pencurian, perampokan, tawuran, begal, pelecehan seksual, pergaulan bebas, perundungan, korupsi, suap, pembunuhan, dan lain sebagainya. Beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena tersebut adalah karena praktik pendidikan yang cenderung menekankan pada aspek kognitif saja, sedangkan perhatian terhadap aspek soft skills atau non-akademik sebagai unsur utama dalam pendidikan karakter belum dilakukan secara optimal bahkan cenderung diabaikan. 5 Penggunaan gadget yang berdampak pada penyimpangan perilaku. Selain itu pola asuh orang tua juga berpengaruh terhadap karakter anak baik di rumah, sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Sementara itu. Muslich menyatakan bahwa masalah yang juga tengah dihadapi negara Indonesia adalah sistem pendidikan dini yang ada sekarang ini terlalu berorientasi pada pengembangan otak kiri (Kogniti. dan kurang memperhatikan perkembangan otak kanan . fektif, empati, dan ras. 6 Masalah ini terjadi diberbagai tingkatan sekolah, terutama sekolah dasar, mengalami kesulitan dalam menerapkan pendidikan karakter, yang sebagian besar disebabkan oleh faktor guru. Guru memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa, namun sering kali mereka belum mendapatkan pelatihan yang memadai untuk mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran. 7 Keterbatasan waktu dan sumber daya juga menjadi tantangan, mengingat guru di sekolah dasar sering kali harus menangani banyak tugas administratif selain mengajar. Noni Noni. Iis Marsyitah, and Etty Sisdiana. AuPengelolaan Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Soft Skill Siswa,Ay Research and Development Journal of Education 10, no. 2 (October 2. : 739, https://doi. org/10. 30998/rdje. Samsinar. Sitti Fatimah, and Ririn Adrianti. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini (Tulungagung: Akademia Pustaka, 2. Miftahul Jannah. Widia Sari, and Rully Hidayatullah. Karakteristik Dan Etika Profesi Keguruan Di Era Society 5. 0: Kajian Leteratur, 06. No. Damara Triarsuci et al. Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Infrastruktur Sekolah Dasar: Tantangan dan Solusi, 1, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sementara itu, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu pada tanggal 6 Januari 2025, terkait tentang penerapan pendidikan karakter, bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik dan masih terdapat beberapa hambatan seperti minimnya integrasi pendidikan karakter dalam mata pelajaran, lingkungan keluarga dan masyarakat yang kadang-kadang tidak sejalan dengan nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah, fokus yang berlebihan pada aspek akademik, dimana sekolah cenderung lebih fokus pada pencapaian akademik daripada pembentukan karakter, sehingga pendidikan karakter menjadi kurang perioritas, kurangnya pemahaman guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam Walaupun demikian, sebagian peserta didik sudah memiliki karakter yang baik seperti melakukan shalat dzuhur berjamaah, shalat dhuha, tahfiz, membaca salam sebelum masuk kantor guru, dan membantu teman yang kesusahan seperti meminjamkan pensil dan pengarisnya. Namun masih terdapat sebagian peserta didik yang belum memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan seperti, datang terlambat, membuang sampah, suka berbohong atau tidak jujur, suka mengganggu atau menjahili teman yang sedang belajar, rambut panjang/tidak rapi bagi anak laki-laki, kurangnya kerapian dalam memakai seragam sekolah dan sering berkelahi serta mengolok-ngolok nama orang tua dari temannya sehingga timbullah perkelahian diantara mereka. Dengan kata lain, perilaku peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang membutuhkan pembenahan dan pengembangan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Ini dipilih karena penelitian ini akan memfokuskan pada pengamatan aktivitas beberapa kelompok manusia yang berhubungan dengan perubahan perilaku. Penelitian kualitatif merupakan studi yang meneliti suatu kualitas situasi, atau berbagai material, artinya penelitian kualitatiflebih holistik, yang dapat menjelaskan secara kegiatan atau situasi apa yang sedang berlangsung detail tentang perlakuan tertentu, atau menjelaskan tentang sikap atau perilaku orang. Metode yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan studi kasus. Metode ini merupakan metode penelitian yang sangat cocok digunakan jika peneliti ingin mengungkapkan sesuatu yang bertolak dari pertanyaan AubagaimanaAy. AumengapaAy dan AuapaAo atau AuapakahAy. Tujuan penelitian studi kasus adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial, individu. Miza Nina Adlini et al. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka, 2022. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam kelompok, lembaga atau masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu. Sedangkan Subjek dalam penelitian ini merupakan individu yang digunakan sebagai sumber informasi untuk menggambarkan konteks dan kondisi dasar dari penelitian dan yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang isu yang sedang diteliti. Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut seperti informan dipilih karena dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan, atau mungkin sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahiobyek/situasi social yang diteliti. Proses pengumpulan data dilakukan oleh peneliti melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi. Ketiga teknik tersebut diharapkan dapat saling melengkapi dalam memperoleh data yang diperlukan. Observasi merupakan suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau 12 Tujuan dari observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk mengamati semua aspek dari proses pelaksanaan pendidikan karakter, memperhatikan kondisi lingkungan dan situasi awal yang relevan dalam penelitian, serta sejumlah hal lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. Observasi terhadap aktivitas guru meliputi metode pengajaran yang digunakan, interaksi dengan siswa, serta pendekatan yang diterapkan dalam mendidik karakter. Observasi terhadap aktivitas siswa mencakup partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, respon terhadap materi karakter, serta interaksi dengan sesama siswa. Dalam penelitian ini, metode wawancara yang digunakan mencakup dua jenis, yaitu wawancara terbuka dan tertutup. Wawancara terbuka adalah proses interaksi dimana responden secara sadar mengetahui bahwa mereka sedang diwawancarai, dengan peneliti mengajukan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan respons dari mereka. 13 Di sisi lain, wawancara tertutup adalah teknik wawancara dimana responden tidak menyadari bahwa mereka sedang diwawancarai oleh peneliti, dan pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat seperti percakapan santai dan alami. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi agar observasi dan wawancara dapat dipercaya karena adanya studi terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dengan demikian, peneliti berusaha Muhammad Rijal Fadli. Memahami desain metode penelitian kualitatif, 21, no. Tsausand Banafsas Taqiya. Tri Sugiyono, and Aryo Andri Nugroho. AuPeningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Tema 8 Peristiwa Alam melalui Model Kooperatif Tipe STAD di Masa Pandemi Covid-19,Ay Jurnal Paedagogy 8, no. 3 (July 2. , https://doi. org/10. 33394/jp. Ajeng Ayu Sarita And Endah Imawati. Peningkatan Keterampilan Memahami Teks Laporan Hasil Observasi Menggunakan Metode Diskusi Siswa Kelas Vi, 1. No. Lukman Nul Hakim. Ulasan Metodologi Kualitatif: Wawancara Terhadap Elit, 4, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam menggunakan teknik dokumentasi diatas untuk mendapatkan data-data relevan yang terkait langsung dengan subjek yang akan diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kondisi Karakter Siswa SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Berdasarkan hasil penelitian yang ditemui dilapangan, kondisi karakter siswa SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu telah terimplementasi dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan ARD (Satpam Sekola. beliau menyatakan. AuSecara umum, peserta didik di SDN 03 Cingkariang kecamatan Banuhampu memiliki kepribadian yang baik, sopan dan santunAy. (Wawancara tanggal 22 Mei 2. Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang anggota komite SDN 03 Cingkariang, (Ibu Meld. AuPeserta didik di SDN 03 Cingkariang berinteraksi dengan baik dengan teman sekolahnya dan masyarakat sekitar sekolahAy. (Wawancara tanggal 27 Mei 2. Peserta didik menunjukkan perilaku disiplin yang baik dengan menaati seluruh peraturan serta tata tertib. Mereka juga memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap tugas maupun kewajiban yang diberikan oleh guru, seperti mengerjakan pekerjaan rumah. Selain itu, kepercayaan diri peserta didik juga tinggi, baik dalam mengerjakan tugas maupun ujian. Mereka percaya dengan kemampuan mereka sendiri, sehingga dengan demikian mendorong mereka untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Sikap empati terlihat jelas pada diri peserta didik. Mereka menunjukkan kepedulian terhadap perasaan dan kebutuhan temantemannya, sehingga dengan demikian kasus perundungan jarang terjadi. Selain itu, peserta didik sudah mampu menghargai waktu dengan datang tepat waktu ke sekolah, serta menunjukkan rasa hormat kepada guru dengan menaati setiap arahan yang diberikan. Implementasi Pendidikan Karakter oleh Kepala Sekolah Implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang dirancang melalui proses perencanaan yang sistematis dan melibatkan banyak pihak. Kepala sekolah menjelaskan bahwa penyusunan program diaawali dengan menganalisis kebutuhan peserta didik. Dari hasil analisis ini ditetapkan nilai-nilai utama yang harus ditanamkan seperti religius, disiplin, tanggungjawab, peduli dan rasa ingin tahu. Nilai-nilai ini kemudian dijadikan acuan dalam program kerja tahunan kepala sekolah. Menurut penuturan kepala sekolah. Aukami mulai dari melihat kebutuhan siswa. Karakter apa yang paling perlu dikuatkan, lalu kami masukkan kedalam program tahunan Jadi dengan demikian, program ini tidak hanya formalitas, tetapi betul-betul sesuai dengan kondisi peserta didik kamiAy . awancara 5 Mei 2. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Untuk memperkuat implementasi, sekolah juga memiliki kebijakan dan pedoman khusus. Pedoman ini tercermin dalam tata tertib sekolah, budaya 5 S . enyum, salam, sapa, sopan, santu. , kegiatan literasi pagi, serta doa bersama sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Guru berperan penting dalam pelaksanaan program dengan menjadi teladan, membimbing peserta didik, serta memberikan umpan balik yang membangun. Kepala sekolah menyampaikan. AuKalau guru tidak menjadi contoh, maka pendidikan karakter sulit berhasil. Karena peserta didik akan lebih melihat apa yang guru lakukan daripada pa yang guru katakanAy . awancara tanggal 7 Mei Implementasi Pendidikan Karakter oleh Guru Pendidikan karakter pada dasarnya merupakan suatu proses membentuk peserta didik agar memiliki akhlak yang baik, terbiasa melaksanakan perintah Tuhan, memiliki kepekaan sosial, bertanggung jawab, peduli, dapat dipercaya, serta berkepribadian luhur. 14 Sekolah berperan penting sebagai lembaga yang membina dan menanamkan nilai-nilai karakter tersebut. Upaya ini bisa diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas seperti Dalam pelaksanaannya, guru memegang peran yang sangat sentral karena tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk karakter serta mengembangkan potensi siswa. Keberadaan guru di masyarakat sering menjadi teladan dan panutan, sehingga kualitas guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Guru yang profesional diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berkarakter. 15 Sebagai ujung tombak implementasi kurikulum, guru memiliki tanggung jawab besar dalam mengajar, membimbing, melatih, menilai, mengevaluasi, serta menyediakan fasilitas belajar agar tujuan pendidikan karakter dapat tercapai. Namun, sebelum itu guru perlu memahami makna penting dari pendidikan karakter itu Pendidikan karakter dapat dipahami sebagai proses pembelajaran yang menekankan pada pembentukan moral, sikap, dan kepribadian siswa. 16 Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama dengan Ibu Erniza. Pd menyampaikan bahwa. AuPendidikan karakter merupakan proses pembelajaran yang berfokus pada pembentukan serta penguatan sikap yang berhubungan dengan moral dan perilaku peserta didik. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak secara utuh berdasarkan nilai-nilai tertentuAy (Wawancara, 02 juni 2. Sabar Budi Raharjo. AuPendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia,Ay Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 16, no. 3 (May 2. , https://doi. org/10. 24832/jpnk. Roychan Yasin. Urgensi Kompetensi Guru dalam Mencetak Anak Didik yang Unggul dan Berkarakter, 15, no. Binti Maunah. Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter 5, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Lidia Febrina. Pd ia menyampaikan pandangannya bahwa,AuPendidikan karakter adalah fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa. Tanpa karakter yang baik, kemampuan akademik siswa tidak akan bermanfaat secara maksimalAy . awancara, 13 Juni 2. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Ibu Salni. Pd yang menekankan bahwa pendidikan karakter perlu dibiasakan sejak dini agar anak terbiasa berperilaku sopan, disiplin, dan bertanggung jawab. Dalam merencanakan pembelajaran, hampir semua guru menyatakan bahwa mereka selalu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ibu Lidia menuturkan. AuSetiap RPP yang saya buat selalu memuat nilai religius, disiplin, dan kerja sama, karena itu nilai dasar yang paling dibutuhkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Ay Sementara guru lain menambahkan bahwa nilai kejujuran juga selalu menjadi bagian penting dalam perencanaan pembelajaran. Nilai-nilai karakter yang paling sering ditekankan para guru antara lain religius, disiplin, tanggung jawab, jujur, dan kerja sama. Ibu Vivi menjelaskan. AuSaya selalu mengingatkan anakanak untuk memulai pelajaran dengan doa bersama, menjaga ketertiban di kelas, serta menghargai teman dan guru. Ay Terkait penanaman nilai religius, sebagian besar guru menuturkan bahwa mereka membiasakan siswa berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, melaksanakan shalat berjamaah, serta mengikuti kegiatan keagamaan yang diadakan sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Ibu Erniza beliau menyampaikan. AuDengan pembiasaan sederhana seperti doa bersama dan tadarus, anakanak bisa belajar bersyukur dan dekat dengan Tuhan. Ay Untuk memfasilitasi rasa ingin tahu siswa, para guru biasanya memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, memberi kesempatan siswa bertanya, dan mendorong mereka melakukan percobaan atau pengamatan langsung. Ibu Irma menjelaskan. Ausaat ada pelajaran IPA, saya sering mengajak siswa melakukan percobaan sederhana agar mereka belajar mencari tahu Ay Dengan cara ini, rasa ingin tahu siswa tidak hanya diarahkan untuk menjawab pertanyaan guru, tetapi juga untuk mengeksplorasi hal-hal baru disekitar mereka. Keterlibatan guru juga tampak dalam kegiatan ekstrakurikuler, guru memiliki peran yang beragam. Ada guru yang membimbing pramuka, ada yang mendampingi kegiatan olahraga, seni, maupun keagamaan. Tujuannya tidak hanya untuk menyalurkan bakat siswa, tetapi juga menanamkan nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, kemandirian, dan tanggung jawab. Ibu Delvia menuturkan. AuDalam kegiatan pramuka, siswa belajar disiplin, mandiri, serta menghargai teman. Itu semua adalah bagian dari pendidikan karakter. Ay Sebagai contoh, guru yang membina kegiatan seni mengatakan. Auketika anak-anak tampil dalam lomba seni, mereka belajar percaya diri, menghargai proses latihan, dan bekerja sama dalam tim. Itu semua membentuk karakter positif. Ay Guru lain juga menilai bahwa kegiatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam ekstrakurikuler menjadi sarana efektif untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter yang sudah diajarkan di kelas. Dalam mengevaluasi perkembangan karakter siswa, guru biasanya menggunakan observasi, catatan harian, serta komunikasi dengan orang tua. Ibu Salni, menjelaskan bahwa. Ausaya sering berdialog dengan siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari, baik di sekolah maupun di rumah. Ay Jika ada siswa yang menunjukkan perkembangan karakter baik, guru biasanya memberi apresiasi berupa pujian atau penghargaan Sebaliknya, bagi siswa yang masih kurang, guru melakukan pendekatan personal dan Ibu Irma menyebutkan. Ausaya lebih memilih menegur dengan lembut dan memberi arahan daripada menghukum, agar siswa bisa memperbaiki diri dengan kesadaran. Ay Implementasi Pendidikan Karakter oleh Komite Peran komite sekolah dalam mendukung pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang sangat penting, terutama sebagai mitra kepala sekolah, guru, dan masyarakat sekitar. Ibu Melda memandang bahwa. AuLingkungan fisik sekolah sudah cukup mendukung proses pembelajaran, meskipun masih terdapat beberapa hal yang bisa ditingkatkanAy. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Lusi, beliau menyampaikan AuLingkungan sekolah di sini sudah cukup bersih dan tertata, tapi tentu perlu dijaga bersama agar tetap nyaman bagi anak-anak belajar. Ay Hal ini menunjukkan bahwa komite menilai kondisi fisik sekolah cukup memadai, namun membutuhkan partisipasi semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkannya. Dalam interaksi sehari-hari, komite juga sering berhubungan dengan kepala sekolah, guru, maupun siswa. Hubungan tersebut berjalan baik dan penuh kekeluargaan. Ibu Herlin menyatakan. AuKami sering berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru, baik soal kegiatan belajar maupun kegiatan masyarakat. Bahkan anak-anak juga sering menyapa dengan sopan ketika bertemu. Ay. Ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara sekolah dengan komite, yang menjadi fondasi dalam menumbuhkan pendidikan karakter. Implementasi Pendidikan Karakter oleh Peserta Didik Pendidikan karakter tidak hanya diterapkan oleh guru dan kepala sekolah, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan kebiasaan peserta didik sehari-hari. Di SDN 03 Cingkariang, siswa telah menunjukkan berbagai perilaku positif yang mencerminkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Hal ini terlihat dari pembiasaan mereka dalam berdoa, menjaga sikap sopan santun, melaksanakan ibadah, hingga berperan aktif dalam kegiatan Mereka percaya bahwa Tuhan selalu melihat setiap perbuatan, sehingga terdorong untuk selalu berlaku baik dan sopan, baik kepada teman maupun guru. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Nilai disiplin juga tampak kuat dalam keseharian siswa. Mereka berusaha datang ke sekolah tepat waktu, mengenakan seragam sesuai aturan, serta mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah sesuai waktu yang telah ditentukan. Di dalam kelas, mereka mengikuti pelajaran dengan tertib, tidak bermain saat guru menjelaskan, serta meminta izin dengan baik ketika ingin keluar Kebiasaan menjaga kebersihan kelas, melaksanakan tugas piket, dan kembali ke kelas tepat waktu setelah jam istirahat juga menunjukkan adanya pembiasaan disiplin yang sudah berjalan dengan baik. Dalam kehidupan sosial, siswa terbiasa saling membantu, baik dalam hal belajar maupun kehidupan sehari-hari. Mereka mau menolong teman yang mengalami kesulitan, meminjamkan alat tulis, berbagi makanan dengan teman yang tidak membawa bekal, dan ikut menjaga kebersihan sekolah melalui kegiatan kerja bakti. Ketika ada teman yang sedang sedih atau mengalami kegagalan, mereka memberikan semangat dan berusaha membuat temannya merasa Sikap ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial sudah mulai terbentuk di antara siswa. Secara keseluruhan, perilaku siswa di SDN 03 Cingkariang menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diimplementasikan dengan cukup baik. Nilai religius, disiplin, rasa ingin tahu, kepedulian, dan tanggung jawab sudah mulai terbiasa dilakukan, meskipun tentu masih perlu dibina dan ditingkatkan. Kebiasaan sederhana yang mereka jalani setiap hari menjadi pondasi penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter baik, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga ketika mereka berinteraksi di masyarakat. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Intrakurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Pelaksanaan pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang sebagian besar diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler. Artinya, nilai-nilai karakter tidak diajarkan secara terpisah, melainkan dihubungkan dengan mata pelajaran yang diajarkan setiap hari. Guru berusaha menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, serta kejujuran dalam proses pembelajaran, baik melalui materi, metode, maupun sikap sehari-hari di kelas. Dalam praktiknya, guru berperan penting dalam mengaitkan materi pelajaran dengan pembiasaan karakter. Misalnya, ketika mengajarkan PPKn, guru menekankan pentingnya kejujuran dan kedisiplinan sebagai warga sekolah. Salah seorang guru menyampaikan. AuSaya selalu menekankan kepada anak-anak bahwa nilai PPKn tidak hanya dipelajari untuk ujian, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai guru dan menaati aturan sekolah,Ay(Wawancara dengan Ibu Salni, 2. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berhenti pada teori, tetapi ditekankan dalam perilaku nyata. Tidak hanya dalam mata pelajaran tertentu, nilai karakter juga diintegrasikan dalam pembelajaran lain. Seperti dalam pelajaran IPAS,guru mendorong siswa untuk jujur dalam kerja kelompok. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mengatakan. AuSaat anak-anak menuliskan hasil percobaab, saya selalu mengingatkan agar mereka menulis sesuai kenyataan, tidak dibuat-buat. Dari sini saya ingin melatih kejujuran mereka,Ay (Wawancara dengan Ibu Vivi, 2. Dengan cara ini, setiap mata pelajaran dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa. Implementasi pendidikan karakter juga terlihat dari pembiasaan yang dilakukan di kelas, seperti berdoa sebelum belajar, menjaga kebersihan meja, serta menaati aturan saat pelajaran Guru berusaha memberi teladan dengan sikap disiplin, datang tepat waktu, dan memberikan perhatian penuh pada siswa. Seorang guru lain mengungkapkan. AuKami selalu berusaha memberi contoh yang baik, karena anak-anak akan lebih mudah meniru perilaku daripada hanya mendengar nasihat,Ay (Wawancara dengan Ibu Delvia, 2. Dengan demikian, keteladanan guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan pendidikan karakter di Berdasarkan uraian tersebut dapat dilihat bahwa kegiatan intrakurikuler di SDN 03 Cingkariang telah menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai karakter pada siswa. Melalui strategi pembelajaran yang dikaitkan dengan nilai-nilai karakter, keteladanan guru, serta dukungan kepala sekolah, peserta didik tidak hanya belajar ilmu pengetahuan tetapi juga diarahkan untuk memiliki sikap religius, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Kokurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Selain kegiatan intrakurikuler di kelas. SDN 03 Cingkariang juga mengintegrasikan pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler. Kegiatan kokurikuler ini merupakan kegiatan penunjang pelajaran yang biasanya dilakukan di luar jam pelajaran utama, namun masih berkaitan erat dengan materi yang dipelajari siswa. Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Kegiatan kokurikuler di SDN 03 Cingkariang menjadi salah satu sarana penting untuk menanamkan pendidikan karakter di luar pembelajaran inti. Kepala sekolah menegaskan bahwa kokurikuler adalah penghubung antara kegiatan intrakurikuler dengan ekstrakurikuler, sehingga nilai-nilai karakter tetap dapat ditanamkan dalam suasana yang lebih fleksibel. Seperti yang disampaikan kepala sekolah. AuKegiatan kokurikuler, misalnya belajar di luar kelas atau kerja kelompok, kami arahkan untuk melatih kerjasama, kedisiplinan, serta tanggung jawab siswa agar tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga berkarakter dalam kehidupan sehari-hari. Ay Dari berbagai pandangan kepala sekolah, guru, dan siswa, dapat dipahami bahwa kegiatan kokurikuler di SDN 03 Cingkariang bukan sekadar pelengkap pembelajaran, melainkan bagian penting dari proses implementasi pendidikan karakter. Dengan kegiatan yang terencana dan terarah, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menginternalisasi nilai religius, disiplin, peduli lingkungan, tanggung jawab, serta kerjasama dalam kehidupan sehari- Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Salah satu bentuk kegiatan kokurikuler yang rutin dilakukan adalah kegiatan pembiasaan keagamaan, seperti doa bersama, membaca Al-QurAoan sebelum pelajaran dimulai, dan peringatan hari besar agama. Kegiatan ini menumbuhkan sikap religius, rasa syukur, dan kebersamaan di antara siswa. Mereka belajar bahwa kegiatan spiritual bukan hanya dilakukan di rumah atau tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kegiatan ekstrakurikuler di SDN 03 Cingkariang memiliki peran penting dalam mendukung terbentuknya karakter siswa di luar pembelajaran formal. Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi dan wawancara, terlihat bahwa kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, olahraga, dan seni, menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, serta rasa percaya diri. Kepala sekolah menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi juga bagian integral dari pendidikan Ia menyampaikan. AuKami menjadikan ekstrakurikuler sebagai media pembentukan Anak-anak belajar banyak hal yang tidak bisa hanya diajarkan di kelas, seperti disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas. Melalui kegiatan ini mereka bisa mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan sehari-hari. Ay Pernyataan ini menunjukkan bahwa sekolah memberikan perhatian serius pada pembinaan karakter melalui kegiatan non-akademik. Hal yang sama juga ditekankan oleh guru pembina pramuka. Ibu Salni menyatakan. AuDalam pramuka, misalnya, siswa dilatih untuk mematuhi aturan, bekerja dalam kelompok, dan berani memimpin. Pada kegiatan olahraga, mereka belajar menerima kekalahan dengan lapang dada dan tetap menghargai lawan. Nilai karakter seperti ini sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari. AyDalam hal ini dapat kita lihat bahwa guru berperan aktif membimbing siswa agar kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDN 03 Cingkariang berjalan dengan Kepala sekolah, guru, komite, dan siswa sama-sama mengakui bahwa kegiatan ini memberi dampak positif, baik dalam pembiasaan sikap disiplin, kerjasama, tanggung jawab, maupun Dengan dukungan semua pihak, ekstrakurikuler telah menjadi media efektif dalam membangun karakter siswa secara berkelanjutan. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Pembahasan Implementasi Pendidikan Karakter oleh Kepala Sekolah Implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar sangat erat kaitannya dengan peran kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai pemimpin lembaga pendidikan, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi dan manajemen sekolah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada warga sekolah. Di SDN 03 Cingkariang, kepala sekolah memandang pendidikan karakter sebagai fondasi penting bagi pembentukan kepribadian siswa. Menurut beliau, keberhasilan akademik akan lebih bermakna apabila diiringi dengan akhlak mulia, disiplin, serta tanggung jawab yang tertanam kuat sejak Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah menyusun program pendidikan karakter secara terencana dan sistematis. Program tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT). Untuk memperkuat implementasi, kepala sekolah juga mendukung berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, keagamaan, olahraga, dan seni. Menurutnya, kegiatan ini sangat efektif dalam membentuk sikap kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan kepedulian sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan juga menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan media yang tepat untuk internalisasi nilai-nilai karakter karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dalam proses evaluasi, kepala sekolah melibatkan guru dan orang tua untuk memantau perkembangan karakter siswa. Evaluasi dilakukan melalui rapor sikap, catatan anekdot, serta laporan perkembangan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Jika ditemukan siswa yang menunjukkan perkembangan positif, kepala sekolah memberikan penghargaan berupa sertifikat atau apresiasi langsung dalam forum sekolah. Sebaliknya, jika ada siswa yang masih mengalami hambatan, sekolah melakukan pendekatan personal dan bekerja sama dengan orang tua untuk membimbing siswa tersebut. Implementasi ini sejalan dengan teori yang dikemukakan Lickona, bahwa pendidikan karakter efektif dilakukan melalui tiga pilar utama: keteladanan, pembelajaran yang terintegrasi, serta pembiasaan dalam lingkungan sekolah. 17 Hal ini tercermin dalam kepemimpinan kepala sekolah di SDN 03 Cingkariang yang menekankan keteladanan, program terstruktur, serta pembiasaan dalam keseharian siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah dalam implementasi pendidikan karakter sangat strategis. Melalui perencanaan program, keteladanan, supervisi, dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler, serta evaluasi berkelanjutan, kepala sekolah mampu membentuk budaya sekolah yang kondusif bagi pengembangan karakter siswa. Ali Miftakhu Rosyad. Implementasi Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Pembelajaran di Lingkungan Sekolah. Tarbawi 5, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Implementasi Pendidkan Karakter oleh Guru Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah. Di SDN 03 Cingkariang, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, sekaligus fasilitator yang membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyadari bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian integral dari proses pembelajaran, bukan sekadar tambahan. Para guru di SDN 03 Cingkariang memandang pendidikan karakter sebagai pondasi utama dalam membentuk kepribadian anak didik. Mereka percaya bahwa keberhasilan siswa di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh karakter yang kuat seperti disiplin, tanggung jawab, religius, jujur, dan peduli sosial. Pandangan ini sejalan dengan teori Lickona yang menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya sadar untuk membantu siswa memahami, merasakan, dan melakukan nilai-nilai kebajikan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Misalnya, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru menekankan pentingnya nilai kejujuran saat siswa mengerjakan tugas, sedangkan pada pembelajaran IPA guru menanamkan rasa ingin tahu dan sikap kritis melalui kegiatan eksperimen. Hal ini sesuai dengan pendapat Kurniawan yang menyatakan bahwa integrasi nilai karakter dalam RPP merupakan strategi efektif untuk membiasakan siswa menerapkan nilai tersebut dalam setiap kegiatan belajar. Implementasi Pendidikan Karakter oleh Komite Komite sekolah memiliki peran yang tidak kalah penting dalam mendukung implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang. Sebagai mitra sekolah, komite berfungsi membantu kepala sekolah dan guru dalam merancang serta melaksanakan program pendidikan karakter agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. 18 Komite juga menjadi jembatan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua sehingga nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat diperkuat di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, komite sekolah di SDN 03 Cingkariang memandang pendidikan karakter sebagai sebuah investasi jangka panjang yang harus diberikan sejak usia dini. Menurut komite, karakter yang baik merupakan bekal utama anak dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan, terutama di era modern yang penuh dengan perubahan sosial. Pandangan ini sejalan dengan penelitian Suyanto yang menyebutkan bahwa pendidikan karakter merupakan proses pembentukan kepribadian yang berlangsung seumur hidup dan memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat. Abdul Jabar Idharudin. Abdurrahman, and Nurwahida. Peran Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Menuju Indonesia Emas. As-Sulthan Journal Of Education 01, 03 . Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Secara keseluruhan, peran komite di SDN 03 Cingkariang dalam implementasi pendidikan karakter dapat dikatakan cukup signifikan. Melalui dukungan program, fasilitas, serta kerja sama dengan orang tua, komite membantu sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Implementasi Pendidikan Karakter oleh Peserta Didik Peserta didik merupakan aktor utama dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah. Tanpa keterlibatan aktif dari siswa, berbagai program yang telah dirancang oleh guru, kepala sekolah, maupun komite tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Di SDN 03 Cingkariang, penerapan pendidikan karakter terlihat dari perilaku sehari-hari siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Fokus utama implementasi ini mencakup lima nilai karakter, yaitu religius, disiplin, rasa ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab. Pertama, karakter religius tercermin dari pembiasaan siswa dalam berdoa sebelum dan sesudah belajar, membaca doa harian, serta melaksanakan kegiatan keagamaan bersama seperti salat dhuha dan tadarus Al-QurAoan. Kedua, karakter disiplin tampak dari kepatuhan siswa dalam mengikuti aturan sekolah, datang tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, serta mengumpulkan tugas sesuai jadwal. Ketiga, karakter rasa ingin tahu berkembang melalui proses pembelajaran di kelas. Guru di SDN 03 Cingkariang mendorong siswa untuk aktif bertanya, mencari informasi tambahan, serta melakukan percobaan sederhana pada mata pelajaran IPA. Keempat, karakter peduli ditunjukkan siswa melalui sikap saling membantu, berbagi dengan teman, serta ikut serta dalam kegiatan sosial sekolah seperti gotong royong membersihkan lingkungan atau kegiatan bakti sosial di masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, implementasi pendidikan karakter oleh peserta didik di SDN 03 Cingkariang menunjukkan perkembangan yang positif. Nilai religius membentuk spiritualitas siswa, disiplin melatih keteraturan hidup, rasa ingin tahu mendorong berkembangnya kecerdasan, sikap peduli menumbuhkan solidaritas sosial, dan tanggung jawab melatih kemandirian serta Sinergi dari kelima nilai ini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian yang kuat. Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Intrakurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kegiatan intrakurikuler di SDN 03 Cingkariang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter. Proses pembelajaran di kelas menjadi ruang utama di mana guru mengintegrasikan nilai religius, disiplin, rasa ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Pertama, karakter religius diimplementasikan melalui pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, membaca doa harian, serta menanamkan sikap syukur dalam setiap pencapaian Kedua, karakter disiplin terlihat dari bagaimana siswa dilatih untuk mematuhi aturan kelas, mengumpulkan tugas tepat waktu, serta mengikuti jadwal belajar dengan tertib. Ketiga, karakter rasa ingin tahu tumbuh melalui metode pembelajaran yang interaktif. Guru mendorong siswa untuk aktif bertanya, melakukan diskusi kelompok, dan melakukan eksplorasi melalui eksperimen sederhana pada mata pelajaran sains maupun praktik dalam mata pelajaran lain. Keempat, karakter peduli diintegrasikan dalam pembelajaran melalui kerja kelompok, diskusi kelas, dan tugas kolaboratif. Dalam proses ini, siswa belajar untuk saling menghargai pendapat, membantu teman yang kesulitan, serta menjaga kebersamaan di kelas. Kelima, karakter tanggung jawab ditanamkan melalui penugasan individu maupun kelompok, di mana siswa diminta menyelesaikan pekerjaannya secara mandiri dan tepat waktu. Selain itu, tanggung jawab juga diajarkan melalui pembiasaan menjaga kebersihan kelas, merawat alat belajar, serta melaksanakan tugas piket secara teratur. Secara keseluruhan, kegiatan intrakurikuler di SDN 03 Cingkariang menjadi sarana penting untuk membangun karakter siswa secara sistematis. Pembelajaran bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga proses internalisasi nilai yang membentuk kepribadian siswa agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial. Dengan penerapan yang konsisten, nilai religius, disiplin, rasa ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab dapat berkembang secara harmonis dalam diri peserta didik. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Kokurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kegiatan kokurikuler di SDN 03 Cingkariang merupakan salah satu sarana penting dalam mendukung pendidikan karakter siswa. Kegiatan ini menjadi penghubung antara pembelajaran intrakurikuler dengan ekstrakurikuler, sehingga siswa dapat memperdalam pengetahuan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai karakter secara nyata. Fokus utama dalam implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler di sekolah ini adalah penanaman nilai religius, disiplin, rasa ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab. Implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang melalui kegiatan kokurikuler berlangsung secara sistematis. Nilai religius, disiplin, ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga dipraktikkan langsung dalam aktivitas sehari-hari siswa. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler berfungsi sebagai wadah penting dalam membentuk kepribadian siswa yang utuh, baik dalam aspek akademik maupun moral. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang tidak hanya dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler, tetapi juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai wahana pengembangan potensi siswa sekaligus sarana pembentukan nilai-nilai karakter. Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan seperti tahfiz, olimpiade, melukis, membaca puisi, maupun pramuka, peserta didik diarahkan untuk menginternalisasi nilai religius, disiplin, rasa ingin tahu, peduli, dan tanggung jawab. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler ini. SDN 03 Cingkariang mampu menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang tidak hanya mengutamakan aspek akademik, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter yang utuh. Nilai religius tercermin dalam kegiatan tahfiz, disiplin dan rasa ingin tahu tampak dalam olimpiade, kepedulian dan tanggung jawab berkembang dalam seni dan pramuka. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler menjadi pilar penting dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap implementasi pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu, dapat disimpulkan bahwa: . Pendidikan karakter merupakan sebuah sistem pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Implementasi pendidikan karakter di SDN 03 Cingkariang dilakukan melalui perencanaan program, keteladanan, supervisi, dukungan terhadap kegiatan ekstrakurikuler, serta evaluasi berkelanjutan sehingga dengan demikian mampu membentuk budaya sekolah yang kondusif bagi pengembangan karakter siswa. Implementasi pendidikan karakter oleh guru di SDN 03 Cingkariang sudah berjalan secara Melalui perencanaan dalam RPP, pembiasaan di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, hingga evaluasi berkelanjutan, guru berupaya menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi bekal siswa di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai pembentuk karakter yang sesungguhnya. SARAN Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi Pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu tersebut, dapat disarankan hal-hal berikut: . Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Agam agar meningkatkan pelatihan tentang evaluasi Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Nadra Yanti. Weni Yulastri. Ismira: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam pendidikan karakter kepada majelis guru. Kepada guru agar meningkatkan pengetahuan tentang implementasi Pendidikan karakter yang akan ditanamkan kepada peserta didik. Meningkatkan pengetahuan tentang tata cara pengintegrasian Pendidikan karakter ke dalam mata . Kepada orang tua agar bekerja sama dengan pihak sekolah untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta didik dengan mengontrol perilaku anak dan menjaga pergaulan anak. Dalam hal ini, sudah selayaknya pula berbagai pihak yang terlibat dalam implementasi nilai-nilai pendidikan karakter peserta didik, termasuk guru, orang tua dan masyarakat dapat mengoptimalkan pembentukan dan pembinaan karakter peserta didik di sekolah agar melahirkan generasi minangkabau yang memiliki watak dan budi yang luhur. Sesuai dengan cita-cita dan visimisi dari sekolah-sekolah yang ada di SDN 03 Cingkariang Kecamatan Banuhampu. DAFTAR PUSTAKA