Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1April 2020 ISSN: ---------- IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LAUT INDONESIA Moh. Badri Tamam1 Fakultas Teknik. Program Studi Magister Teknik Informatika Universitas AMIKOM Yogyakarta Email: badri. 1178@students. Hozairi2 Fakultas Teknik. Program Studi Teknik Informatika Universitas Islam Madura. Email: dr. hozairi@gmail. ABSTRAK Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17. 504 pulau dan memiliki pantai sepanjang 290 kilometer. Indonesia memiliki 12 . ua bela. lembaga penegak hukum di laut, dua belas lembaga tersebut telah menjalankan tugas dan fungsinya, tetapi belum bersinergy. Sehingga kemanan laut tidak hanya di pengaruhi oleh jumlah lembaga, tetapi di pengaruhi oleh banyahk faktor, yaitu : Faktor politk dan hukum, faktor ekonomi, faktor prtahanan dan keamanan, faktor sosial budaya, faktor lingkungan, faktor teknologi, sehingga Indonesia memerlukan model pengamanan laut untuk menentukan faktor pal-ing berpengaruh terhadap keamanan laut Indonesia dengan menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Untuk perhitungan programnya kami menggunakan web Hasil penelitian : . Pertahanan dan keamanan = 0,40, . Politik dan hukum = 0,22, . Teknologi = 0,14, . Lingkungan = 0,09, . Ekonomi = 0,06, . Sosial budaya = 0,06. Sedangkan untuk kriteria sub factor yang paling berpengaruh terhadap masing masing factor ialah sebagai berikut : . Pertahanan dan kea-manan = Pengeluaran anggaran belanja . , . Politik dan hukum = Pembagian zona teritorial laut . , . Teknologi = Serangan cyber . , . Lingkungan = Kondisi geografis terhadap zona bencana . , . Ekonomi = Pertumbuhan ekonomi Indonesia . , . Sosial budaya = Kesadaran akan budaya maritime . Jadi faktor dan sub faktor yang paling berpengaruh terhadap keamnan laut Indonesia, ialah faktor pertahanan dan keamanan dengan sub faktor pengeluaran ang-garan belanja pertahanan nasional. Kata kunci: Analisis Faktor. AHP ABSTRACT Indonesia is an island nation consisting of 17,504 islands and has 81,290 kilometers of coast. Indonesia has 12 . law enforcement agencies at sea, the twelve institutions have carried out their duties and functions, but have not synergized, so that sea security is not only influenced by the number of institutions, but is influenced by many factors, namely: Political and legal factors, economic factors, security and security factors, socio-cultural factors, environmental factors, technological factors, so that Indonesia needs a marine security model to determine the factors that most influence Indonesian sea security using the Analytical Hierarchy Process (AHP Metho. For program calculations we use web programming. Research results: . Defense and security = 0. Politics and law = 0. 22, . Technology = 0. 14, . Environment = 0. 09, . Economics = 0, 06, . Social culture = 0. The sub-factor criteria that most influence each factor are as follows: . Defense and security = Expenditures . , . Politics and law = Division of zones of sea areas . , . Technology = Cyber Attack . , . Environment = Geographical condition of the disaster zone . , . Economy = Indonesian economic growth . , . Social culture = Maritime cultural awareness . , . So the factors and sub-factors that most influence on Indonesia's sea security are defense and security factors with the national defense expenditure expenditure sub-factor. Keywords: Analisis Faktor. AHP PENDAHULUAN Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1 April 2020 ISSN: --------- Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17. pulau dan memiliki pantai sepanjang 81. 290 kilo-meter. Sebagai negara kepulauan dengan 80% wilayah laut dan 20% wilayah darat, ancaman terhadap kedaulatan dan wilayah Indonesia berada di laut. Presentase ancaman ini menjadi semakin tinggi ka-rena posisi geografis Indonesia berada dalam lalu lintas perdagangan dunia. Setiap hari ratusan kapal, baik kapal dagang maupun militer melintas di perairan Indonesia melalui Sea Lanes of Communi-cation (SLOC) serta Sea Lines of Oil Trade (SLOT). Laut Indonesia memiliki fungsi yang sangat penting bagi NKRI yaitu, laut sebagai media pemersatu bangsa, laut sebagai media perhubungan, laut se-bagai media sumber daya, laut sebagai media per-tahanan dan keamanan, serta laut sebagai media diplomasi. NKRI memiliki 12 . ua bela. lembaga penegak hukum di laut, dari dua belas tersebut ada 6 . lembaga yang memiliki kapal patroli se-bagai alat penegakan hukum di laut dengan cara melaksanakan patroli di laut, yaitu : TNI Angkatan Laut. POLRI. Kementrian Pertahanan. Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kementrian Perhubungan dan Bea Cukai. Selanjutnya ada 6 . lembaga penegak hukum laut lainnya yang tidak memiliki kapal patroli, yaitu: kementrian Luar Negeri dan Dalam Negeri, kementrian Hukum dan HAM. Ke-mentrian Keuangan. Kejaksaan Agung dan Badan Intelijen Negara. Selama ini dua belas lembaga ter-sebut telah menjalankan tugas dan fungsinya, tetapi belum dapat berjalan dengan Hal ini menunjukkan bahwa penegakan hukum, keamanan dan keselamatan di laut yang dilaksanakan oleh satuan-satuan patroli dari berbagai instansi belum mampu optimal karena masingmasing instansi mempunyai kebijakan, sarana-prasarana. SDM yang berbeda-beda, tidak dalam satu sistem yang terintegrasi, serta tidak dalam kesatuan komando dan kendali. Sehingga dapat dimengerti jika dalam pelaksanaan sering terjadi overlapping kewenangan dan friksi antara instansi bahkan ego sektoral dian-tara instansi tersebut. (Hozairi. Buhari. Lumaksono. Tukan, & Alim, 2. Menurut (Nazili Abdul Azis, 2. Selain se-bagai Negara kepulauan. Indonesia juga memiliki karakteristik laut yang cukup unik yang digunakan sebagai alur transportasi Internasional yang didukung oleh posisi geostrategic. Atas keuntungan tersebut Indonesia layak untuk menjadi poros mari-tim dunia. Dengan banyaknya keuntungan yang dimiliki Indonesia tersebut pastilah akan dibarengi oleh masalah yang sama banyaknya pula. Masalah yang timbul diantaranya adalah mengenai masalah keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia. Adapun faktor-faktor yang yang mempengaruhi keamann laut indinesia adalah se-bagai berikut : politik dan hukum, ekonomi, pertahanan dan keamanan, social budaya, lingkungan, teknologi. Posisi strategis yang dimiliki Indonesia ber-peran penting terutama dalam stabilitas bidang ekonomi dan militer, serta adanya kendala tersendiri bagi Indonesia maupun negara-negara di berbagai kawasan untuk memanfaatkan lalu lintas perdagangan melalui laut. Pembangunan Indonesia saat ini telah menuju ke arah orientasi kelautan (Sea Base Oriented Developmen. dengan munculnya poros maritim yang kembali dikembangkan diera pemerintahan saat ini. Kebijakan kemaritiman me-mang tidak diatur terkhusus dalam undang-undang, tetapi termaktub dalam berbagai peraturan perun-dangundangan hal ini menjadikan landasan ke-bijakan kemaritiman, tetapi masih berisifat parsial dan Penegak hukum menjadi salah satu unsur penting dalam menjawab persoalan maritim sehingga perlu adanya regulasi yang kuat guna mengakomodir penegak hukum laut dalam melaksanakan pertahanan dan keamanan negara. Penegak hukum laut dengan kewenangan masingmasing instansi tersebut dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan nasional maupun hukum internasional untuk menjaga dan menga-mankan perairan yurisdiksi nasional diperlukan kewenangan lembaga pemerintah yang dilandasi pada aspek legalitas hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Meningkatnya ancaman non-tradisional yang berasal dari dalam Negara . maupun luar negara . , khususnya melalui jalur laut In-donesia, menuntut Indonesia lebih berperan aktif dalam patroli pengawasan, pencegahan dan penga-manan dari berbagai bentuk potensi konflik seperti pelanggaran wilayah . llegal entr. IUU Fishing (Illegal Unregulated Unreported Fishin. , kejahatan lintas negara . ransnational crim. , separatisme dan sengketa wilayah yang berpotensi pada level ancaman terhadap keamanan negara yang berim-plikasi pada tatanan regional maupun internasional. Karena masalah di atas dapat menciptakan an-caman serius yang tidak dapat diabaikan terhadap keamanan ekonomi . conomic securit. , keamanan lingkungan . nvironmental securit. Berbagai Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1April 2020 ISSN: ---------- jenis ancaman tersebut dapat berupa ancaman militer atau sejenisnya, ancaman berdimensi politik, ancaman berdimensi ekonomi, dan juga ancaman yang berdimensi lingkungan hidup. Pembajakan di laut, khususnya terhadap kapal-kapal dagang kita maupun kapal kapal dagang asing yang sedang berlayar di perairan Indone-sia. Penangkapan ikan secara ilegal atau illegal, un-reported and unregulated (IUU) fishing, terutama yang dilakukan oleh nelayan-nelayan as-ing di perairan Indonesia. Sengketa antar negara Indonesia dengan nega-ra-negara lain tentang batas-batas laut, baik ba-tas laut teritorial maupun zona ekonomi ek-sklusif. Penyelundupan narkotika dan bahan-bahan psikotropika melalui laut Penyelundupan manusia atau human traffick-ing melalui laut. Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang baik dalam rangka pengamanan laut Indonesia dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yang disebut Analyti-cal Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode AHP ini akan membantu memecahkan masalah untuk keamanan laut Indonesia. Metode AHP adalah metode yang digunakan untuk menilai tindakan yang dikaitkan dengan perbandingan bobot kepentingan antara faktor serta perbandingan beberapa alternatif pilihan. Metode ini akan memberikan hasil pembobo-tan dari masing-masing alternatif pilihan sesuai dengan banyak kriteria yang ditetapkan. Data-data yang diperlukan dalam metode AHP ada-lah data kriteria yang ada dalam factor-faktor keamanan laut Indonesia. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan metode AHP. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan struktur suatu hirarki, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau Metode ini juga menggabungkan kekuatan, perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensisntesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang di presentasikan pada pertimbangan yang telah Cara kerja AHP ditunjukkan dalam flowchart berikut ini : Gambar 1. Flowchart AHP Berdasarkan Gambar 1, menjelaskan beberapa hal, yaitu: Menentukan tujuan Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1 April 2020 ISSN: --------- Mendefinisikan permasalahan dan menentukan tujuan/pengetahuan yang akan di capai. Menyusun Kriteria dan Subkriteria Penilaian Kriteria dilakukan dengan perbandingan berpasangan. Menurut Saaty . , untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik untuk mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty bisa diukur menggunakan tabel analisis seperti pada Tabel Tabel 1 Perkembangan Analisa Paene 2,4,6,8 Kedua elemen sama pentingnya Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainnya. Elemen yang satu lebih penting dari pada Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari pada Satu elemen mutlak penting dari pada Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan yang Jika aktifitas i mendapat satu angka dibandingkan dengan aktifitas j, maka j memilki nilai kebalikannya dibandingkan dengani. Menyusun Hirarki Menyusun Hirarki Sistem yang kompleks bisa di pahami dengan memecahnya menjadi elemenelemen pendukung, menyusun elemen secara hirarki, dan menggabungkannya atau Melakukan Perhitungan Perbandingan Berpasangan Menyusun matrik perhitungan perbandingan untuk setiap kriteria dan alternative yang telah di Dalam pembuatan keputusan, penting untung mengetahui seberapa baik konsistensi yang ada karena kita tidak menginginkan keputusan berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang rendah. Hal-hal yang perlu di lakukuan dalam langkah ini adalah : Kalikan setiap nilai pada kolom pertama dengan perioritas relative elemen pertama, nilai pada kolom kedua dengan . Jumlahkan setiab baris. Hasil jumlah baris di bagi dengan elemen perioritas relative yang perioritas relative elemen kedua dan seterusnya. Jumlahkan hasil bagi di atas dengan banyaknya elemen yang ada, hasilnya disebut maks. Hitung Consistency Index (CI) dengan rumus : CI = ( maks-. / . Hitung Consistency Ratio dengan rumus : CR = CI / IR. Dimana CR = Consistency Ratio CI = Consistency Index IR = Index Random Consistency . Memerikasa konsistensi rasio. Jika nilainya lebih dari 100% maka penilaian data judgement, harus di perbaiki. Namun jika rasio konsistensi kurang atau sama dengan 0,1 maka hasil perhitungan bias dinyatakan benar. Daftar Index Random Konsistensi (IR) bisa di lihat pada . Memeriksa konsistensi hirarki Jika CR>0,1 maka penilaian comparative judgement harus diperbaiki. Namun jika CRO0,1 maka hasil perhitungan dinyatakan benar. Tabel 2. Hasil Perhitungan Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1April 2020 ISSN: ---------- Ukuran Matriks NilaiIR 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49 1,51 1,48 1,56 1,57 1,59 Faktor Faktor Keamanan Laut Penelitian ini dimulai dengan menentukan kriteria yang menjadi pertimbangan pemilihan model keamanan laut yang cocok untuk Indonesia seperti Tabel Tabel 3. Kriteria Politik & Hukum Ekonomi Pertahanan & Keamanan Sosial Budaya Lingkungan Teknologi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penyebaran kuisioner kepada setiap re-sponden dengan pendekatan tingkat kepentingan menurut Thomas L. Saaty dapat dilihat pada Tabel A Nilai Perbandingan Tabel 4. Nilai Perbandingan Kiriteria Jumlah 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 8,53 A Selanjutnya di normalisasi : Tabel 5 Normalisasi Normalisasi 0,14 0,09 0,28 0,35 0,03 0,05 0,14 0,07 0,04 0,02 0,18 0,44 0,33 0,45 0,35 0,46 0,06 0,09 0,67 0,45 0,03 0,46 0,12 0,15 0,13 0,09 0,12 0,46 0,09 0,09 0,12 Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1 April 2020 ISSN: --------- A Setelah di normalisasi, maka di jumlah setiap baris pada tabel normalisasi Tabel 6. Jumlah Perbaris Jumlah perbaris 1,34 0,37 2,45 0,34 0,65 A Selanjutnya priority vector yaitu nilai jumlah perbaris di bagi nilai keseluruhan jumlah perbaris Tabel 7. Priority Vector Priority Vector 0,224 0,061 0,408 0,057 0,109 0,139 A Selanjutnya setiap kolom priority vector di kalikan dengan setiap baris tabel perbandingan Tabel 8 Tabel Hasil Kali Hasil kali 1,530 0,382 2,963 0,376 0,697 0,884 A Selanjutnya setiap baris nilai Hasil Kali di bagi dengan setiap baris nilai priority vector Tabel 9. HK/PV HK/ PV 6,824 6,212 7,253 6,552 6,410 6,343 A Setelah itu kita menentukan Lamda dengan cara menghitung nilai rata rata dari tabel HK/PV Tabel 10 Tabel Lamda Lamda 6,5994 A Selanjutnya baru kita menghitung nilai Consistensi Index dengan rumus CI = ( maks-. / . Tabel 11 Tabel Consistensi Index Consistensi Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1April 2020 ISSN: ---------- Index 0,012 A Selanjutnya kita menghitung nilai Consistensi Ratio dengan rumus CR= CI / RI Tabel 12 Tabel Consistensi Ratio Consistensi Ratio O,09669 Nilai Consistensi Ratio di bawah 0,1 maka di nyatakan konsisten. karna Jika CR>0,1 maka penilaian comparative judgement harus diperbaiki. Namun jika CRO0,1 maka hasil perhitungan dinyatakan benar. Berdasarkan hasil analisa tingkat kepent-ingan kriteria menggunakan metode AHP, ternyata kriteria yang sangat berpengaruh terhadap kea-manan laut Indonesia adalah Pertahanan dan Keamanan. HASIL DAN PEMBAHASAN Form login ini dapat di lihat pada gambar di bawah Untuk masuk ke aplikasi ini pengguna diharuskan mengisi form login terlebih dahulu sehingga dapat mengakses keseluruhan menu di dalam Gambar 2. Form Login Halaman Utama Menu home ini dapat dilihat pada gambar 3 menu home ini akan tampil jika proses login berhasil tampilan home dapat dilihat di bawah ini, untuk masing user yang berhasil login. Gambar 3. Halaman Utama Halaman Data Nilai Perbandingan Form data nilai ini dapat dilihat pada gambar 4 form ini digunakan untuk menampilkant nilai perbandingan berpasangan antar Kriteria di Aplikasi ini, menurut Saaty . untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik untuk mengekspresikan pendapat. Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1 April 2020 ISSN: --------- Gambar 4. Halaman Data Nilai Perbandingan Halaman Data Kriteria Halaman analisis data kriteria ini dapat dilihat pada gambar 5 form ini digunakan untuk mengimputkan data Kriteria. Politik dan hokum . Ekonomi . Pertahanan & keamnan . Sosial budaya . Teknologi Gambar 5 Halaman Data Kriteria Halaman Hasil Perhitungan A halaman data kriteria ini dapat dilihat pada gambar 6 form ini digunakan untuk menampilkan nilai perbandingan data kriteria pada aplikasi ini. Gambar 6 Halaman Data Kriteria Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1April 2020 ISSN: ---------- halaman data normalisasi antar kriteria ini dapat dilihat pada gambar 7 form ini digunakan untuk menampilkan nilai normalisasi data kriteria pada aplikasi ini. Gambar 7 Halaman Data Normalisasi halaman data grafik ini dapat dilihat pada gambar 8 form ini digunakan untuk menampilkan hasil grafik dari data kriteria pada aplikasi ini. Gambar 8 Halaman Data Grafik halaman prioritas ini dapat dilihat pada gambar 4. 9 form ini digunakan untuk menampilkan Hasil Gambar 10. Halaman prioritas dari data kriteria pada aplikasi ini. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian ini dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut : n AHP sangat cocok untuk memecahkan persoalan yang kompleks n Hasil implementasi Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode AHP yang telah menentukan faktor dan sub faktor yang paling berpengaruh terhadap keamnan laut Indonesia, ialah faktor pertahanan dan keamanan dengan sub faktor pengeluaran anggaran Jurnal JATIM. Vol. 1 No. 1 April 2020 ISSN: --------- belanja pertahanan Nasional, hal tersebut diyakini dapat memberikan kontribusi besar dalam mengatasi berbagai persoalan dalam penegakan keamanan dan keselamatan di laut Indonesia. UCAPAN TERIMA KASIH: Penelitian ini didukung oleh Kementerian Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia melalui Hibah Riset Strategis Nasional Republik Indonesia. DAFTAR PUSTAKA