e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 PENGARUH GREEN ACCOUNTING. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR). DAN REPUTASI PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN Annisa Hidayati1. Rosidi2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Brawijaya. Indonesia, ahidayati043@student. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Brawijaya. Indonesia, rosidi@ub. Riwayat Artikel: Received: 07 Mei 2024 Revised: 21 Mei 2024 Accepted: 29 Mei 2024 Publlished: 11 Juni 2024 Corresponding Author: Nama: Annisa Hidayati Email: ahidayati043@student. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2024 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: This study examines the impact of corporate reputation, green accounting practices, and corporate social responsibility (CSR) on the financial performance of companiesSamples from 54 industrial and mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange were chosen between 2021 and 2022 using a purposive selection Through the official websites of these businesses, secondary data from annual reports and sustainability reports was gathered. Green accounting, firm reputation, and financial performance were operationalized using return on assets, market-to-book value ratio, and environmental expenses, respectively. The collected data underwent analysis using SPSS version 26 and multiple linear regression techniques. The findings suggest that while green accounting adversely affects financial performance. CSR and corporate reputation exert a positive and significant influence on it. Keywords: corporate social responsibility. green accounting Abstrak: Studi ini menyelidiki pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), green accounting, serta reputasi perusahaan terhadap kinerja keuangan. Penelitian pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2021Ae2022. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 54 perusahaan sebagai sampel. Laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan dapat diakses melalui situs web resmi mereka. Data ini digunakan dalam penelitian ini. Dalam konteks penelitian ini, variabel akuntansi hijau diwakili oleh biaya terkait lingkungan, direpresentasikan oleh perbandingan antara nilai pasar dan nilai buku, sedangkan kinerja keuangan diukur menggunakan return on assets (ROA). Analisis data dilaksanakan melalui metode regresi linier berganda Vol. No. Juni 2024 menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 26. Hasil penelitian menegaskan bahwasannya implementasi green accounting memiliki dampak negatif terhadap kinerja keuangan, sedangkan CSR dan reputasi perusahaan berpengaruh positif serta signifikan pada kinerja keuangan. Kata kunci : corporate social responsibility. reputasi perusahaan PENDAHULUA N Kinerja keuangan adalah salah satu dasar dalam pengambilan keputusan oleh Baik buruknya kinerja keuangan dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan, likuiditas, dan ukuran perusahaan (Arvielda & Sha 2. Salah satu dimensi krusial dari kinerja keuangan adalah profitabilitas. Profitabilitas biasanya dipergunakan sebagai alat ukur efektivitas operasional manajemen (Weygandt et al. Efektivitas tersebut dapat dilihat melalui rasio profitabilitas yang menunjukkan tingkat pendapatan atau keberhasilan operasional perusahaan dalam periode tertentu. Keberhasilan operasional maupun tingkat pendapatan yang tinggi tentunya akan menumbuhkan ketertarikan Kapabilitas pengelolaan dan pertanggungjawaban perusahaan atas sumber daya yang dimiliknya turut berdampak pada kinerja keuangannya. Perusahaan yang mampu menunjukkan tingkat kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan, sosial, masyarakat, serta reputasi yang baik cenderung mempunyai kinerja keuangan yang lebih unggul. Tetapi, aktivitas perusahaan manufaktur maupun pertambangan sering berdampak pada krisis lingkungan. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B. dari perusahaan manufaktur dan pertambangan seringkali tak terolah dan berakhir mencemari lingkungan. Pada tahun 2022. Indonesia menghasilkan 81,87 juta ton limbah B3 dari aktivitas manufaktur, limbah medis, sektor pertambangan, agroindustri, energi, minyak dan gas. Jumlah ini terdiri dari 24,01 juta ton dari aktivitas pertambangan dan 23,53 juta ton dari manufaktur. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur dan pertambangan sebagai penyumbang limbah terbesar seharusnya lebih peduli dan berkomitmen dalam menjaga lingkungan. Kepedulian dan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dapat dilihat melalui penerapan konsep akuntansi lingkungan atau green accounting dan pengungkapan corporate social responsibility (CSR). Pada dasarnya, green accounting menggabungkan elemen informasi akuntansi keuangan dengan pengakuan, pengukuran, pencatatan, peringkasan, dan pelaporan (Lako 2. Sedangkan konsep CSR lahir dari perubahan paradigma bisnis ke arah yang lebih berkelanjutan ( sustainabl. seiring dengan kesadaran lingkungan yang meningkat. Pemerintah Indonesia mengharuskan lembaga perusahaan publik guna mengungkapkan kebijakan perusahaan terhadap kelangsungan lingkungan,ekonomi, dan sosial dalam sebuah laporan keberlanjutan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK. 03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan. Emiten, dan Perusahaan Publik menetapkan bahwasannyasannya perusahaan publik harus mengeluarkan laporan berkelanjutan mulai tahun 2020. Jika setiap organisasi dapat berperilaku secara etis, alih-alih hanya mengejar keuntungan, mereka akan dapat mempertahankan keberlanjutan dalam jangka panjang dengan memberi lebih banyak perhatian pada aspek lingkungan dan masyarakat (Handajani et al. Sejalan dengan hal itu, teori stakeholder yang dicetus oleh Freeman pada 1984 menyatakan bahwasannyasannya perusahaan sebagai entitas seharusnya memberikan manfaat bagi para stakeholder. Hal Ini berarti perusahaan tidak hanya memaksimalkan keuntungan bagi pemilik dan investor, tetapi juga harus memberikan manfaat sosial dan lingkungan. Hidayati & Rosidi: Pengaruh Green AccountingA Lebih lanjut, ditengah persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan juga didorong guna menumbuhkan reputasinya. Dengan pemanfaatan sumber dayanya dengan optimal, perusahaan dapat memperoleh kinerja yang lebih unggul di masa depan (Oktavianus et al. Hal ini penting guna menarik dan mempertahankan pelanggan, serta membangun keunggulan kompetitif di pasar. Reputasi yang baik merupakan landasan yang diperlukan bagi perusahaan guna bersaing, menumbuhkan prospek pasar serta kinerja keuangan, serta menjamin kelangsungan hidup yang berkelanjutan (Putri & Hatane 2. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwasannyasannya para yang berkepentingan percaya bahwasannyasannya nama baik akan menambah nilai di pasar sehingga konsumen tidak perlu ragu akan produk yang dibuat. Riset yang dilaksanakan Sidarta et al. yang berfokus pada industri kimia mengungkapkan bahwasannyasannya kinerja lingkungan serta green accounting secara positif berdampak pada profitabilitas. Alim dan Puji . turut mengungkapkan bahwasannyasannya green accounting berdampak positif pada profitabilitas perusahaan pada sektor consumer goods. Namun, hal ini bertentangan dengan riset Soedarman et . yang menemukan bahwasannyasannya penggunaan akuntansi hijau berdampak negatif pada kinerja keuangan. Temuan dari penelitian Riyadh et al. Pada 100 perusahaan multinasional terbaik, juga ditemukan bahwasannyasannya green accounting berdampak buruk pada kinerja keuangan. Dalam penelitian Monalisa dan Serly . Studi menunjukkan bahwasannya Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan manufaktur. Namun, penelitian Trida . Hasil studi memperlihatkan bahwasannyasannya Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki dampak positif serta signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian yang difokuskan pada perusahaan manufaktur menegaskan bahwasannyasannya semakin tinggi tingkat keterlibatan perusahaan dalam kegiatan CSR, semakin tinggi pula Return on Asset (ROA) serta Return on Equity (ROE) yang diperoleh perusahaan. Fathah dan Alfawaz . Penelitian juga menunjukkan bahwasannyasannya Corporate Social Responsibility (CSR) berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan di sektor industri kesehatan. Penelitian sebelumnya oleh Putri dan Hatane . Penelitian tersebut menemukan bahwasannyasannya reputasi perusahaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan dan kemampuan inovasi di sektor industri Hasil ini didukung oleh temuan Oktavianus et al. Pada perusahaan manufaktur, terdapat pengaruh positif dari reputasi perusahaan di masa lalu terhadap kinerja keuangan di masa mendatang. Namun, hasil penelitian Mayliza dan Maihidayah . menyatakan meskipun reputasi pengaruh positif pada kinerja keuangan, namun pengaruhnya tidak signifikan. Dengan mempertimbangkan perbedaan sebelumnya, penelitian ini dirancang untuk menilai efek penerapan green accounting. CSR, dan reputasi perusahaan terhadap kinerja keuangan. Studi ini melibatkan perusahaan manufaktur dan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2021Ae2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang lebih luas daripada penelitian sebelumnya. Diharapkan penelitian ini akan menumbuhkan pemahaman ilmiah di bidang akuntansi, terutama dalam konteks green accounting. CSR, dan reputasi perusahaan, serta dapat menjadi landasan bagi penelitian masa depan. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Strudi kuantitatif yakni teknik yang dipergunakan guna menyelidiki berbagai teori serta memeriksa bagaimana variabel penelitian berhubungan satu sama lain. Menurut Sekaran dan Bougie . metode kuantitatif diartikan sebagai metode ilmiah di mana data berupa angka yang bisa diproses dan dianalisis menggunakan formula matematika atau statistika. Selanjutnya. Vol. No. Juni 2024 angka yang telah didapat akan diselesaikan dengan perhitungan statistik dengan variabel yang sudah dioperasikan berdasarkan ukuran atau skala tertentu, seperti rasio, nominal, ordinal, serta interval. Penelitian ini memanfaatkan metode pendekatan kuantitatif guna menguji implikasi penerapan green accounting. CSR, dan reputasi perusahaan terhadap kinerja keuangan. Populasi yang menjadi fokus penelitian ini mencakup keseluruhan entitas perusahaan manufaktur dan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2022, yang berjumlah 268 perusahaan. Mulai tahun 2021, perusahaan publik diwajibkan guna melaksanakan publikasi laporan keberlanjutan sesuai dengan POJK No. 51/POJK. 03/2017, sehingga periode yang dipergunakan adalah tahun 2021 dan 2022. Guna menentukan sampel yang akan diteliti dipergunakan teknik purposive sampling. Kriteria yang dipergunakan guna memilih sampel yakni perusahaan manufaktur serta pertambangan pertama yang terdaftar di BEI selama periode 2021Ae Kedua, konsisten mempublikasikan laporan tahunan selama periode 2021-2022. Ketiga, mempublikasikan laporan keberlanjutan menggunakan standar GRI selama Keempat, menyajikan informasi lengkap mengenai variabel pengukuran yang diperlukan peneliti dalam melaksanakan penelitian, yaitu biaya lingkungan. Dari kriteria yang telah ditetapkan, ditemukan 54 sampel penelitian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, menghasilkan total 108 data observasi. Data yang dipergunakan pada studi ini bersumber dari data sekunder yang didapatkan melalui publikasi pemerintah, catatan ataupun dokumentasi perusahaan, analisis industri dari media, dan sumber lain disebut data sekunder (Sekaran & Bougie. Data tahunan untuk penelitian ini diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan yang tersedia di situs resmi perusahaan yang terlibat. Metode pengumpulan data yang diterapkan yakni dokumentasi. Metode dokumentasi dilaksanakan melalui penelusuran data laporan keuangan dan laporan tahunan guna mengevaluasi kinerja keuangan, penerapan green accounting, dan reputasi perusahaan. Teknik yang dipergunakan guna variabel CSR adalah content analysis. Variabel independen green accounting diukur berdasarkan rasio biaya lingkungan . Metode pengukuran rasio biaya lingkungan didasarkan pada pengukuran yang dilaksanakan oleh Sidarta et al. serta Adyaksana dan Pronosokodewo . , dengan rumus sebagai berikut: ycNycuycycayco yaAycnycaycyca yaycnycuyciycoycycuyciycaycu yaAya = yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco Pengungkapan CSR berpedoman pada GRI Standard. Metode pengukuran yang sama juga dilaksanakan pada penelitian Alim dan Puji . serta Trida . Perhitungan dilaksanakan dengan menggunakan skor dikotomis, di mana setiap elemen dalam instrumen penelitian diberi nilai 1 jika dilaporkan oleh perusahaan, dan 0 jika sebaliknya. Rumus yang dipergunakan dapat dijelaskan sebagai berikut: Oc ycUycnyc yaycIycIyc = ycuyc Nilai reputasi perusahaan dihitung menggunakan proksi rasio Market to Book Value (MtB) berdasarkan penelitian Azzahra dan Widiastuty . dan Christabel et al. Berikut adalah rumus yang dipergunakan: ycAycaycycoyceyc ycOycaycoycyce ycAycyaA = yaAycuycuyco ycOycaycoycyce ycuyce yaycycycnycyc Kinerja keuangan diproksikan melalui Return on Assets (ROA). Menurut Ross et al. perhitungan ROA dapat dilaksanakan menggunakan rumus berikut: yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIycCya = y 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycyca Dalam konteks penelitian ini, teknik analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda . ultiple regressio. , dipilih karena melibatkan lebih dari satu variabel Hidayati & Rosidi: Pengaruh Green AccountingA Dalam rangka menggambarkan hubungan antara variabel-variabel tersebut, persamaan regresi linier berganda yang relevan guna penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ycU = yu yuycU1 yuycU2 yuycU3 yuA Keterangan: Y = Return on asset yu = Konstanta yu = Parameter koefisien variabel independen X1= Biaya lingkungan X2= Corporate social responsibility index X3= Market to book ratio Pengujian hipotesis dilaksanakan melalui penerapan uji koefisien determinasi, uji F, serta uji t. Sebagai tahap persiapan sebelumnya, uji asumsi klasik akan dilaksanakan dengan cermat. Uji asumsi klasik ini mencakup evaluasi terhadap normalitas data, tingkat multikolinearitas, adanya heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Data yang didapatkan diolah dengan software SPSS versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Informasi mengenai nilai minimum, maksimum, rata-rata . , dan standar deviasi (SD) dari setiap variabel yang teramati diperlihatkan dalam proses analisis statistik deskriptif. Tujuan dari proses ini adalah guna memberikan gambaran atau penjelasan yang komprehensif terhadap data yang diamati. Hasil dari analisis statistik deskriptif yang telah dijalankan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 disampaikan sebagai berikut: Variabel Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Min. Max. Mean -0,16 9,47 0,13 0,24 0,97 0,52 -1,19 12,43 1,96 -0,28 0,62 0,07 0,92 0,18 2,15 0,11 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Dari hasil evaluasi statistik deskriptif, terungkap bahwasannyasannya variabel green accounting (X. mencatatkan nilai minimum sebesar -0,16, yang mencerminkan tingkat green accounting dari PT. Darma Henwa Tbk. Sementara itu. PT. Delta Dunia Makmur memiliki nilai tertinggi, yakni sebesar 9,47. Nilai rata-rata green accounting seluruh sampel sebesar 0,13 dengan standar deviasi 0,92. Hal ini berarti rata-rata perusahaan manufaktur dan pertambangan mengeluarkan biaya green accounting sebesar 0,13 kali dari laba/rugi yang diperoleh pada tahun berjalan. Variabel CSR (X. memiliki nilai minimum sejumlah 0,24 yang merupakan indeks pengungkapan CSR PT. Duta Pertiwi Nusantara Tbk. Sebaliknya, nilai maksimum dipunyai oleh PT. Vale Indonesia Tbk. dengan nilai 0,97. Adapun rata-rata pengungkapan CSR sebesar 0,52 dengan standar deviasi 0,18. Dari hasil tersebut, didapatkan kesimpulan bahwasannyasannya pengungkapan CSR perusahaan manufaktur dan pertambangan di Indonesia cukup tinggi dengan angka mencapai 52%. Variabel reputasi perusahaan (X. menunjukkan nilai minimum sebesar -1,19, yang terasosiasi dengan PT. Waskita Beton Precast Tbk. Di sisi lain, nilai maksimum variabel ini mencapai 12,43, yang tercatat pada PT. Golden Energy Mines Tbk. Secara rata-rata, reputasi perusahaan mencapai 1,96, dengan standar deviasi sebesar 2,15. Hal Vol. No. Juni 2024 ini berarti tingkat reputasi perusahaan sektor manufaktur dan pertambangan cukup tinggi karena nilai rata-ratanya diatas satu sehingga disimpulkan bahwasannyasannya rata-rata pasar menghargai saham perusahaan lebih tinggi dari nilai bukunya. Variabel kinerja keuangan (Y) mencatat nilai minimum sebesar -0,28, yang merupakan nilai Return on Assets (ROA) yang terdokumentasi pada PT. Waskita Beton Precast Tbk. Selain itu, variabel ini juga menampilkan nilai maksimum sebesar 0,62, yang terkait dengan ROA yang dicapai oleh PT. Golden Energy Mines Tbk. Dalam hal ratarata, variabel ROA mencapai 0,07, dengan standar deviasi sebesar 0,11. Dengan demikian, ini menunjukkan bahwasannyasannya perusahaan-perusahaan dalam sektor manufaktur dan pertambangan, secara keseluruhan, memiliki kinerja keuangan rata-rata sebesar 7%, dengan tingkat variabilitas kinerja keuangan mencapai 11%. Dengan demikian, perusahaan manufaktur dan pertambangan terdapat perusahaan dengan tingkat ROA yang tinggi, namun secara umum masih rendah karena setiap berinvestasi satu juta rupiah, rata-rata laba yang diperoleh perusahaan senilai Rp70. Uji Normalitas Guna mengevaluasi normalitas residual dipergunakan uji one sample Kolmogorov-Smirnov. Jika tingkat signifikansi melampaui 5% atau 0,05, maka uji normalitas dianggap terpenuhi. Adapun hasil uji normalitas pada penelitian ini disajikan sebagai berikut: Asymp. Sig. -taile. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual 0,000 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Hasil uji satu sampel Kolmogorov-Smirnov menunjukkan signifikansi statistik yang sangat tinggi dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000. Dengan nilai signifikansi yang jauh lebih kecil dari ambang batas 0,05, dapat disimpulkan bahwasannya data sampel dalam penelitian ini tidak memenuhi asumsi distribusi normal. Oleh karena itu, data harus diubah untuk memenuhi persyaratan uji normalitas. Dalam penelitian ini, transformasi data ini dilakukan dengan menggunakan transformasi logaritma . Hasil uji satu sampel Kolmogorov-Smirnov setelah transformasi data ditunjukkan di sini. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. 0,172 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Berdasarkan hasil uji normalitas setelah transformasi jumlah sampel berkurang menjadi 95 dan didapatkan tingkat signifikansi sebesar 0,172. Oleh sebab itu, dapat ditarik kesimpulan bahwasannyasannya data sampel memperlihatkan distribusi yang memenuhi asumsi normalitas karena nilai signifikansinya melebihi ambang batas 0,05. Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factor (VIF) adalah metrik yang dipergunakan guna mengevaluasi keberadaan multikolinearitas. Nilai koefisien VIF dianggap memenuhi syarat jika nilainya tidak melebihi 10, dan nilai toleransinya lebih besar dari 0,1. Hasil uji multikolinearitas pada penelitian ini dapat ditemukan dalam tabel berikut: Hidayati & Rosidi: Pengaruh Green AccountingA Variabel Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Tolerance 0,920 0,933 0,985 VIF 1,087 1,072 1,015 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, dapat diketahui bahwasannyasannya nilai koefisien tolerance variabel green accounting (X. sebesar 0,920, sementara nilai koefisien VIF senilai 1,087. Nilai koefisien tolerance variabel CSR (X. senilai 0,933 dan koefisien VIF sebesar 1,072. Sementara itu, variabel reputasi perusahaan (X . memiliki nilai koefisien tolerance dan VIF berturut-turut sebesar 0,985 dan 1,015. Setiap variabel bebas dalam penelitian memiliki nilai koefisien tolerance dan VIF lebih dari 0,1 dan kurang dari 10, sehingga persamaan regresi linier dalam penelitian ini tidak terdapat adanya multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Guna menguji adanya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi dapat menggunakan uji glejser. Jika nilai probabilitas setiap variabel bebas atau independennya lebih dari 0,05, maka persamaan regresi tidak terjadi Berikut hasil uji glejser dari variabel green accounting. CSR, dan reputasi perusahaan: Variabel . Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sig. 0,000 0,067 0,525 0,569 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Hasil pengujian heteroskedastisitas mengungkapkan bahwasannyasannya probabilitas dari masing-masing variabel bebas adalah 0,067. 0,525. 0,569, yang melebihi tingkat signifikansi 0,05. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwasannyasannya pada model regresi pada studi ini tidak ditemukan indikasi Uji Autokorelasi Dalam rangka untuk mengidentifikasi apakah autokorelasi hadir dalam model regresi, penelitian ini mengadopsi uji Durbin-Watson . W). Dalam konteks ini, kebebasan model regresi dari autokorelasi tercermin pada nilai dW yang berada dalam rentang antara dU dan 4-dU. Sebuah model regresi dianggap bebas dari autokorelasi jika nilai dW melebihi dU namun kurang dari 4-dU. Berikut ini disajikan hasil dari uji autokorelasi yang telah dilakukan dalam penelitian ini: Model Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson 1,804 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Vol. No. Juni 2024 Menurut Tabel 6, hasil uji Durbin-Watson menunjukkan koefisien dW sebesar 1,808. Dalam konteks ini, dengan sampel yang berjumlah 95 dan jumlah variabel independen sebanyak 3, nilai dU terhitung sebesar 1,7316 dan 4-dU adalah 2,2684. Diketahui bahwasannyasannya nilai dW berada di antara dU dan 4-dU, atau secara lebih tepat, bahwasannyasannya dU < dW < 4-dU. Penemuan ini menegaskan bahwasannyasannya model yang diuji tidak menunjukkan kecenderungan autokorelasi. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi, yang sering disebut sebagai adjusted R^2, memiliki tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana variasi variabel independen dapat menjelaskan variasi dalam variabel dependen dalam suatu model regresi. Hasil dari analisis koefisien determinasi ini ditampilkan dalam tabel berikut, yang memberikan indikasi tentang tingkat kecocokan model regresi dalam menjelaskan variasi dalam data yang diamati. 0,652 Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi R square Adjusted R Square 0,425 0,406 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Dari tabel 7 didapatkan hasil adjusted R2 sebesar 0,406. Artinya 40,6% variabel kinerja keuangan akan dipengaruhi oleh variabel independennya, yakni green accounting (X. CSR (X. , dan reputasi perusahaan (X. Sementara 59,4% dari kinerja keuangan dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Selain koefisien determinasi didapatkan juga nilai koefisien korelasi. Koefisien korelasi berguna guna mengetahui kekuatan hubungan atau korelasi antar dua variabel ataupun Nilai koefisien korelasi (R) didapatkan sebesar 0,652, hasil ini memperlihatkan korelasi antara variabel independen green accounting. CSR, reputasi perusahaan, dan kinerja keuangan masuk dalam kategori kuat karena berada dalam rentang 0,60-0,799. Uji F Uji F dimanfaatkan guna mencari tahu seberapa baik model regresi sampel menaksir nilai aktual secara statistik. Jika hasilnya menunjukkan nilai F hitung yang lebih tinggi dari F tabel ataupun nilai signifikansinya kecil dari 0,05, maka model ini layak guna dipakai dalam penelitian. Hasil dari uji F disajikan pada tabel berikut: Regression Residual Total Tabel 8. Hasil Uji F Sum of Squares df Mean Square 12,634 4,211 17,071 0,188 29,705 22,449 Sig. 0,000 Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Hasil uji F memperlihatkan bahwasannya nilai F hitung mencapai 22,449, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dengan jumlah derajat kebebasan regresi sebanyak 3 dan derajat kebebasan residual sebanyak 91, nilai F tabel yang relevan adalah 2,705. Penemuan ini menunjukkan bahwasannya nilai F hitung secara signifikan lebih besar daripada nilai F tabel yang ditentukan . ,449 > 2,. , dengan tingkat signifikansi kurang dari 0,05 . ,000 < 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwasannya model yang diuji layak digunakan dalam konteks penelitian ini. Hidayati & Rosidi: Pengaruh Green AccountingA Uji t Melalui bantuan aplikasi SPSS versi 26 didapatkan model regresi seperti pada tabel berikut: Tabel 9. Hasil Uji t (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error -1,778 0,134 -0,338 0,053 1,143 0,316 0,081 0,02 Sig. Keterangan -13,287 -6,349 3,618 4,006 0,000 0,000 0,000 0,000 Hubungan tidak searah Hubungan searah Hubungan searah Sumber: data diolah . Output SPSS 26 Berdasarkan pada tabel 9 persamaan regresi yang diperoleh adalah: Y = -1,778 Ae 0,338 X1 1,102 X2 0,080 X3 Nilai konstanta sebesar -1,778 memperlihatkan apabila besarnya seluruh variabel independen adalah 0, maka nilai kinerja keuangan menjadi -1,778. Nilai green accounting (X. negatif menampilkan adanya korelasi yang tidak searah dengan kinerja keuangan sebesar 0,338, sehingga apabila green accounting meningkat, kinerja keuangan akan menurun, begitu pun sebaliknya. Peningkatan nilai CSR (X. secara positif mengindikasikan keterkaitan positif dengan kinerja keuangan, yang berarti bahwasannyasannya peningkatan dalam CSR akan berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan sebesar 1,102. Demikian juga reputasi perusahaan (X. yang menghasilkan hubungan searah terhadap kenaikan kinerja keuangan. Apabila reputasi mengalami peningkatan, maka kinerja keuangan juga meningkat sebesar 0,081. H1: Pengaruh Green Accounting Terhadap Kinerja Keuangan Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwasannyasannya biaya lingkungan berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ROA. Penurunan biaya lingkungan akan memicu peningkatan ROA oleh perusahaan dan sebaliknya. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Riyadh et al. dan Soedarman et al. yang menyatakan bahwasannyasannya green accounting berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Besar kecilnya biaya green accounting yang dikeluarkan oleh perusahaan, tidak berpengaruh terhadap niat dan keinginan membeli pelanggan, sehingga tidak berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Sebagian dari pelanggan ketika membeli produk maupun jasa di suatu perusahaan tidak terlalu mempertimbangkan penerapan dan pengungkapan green accounting perusahaan Justru yang menjadi perhatian dari pelanggan adalah kualitas hingga harga yang ditawarkan atas produk maupun jasa yang dijual. Green accounting menunjukkan kepedulian dan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang mengharuskannya guna ikut serta dalam pelestarian lingkungan. Namun, biaya green accounting berbanding terbalik dengan kinerja keuangan. Hal ini karena biaya akan mengurangi laba, semakin besar pengeluaran guna green accounting oleh perusahaan, maka laba juga akan menurun. Dalam teori stakeholder perusahaan akan berupaya guna menunjukkan bahwasannyasannya mereka peduli terhadap lingkungan dalam rangka memperoleh kepercayaan serta hubungan baik dengan stakeholder, salah satunya melalui keikutsertaan dalam upaya pelestarian lingkungan. Namun, meningkatnya biaya ini akan mempengaruhi nilai perusahaan dimata investor (Wardhana, 2. Green accounting, penerapan dan pengungkapannya, hanya berdampak pada pelaporan sustainability Hal ini berarti green accounting tidak mampu mempengaruhi kontinuitas kinerja Vol. No. Juni 2024 keuangan secara signifikan. Meskipun biaya lingkungan telah dikeluarkan, tetapi manfaat ekonomisnya tidak langsung dirasakan oleh perusahaan sehingga laba akan menurun. Dengan demikian, diperlukan pengalokasian biaya lingkungan yang baik agar mencapai kinerja keuangan yang optimal. H2: Pengaruh CSR Terhadap Kinerja Keuangan Dari analisis yang dilaksanakan, terungkap bahwasannyasannya pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Hasil penelitian ini konsisten dengan penemuan sebelumnya yang dilaksanakan oleh Alfawaz dan Fathah . Bahar dan Ismaya . , serta Trida . Temuan tersebut mengindikasikan bahwasannyasannya terdapat korelasi positif dan signifikan antara Corporate Social Responsibility (CSR) dan kinerja keuangan perusahaan. Implikasinya adalah semakin meningkatnya tingkat pengungkapan CSR suatu perusahaan, semakin baik juga kinerja CSR merupakan suatu komitmen dari perusahaan guna melaksanakan kegiatan dengan cara yang etis serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang baik dapat membantu bisnis dengan pihak eksternal. (Branco & Rodrigues, 2. Terlebih lagi, pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki potensi guna membangun reputasi yang positif dan menumbuhkan citra perusahaan di pasar komoditas dan pasar (Mayliza & Maihidayah, 2. Hasil dari penelitian ini mendukung teori stakeholder, dimana keberhasilan suatu perusahaan bergantung pada cara mereka mengelola hubungan baiknya dengan para Perusahaan juga diharapkan mampu menyeimbangkan berbagai kepentingan yang berbeda dari stakeholder melalui pengungkapan CSR (Azzahra & Widiastuty, 2. Banyak perusahaan yang memperluas program CSRnya, meskipun dengan konsekuensi menyerap sumber daya ekonomi dan non ekonomi yang besar (Lako, 2. Maka dari itu. CSR dapat diakui sebagai investasi yang strategis guna memperkuat bisnis dan menumbuhkan profit secara berkelanjutan dalam jangka Pengungkapan informasi CSR yang optimal membuat hal ini memberikan perusahaan keunggulan kompetitif, sehingga hal tersebut dapat dimanfaatkan guna menumbuhkan laba. Program CSR perusahaan, seperti pelestarian lingkungan, program beasiswa, dan pemberdayaan masyarakat, akan mendapat respon positif dari konsumen. Hal ini menumbuhkan daya tarik produk perusahaan dibandingkan produk sejenis, sehingga perusahaan dapat menghasilkan penjualan yang lebih besar. H3: Pengaruh Reputasi Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Dari evaluasi yang telah dilaksanakan, terbukti bahwasannyasannya reputasi perusahaan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Oktavianus et . dan Putri serta Hatane . , yang menegaskan bahwasannyasannya reputasi perusahaan memainkan peran penting dalam memengaruhi kinerja keuangan. Perusahaan yang mempunyai reputasi lebih baik mampu mempertahankan profitabilitasnya dari waktu ke waktu. Reputasi memiliki kapasitas sebagai akselerator dalam memperoleh kinerja bisnis yang berkelanjutan. Melalui reputasi yang baik turut berperan dalam membantu perusahaan menyelaraskan permintaan pasar, motivasi karyawan, hingga menarik minat investor (Bahta et al. , 2. Lebih lanjut. Ngai et al. Selain itu, pengamatan ini menunjukkan bahwasannyasannya keberhasilan pemasaran produk dan pencapaian profitabilitas penjualan tergantung pada jumlah interaksi pelanggan dengan perusahaan terkait. Perhatian yang diberikan oleh pelanggan terhadap produk dan minatnya dalam pembelian ditimbulkan melalui kepuasan mereka terhadap kinerja perusahaan, layanan pelanggan yang diberikan, serta Hidayati & Rosidi: Pengaruh Green AccountingA Kualitas ini terbentuk pada pemikiran pelanggan melalui reputasi positif yang dimiliki perusahaan. Penemuan dari studi ini memberikan kontribusi yang relevan terhadap teori Sumber Daya dan Kapabilitas (Resource-Based View/RBV) dengan menegaskan bahwasannyasannya reputasi, sebagai aset tak berwujud perusahaan, merupakan salah satu sumber daya yang langka dan berharga, berharga, dan tidak dapat ditiru, serta dapat dimanfaatkan oleh suatu bisnis guna mencapai keunggulan kinerja dan kompetisi. Perusahaan dengan reputasi yang lebih baik mampu menarik pelanggan, mengalahkan pesaing, dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Semakin baik reputasi perusahaan, maka loyalitas pelanggan juga akan meningkat. Seiring dengan peningkatan loyalitas tersebut, penjualan juga akan bertambah yang pada akhirnya menumbuhkan laba perusahaan. Dengan demikian, hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya guna menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis, ditarik kesimpulan bahwasannyasannya green accounting, corporate social responsibility (CSR), dan reputasi perusahaan secara bersama-sama mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan di sektor manufaktur dan Green accounting memiliki dampak negatif terhadap kinerja keuangan, di mana peningkatan green accounting perusahaan berpotensi menurunkan kinerja Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwasannya Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja Lebih banyaknya pengungkapan CSR berpotensi menumbuhkan kinerja keuangan suatu perusahaan. Selanjutnya, reputasi perusahaan juga menunjukkan dampak yang positif dan signifikan pada kinerja keuangan. Peningkatan reputasi perusahaan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan perusahaan Saran yang dapat peneliti berikan guna penelitian dimasa yang akan datang adalah memperbanyak periode sampel, agar data yang diperoleh dapat lebih lengkap. Selain itu, penelitian berikutnya juga dapat menggunakan lingkup perusahaan yang lebih luas dari manufaktur dan pertambangan, sehingga kesimpulan dari hasil penelitian dapat digeneralisasi dari berbagai sektor. Lebih lanjut, penelitian berikutnya dapat menambahkan variabel lain, seperti ukuran perusahaan, good corporate governance, dan lain sebagainya guna mengidentifikasi faktor baru yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sehingga dapat menumbuhkan validitas dan keandalan penelitian. UCAPAN TERIMA KASIH peneliti memberikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Rosidi atas dedikasi dan bimbingannya yang tak ternilai dalam menjalani proses penelitian dan penulisan artikel jurnal ini. Bapak Rosidi telah memberikan bimbingan yang berharga, serta memberikan dorongan dan wawasan yang sangat berarti bagi penulis. Keberadaan Bapak Rosidi sebagai dosen pembimbing telah menjadi sumber inspirasi dan motivasi yang kuat bagi penulis guna menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Semoga kontribusi serta dukungan beliau dapat terus memberikan manfaat bagi perkembangan ilmiah penulis di masa mendatang. KONTRIBUSI AUTHOR Annisa Hidayati sebagai penulis pertama berkontribusi melaksanakan observasi dan pengumpulan data dari situs resmi perusahaan manufaktur serta pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 Ae 2022. Selain itu, penulis pertama turut menganalisa data penelitian dan melaksanakan pengujian menggunakan software Vol. No. Juni 2024 SPSS versi 26. Rosidi sebagai penulis kedua berkontribusi membantu dan membimbing penulis pertama dalam proses penyelesaian artikel penelitian. PENDANAAN Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan data dan hasil dalam penelitian ini tidak terdapat konflik kepentingan dengan pihak manapun. DAFTAR PUSTAKA