Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 ANALISIS PENGARUH PERJALANAN UDARA TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA JEMAAH UMRAH PT. ESRA WISATA TOUR AND TRAVEL Abdul Rahman1. Ince Hijra Adam2. Fhirawati 3 . Wahyuningsih 4. Rizka Wahyuni . Sainah. 1,2,3,4,5,6 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat. Universitas Patria Artha. Prodi S1 Ilmu Keperawatan. Prodi S1 Ilmu Keperawatan,Universita Patria Artha. Prodi D3 Kebidanan E-mail:abdublrahmanpambudi@gmail. com,incehajra10@gmail. com,fhirawati@gmail. wahyuningsih@gmail. com, rizka. wahyuni22794@gmail. com,iinsainah915@gmail. Abstrak Perjalanan udara dalam ibadah umrah dapat memberikan dampak fisiologis terhadap kesehatan jemaah, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah akibat perubahan tekanan kabin, stres perjalanan, dan kelelahan. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi jemaah dengan usia menengah ke atas yang lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan darah jemaah umrah PT. Esra Wisata Tour and Travel sebelum dan setelah melakukan perjalanan udara serta menganalisis pengaruh perjalanan udara terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi pre-post test without control group. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang merupakan jemaah umrah. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah keberangkatan menggunakan tensimeter digital serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik tidak normal meningkat dari 6,7% sebelum keberangkatan menjadi 26,7% setelah perjalanan udara. Sementara itu, tekanan darah diastolik tidak normal meningkat dari 13,3% menjadi 53,3%. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik . = 0,. Perjalanan udara berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tekanan darah pada jemaah umrah. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kesehatan prakeberangkatan, edukasi kesehatan, dan pemantauan tekanan darah sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan jemaah selama perjalanan ibadah. Kata kunci: Tekanan Darah. Perjalanan Udara. Jemaah Umrah. Risiko Kesehatan. PT. Esra Wisata Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. April 2024 PENDAHULUAN Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi seumur hidup yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol selama jangka waktu tertentu (Dewi. , & Willem. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitBanKe. hipertensi di Indonesia saat ini sebesar 34,1%, naik dari 25,8% pada tahun 2013 (Riskesdas, 2. Dari estimasi jumlah penderita hipertensi berusia > 15 tahun yang telah ditetapkan, sebanyak 41,04% telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai standar, lebih tinggi pada populasi perempuan . ,9%) dari pada laki laki . Data Riskesdas, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Angka ini dibandingkan dengan prevalensi hipertensi yang tercatat pada Riskesdas tahun 2013, yaitu sebesar 25,8%. Peningkatan ini mencerminkan masalah kesehatan yang semakin serius terkait dengan tekanan darah tinggi di kalangan masyarakat Indonesia (Kemenkes RI, 2. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020, prevalensi hipertensi tertinggi menurut kabupaten/kota tercatat di Kota Makassar dengan 290. 247 kasus, diikuti oleh Kabupaten Bone dengan 158. Kabupaten Gowa 157. 221 kasus. Kabupaten Barru 1. 500 Kasus. Data surveilans penyakit tidak menular dari bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Makassar, dari 47 Puskesmas yang ada di Kota Makassar, prevalensi hipertensi tertinggi pada tahun 2021 tercatat di Puskesmas Kassi-Kassi di Kecamatan Rappocini. Data surveilans dari Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar untuk bulan Januari-Februari penderita hipertensi sebanyak 1. 250 kasus. Hipertensi menempati urutan kedua dari 10 penyakit tertinggi yang ada di Puskesmas tersebut (Data Sekunder Puskesmas Kassikassi, 2. Angka kejadian hipertensi di Indonesia masih termasuk tinggi. Menurut Riskesdas 2021 jumlah hipertensi di Indonesia yang didapat melalui pengukuran pada umur Ou 18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi berada di daerah Kalimantan Selatan . , dan terendah berada di daerah Papua . ,2%). Tingginya jumlah penderita hipertensi di Indonesia merupakan penyebab utama angka hipertensi pada jamaah umroh Indonesia juga masih tinggi. Hal ini dapat dilihat hasil pemeriksaan akhir jamaah umroh pada lansia didapatkan penyakit yang terbanyak adalah hipertensi yaitu sebesar 40,12% (Dewi. , & Willem. Setiap bulannya PT. Esra Wisata Tours and Travel memberangkatkan Jemaah umroh sebanyak 29 jemaah dan tiap bulannya mengalami peningkatan terus menerus seiring dengan keiniginan Masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh. Dengan meningkatnya jumlah jemaah umrah yang lebih tua dan berisiko tinggi menderita penyakit degeneratif, penting bagi penyedia memperhatikan dan mengelola risiko kesehatan yang mungkin timbul selama perjalanan udara dan pelaksanaan ibadah Salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus adalah hipertensi, yang dapat diperburuk oleh perjalanan udara jarak jauh dan perubahan lingkungan yang drastis. Perjalanan udara dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan, khususnya dalam konteks hipertensi di kalangan jemaah umrah. Hipertensi, sebagai salah satu faktor risiko utama untuk penyakit Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 kardiovaskular, dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan stres yang terkait dengan perjalanan udara. Paparan terhadap polusi udara selama perjalanan, baik di bandara maupun dalam perjalanan itu sendiri, dapat memperburuk kondisi kesehatan jemaah yang sudah memiliki hipertensi (Laksono. Perjalanan udara dengan durasi panjang memberikan tekanan fisik dan psikologis yang signifikan pada jemaah. Tekanan udara dalam kabin pesawat, stress, kurangnya aktivitas fisik, serta perbedaan waktu . et la. adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah, khususnya dalam hal tekanan darah (Yusetyani et al. , 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan analisis korelasi. Salah satu metode untuk menguji hubungan antara variabel independen dan dependen adalah analisis korelasi (Lapau, 2. Cross sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan cara pendekatan atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat tertentu saja (Ariani, 2. Rancangan penelitian ini mempelajari pengaruh perjalanan udara terhadap kejadian hipertensi pada jemaah umrah HASIL Karakteristik Responden Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Menunjukkan responden yang paling banyak yaitu jenis kelamin Perempuan sebanyak 21 responden . 0%). Distribusi Frekuensi Usia Responden Menunjukkan bahwa usia responden yang paling banyak yaitu pada usia 41 Ae 50 tahun dan 51 Ae 60 tahun masing Ae masing sebanyak 11 responden . 7%) dan usia yang paling sedikit yaitu pada usia 30 - 40 tahun sebanyak 8 responden . Distribusi Frekuensi Pendidikan Responden Tingkat Menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang paling banyak yaitu sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 24 responden . 0%) dan paling sedikit yaitu perguruan tinggi sebanyak 6 responden . Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sistolik Responden Sebelum Keberangkatan menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik melakukan perjalanan udara dominan Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. April 2024 tekanan darah sistolik normal sebanyak 28 responden . 3%). mengalami peningkatan tekanan sebanyak 30 responden . 0%). Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sistolik Responden Setelah Kedatangan Analisis Brivariat Hubungan Antara Perjalanan Udara Dengan Peningkatan Tekanan Darah Sebelum Keberangkatan Menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik melakukan perjalanan udara dominan tekanan darah sistolik normal sebanyak 22 responden . 3%). Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sistolik Responden Sebelum Keberangkatan menunjukkan bahwa tekanan darah diastolik responden jemaah umrah sebelum melakukan perjalanan udara dominan tekanan darah diastolik normal sebanyak 26 responden . 7%). Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Diastolik Responden Setelah Kedatangan Menunjukkan bahwa tekanan darah diastolik melakukan perjalanan udara dominan tekanan darah diastolik tidak normal sebanyak 16 responden . 3%). Distribusi Frekuensi Tingkat Risiko Responden Dalam Perjalanan Udara Menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 2 responden berisiko memiliki tekanan darah sistolik tidak normal sedangkan terdapat 28 responden berisiko memiliki tekanan darah sistolik normal dengan nilai p value sebesar 0. 000 yang berarti terdapat hubungan signifikan perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah. Hubungan Antara Perjalanan Dengan Peningkatan Tekanan Sebelum Keberangkatan. Udara Darah Menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 4 responden berisiko memiliki tekanan darah diastolik tidak normal sedangkan terdapat 26 responden berisiko memiliki tekanan darah diastolik normal dengan nilai p value sebesar 0. 000 yang berarti terdapat hubungan signifikan perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah. Menunjukkan responden jemaah umrah dalam melakukan perjalanan udara semua responden berisiko Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Hubungan Antara Perjalanan Dengan Peningkatan Tekanan Setelah Kedatangan Udara Darah Menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 8 responden berisiko memiliki tekanan darah sistolik tidak normal sedangkan terdapat 22 responden berisiko memiliki tekanan darah sistolik normal dengan nilai p value sebesar 0. 000 yang berarti terdapat hubungan signifikan perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah. Hubungan Antara Perjalanan Udara Dengan Peningkatan Tekanan Darah Setelah Kedatangan. Menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 16 responden berisiko memiliki tekanan darah diastolik tidak normal sedangkan terdapat 14 responden berisiko memiliki tekanan darah diastolik normal dengan nilai p value sebesar 0. 000 yang berarti terdapat hubungan signifikan perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan . %), yang menunjukkan dominasi gender tertentu dalam partisipasi ibadah umrah melalui PT. Esra Wisata. Hal ini konsisten dengan studi terdahulu bahwa perempuan cenderung lebih aktif dalam kegiatan spiritual kolektif, terutama di negara berkembang (Yusof et al. , 2. Distribusi usia responden terbanyak adalah 41Ae60 tahun. Kelompok usia ini cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tekanan darah, terutama saat melakukan aktivitas fisik dan perjalanan udara panjang (Thompson et al. , 2. Pada usia ini, adaptasi tubuh terhadap perubahan tekanan kabin bisa menurun. Usia merupakan salah satu prediktor penting dalam kerentanan tekanan darah akibat stresor eksternal (Li et al. , 2. Tingkat responden adalah lulusan SMA . %). Tingkat pemahaman terhadap risiko kesehatan dan penerapan upaya pencegahan. Pendidikan rendah dapat membatasi pemahaman tentang manajemen tekanan darah selama perjalanan (Rahmah et al. , 2. Literasi hipertensi (Chen et al. , 2. Data menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik responden sebelum keberangkatan dalam kondisi normal pada 93,3% responden. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar jemaah dalam kondisi fisiologis stabil sebelum melakukan perjalanan. Kondisi awal ini penting untuk membandingkan efek perjalanan udara terhadap tekanan darah. Studi menyebutkan bahwa tekanan kabin dapat menginduksi hipertensi temporer meski subjek awalnya normotensif (Keller et , 2. Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. April 2024 Setelah tiba, terjadi peningkatan responden dengan tekanan darah sistolik tidak normal menjadi 26,7%. Ini menunjukkan bahwa perjalanan udara memberi pengaruh terhadap tekanan darah sistolik. Faktorfaktor seperti stres, kurangnya aktivitas fisik, dan hipoksia ringan di kabin pesawat berkontribusi terhadap perubahan ini (Panza et al. , 2. Respons ini perlu menjadi perhatian khusus bagi calon jemaah dengan riwayat hipertensi. Tekanan dominan dalam normal . ,7%). Data ini responden dalam kondisi sehat secara Namun, perlu dicatat bahwa tekanan darah diastolik lebih lambat merespon stres dibandingkan tekanan sistolik. Faktor tersebut menjelaskan mengapa peningkatan signifikan baru terlihat setelah perjalanan (Santoso et al. , 2. Tekanan darah diastolik tidak normal meningkat tajam menjadi 53,3% setelah Hal ini mengindikasikan adanya beban fisiologis yang cukup besar terhadap sistem sirkulasi. Perubahan ini mungkin dipicu oleh tekanan barometrik rendah di kabin pesawat yang menyebabkan vasokonstriksi kompensatorik (Shah et al. Efek ini bisa lebih nyata pada individu usia menengah ke atas. Seluruh responden . %) dikategorikan perjalanan udara. Temuan ini menegaskan bahwa perjalanan udara bagi jemaah umrah merupakan faktor risiko yang nyata. Penelitian menyatakan bahwa walau tekanan kabin diatur, namun tetap berbeda signifikan dengan tekanan atmosfer di darat (Jones & Smith, 2. Paparan berulang terhadap kondisi ini dapat memperberat kondisi Uji signifikan antara perjalanan udara dan keberangkatan . =0. Walau sebagian besar tetap normal, namun dua responden menunjukkan tekanan tidak normal. Hasil ini menunjukkan bahwa stres anticipatif sebelum perjalanan juga bisa memengaruhi tekanan darah. Stres psikologis sebelum keberangkatan telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dalam beberapa studi (Nguyen et al. , 2. Analisis hubungan antara perjalanan udara dan tekanan darah diastolik sebelum signifikansi statistik . =0. Meskipun efeknya lebih kecil dibandingkan sistolik, namun tetap berarti secara klinis. Ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan persiapan perjalanan memegang peran Intervensi prakeberangkatan bisa membantu menekan efek ini (Putri & Hasanah, 2. Setelah kedatangan, hubungan antara perjalanan udara dan tekanan darah sistolik . =0. Delapan responden mengalami tekanan darah sistolik tidak normal. Ini memperkuat bukti bahwa perjalanan udara berdampak langsung terhadap sistem kardiovaskular. Studi lain juga menyebutkan bahwa jet lag dan ritme sirkadian yang terganggu turut pascapenerbangan (Lee et al. , 2. Hubungan signifikan juga terjadi pada tekanan darah diastolik setelah perjalanan . =0. Sebanyak menunjukkan tekanan darah diastolik tidak Ini menunjukkan bahwa risiko tidak hanya terbatas pada tekanan sistolik. Pengawasan dan evaluasi tekanan darah sebaiknya dilakukan secara menyeluruh (WHO, 2. Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. Oktober 2025 Studi ini mendukung pentingnya skrining tekanan darah sebagai bagian dari persiapan Deteksi dini terhadap potensi komplikasi selama ibadah. WHO . merekomendasikan pemeriksaan tekanan darah bagi pelancong usia 40 tahun ke Hal ini menjadi sangat relevan mengingat usia mayoritas responden berada dalam rentang tersebut. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu kabin, imobilisasi selama penerbangan, dan perubahan zona waktu juga dapat memperburuk tekanan Hal Ini menjelaskan mengapa diastolik meningkat lebih signifikan setelah Intervensi seperti penggunaan stoking kompresi dan hidrasi cukup bisa membantu mencegah lonjakan tekanan darah (Evans et al. , 2. Edukasi kesehatan berbasis komunitas bisa menjadi strategi efektif dalam konteks ini. Perjalanan udara jarak jauh, terutama bagi jemaah berusia lanjut, harus dianggap sebagai faktor stresor sistemik. Aktivasi sistem saraf simpatis selama penerbangan tekanan darah (Tajuddin et al. , 2. Oleh pascaterbang sebaiknya dilakukan pada kelompok rentan. Implementasi sistem ini terbukti efektif di beberapa negara maju. Sebagai rekomendasi, penyedia jasa umrah harus mulai memasukkan aspek skrining tekanan darah dalam layanan mereka. Ini akan meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan jemaah. Integrasi antara data medis dan manajemen perjalanan terbukti meningkatkan kepuasan dan mengurangi insiden medis selama perjalanan ibadah (Aziz et al. , 2. Langkah ini juga dapat mendukung akreditasi biro perjalanan umrah berbasis Kesehatan. Temuan dari studi ini juga berimplikasi terhadap kebijakan kesehatan dalam lingkup lebih luas. Pemerintah dapat mengadopsi kebijakan wajib pemeriksaan Ini sejalan dengan agenda promotif preventif yang dicanangkan dalam RPJMN 2020Ae2024. Keberhasilan program ini bergantung pada dukungan multi-sektor. Keterbatasan studi ini mencakup jumlah sampel yang kecil dan keterbatasan alat ukur tekanan darah. Namun, data tetap memberikan gambaran awal yang kuat mengenai risiko kesehatan yang dihadapi jemaah umrah. Studi lanjutan dengan desain longitudinal dan ukuran sampel lebih besar sangat disarankan. Penggunaan alat monitoring tekanan darah berkelanjutan juga dapat meningkatkan akurasi. KESIMPULAN Tekanan darah jemaah umrah PT. Esra Wisata Tour and Travel sebelum melakukan perjalanan udara sebagian besar berada dalam kategori normal, baik tekanan darah sistolik . ,3%) maupun diastolik . ,7%). Hal ini kardiovaskular yang stabil sebelum Setelah melakukan perjalanan udara, terjadi peningkatan jumlah responden dengan tekanan darah tidak normal, baik pada tekanan darah sistolik . eningkat menjadi 26,7%) maupun . eningkat menjadi 53,3%). Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan udara berpotensi memicu peningkatan tekanan darah, terutama pada komponen diastolik. Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara perjalanan udara dengan peningkatan tekanan darah pada jemaah umrah. Abdul Rahman. Ince Hijra Adam. Fhirawati. Wahyuningsih. Rizka Wahyuni. Sainah Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. No. April 2024 DAFTAR PUSTAKA